New Topics

Menyusuri Rute Tugu Adipura hingga Saburai, Lampung Tapis Karnaval 2026 Sukses Hibur Ribuan Warga

Agustus 30, 2026

 


 BANDAR LAMPUNG — Puncak perhelatan Festival Krakatau XXXV Tahun 2026 berlangsung meriah dan penuh semarak di Kota Bandar Lampung, Minggu (30/8/2026). Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, dengan didampingi Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela serta Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan, secara resmi melakukan flag off pelepasan peserta Lampung Tapis Karnaval di area Tugu Adipura.

Ajang parade budaya tahunan ini diawali dengan atraksi spektakuler defile pasukan berkuda yang langsung mencuri perhatian masyarakat setempat. Ribuan warga dari berbagai daerah tampak menyemut dan memadati ruas-ruas jalan utama untuk menyaksikan secara langsung ragam pesona kain tapis serta seni pertunjukan khas daerah.

Lampung Tapis Karnaval 2026 melibatkan barisan kontingen lintas sektor yang luas. Partisipasi aktif terpancar mulai dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Lampung, jajaran pemerintah kabupaten/kota se-Provinsi Lampung, unsur TNI dan Polri, pelajar sekolah negeri maupun swasta, atlet serta pemuda berprestasi, hingga jajaran organisasi kemasyarakatan.

Sarana Pelestarian Budaya dan Pemersatu Daerah

Dalam sambutannya, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan bahwa Festival Krakatau tidak sekadar dirancang sebagai panggung hiburan publik, tetapi memiliki misi fundamental untuk merawat adat tradisi sekaligus mempererat persatuan seluruh elemen masyarakat Lampung.

"Insya Allah Festival Krakatau hari ini akan menjadi sarana kita untuk ikut melestarikan adat, melestarikan budaya, menambah kekuatan, dan terutama mempersatukan kita bahwa Provinsi Lampung bersatu, damai, rukun, dan tenteram," ujar Gubernur Mirza.

Rombongan karnaval menempuh rute strategis pusat kota, dimulai dari garis start di Tugu Adipura, melintasi Jalan Kartini, Jalan Sukma, Jalan Pangkal Pinang, Jalan Raden Intan, Jalan Tulang Bawang, hingga berakhir di kawasan Lapangan Saburai (Jalan Sriwijaya).

Rangkaian Kegiatan dan Kolaborasi Masyarakat

Penyelenggaraan Festival Krakatau 2026 telah berlangsung marathon sejak 25 Agustus dan berpuncak pada 30 Agustus 2026. Berbagai agenda unggulan mewarnai agenda ini, seperti Krakatau Festival Kuliner, Krakatau Kopi Expo, kompetisi modern dance, festival band, zumba dance, coffee battle, Seruit Battle, Krakatau Run, hingga Pawai Tapis Karnaval. Seluruh rangkaian perhelatan akan ditutup secara megah melalui gelaran Pesona Kemilau Krakatau.

Di sela-sela kegiatan, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menyampaikan kepada awak media bahwa Festival Krakatau adalah manifestasi kolaborasi inklusif antara pemerintah daerah dan seluruh lapisan warga.

"Ini bukan hanya acara Pemerintah ini adalah acara bersama, acara semua komunitas, tokoh adat dan semua elemen masyarakat, dan semuanya semangat untuk menunjukkan bahwa inilah budaya Lampung yang terdiri dari ragam marga dan budaya dan disini kita berkumpul menjadi satu. Tadi kita lihat hampir semua anak-anak muda, baik SMA, Mahasiswa, ini menunjukkan kita punya SDM yang banyak, SDM yang semangat dan cinta dengan budaya Lampung," pungkasnya.

Resmi Diperkenalkan di Stadion Sumpah Pemuda, Bhayangkara Presisi Lampung FC Incar Posisi Tiga Besar Nasional

Agustus 30, 2026

  


BANDAR LAMPUNG — Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, memimpin langsung acara Launching Team & Jersey Bhayangkara Presisi Lampung FC untuk menghadapi kompetisi Super League musim 2026/2027 di Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Sabtu (29/8/2026).

Dalam sambutannya, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal mengapresiasi kontribusi positif Bhayangkara FC sejak menjadikan Lampung sebagai markas utamanya. Kehadiran klub ini dinilai sukses membangkitkan gairah baru bagi kemajuan olahraga sepak bola di Provinsi Lampung.

"Hari ini kita tahu sepak bola selalu punya cara untuk menyatukan banyak orang. Di lapangan, 11 orang yang bermain, tapi di balik 11 orang ini ada pelatih, ada manajemen, ada suporter, ada keluarga, bahkan masyarakat yang ikut menaruh harapan," ujar Gubernur Mirza.

Target Tiga Besar dan Identitas Budaya Lokal

Melanjutkan capaian musim lalu di mana klub berhasil finis di peringkat lima besar, Gubernur menyuarakan optimisme agar Bhayangkara Presisi Lampung FC mampu membidik target yang lebih tinggi pada musim kompetisi mendatang.

"Dan tentunya 5 besar ini bukan prestasi akhir, bukan target akhir. Saya dikasih tahu tadi oleh Pak Marji, bahwa insya Allah tahun ini kita lebih baik, 3 besar. Klub yang kuat tidak dibangun dalam satu musim, tapi melalui kerja konsisten, pembinaan berkelanjutan, dan komitmen yang tidak pernah berhenti," tegasnya.

Gubernur juga menegaskan bahwa klub sepak bola ini kini telah menyatu dengan iklim olahraga daerah. "Bhayangkara FC hari ini bukan milik polisi lagi, mohon maaf, tapi ini sekarang sudah menjadi milik masyarakat Lampung," tambah Gubernur saat sesi konferensi pers.

Sementara itu, CEO Bhayangkara FC yang juga Kakorlantas Polri, Irjen Pol. Wibowo, memaparkan bahwa skuat musim ini memadukan pemain berpengalaman dan talenta muda berbakat guna mengamankan target tiga besar nasional. Ia menambahkan, desain jersey terbaru sengaja disuntikkan aksen kearifan lokal Lampung sebagai simbol kebanggaan daerah.

"Jersey ini bukan hanya seragam pertandingan, tapi lebih pada membawa nilai-nilai kearifan lokal budaya, khususnya yang ada di wilayah Provinsi Lampung," terang Irjen Pol. Wibowo.

Apresiasi Kondusifitas Suporter

Pada kesempatan yang sama, Kapolda Lampung Irjen Pol. Helfi Assegaf menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh masyarakat serta kelompok suporter di Lampung yang senantiasa menjaga ketertiban selama jalannya perhelatan laga di Stadion Sumpah Pemuda.

"Ungkapan terima kasih khususnya pada seluruh masyarakat warga Lampung... 17 pertandingan, 17 kali kita aman, tertib, semuanya baik mulai persiapan sampai dengan pelaksanaan," puji Irjen Pol. Helfi Assegaf.

Acara peluncuran resmi ditutup dengan perkenalan jajaran pemain serta staf pelatih di hadapan ribuan suporter yang memadati stadion.

Bangun Kedaulatan Pangan dari Desa, Pemprov Lampung Siapkan Skema Beasiswa SDM Penggerak Teknologi Terapan

Agustus 29, 2026

  

BANDAR LAMPUNG — Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, secara tegas mendorong penguatan riset dan inovasi sains terapan yang mampu menjawab kebutuhan langsung masyarakat serta mempercepat proses hilirisasi komoditas unggulan berbasis pedesaan.

Himbauan tersebut disampaikan Gubernur saat memberikan opening speech pada Seminar Nasional IPTEK Terapan (SIPTEKTERA) bertajuk "Sinergi Inovasi Sains Terapan dan Transformasi Digital dalam Akselerasi Sustainable Development Goals (SDGs)" yang digelar di Gedung Serba Guna Politeknik Negeri Lampung (Polinela), Sabtu (29/8/2026).

Gubernur menilai tema SIPTEKTERA sangat linier dengan tantangan pembangunan Lampung saat ini. Menurutnya, inovasi akademik tidak boleh berhenti pada lembaran pengetahuan semata, melainkan wajib ditransformasikan menjadi teknologi tepat guna yang memberi solusi konkret di lapangan.

"Kita tidak hanya bicara bagaimana menghasilkan pengetahuan, tetapi bagaimana pengetahuan dan penemuan itu harus bisa menjadi solusi bagi persoalan yang dihadapi masyarakat," ujar Gubernur.

Potensi Pertanian dan Urgensi Hilirisasi Inklusif

Dalam kesempatan itu, Gubernur memaparkan besarnya basis ekonomi Lampung di sektor pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan. Dengan luas daratan 3,3 juta hektare dan populasi 9,6 juta jiwa, Lampung ditopang oleh 1,7 juta petani dengan produksi padi mencapai 3,5 juta ton per tahun, di samping komoditas kopi, jagung, singkong, pisang, nanas, lada, hingga kelapa sawit.

Kendati tren pertumbuhan ekonomi Lampung menunjukkan sinyal positif akibat membaiknya harga komoditas, Gubernur mengingatkan agar daerah tidak terlena dan hanya bergantung pada fluktuasi harga pasar semata, melainkan harus memanfaatkan momentum ini untuk menggenjot produktivitas serta daya saing.

Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi adalah mayoritas hasil bumi Lampung—seperti kopi dalam bentuk green bean—masih keluar dalam kondisi bahan mentah. Oleh sebab itu, Pemprov Lampung mendorong konsep hilirisasi inklusif berbasis desa agar nilai tambah dan penyerapan tenaga kerja dapat dirasakan langsung oleh masyarakat lokal, bukan hanya industri skala besar yang cenderung terotomatisasi.

Gagas Fasilitas Dryer dan Pengolahan Pakan Mandiri

Sebagai langkah konkret, Pemprov Lampung menyiapkan strategi pengadaan fasilitas pengering (dryer) komoditas serta mesin pencetak pakan di tingkat desa. Lewat skema ini, desa yang menghasilkan jagung atau padi tidak lagi menjual seluruh hasil panennya secara mentah, melainkan mampu mengolahnya menjadi beras, pakan ternak, hingga mengembangkan usaha peternakan mandiri.

"Ketika ada desa yang menghasilkan padi, desa itu harus bisa memberi makan masyarakatnya sendiri. Ketika ada jagung, desa harus bisa mengolahnya menjadi pakan. Itu namanya berdaulat pangan," tegas Gubernur Mirza.

Gubernur meminta Politeknik Negeri Lampung (Polinela) dan institusi akademis di Lampung berada di garis terdepan dalam merancang alat tepat guna seperti dryer, mesin pencetak pakan, mixer, dan mekanisasi pertanian lainnya.

Guna menunjang keberlanjutan ekosistem tersebut, Pemprov Lampung juga menyiapkan dukungan skema beasiswa bagi mahasiswa desa. Langkah ini bertujuan mencetak SDM unggul yang setelah lulus siap kembali ke daerah untuk menjadi motor penggerak hilirisasi dan pencipta lapangan kerja berbasis potensi lokal.

Dukung Industri Kopi Lokal, Gubernur Mirza Tekankan Pentingnya Inovasi Penyeduhan Kopi Asli Lampung

Agustus 28, 2026

 


 BANDAR LAMPUNG — Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal (Mirza), menghadiri langsung babak Grand Final Fun Battle Coffee Competition yang menjadi bagian dari perhelatan Krakatau Coffee Expo pada Festival Krakatau XXXV Tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung semarak di Lapangan Saburai, Bandar Lampung, pada Kamis (27/8/2026).

Kompetisi bergengsi ini diikuti oleh 72 barista berbakat dari berbagai wilayah di Provinsi Lampung yang telah melalui proses kurasi dan persaingan ketat sejak 25 Agustus 2026. Pada babak pamungkas, tiga barista terbaik beradu ketrampilan menyeduh kopi di hadapan publik dan dewan juri.

Berdasarkan penilaian akhir, dewan juri menetapkan Imam dari Mari-Mari Coffee sebagai Juara 1, disusul Bendo dari Poubar Coffee di posisi Juara 2, serta Jasun dari Nuju Coffee yang meraih Juara 3.

Penilaian Profesional dan Konsistensi Cita Rasa

Jalannya evaluasi pada babak puncak dipimpin langsung oleh jajaran juri profesional dan praktisi kopi terkemuka di Lampung, di antaranya Sandi Prawira Maulana (Calumny Coffee), Julian Dani (Juki Sangrai), Julius (Damai Coffee & Roastery), Ari Oktara (Nyala Roastery), Didi (Abu Hanif Roastery), serta Ferrari (Bengkel Kopi) yang bertindak sebagai Head Judge.

Perwakilan dewan juri menyampaikan bahwa keunggulan racikan para finalis ditentukan oleh konsistensi serta keseimbangan cita rasa (balance) kopi yang disajikan.

"Tingkat keasamannya tergolong tinggi. Kami juri sepakat memilih racikan yang paling seimbang—tidak hanya menonjolkan level asam, melainkan seimbang antara manis dan tekstur (body). Pertimbangan penilaian juri dilakukan secara objektif tanpa pengaruh satu sama lain," jelas perwakilan dewan juri.

Sajikan Kopi Arabika Lampung Barat untuk Gubernur

Sesaat setelah pengumuman pemenang, sang jawara, Imam dari Mari-Mari Coffee, mendapatkan kesempatan kehormatan untuk menyeduh secara langsung kopi jenis Arabika asal Lampung Barat tepat di hadapan Gubernur Rahmat Mirzani Djausal. Dalam demonstrasi tersebut, Imam mengaplikasikan alat seduh (dripper) tipe SD-1 buatan produsen lokal Indonesia.

"Di babak final saya menggunakan SD-1. Ini salah satu alat seduh buatan Indonesia yang juga dipakai oleh Juara Indonesia," papar Imam seraya menjelaskan teknik ekstraksi presisi yang digunakannya.

Saat mencicipi hasil seduhan segar dari sang juara, Gubernur Mirza menyampaikan rasa kagumnya sekaligus menegaskan kekhasan cita rasa kopi lokal. Gubernur Mirza mengaku bahwa dirinya merupakan penikmat setia kopi, khususnya varian espresso, dan berharap ajang seperti ini terus menjadi sarana pembinaan talenta barista muda untuk membawa nama kopi Lampung ke tingkat yang lebih tinggi.

Dorong Daya Saing Generasi Muda, Kebijakan Bebas Uang Komite Gubernur Mirza Diganjar Anugerah Pembangunan Terpuji

Agustus 28, 2026

  


DEPOK — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung mengukuhkan komitmennya dalam memperkuat fondasi daya saing daerah melalui sektor pendidikan. Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal (Mirza), menegaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan kunci utama bagi Provinsi Lampung untuk mengejar ketertinggalan serta memacu akselerasi pembangunan.

Pernyataan tersebut disampaikan Gubernur Mirza saat menerima Anugerah Pembangunan Terpuji Kategori Inovasi Pendidikan dan Pemberdayaan Sumberdaya Manusia pada ajang detikSumatera Awards 2026 yang berlangsung di Grand Ballroom Trans Hotel Jakarta, Depok, Jawa Barat, Jumat (28/8/2026) malam.

Gubernur Mirza menyampaikan bahwa peradaban suatu daerah atau negara hanya akan mengalami lompatan besar apabila kualitas pendidikannya dibenahi secara fundamental dan merata.

"Kami di Provinsi Lampung sangat percaya salah satu syarat peradaban kita akan maju, masyarakat kita akan maju, adalah apabila pendidikannya jadi lebih baik. Sumber daya manusia adalah fokus kami dalam mengejar ketertinggalan. Bagaimana ke depan SDM Provinsi Lampung menjadi lebih terdidik guna ikut membangun daerah dan Indonesia," ujar Gubernur Mirza.

Implementasi Kebijakan Bebas Uang Komite dan Penguatan BOPD

Apresiasi tingkat nasional ini diraih atas konsistensi Pemprov Lampung dalam mengimplementasikan kebijakan progresif, salah satunya adalah penghapusan total uang komite di seluruh SMA, SMK, dan SLB Negeri se-Provinsi Lampung. Kebijakan yang diinisiasi sejak awal masa kepemimpinannya ini dirancang agar faktor finansial tidak lagi menjadi kendala bagi anak-anak di Lampung untuk mengenyam pendidikan menengah.

Gubernur Mirza menjelaskan, guna menjamin operasional sekolah tetap berjalan optimal tanpa membebani orang tua murid, Pemprov Lampung mengalihkan dukungan pembiayaan melalui anggaran daerah. Pada APBD Tahun Anggaran 2026, Pemprov Lampung mengalokasikan anggaran fantastis mencapai lebih dari Rp100 miliar khusus untuk Bantuan Operasional Pendidikan Daerah (BOPD).

Meski biaya pendidikan digratiskan, Gubernur menekankan agar seluruh satuan pendidikan tetap mengelola anggaran secara transparan, efektif, dan akuntabel. Penghapusan pungutan tidak boleh mengurangi standar maupun kualitas layanan pembelajaran yang diterima para siswa.

Pemerataan Akses dan Penekanan Angka Putus Sekolah

Kebijakan inovasi pendidikan ini juga menjadi instrumen strategis Pemprov Lampung dalam menekan angka anak tidak sekolah (ATS) serta membuka kesempatan yang lebih luas bagi lulusan sekolah menengah untuk melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi maupun masuk ke dunia kerja profesional.

Ajang detikSumatera Awards yang diselenggarakan oleh detikcom ini memberikan apresiasi kepada para tokoh, pemerintah daerah, BUMD, dan korporasi yang memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Pulau Sumatera.

Bagi Pemprov Lampung, penghargaan ini menjadi pemacu semangat untuk terus menghadirkan sistem pendidikan yang inklusif, berkeadilan, dan berorientasi pada hasil nyata yang dapat dirasakan langsung oleh seluruh lapisan masyarakat di Bumi Ruwa Jurai.

Dorong Seruit Go International, Ketua TP PKK Lampung Wulan Mirza Tekankan Kolaborasi Pelestarian Budaya

Agustus 28, 2026

  


BANDAR LAMPUNG — Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza, mendorong penuh pelestarian seruit sebagai hidangan kuliner khas sekaligus identitas budaya Lampung agar dapat diperkenalkan lebih luas hingga ke tingkat nasional dan internasional.

Pesan strategis tersebut disampaikan Wulan Mirza saat membuka secara resmi ajang kompetisi Seruit Battle yang menjadi salah satu agenda utama dalam rangkaian Festival Krakatau XXXV Tahun 2026 di Lapangan Saburai, Bandar Lampung, Jumat (28/8/2026).

Wulan Mirza menegaskan bahwa seruit bukan hanya sekadar menu olahan makanan tradisional, melainkan sebuah simbol kebersamaan, identitas kekeluargaan, serta kekayaan warisan budaya masyarakat Lampung yang patut dikemas secara kreatif sesuai perkembangan zaman.

"Hari ini kita melihat bahwa pelestarian budaya dan pengembangan pariwisata bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan kolaborasi dan kerja sama dari semua pihak. Kita semua sangat ingin seruit ini dikenal bukan hanya di Lampung saja, tetapi hingga tingkat nasional bahkan mancanegara," ujar Wulan Mirza.

Inovasi Tradisi dan Ajang Penguatan Silaturahmi

Melalui perhelatan Seruit Battle, ragam tradisi meracik sambal, memilih ikan, serta menyajikan lalapan khas Lampung dikemas menjadi pertunjukan yang modern, edukatif, dan menarik bagi sektor pariwisata.

Ajang kompetisi kuliner ini diikuti oleh 31 tim peserta yang berasal dari berbagai unsur, mulai dari BUMN, BUMD, perusahaan swasta, hingga Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung. Setiap tim berkompetisi menampilkan kreasi racikan seruit terbaik mereka dengan mengedepankan cita rasa authentik dan kebersihan.

Wulan Mirza menyampaikan bahwa nilai terpenting dari proses pengolahan hingga menikmati seruit secara bersama-sama terletak pada semangat gotong royong dan nilai kekeluargaan yang erat.

"Hari ini bukan hanya ibu-ibu berdandan lalu mengulek sambal, menyiapkan ikan dan lalapan, tetapi di sini adalah ajang kita semua untuk bersilaturahmi dan bekerja sama per tim. Kerja sama yang baik tentu menghasilkan luaran yang baik secara kekeluargaan," ungkapnya.

Tradisi Mengan Balak Tutup Kemeriahan Acara

Lebih lanjut, Ketua TP PKK Provinsi Lampung ini berharap agar ajang Seruit Battle tidak berhenti sebatas kompetisi tahunan semata, melainkan menjadi gerakan berkelanjutan dalam menumbuhkan rasa bangga masyarakat terhadap kearifan lokal.

"Jadikan kegiatan ini sebagai ruang untuk membangun silaturahmi, mempromosikan kuliner Lampung, serta menumbuhkan kebanggaan kita terhadap budaya dan identitas masyarakat Lampung," tutur Wulan Mirza.

Usai pembukaan perlombaan, rangkaian acara dilanjutkan dengan tradisi Mengan Balak—sebuah prosesi makan bersama dalam skala besar yang sarat nilai adat budaya Lampung. Rangkaian kegiatan tersebut menjadi momentum berharga untuk mempererat kebersamaan antarpeserta sekaligus mengukuhkan semangat pelestarian khasanah tradisi lokal di tengah kemeriahan Festival Krakatau XXXV.

Perkuat Daya Tarik Wisata Daerah, Pemprov Lampung Sajikan Festival Krakatau XXXV Sebagai Ruang Interaksi Publik

Agustus 28, 2026

  


BANDAR LAMPUNG
— Perhelatan pariwisata dan budaya tahunan terbesar di Provinsi Lampung, Festival Krakatau XXXV, resmi kembali hadir dengan mengusung konsep yang memadukan promosi destinasi, seni budaya, ekonomi kreatif, olahraga massal, hingga eksplorasi kuliner khas. Rangkaian kegiatan yang diampu oleh Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ini dipusatkan di Lapangan Saburai, Enggal, Bandar Lampung, sejak Rabu (26/8/2026).

Festival Krakatau XXXV tidak sekadar dirancang sebagai ajang promosi pariwisata formal, melainkan dibuka secara inklusif sebagai ruang partisipasi publik, wadah interaksi masyarakat, serta panggung ekspresi bagi kreativitas generasi muda di Lampung.

Semarak Olahraga Massal dan Kompetisi Seni Muda

Sejak hari pertama pembukaan, Lapangan Saburai dipadati ribuan warga yang antusias mengikuti berbagai agenda menarik. Salah satu yang paling mendapat sorotan adalah kegiatan Zumba Session, yang mengajak masyarakat berolahraga bersama dalam suasana yang meriah dan penuh energi. Agendanya diselaraskan untuk memperkuat karakter Festival Krakatau sebagai event pariwisata yang merakyat dan menyatu dengan masyarakat.

Selain itu, panggung utama turut dimeriahkan oleh ajang Modern Dance Competition. Kompetisi ini menjadi wadah berharga bagi talenta-talenta muda Lampung untuk menunjukkan kebolehan, kreativitas, koreografi, serta kekompakan tim dalam menampilkan seni tari modern di hadapan khalayak luas.

Sensasi Kuliner "Jelajah Rasa" dan Eksplorasi Kopi Lampung

Bagi para pencinta kuliner dan kopi, Festival Krakatau XXXV menyajikan dua zona unggulan, yaitu Krakatau Culinary Festival "Jelajah Rasa" dan Krakatau Coffee Expo yang berlangsung pada 25–30 Agustus 2026.

Khusus area kuliner, pengunjung dimanjakan dengan aneka olahan hidangan lokal maupun nusantara. Jam operasional area kuliner diatur secara fleksibel: pada periode 25–27 Agustus dibuka mulai pukul 14.00 hingga 22.00 WIB, sedangkan pada periode akhir pekan (28–30 Agustus) festival beroperasi lebih panjang, mulai pukul 08.00 hingga 23.00 WIB.

Sementara itu, Krakatau Coffee Expo menjadi daya tarik tersendiri bagi para penggiat kopi lokal dan wisatawan. Mengingat Lampung merupakan salah satu produsen kopi terbesar di Indonesia, zona ini menghadirkan workshop edukatif seputar tata kelola kopi hingga sesi Cupping Coffee Tested. Melalui kegiatan cupping ini, pengunjung diajak mengenali lebih dekat kompleksitas aroma, karakteristik unik, serta standar kualitas cita rasa biji kopi unggulan asal Lampung.

Melalui sinergi antara edukasi komoditas, promosi UMKM, kompetisi seni, dan perayaan budaya, Pemprov Lampung berharap gelaran Festival Krakatau XXXV dapat terus memperkuat citra pariwisata daerah sekaligus mendongkrak perekonomian masyarakat secara berkelanjutan.