Tampilkan postingan dengan label Tanggamus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tanggamus. Tampilkan semua postingan

Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) IWO lakukan Kunker Ke Pengurus Daerah (PD) Kabupaten Pringsewu dan PD IWO Tanggamus

Juli 30, 2024


Lampung - Pengurus Pusat (PP) Ikatan Wartawan online (IWO) melakukan kunjungan kerja ke Pengurus Daerah (PD) IWO Kabupaten Pringsewu dan PD IWO Tanggamus pada Senin (29/07/2024).

Setelah Acara Pelantikan Pengurus Daerah (PD) IWO Lampung Selatan,Rombongan Ketua Umum PP IWO Dwi Christianto dan Sekretaris Jenderal Telly Nathalia, Ketua PW IWO Provinsi Lampung Edi Arsadad beserta jajaran nya mengunjungi Sekretariat PD IWO Kabupaten Pringsewu dan PD IWO Tanggamus Senin (29/07/2024).

Ketua PD IWO Kabupaten Pringsewu, Delta Ardiles.SE dan Ketua PD IWO Tanggamus Odo Kuswantoro menyambut baik atas kunjungan kerja dari Pengurus Pusat (PP) IWO dan Pengurus Wilayah (PW) IWO Lampung.

Ketua PD IWO Pringsewu Delta Ardiles menyampaikan ucapan terima kasih atas kunjungan oleh ketua umum PP IWO Dwi Christianto, Sekjen Telly Nathalia dan di dampingi oleh Ketua Pengurus Wilayah (PW) Provinsi Lampung Edi Arsadad beserta jajaran nya di sekretariat PD IWO Kabupaten Pringsewu. 

"Mewakili kawan-kawan dari PD IWO Kabupaten Pringsewu, Kami berkomitmen menjunjung tinggi sikap profesionalitas Jurnalis,dan secara utuh menjunjung tinggi kebersamaan dan menjaga silaturahmi antar sesama pengurus, karena IWO adalah milik kita bersama" Pungkas Delta.

Hal senada disampaikan Ketua PD IWO Kabupaten Tanggamus, Odo Kuswantoro di Sekretariat PD IWO Tanggamus, mengatakan "Kami ucapkan selamat datang Ketua Umum PP IWO Dwi Christianto, Sekjen Telly Nathalia beserta Ketua PW IWO Lampung, Edi Arsadat beserta rombongan di Bumi Begawi Jejama. 

Dihadapan Ketum PP IWO Dwi Christianto dan Sekjen Telly Nathalia dan Ketua PW IWO Lampung, Edi Arsadat, Odo juga menyampaikan bahwa Kami Pengurus beserta Anggota PD IWO Tanggamus akan selalu menjalankan roda Organisasi IWO di Tanggamus sesuai dengan AD/ART juga Peraturan Organisasi yang ada, serta menjunjung tinggi kode Etik dalam menjalankan tugas sebagai Jurnalis.

Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) IWO, Dwi Christianto mengaku bangga kepada pengurus IWO Kabupaten Pringsewu dan Pengurus IWO Kabupaten Tanggamus. 

Ketum IWO Dwi Christianto juga menilai jika pengurus PD IWO Kabupaten Pringsewu dan Tanggamus telah menjalankan amanah Organisasi profesi ini sesuai intruksi yang telah dimandatkan oleh pengurusan pusat.

“Saya sepakat IWO hari ini ternyata memiliki pola kerja yang membangun Organisasi serta melakukan pembinaan terhadap Masyarakat dalam mengembangkan informasi yang berbasis edukasi,” imbuhnya.

Sambung Sekjen Telly Nathalia jadilah Ketua PD IWO kabupaten Pringsewu, yang percaya diri, sampaikan kepada semua anggota IWO jangan hiraukan omongan diluar sana, Pemerintah Paham dan pemerintah mengerti tentang legalitas lembaga atau organisasi.

"Tidak penting berdebat jangan habiskan waktu untuk berdebat,sebaiknya gunakan waktu untuk berdedikasi nyata," nya.

"Kepada pengurus IWO Kabupaten Tanggamus Jalankan Organisasi sesuai dengan Mekanisme serta peraturan Organisasi yang telah ditetapkan, pandanglah kedepan Visi Misi dari Organisasi IWO agar selalu bermanfaat bagi Pengurus, anggota serta Masyarakat juga Bangsa dan Negara,"Pungkas Sekjen IWO. (Rin)

Tim GASS RMD Serahkan Bantuan Donasi Kepada Korban Kebakaran

Juli 19, 2024

 


Tanggamus - Tim GASS Rahmat Mirjani (RMD) melakukan peninjauan langsung ke lokasi pasca kejadian kebakaran rumah warga di pekon sinar petir kecamatan talang Padang (18/07/24)

Dalam kunjungan dan penyaluran bantuan donasi kepada korban kebakaran yang di berikan oleh Tim GASS RMD yang berlokasi di pekon sinar petir kecamatan talang Padang kabupaten Tanggamus.

Tragedi kebakaran terjadi pada sebuah pemukiman warga semipermanent yang berlokasi di pekon sinar petir kecamatan talang Padang, pada Senin petang lalu sekira pukul 16:30 WIB.

Dimana kejadian tersebut telah menghanguskan satu buah unit rumah semi permanen, beserta isinya, serta dokumen dokumen penting, dan seluruh perabotan rumah tangga lainnya.

Kejadian bermula dari kompor yang menyala dan lupa dimatikan oleh anak sang pemilik rumah, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.

Taufik yang kesehariannya berprofesi sebagai penjual gorengan, dia hanya bisa pasrah setelah mendapati rumahnya hangus terbakar tak tersisa.

Taufik selaku korban kebakaran menuturkan, bahwa pada saat kejadian dirinya sedang berada di luar karena ada keperluan, sedangkan anaknya yang lupa mematikan kompor. Sedang berada di tempat kerabatnya yang baru saja melahirkan.

Dalam kesempatan tersebut, Linda iriyanti Selaku Sekertaris Tim GASS RMD propinsi Lampung mengatakan, terkait kedatangan tim ke lokasi pasca kejadian kebakaran tersebut. Bahwasanya kedatangan rombongan ke lokasi pasca kejadian kebakaran tersebut, bertujuan untuk meninjau langsung keadaan korban, dan memberikan bantuan kepada korban kebakaran.

Dan iya berharap agar bantuan tersebut dapat bermanfaat dan mengurangi beban bagi korban, dan semoga korban diberikan kesabaran dan ketabahan,Tandasnya.

Tim Relawan GASS-RMD Mengunjungi Korban Kebakaran Di Begalung-Pekon Tanggamus.

Juli 16, 2024


Tanggamus - Selasa 16 juli 2024 pukul 04.00 WIB, si jago merah melahap satu unit rumah milik sudirmato (57) thn, di dusun tanjung begalung-pekon tanjung begalung kec.pulau panggung kab.tanggamus.

Siang ini tim GASS-RMD yang di wakili oleh bu linda dan teman-teman telah mengunjungi korban kebakaran dan memberikan bantuan kepada bapak. Sudirmanto.

"Alhamdulillah tidak ada korban jiwa cucu laki-laki dan keluarga saya selamat " ucap sudirmanto.

Meskipun tidak ada korban jiwa namun korban mengalami kerugian material cukup besar, hal ini lantaran seluruh peralatan listrik dan surat-surat berharga ludes terbakar.

Berdasarkan hasil penyelidikan kapolsek pulau panggung, dugaan sementara disebabkan korsleting listrik di bagian kamar depan rumah korban dan total kerugian di taksir sekitar 120jt. 

Bantuan yang di berikan tim GASS-RMD atau yang di wakili oleh bu linda sudah di serah terima kepada keluarga korban kebakaran dan semoga bantuan tersebut bermanfaat bagi kelurga korban.

Konsolidasi DPC Partai Gerindra Tanggamus dan Deklarasi Cabup Tanggamus dari Partai Gerindra

Mei 25, 2024


Tanggamus, KONSUMSIPUBLIK – DPC Partai Gerindra Kabupaten Tanggamus menggelar rapat konsolidasi pemenangan Pemilihan Umum Kepala Daerah Tahun 2024 dan Deklarasi Calon Bupati Tanggamus dari partai gerindra yang dilaksanakan di ruang Aula Komplek Islamic Center Kotaagung Tanggamus, pada Sabtu (25/05/2024).

Acara ini dihadiri oleh Ketua DPC Partai Gerindra Tanggamus, Mukhlis Basri, Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, dan bakal calon bupati Tanggamus, M. Saleh Asnawi (MSA), anggota DPRD Tanggamus dan anggota dewan terpilih dari Partai Gerindra, Pengurus PAC dan Ranting Partai Gerindra yang tersebar di 20 Kecamatan yang ada di Kabupaten Tanggamus.

Mukhlis Basri menyampaikan bahwa M. Saleh Asnawi telah resmi bergabung dengan Partai Gerindra dan menerima Kartu Tanda Anggota (KTA) pada 14 Mei 2024.

Dalam sambutannya, Mukhlis Basri menggaris bawahi pentingnya konsolidasi partai yang melibatkan pimpinan partai dari tingkat kecamatan hingga desa, untuk menyatukan semangat dan tekad menghadapi Pilkada 2024 di 302 desa dan kelurahan di Kabupaten Tanggamus.

Mukhlis juga menyampaikan kesiapan DPC Partai Gerindra Tanggamus untuk menerima dan menjalankan perintah dari Ketua DPD Partai Gerindra Lampung terkait Pilgub maupun Pilbup. Beliau menekankan bahwa perintah ketua adalah harga mati yang harus diperjuangkan.

“Pada 11 Mei lalu, DPP Gerindra yang diwakili Sekjen Ahmad Muzani telah mengumumkan dan mendeklarasikan Ketua DPD, Rahmat Mirzani Djausal, sebagai Cagub 2024-2029 yang akan diusung Gerindra. Kami juga menunggu arahan Ketua DPD untuk Cabup Tanggamus,” kata Mukhlis Basri.

Rahmat Mirzani Djausal mengingatkan tentang pentingnya konsolidasi partai yang telah dilakukan sejak akhir 2022 untuk mengantarkan Prabowo Subianto menjadi presiden. Ia menyoroti keberhasilan Gerindra di Tanggamus dengan perolehan 69 persen suara untuk Prabowo pada 14 Februari lalu, yang merupakan hasil kerja keras seluruh kader.

“Setelah 14 Februari, Gerindra memiliki tanggung jawab untuk membuktikan janji kampanye kepada masyarakat Tanggamus. Gerindra menilai bahwa untuk mempercepat eksekusi janji Prabowo, kepala daerahnya harus dari Gerindra. Oleh karena itu, DPP dan DPD memutuskan bahwa Tanggamus harus dipimpin oleh kader Gerindra, yaitu M. Saleh Asnawi,” ujar Rahmat Mirzani Djausal.

Beliau juga menegaskan bahwa seluruh kader Gerindra di Tanggamus harus kembali berjuang untuk memenangkan MSA sebagai bupati.

Harga mati, MSA harus menjadi bupati Tanggamus 2024-2029,” tegasnya.

M. Saleh Asnawi, yang merupakan putra daerah asli Talang Padang, menyampaikan rasa bangganya bisa kembali ke Tanggamus dan bergabung dengan Partai Gerindra. Beliau mengungkapkan visinya untuk menyejahterakan masyarakat Tanggamus dan menjadikan Tanggamus sebagai kota yang maju.

“Tanggamus punya banyak potensi. Wisata, pertanian, hasil laut, dan lain-lain. Visi saya adalah menyejahterakan masyarakat Tanggamus menjadi kota yang maju. Saya sangat bangga dan terima kasih karena niat saya baik dengan bergabung Gerindra,” kata M. Saleh Asnawi.

Beliau juga menegaskan pentingnya bekerja bersama untuk mencapai tujuan bersama.

“Insya Allah, kita akan sejalan dengan pemikiran Pak Prabowo dan seluruh jajaran Gerindra. Kita harus berjalan di jalan yang lurus, siratal mustaqim, agar mencapai puncaknya,” tutupnya.

Acara diakhiri dengan penyerahan simbolis mobil operasional untuk Partai Gerindra Tanggamus dari M. Saleh Asnawi.(Rin)

KPPS Lapas Kelas IIB Kota Agung Gunakan Pakaian Adat Saat Hari Pencoblosan

Februari 15, 2024

 


Tanggamus - Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) Lapas Kelas IIB Kota Agung Tanggamus, Lampung gunakan pakaian adat saat pencoblosan surat suara berlangsung.

Andi Gunawan selaku Kalapas Kota Agung mengatakan, penggunaan pakaian adat ini dilakukan untuk menunjukkan kebhinekaan ASN dalam Pemilu 2024.

Andi menjelaskan, petugas Lapas yang menggunakan pakaian adat ini hanya petugas Lapas yang menjadi anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). 

"Tapi anggota yang tidak bertugas sebagai anggota KPPS menggunakan PDL untuk membantu pengamanan," kata Andi, Rabu (14/2/2024). 

Ia juga mengungkapkan, penggunaan baju adat ini bertujuan agar petugas Lapas Kota Agung lebih mencintai negara. 

Andi menjelaskan, terdapat dua TPS yang ada di Lapas Kelas IIB Kota Agung Tanggamus. 

"Untuk Lapas Kota Agung ini memiliki dua TPS yaitu TPS 901 dan TPS 902," jelasnya. 

Lapas Kelas IIB Kota Agung Tanggamus sendiri merupakan salah satu TPS khusus yang ada di Kabupaten Tanggamus. 

Kemudian, di Lapas Kelas IIB Kota Agung sendiri terdapat kurang lebih 453 orang yang ikut dalam Pemilu 2024 termasuk dalam petugas Lapas itu sendiri.

453 orang ini masuk ke dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) dan Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) yang ada di Lapas Kelas IIB Kota Agung Tanggamus. 

Andi menjelaskan, jumlah DPT di Lapas Kelas IIB Kota Agung Tanggamus kurang lebih sebanyak 223 orang. 

Sedangkan untuk DPTb di Lapas Kelas IIB Kota Agung Tanggamus terdapat 230 orang. 

"Kemudian untuk yang masuk ke dalam DPTb 230 orang ini sudah termasuk WBP dan petugas Lapas," tambahnya. 

Ia juga menjelaskan, pemilih perempuan di Lapas Kelas IIB Kota Agung Tanggamus sendiri berjumlah 16 orang. 

16 orang pemilih perempuan ini terdiri dari Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang berjumlah sembilan orang. 

Kemudian, terdapat tujuh orang perempuan anggota Lapas Kelas IIB Kota Agung Tanggamus yang juga ikut memilih di Lapas Kelas IIB Kota Agung Tanggamus. 

Andi Gunawan juga turut memberikan harapannya dalam gelaran Pemilu 2024 di Lapas Kelas IIB Kota Agung Tanggamus. 

Dirinya berharap, agar Pemilu di Lapas Kelas IIB Kota Agung dapat berjalan dengan baik dan lancar. 

Selain itu, Pemilu di Lapas Kelas IIB Kota Agung Tanggamus juga bisa berjalan dengan kondusif. 

"Saya berharap agar Pemilu yang dilakukan di Lapas ini dapat berjalan dengan aman dan kondusif," harapnya. (Tomi)

Setelah Empat Orang Tersangka Korupsi Bos Afirmasi Item Meubelair Ditahan, Apakah Item Lain Akan Menyusul?

Januari 18, 2024


Tanggamus - Pasca Penahanan empat tersangka korupsi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di satuan pendidikan Kabupaten Tanggamus, Publik bertanya-tanya tentang identitas tersangka, Jumat (12/1/2024).

Dugaan korupsi yang merugikan negara senilai Rp600 juta lebih yang telah dilimpahkan Polda Lampung ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung, pada Rabu 17 Januari 2024. Timbul pertanyaan publik, apakah akan ada tersangka berikutnya.

Walaupun Kejaksaan telah merilis identitas tersangka, namun inisial mereka menjadi tanda tanya sehingga kembali dihimpun informasi terbaru siapa saja keempat tersangka yang ditahan Kejati pelimpahan dari Kejari Tanggamus ke pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bandar Lampung.

Informasi yang dihimpun dari berbagai sumber dan foto-foto yang diterima media ini diantara inisial DA identik dengan Aswin Dasmi, mantan Kadis Pendidikan Tanggamus yang kini menjabat Kepala Dinas Tenaga Kerja Tanggamus.

Kemudian inisial lainnya, MU adalah seorang wiraswasta bernama Munzir dan AR adalah Ahmad Rido sebagai pemilik sistem informasi pengadaan sekolah akronim dari SIPLah atau penyedia barang. 

Walaupun belum terungkap peran dari masing-masing tersangka, inisial PE disebut sebagai Pebri yang juga berperan penting dalam kerugian negara Rp606.347.357,00 pada pengadaan Meubelair yang bersumber dari Dana APBN tahun 2020, Rp7,86 miliar.

Publik juga bertanya, dari nilai yang sangat fantastis tersebut hampir 8 Milyar, itu patut diduga pengadaan alat kantor Laptop/Notebook dengan nilai harga bervariasi bahkan ada yang mencapai Rp32 juta termasuk plang papan sekolah akan tersentuh.

Seperti diutarakan salah satu tokoh di Kabupaten Tanggamus yang enggan disebutkan namanya, bahwa dirinya mengetahui adanya dugaan pengkondisian pengadaan Laptop/Notebook pada BOS Afirmasi bersamaan dengan BOS Afirmasi Meubelair.

"Ada yang saya dengar, begitu cair uang di Bank Lampung, pas keluar sudah ditunggu salah satu oknum dan uang langsung diserahkan oleh kepala sekolah kepada oknum tersebut," kata tokoh tersebut.

Ia menyebut, uang itu masuk ke rekening sekolah dan uang itu diambil oleh bendahara dan kepala sekolah. Namun kenyataannya uang tersebut, langsung diminta semua oleh oknum yang memang sudah menunggu itu.

"Jadi kepala sekolah tersebut, cuma diberikan Rp500 ribu dari uang senilai Rp32 juta dari BOS Afirmasi pendukung alat kantor atau alat belajar di salah satu sekolah wilayah Wonosobo Tanggamus," jelasnya.

Selanjutnya, terkait papan plang sekolah, memang semua terpasang di sekolah, namun diduga adanya markup dan pengondisian. Pasalnya dari SPJ Rp4,7 Juta persekolah. Namun hasil croscek tempat bengkel pembuatan plang sejenis hanya menghabiskan kisaran harga Rp1,5 juta sampai dengan Rp1,7 juta.

"Pada pengadaan plang sekolah juga diduga ada markup anggaran dan pengondisian. Sehingga kepala sekolan tidak diberi kebebasan memesan sendiri," bebernya.

Untuk dugaan dua item tersebut, ia berharap BPKP, Polda Lampung dan Kejaksaan Tinggi dapat mendalami informasi tersebut sehingga perkara dugaan korupsi BOS Afirmasi demi kemajuan sekolah dapat tuntas.

"Harapannya, pemangku kepentingan dapat melihat kembali item-item yang diduga di markup atas dugaan pengkondisian itu yaitu pengadaan Laptop/Notebook dan papan plang sekolah," tandasnya.

Sebelumnya ditulis, Kejaksaaan Tinggi (Kejati) Lampung telah menerima empat tersangka dan barang bukti dari penyidik Polda Lampung perkara tindak pidana korupsi Dana Bos Afirmasi dan Bos Kinerja SD dan SMP se-Kabupaten Tanggamus pada pengadaan Meubelair yang bersumber dari Dana APBN tahun 2020 yang terjadi di Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung.

Menurut Kasipenkum Kejati Lampung Ricky Ramadan, dugaan Tipikor ini dilakukan oleh tersangka DA bersama-sama dengan MU, AR dan PE. Kejadian pada periode Oktober 2020 sampai dengan 31 Desember 2020, sebanyak 170 sekolah penerima dana BOS Afirmasi dan BOS Kinerja tahun anggaran 2020 memesan Meubelair melalui akun SIPLah masing-masing sekolah dengan cara meng klik link yang telah di bagikan, dimana link tersebut langsung mengarahkan pada Meubelair di toko yang telah ditentukan dengan harga sebesar Rp23.000.000,00. 

"Sehingga kepala sekolah tidak dapat membandingkan harga dan jenis-jenis barang meubelair dengan toko lain di aplikasi SIPLah," kata Ricky Ramadan dalam keterangan tertulisnya, Rabu 17 Januari 2024.

Dijelaskan Ricky, para tersangka dan barang bukti telah diterima Kejati Lampung dan terhadap para tersangka dilakukan penahanan selanjutnya diteruskan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanggamus untuk segera dilimpahkan ke pengadilan Tipikor Bandar Lampung.

Mereka dijerat dalam Pasal 2 Ayat (1) atau Pasal 3 Jo Pasal 18 UU RI No. 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU RI No. 31 tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHPidana. 

Kasus tersebut bergulir paska Penyidik Tipikor Polres Tanggamus mulai memanggil sejumlah Kepala Sekolah (Kepsek) SD dan SMP di Kabupaten Tanggamus guna pengumpulan bahan keterangan terkait dugaan markup atau penggelembungan anggaran tersebut, sejak Agustus 2021. 

Kasus itu naik ke tahap penyidikan setelah penyidik Polres Tanggamus telah mengantongi dua alat bukti terkait dugaan korupsi markup pengadaan barang dan jasa dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) aflrmasi Kabupaten Tanggamus tahun 2020.

Kenaikan status perkara ini dari penyelidikan ke penyidikkan belum disertai penetapan tersangka. Kasus tersebut selanjutnya ditangani Polda Lampung.

Dari beberapa saksi-saksi yang telah dimintai keterangan oleh penyidik, ada nama mantan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tanggamus, AD, dan H, yang merupakan oknum PBJ atau pengadaan barang dan jasa di sekolah. H ini merupakan anak seorang oknum pejabat Dinas Pendidikan Tanggamus. 

AD yang saat itu pada tahun 2021 menjadi Kepala Dinas Pendidikan, diduga kuat mengarahkan sekolah penerima BOS Afirmasi tahun 2020 dalam pembelian barang ke salah satu vendor, sehingga terjadinya markup dan barang tidak sesuai spesifikasi. 

Modus intervensi AD ini diduga dilakukan lewat sosialisasi BOS Afirmasi dengan mengundang kepala sekolah penerima BOS Afirmasi. Kegiatan ini dimanfaatkan untuk mengarahkan sekolah membeli semua komponen dan perangkat pada penyedia tertentu. Caranya dengan menawarkan dan menyodorkan nota pesanan kepada kepala sekolah yang hadir. (Tomi)

Tingkatkan Kamtib Menjelang Tahun Baru 2024, Rutan Kelas ll B Kota Agung Cek Teralis dan Rolling Gembok Kamar Hunian WBP

Desember 31, 2023


Tanggamus - Deteksi Dini Gangguan Keamanan dan Ketertiban (Kamtib) menjelang akhir tahun 2023 dan menyambut awal tahun 2024, petugas Rutan Kelas II B Kota Agung melaksanakan pengecekan kelayakan teralis dan juga rolling gembok kamar hunian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) pada Sabtu (30/12/2023). 

Potensi gangguan keamanan dan ketertiban dalam menyambut akhir tahun 2023 dan Tahun baru 2024 di Rutan adalah sebuah perhatian khusus mengingat peningkatan jumlah Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) setiap tahunnya.

Selain itu, resiko terjadinya kerawanan berupa upaya pelarian WBP kian mungkin terjadi kapan saja.

Menyikapi hal tersebut, Kepala Rutan Kelas ll B Kota Agung, Benny M Saefulloh melalui Kepala Kesatuan Pengamanan Habibie Agusman mengambil langkah antisipasi diantaranya dengan melakukan rolling seluruh gembok dan kunci kamar hunian WBP serta pengecekan kelayakan teralis secara berkala. 

Bukan hanya itu saja, nomor kunci dan gembok ditukar secara acak agar tidak bisa diduplikat dan adanya upaya pengrusakan oleh WBP.

"Pengecekan teralis dan rolling gembok ini kami laksanakan secara rutin untuk mencegah terjadinya kunci ganda atau di duplikat dan perusakan kunci yang bisa berakibat dengan larinya warga binaan," jelas Kepala Satuan Pengamanan Rutan Kelas ll B Kota Agung, Habibie Agusman.

"Kami berharap langkah pengamanan rolling gembok ini dapat mencegah upaya pelarian WBP, karena ini merupakan langkah strategis yang sangat membantu menciptakan situasi yang kondusif, aman, dan terkendali." lanjutnya.

Kemudian selain itu, Habibie juga menjelaskan kegiatan perawatan tersebut dilakukan agar kunci dan gembok yang digunakan tidak berkarat dan macet sehingga memudahkan petugas dalam menjalankan tugas dan antisipasi terhadap kejadian yang tidak diinginkan terhadap WBP. (Tomi)