Tampilkan postingan dengan label unila. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label unila. Tampilkan semua postingan

Rektor Unila Raih Penghargaan Itera Adi Karsa Madya

Oktober 07, 2025


(Unila): Rektor Universitas Lampung (Unila) Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., IPM., ASEAN Eng., menerima penghargaan Itera Adi Karsa Madya atas peran aktif jasa dan kontribusinya dalam bidang pendidikan, pengabdian, dan pemberdayaan sumber daya manusia.

Penghargaan diberikan dalam Puncak Dies Natalis ke-11 Institut Teknologi Sumatera (Itera) di Gedung Kuliah Umum 2, Senin, 6 Oktober 2025

Penganugerahan Itera Adi Karsa Madya diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi Rektor Unila dalam memperkuat kolaborasi antarperguruan tinggi, terutama di bidang pengembangan pendidikan tinggi dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di Sumatera.

Penghargaan ini juga menjadi simbol pengakuan terhadap kiprah Unila sebagai salah satu mitra strategis Itera dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia unggul dan berdaya saing di wilayah Sumatra.

Disiplin dan Integritas Jadi Kunci, Wakil Rektor Unila Beri Pembinaan bagi Pegawai PPPK

Oktober 07, 2025


(Unila): Pengangkatan Pegawai Pemerintah Perjanjian Kerja (PPPK) tahun 2025 digelar Universitas Lampung (Unila) di Gedung Serbaguna kampus setempat, Selasa, 7 Oktober 2025, dihadiri jajaran petinggi Unila, salah satunya Dr. Habibullah Jimad, S.E., M.Si., selaku Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan, yang memberikan pembinaan terkait disiplin, etika kerja, dan integritas pegawai.

Dalam paparannya bertajuk “Disiplin PPPK Universitas Lampung”, Dr. Habibullah Jimad, menegaskan status PPPK merupakan amanah yang harus disyukuri melalui kinerja nyata dan tanggung jawab profesional.

Ia mengingatkan seluruh pegawai agar tidak berpuas diri setelah memperoleh Surat Keputusan (SK) pengangkatan, melainkan terus menunjukkan dedikasi dan semangat kerja tinggi.

“Cara kita bersyukur adalah dengan bekerja dengan baik. Tunjukkan dedikasi kita. Jangan hanya sekadar hadir dan absen, tapi berikan kontribusi nyata bagi Unila,” ujarnya di hadapan ratusan peserta.

Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya disiplin dan kepatuhan terhadap regulasi, salah satunya Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 13 Tahun 2023 tentang Disiplin PPPK.

Dalam aturan tersebut, tercantum 19 butir kewajiban dan 24 butir larangan yang harus ditaati setiap pegawai. Pelanggaran terhadap aturan ini dapat berakibat pada hukuman disiplin ringan, sedang, hingga berat, termasuk penghentian pembayaran remunerasi bahkan pemutusan hubungan kerja.

Ia juga menekankan pentingnya ketepatan waktu dan kehadiran sebagai bentuk kedisiplinan dasar. Menurutnya, setiap ketidakhadiran atau keterlambatan akan tercatat dan menjadi bahan evaluasi oleh lembaga pengawas seperti Satuan Pengawasan Internal (SPI), Inspektorat, dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Pada kesempatan tersebut, ia juga memberi peringatan tegas mengenai maraknya kasus judi online di kalangan pegawai. Dr. Habibullah Jimad menuturkan pihak universitas telah mendeteksi beberapa kasus yang melibatkan transaksi rekening pribadi pegawai ke situs judi daring.

“Jadi sudah banyak cerita karena judi online. Saya berharap tolong berhenti, karena kemarin belum terdeteksi tapi akan terdeteksi. Kami kemarin sudah memanggil beberapa karyawan karena di tengah acara PPA3 ada aliran dana dari rekening yang dimilikinya ke situs judi online. Jadi tolong, kita sudah peringati untuk tidak terus bermain dengan judi online,” tegasnya.

Ia menambahkan, perilaku tersebut bukan hanya melanggar hukum, tetapi juga mencederai integritas institusi. Oleh karena itu, seluruh pegawai diimbau untuk menjaga kepercayaan dan menjauhi aktivitas yang merugikan nama baik Unila.

Sebagai penutup, Dr. Habibullah Jimad mengajak seluruh peserta untuk bekerja dengan semangat inovatif, ikhlas, dan tuntas, serta terus meningkatkan kompetensi diri agar dapat memberikan kontribusi maksimal bagi kemajuan universitas.

“Hari ini harus lebih baik dari kemarin, dan besok harus lebih baik dari hari ini. Kalau kita bekerja dengan baik dan ikhlas, insyaallah rezeki akan datang dari jalan yang tidak disangka-sangka,” tutupnya penuh motivasi.

Kegiatan kemudian diakhiri dengan seruan bersama untuk memperkuat komitmen dan disiplin kerja sebagai wujud nyata pengabdian kepada Unila.

Unila Selenggarakan Penyerahan SK PPPK Tahun 2025

Oktober 06, 2025

(Unila): Dalam rangka penyerahan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Universitas Lampung (Unila) menyelenggarakan pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahun 2025. Kegiatan berlangsung di GSG Unila, pada Selasa, 7 Oktober 2025.

Kegiatan turut dihadiri Rektor Unila, para wakil rektor, para dekan dan direktur pascasarjana, para kepala biro dan kepala lembaga, para kepala UPA, ketua BPU, serta para peserta penerima SK PPPK.

Pada kegiatan ini, terdapat 514 peserta penerima Surat Keputusan PPPK yang sudah melewati proses seleksi yang ketat dan menjadi bukti nyata dari kompetensi dan integritas yang dimiliki oleh masing-masing peserta.

Dari 514 surat keputusan yang dibagikan, terdapat 468 tenaga kependidikan yang siap berkontribusi penuh dalam hal administrasi dan pelayanan, serta 46 dosen yang menjadi ujung tombak tridarma perguruan tinggi.

Rektor Unila dalam sambutannya berharap, para peserta penerima surat keputusan PPPK dapat segera beradaptasi dan menyatu dalam budaya kerja Unila serta menjadi teladan bagi pegawai lain.

“Saya berharap, saudara-saudari PPPK dapat segera beradaptasi dan menyatu dalam budaya kerja Unila. Jadilah teladan bagi pegawai lain, berkolaborasi aktif, dan selalu loyal terhadap Pancasila, UUD 1945, serta visi dan misi Unila,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh pegawai PPPK yang baru menerima surat keputusan dapat memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Unila.

Kehadiran mereka diharapkan mampu memperkuat kualitas pelayanan, meningkatkan efisiensi kinerja, serta mendorong terciptanya lingkungan kerja yang profesional dan berintegritas.

Selain itu, momentum ini menjadi langkah penting dalam upaya Unila mewujudkan tata kelola perguruan tinggi yang unggul, transparan, dan berdaya saing

Expo Perpustakaan 2025 Angkat Tema Literasi dalam Ragam Ekspresi: Budaya yang Berdampak

Oktober 05, 2025

(Unila): Universitas Lampung (Unila) melalui Unit Penunjang Akademik (UPA) Perpustakaan menggelar Expo Perpustakaan Universitas Lampung 2025 dengan tema “Literasi dalam Ragam Ekspresi: Budaya yang Berdampak”, pada Senin, 6 Oktober 2025, di halaman Perpustakaan Unila.

Acara ini dihadiri oleh Prof. Dr. Eng. Suripto Dwi Yuwono, S.Si., M.T., Wakil Rektor Bidang Akademik Unila, Dr. Habibullah Jimad, S.E., M.Si., Bayzoni, S.T., M.T., Kepala UPA Perpustakaan Unila, para dekan, kepala biro, TIK, kepala lembaga, kepala UPA, pustakawan, serta mahasiswa Unila.

Expo Perpustakaan 2025 menjadi bentuk nyata komitmen Unila dalam memperluas makna literasi yang tidak hanya sebatas kegiatan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup dimensi budaya, media, dan ekspresi kreatif.

Prof. Suripto Dwi Yuwono dalam sambutannya menegaskan, literasi di era digital memiliki makna yang semakin luas dan berdampak pada kebudayaan.

“Literasi bukan lagi soal kemampuan membaca dan menulis saja, di era digital seperti sekarang, literasi menjadi lebih kompleks, mencakup literasi media, literasi budaya, literasi digital, literasi visual, dan ragam ekspresi kreatif lainnya,” ujar Suripto.

Peran Unila disebut memiliki tanggung jawab besar untuk mendorong budaya literasi yang tidak hanya berfokus pada konteks akademik, tetapi juga seni dan budaya lokal. Perpustakaan dipandang bukan sekadar gudang buku, melainkan ruang kreatif, ruang komunitas literasi, ruang dialog, serta tempat munculnya inovasi.

Angelino VS, Ketua Pelaksana Expo Perpustakaan 2025, menyampaikan laporan kegiatan yang menjelaskan semangat literasi dan kolaborasi antara pustakawan serta mahasiswa Komunitas Baca Perpustakaan Unila.

“Penyelenggaraan Expo Perpustakaan Universitas Lampung tahun 2025 ini mengusung tema ‘Literasi Dalam Ragam Ekspresi: Budaya yang Berdampak’. Tema ini mencerminkan harapan besar UPA Perpustakaan Unila untuk menjadi ruang lahirnya generasi literasi yang tidak hanya memperkenalkan pentingnya literasi secara aktif di kampus, tapi juga memberikan dampak yang nyata lewat kegiatan literasi yang dilakukan,” ujar Angelino.

Rangkaian kegiatan Expo berlangsung selama tiga hari, dari 6 hingga 8 Oktober 2025, dengan berbagai agenda seperti lomba baca puisi, lomba video literasi, pameran lukisan dan maket karya mahasiswa Arsitektur Unila, bazar buku koleksi perpustakaan dan karya dosen Unila, serta bazar kuliner.

Acara ini diharapkan dapat menjadi tonggak awal gerakan literasi budaya yang berkelanjutan di lingkungan Unila, sekaligus memperkuat peran perpustakaan sebagai pusat ilmu pengetahuan, kreasi, dan inovasi kampus.

Model Ekonomi Sirkular di Rawa Pitu Antar Budi Sutomo Menjadi Doktor Ilmu Lingkungan

Oktober 04, 2025

 


(Unila): Pascasarjana Universitas Lampung (Unila) menyelenggarakan Ujian Terbuka Promosi Doktor Ilmu Lingkungan di Aula Pascasarjana, pada Selasa, 12 Agustus 2025. Dalam sidang promosi ini, Budi Sutomo dinyatakan lulus dengan skor 91,57 dan predikat Sangat Memuaskan, sekaligus menjadi lulusan ke-15 Program Doktor Ilmu Lingkungan Unila.

Promosi doktor tersebut dipimpin Promotor Prof. Suharso, Ph.D., dengan Co-Promotor 1 Prof. Dr. Ayi Ahadiat, S.E., M.B.A., dan Co-Promotor 2 Prof. Dr. Anna Gustina Zainal, S.Sos., M.Si. Bertindak sebagai Ketua Penguji adalah Prof. Dr. Eng. Suripto Dwi Yuwono, S.Si., M.T., dengan Penguji Internal Prof. Dr. Ir. Wan Abbas Zakaria, M.S., serta Penguji Eksternal Dr. Anang Risgiyanto, SKM., M.Kes.

Dalam disertasinya berjudul “Model Penerapan Ekonomi Sirkular Pengelolaan Sampah dalam Pembangunan Berkelanjutan Masyarakat pada Kawasan Rawa Pitu di Tulang Bawang-Lampung”, Budi mengungkapkan, penerapan konsep ekonomi sirkular di kawasan transmigrasi Rawa Pitu dapat memberikan nilai ekonomi signifikan.

Berdasarkan analisis lapangan di sembilan desa di Kecamatan Rawa Pitu, pengelolaan sampah plastik dan organik berpotensi menghasilkan keuntungan hingga Rp174 juta per tahun.

Menurut Budi, sistem pengelolaan sampah saat ini masih didominasi pembakaran, penguburan, atau pembuangan langsung ke badan air. “Praktik ini sudah tidak relevan dengan tuntutan zaman. Kita perlu beralih dari pola ambil-pakai-buang menuju pola gunakan-kembali-daur-ulang,” tegasnya.

Ia menambahkan, rendahnya kesadaran masyarakat dipengaruhi keterbatasan fasilitas, kurangnya edukasi, dan lemahnya dukungan kebijakan. “Tanpa dukungan infrastruktur yang memadai, edukasi berkelanjutan, dan kebijakan yang berpihak, kesadaran masyarakat akan sulit tumbuh,” ujarnya.

Model yang ia tawarkan mengintegrasikan peran pemerintah desa, sektor swasta, lembaga swadaya masyarakat (LSM), dan warga dalam penerapan prinsip reduce, reuse, recycle (3R).

Budi menekankan, pendekatan ini bukan sekadar mengelola sampah, tetapi menciptakan nilai tambah bagi perekonomian lokal. “Dengan pendekatan ekonomi sirkular, sampah bisa menjadi sumber penghidupan, membuka lapangan kerja, dan memperkuat ketahanan ekonomi desa,” ungkapnya.

Budi juga menegaskan relevansi penelitiannya dengan agenda sustainable development goals (SDGs). “Ekonomi sirkular adalah jalan untuk menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi, kelestarian lingkungan, dan kesejahteraan sosial. Rawa Pitu bisa menjadi contoh nasional jika kita mau bergerak bersama,” pungkasnya.

Wakili Bupati Pesisir Barat, Pj. Sekda Apresiasi Kiprah Unila Enam Dekade

September 23, 2025

 


Bandar Lampung, 23 September 2025 – Bupati Pesisir Barat yang diwakili oleh Penjabat Sekretaris Daerah (Pj. Sekda) Kabupaten Pesisir Barat, Tedi Zadmiko, S.K.M., S.H., M.M., menghadiri puncak peringatan Dies Natalis ke-60 Universitas Lampung (Unila). Acara tersebut berlangsung di Gedung Serba Guna Unila, Bandar Lampung, Selasa (23/9/2025).


Mengusung tema “Enam Dekade Unila, Menjadi Pusat Unggulan Berkarakter dan Berdampak Global”, kegiatan ini turut dihadiri Gubernur Lampung, Forkopimda, para bupati/wali kota se-Lampung, sivitas akademika, serta sejumlah tamu undangan.


Dalam sambutannya, Rektor Universitas Lampung menyampaikan rasa syukur atas perjalanan panjang Unila yang telah berkiprah selama enam dekade sebagai lembaga pendidikan tinggi.


“Unila akan terus berkomitmen memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan bangsa. Momentum Dies Natalis ke-60 ini menjadi pengingat sekaligus semangat untuk memperkuat inovasi, riset, serta kualitas pendidikan,” ujarnya.


Sementara itu, Gubernur Lampung dalam sambutannya menegaskan apresiasinya terhadap Unila sebagai perguruan tinggi negeri terbesar di Lampung yang telah melahirkan banyak tokoh dan tenaga profesional.


“Kehadiran Unila selama enam dekade adalah aset penting bagi kemajuan Lampung. Pemerintah Provinsi akan terus bersinergi mendukung Unila agar semakin berdaya saing, baik di tingkat nasional maupun internasional,” kata Gubernur.


Pj. Sekda Kabupaten Pesisir Barat yang hadir mewakili Bupati juga menyampaikan ucapan selamat sekaligus harapan bagi Unila untuk terus menghasilkan lulusan yang unggul, dan menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam pembangunan sumber daya manusia. 


“Atas nama Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat, kami mengucapkan selamat Dies Natalis ke-60 untuk Universitas Lampung. Semoga Unila semakin maju, menghasilkan lulusan yang unggul, dan terus menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam pembangunan sumber daya manusia,” ujarnya.


Rangkaian Dies Natalis ke-60 Unila ditutup dengan orasi ilmiah, pemberian penghargaan kepada tokoh berprestasi, serta persembahan seni dari mahasiswa. (*)

Kisah Omar, Wisudawan Asal Yaman yang Selesaikan Studi Magister di Unila

September 20, 2025

(Unila): Universitas Lampung (Unila) kembali menggelar prosesi wisuda periode I tahun akademik 2025/2026 pada Sabtu, 20 September 2025 di Gedung Serbaguna (GSG) Unila. Dari ratusan wisudawan yang hadir, salah satu yang menarik perhatian adalah Omar Abdul-raoof Taha Ghaleb Al-Maktry, mahasiswa internasional asal Yaman yang sukses meraih gelar Magister Teknik Elektro di Unila.

Mahasiswa berusia 25 tahun ini sebelumnya menempuh pendidikan sarjana terapan di bidang teknik informatika di Politeknik Negeri Malang (Polinema). Melalui beasiswa dari Unila, Omar berkesempatan melanjutkan studi pascasarjana dengan penelitian berjudul “Development of a BLE-Based Asset Tracking System for Healthcare Facilities Using ESP32 and a Web-Based Platform.”

Omar mengaku memilih melanjutkan studi di Unila karena reputasinya sebagai salah satu universitas terbaik di Sumatera yang memiliki dosen berkualitas dan fasilitas lengkap.

“Saya tahu Unila termasuk universitas terbaik di Sumatera. Itu membuat saya yakin untuk melanjutkan studi magister di sini,” ujarnya.

Perjalanan Omar di Lampung tentu tidak selalu mudah. Saat pertama kali tiba, ia merasa asing karena tidak mengenal siapa pun. Namun seiring waktu, ia mulai beradaptasi dan menemukan kenyamanan.

“Selama tujuh tahun di Indonesia, terutama di Lampung, saya belajar budaya dan bahasa Indonesia serta bertemu banyak orang baik. Itu membuat saya fasih berbahasa Indonesia dan merasa Lampung seperti rumah kedua,” ungkapnya penuh syukur.

Selain memperdalam ilmu, pengalaman kuliah di Unila juga membuka wawasan Omar tentang keragaman budaya. Ia menilai Unila bukan sekadar kampus, melainkan tempat untuk bertumbuh dan membangun jaringan pertemanan lintas negara.

Soal rencana ke depan, Omar masih membuka banyak kemungkinan, termasuk melanjutkan pendidikan ke jenjang doktoral.

“Kalau ada kesempatan, saya rencananya ingin melanjutkan S3, mungkin di bidang teknik informatika,” tuturnya.

Menutup kisah perjalanannya di Unila, Omar berpesan kepada mahasiswa agar tidak mudah menyerah dalam menempuh pendidikan.

Walaupun terasa sulit, kita harus tetap berjuang. Jangan pernah berhenti belajar,” pesannya penuh semangat.

Unila Mewisuda 973 Mahasiswa Periode I TA 2025/2026

September 19, 2025

(Unila): Universitas Lampung (Unila) menyelenggarakan wisuda program doktor, magister, sarjana, dan diploma periode I tahun akademik 2025/2026. Kegiatan berlangsung di Gedung Serbaguna (GSG) Unila, pada Sabtu, 20 September 2025.

Prosesi wisuda diawali rapat senat luar biasa yang dipimpin Prof. Dr. Herpratiwi, M.Pd., selaku Ketua Senat Unila. Dilanjutkan dengan laporan Wakil Rektor Bidang Akademik Dr. Eng. Suripto Dwi Yuwono, S.Si., M.T.

Berdasarkan Surat keputusan Rektor nomor 4383/UN26/PP.06.03/2025, Unila mengukuhkan 973 wisudawan terdiri dari sembilan program doktor, 94 program magister, 844 program sarjana, dan 26 program diploma.

Adapun lulusan terbaik satu program Doktor pada periode ini diraih Berti Yolida dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Prodi S-3 Pendidikan. Lulusan terbaik satu program Magister diraih Muharrom Ainul Yaqin dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Prodi Magister Manajemen. Lulusan terbaik satu program Sarjana diraih Diva Annisa Fitri dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Prodi Pendidikan Bahasa Inggris.

Secara keseluruhan, Unila telah menyumbangkan 143.590 lulusan dari delapan fakultas dan satu program pascasarjana. Pada periode ini, persentase kelulusan tepat waktu (KTW) mencapai 49,98%.

Rektor Unila Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., IPM., ASEAN Eng., memberikan selamat dan rasa bangga kepada seluruh wisudawan dalam pidatonya.

“Saya atas nama keluarga besar Unila mengucapkan selamat kepada seluruh wisudawan. Terlebih, dengan bangga Unila memberikan sertifikasi kompetensi sebagai pendamping ijazah kepada 12 wisudawan,” ujar Rektor.

Unila juga terus berinovasi melalui pengembangan kurikulum baru yang mendukung program “Kampus Berdampak” dan mendorong program studi untuk menerapkan kurikulum berbasis OBE (Outcome-Based Education) yang berorientasi pada dampak nyata.

Unila berharap para wisudawan dapat memanfaatkan ilmu pengetahuan yang didapat selama menjadi mahasiswa, dengan terus berkarya menciptakan lapangan pekerjaan baru, dan terus belajar untuk Indonesia maju dan Unila jaya.

Agung Sedaya Raih Gelar Doktor dengan Inovasi Model CERIA untuk Pembelajaran Fisika Abad ke-21

September 18, 2025



(Unila): Universitas Lampung (Unila) melalui Program Studi Doktor Ilmu Pendidikan FKIP menggelar ujian promosi doktor atas nama Agung Sedayu dengan judul disertasi “Model CERIA untuk Pembelajaran Fisika”.

Sidang terbuka ini dilaksanakan di Aula K FKIP Unila pada Jumat, 19 September 2025. Dalam ujian tersebut, Agung Sedayu dinyatakan lulus dengan nilai 91,77 dan IPK 3,84 sebagai lulusan ke 21 Program Studi Doktor Ilmu Pendidikan Unila.

Dalam sidang promosi doktor ini, Agung Sedayu mempresentasikan hasil penelitiannya mengenai Model CERIA, sebuah inovasi pembelajaran yang dikembangkan untuk meningkatkan keterampilan berpikir kreatif siswa SMA dalam pembelajaran fisika.

Keterampilan berpikir kreatif dinilai sangat esensial pada pendidikan abad ke-21, terutama untuk memahami konsep-konsep kompleks seperti dinamika rotasi. Penelitian bertujuan menguji kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan Model CERIA sebagai terobosan pembelajaran fisika berbasis riset dan pengembangan (R&D) dengan pendekatan mixed methods.

Hasil penelitian menunjukkan, Model CERIA secara signifikan meningkatkan keterampilan berpikir kreatif siswa. Aspek originality meningkat sebesar 42 persen, elaboration sebesar 37 persen, sedangkan fluency dan flexibility masing-masing meningkat 25 hingga 30 persen.

Model ini juga mendorong keterlibatan aktif siswa dalam diskusi, elaborasi konsep, dan proses pembangunan ide melalui pemanfaatan Open Educational Resources (OER). Model CERIA terbukti efektif diterapkan di berbagai konteks wilayah urban, suburban, maupun rural dengan hasil yang konsisten.

Penelitian ini berangkat dari tuntutan abad ke-21 yang ditandai transformasi cepat di berbagai bidang, seperti teknologi, ekonomi, pendidikan, dan sosial budaya. Perkembangan teknologi informasi, termasuk kecerdasan buatan (AI), big data, dan Internet of Things (IoT), telah mengubah pola kehidupan, dunia kerja, serta interaksi sosial masyarakat global.

Kondisi ini menuntut dunia pendidikan tidak hanya berfungsi sebagai sarana transfer pengetahuan, tetapi juga sebagai wahana pengembangan keterampilan berpikir tingkat tinggi. Kompetensi abad ke-21 yang dikenal dengan konsep 4C (critical thinking, creative thinking, communication, dan collaboration) menjadi pilar penting dalam mempersiapkan siswa menghadapi kompleksitas kehidupan modern.

Di antara kompetensi tersebut, keterampilan berpikir kreatif memiliki urgensi yang sangat tinggi karena mendorong individu untuk beradaptasi, berinovasi, serta menciptakan solusi baru yang relevan dan efektif.

Model CERIA berbasis PBL dan OER ini terdiri atas lima tahapan pembelajaran yakni Contextualize, Elaborate, Reframe, Implement, dan Assess. Model ini dirancang untuk mengasah keterampilan berpikir kreatif siswa secara menyeluruh.

Validitas dan efektivitas Model CERIA dibuktikan melalui uji statistik independent t-test dengan nilai signifikansi < 0,05 dan effect size sebesar 0,97 (Cohen’s d > 0,8), yang menunjukkan pengaruh besar terhadap peningkatan keterampilan berpikir kreatif siswa.

Penerapan Model CERIA memiliki implikasi penting pada aspek kebijakan, teori, metodologi, dan praktik pembelajaran. Model ini diharapkan mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan kualitas pembelajaran dan pengembangan keterampilan berpikir kreatif siswa sesuai tuntutan pendidikan abad ke-21.

Untuk memaksimalkan potensi model ini, Agung Sedayu merekomendasikan pelatihan berkelanjutan bagi guru, integrasi OER dalam kurikulum melalui penyediaan akses internet dan perangkat digital, pengembangan lintas mata pelajaran, penelitian lanjutan untuk mengkaji dampak jangka panjang, serta sinergi antara lembaga pendidikan dan pemerintah daerah untuk membangun platform OER yang kontekstual, interaktif, dan berbasis lokal.

Wakil Rektor Bidang PKSI Unila, Prof. Ayi Ahadiat, selaku ketua penguji menyampaikan, di tengah situasi transformasi global, cara berpikir konvensional sudah tidak memadai lagi. Oleh karena itu, inovasi dalam dunia pendidikan seperti Model CERIA ini sangat dibutuhkan.

Ia juga berpesan agar setelah menjadi alumni, Agung Sedayu tetap menjaga keterhubungannya dengan almamater, khususnya Program Studi Doktor Ilmu Pendidikan Unila. Jaringan alumni dan kolaborasi dinilai menjadi sumber daya penting bagi pengembangan kualitas akademik, akreditasi internasional, serta dukungan karier para lulusan.

Dengan kelulusannya ini, Agung Sedayu menambah deretan doktor baru di Unila yang berkontribusi dalam pengembangan inovasi pendidikan berbasis riset. Model CERIA yang dikembangkannya diharapkan menjadi salah satu solusi pembelajaran yang selaras dengan tuntutan abad ke 21, mendorong kreativitas, kolaborasi, dan kemampuan pemecahan masalah siswa secara lebih efektif, serta mendukung tercapainya pembelajaran yang bermakna dan relevan dengan kebutuhan masa kini.

Unila – Pemkab Tuba MoU Peningkatan SDM dan Pembangunan Daerah

September 18, 2025

(Unila): Universitas Lampung (Unila) dan Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang (Tuba) menandatangani nota kesepahaman (MoU) di ruang sidang lantai dua Gedung Rektorat Unila, Kamis sore, 18 September 2025.

Penandatanganan dilakukan Rektor Unila Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., IPM., ASEAN Eng., bersama Bupati Tulang Bawang Drs. Qudrotul Ikhwan, M.M. Turut hadir Kepala Bappeda Tulang Bawang Dicky Soerahman, S.E., dan Wakil Rektor Unila Prof. Dr. Ayi Ahadiat, S.E., M.B.A.

Kerja sama bertujuan mendukung pembangunan Kabupaten Tulang Bawang melalui riset, peningkatan kapasitas aparatur, serta penguatan kualitas SDM.

Lingkup kesepakatan meliputi pengembangan pendidikan dan penelitian, pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup, pembangunan infrastruktur, hingga penguatan program studi di Unila yang disesuaikan dengan kebutuhan daerah.

Selain itu, kedua pihak berkomitmen merumuskan program bersama untuk menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat.

Bupati Tulang Bawang Qudrotul Ikhwan menyampaikan apresiasinya atas kerja sama tersebut. “Saya berharap Unila bisa masuk dan berperan aktif di Tulang Bawang. Kami sangat menyambut baik kerja sama ini dalam bentuk apapun, insyaallah akan semakin meningkatkan nilai bagi masyarakat. Di samping itu, peningkatan kualitas SDM menjadi hal penting yang harus terus kita dorong,” ujarnya.

Rektor Unila Prof. Lusmeilia Afriani menegaskan, kampus berkomitmen memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah melalui penelitian, pendampingan, dan pemberdayaan masyarakat. Kesepahaman ini akan ditindaklanjuti dalam bentuk perjanjian kerja sama (PKS) di berbagai bidang.

Melalui tindak lanjut tersebut, kedua pihak optimistis MoU tidak hanya berhenti pada dokumen formal, tetapi benar-benar menghasilkan program konkret yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Tulang Bawang.

Akhmad Dzakwan Resmi Raih Gelar Doktor Ilmu Lingkungan

September 17, 2025

(Unila): Universitas Lampung (Unila) kembali melahirkan doktor baru melalui ujian terbuka promosi doktor yang digelar pada Kamis, 18 September 2025, di Aula Pascasarjana.

Akhmad Dzakwan berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul “Analisis dan Perhitungan Audit Kenyamanan Gedung Menggunakan Model Metode Building Comfort Equation yang Berbasis Kenyamanan Green Building” di hadapan dewan penguji.

Sidang dipimpin Ketua Penguji Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., IPM., ASEAN Eng., yang menekankan pentingnya penelitian ini dalam mendukung penerapan konsep bangunan berkelanjutan.

Sebagai Sekretaris Penguji sekaligus Promotor, Prof. Drs. Tugiyono, M.Si., Ph.D., turut memberikan arahan dan penilaian mendalam. Ia menegaskan, penelitian Dzakwan memberi kontribusi nyata dalam merumuskan model audit kenyamanan bangunan yang lebih adaptif terhadap prinsip green building.

Co-Promotor I, Ir. Ahmad Zakaria, M.T., Ph.D., mendampingi promovendus dalam penyusunan metodologi dan penerapan model Building Comfort Equation.

Sementara Co-Promotor II, Bayu Anggileo Pramesona, S.Kep., Ns., MMR., Ph.D., memperkaya penelitian dengan perspektif multidisiplin, khususnya dalam menghubungkan kenyamanan fisik bangunan dengan kesehatan dan produktivitas penghuni.

Penguji internal, Prof. Dr. Ir. Sugiyanto, M.T., memberikan sorotan terhadap orisinalitas penelitian serta urgensi penerapannya di tengah meningkatnya kebutuhan standar kenyamanan gedung yang ramah lingkungan di Indonesia.

Sementara itu, penguji eksternal, Prof. Dr. Sri Indra Trigunarso, SKM, M.Kes., menilai penelitian ini memiliki nilai strategis untuk dijadikan rujukan dalam pengembangan standar audit kenyamanan gedung pada level nasional maupun internasional.

Ujian terbuka yang berlangsung khidmat ini menandai keberhasilan Akhmad Dzakwan meraih gelar doktor Ilmu Lingkungan dari Pascasarjana Unila.

Kehadirannya sebagai doktor baru diharapkan semakin memperkaya khasanah ilmu pengetahuan dan menjadi kontribusi nyata dalam mendorong pembangunan gedung berkelanjutan yang tidak hanya efisien, tetapi juga nyaman bagi penghuninya.

Unila Kukuhkan Sembilan Guru Besar Baru

September 16, 2025

(Unila): Universitas Lampung (Unila) menggelar rapat luar biasa senat dalam rangka pengukuhan sembilan profesor/guru besar dan orasi ilmiah dari berbagai bidang keilmuan. Kegiatan berlangsung pada Rabu, 17 September 2025, di Gedung Serbaguna (GSG) Unila.

Pengukuhan ini menjadi bentuk komitmen Unila untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang berkualitas dan berkontribusi ilmiah bagi masyarakat.

Dengan penambahan ini, jumlah guru besar di Unila sampai dengan 17 September 2025 mencapai 166 orang dan terdapat enam guru besar yang sedang diproses.

Rektor Unila Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., IPM., ASEAN Eng., dalam sambutannya berharap, dengan pengukuhan ini, guru besar yang baru dapat terus memberikan kontribusi yang luar biasa, baik melalui penelitian unggulan, kolaborasi lintas disiplin, maupun pembinaan generasi muda yang akan menjadi penerus bangsa.

“Dengan dikukuhkannya sembilan dosen menjadi guru besar baru pada hari ini, semoga menginspirasi para akademisi lain untuk segera menjadi guru besar dan dapat memberikan manfaat bagi Unila, bangsa serta negara,” ujarnya.

Terdapat sembilan pengukuhan guru besar yang akan dikukuhkan, yaitu lima dosen fakultas pertanian, dua dosen fakultas keguruan dan ilmu pendidikan, satu dosen fakultas teknik, dan satu dosen fakultas matematika dan ilmu pengetahuan alam.

Berikut sembilan guru besar beserta orasi ilmiahnya:

1. Prof. Dr. Ir. Darwin H. Pangaribuan, M.Sc., Ph.D., Profesor ranting Ilmu Kepakaran Tanaman Sains. Orasi ilmiah yang disampaikan berjudul “Optimalisasi Hasil dan Kualitas Sayuran Melalui Pengelolaan Nutrisi Terpadu pada Sistem Lahan Terbuka dan Hidroponik”.

2. Prof. Dr. Rahmat Safe’l, S.Hut., M.Si., Profesor ranting Ilmu Kepakaran Kesehatan Hutan. Orasi ilmiah yang disampaikan berjudul “Kesehatan Hutan: Pentingnya Pemantauan Kesehatan Ekosistem Hutan dalam Pengelolaan Hutan Lestari”.

3. Prof. Dr. Indra Gumay Yudha, S.PI., M.Si., Profesor ranting Ilmu Pengelolaan Sumber Daya Perikanan. Orasi ilmiah yang disampaikan berjudul “Pengelolaan Bersama (Co- Management) Sumber Daya Rajungan (Portunus pelagicus) di Lampung: dari Sains ke Pengelolaan Berkelanjutan”.

4. Prof. Dr. Drs. Muhammad Sukirlan, MA., Profesor ranting Ilmu Second Language Acquisition. Orasi ilmiah yang disampaikan berjudul “Communication Strategies in Second Language Acquisition”.

5. Prof. Hasan Hariri, S.Pd., M.B.A., Ph.D., Profesor ranting Ilmu Kepemimpinan Pendidikan. Orasi ilmiah yang disampaikan berjudul “Kepemimpinan Pendidikan: Kepemimpinan Sekolah dalam Konteks Sekolah di Indonesia”.

6.Prof. Dr. Mita Rilyanti, S.Si., M.Si., Profesor ranting Ilmu Kimia Anorganik Material. Orasi ilmiah yang disampaikan berjudul “Modifikasi Green Catalyst Zeolite Socony Mobile-5 (ZSM-5) Berbasis Silika Bagase Untuk Produksi Bioenergi”.

7.Prof. Dr. Yuyun Fitriana, S.P., M.P., Profesor ranting Ilmu Patologi Serangga (Entomopatogen). Orasi ilmiah yang disampaikan berjudul “Modifikasi Green Catalyst Zeolite Socony Mobile-5 (ZSM-5) Berbasis Silika Bagase Untuk Produksi Bioenergi”.

8. Prof. Dr. Ir. Sri Ratna Sulistiyanti, M.T., Profesor ranting Ilmu Rekayasa Elektro.
Orasi ilmiah yang disampaikan berjudul “Rekayasa Elektro dan Sistem Cerdas: Integrasi Teknologi untuk Lingkungan, Energi, dan Kesejahteraan Masyarakat”.

9. Prof. Dr. Ir. Warji, S.TP., M.Sİ., I.P.M., Profesor ranting Ilmu Rekayasa Alat Mesin Pertanian dan Pangan. Orasi ilmiah yang disampaikan berjudul “Desain Mikrokapsul Multilayer Berbasis Nanofibril sebagai Inovasi Teknologi untuk Pertanian dan Pangan”.

Pembekalan Muli Mekhanai Unila 2025: Dari Kampus untuk Budaya

September 14, 2025


(Unila): Universitas Lampung (Unila) untuk pertama kalinya menyelenggarakan ajang Muli Mekhanai Unila 2025, sebuah kontes putra-putri kampus yang bertujuan melahirkan generasi muda sebagai duta budaya dan pariwisata Lampung. Kegiatan berlangsung di Aula K FKIP Unila, Senin, 15 September 2025.

Sandika Ali, M.Pd., Dosen Pendidikan Bahasa Lampung sekaligus pembina, mengungkapkan tantangan besar dalam penyelenggaraan ajang perdana ini.

“Kami memulai dari nol, tapi tujuan utamanya jelas: melestarikan budaya Lampung. Muli Mekhanai bukan sekadar cantik atau tampan, tapi harus bisa membawa identitas daerah, minimal mampu berbahasa Lampung,” ujarnya.

Semangat melestarikan budaya daerah juga tercermin dari motivasi peserta. Muhammad Faqih, mahasiswa Fakultas Teknik, mengaku ingin menjadi role model bagi mahasiswa lain.

Isyara Safitri dari Prodi Pendidikan Bahasa Prancis berharap bisa menginspirasi generasi muda untuk bangga dengan budaya Lampung. Sementara Zaki, juga dari Prodi Bahasa Prancis, menekankan pentingnya memperkenalkan kembali tradisi Lampung yang mulai jarang dikenal kalangan remaja.

Dalam pembekalan, peserta mendapatkan materi seputar organisasi kemahasiswaan, pariwisata, ekonomi kreatif, teknologi digital, hingga pengantar kebudayaan Lampung.

Dengan bekal tersebut, para finalis diharapkan tak hanya tampil percaya diri di atas panggung, tetapi juga mampu menjadi representasi Lampung di tingkat daerah, provinsi, bahkan nasional.

Ajang perdana Muli Mekhanai Unila 2025 ini diharapkan menjadi wadah strategis untuk memperkuat identitas budaya di lingkungan kampus sekaligus mencetak generasi muda yang siap menjadi wajah Lampung di kancah yang lebih luas

Kontes Nasional Ayam Pelung dan Ayam Ketawa Warnai Semarak Dies Natalis ke-60 Unila

September 13, 2025



(Unila): Dalam rangka memeriahkan Dies Natalis ke-60, Universitas Lampung (Unila) menyelenggarakan Kontes Nasional Ayam Pelung dan Ayam Ketawa yang berlangsung di pelataran Shuttle Bus Unila, pada Minggu, 14 September 2025.

Kegiatan ini turut dihadiri Dekan FMIPA, Dr. Eng. Heri Satria, S.Si., M.Si., Dekan Fakultas Pertanian, Dr. Ir. Kuswanta Futas Hidayat, M.P., para sivitas akademika Unila, Ketua Komunitas Ayam Ketawa dan Ayam Pelung Lampung, para juri, serta peserta kontes dari berbagai daerah di Indonesia.

Acara dibuka secara resmi Dr. Eng. Heri Satria, S.Si., M.Si., selaku Ketua Panitia Dies Natalis Unila ke-60. Ia dalam sambutannya menyampaikan, kegiatan ini merupakan langkah awal yang positif dalam upaya pelestarian sumber daya genetik ayam asli Indonesia.

Ia juga menekankan pentingnya menjadikan kontes semacam ini sebagai agenda rutin yang dapat diperluas ke tingkat provinsi, guna memperkuat komitmen Unila dalam menjaga kekayaan hayati nasional.

Terdapat enam kategori dalam kontes ayam ketawa, yaitu kelas remaja, dangdut remaja, dangdut dewasa, kerajinan, dan grand champion. Sementara itu, kontes ayam pelung terbagi dalam tiga kategori, yakni jejangkar, umum, dan bintang.

Para peserta mengikuti ajang ini dengan penuh antusiasme, membawa ayam peliharaan yang sudah mereka persiapkan secara optimal. Kemeriahan acara semakin terasa dengan adanya pembagian doorprize bagi peserta dan penonton.

Melalui kontes nasional ini, Unila berharap dapat mempererat silaturahmi antarpecinta ayam hias dari berbagai daerah, sekaligus menjadi wadah untuk melestarikan dan memperkenalkan kekayaan jenis ayam asli Indonesia.

Tim BEM Lolos Pendanaan Program Mahasiswa Berdampak 2025 Berkat Inovasi Pengelolaan Limbah di Desa Pasar Krui

September 12, 2025


(Unila): Tim Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Lampung (Unila) berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan lolos pendanaan Program Mahasiswa Berdampak: Pemberdayaan Masyarakat oleh BEM Tahun 2025 oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).

Dalam kompetisi ini, tim mengusung proposal bertajuk “Transformasi Limbah Organik sebagai Inovasi Hijau untuk Pertanian, Perikanan, Peternakan, dan Ekonomi Desa Berbasis Sustainable Development Goals (SDGs).”

Tim ini beranggotakan 20 mahasiswa lintas fakultas dengan diketuai oleh Muhammad Dzuhri (S-1 Sosiologi 2024) dan beranggotakan Hafizah Al Mahda (S-1 Pendidikan Bahasa Inggris 2022) dan Tri Rizki Handayani (S-1 Akuntansi 2023) sebagai Sekretaris; Aisyah Asifa (S-1 Bimbingan Konseling 2022) dan Viola Chalista (S-1 Matematika 2024) sebagai Bendahara; serta anggota lainnya yang mengisi posisi Program Manager, Humas, PDD, Kesehatan dan Konsumsi, hingga Perlengkapan.

Program ini lahir dari kondisi Desa Pasar Krui, Pesisir Barat, yang setiap harinya menghasilkan sekitar ±2 ton limbah atau ±60 ton per bulan. Sebagian besar limbah tidak dikelola dengan baik, hanya dibuang begitu saja, menimbulkan bau, pencemaran, hingga potensi penyakit. Padahal, limbah tersebut memiliki nilai ekonomi tinggi jika diolah menjadi pupuk organik, pakan ternak, atau produk daur ulang plastik.

Melihat kondisi itu, tim BEM Unila berinisiatif menghadirkan solusi berbasis teknologi Soluble Liquid (SL) dan mesin pengolah tepung ikan, sehingga limbah dapat dimanfaatkan untuk mendukung sektor pertanian, perikanan, dan peternakan.

Program ini tidak hanya menyelesaikan persoalan lingkungan, tetapi juga mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat desa berbasis ekonomi hijau, sekaligus mendukung pencapaian SDGs 8, 11, 12, dan 13.

Perjalanan tim dimulai dari observasi langsung ke lapangan, mengumpulkan data dan berdiskusi bersama mitra sasaran untuk merumuskan masalah prioritas. Setelah itu, mereka menyusun proposal sesuai format Diktiristek, melakukan revisi berulang hingga larut malam, bahkan di masa libur semester, sebagai wujud komitmen menghasilkan gagasan yang matang dan berdampak nyata.

Salah satu tantangan terbesar selama persiapan program adalah proses penyusunan proposal yang memerlukan koordinasi intensif yang dilakukan sekretariat BEM, dengan diskusi, penyelarasan ide, serta revisi berulang yang sering berlangsung hingga larut malam bahkan di masa libur semester, sebagai wujud komitmen tim untuk menghasilkan proposal yang matang dan berkualitas.

Program akan dimulai dengan sosialisasi kepada masyarakat terkait urgensi pengelolaan limbah. Dilanjutkan pelatihan teknis pemanfaatan limbah organik dengan larutan Soluble Liquid, serta pengolahan limbah ikan menjadi produk bernilai tambah.

Setelah itu dilakukan penerapan teknologi di lapangan dengan pendampingan secara intensif, monitoring, dan evaluasi. Untuk keberlanjutan, akan dibentuk unit usaha mandiri seperti bank sampah terstruktur dan Unit Usaha Bersama (UUB) nelayan, dengan dukungan mahasiswa, pemerintah desa, dan stakeholder setempat.

“Program ini merupakan wujud nyata komitmen kami dalam mendukung SDGs dan Asta Cita. Melalui pengelolaan limbah berbasis inovasi, kami berharap masyarakat Desa Pasar Krui mampu mandiri, berdaya, dan menjadi model pembangunan berkelanjutan yang bisa direplikasi di wilayah lain,” ujar Muhammad Dzuhri.

Tim BEM Unila menegaskan bahwa program ini merupakan wujud nyata komitmen mereka dalam mendukung SDGs dan Asta Cita. Melalui pengelolaan limbah berbasis inovasi, mereka berharap masyarakat Desa Pasar Krui mampu mandiri, berdaya, dan menjadi model pembangunan berkelanjutan yang bisa direplikasi di wilayah lain.

Unila Gelar Lomba Senam Maumere Meriahkan Dies Natalis ke-60

September 12, 2025

(Unila): Universitas Lampung (Unila) menggelar lomba senam Maumere sebagai salah satu rangkaian kegiatan memperingati Dies Natalis ke-60 Unila. Kegiatan berlangsung di lapangan belakang Gedung Rektorat Unila, pada Jumat pagi, 12 September 2025.

Kegiatan dihadiri Rektor Unila, para Wakil Rektor, dekan fakultas, beserta jajaran pimpinan universitas, dosen, hingga tenaga kependidikan.

Kegiatan bertujuan untuk memperkuat hubungan kekeluargaan antara jajaran pimpinan, dosen, dan tenaga kependidikan, sekaligus menumbuhkan semangat berkompetisi secara positif serta menanamkan nilai sportivitas.

Lomba diikuti 11 tim peserta yang berasal dari seluruh fakultas, program Pascasarjana, KPA, dan SMA Yayasan Pembina Unila (YP Unila). Rangkaian kegiatan diawali dengan senam bersama, kemudian dilanjutkan dengan lomba.

Usai senam, peserta menikmati sarapan pagi sebelum mendaftar untuk mengikuti perlombaan. Antusiasme peserta terlihat jelas dari kekompakan dan semangat yang ditunjukkan selama kegiatan berlangsung.

Setiap tim menampilkan variasi gerakan yang kreatif dan kompak untuk memperebutkan gelar juara. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) berhasil meraih juara 1, disusul Fakultas Pertanian sebagai juara 2, dan SMA YP Unila di posisi juara 3.

Selain juara utama, terdapat beberapa kategori penghargaan tambahan. Kostum terbaik diraih KPA dan Fakultas Hukum (FH), juara terfavorit diberikan kepada Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) dan Fakultas Pertanian, sementara juara terheboh berhasil diraih Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).

Kegiatan ditutup dengan senam Unila Be Strong yang diikuti seluruh peserta lomba. Setelah senam, acara dilanjutkan dengan pembagian hadiah kepada para pemenang lomba sebagai bentuk apresiasi atas kreativitas, kekompakan, dan sportivitas yang ditunjukkan selama kompetisi berlangsung.

Melalui kegiatan ini, Unila berharap tercipta suasana segar yang mampu mengurangi kepenatan dari rutinitas, sekaligus mempererat kerja sama dan kekompakan antarpegawai, tenaga kependidikan, dan dosen dalam semangat kebersamaan.

Rektor Narasumber Simposium Nasional Kependudukan 2025 di UNP

September 11, 2025

(Unila): Rektor Universitas Lampung (Unila), Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., IPM., ASEAN Eng., menjadi narasumber pada Simposium Nasional Kependudukan 2025 yang diselenggarakan Universitas Negeri Padang (UNP) bekerja sama dengan BKKBN/Kemendukbangga, Kamis, 11 September 2025.

Kegiatan yang berlangsung di Auditorium UNP Padang ini menyoroti peran strategis perguruan tinggi dalam merancang peta jalan pembangunan kependudukan sekaligus mendukung grand design kebijakan kependudukan di daerah.

Rektor dalam paparannya membahas tema “Ledakan Urbanisasi dan Ancaman Krisis Pembangunan Desa” dengan menyoroti disparitas kemiskinan perkotaan dan perdesaan akibat urbanisasi di Provinsi Lampung. Ia mencontohkan upaya pemerintah daerah, seperti program Desaku Maju dan program kerja quick win, dalam menjawab permasalahan tersebut.

Lebih lanjut, Prof. Lusmeilia menjelaskan transformasi yang dilakukan Unila melalui visi “Kampus Berdampak”. Arah kebijakan Unila kini berfokus pada outcome dan impact melalui hilirisasi riset, penguatan kemitraan, serta pemanfaatan sains dan teknologi untuk solusi sosio-ekologis.

“Contohnya, Unila melalui kegiatan pengabdian di Desa Kiluan berfokus pada transformasi tata kelola keuangan UMKM dan masyarakat melalui digitalisasi dengan aplikasi SIAPIK dari Bank Indonesia,” ungkapnya.

Pada kesempataan tersebut, Rektor memberikan rekomendasi strategis terkait permasalahan urbanisasi, menurutnya perlu adanya desentralisasi berbasis potensi lokal, Integrasi kependudukan dalam RPJMD/RKPDes, memberikan Insentif generasi muda di desa, dan Kolaborasi dengan PTPK untuk mengawal radmap pembangunan.

Dwi Ariyansyah Alumnus FISIP Berdampak Lewat Gubuk Literasi

September 09, 2025



(Unila): Di balik semangat literasi yang terus tumbuh di tengah masyarakat, nama Dwi Ariyansyah atau akrab disapa Anca menjadi salah satu sosok yang memberi warna.

Sejak tahun 2021, ia memulai inisiatif mendirikan Gubuk Literasi, sebuah ruang belajar masyarakat yang hadir untuk mendampingi anak-anak agar memiliki akses bacaan, ruang aman, dan kesempatan berkembang.

Awalnya, Gubuk Literasi lahir pada 15 Agustus 2021 di tengah keterbatasan masa pandemi. Anca melihat banyak anak di lingkungannya kesulitan belajar dan tidak memiliki ruang memadai untuk membaca, sementara situasi pandemi membuat mereka lebih sering berkumpul sambil bermain gawai.

Dari kegelisahan itu, ia menghadirkan tempat sederhana dengan buku-buku yang bisa diakses siapa saja, sekaligus menjadi ruang aman dan upaya pencegahan agar anak-anak tidak larut dalam penggunaan gawai berlebihan. Tak disangka, inisiatif ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat sekitar.

“Gubuk Literasi ini bukan sekadar tempat membaca, tapi ruang untuk anak-anak bisa merasa aman, percaya diri, dan punya kesempatan berkembang,” ujar Ancha.

Seiring berjalannya waktu, kegiatan di Gubuk Literasi semakin beragam. Tidak hanya membaca, anak-anak juga diajak berdiskusi, mengikuti permainan edukatif, hingga melakukan eksperimen sederhana yang menumbuhkan rasa ingin tahu.

Misalnya menanam pohon bersama, bermain warna untuk mengenal dasar sains, dan berbagai kegiatan kreatif lainnya. Semua dirancang agar mereka merasa belajar adalah aktivitas yang menyenangkan.

Perjalanan Anca sendiri berawal dari masa kuliahnya di FISIP Unila, Program Studi D-3 Perpustakaan angkatan 2019. Ia aktif berorganisasi di berbagai lembaga mahasiswa, mulai dari BEM U, FSPI FISIP, DPM, hingga dipercaya menjadi Ketua Umum HMD Perpustakaan.

Dari sanalah ia terbiasa mengelola kegiatan, berinteraksi dengan banyak orang, dan mengasah kepedulian sosial. Semua pengalaman itu kemudian menjadi bekal ketika ia memutuskan untuk membangun Gubuk Literasi.

Salah satu cerita yang paling membekas adalah kisah seorang anak bernama Muhammad Nurul Fahri atau Moyes. Pada awalnya, Moyes belum bisa membaca dan menulis.

Namun setelah didampingi secara perlahan, ia mulai menunjukkan perkembangan. Kini, Moyes tidak hanya bisa bersekolah, tetapi juga berhasil meraih prestasi, bahkan pernah mewakili sekolahnya dalam lomba mewarnai.

“Melihat Moyes bisa sekolah dan berprestasi, padahal dulu ia belum bisa baca tulis, itu menjadi momen paling membahagiakan buat saya,” ujar Ancha.

Anca menekankan bahwa Gubuk Literasi adalah ruang bersama, bukan miliknya pribadi. Ia memang memulai pendirian, tetapi sejak awal banyak orang baik yang ikut terlibat.

Dukungan datang dari berbagai pihak, salah satunya Muthia Balqis yang kini berperan sebagai CEO Gubuk Literasi. Keberadaan para relawan yang konsisten mendampingi anak-anak juga menjadi kekuatan utama program ini.

Saat ini, kepengurusan Gubuk dipimpin Aryo Sulaiman dari UIN dengan semangat bersama untuk menjaga konsistensi gerakan literasi.

“Gubuk ini bukan punya saya sendiri. Memang awalnya saya mendirikan, tapi setelah itu banyak yang ikut membantu, seperti Mbak Muthia Balqis yang sekarang menjadi CEO Gubuk, serta teman-teman volunteer lainnya,” jelas Ancha.

Kini, Anca sendiri telah merantau ke Jakarta. Ia bersyukur karena bisa meniti karier sebagai pustakawan di Perpustakaan Nasional Indonesia. Meski tidak lagi berada di Lampung, ia tetap mendukung Gubuk Literasi dari jauh dan percaya bahwa gerakan ini akan terus hidup bersama para relawan.

Keberadaan Gubuk Literasi juga memberi pelajaran berharga bagi Anca tentang arti kebersamaan. Ia menyadari perubahan tidak harus dilakukan dengan langkah besar, tetapi bisa dimulai dari hal kecil yang dikerjakan secara konsisten.

Menurutnya, literasi adalah kunci untuk membuka kesempatan lebih luas, dan setiap orang bisa berperan menjadi bagian dari perubahan itu. Ada dua pilihan yang mahasiswa harus ambil, menjadi mahasiswa yang berperan atau baperan.

“Semua pilihan boleh, tapi kalau jadi mahasiswa yang baperan, harus bawa perubahan. Tanggung jawab sebagai mahasiswa bukan sebatas kamu dan Tuhan, tapi banyak orang-orang yang mengharapkan kamu untuk melakukan sebuah perubahan. Kalau bukan kita siapa lagi? Kalau bukan sekarang kapan lagi? ‘Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia. (HR. Ahmad),” ujar Ancha.

Mahasiswa Australia Kunjungi FISIP dalam Program Cultural & Study Visit 2025

September 08, 2025

(Unila): Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Lampung (Unila) menerima kunjungan enam mahasiswa asing dari Charles Sturt University, Australia, dalam program Cultural & Study Visit (CSV) yang berlangsung pada September 2025.

Kegiatan ini menjadi ajang pertukaran akademik internasional sekaligus memperkenalkan praktik literasi, perpustakaan, dan budaya lokal di Lampung.

Hari pertama, Senin, 8 September 2025, mahasiswa mengikuti faculty induction di FISIP Unila dan kuliah tamu di Program Studi D-3 Perpustakaan.

Pada sesi ini, mahasiswa diperkenalkan pada sistem akademik dan dinamika pendidikan tinggi di Indonesia. Kuliah tamu menghadirkan dosen yang berpengalaman mengenai pengelolaan perpustakaan di era digital, sekaligus membuka ruang dialog dengan mahasiswa Unila.

Hari kedua, Selasa, 9 September 2025, melakukan kunjungan ke UPA Perpustakaan Unila dan diterima langsung Kepala UPA Perpustakaan Unila, Bayzoni.

Selanjutnya, kunjungan berlanjut ke Perpustakaan Universitas Malahayati, yang juga disambut hangat Bapak Nowo Hadianto selaku kepala Perpustakaan.

Pada kedua lokasi ini, mahasiswa asing berkesempatan melihat fasilitas layanan, sistem digitalisasi koleksi, dan program pengembangan literasi di lingkungan perguruan tinggi.

Agenda berikutnya dilanjutkan dengan kunjungan ke Dinas Perpustakaan Kota Bandar Lampung serta Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung.

Rangkaian kegiatan ini diharapkan semakin memperkaya wawasan mahasiswa asing tentang peran strategis perpustakaan dalam mendukung pendidikan dan literasi masyarakat Indonesia.

Kunjungan ini juga memperkuat kerja sama lintas institusi dalam mengembangkan inovasi layanan informasi. Keenam mahasiswa Charles Sturt University akan melaksanakan work placement di tiga institusi, yakni UPA Perpustakaan Unila, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung, serta SMAN 9 Bandar Lampung.

Program ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk terlibat langsung dalam pengelolaan koleksi, layanan referensi, hingga program literasi bagi pelajar dan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, FISIP Unila berharap terjalin jejaring akademik tingkat internasional sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya, literasi, dan praktik perpustakaan di Lampung kepada mahasiswa asing.

Unila Dampingi Masyarakat Pekon Tanjung Jati Olah Limbah Tambak Udang Jadi Pupuk Organik Cair

September 07, 2025

(Unila): Rektor Universitas Lampung (Unila) Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., IPM., ASEAN Eng., membuka kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Pekon Tanjung Jati, Kabupaten Pesisir Barat, Minggu, 7 September 2025.

Kegiatan ini menjadi bentuk konsistensi Unila dalam mendampingi masyarakat di daerah terjauh dan terluar (2T), dengan fokus pelatihan pengolahan limbah tambak udang menjadi pupuk organik cair (POC).

Kegiatan merupakan tindak lanjut dari kunjungan Rektor sebelumnya. Saat itu masyarakat Pekon Tanjung Jati menyampaikan kebutuhan pendampingan terkait pengolahan limbah tambak udang yang dinilai mendesak.

Pada kesempatan kali ini, pendampingan dilakukan langsung Dr. Eng. Ir. Dikpride Despa, S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng., Dr. Eng. Mardiana, S.T., M.T., dan Dr. Dewi Sartika, S.T.P., M.Si. Hadir pula dosen Wahyu Eko Sulistiono, S.T., M.Sc., serta Dr. Henky Mayaguez, S.Pi., M.Sc., dari Unila SDGs Center.

Rektor juga menyerahkan bantuan berupa pH meter dan TDS meter. Perangkat ini sangat bermanfaat bagi masyarakat untuk memantau keamanan limbah tambak sebelum dialirkan ke lingkungan sekitar. Pengukuran di lapangan menunjukkan nilai TDS sebesar 4.400 ppm, melebihi ambang batas aman yaitu 2.000 ppm.

Rektor menyampaikan, dengan adanya pendampingan, masyarakat diharapkan mampu mengolah limbah tambak menjadi POC yang memiliki nilai jual, sehingga dapat meningkatkan pendapatan sekaligus mengurangi permasalahan lingkungan.

Peratin Pekon Tanjung Jati Hartoni, S.Pd.I., M.Pd.I., yang turut hadir dalam acara, menyambut baik konsistensi Unila dalam mendukung masyarakat. Kepala LPPM Unila Dr. Eng. Ir. Dikpride Despa, S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng. menegaskan kegiatan ini merupakan bentuk nyata peran universitas dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan di daerah 2T.