Way Kanan - Belum genap dua bulan, proyek tanggul penahan tanah sudah ambrol, diduga Penjabat (pj) Kepala Kampung dari Kampung Karang Umpu, Kecamatan Blambangan Umpu Kabupaten Waykanan, terburu- buru dalam mengerjakannya, yang seharusnya anggaran yang digunakan dari Dana Desa itu adalah anggaran tahap ke- 2.
Menurut keterangan dari salah satu perangkat kampung yang tidak mau disebut namanya mengatakan, panjang tanggul tersebut seharusnya 55 meter dan baru dikerjakan 11 meter, dan menelan anggaran Rp139 juta, dari Dana Desa (DD).
"Menurut sepengetahuan saya, belum ada dua bulan pekerjaan itu," ucapnya.
Bendahara kampung setempat, Indar Widayanto mengatakan, DD dan ADD tahap pertama digunakan untuk pembayaran perangkat kampung, BLT, DD dan lainnya.
"Sepengetahuan saya itu dianggarkan pada tahap ke- 2 kalau untuk fisik, tahap pertama itu digunakan untuk honor-honor, kalau untuk fisik ga cukup. Nah, anggarannya kalau sepengetahuan saya sebesar Rp139 juta," pungkas nya.
Menurutnya, tidak tahu-menahu kenapa dikerjakan saat ini, karena waktu pengerjaan masih disibukkan oleh kepanitiaan pemilihan Kepala Kampung.
"Kalau masalah pengerjaannya saya tidak tahu ya, karena waktu itu saya sendiri masih sibuk dengan administrasi kampung, apalagi mau pemilihan juga," ujarnya.
Ketua Badan Permusyawaratan Kampung (BPK) Ibrahim mengatakan hasil musrenbang untuk volumenya 55 meter namun baru dikerjakan 11 meter.
"Hasil musrenbang untuk volumenya 55 meter namun baru dikerjakan 11 meter, makanya saya bilang sama kawan-kawan kalau sampai pertanggungjawabannya kami proses dulu, kalau tidak sesuai dengan hasil musren saya tidak mau menandatanganinya, untuk sekarang masih kami diamkan," ujar dia.
Sementara itu Pj Kakam Karang Umpu Sriyanto, yang dihubungi lewat telepon genggamnya tidak aktif, hingga berita ini diturunkan. (Firmansyah)

Posting Komentar