Tampilkan postingan dengan label Video. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Video. Tampilkan semua postingan

Skandal SPAM Pesawaran Merembet ke Desa: Modus Biaya Blangko dan Matrai Terungkap, Pokmas Akui Adanya Pungutan

Januari 24, 2026

  


PESAWARAN – Di tengah intensnya pemeriksaan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung terhadap Bupati Nanda Indira Bastian terkait dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), fakta baru mengenai sisi kelam proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) senilai Rp8,2 miliar mulai terkuak di tingkat desa.

Dugaan praktik pungutan liar (pungli) dengan modus biaya administrasi blangko dan meterai ditemukan di beberapa titik, termasuk Desa Pasar Baru, Kedondong, Way Kepayang, dan Kububatu.

Pengakuan Koordinator Pokmas: "Hanya Orang Suruhan"

Koordinator Kelompok Masyarakat (Pokmas) berinisial BN memberikan pengakuan mengejutkan terkait operasional di lapangan. Ia membenarkan adanya penarikan uang dari warga yang masuk dalam daftar Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

  • Modus Operandi: Warga diminta mengisi blangko berdasarkan kuota (sebanyak 229 KPM) dengan menyertakan tiga buah meterai.

  • Pungutan Liar: BN mengakui adanya penarikan dana sebesar Rp50.000 per warga, bahkan diduga lebih. Dana tersebut diklaim digunakan untuk biaya operasional seperti "uang bensin dan rokok" petugas lapangan.

  • Klaim Tekanan: BN mengaku hanya menjalankan perintah atasan dan saat ini tengah berada dalam posisi sulit akibat mencuatnya kasus ini ke ranah hukum.

"Kami orang suruhan, lurus-lurus saja. Saya tidak menyangka akan jadi seperti ini. Terkait uang Rp50 ribu itu, mungkin buat beli bensin kami. Saya juga sedang bernegosiasi dengan Pak Kades terkait masalah ini," ujar BN kepada awak media, Sabtu (24/1/2026).

Saling Tuding dan Upaya Pembungkaman Media

Dalam keterangannya, BN sempat meminta awak media untuk menghapus pemberitaan (take down) terkait temuan di lapangan dan berjanji akan membicarakan hal tersebut lebih lanjut. Ia juga mengeklaim telah berkoordinasi dengan Kepala Desa berinisial F, namun hingga kini belum ada solusi konkret terkait pertanggungjawaban dana yang telah ditarik dari warga.

Jeritan KPM dan Desakan kepada APH

Ratusan warga penerima manfaat kini terjepit di antara kegagalan fisik proyek dan beban pungutan ilegal. Tokoh masyarakat setempat mendesak agar Aparat Penegak Hukum (APH), khususnya Kejati Lampung, Dirkrimsus Polda Lampung, hingga Mabes Polri, tidak hanya berfokus pada elit politik, tetapi juga turun tangan mengusut tuntas "permainan" di tingkat desa.

"Ini masalah urgensi kebutuhan air bersih masyarakat. Kami minta APH tidak tutup mata. Tangkap semua yang terlibat, dari tingkat atas sampai bawah yang sudah merampas hak masyarakat kecil," tegas salah satu sesepuh perwakilan warga.

Kasus ini diprediksi akan terus berkembang seiring dengan pendalaman bukti TPPU oleh Kejati Lampung, di mana anggaran Rp8,2 miliar tersebut terindikasi tidak terserap sepenuhnya untuk pembangunan fisik SPAM, melainkan diduga dialihkan untuk kepentingan pribadi dan kelompok tertentu.








Dekranasda Pesibar 2025–2030 Resmi Dilantik, Siap Majukan Kerajinan Lokal

Mei 10, 2025

 



4 Bulan Umur Rabat Beton Siluman, Ngelotok, Gantung Utang Sewa Molen Rp.700.000

April 16, 2025

WAY LIMA (UNDERCOVER) - Proyek Pembangunan Rabat Beton Volume 60m diduga siluman didusun kebon pisang, Desa Banjar Negeri, kecamatan Way Lima, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung yang baru seumur jagung,dikerjakan pertengahan bulan Desember-2024, tepatnya 4 bulan yang lalu, diduga bersumber dari Anggaran Dana Desa (DD) Tahun 2024, terindikasi siluman, Mar-Up Volume 20m dan tidak sesuai spek, kini menuai keritikan. Rabu, 16/04/2025.



Berawal dari laporan Umaidi penjual jasa sewa mesin molen cor terduga korban penipuan oleh terduga pelaku oknum kaur pembangunan didesa Banjar Negeri. Awak media mencoba menelisik kronologis pristiwa yang dimaksud. Jum'at, 10/04/2025. Dengan didampingi Umaidi terduga korban mencoba mendatangi rumah pribadi kepala Desa Banjar Negeri Zel Gusrial guna melaporkan dugaan kasus penipuan yang dialaminya, diduga dilakukan oleh Oknum kaur pembangunan Joni, sayangnya kades Zel Gusrial tidak berada ditempat.

Selanjutnya awak media bersama Umaidi mencoba menelisik lokasi realisasi pembangunan Rabat Beton yang dimaksud, amat miris, bangunannya nampak mulai ngelotok dan berdebu, diduga pengerjaannya tidak sesuai Spek dan Mar-Up Volume 20m. Menurut warga setempat meminta Identitasnya untuk dirahasiakan menuturkan, padahal pembangunan ini menurut kata para pekerja Volume nya 80m X 2m, dan ini baru seumur jagung, tepatnya dikerjakan pertengahan bulan Desember-2024 Tahun kemarin sudah pada ngelotok, dan berdebu, namun jika soal Anggarannya berapa...???

Bersumber dari Dana mana kami semua yang ada didusun kebon pisang tidak tahu, sebab memang tidak pernah dipasang/terpasang bener papan informasi publik, hingga kini pun tidak ada prasastinya tandasnya.

Berbeda Statement kaur pembangunan Joni terduga pelaku penipuan ketika dikonfirmasi dirumah pribadinya terkesan menginterpensi serta mengancam sekaligus menantang awak media dan Umaidi terduga korban penipuan. Joni menuturkan, saya ini paling benci urusan kecil pakek-pakek algojo segala, terang aja kalau gak ayo kita berantem aja sekalian sekarang, pusing mana gajih kami aparatur 3 bulan dipangkas habis oleh pihak Bank ini kalian datang-datang nagih hutang, ini saya dari kemarin WA pak kades mau minjem Rp2,5 jt, dijawab kades nanti saya kabarin saya masih ada tamu ujar joni menunjukan hp nya. Pokoknya tunggu dulu sehari dua ini kalau saya dah dapat pinjaman dari pak kades pasti langsung saya bayar tandasnya.



Setelah limit waktu yang dijanjikan Senin, 14/04/2025 Joni terduga pelaku ketika dihubungi melalui Fia telfon tidak diangkat, sms melalui Wats-Ap kembali hanya mengumbar janji.

Berbeda lagi Statement kades Zel Gusrial ketika dikonfirmasi melalui pesan Wats-Ap terkesan membela diri, tidak ambil perduli. Joni dirumah sakit anaknya sakit, tagih langsung sama joni aku gak paham, dari desa sudah dibayar lunas melalui joni.

Mf, jika memang kaur pembangunan (terduga pelaku penipuan red) dan Pemdes Banjar Negeri memang tidak ada etikat baik guna penyelesaian maka, salam dari pak Umaidi (selaku terduga korban) akan melaporkan terkait dugaan penipuan ini ke polsek kedondong selaku Aparat Penegak Hukum (APH), dan pihak instansi inspektorat selaku Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) pak kades.

Mau apa ke Inspektorat bg...??

Itukan urusan pribadi mereka, jika ke inspektorat sama artinya melaporkan desaku yang bermasalah, terkecuali jika desa yang belum membayar laporin gak apa-apa bg, sekarang yang saya tanya yang punya hutang ini desa apa joni tandasnya.

Diduga, karena merasa ditipu dan dilecehkan melalui bualan modus janji terduga pelaku oknum kaur pembangunan (red) terduga korban penipuan Umaidi dalam waktu dekat ini akan segera melaporkan pristiwa yang dialaminya ke pihak Polsek kedondong tembusan Polres Pesawaran, sekaligus ke instansi Inspektorat, dengan meminta pendampingan awak media selaku sosial kontrol, agar tetap terjaga ketransparansian publik.

Diketahui menghalang-halangi tugas wartawan/jurnalis pada saat menjalankan tugasnya dapat dijerat pidana sebagaimana diatur dalam pasal 18 ayat (1) undang-undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers. 

Setiap orang yang secara dengan sengaja melawan hukum melakukan tindakan yang berakibat menghambat, serta menghalang-halangi pelaksanaan Pers/Jurnalis, ketentuan Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dapat dipidana dengan pidana penjara paling lama 2(dua) tahun atau denda paling banyak Rp.500.000.000 (lima ratus juta rupiah) serta dalam Peraturan Undang-undang pengancaman melalui media Elektronik dapat dikenakan pidana berdasarkan Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) sebagaimana telah diubah oleh undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan diatas Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang informasi dan Transaksi Elektronik ( UU 19/2016*) yaitu Pasal 45 B UU 19/2016 jo Pasal 29 UU ITE

Gubernur Lampung Membuka Grand Opening Saung Bude, Menu Andalan Sop Simba

Maret 17, 2025

 Bandarlampung, - Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal di dampingi Owner Saung Bude Budi Santoso menghadiri dan melakukan grand opening rumah makan Saung Bude di jalan Airan arah Jatimulyo, Senin (17/03/2025).



Grand Opening rumah makan Saung Bude secara resmi ditandai dengan pemotongan Pita yang dilakukan oleh Gubernur Lampung, didampingi Owner Saung Bude Budi Santoso.

Gubernur, mengapresiasi atas inovasi dan kreatifitas pengusaha muda Provinsi Lampung.

“Ini suatu keberkahan tersendiri, dibulan puasa penuh berkah ini, alhamdulillah masih muncul pengusaha-pengusaha muda kita yang membuka usaha baru, Ini sungguh luar biasa dan harus kita suport dan dukung, baik dari pemerintah nya maupun masyarakat”, jelasnya.

Gubernur juga berharap, para pengusaha maupun para pelaku UMKM yang ada di Provinsi Lampung, untuk dapat lebih kreatif dan berinovasi dalam melihat peluang, sehingga usaha yang dilakukan akan lebih berkembang dan maju dan dapat membuka cabang-cabang baru tidak hanya di kota bandar lampung saja, tetapi dapat membuka usaha tersebut di Kabupaten-kabupaten yang ada di Provinsi Lampung.

“Supaya penyebaran pertumbuhan umkm ini bisa muncul juga didaerah lainnya, yang pastinya akan membuka peluang kerja baru bagi masyarakat kita “, ungkap, Yai Mirza sapaan akrabnya.

Sementara itu Owner Saung Bude, Budi Santoso, menyampaikan rasa Terima kasihnya kepada Gubernur Lampung, Rahmat amirzani Djausal, yang telah menghadiri dan meresmikan grand opening Saung Bude Di Kota Bandar Lampung .

Adapun menu-menu andalan yang kami sajikan salah satunya Sop Simba dan menu andalan lainnya juga tersedia.

Silakan buat masyarakat Lampung yang ingin menikmati makan bersama keluarga silakan mampir di Saung Bude yang terletak di Jl Airan Raya Jatimulyo, arah pintu tol masuk itera, kami menanti kunjungan anda. 







Momentum Ramadan, Bupati Dedi Irawan Ajak Masyarakat Bersatu dan Mempererat Ukhuwah Islamiyah

Maret 05, 2025
Bupati Kabupaten Pesisir Barat, Dedi Irawan, menegaskan komitmennya untuk meneruskan kepemimpinan dan pembangunan di daerah tersebut. Dalam acara ramah tamah dan buka puasa bersama yang digelar di Lobby Gedung A Sekretariat Pemkab Selasa (04/03), ia menyampaikan bahwa kepemimpinan yang baru bukan hanya menjadi momen penting bagi dirinya dan Wakil Bupati, tetapi juga bagi seluruh masyarakat Pesisir Barat.



Menurut Dedi, mereka hadir untuk meneruskan amanah kepemimpinan dan melanjutkan pembangunan daerah kearah yang lebih baik. Ia juga mengungkapkan rasa hormat kepada seluruh elemen masyarakat, ASN, serta pihak-pihak yang telah berkontribusi dalam pemerintahan.

Dedi menyebut program-program baik yang telah berjalan akan tetap dilanjutkan, dengan tambahan inovasi demi kemajuan daerah. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga harmoni dan membangun daerah tercinta dengan semangat gotong royong dan kebersamaan.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyinggung pentingnya momentum bulan suci Ramadan sebagai ajang introspeksi dan mempererat ukhuwah Islamiyah. Acara buka puasa bersama ini, menurutnya, bukan sekadar seremonial, tetapi juga sebagai wadah memperkuat tali silaturahmi, khususnya di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat.

Dedi melanjutkan bahwa Bulan suci harus menjadi sarana introspeksi, meningkatkan kinerja, serta memperkokoh komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Bupati Pesisir Barat yang baru ini juga menekankan pentingnya menjalani nilai-nilai Ramadan seperti kejujuran, disiplin, dan kepedulian sosial agar tercermin dalam tugas dan tanggung jawab setiap individu.

Di akhir sambutannya, Dedi Irawan berharap kebersamaan dalam acara ini membawa berkah bagi semua pihak. Ia juga berdoa agar Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat dan kemudahan dalam menjalankan tugas pemerintahan di Pesisir Barat.

Melanjutkan sambutan kepemimpinan, Wakil Bupati Pesisir Barat, Irawan Topani, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh masyarakat Kabupaten Pesisir Barat atas dukungan yang telah diberikan kepada Bupati Dedi Irawan.

Irawan Topani yakin didalam kepemimpinan Bupati Dedi Irawan, Pemerintahan Kabupaten Pesisir Barat dapat berjalan dengan baik. Namun dalam mencapai hal itu, Wakil Bupati menyebut harus ada dukungan penuh dari seluruh lapisan masyarakat.

Ia menyadari bahwa tidak semua keinginan masyarakat dapat terpenuhi, namun Irawan Topani yakin bahwa setiap keputusan yang diambil oleh Bupati adalah yang terbaik bagi Pesisir Barat.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mendoakan dan memberikan dukungan terhadap jalannya pemerintahan. Menyambut bulan suci Ramadan, ia berharap tidak ada lagi sekat-sekat perbedaan di antara masyarakat dan pemerintah.

Wakil Bupati juga meminta seluruh jajaran pemerintah kabupaten untuk bersatu dalam mencapai Kabupaten Pesisir Barat yang lebih baik dan lebih sejahtera.

Acara tersebut dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk pejabat daerah, ASN, serta tokoh masyarakat yang turut menyambut baik komitmen kepemimpinan baru di Kabupaten Pesisir Barat.

Para pihak yang hadir juga meminta kepada Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Pesisir Barat yang baru agar dapat berlaku adil, mengemban amanah dengan baik, dan berpihak kepada kepentingan serta kesejahteraan masyarakat.




Mirazani Djausal Siap Maju Di Pilgub Lampung

Maret 30, 2024

Ketua DPD Partai Gerindra Lampung Rahmat Mirzani Djausal (RMD) siap maju pemilihan kepala daerah (pilkada) pada Pilgub November 2024 mendatang.

Rahmat Mirzani Djausal mengatakan semua kader partai harus siap untuk menjalankan tugas apabila sudah diperintahkan oleh DPP Partai Gerindra.

"Pada intinya siap, tetapi saat ini DPP masih sibuk dengan urusan di mahkamah konstitusi, mungkin setelah lebaran akan diumumkan untuk pencalonan gubernur di Lampung," katanya, seusai acara buka bersama dengan kader, Jumat (29/3).

Anggota DPRD Provinsi Lampung itu mengatakan saat ini juga pihaknya tengah menjajaki kader di 15 kabupaten dan kota di Lampung yang layak dimajukan sebagai kepala daerah.

"Kami sedang memperhatikan mana kira-kira kabupaten-kabupaten yang memang kader-kader layak untuk dijadikan sebagai kepala daerah," kata dia.

Di sisi lain untuk koalisi partai di Provinsi Lampung pihaknya akan terus melaksanakan silaturahmi antar partai.

"Silaturahmi ini pun akan dilakukan dengan partai yang berkoalisi di pilpres dan juga yang tidak berkoalisi," ujarnya.

Dalam kesempatan itu RMD mengatakan bahwa acara buka bersama yang dilakukan adalah bentuk silaturahmi pertama dengan seluruh kader pascapemilu, pilpres beberapa waktu lalu.

Pada kesempatan ini semua kader yang ada di kabupaten dan kota di Lampung berkumpul.

"Jadi, semua caleg yang jadi ataupun yang belum terpilih wakil rakyat, semuanya harus menyatukan kembali kekompakan, menyatukan visi," tegasnya.



Diduga Melakukan Pungli Kepala Cabang Kantor Pos Pangeran Antasari Tidak Takut Dihukum Atas Tindakannya

Maret 27, 2024
Bandarlampung, KONSUMSI PUBLIK - menindak lanjuti berita yang beredar terkait diduga oknum pegawai kantor pos melakukan pungutan liar (PUNGLI) kepada pedagang yang berjualan di luar pagar kantor pos pangeran Antasari beberapa awak media mendatangi TKP kantor pos pangeran Antasari pada selasa 26/03/2024 untuk komfirmasi atas kebenaran masalah pungli tersebut



Saat di komfirmasi oleh awak media darma selaku kepala cabang menjelaskan bahwasanya memang benar para pedagang kaki lima yang berdagang di luar halaman kantor pos pinggir jalan raya ia mintakan iyuran sebesar 300 ribu perbulan untuk setiap pedagangnya.

"Lanjut ia memungut iyuran kepada pedagang tersebut atas dasar perintah pimpinan kantor pusat jadi saya tidak takut kalo saya mau di proses secara hukum karna apa yang saya lakukan itu sudah sesuai dengan apa yang telah di perintahkan oleh pimpinan saya.

Dengan nada tinggi darma kepala cabang kantor pos pangeran Antasari melontarkan kata-kata silakan aja laporin saya ke kepolisian terkait adanya pungli tersebut saya siap kok, "ungkapnya.