Tampilkan postingan dengan label Way Kanan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Way Kanan. Tampilkan semua postingan

Polisi Tangkap Suami Pembacok Tetangga yang Ketahuan Selingkuh dengan Istrinya

September 07, 2024

LAMPUNG - Seorang suami di Way Kanan Lampung, tega menghabisi nyawa tetangganya sendiri setelah memergoki istrinya berselingkuh.

Pelaku ditangkap hanya dalam waktu 4 jam pasca kejadian.

Peristiwa tragis ini terjadi pada Selasa (3/9/2024) sekitar pukul 23.30 WIB. Pelaku, BY (30), langsung ditangkap oleh pihak kepolisian.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Umi Fadilah mengatakan, pelaku berinisial BY (30), merupakan warga Kampung Cugah, Kecamatan Baradatu.

"Peristiwa yang menewaskan korban, berinisial S, terjadi pada Selasa malam (3/9/2024) sekitar pukul 23.30 WIB," ujar Umi, Jumat (6/9/2024). 

Dari penyelidikan sementara, diketahui bahwa aksi pembunuhan ini dipicu oleh kemarahan pelaku yang mendapati korban memiliki hubungan gelap dengan istrinya.

Kapolres Way Kanan AKBP Adanan Mangopang merinci kronologi kejadian. Menurutnya, peristiwa ini bermula ketika pelaku pulang dari kerja sekitar pukul 22.00 WIB dan langsung beristirahat di kamar bersama istri serta anaknya.

Setengah jam kemudian, pelaku terbangun untuk mengambil air minum. Saat itu, dia mendapati bahwa istrinya tidak ada di dalam kamar.

"Saat menuju dapur, pelaku mendengar suara dari arah kamar belakang. Merasa curiga, ia lantas mengambil golok yang tergantung di dinding," jelasnya

Dengan golok di tangan, pelaku membuka pintu kamar belakang dan terkejut melihat istrinya sedang bersama korban. 

Korban kemudian mencoba melarikan diri melalui pintu belakang setelah mendorong pelaku. Namun, pelaku mengejar dan membacoknya tiga kali di bagian punggung.

Setelah itu, pelaku mencari istrinya yang bersembunyi dan mengunci diri di kamar karena ketakutan.

Adanan menambahkan, jasad korban ditemukan warga dalam keadaan bersimbah darah di kebun belakang rumah pelaku.

Sekretaris DPC PJS Way Kanan Bukannya Minta Maaf, Malah Membenarkan Diri

Juli 06, 2024

 


Way Kanan -  Sekretaris DPC Pro Jurnalis Media Siber (PJS) Way Kanan, Warseno, angkat bicara terkait pernyataan anggota DPRD Way Kanan, Masda Yulita, yang diduga melecehkan profesi wartawan.

“Secara profesional, jelas tersinggung dengan perkataan anggota DPRD tersebut, karena ia menyatakan itu pada acara resmi saat penjaringan aspirasi masyarakat (Jaring Asmara) DPRD Dapil V dan didengar oleh pejabat lain,” kata Warseno, Rabu (6/07/2024).

Menurutnya, Ketua Partai Gerindra Way Kanan seharusnya menegur atau memberikan sanksi kepada anggotanya yang lancang berbicara di luar kewenangannya, mengurusi kinerja lembaga lain yang tidak ada hubungan dengan dirinya sebagai anggota dewan, tegas Warseno.

Warseno meminta agar anggota DPRD Way Kanan, Masda Yulita, meminta maaf kepada awak media, bukan hanya yang bertugas di Way Kanan tetapi juga secara nasional.

“Di sini, kualitas dewan dipertaruhkan. Makanya, Masda itu harus berani meminta maaf kepada wartawan melalui media. Bukan malah melakukan pembenaran diri. Kalau saya baca di salah satu media hari ini, jawaban Masda itu mencari pembenaran diri,” ujarnya.

Warseno menegaskan, jika anggota dewan tersebut tidak mau meminta maaf, maka jangan salahkan jika seluruh awak media menggeruduk Gedung Wakil Rakyat.

“Kalau tidak mau minta maaf, kami sudah kompak akan melakukan unjuk rasa ke Gedung DPRD Way Kanan, karena kapasitas dia (Masda Yulita, RED) saat bicara itu sebagai wakil rakyat. Seharusnya bukan itu yang dibahas, tapi pembangunan,” kata Warseno.

Di Way Kanan, kata Seno, sapaan akrab Warseno, banyak wartawan yang sudah senior, bahkan sebelum oknum tersebut menjadi anggota dewan.

“Apakah Masda itu selama ini selalu membaca berita, tahu perkembangan dunia dengan membaca berita? Banyak proyek miliaran yang menyimpang ditulis oleh kawan media. Tahu tidak dia?” katanya.

Warseno menambahkan, wartawan bekerja sesuai dengan Undang-undang dan dilindungi oleh UU No 40 tahun 1999.

“Kami bekerja ada undang-undangnya, semua sudah diatur dengan aturan, sama seperti DPRD, mereka juga bekerja sesuai aturan. Kami juga kontrol sosial, kalau dewan kok mengkritik kami, lalu kerja mereka ngapain? Apa jadi pemain juga?” kata Seno.Rep.(.Cikwan.warnas.).

Waw Ko Yu Ikut Memeriahkan Acara Calon Bupati Waykanan

Juni 01, 2024




Waykanan, KONSUMSIPUBLIK - Gelaran konser musik gratis yang bertajuk "Gebyar Lampung Maju" kembali dilaksanakan oleh tim kerja pemenangan Bakal Calon Gubernur (Bacagub) Lampung Ir. H. Hanan A Rozak, MS, kali ini yang dipusatkan di Lapangan Semarang, Kampung Bhakti Negara, Kecamatan Baradatu, Kabupaten Way Kanan, pada Jumat (31/5/2024) malam.

Sebelum konser musik dimulai, nampak di lokasi acara sejak pukul 19.00 WIB telah dipadati oleh ribuan Masyarakat Kabupaten Way Kanan khusunya dari Kecamatan Baradatu dan sekitarnya, yang menunggu gelaran konser musik dimulai, selain itu terlihat juga puluhan stan berupa pasar UMKM yang menyediakan beraneka ragam makanan dan juga mainan anak-anak turut meramaikan lokasi Gebyar Lampung maju.


Dalam sambutannya, Bacabup Way Kanan, Resmen Kadapi, S.H, M.H menyampaikan selamat datang Bacagub Lampung Hanan A Rozak ditengah-tengah Masyarakat Kab. Way Kanan. 

"Selamat datang Bapak Hanan, sebagai Bacabup Saya berjanji kedepan masalah jalan akan mulus dalam kurun 1 tahun, kemudian pendidikan gratis, dan kesehatan gratis, cukup pakai KTP, apakah siap saudara-saudaraku?, tanya Bacabup Kadapi, ribuan masyarakat pun menjawab, "siap", maka selain harus memenangkan saya sebagai Bupati Way Kanan terpilih kedepan, "apakah saudaraku siap memenangkan Gubernur Nya Bapak Hanan", kembali dengan kompak Masyarakat yang hadir menjawab, "siap".

" Lanjut " Masi di tempat yang sama nampak pula Ko Yu di atas panggung yang nampak riang gembira dalam mengikuti acara gelaran konser musik yang bertajuk "Gebyar Lampung Maju" Tersebut.

Diduga Dikerjakan Asal-asalan, Pengerjaan Siring Pasang Kampung Sumber Baru Banjit Dikeluhkan Warga

Oktober 08, 2023

 


Way Kanan - Sejumlah warga Sumber Baru Kecamatan Banjit Way Kanan mengeluhkan jeleknya kualitas pekerjaan Siring Pasang di Kampung mereka.

Terlihat dari cara pemasangan batu terkesan asal-asalan , hanya satu pinggirnya saja yang dipasang batu dalamnya dan sebelahnya tidak, sedangkan atasnya langsung ditimbun pakai adukan semen.

Tak hanya cara pemasangan batu yang diduga Amburadul. Tanah bekas galian siring tersebut juga terlihat hampir memenuhi badan jalan sehingga susah untuk berpapasan bagi para pengguna kendaraan roda Empat.

Hal ini disampaikan salah satu warga Kampung Sumber Baru yang merasa terganggu dengan material yang diletakkan begitu saja dipingir jalan dan juga tanah timbunan yang dicecer dijalanan.

"Kami kesulitan, apalagi yang punya kendaran roda Empat yang akan melalui jalan ini, karena banyak material yang berada di bahu jalan," ujar salah satu warga yang tidak mau disebutkan namanya.

Selain itu juga salah satu warga menambahkan bahwa pekerjaan pemborong ini amburadul , karena hanya salah satu saja lapisan yang di pasang batu dan diatasnya hanya diberi adukan semen.

"Jelas ini merugikan Negara, karena pola ini tidak sesuai spek atau juknis pekerjaan dan ini juga terindikasi adanya upaya korupsi dari pemborongnya untuk memperkaya diri," tutup nya.

Selain itu tidak ada papan nama untuk keterangan kegiatan pembangunan siring pasang di Kampung Sumber Baru Banjit

Seharusnya pemborong sangat diwajibkan untuk memasang papan proyek sesuai dengan prinsip transparansi anggaran, yang mana sudah menjadi suatu keharusan dalam menjalankan suatu program pekerjaan tersebut. 

Dimana pemasangan papan informasi proyek dimulai sejak awal hingga akhir pekerjaan wajib terpasang. 
Adapun aturan-aturan tersebut pada dasarnya sudah jelas tertera dalam UU Nomor 14 tentang Keterbukaan Informasi Publik, dalam hal ini apa bila terdapat dalam suatu proyek pembangunan tidak menyertakan (memasang) papan informasi proyek, maka perlu ada suatu tindakan dan perlu dicurigai terdapat suatu hak yang kurang benar terhadap proyek tersebut. 

Pembangunan siring pasang di Kampung Sumber Baru Kecamatan Banjit ini menjadi catatan sendiri bagi tim untuk di jadikan laporan ke APH apabila tidak diperbaiki mutu dan pekerjaan harus rapi agar masyarakat dapat menggunakan jalan ini dengan baik jangan sampai adanya kecelakaan. (Firmansyah)

Ketua Tiem Investigasi SMSI Way Kanan Menyayangkan Pekerjaan Lapen yang Dibuat Asal Jadi

Oktober 08, 2023

 



Way Kanan - Oknum Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tukiman Ngalimun yang diberi mandat mewakili masyarakat Kecamatan Rebang Tangkas, karena salah satu tugas dan fungsi DPRD adalah mewakili masyarakatnya, adapun pekerjaan lapen tersebut tepat di belakang rumah oknum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tukiman Ngalimun dari fraksi Nasdem.

Hasil Pekerjaan Lapen di Kecamatan Rebang Tangkas sangat melukai hati masyarakat, pasalnya pengerjaan itu diduga dibuat asal jadi dan tidak sesuai juklak dan juknis, hal ini membuat masyarakat kecewa. Terdapat di beberapa titik jalanan yang sudah mulai hancur, dan tidak layak untuk dilalui pengendara dan masyarakat, hal ini sangat berbanding terbalik dengan pembangunan infrastruktur yang gencar dilakukan Pemerintah Kabupaten Way Kanan, Dinas Pekerjaan Umum dan penataan ruang. 

Pengerjaan pembangunan jalan ini dilaksanakan oleh CV Tiga Putra, dimana proyek yang dikerjakan asal-asalan, tidak mengedepankan mutu dan kualitas Pembangunan hingga pekerjaan tersebut diduga amburadul dan asal jadi.

Kuat dugaan pekerjaan proyek tersebut jadi ajang korupsi dan mencari keuntungan pribadi. Pasalnya saat Tim Investasi Media Siber Indonesia, Darlin Cek dan dari media lainnya melakukan kontrol sosial, terlihat bahwa pekerjaan tersebut tidak layak untuk dijadikan sebagai jalan umum, jangankan untuk dilewati mobil, dilewati motor saja sudah terkelupas dan hancur, dari hal itu kuat dugaan dalam pengerjaan pembangunan jalan sarat akan pengurangan material demi mendulang keuntungan yang lebih besar, tanpa mementingkan kualitas bahan material.

Maka dalam hal ini Darlin cek selalu Ketua Tim Investigasi Media Siber Indonesia ( SMSI) Way Kanan meminta kepada DPRD, Bupati Way Kanan dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), untuk memanggil perusahaan yang terlibat dalam pekerjaan tersebut, hal ini akan segera disampaikan secara bersurat dan Tim SMSI Way Kanan akan melaporkan ke penegak hukum jika tidak ada tindak lanjut dari pihak terkait. (*)

Diduga Bedah Rumah di Way Kanan jadi Ajang Permainan Pengelola

Oktober 06, 2023


Way Kanan - Diduga Banyak kejanggalan pengerjaan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), hal ini berdasarkan hasil temuan Tim Investigasi Serikat Media Siber Indonesia Kabupaten Way Kanan.

Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) merupakan program bantuan perbaikan rumah yang dilakukan secara swadaya oleh masyarakat penerima bantuan, dalam hal ini masyarakat yang terkategori Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Tahun 2023 di Bumi Ramik Ragom Kabupaten Way Kanan, terdapat 2.000 unit Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) untuk penerima manfaat yang di tersebar 15 Kecamatan yang ada.

Dari hasil temuan tim investigasi, bahwa pengerjaan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) tidak Mengacu pada Peraturan Menteri PUPR Nomor 7 Tahun 2022 tentang Pelaksanaan Bantuan Pembangunan Perumahan dan Penyediaan Rumah Khusus.

Diketahui Program BSPS merupakan dukungan dana dari Pemerintah yang ditujukan kepada Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) untuk peningkatan kualitas rumah swadaya berasaskan kegotong-royongan.

Dilapangan Tim Investigasi menemukan kejanggalan tentang penerima bantuan dan proses pembelian bahan material serta sistem pengerjaan.

Temuan investigasi SMSI akan di laporkan kepada Pihak terkait, agar mekanisme penerima bantuan dan penyaluran bantuan dapat sesuai dengan ketentuan dan tepat sasaran. (*)

Kembali terjadi Percobaan Pembegalan terhadap Dua orng Ibu dan Anak di Blambangan Umpu Kab, Way Kanan

Oktober 05, 2023

 


Way Kanan - Ibu kota Kabupaten Way Kanan Kelurahan Blambangan Umpu saat ini sedang tidak baik-baik saja, dimana percobaan pembegalan telah terjadi di sekitar Komplek Pemerintah Daerah Kabupaten Way Kanan. Jum'at , (6/10/2023).

Kejadian percobaan begal ini terjadi di jalan masuk menuju Komplek Pemkab Way Kanan, jalan yang dilalui ini juga bisa menuju ke Kantor KPU, Bawaslu dan kantor-kantor satuan kerja Pemkab Way Kanan dan jalan menuju Kampung Lembasung.

Beredar informasi bahwa telah terjadi percobaan kepada 3 orang Korban, terdiri dari 2 orang wanita dan 1 orang anak-ana, korban mengalami luka-luka akibat ditendang oleh 2 orang tak dikenal, kuat dugaan mereka akan mengambil motor ketika korban terjatuh.
Mereka yang menjadi percobaan pembegalan ini ialah, Sudari (29) Alamat Jalan Raden Djambat Lingkungan 2 , Erpiana (22) beralamat Perumahan Pitaloka Lingkungan 9 dan Gibran (2) Anak Kandung Erpiana, mereka mengalami luka-luka karena mempertahankan motornya.

Dari keterangan korban, pelaku berjumlah 2 orang, ketika mereka hendak pulang dari rumah salah satu keluarga yang berada di KM 5, saat itulah mereka telah diikuti sejak dari KM 4 sekitar pukul 19.50 Wib, Kamis Malam (5/10).

Karena merasa telah dibuntuti, akhirnya korban membelokan kendaraan roda dua ke arah jalan pintu samping Pemkab atau jalan menuju arah Bawaslu Kabupaten Way Kanan dan Kampung Lembasung.

Belum sampai di Pertigaan Simpangan Bawaslu Way Kanan, korban di dekati oleh ke 2 pelaku yang diduga akan mengambil motor dan langsung menerjang motor korban hingga jatuh.

Ketika korban terjatuh dan melihat suasana tidak aman, ke 2 pelaku langsung tancap gas dan melarikan diri meninggalkan korban.
Korban langsung menelpon Keluarga, dan mereka berhasil diselamatkan dengan dibantu warga sekitar, lalu korban langsung dibawa ke Puskesmas Blambangan Umpu untuk diberikan perawatan karena mengalami luka-luka.

Kejadian percobaan pembegalan ini telah dibenarkan oleh Lurah Blambangan Umpu Nasroh Jidil, SE., yang semalam juga ikut mendampingi korban di Puskesmas Blambangan Umpu.

"Sekitar Pukul 19.50 WIB ada 2 warga Blambangan Umpu dan satu anaknya telah menjadi korban percobaan pembegalan di Jalan masuk kantor Bawaslu.dan KPU Way Kanan , kami sempat mendampingi korban di puskesmas untuk mendapatkan perawatan," ucapnya.

"Kami memohon agar Warga Kelurahan Blambangan Umpu dan sekitarnya untuk tetap berhati-hati ketika berkendaraan, kalau ada yang mencurigakan agar cepat-cepat melapor ke RT Masing-masing atau mencari tempat yang ramai untuk berhenti," tutup Nasroh.

Dengan adanya kejadian ini dan Rawan begal mulai di kelurahan Blambangan Umpu, dimana kejadian ini merupakan tempat pusat Pemerintahan Kabupaten Way Kanan, warga meminta agar pihak APH untuk mengadakan patroli rutin dan menyediakan CCTV didaerah yang diduga rawan kejahatan. (*)