Tampilkan postingan dengan label unila. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label unila. Tampilkan semua postingan

Rektor Unila Raih Penghargaan Itera Adi Karsa Madya

Oktober 07, 2025


(Unila): Rektor Universitas Lampung (Unila) Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., IPM., ASEAN Eng., menerima penghargaan Itera Adi Karsa Madya atas peran aktif jasa dan kontribusinya dalam bidang pendidikan, pengabdian, dan pemberdayaan sumber daya manusia.

Penghargaan diberikan dalam Puncak Dies Natalis ke-11 Institut Teknologi Sumatera (Itera) di Gedung Kuliah Umum 2, Senin, 6 Oktober 2025

Penganugerahan Itera Adi Karsa Madya diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi Rektor Unila dalam memperkuat kolaborasi antarperguruan tinggi, terutama di bidang pengembangan pendidikan tinggi dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di Sumatera.

Penghargaan ini juga menjadi simbol pengakuan terhadap kiprah Unila sebagai salah satu mitra strategis Itera dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia unggul dan berdaya saing di wilayah Sumatra.

Disiplin dan Integritas Jadi Kunci, Wakil Rektor Unila Beri Pembinaan bagi Pegawai PPPK

Oktober 07, 2025


(Unila): Pengangkatan Pegawai Pemerintah Perjanjian Kerja (PPPK) tahun 2025 digelar Universitas Lampung (Unila) di Gedung Serbaguna kampus setempat, Selasa, 7 Oktober 2025, dihadiri jajaran petinggi Unila, salah satunya Dr. Habibullah Jimad, S.E., M.Si., selaku Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan, yang memberikan pembinaan terkait disiplin, etika kerja, dan integritas pegawai.

Dalam paparannya bertajuk “Disiplin PPPK Universitas Lampung”, Dr. Habibullah Jimad, menegaskan status PPPK merupakan amanah yang harus disyukuri melalui kinerja nyata dan tanggung jawab profesional.

Ia mengingatkan seluruh pegawai agar tidak berpuas diri setelah memperoleh Surat Keputusan (SK) pengangkatan, melainkan terus menunjukkan dedikasi dan semangat kerja tinggi.

“Cara kita bersyukur adalah dengan bekerja dengan baik. Tunjukkan dedikasi kita. Jangan hanya sekadar hadir dan absen, tapi berikan kontribusi nyata bagi Unila,” ujarnya di hadapan ratusan peserta.

Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya disiplin dan kepatuhan terhadap regulasi, salah satunya Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 13 Tahun 2023 tentang Disiplin PPPK.

Dalam aturan tersebut, tercantum 19 butir kewajiban dan 24 butir larangan yang harus ditaati setiap pegawai. Pelanggaran terhadap aturan ini dapat berakibat pada hukuman disiplin ringan, sedang, hingga berat, termasuk penghentian pembayaran remunerasi bahkan pemutusan hubungan kerja.

Ia juga menekankan pentingnya ketepatan waktu dan kehadiran sebagai bentuk kedisiplinan dasar. Menurutnya, setiap ketidakhadiran atau keterlambatan akan tercatat dan menjadi bahan evaluasi oleh lembaga pengawas seperti Satuan Pengawasan Internal (SPI), Inspektorat, dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Pada kesempatan tersebut, ia juga memberi peringatan tegas mengenai maraknya kasus judi online di kalangan pegawai. Dr. Habibullah Jimad menuturkan pihak universitas telah mendeteksi beberapa kasus yang melibatkan transaksi rekening pribadi pegawai ke situs judi daring.

“Jadi sudah banyak cerita karena judi online. Saya berharap tolong berhenti, karena kemarin belum terdeteksi tapi akan terdeteksi. Kami kemarin sudah memanggil beberapa karyawan karena di tengah acara PPA3 ada aliran dana dari rekening yang dimilikinya ke situs judi online. Jadi tolong, kita sudah peringati untuk tidak terus bermain dengan judi online,” tegasnya.

Ia menambahkan, perilaku tersebut bukan hanya melanggar hukum, tetapi juga mencederai integritas institusi. Oleh karena itu, seluruh pegawai diimbau untuk menjaga kepercayaan dan menjauhi aktivitas yang merugikan nama baik Unila.

Sebagai penutup, Dr. Habibullah Jimad mengajak seluruh peserta untuk bekerja dengan semangat inovatif, ikhlas, dan tuntas, serta terus meningkatkan kompetensi diri agar dapat memberikan kontribusi maksimal bagi kemajuan universitas.

“Hari ini harus lebih baik dari kemarin, dan besok harus lebih baik dari hari ini. Kalau kita bekerja dengan baik dan ikhlas, insyaallah rezeki akan datang dari jalan yang tidak disangka-sangka,” tutupnya penuh motivasi.

Kegiatan kemudian diakhiri dengan seruan bersama untuk memperkuat komitmen dan disiplin kerja sebagai wujud nyata pengabdian kepada Unila.

Unila Selenggarakan Penyerahan SK PPPK Tahun 2025

Oktober 06, 2025

(Unila): Dalam rangka penyerahan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Universitas Lampung (Unila) menyelenggarakan pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahun 2025. Kegiatan berlangsung di GSG Unila, pada Selasa, 7 Oktober 2025.

Kegiatan turut dihadiri Rektor Unila, para wakil rektor, para dekan dan direktur pascasarjana, para kepala biro dan kepala lembaga, para kepala UPA, ketua BPU, serta para peserta penerima SK PPPK.

Pada kegiatan ini, terdapat 514 peserta penerima Surat Keputusan PPPK yang sudah melewati proses seleksi yang ketat dan menjadi bukti nyata dari kompetensi dan integritas yang dimiliki oleh masing-masing peserta.

Dari 514 surat keputusan yang dibagikan, terdapat 468 tenaga kependidikan yang siap berkontribusi penuh dalam hal administrasi dan pelayanan, serta 46 dosen yang menjadi ujung tombak tridarma perguruan tinggi.

Rektor Unila dalam sambutannya berharap, para peserta penerima surat keputusan PPPK dapat segera beradaptasi dan menyatu dalam budaya kerja Unila serta menjadi teladan bagi pegawai lain.

“Saya berharap, saudara-saudari PPPK dapat segera beradaptasi dan menyatu dalam budaya kerja Unila. Jadilah teladan bagi pegawai lain, berkolaborasi aktif, dan selalu loyal terhadap Pancasila, UUD 1945, serta visi dan misi Unila,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh pegawai PPPK yang baru menerima surat keputusan dapat memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Unila.

Kehadiran mereka diharapkan mampu memperkuat kualitas pelayanan, meningkatkan efisiensi kinerja, serta mendorong terciptanya lingkungan kerja yang profesional dan berintegritas.

Selain itu, momentum ini menjadi langkah penting dalam upaya Unila mewujudkan tata kelola perguruan tinggi yang unggul, transparan, dan berdaya saing

Expo Perpustakaan 2025 Angkat Tema Literasi dalam Ragam Ekspresi: Budaya yang Berdampak

Oktober 05, 2025

(Unila): Universitas Lampung (Unila) melalui Unit Penunjang Akademik (UPA) Perpustakaan menggelar Expo Perpustakaan Universitas Lampung 2025 dengan tema “Literasi dalam Ragam Ekspresi: Budaya yang Berdampak”, pada Senin, 6 Oktober 2025, di halaman Perpustakaan Unila.

Acara ini dihadiri oleh Prof. Dr. Eng. Suripto Dwi Yuwono, S.Si., M.T., Wakil Rektor Bidang Akademik Unila, Dr. Habibullah Jimad, S.E., M.Si., Bayzoni, S.T., M.T., Kepala UPA Perpustakaan Unila, para dekan, kepala biro, TIK, kepala lembaga, kepala UPA, pustakawan, serta mahasiswa Unila.

Expo Perpustakaan 2025 menjadi bentuk nyata komitmen Unila dalam memperluas makna literasi yang tidak hanya sebatas kegiatan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup dimensi budaya, media, dan ekspresi kreatif.

Prof. Suripto Dwi Yuwono dalam sambutannya menegaskan, literasi di era digital memiliki makna yang semakin luas dan berdampak pada kebudayaan.

“Literasi bukan lagi soal kemampuan membaca dan menulis saja, di era digital seperti sekarang, literasi menjadi lebih kompleks, mencakup literasi media, literasi budaya, literasi digital, literasi visual, dan ragam ekspresi kreatif lainnya,” ujar Suripto.

Peran Unila disebut memiliki tanggung jawab besar untuk mendorong budaya literasi yang tidak hanya berfokus pada konteks akademik, tetapi juga seni dan budaya lokal. Perpustakaan dipandang bukan sekadar gudang buku, melainkan ruang kreatif, ruang komunitas literasi, ruang dialog, serta tempat munculnya inovasi.

Angelino VS, Ketua Pelaksana Expo Perpustakaan 2025, menyampaikan laporan kegiatan yang menjelaskan semangat literasi dan kolaborasi antara pustakawan serta mahasiswa Komunitas Baca Perpustakaan Unila.

“Penyelenggaraan Expo Perpustakaan Universitas Lampung tahun 2025 ini mengusung tema ‘Literasi Dalam Ragam Ekspresi: Budaya yang Berdampak’. Tema ini mencerminkan harapan besar UPA Perpustakaan Unila untuk menjadi ruang lahirnya generasi literasi yang tidak hanya memperkenalkan pentingnya literasi secara aktif di kampus, tapi juga memberikan dampak yang nyata lewat kegiatan literasi yang dilakukan,” ujar Angelino.

Rangkaian kegiatan Expo berlangsung selama tiga hari, dari 6 hingga 8 Oktober 2025, dengan berbagai agenda seperti lomba baca puisi, lomba video literasi, pameran lukisan dan maket karya mahasiswa Arsitektur Unila, bazar buku koleksi perpustakaan dan karya dosen Unila, serta bazar kuliner.

Acara ini diharapkan dapat menjadi tonggak awal gerakan literasi budaya yang berkelanjutan di lingkungan Unila, sekaligus memperkuat peran perpustakaan sebagai pusat ilmu pengetahuan, kreasi, dan inovasi kampus.

Model Ekonomi Sirkular di Rawa Pitu Antar Budi Sutomo Menjadi Doktor Ilmu Lingkungan

Oktober 04, 2025

 


(Unila): Pascasarjana Universitas Lampung (Unila) menyelenggarakan Ujian Terbuka Promosi Doktor Ilmu Lingkungan di Aula Pascasarjana, pada Selasa, 12 Agustus 2025. Dalam sidang promosi ini, Budi Sutomo dinyatakan lulus dengan skor 91,57 dan predikat Sangat Memuaskan, sekaligus menjadi lulusan ke-15 Program Doktor Ilmu Lingkungan Unila.

Promosi doktor tersebut dipimpin Promotor Prof. Suharso, Ph.D., dengan Co-Promotor 1 Prof. Dr. Ayi Ahadiat, S.E., M.B.A., dan Co-Promotor 2 Prof. Dr. Anna Gustina Zainal, S.Sos., M.Si. Bertindak sebagai Ketua Penguji adalah Prof. Dr. Eng. Suripto Dwi Yuwono, S.Si., M.T., dengan Penguji Internal Prof. Dr. Ir. Wan Abbas Zakaria, M.S., serta Penguji Eksternal Dr. Anang Risgiyanto, SKM., M.Kes.

Dalam disertasinya berjudul “Model Penerapan Ekonomi Sirkular Pengelolaan Sampah dalam Pembangunan Berkelanjutan Masyarakat pada Kawasan Rawa Pitu di Tulang Bawang-Lampung”, Budi mengungkapkan, penerapan konsep ekonomi sirkular di kawasan transmigrasi Rawa Pitu dapat memberikan nilai ekonomi signifikan.

Berdasarkan analisis lapangan di sembilan desa di Kecamatan Rawa Pitu, pengelolaan sampah plastik dan organik berpotensi menghasilkan keuntungan hingga Rp174 juta per tahun.

Menurut Budi, sistem pengelolaan sampah saat ini masih didominasi pembakaran, penguburan, atau pembuangan langsung ke badan air. “Praktik ini sudah tidak relevan dengan tuntutan zaman. Kita perlu beralih dari pola ambil-pakai-buang menuju pola gunakan-kembali-daur-ulang,” tegasnya.

Ia menambahkan, rendahnya kesadaran masyarakat dipengaruhi keterbatasan fasilitas, kurangnya edukasi, dan lemahnya dukungan kebijakan. “Tanpa dukungan infrastruktur yang memadai, edukasi berkelanjutan, dan kebijakan yang berpihak, kesadaran masyarakat akan sulit tumbuh,” ujarnya.

Model yang ia tawarkan mengintegrasikan peran pemerintah desa, sektor swasta, lembaga swadaya masyarakat (LSM), dan warga dalam penerapan prinsip reduce, reuse, recycle (3R).

Budi menekankan, pendekatan ini bukan sekadar mengelola sampah, tetapi menciptakan nilai tambah bagi perekonomian lokal. “Dengan pendekatan ekonomi sirkular, sampah bisa menjadi sumber penghidupan, membuka lapangan kerja, dan memperkuat ketahanan ekonomi desa,” ungkapnya.

Budi juga menegaskan relevansi penelitiannya dengan agenda sustainable development goals (SDGs). “Ekonomi sirkular adalah jalan untuk menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi, kelestarian lingkungan, dan kesejahteraan sosial. Rawa Pitu bisa menjadi contoh nasional jika kita mau bergerak bersama,” pungkasnya.

Wakili Bupati Pesisir Barat, Pj. Sekda Apresiasi Kiprah Unila Enam Dekade

September 23, 2025

 


Bandar Lampung, 23 September 2025 – Bupati Pesisir Barat yang diwakili oleh Penjabat Sekretaris Daerah (Pj. Sekda) Kabupaten Pesisir Barat, Tedi Zadmiko, S.K.M., S.H., M.M., menghadiri puncak peringatan Dies Natalis ke-60 Universitas Lampung (Unila). Acara tersebut berlangsung di Gedung Serba Guna Unila, Bandar Lampung, Selasa (23/9/2025).


Mengusung tema “Enam Dekade Unila, Menjadi Pusat Unggulan Berkarakter dan Berdampak Global”, kegiatan ini turut dihadiri Gubernur Lampung, Forkopimda, para bupati/wali kota se-Lampung, sivitas akademika, serta sejumlah tamu undangan.


Dalam sambutannya, Rektor Universitas Lampung menyampaikan rasa syukur atas perjalanan panjang Unila yang telah berkiprah selama enam dekade sebagai lembaga pendidikan tinggi.


“Unila akan terus berkomitmen memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan bangsa. Momentum Dies Natalis ke-60 ini menjadi pengingat sekaligus semangat untuk memperkuat inovasi, riset, serta kualitas pendidikan,” ujarnya.


Sementara itu, Gubernur Lampung dalam sambutannya menegaskan apresiasinya terhadap Unila sebagai perguruan tinggi negeri terbesar di Lampung yang telah melahirkan banyak tokoh dan tenaga profesional.


“Kehadiran Unila selama enam dekade adalah aset penting bagi kemajuan Lampung. Pemerintah Provinsi akan terus bersinergi mendukung Unila agar semakin berdaya saing, baik di tingkat nasional maupun internasional,” kata Gubernur.


Pj. Sekda Kabupaten Pesisir Barat yang hadir mewakili Bupati juga menyampaikan ucapan selamat sekaligus harapan bagi Unila untuk terus menghasilkan lulusan yang unggul, dan menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam pembangunan sumber daya manusia. 


“Atas nama Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat, kami mengucapkan selamat Dies Natalis ke-60 untuk Universitas Lampung. Semoga Unila semakin maju, menghasilkan lulusan yang unggul, dan terus menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam pembangunan sumber daya manusia,” ujarnya.


Rangkaian Dies Natalis ke-60 Unila ditutup dengan orasi ilmiah, pemberian penghargaan kepada tokoh berprestasi, serta persembahan seni dari mahasiswa. (*)

Kisah Omar, Wisudawan Asal Yaman yang Selesaikan Studi Magister di Unila

September 20, 2025

(Unila): Universitas Lampung (Unila) kembali menggelar prosesi wisuda periode I tahun akademik 2025/2026 pada Sabtu, 20 September 2025 di Gedung Serbaguna (GSG) Unila. Dari ratusan wisudawan yang hadir, salah satu yang menarik perhatian adalah Omar Abdul-raoof Taha Ghaleb Al-Maktry, mahasiswa internasional asal Yaman yang sukses meraih gelar Magister Teknik Elektro di Unila.

Mahasiswa berusia 25 tahun ini sebelumnya menempuh pendidikan sarjana terapan di bidang teknik informatika di Politeknik Negeri Malang (Polinema). Melalui beasiswa dari Unila, Omar berkesempatan melanjutkan studi pascasarjana dengan penelitian berjudul “Development of a BLE-Based Asset Tracking System for Healthcare Facilities Using ESP32 and a Web-Based Platform.”

Omar mengaku memilih melanjutkan studi di Unila karena reputasinya sebagai salah satu universitas terbaik di Sumatera yang memiliki dosen berkualitas dan fasilitas lengkap.

“Saya tahu Unila termasuk universitas terbaik di Sumatera. Itu membuat saya yakin untuk melanjutkan studi magister di sini,” ujarnya.

Perjalanan Omar di Lampung tentu tidak selalu mudah. Saat pertama kali tiba, ia merasa asing karena tidak mengenal siapa pun. Namun seiring waktu, ia mulai beradaptasi dan menemukan kenyamanan.

“Selama tujuh tahun di Indonesia, terutama di Lampung, saya belajar budaya dan bahasa Indonesia serta bertemu banyak orang baik. Itu membuat saya fasih berbahasa Indonesia dan merasa Lampung seperti rumah kedua,” ungkapnya penuh syukur.

Selain memperdalam ilmu, pengalaman kuliah di Unila juga membuka wawasan Omar tentang keragaman budaya. Ia menilai Unila bukan sekadar kampus, melainkan tempat untuk bertumbuh dan membangun jaringan pertemanan lintas negara.

Soal rencana ke depan, Omar masih membuka banyak kemungkinan, termasuk melanjutkan pendidikan ke jenjang doktoral.

“Kalau ada kesempatan, saya rencananya ingin melanjutkan S3, mungkin di bidang teknik informatika,” tuturnya.

Menutup kisah perjalanannya di Unila, Omar berpesan kepada mahasiswa agar tidak mudah menyerah dalam menempuh pendidikan.

Walaupun terasa sulit, kita harus tetap berjuang. Jangan pernah berhenti belajar,” pesannya penuh semangat.