| While virtually all exercise is beneficial for general, ‘whole body’ health, cycling is especially great for positive mental health |
Kita sering menulis tentang manfaat olahraga bagi kesehatan fisik dan emosional. Berbagai penelitian menemukan bahwa kombinasi antara olahraga dan paparan alam terbuka adalah "ramuan ajaib" bagi kesehatan mental kita. Saking ampuhnya, hal ini kini dianggap sebagai komponen terapi utama dalam strategi melawan depresi, kecemasan, dan stres.
Bersepeda berkali-kali muncul sebagai aktivitas yang sangat berguna bagi kesehatan mental yang positif. Olahraga ini mudah diakses oleh hampir semua orang, dan sifatnya yang ritmis, aerobik, serta rendah benturan (low impact)—mirip dengan keterampilan motorik lainnya—memiliki manfaat yang terbukti dapat meningkatkan fungsi otak.
"Kesehatan fisik dan emosional kini dianggap sebagai komponen terapi utama dalam setiap strategi untuk melawan depresi, kecemasan, dan stres."
Terbaik dari semuanya, bersepeda itu mudah dan praktis, terutama bagi penduduk kota. Anda bisa memasukkannya ke dalam rutinitas harian dengan bersepeda saat berangkat kerja atau saat pergi ke toko terdekat. Hindari kemacetan, dapatkan perspektif baru tentang kota Anda, dan sering kali Anda justru menghemat waktu!
Tentu saja, banyak orang bersepeda hanya karena itu membuat mereka bahagia—sesuatu yang tidak boleh dianggap remeh. Namun, di luar "faktor kebahagiaan" tersebut, ada serangkaian manfaat spesifik yang menjadikan bersepeda sebagai bagian penting dari "kotak P3K" kesehatan mental Anda.
Manfaat Bersepeda bagi Kesehatan Mental
Penasaran bagaimana bersepeda membantu mental Anda? Berikut adalah daftar alasan kuat untuk mulai mengayuh demi kesejahteraan Anda:
Memperbaiki Suasana Hati (Mood): Pesepeda rutin sering membicarakan tentang "cycling high", mirip dengan "runner’s high". Bersepeda memompa darah ke seluruh tubuh lebih cepat, memungkinkan penyebaran endorfin dan zat baik lainnya seperti dopamin, norepinefrin, dan serotonin secara cepat.
Meningkatkan Kesejahteraan Diri: Kepercayaan diri, depresi, kecemasan, dan stres semuanya dipengaruhi secara positif oleh olahraga. Namun, bersepeda terbukti menjadi salah satu aktivitas paling efektif untuk menenangkan pikiran dan hati.
Membantu Tidur Lebih Nyenyak: Bersepeda secara rutin membantu menyinkronkan ritme sirkadian Anda dan menurunkan kadar hormon stres yang sering kali membuat tidur nyenyak yang regeneratif menjadi sulit.
Meningkatkan Daya Ingat: Mengayuh sepeda membantu membangun sel-sel otak baru yang bertanggung jawab atas memori.
Meningkatkan Berpikir Kreatif: Gerakan bersepeda yang teratur dan seragam memberikan efek relaksasi pada otak, menstabilkan fungsi fisik maupun mental.
Menenangkan Pikiran: Bersepeda mendorong pola pikir baru yang menciptakan perasaan tenang. Ini bisa menjadi cara untuk "istirahat sejenak" dari dunia, bahkan bisa digunakan sebagai bentuk meditasi. Tips: Berkonsentrasilah pada gerakan kaki, ritme napas, dan angin di wajah Anda. Fokus hanya pada sensasi fisik saat berkendara, dan Anda akan terkejut betapa mudahnya pikiran Anda menjadi jernih.
Manfaat untuk Kehidupan Seksual: Bersepeda melatih otot-otot kunci yang sama yang kita gunakan saat berhubungan intim, jadi... tentu saja ini bermanfaat.
Bersepeda untuk Kesehatan Otak
Bersepeda dapat menumbuhkan otak Anda sebagaimana ia menumbuhkan otot. Aliran darah ke otak meningkat, membawa lebih banyak oksigen dan nutrisi yang meningkatkan kinerjanya. Bersepeda meningkatkan produksi protein yang digunakan untuk menciptakan sel otak baru hingga dua atau tiga kali lipat dari normal! Hal ini juga meningkatkan aktivitas yang memungkinkan berbagai area otak berkomunikasi lebih efektif, serta menangkal penurunan fungsi otak seiring bertambahnya usia.
Manfaat Sosial
Bersepeda memudahkan kita untuk bergabung dengan komunitas yang sepemikiran. Mantan atlet rugby profesional Australia, Mat Rogers, pernah berkata: "Saya rasa pria dalam kelompok bersepeda adalah kelompok yang paling tidak depresi, karena mereka bisa mencurahkan isi hati, mengobrol, dan mereka tidak merasa dipandang rendah atau dihakimi."
Mengapa tidak mengajak teman atau keluarga untuk bersepeda santai di lingkungan sekitar? Ini adalah cara yang bagus untuk bersosialisasi, menikmati alam terbuka, dan menghilangkan stres.
Seberapa Sering Harus Bersepeda?
Ilmuwan menyarankan bersepeda secara stabil selama 30-60 menit dengan kecepatan yang konsisten (bukan sprint) sebagai keseimbangan yang baik. Menjaga detak jantung di angka 75% dari batas maksimum juga disarankan. Tiga hingga lima sesi seminggu sudah cukup untuk merasakan manfaatnya mengalir.
Jika jadwal seperti ini sulit bagi Anda, mulailah dengan memasukkannya ke rutinitas biasa. Gunakan sepeda ke toko alih-alih menyetir mobil, atau bersepeda ke kantor sesekali. Segera, manfaatnya akan mulai terlihat, dan akan lebih mudah bagi Anda untuk terus melakukannya secara rutin!