Dorong Penambahan Nilai Tambah Komoditas, Wagub Jihan: PDRB Lampung Lebih dari 30 Persen Disokong Sektor Pertanian

September 01, 2026

 


 BANDAR LAMPUNG — Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, secara resmi menerima audiensi Pimpinan Redaksi Majalah Srikandi Lampung di Ruang Kerja Wakil Gubernur Lampung, Selasa (1/9/2026). Pertemuan tersebut membahas penguatan peran media perempuan sebagai mitra strategis Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung dalam menyebarluaskan informasi pembangunan, mempromosikan pariwisata, serta memperkuat pemberdayaan perempuan di seluruh wilayah Lampung.

Pimpinan Redaksi Majalah Srikandi Lampung, Suci Hartati, menyampaikan bahwa media yang dipimpinnya lahir dari kolaborasi jurnalis perempuan Lampung yang berkomitmen menghadirkan inspirasi, sekaligus mengangkat profil Wagub Jihan Nurlela sebagai figur perempuan inspiratif dalam pembangunan daerah.

"Terima kasih teman-teman dari Majalah Srikandi yang ternyata merupakan himpunan dari perempuan-perempuan media di Lampung. Terima kasih juga karena sudah turut memuat kegiatan Pemerintah Provinsi Lampung, termasuk Program Desaku Maju dan program-program lainnya," ujar Wagub Jihan Nurlela.

Optimalisasi Pertanian dan Peningkatan IPM Pendidikan

Dalam sesi dialog, Wagub Jihan memaparkan bahwa sektor pertanian menyumbang lebih dari 30 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Lampung. Oleh karena itu, Pemprov Lampung memfokuskan akselerasi Program Desaku Maju melalui hilirisasi komoditas utama, seperti distribusi bantuan bed dryer guna memproses Gabah Kering Giling (GKG) menjadi beras di dalam daerah, serta penggunaan Pupuk Hayati Cair (PHC) untuk menekan biaya produksi petani.

Di bidang peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Pemprov Lampung mendorong ekspansi SMA Terbuka yang gratis dan fleksibel di seluruh kabupaten/kota serta pengembangan Sekolah Rakyat. Saat ini, Sekolah Rakyat telah beroperasi di Lampung Selatan dan Lampung Timur, sementara usulan lokasi dari Tulang Bawang dan Lampung Barat masih berada dalam tahap verifikasi kelayakan lahan.

Pariwisata Terpadu dan Kolaborasi Gen Z

Pada sektor pariwisata, Pemprov Lampung terus memantapkan konektivitas jalan menuju destinasi unggulan, mulai dari kawasan Bakauheni hingga objek wisata Pantai Gigi Hiu, dengan memadukan keindahan alam serta kelestarian budaya lokal.

Guna memastikan pesan pembangunan tersampaikan dengan akurat, Wagub Jihan turut menekankan pentingnya merangkul generasi muda (Gen Z) dan para content creator sebagai mitra edukasi publik. Kolaborasi ini diharapkan dapat membantu masyarakat memahami proses birokrasi, termasuk membedakan wewenang perbaikan jalan nasional, provinsi, maupun kabupaten/kota, serta mengawasi kualitas pembangunan di lapangan secara konstruktif.

Dukung Generasi Muda Muslimah, Pemprov Lampung Siap Fasilitasi Program Kreatif Putri Hijabfluencer 2026

September 01, 2026

 


 BANDAR LAMPUNG — Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, secara resmi menerima audiensi jajaran pengurus dan finalis Putri Hijabfluencer Lampung 2026 di Ruang Kerja Wakil Gubernur Lampung, Selasa (1/9/2026). Pertemuan ini digelar dalam rangka memberikan dukungan penuh atas keikutsertaan tiga perwakilan muslimah berbakat asal Lampung yang akan bersaing di ajang Pemilihan Putri Hijabfluencer tingkat Nasional.

Hadir dalam audiensi tersebut tiga delegasi terbaik Lampung, yakni Winner Putri Hijabfluencer Lampung 2026 Alifia, 1st Runner Up Gerilyana Tryo Putri, dan 2nd Runner Up Putri Azura Krisna Wijayanti, dengan didampingi Penasehat Putri Hijabfluencer Lampung, Windy Oktavia.

"Saya mewakili Pak Gubernur, Pemerintah Provinsi Lampung dan seluruh jajaran mengapresiasi adanya Putri Hijab Lampung yang terus eksis di Lampung. Program-programnya sangat bagus dan kita harapkan bisa berkelanjutan serta berdampak nyata bagi masyarakat," ujar Wagub Jihan Nurlela.

Usung Advokasi Cyber Akhlak Hingga Beyond The Veil

Dalam sesi dialog, ketiga finalis memaparkan fokus gerakan dan advokasi sosial berbasis media digital yang diusung masing-masing:

  • Alifia (Winner): Mengembangkan gerak advokasi Digital Value and Awareness (DIVA) melalui sosialisasi dan kunjungan literasi digital ke sekolah-sekolah.

  • Gerilyana Tryo Putri (1st Runner Up): Mengusung program Cyber Akhlak guna mengedukasi etika serta keamanan berinteraksi di media sosial. Gerilyana juga memaparkan rencana kolaborasi workshop literasi digital bersama Lampung Cyber Security dan OJK pada 26 September mendatang.

  • Putri Azura Krisna Wijayanti (2nd Runner Up): Membawa gerakan Beyond The Veil yang bertujuan mendorong keberanian perempuan muslimah muda untuk menepis rasa takut dan menggali potensi diri secara optimal.

Akses Data Diskominfotik dan Sosialisasi Kanal 'Lampung In'

Merespons paparan advokasi tersebut, Wagub Jihan mendorong agar penyusunan program kreatif para finalis ke depan dapat memanfaatkan basis data resmi pemerintah daerah. Pemprov Lampung siap membuka akses integrasi data melalui dinas teknis seperti Dinas Kominfo dan Statistik, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Dinas Pemuda dan Olahraga, serta Dinas Pariwisata.

Di samping itu, Wagub Jihan turut mengajak para content creator dan finalis Putri Hijabfluencer untuk membantu menyebarluaskan keberadaan kanal Lampung In, yakni platform resmi Pemprov Lampung yang berfungsi menjembatani aduan, aspirasi, serta laporan masyarakat terkait infrastruktur dan pelayanan publik secara cepat dan akuntabel.

Pemprov Lampung berharap tiga delegasi tersebut mampu mempresentasikan potensi daerah secara apik di panggung nasional serta membawa pulang prestasi membanggakan bagi Provinsi Lampung.

Rencanakan Studi Banding Perawatan Gajah ke Thailand, Pemkab Lampura dan Pemprov Lampung Perkuat Tata Kelola TNWK

Agustus 31, 2026

 


 LAMPUNG TIMUR — Pemerintah Provinsi Lampung bersama jajaran TNI dan Polri terus memperkuat langkah mitigasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta penanggulangan konflik satwa di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK). Langkah ini dilakukan guna memastikan 120.000 hektare areal konservasi tersebut aman dari titik api sekaligus melindungi populasi gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus), Senin (31/8/2026).

Kepastian nihilnya titik api di kawasan TNWK disampaikan langsung oleh Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, saat meninjau kondisi lapangan bersama Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi, Karo Ops Polda Lampung Kombes Pol Fadly Munzir Ismail, Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah, serta Kepala Balai TNWK MHD. Zaidi.

"Dalam laporan tadi sudah tidak ada lagi titik-titik kebakaran, tidak ada lagi titik-titik api yang terjadi di 120.000 hektare wilayah TNWK. Teman-teman dari pemadam dan kepolisian masih standby untuk menjaga pemantauan," ujar Gubernur Mirza.

Operasi OMC dan Pemeriksaan Kesehatan Satwa

Guna mengantisipasi munculnya sekam api bawah tanah, pemerintah memicu ketersediaan hujan buatan melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang dikendalikan secara terpusat dari Bandara Radin Inten II. Selain itu, Polda Lampung menerjunkan teknologi drone thermal untuk mendeteksi potensi titik panas di lokasi yang sulit dijangkau.

Menggunakan kendaraan jeep, Gubernur Mirza beserta rombongan menyisir langsung area pembesaran gajah guna menepis kabar simpang siur terkait dampak karhutla pada satwa lindung tersebut.

"Alhamdulillah kita melihat gajah-gajah kita sehat walafiat, makan, main. Anak-anak gajah yang kecil juga masih sangat semangat," jelas Gubernur Mirza usai menyaksikan aktivitas kawanan gajah di dalam TNWK.

Pembangunan Pagar Pembatas dan Mitigasi Berbasis Ekonomi

Sebagai solusi jangka panjang dalam menekan konflik antara warga dan gajah, Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi mengungkapkan bahwa pihak TNI bersama Kementerian Kehutanan sedang mengebut pembangunan fasilitas fisik berupa pagar besi dan high beam. Hingga akhir Agustus 2026, progress fisik pembangunan penghalang tersebut telah mencapai 65 persen dan ditargetkan rampung pada Oktober 2026.

Tak hanya mengandalkan benteng fisik, pendekatan mitigasi berbasis ekonomi masyarakat juga diterapkan melalui perluasan budidaya tanaman serai dan peternakan lebah di sekitar kawasan penyangga. Aroma serai dan keberadaan lebah terbukti secara alami dihindari oleh gajah, sekaligus dapat dipanen warga setempat sebagai penopang ekonomi daerah.

Pemerintah Provinsi Lampung pun mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk menghentikan aktivitas perburuan liar, penebangan pohon, serta pembakaran lahan secara sembarangan agar TNWK dapat terus berkembang sebagai destinasi wisata alam bertaraf internasional.

Pastikan Akses KIS dan KIP Tepat Sasaran, Gubernur Mirza Dialog Bersama Warga Lampung Timur

Agustus 31, 2026

 



 LAMPUNG TIMUR — Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menginstruksikan seluruh pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) untuk memastikan seluruh Keluarga Penerima Manfaat (KPM) mendapatkan akses penuh terhadap program perlindungan sosial secara terintegrasi. Penegasan tersebut disampaikan saat berdialog langsung dengan warga di Desa Labuhan Ratu, Kecamatan Labuhan Ratu, Kabupaten Lampung Timur, Senin (31/8/2026).

Dalam kunjungan kerja yang dirangkaikan dengan penyerahan bantuan paket sembako ini, Gubernur Mirza didampingi oleh Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah, Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung Aswarodi, serta Koordinator Wilayah PKH Provinsi Lampung Slamet Riyadi.

"Setiap pertemuan P2K2, yang pertama dicek itu apakah mereka semua sudah dapat program pemerintah atau belum. KIP, KIS, BPJS, sembako, PKH, semuanya harus dipastikan tidak ada yang terlewat," ujar Gubernur Mirza.

Pendataan Ulang BPJS dan Motivasi Pendidikan

Dalam sesi dialog interaktif, Gubernur merespons secara langsung keluhan warga terkait status kepesertaan BPJS Kesehatan (KIS) yang tidak aktif serta anak-anak dari keluarga tidak mampu yang belum tersentuh Kartu Indonesia Pintar (KIP). Ia memerintahkan 215 pendamping PKH yang bertugas di 24 kecamatan se-Kabupaten Lampung Timur untuk segera melakukan verifikasi faktual di lapangan agar hak-hak dasar masyarakat miskin dapat dipulihkan.

Gubernur Mirza turut menyoroti pentingnya akses pendidikan bagi anak-anak KPM, termasuk memanfaatkan fasilitas Sekolah Rakyat guna mendorong generasi muda mencapai jenjang perguruan tinggi. Pada kesempatan itu, ia memberikan apresiasi kepada dua anak penerima manfaat yang berhasil mengukir prestasi di tingkat provinsi pada cabang olahraga karate.

Selain itu, orang nomor satu di Lampung ini mengingatkan masyarakat agar bijak mengelola bantuan dan tidak meminjamkan identitas (KTP) kepada pihak lain untuk mengantisipasi penyalahgunaan pinjaman ilegal maupun judi online yang berisiko menggugurkan kepesertaan bansos.

Penguatan Kinerja Pendamping dan Target Graduasi

Sementara itu, Koordinator Wilayah PKH Provinsi Lampung, Slamet Riyadi, menjelaskan bahwa forum Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) diselenggarakan rutin saban bulan oleh 1.542 pendamping sosial se-Lampung. Program ini menjangkau sedikitnya 391.000 KPM yang tersebar di 229 kecamatan pada 15 kabupaten/kota.

Materi P2K2 yang meliputi edukasi kesehatan, gizi, pencegahan stunting, serta manajemen ekonomi keluarga diharapkan mampu mempercepat proses graduasi mandiri KPM, sehingga penerima manfaat dapat bertransformasi dari ketergantungan bantuan sosial menuju kemandirian ekonomi yang berkelanjutan.

Menyusuri Rute Tugu Adipura hingga Saburai, Lampung Tapis Karnaval 2026 Sukses Hibur Ribuan Warga

Agustus 30, 2026

 


 BANDAR LAMPUNG — Puncak perhelatan Festival Krakatau XXXV Tahun 2026 berlangsung meriah dan penuh semarak di Kota Bandar Lampung, Minggu (30/8/2026). Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, dengan didampingi Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela serta Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan, secara resmi melakukan flag off pelepasan peserta Lampung Tapis Karnaval di area Tugu Adipura.

Ajang parade budaya tahunan ini diawali dengan atraksi spektakuler defile pasukan berkuda yang langsung mencuri perhatian masyarakat setempat. Ribuan warga dari berbagai daerah tampak menyemut dan memadati ruas-ruas jalan utama untuk menyaksikan secara langsung ragam pesona kain tapis serta seni pertunjukan khas daerah.

Lampung Tapis Karnaval 2026 melibatkan barisan kontingen lintas sektor yang luas. Partisipasi aktif terpancar mulai dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Lampung, jajaran pemerintah kabupaten/kota se-Provinsi Lampung, unsur TNI dan Polri, pelajar sekolah negeri maupun swasta, atlet serta pemuda berprestasi, hingga jajaran organisasi kemasyarakatan.

Sarana Pelestarian Budaya dan Pemersatu Daerah

Dalam sambutannya, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan bahwa Festival Krakatau tidak sekadar dirancang sebagai panggung hiburan publik, tetapi memiliki misi fundamental untuk merawat adat tradisi sekaligus mempererat persatuan seluruh elemen masyarakat Lampung.

"Insya Allah Festival Krakatau hari ini akan menjadi sarana kita untuk ikut melestarikan adat, melestarikan budaya, menambah kekuatan, dan terutama mempersatukan kita bahwa Provinsi Lampung bersatu, damai, rukun, dan tenteram," ujar Gubernur Mirza.

Rombongan karnaval menempuh rute strategis pusat kota, dimulai dari garis start di Tugu Adipura, melintasi Jalan Kartini, Jalan Sukma, Jalan Pangkal Pinang, Jalan Raden Intan, Jalan Tulang Bawang, hingga berakhir di kawasan Lapangan Saburai (Jalan Sriwijaya).

Rangkaian Kegiatan dan Kolaborasi Masyarakat

Penyelenggaraan Festival Krakatau 2026 telah berlangsung marathon sejak 25 Agustus dan berpuncak pada 30 Agustus 2026. Berbagai agenda unggulan mewarnai agenda ini, seperti Krakatau Festival Kuliner, Krakatau Kopi Expo, kompetisi modern dance, festival band, zumba dance, coffee battle, Seruit Battle, Krakatau Run, hingga Pawai Tapis Karnaval. Seluruh rangkaian perhelatan akan ditutup secara megah melalui gelaran Pesona Kemilau Krakatau.

Di sela-sela kegiatan, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menyampaikan kepada awak media bahwa Festival Krakatau adalah manifestasi kolaborasi inklusif antara pemerintah daerah dan seluruh lapisan warga.

"Ini bukan hanya acara Pemerintah ini adalah acara bersama, acara semua komunitas, tokoh adat dan semua elemen masyarakat, dan semuanya semangat untuk menunjukkan bahwa inilah budaya Lampung yang terdiri dari ragam marga dan budaya dan disini kita berkumpul menjadi satu. Tadi kita lihat hampir semua anak-anak muda, baik SMA, Mahasiswa, ini menunjukkan kita punya SDM yang banyak, SDM yang semangat dan cinta dengan budaya Lampung," pungkasnya.

Resmi Diperkenalkan di Stadion Sumpah Pemuda, Bhayangkara Presisi Lampung FC Incar Posisi Tiga Besar Nasional

Agustus 30, 2026

  


BANDAR LAMPUNG — Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, memimpin langsung acara Launching Team & Jersey Bhayangkara Presisi Lampung FC untuk menghadapi kompetisi Super League musim 2026/2027 di Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Sabtu (29/8/2026).

Dalam sambutannya, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal mengapresiasi kontribusi positif Bhayangkara FC sejak menjadikan Lampung sebagai markas utamanya. Kehadiran klub ini dinilai sukses membangkitkan gairah baru bagi kemajuan olahraga sepak bola di Provinsi Lampung.

"Hari ini kita tahu sepak bola selalu punya cara untuk menyatukan banyak orang. Di lapangan, 11 orang yang bermain, tapi di balik 11 orang ini ada pelatih, ada manajemen, ada suporter, ada keluarga, bahkan masyarakat yang ikut menaruh harapan," ujar Gubernur Mirza.

Target Tiga Besar dan Identitas Budaya Lokal

Melanjutkan capaian musim lalu di mana klub berhasil finis di peringkat lima besar, Gubernur menyuarakan optimisme agar Bhayangkara Presisi Lampung FC mampu membidik target yang lebih tinggi pada musim kompetisi mendatang.

"Dan tentunya 5 besar ini bukan prestasi akhir, bukan target akhir. Saya dikasih tahu tadi oleh Pak Marji, bahwa insya Allah tahun ini kita lebih baik, 3 besar. Klub yang kuat tidak dibangun dalam satu musim, tapi melalui kerja konsisten, pembinaan berkelanjutan, dan komitmen yang tidak pernah berhenti," tegasnya.

Gubernur juga menegaskan bahwa klub sepak bola ini kini telah menyatu dengan iklim olahraga daerah. "Bhayangkara FC hari ini bukan milik polisi lagi, mohon maaf, tapi ini sekarang sudah menjadi milik masyarakat Lampung," tambah Gubernur saat sesi konferensi pers.

Sementara itu, CEO Bhayangkara FC yang juga Kakorlantas Polri, Irjen Pol. Wibowo, memaparkan bahwa skuat musim ini memadukan pemain berpengalaman dan talenta muda berbakat guna mengamankan target tiga besar nasional. Ia menambahkan, desain jersey terbaru sengaja disuntikkan aksen kearifan lokal Lampung sebagai simbol kebanggaan daerah.

"Jersey ini bukan hanya seragam pertandingan, tapi lebih pada membawa nilai-nilai kearifan lokal budaya, khususnya yang ada di wilayah Provinsi Lampung," terang Irjen Pol. Wibowo.

Apresiasi Kondusifitas Suporter

Pada kesempatan yang sama, Kapolda Lampung Irjen Pol. Helfi Assegaf menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh masyarakat serta kelompok suporter di Lampung yang senantiasa menjaga ketertiban selama jalannya perhelatan laga di Stadion Sumpah Pemuda.

"Ungkapan terima kasih khususnya pada seluruh masyarakat warga Lampung... 17 pertandingan, 17 kali kita aman, tertib, semuanya baik mulai persiapan sampai dengan pelaksanaan," puji Irjen Pol. Helfi Assegaf.

Acara peluncuran resmi ditutup dengan perkenalan jajaran pemain serta staf pelatih di hadapan ribuan suporter yang memadati stadion.

Bangun Kedaulatan Pangan dari Desa, Pemprov Lampung Siapkan Skema Beasiswa SDM Penggerak Teknologi Terapan

Agustus 29, 2026

  

BANDAR LAMPUNG — Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, secara tegas mendorong penguatan riset dan inovasi sains terapan yang mampu menjawab kebutuhan langsung masyarakat serta mempercepat proses hilirisasi komoditas unggulan berbasis pedesaan.

Himbauan tersebut disampaikan Gubernur saat memberikan opening speech pada Seminar Nasional IPTEK Terapan (SIPTEKTERA) bertajuk "Sinergi Inovasi Sains Terapan dan Transformasi Digital dalam Akselerasi Sustainable Development Goals (SDGs)" yang digelar di Gedung Serba Guna Politeknik Negeri Lampung (Polinela), Sabtu (29/8/2026).

Gubernur menilai tema SIPTEKTERA sangat linier dengan tantangan pembangunan Lampung saat ini. Menurutnya, inovasi akademik tidak boleh berhenti pada lembaran pengetahuan semata, melainkan wajib ditransformasikan menjadi teknologi tepat guna yang memberi solusi konkret di lapangan.

"Kita tidak hanya bicara bagaimana menghasilkan pengetahuan, tetapi bagaimana pengetahuan dan penemuan itu harus bisa menjadi solusi bagi persoalan yang dihadapi masyarakat," ujar Gubernur.

Potensi Pertanian dan Urgensi Hilirisasi Inklusif

Dalam kesempatan itu, Gubernur memaparkan besarnya basis ekonomi Lampung di sektor pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan. Dengan luas daratan 3,3 juta hektare dan populasi 9,6 juta jiwa, Lampung ditopang oleh 1,7 juta petani dengan produksi padi mencapai 3,5 juta ton per tahun, di samping komoditas kopi, jagung, singkong, pisang, nanas, lada, hingga kelapa sawit.

Kendati tren pertumbuhan ekonomi Lampung menunjukkan sinyal positif akibat membaiknya harga komoditas, Gubernur mengingatkan agar daerah tidak terlena dan hanya bergantung pada fluktuasi harga pasar semata, melainkan harus memanfaatkan momentum ini untuk menggenjot produktivitas serta daya saing.

Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi adalah mayoritas hasil bumi Lampung—seperti kopi dalam bentuk green bean—masih keluar dalam kondisi bahan mentah. Oleh sebab itu, Pemprov Lampung mendorong konsep hilirisasi inklusif berbasis desa agar nilai tambah dan penyerapan tenaga kerja dapat dirasakan langsung oleh masyarakat lokal, bukan hanya industri skala besar yang cenderung terotomatisasi.

Gagas Fasilitas Dryer dan Pengolahan Pakan Mandiri

Sebagai langkah konkret, Pemprov Lampung menyiapkan strategi pengadaan fasilitas pengering (dryer) komoditas serta mesin pencetak pakan di tingkat desa. Lewat skema ini, desa yang menghasilkan jagung atau padi tidak lagi menjual seluruh hasil panennya secara mentah, melainkan mampu mengolahnya menjadi beras, pakan ternak, hingga mengembangkan usaha peternakan mandiri.

"Ketika ada desa yang menghasilkan padi, desa itu harus bisa memberi makan masyarakatnya sendiri. Ketika ada jagung, desa harus bisa mengolahnya menjadi pakan. Itu namanya berdaulat pangan," tegas Gubernur Mirza.

Gubernur meminta Politeknik Negeri Lampung (Polinela) dan institusi akademis di Lampung berada di garis terdepan dalam merancang alat tepat guna seperti dryer, mesin pencetak pakan, mixer, dan mekanisasi pertanian lainnya.

Guna menunjang keberlanjutan ekosistem tersebut, Pemprov Lampung juga menyiapkan dukungan skema beasiswa bagi mahasiswa desa. Langkah ini bertujuan mencetak SDM unggul yang setelah lulus siap kembali ke daerah untuk menjadi motor penggerak hilirisasi dan pencipta lapangan kerja berbasis potensi lokal.