Tampilkan postingan dengan label Tanggamus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tanggamus. Tampilkan semua postingan

Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) IWO lakukan Kunker Ke Pengurus Daerah (PD) Kabupaten Pringsewu dan PD IWO Tanggamus

Juli 30, 2024


Lampung - Pengurus Pusat (PP) Ikatan Wartawan online (IWO) melakukan kunjungan kerja ke Pengurus Daerah (PD) IWO Kabupaten Pringsewu dan PD IWO Tanggamus pada Senin (29/07/2024).

Setelah Acara Pelantikan Pengurus Daerah (PD) IWO Lampung Selatan,Rombongan Ketua Umum PP IWO Dwi Christianto dan Sekretaris Jenderal Telly Nathalia, Ketua PW IWO Provinsi Lampung Edi Arsadad beserta jajaran nya mengunjungi Sekretariat PD IWO Kabupaten Pringsewu dan PD IWO Tanggamus Senin (29/07/2024).

Ketua PD IWO Kabupaten Pringsewu, Delta Ardiles.SE dan Ketua PD IWO Tanggamus Odo Kuswantoro menyambut baik atas kunjungan kerja dari Pengurus Pusat (PP) IWO dan Pengurus Wilayah (PW) IWO Lampung.

Ketua PD IWO Pringsewu Delta Ardiles menyampaikan ucapan terima kasih atas kunjungan oleh ketua umum PP IWO Dwi Christianto, Sekjen Telly Nathalia dan di dampingi oleh Ketua Pengurus Wilayah (PW) Provinsi Lampung Edi Arsadad beserta jajaran nya di sekretariat PD IWO Kabupaten Pringsewu. 

"Mewakili kawan-kawan dari PD IWO Kabupaten Pringsewu, Kami berkomitmen menjunjung tinggi sikap profesionalitas Jurnalis,dan secara utuh menjunjung tinggi kebersamaan dan menjaga silaturahmi antar sesama pengurus, karena IWO adalah milik kita bersama" Pungkas Delta.

Hal senada disampaikan Ketua PD IWO Kabupaten Tanggamus, Odo Kuswantoro di Sekretariat PD IWO Tanggamus, mengatakan "Kami ucapkan selamat datang Ketua Umum PP IWO Dwi Christianto, Sekjen Telly Nathalia beserta Ketua PW IWO Lampung, Edi Arsadat beserta rombongan di Bumi Begawi Jejama. 

Dihadapan Ketum PP IWO Dwi Christianto dan Sekjen Telly Nathalia dan Ketua PW IWO Lampung, Edi Arsadat, Odo juga menyampaikan bahwa Kami Pengurus beserta Anggota PD IWO Tanggamus akan selalu menjalankan roda Organisasi IWO di Tanggamus sesuai dengan AD/ART juga Peraturan Organisasi yang ada, serta menjunjung tinggi kode Etik dalam menjalankan tugas sebagai Jurnalis.

Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) IWO, Dwi Christianto mengaku bangga kepada pengurus IWO Kabupaten Pringsewu dan Pengurus IWO Kabupaten Tanggamus. 

Ketum IWO Dwi Christianto juga menilai jika pengurus PD IWO Kabupaten Pringsewu dan Tanggamus telah menjalankan amanah Organisasi profesi ini sesuai intruksi yang telah dimandatkan oleh pengurusan pusat.

“Saya sepakat IWO hari ini ternyata memiliki pola kerja yang membangun Organisasi serta melakukan pembinaan terhadap Masyarakat dalam mengembangkan informasi yang berbasis edukasi,” imbuhnya.

Sambung Sekjen Telly Nathalia jadilah Ketua PD IWO kabupaten Pringsewu, yang percaya diri, sampaikan kepada semua anggota IWO jangan hiraukan omongan diluar sana, Pemerintah Paham dan pemerintah mengerti tentang legalitas lembaga atau organisasi.

"Tidak penting berdebat jangan habiskan waktu untuk berdebat,sebaiknya gunakan waktu untuk berdedikasi nyata," nya.

"Kepada pengurus IWO Kabupaten Tanggamus Jalankan Organisasi sesuai dengan Mekanisme serta peraturan Organisasi yang telah ditetapkan, pandanglah kedepan Visi Misi dari Organisasi IWO agar selalu bermanfaat bagi Pengurus, anggota serta Masyarakat juga Bangsa dan Negara,"Pungkas Sekjen IWO. (Rin)

Tim GASS RMD Serahkan Bantuan Donasi Kepada Korban Kebakaran

Juli 19, 2024

 


Tanggamus - Tim GASS Rahmat Mirjani (RMD) melakukan peninjauan langsung ke lokasi pasca kejadian kebakaran rumah warga di pekon sinar petir kecamatan talang Padang (18/07/24)

Dalam kunjungan dan penyaluran bantuan donasi kepada korban kebakaran yang di berikan oleh Tim GASS RMD yang berlokasi di pekon sinar petir kecamatan talang Padang kabupaten Tanggamus.

Tragedi kebakaran terjadi pada sebuah pemukiman warga semipermanent yang berlokasi di pekon sinar petir kecamatan talang Padang, pada Senin petang lalu sekira pukul 16:30 WIB.

Dimana kejadian tersebut telah menghanguskan satu buah unit rumah semi permanen, beserta isinya, serta dokumen dokumen penting, dan seluruh perabotan rumah tangga lainnya.

Kejadian bermula dari kompor yang menyala dan lupa dimatikan oleh anak sang pemilik rumah, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.

Taufik yang kesehariannya berprofesi sebagai penjual gorengan, dia hanya bisa pasrah setelah mendapati rumahnya hangus terbakar tak tersisa.

Taufik selaku korban kebakaran menuturkan, bahwa pada saat kejadian dirinya sedang berada di luar karena ada keperluan, sedangkan anaknya yang lupa mematikan kompor. Sedang berada di tempat kerabatnya yang baru saja melahirkan.

Dalam kesempatan tersebut, Linda iriyanti Selaku Sekertaris Tim GASS RMD propinsi Lampung mengatakan, terkait kedatangan tim ke lokasi pasca kejadian kebakaran tersebut. Bahwasanya kedatangan rombongan ke lokasi pasca kejadian kebakaran tersebut, bertujuan untuk meninjau langsung keadaan korban, dan memberikan bantuan kepada korban kebakaran.

Dan iya berharap agar bantuan tersebut dapat bermanfaat dan mengurangi beban bagi korban, dan semoga korban diberikan kesabaran dan ketabahan,Tandasnya.

Tim Relawan GASS-RMD Mengunjungi Korban Kebakaran Di Begalung-Pekon Tanggamus.

Juli 16, 2024


Tanggamus - Selasa 16 juli 2024 pukul 04.00 WIB, si jago merah melahap satu unit rumah milik sudirmato (57) thn, di dusun tanjung begalung-pekon tanjung begalung kec.pulau panggung kab.tanggamus.

Siang ini tim GASS-RMD yang di wakili oleh bu linda dan teman-teman telah mengunjungi korban kebakaran dan memberikan bantuan kepada bapak. Sudirmanto.

"Alhamdulillah tidak ada korban jiwa cucu laki-laki dan keluarga saya selamat " ucap sudirmanto.

Meskipun tidak ada korban jiwa namun korban mengalami kerugian material cukup besar, hal ini lantaran seluruh peralatan listrik dan surat-surat berharga ludes terbakar.

Berdasarkan hasil penyelidikan kapolsek pulau panggung, dugaan sementara disebabkan korsleting listrik di bagian kamar depan rumah korban dan total kerugian di taksir sekitar 120jt. 

Bantuan yang di berikan tim GASS-RMD atau yang di wakili oleh bu linda sudah di serah terima kepada keluarga korban kebakaran dan semoga bantuan tersebut bermanfaat bagi kelurga korban.

Konsolidasi DPC Partai Gerindra Tanggamus dan Deklarasi Cabup Tanggamus dari Partai Gerindra

Mei 25, 2024


Tanggamus, KONSUMSIPUBLIK – DPC Partai Gerindra Kabupaten Tanggamus menggelar rapat konsolidasi pemenangan Pemilihan Umum Kepala Daerah Tahun 2024 dan Deklarasi Calon Bupati Tanggamus dari partai gerindra yang dilaksanakan di ruang Aula Komplek Islamic Center Kotaagung Tanggamus, pada Sabtu (25/05/2024).

Acara ini dihadiri oleh Ketua DPC Partai Gerindra Tanggamus, Mukhlis Basri, Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, dan bakal calon bupati Tanggamus, M. Saleh Asnawi (MSA), anggota DPRD Tanggamus dan anggota dewan terpilih dari Partai Gerindra, Pengurus PAC dan Ranting Partai Gerindra yang tersebar di 20 Kecamatan yang ada di Kabupaten Tanggamus.

Mukhlis Basri menyampaikan bahwa M. Saleh Asnawi telah resmi bergabung dengan Partai Gerindra dan menerima Kartu Tanda Anggota (KTA) pada 14 Mei 2024.

Dalam sambutannya, Mukhlis Basri menggaris bawahi pentingnya konsolidasi partai yang melibatkan pimpinan partai dari tingkat kecamatan hingga desa, untuk menyatukan semangat dan tekad menghadapi Pilkada 2024 di 302 desa dan kelurahan di Kabupaten Tanggamus.

Mukhlis juga menyampaikan kesiapan DPC Partai Gerindra Tanggamus untuk menerima dan menjalankan perintah dari Ketua DPD Partai Gerindra Lampung terkait Pilgub maupun Pilbup. Beliau menekankan bahwa perintah ketua adalah harga mati yang harus diperjuangkan.

“Pada 11 Mei lalu, DPP Gerindra yang diwakili Sekjen Ahmad Muzani telah mengumumkan dan mendeklarasikan Ketua DPD, Rahmat Mirzani Djausal, sebagai Cagub 2024-2029 yang akan diusung Gerindra. Kami juga menunggu arahan Ketua DPD untuk Cabup Tanggamus,” kata Mukhlis Basri.

Rahmat Mirzani Djausal mengingatkan tentang pentingnya konsolidasi partai yang telah dilakukan sejak akhir 2022 untuk mengantarkan Prabowo Subianto menjadi presiden. Ia menyoroti keberhasilan Gerindra di Tanggamus dengan perolehan 69 persen suara untuk Prabowo pada 14 Februari lalu, yang merupakan hasil kerja keras seluruh kader.

“Setelah 14 Februari, Gerindra memiliki tanggung jawab untuk membuktikan janji kampanye kepada masyarakat Tanggamus. Gerindra menilai bahwa untuk mempercepat eksekusi janji Prabowo, kepala daerahnya harus dari Gerindra. Oleh karena itu, DPP dan DPD memutuskan bahwa Tanggamus harus dipimpin oleh kader Gerindra, yaitu M. Saleh Asnawi,” ujar Rahmat Mirzani Djausal.

Beliau juga menegaskan bahwa seluruh kader Gerindra di Tanggamus harus kembali berjuang untuk memenangkan MSA sebagai bupati.

Harga mati, MSA harus menjadi bupati Tanggamus 2024-2029,” tegasnya.

M. Saleh Asnawi, yang merupakan putra daerah asli Talang Padang, menyampaikan rasa bangganya bisa kembali ke Tanggamus dan bergabung dengan Partai Gerindra. Beliau mengungkapkan visinya untuk menyejahterakan masyarakat Tanggamus dan menjadikan Tanggamus sebagai kota yang maju.

“Tanggamus punya banyak potensi. Wisata, pertanian, hasil laut, dan lain-lain. Visi saya adalah menyejahterakan masyarakat Tanggamus menjadi kota yang maju. Saya sangat bangga dan terima kasih karena niat saya baik dengan bergabung Gerindra,” kata M. Saleh Asnawi.

Beliau juga menegaskan pentingnya bekerja bersama untuk mencapai tujuan bersama.

“Insya Allah, kita akan sejalan dengan pemikiran Pak Prabowo dan seluruh jajaran Gerindra. Kita harus berjalan di jalan yang lurus, siratal mustaqim, agar mencapai puncaknya,” tutupnya.

Acara diakhiri dengan penyerahan simbolis mobil operasional untuk Partai Gerindra Tanggamus dari M. Saleh Asnawi.(Rin)

KPPS Lapas Kelas IIB Kota Agung Gunakan Pakaian Adat Saat Hari Pencoblosan

Februari 15, 2024

 


Tanggamus - Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) Lapas Kelas IIB Kota Agung Tanggamus, Lampung gunakan pakaian adat saat pencoblosan surat suara berlangsung.

Andi Gunawan selaku Kalapas Kota Agung mengatakan, penggunaan pakaian adat ini dilakukan untuk menunjukkan kebhinekaan ASN dalam Pemilu 2024.

Andi menjelaskan, petugas Lapas yang menggunakan pakaian adat ini hanya petugas Lapas yang menjadi anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). 

"Tapi anggota yang tidak bertugas sebagai anggota KPPS menggunakan PDL untuk membantu pengamanan," kata Andi, Rabu (14/2/2024). 

Ia juga mengungkapkan, penggunaan baju adat ini bertujuan agar petugas Lapas Kota Agung lebih mencintai negara. 

Andi menjelaskan, terdapat dua TPS yang ada di Lapas Kelas IIB Kota Agung Tanggamus. 

"Untuk Lapas Kota Agung ini memiliki dua TPS yaitu TPS 901 dan TPS 902," jelasnya. 

Lapas Kelas IIB Kota Agung Tanggamus sendiri merupakan salah satu TPS khusus yang ada di Kabupaten Tanggamus. 

Kemudian, di Lapas Kelas IIB Kota Agung sendiri terdapat kurang lebih 453 orang yang ikut dalam Pemilu 2024 termasuk dalam petugas Lapas itu sendiri.

453 orang ini masuk ke dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) dan Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) yang ada di Lapas Kelas IIB Kota Agung Tanggamus. 

Andi menjelaskan, jumlah DPT di Lapas Kelas IIB Kota Agung Tanggamus kurang lebih sebanyak 223 orang. 

Sedangkan untuk DPTb di Lapas Kelas IIB Kota Agung Tanggamus terdapat 230 orang. 

"Kemudian untuk yang masuk ke dalam DPTb 230 orang ini sudah termasuk WBP dan petugas Lapas," tambahnya. 

Ia juga menjelaskan, pemilih perempuan di Lapas Kelas IIB Kota Agung Tanggamus sendiri berjumlah 16 orang. 

16 orang pemilih perempuan ini terdiri dari Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang berjumlah sembilan orang. 

Kemudian, terdapat tujuh orang perempuan anggota Lapas Kelas IIB Kota Agung Tanggamus yang juga ikut memilih di Lapas Kelas IIB Kota Agung Tanggamus. 

Andi Gunawan juga turut memberikan harapannya dalam gelaran Pemilu 2024 di Lapas Kelas IIB Kota Agung Tanggamus. 

Dirinya berharap, agar Pemilu di Lapas Kelas IIB Kota Agung dapat berjalan dengan baik dan lancar. 

Selain itu, Pemilu di Lapas Kelas IIB Kota Agung Tanggamus juga bisa berjalan dengan kondusif. 

"Saya berharap agar Pemilu yang dilakukan di Lapas ini dapat berjalan dengan aman dan kondusif," harapnya. (Tomi)

Setelah Empat Orang Tersangka Korupsi Bos Afirmasi Item Meubelair Ditahan, Apakah Item Lain Akan Menyusul?

Januari 18, 2024


Tanggamus - Pasca Penahanan empat tersangka korupsi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di satuan pendidikan Kabupaten Tanggamus, Publik bertanya-tanya tentang identitas tersangka, Jumat (12/1/2024).

Dugaan korupsi yang merugikan negara senilai Rp600 juta lebih yang telah dilimpahkan Polda Lampung ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung, pada Rabu 17 Januari 2024. Timbul pertanyaan publik, apakah akan ada tersangka berikutnya.

Walaupun Kejaksaan telah merilis identitas tersangka, namun inisial mereka menjadi tanda tanya sehingga kembali dihimpun informasi terbaru siapa saja keempat tersangka yang ditahan Kejati pelimpahan dari Kejari Tanggamus ke pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bandar Lampung.

Informasi yang dihimpun dari berbagai sumber dan foto-foto yang diterima media ini diantara inisial DA identik dengan Aswin Dasmi, mantan Kadis Pendidikan Tanggamus yang kini menjabat Kepala Dinas Tenaga Kerja Tanggamus.

Kemudian inisial lainnya, MU adalah seorang wiraswasta bernama Munzir dan AR adalah Ahmad Rido sebagai pemilik sistem informasi pengadaan sekolah akronim dari SIPLah atau penyedia barang. 

Walaupun belum terungkap peran dari masing-masing tersangka, inisial PE disebut sebagai Pebri yang juga berperan penting dalam kerugian negara Rp606.347.357,00 pada pengadaan Meubelair yang bersumber dari Dana APBN tahun 2020, Rp7,86 miliar.

Publik juga bertanya, dari nilai yang sangat fantastis tersebut hampir 8 Milyar, itu patut diduga pengadaan alat kantor Laptop/Notebook dengan nilai harga bervariasi bahkan ada yang mencapai Rp32 juta termasuk plang papan sekolah akan tersentuh.

Seperti diutarakan salah satu tokoh di Kabupaten Tanggamus yang enggan disebutkan namanya, bahwa dirinya mengetahui adanya dugaan pengkondisian pengadaan Laptop/Notebook pada BOS Afirmasi bersamaan dengan BOS Afirmasi Meubelair.

"Ada yang saya dengar, begitu cair uang di Bank Lampung, pas keluar sudah ditunggu salah satu oknum dan uang langsung diserahkan oleh kepala sekolah kepada oknum tersebut," kata tokoh tersebut.

Ia menyebut, uang itu masuk ke rekening sekolah dan uang itu diambil oleh bendahara dan kepala sekolah. Namun kenyataannya uang tersebut, langsung diminta semua oleh oknum yang memang sudah menunggu itu.

"Jadi kepala sekolah tersebut, cuma diberikan Rp500 ribu dari uang senilai Rp32 juta dari BOS Afirmasi pendukung alat kantor atau alat belajar di salah satu sekolah wilayah Wonosobo Tanggamus," jelasnya.

Selanjutnya, terkait papan plang sekolah, memang semua terpasang di sekolah, namun diduga adanya markup dan pengondisian. Pasalnya dari SPJ Rp4,7 Juta persekolah. Namun hasil croscek tempat bengkel pembuatan plang sejenis hanya menghabiskan kisaran harga Rp1,5 juta sampai dengan Rp1,7 juta.

"Pada pengadaan plang sekolah juga diduga ada markup anggaran dan pengondisian. Sehingga kepala sekolan tidak diberi kebebasan memesan sendiri," bebernya.

Untuk dugaan dua item tersebut, ia berharap BPKP, Polda Lampung dan Kejaksaan Tinggi dapat mendalami informasi tersebut sehingga perkara dugaan korupsi BOS Afirmasi demi kemajuan sekolah dapat tuntas.

"Harapannya, pemangku kepentingan dapat melihat kembali item-item yang diduga di markup atas dugaan pengkondisian itu yaitu pengadaan Laptop/Notebook dan papan plang sekolah," tandasnya.

Sebelumnya ditulis, Kejaksaaan Tinggi (Kejati) Lampung telah menerima empat tersangka dan barang bukti dari penyidik Polda Lampung perkara tindak pidana korupsi Dana Bos Afirmasi dan Bos Kinerja SD dan SMP se-Kabupaten Tanggamus pada pengadaan Meubelair yang bersumber dari Dana APBN tahun 2020 yang terjadi di Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung.

Menurut Kasipenkum Kejati Lampung Ricky Ramadan, dugaan Tipikor ini dilakukan oleh tersangka DA bersama-sama dengan MU, AR dan PE. Kejadian pada periode Oktober 2020 sampai dengan 31 Desember 2020, sebanyak 170 sekolah penerima dana BOS Afirmasi dan BOS Kinerja tahun anggaran 2020 memesan Meubelair melalui akun SIPLah masing-masing sekolah dengan cara meng klik link yang telah di bagikan, dimana link tersebut langsung mengarahkan pada Meubelair di toko yang telah ditentukan dengan harga sebesar Rp23.000.000,00. 

"Sehingga kepala sekolah tidak dapat membandingkan harga dan jenis-jenis barang meubelair dengan toko lain di aplikasi SIPLah," kata Ricky Ramadan dalam keterangan tertulisnya, Rabu 17 Januari 2024.

Dijelaskan Ricky, para tersangka dan barang bukti telah diterima Kejati Lampung dan terhadap para tersangka dilakukan penahanan selanjutnya diteruskan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanggamus untuk segera dilimpahkan ke pengadilan Tipikor Bandar Lampung.

Mereka dijerat dalam Pasal 2 Ayat (1) atau Pasal 3 Jo Pasal 18 UU RI No. 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU RI No. 31 tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHPidana. 

Kasus tersebut bergulir paska Penyidik Tipikor Polres Tanggamus mulai memanggil sejumlah Kepala Sekolah (Kepsek) SD dan SMP di Kabupaten Tanggamus guna pengumpulan bahan keterangan terkait dugaan markup atau penggelembungan anggaran tersebut, sejak Agustus 2021. 

Kasus itu naik ke tahap penyidikan setelah penyidik Polres Tanggamus telah mengantongi dua alat bukti terkait dugaan korupsi markup pengadaan barang dan jasa dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) aflrmasi Kabupaten Tanggamus tahun 2020.

Kenaikan status perkara ini dari penyelidikan ke penyidikkan belum disertai penetapan tersangka. Kasus tersebut selanjutnya ditangani Polda Lampung.

Dari beberapa saksi-saksi yang telah dimintai keterangan oleh penyidik, ada nama mantan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tanggamus, AD, dan H, yang merupakan oknum PBJ atau pengadaan barang dan jasa di sekolah. H ini merupakan anak seorang oknum pejabat Dinas Pendidikan Tanggamus. 

AD yang saat itu pada tahun 2021 menjadi Kepala Dinas Pendidikan, diduga kuat mengarahkan sekolah penerima BOS Afirmasi tahun 2020 dalam pembelian barang ke salah satu vendor, sehingga terjadinya markup dan barang tidak sesuai spesifikasi. 

Modus intervensi AD ini diduga dilakukan lewat sosialisasi BOS Afirmasi dengan mengundang kepala sekolah penerima BOS Afirmasi. Kegiatan ini dimanfaatkan untuk mengarahkan sekolah membeli semua komponen dan perangkat pada penyedia tertentu. Caranya dengan menawarkan dan menyodorkan nota pesanan kepada kepala sekolah yang hadir. (Tomi)

Tingkatkan Kamtib Menjelang Tahun Baru 2024, Rutan Kelas ll B Kota Agung Cek Teralis dan Rolling Gembok Kamar Hunian WBP

Desember 31, 2023


Tanggamus - Deteksi Dini Gangguan Keamanan dan Ketertiban (Kamtib) menjelang akhir tahun 2023 dan menyambut awal tahun 2024, petugas Rutan Kelas II B Kota Agung melaksanakan pengecekan kelayakan teralis dan juga rolling gembok kamar hunian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) pada Sabtu (30/12/2023). 

Potensi gangguan keamanan dan ketertiban dalam menyambut akhir tahun 2023 dan Tahun baru 2024 di Rutan adalah sebuah perhatian khusus mengingat peningkatan jumlah Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) setiap tahunnya.

Selain itu, resiko terjadinya kerawanan berupa upaya pelarian WBP kian mungkin terjadi kapan saja.

Menyikapi hal tersebut, Kepala Rutan Kelas ll B Kota Agung, Benny M Saefulloh melalui Kepala Kesatuan Pengamanan Habibie Agusman mengambil langkah antisipasi diantaranya dengan melakukan rolling seluruh gembok dan kunci kamar hunian WBP serta pengecekan kelayakan teralis secara berkala. 

Bukan hanya itu saja, nomor kunci dan gembok ditukar secara acak agar tidak bisa diduplikat dan adanya upaya pengrusakan oleh WBP.

"Pengecekan teralis dan rolling gembok ini kami laksanakan secara rutin untuk mencegah terjadinya kunci ganda atau di duplikat dan perusakan kunci yang bisa berakibat dengan larinya warga binaan," jelas Kepala Satuan Pengamanan Rutan Kelas ll B Kota Agung, Habibie Agusman.

"Kami berharap langkah pengamanan rolling gembok ini dapat mencegah upaya pelarian WBP, karena ini merupakan langkah strategis yang sangat membantu menciptakan situasi yang kondusif, aman, dan terkendali." lanjutnya.

Kemudian selain itu, Habibie juga menjelaskan kegiatan perawatan tersebut dilakukan agar kunci dan gembok yang digunakan tidak berkarat dan macet sehingga memudahkan petugas dalam menjalankan tugas dan antisipasi terhadap kejadian yang tidak diinginkan terhadap WBP. (Tomi)

Kapolres Tanggamus Pimpin Upacara Pelantikan dan Sertijab Sejumlah Perwira, Berikut Rinciannya

Desember 30, 2023


Tanggamus - Kapolres Tanggamus AKBP Siswara Hadi Chandra, S.I.K. pimpin upacara pelantikan dan serah terima jabatan kepada sejumlah Perwira di lapangan apel Mapolres setempat, Jumat (29/12/2023).

Pelantikan dilakukan kepada AKP Musakir, S.H sebagai Kepala Bagian Logistik (Kabag Log) yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolsek Pulau Panggung. 

Selain itu, pelantikan juga dilakukan kepada Kapolsek Semaka, Iptu Sutarto yang sebelumnya menjabat sebagai Kasat Tahti Polres Tanggamus.

Selanjutnya, serah terima jabatan Kasat Reskrim Polres Tanggamus dari Iptu Hendra Safuan, S.H., M.H kepada Iptu Muhammad Jihad Fajar Balman, S.Tr.K. S.I.K sebelumnya Gadik Pertama 5 SPN Polda Lampung. 

Setelah meninggalkan Polres Tanggamus, Iptu Hendra Safuan, mendapatkan promosi jabatan dan akan menjabat sebagai Kapolsek Waway Karya Polres Lampung Timur.

Terakhir, serah terima jabatan Kapolsek Pulau Panggung dari AKP Musakir kepada pejabat baru Iptu Rahadi, S.H., yang sebelumnya menjabat sebagai Kasubbagrenmin Ditreskrimum Polda Lampung.

Pelantikan dan Sertijab tersebut merupakan tindak lanjut dari keputusan Kapolda Lampung Nomor : KEP/650/XII/ 2023 tanggal 11 Desember 2023 tentang Pemberhentian dari dan Pengangkatan dalam Jabatan di Lingkungan Polda Lampung. 

Rangkaian prosesi Sertijab dimulai dari laporan pejabat yang dilantik dan pejabat yang serah terima jabatan, dilanjutkan penandatangan memori Sertijab serta pemasanga tanda jabatan kepada pejabat yang baru.

Usai Sertijab, Kapolres didampingi Ketua PC Bhayangkari bersama para Perwira serta Kapolsek jajaran memberikan ucapan selamat kepada pejabat lama dan baru yang mendapatkan promosi.

Kapolres AKBP Siswara Hadi Chandra mengatakan mutasi pejabat di lingkungan Polda Lampung merupakan salah satu upaya penyegaran organisasi pada aspek sumber daya manusia dan aspek pembinaan kesatuan, serta pembinaan karier yang bersangkutan.

"Oleh karena itu hendaknya disikapi sebagai sesuatu yang wajar. Hal ini dilakukan untuk lebih meningkatkan kinerja guna tercapainya keberhasilan pelaksanaan tugas Polri sebagai pemelihara Kamtibmas, penegak hukum, pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat," kata AKBP Siswara Hadi Chandra dalam amanatnya.

Kemudian pada Kesempatan itu, Kapolres juga mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas kinerja AKP Musakir dan Iptu Hendra Safuan atas kerjasama, kreasi dan inovasi saat menjabat Kapolsek dan Kasat Reskrim di Polres Tanggamus.

"Saya yakin dan percaya dengan bekal pengalaman saudara selama ini. Saudara akan dapat menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi ditempat yang baru," ucapnya.

Kapolres juga mengucapkan selamat Kepada pejabat baru AKP Musakir atas pengangkatan menjadi Kabag Log, dan Iptu Muhammad Jihad Fajar Balman menjadi Kasat Reskrim, Iptu Rahadi menjadi Kapolsek Pulau Panggung dan Iptu Sutarto menjadi Kapolsek Semaka.

Selain itu, Kapolres juga berharap upaya-upaya yang telah dilaksanakan oleh pejabat lama hendaknya dapat dipelihara secara dinamis dan ditingkatkan, kekurangan yang ada sebaiknya dapat dijadikan tantangan dan juga peluang bagi keberhasilan tugas.

"Saya berharap saudara dapat melaksanakan semua tugas dan kewajiban sebagaimana mestinya, serta mendukung terciptanya program Polres Tanggamus yang bersinar, Bersih, Resposible, Sinergris, Amanah dan Responsif," tegasnya. 

Upacara tersebut dihadiri Wakapolres Kompol Agung Ferdika, S.H., M.H. dan para pejabat utama dan para perwira, kapolsek jajaran Polres Tanggamus, dengan personel upacara yang diikuti personel gabungan Polres Tanggamus, perwakilan personel Polsek jajaran, ASN Polres dan Ketua Pengurus Cabang Bhayangkari beserta anggotanya. (Zainah)

Penemuan Jenazah Tanpa Identitas di Pekon Ketapang Terungkap

Desember 26, 2023


Tanggamus - Warga Pekon Ketapang, Kecamatan Limau, Kabupaten Tanggamus, digegerkan dengan penemuan jenazah seorang pria tanpa identitas yang meninggal di rumah warga atas nama Sanusi pada Selasa (26/12/2023), pukul 14:40 WIB.

Polsek Limau Polres Tanggamus yang mendatangi TKP, akhirnya berhasil mengungkap identitas lengkap jenazah tersebut bernama Sunaryo (64), beralamat di Ambarawa Barat, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Pringsewu.

"Jenazah telah teridentifikasi dan malam ini pukul 19:00 WIB, telah diserahkan kepada keluarganya," kata Kapolsek Limau Iptu Deddy Yanto mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Siswara Hadi Chandra.

Kapolsek mengungkapkan, berdasarkan keterangan keluarga, diketahui bahwa almarhum, Sunaryo pagi hari tadi sekitar pukul 06:00 WIB, keluar dari rumah dengan mengendarai sepeda ontel untuk mencari anaknya, Solihin (34), yang mengalami gangguan jiwa dan belum pulang selama Empat hari.

Kapolsek menjelaskan, peristiwa tersebut bermula saat korban, yang awalnya tidak dikenal, menggunakan sepeda ontel dari arah Kecamatan Kota Agung melintas di jalan raya Pekon Ketapang, korban memutuskan berhenti di rumah warga Sanusi untuk beristirahat dan membeli es Di rumah tersebut, korban mengalami kelelahan dan meminta minyak angin.

Saat itu, anak Sanusi memberikan bantuan, namun sayangnya, korban tetap tidak merasa baik dan beristirahat di ruang tamu. Tak berselang lama, almarhum ditemukan sudah tidak bernyawa. 

"Kejadian tersebut segera dilaporkan oleh saksi Sanusi ke aparat Pekon, yang kemudian melapor ke Polsek Limau. Sebab awalnya jenazah tanpa indentitas," jelasnya.

Kemudian, lanjut Kapolsek, proses investigasi dilakukan dengan langkah-langkah seperti pemeriksaan tempat kejadian perkara, mendapatkan keterangan dari saksi-saksi, serta bersama pihak kesehatan yang memastikan bahwa almarhum telah meninggal dunia. 

Selain itu, pihaknya juga berkoordinasi dengan masyarakat setempat dan menggunakan media sosial untuk mencari informasi terkait identitas korban. Sehingga pada pukul 15:20 WIB, keluarga almarhum memberikan informasi bahwa yang bersangkutan adalah warga Pekon Ambarawa Barat, Kecamatan Ambarawa.

"Perwakilan keluarga, bernama Saprudin, beserta aparat Pekon Ambarawa Barat Rudianto tiba di Pekon Ketapang pada pukul 17:00 WIB," ujarnya.

Kapolsek menyebut, setelah proses pemeriksaan, jenazah almarhum diserahkan kepada keluarga pada pukul 19:00 WIB. Menggunakan ambulans dari Ambarawa. 

"Penyerahan disaksikan aparat Pekon Ketapang, kepada Saprudin didampingi Rudianto, selaku aparat Pekon Ambarawa Barat," ucapnya.

Ditambahkannya, jenazah almarhum akan dimakamkan di tempat tinggalnya di Ambarawa. 

"Pihak keluarga membuat surat pernyataan menolak untuk melakukan autopsi," tandasnya. (Tomi)

Jelang Pemilu 2024, KPU Tanggamus Gelar Workshop Peran Media Masa

Desember 24, 2023


Tanggamus - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tanggamus menggelar Workshop peran media masa jelang Pemilu 2024 berlangsung di Hotel Royal Gisting.

Workshop yang digelar oleh penyelenggara Pemilu itu, dihadiri oleh pengurus partai politik dan para jurnalis, Minggu (24/12/2023).

Pada kesempatan itu, Komisioner KPU Provinsi Lampung, Antoniyus mengatakan, media massa berperan penting dalam perangi hoax karena media massa merupakan pilar keempat demokrasi. 

Antoniyus mengungkapkan, isu hoax ini bisa saja merusak demokrasi yang selama ini telah terjaga di Indonesia. 

Selain itu, Antonius juga mengatakan, khusus KPU kerjasama dengan media massa sangat diperlukan. 

Kemudian, lanjut Antoniyus, karena media massa bisa untuk menyebarkan informasi terkait kepemiluan yang dikeluarkan oleh KPU kepada masyarakat. 

"Selain itu, dari media ini juga bisa menjadi sarana pendidikan bagi masyarakat untuk memilih pilihan-pilihan yang ada nantinya," ucap Antoniyus.

Dengan pendidikan politik yang baik lanjutnya, masyarakat juga tidak mudah terpecah belah dengan adanya isu hoax yang ada saat ini. 

Antoniyus, menjelaskan, mengedukasi masyarakat bukan hanya tugas dari penyelenggara pemilu saja melainkan seluruh elemen masyarakat. 

"Agar nantinya masyarakat juga tidak mudah terprovokasi dengan berita yang beredar di media sosial," kata dia. 

Kemudian Antoniyus juga meminta kepada masyarakat, agar selalu kembali memastikan berita yang diterima melalui media sosial. Dengan memastikan berita tersebut, masyarakat bisa terhindar dari berita-berita palsu yang tidak bisa dipertanggung jawabkan. 

"Dalam hal ini media massa juga memiliki peran besar dalam mengatasi hal itu," jelasnya. 

"Media massa sendiri merupakan sebuah platform yang memang memiliki kredibilitas dalam penulisan beritanya, sehingga berita yang dikeluarkan oleh media massa dapat dipertanggung jawabkan sepenuhnya," ujar Antoniyus.

Komisioner KPU Provinsi Lampung itu juga menambahkan, untuk memerangi isu hoax KPU Provinsi Lampung juga telah memiliki akun media sosial. Dimana akun media sosial KPU Provinsi Lampung ini digunakan untuk menyebarkan informasi terkait kepemiluan. 

"Kami juga memiliki kanal media sosial untuk menyampaikan informasi valid tersebut. Sehingga masyarakat dapat mengetahui, informasi terkait pemilu dengan melihat media sosial KPU Provinsi Lampung," katanya.

Antonius juga mengungkapkan, Pemilu merupakan suatu kegiatan yang sangat kompleks. Itu bisa dilihat dari banyaknya jumlah pemilih yang akan menyumbangkan suaranya secara serentak di Indonesia. 

"Kemudian berasal dari geografisnya untuk memberikan pasokan logistik dan banyaknya surat suara yang ingin diberikan kepada masyarakat," ucapnya. 

Maka dari itu, Antonius mengajak seluruh lapisan untuk berkolaborasi dalam menjalankan Pemilu 2024 agar bisa berjalan dengan baik dan lancar. (Tomi)

Kapolres Tanggamus Pimpin Apel Operasi Lilin 2023

Desember 21, 2023


Tanggamus - Polres Tanggamus melaksanakan apel gelar pasukan dalam rangka Operasi Lilin 2023 di Lapangan Pemkab Tanggamus yang dipimpin Kapolres AKBP Siswara Hadi Chandra, S.I.K dihadiri oleh sejumlah personel kepolisian, serta melibatkan unsur TNI dan instansi terkait, Kamis (21/12/ 2023).

Kapolres Tanggamus AKBP Siwara Hadi Chandra mengatakan, pihaknya melaksanakan kegiatan apel gelar pasukan pengamanan natal 2023 dan tahun baru 2004 dengan sandi Lilin Krakatau 2003. 

"Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan pengecekan akhir kesiapan personel maupun kesiapan sarana prasarana dalam rangka pengamanan natal dan tahun baru khususnya di wilayah Kabupaten Tanggamus," kata AKBP Siswara Hadi Chandra.

Kapolres menyebut, Operasi Lilin Krakatau 2023 Polres Tanggamus berlangsung selama 12 hari dari tanggal 22 Desember 2023 sampai dengan tanggal 2 Januari 2024.

"Titik beratnya adalah pengamanan di lokasi-lokasi ibadah kemudian lokasi wisata, termasuk juga jalur-jalur dan pusat-pusat keramaian," ujarnya.

Kapolres mengungkapkan, operasi ini sedikit berbeda, karena Nataru tahun 2023, terasa sedikit istimewa yang bertepatan juga dengan masa kampanye sehingga diperlukan sinergitas, kolaborasi komunikasi, koordinasi soliditas dari seluruh stakeholder untuk bisa memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat khususnya di Kabupaten Tanggamus.

Kapolres mengimbau, kepada seluruh masyarakat yang akan melaksanakan kegiatan ibadah sebab pihaknya dengan didukung segenap stakeholder yang ada di Kabupaten tanggamus siap mengamankan kegiatan Natal dan Tahun Baru.

"Kepada saudara saudaraku yang beragama nasrani untuk melaksanakan ibadah dan bagi masyarakat yang akan melaksanakan wisata, silakan kunjungi lokasi lokasi wisata di Kabupaten Tanggamus dan kita akan siap mengamankan perjalanan dan wisata anda," tegasnya.

Sementara itu, Kabag Ops Kompol Samsuri, S.H., M.H mengatakan, Polres Tanggamus melibatkan sebanyak 106 personil, ditambah dengan kekuatan TNI kemudian mitra Polri, Senkom, RAPI, Orari dan adik-adik Pramuka.

Selanjutnya, berdasarkan pemetaan dari intelijen, kerawanan pelayanan masyarakat, Polres Tanggamus juga mendirikan Dua pos, Satu diantaranya pos pelayanan dan Satu pos pengamanan.

"Pos pelayanan ada di Rest Area Gisting karena di situ banyak gereja dan jamaah yang melaksanakan kegiatan misa dan natal tahun baru. Kemudian yang kedua pos pengamanan ada di Terbaya karena objeknya di sana banyak tempat-tempat wisata," bebernya.

Ditambahkan Kompol Samsuri, terkait pengamanan objek wisata juga akan dilakukan pengamanan, dimana objek wisata prioritas oleh Pospam dan yang tidak prioritas dilaksanakan pengaman oleh gabungan personel Polres dan Polsek di wilayah hukumnya. (Zainah)

Hubungan Gelap, Wanita Muda di Tanggamus Meregang Nyawa

Desember 20, 2023


Tanggamus - Misteri motif terjadinya pembunuhan terhadap Freni Astriani (29) warga Dusun Babakan, Pekon Sudimoro, Kecamatan Semaka, Kabupaten Tanggamus terungkap lah sudah.

Pelaku pembunuhan Freni Astriani adalah Muslehudin atau biasa di panggil Timin warga Dusun Babakan, Pekon Sudimoro Kecamatan Semaka, Kabupaten Tanggamus Lampung.

Motif terjadinya pembunuhan tersebut adalah jalinan asmara antara pelaku dan korban yang berujung cekcok hingga terjadi penganiayaan yang menyebabkan tewasnya Free Astriani.

Menurut Kapolres Tanggamus AKBP Siswara Hadi Chandra, S.I.K ., saat adakan konferensi pers di Mapolres Tanggamus Rabu (20/12/2023).

Dijelaskan Kapolres, antara pelaku dan korban ada jalinan asmara, dan saat malam kejadian pada hari Sabtu 16 Desember 2023, pukul 01:00 WIB, mereka janji bertemu dan kemudian terjadi cekcok mulut antara pelaku dan korban yang menyebabkan pelaku sakit hati.

"Kemudian terjadi penganiayaan hingga menyebabkan korban meninggal dunia," jelas Kapolres.

Barang bukti yang diamankan yaitu, sebelah kayu yang digunakan pelaku saat lakukan penganiyaan hingga menyebabkan kematian korban dan telepon seluler milik pelaku.

"Sementara handphone milik korban dibuang Timin ke sungai way semaka," papar Kapolres.

Kemudian, lanjut Kapolres, handphone milik pelaku akan digunakan polisi melakukan teknik Crime Science Investigation (CSI) untuk mengetahui percakapan pelaku pembunuhan dan korban.

Sementara Muslehudin atau biasa di panggil Timin mengaku dirinya dan korban sering melakukan hubungan suami istri.

Selain itu dirinya juga sering memberikan uang kepada korban dan korban juga sering memberi tersangka uang.

"Selain berhubungan layaknya suami istri, keduanya juga saling memberi uang," pungkasnya. (Zainah)

Pembunuh Ibu Muda di Tanggamus Menyerahkan Diri, Sempat Ikut Takziah dan Bantu Mengurus Jenazah

Desember 20, 2023


Tanggamus - Kapolres Tanggamus AKBP Siswara Hadi Chandra, S.I.K. menjelaskan kronologis, Kejadian pembunuhan Freni Astriani (29), ibu rumah tangga di Pekon Sudimoro, Semaka, Tanggamus pada hari Sabtu 16 Desember 2023, lalu pada pukul 01:00 WIB. 

Dikatakan Kapolres, kasus tersebut dilaporkan oleh Winoto yang merupakan ayah korban dalam selang waktu 6 jam kemudian atau tepatnya pada pukul 07.00 WIB. 

Akibatnya, dengan rentang waktu tersebut, sedikit menyulitkan penyelidikan, karen kondisi Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang sudah tidak steril atau sudah rusak.

Namun demikian, lanjut Kapolres, tim Inafis yang segera ke TKP mengumpulkan bukti-bukti yang ada ditemukan batu ada bercak darah, sehingga ditafsirkan awal, batu ini adalah yang digunakan oleh pelaku membunuh korban.

Kemudian, setelah menjelang siang, jenzah dibawa ke rumah sakit bhayangkara untuk dilakukan visum.

"Besok malamnya hasil visum keluar, dan ternyata bahwa korban mengalami pukulan benda tumpul, namun profilnya tidak sesuai dengan batu yang ditemukan tersebut," jelas Kapolres Tanggamus, AKBP Siswara Hadi Chandra, Rabu (20/12/2023)

Menanggapi hasil visum tersebut, lanjut Kapolres, tim kemudian melakukan penyelidikan lebih lanjut, dibantu Subdit 3 Jatanras Polda Lampung serta didukung segenap masyarakat sebagai saksi.

"Dari situ kita dapati fakta baru bahwa ada handphone korban yang hilang, juga Satu batang kasau yang biasa digunakan mengganjal pintu juga hilang, sehingga menjadi suatu keterangan baru guna penyelidikan lanjut," terangnya.

Berdasarkan keterangan-keterangan di lapangan serta teknik-teknik penyelidikan yang diterapkan dan dukungan dari seluruh elemen masyarakat, sehingga dugaan pelaku pembunuhan mengerucut kepada satu nama yakni Muslihudin (41) alias Timin.

Tim kembali fokus untuk mendapatkan bukti-bukti, berbekal dari hasil visum yang menerangkan atau alat yang digunakan untuk membunuh korban, sehingga didapatilah alat berupa kayu kasau dari batang kelapa dengan bercak darah serta 2 helai rambut, yang kemudian dikirim ke Labfor.

"Alhamdulilah paska kejadian, berkat kerjasama, soliditas dan kolaborasi tim sehingga kejadian tersebut dapat diungkap pada hari Senin, 18 Desember 2023 malam," kata Kapolres Tanggamus.

Masih kata Kapolres, untuk Kronologis kejadian, bermula tersangka Timin menghubungi korban untuk bertemu di sekitar rumah korban. Terjadi miskomunikasi dan salah faham yang membuat tersangka tersulut emosi dan sakit hati sehingga akhirnya menghabisi korban.

Setelah menghabisi korban, tersangka sempat pergi dan kembali ke rumah korban untuk memastikan kondisi disekitar TKP maupun kondisi korban bersamaan dengan mengambil handphone dan membuang kayu pemukul.

Selain itu, tersangka juga membantu mengurus jenazah. Kemudian pulang ke rumah untuk mengemasi pakaian yang terkena bercak darah dan selanjutnya melarikan diri dari TKP paska mengikuti takjiah di hari pertama.

Setelah dilakukan pendekatan kepada keluarga tersangka, melalui tindakan persuasif sehingga tersangka dapat diamankan setelah menyerahkan diri.

Latar Belakang Pembunuhan dan Hubungan korban dengan tersangka turut diungkapkan Kapolres seusai keterangan tersangka antara korban dan tersangka yang dituangkan dalam BAP. Tersangka dan korban ada hubungan asmara.

"Tersangka dan korban ada hubungan asmara, dan saat malam kejadian, ada terjadi suatu hal yang menyebabkan tersangka sakit hati terhadap korban. Karena merasa sakit hati sehingga memukul korban di bagian belakang sekitar Sepuluh kali dan hasil visum menunjukan beberapa bekas benda tumpul," bebernya.

Barang bukti kayu yang diamankan merupakan ganjal pintu belakang rumah korban, yang sempat dibuang ke dalam bekas sumur, sementara handphone korban dibuang di aliran sungai way semaka.

"Walaupun handphone milik korban dibuang, kita sudah mendapatkan handphone tersangka yang nantinya akan digunakan teknis scientifikasi investigasion guna mengetahui percakapan korban dan tersangka, sehingga didapatkan data-data yang kita butuhkan," jelasnya.

Terhadap tersangka dipersangkakan pasal 348 KUHPidana tentang Pembunuhan dan 338 KUHPidana tentang Pembunuhan Berencana dengan ancaman maksimal hukuman seumur hidup.

Sementara itu tersangka Timin, mengakui perbuatannnya membunuh korban di luar rumah yakni disamping, korban sekali pukul dan setelah terjatuh lalu kembali dipukul berkali-kali.

"Kita udah janjian dulu via handphone, yang tidur di dalam rumah itu bapaknya, ibunya dan Dua orang anaknya," kata Timin.

Timin menjelaskan bahwa ia telah berhubungan lama namun tidak rutin bertemu.

"Kalo ketemunya malam, disamping rumahnya dan sering melakukan hubungan suami istri," jelasnya.

Timin mengaku, sebelum kejadian dirinya merasa terhina, sebab korban mengatakan sesuatu yang tidak enak didengar termasuk membicarakan istrinya.

"Dia juga pernah bilang istriku gemuk, dikasih makan ayam, sehingga saya spontan memukul korban," ujarnya.

Timin menyebut, selain melakukan hubungan suami istri, dirinya juga sering memberikan uang kepada korban termasuk korban sebaliknya memberi tersangka uang.

"Ya sering ngasih uang. Dia juga sering ngasih saya uang, kadang dia yang transfer," kata Timin.

Ditambahkannya, bahwa korban dan istrinya sebenarnya berteman baik, namun terkait hubungan terlarang maupun pembunuhan, istrinyanya tidak mengetahui.

Dipenghujung keterangannya, Timin mengaku menyesali perbuatannya sehingga dia berfikir menyerahkan diri termasuk dukungan istri yang memintanya menyerahkan diri.

"Saya sangat menyesal, kenapa sampai saya bunuh. Lalu saya kabur ke tempat mertua di Way Panas, hingga akhirnya saya memilih menyerahkan diri, dan juga atas dorongan istri saya," tutupnya. (Tomi)
 

Pembunuh Ibu Muda di Tanggamus Terungkap, Ini Penjelasan Polisi

Desember 20, 2023


Tanggamus - Kasat Reskrim Polres Tanggamus Iptu Hendra Safuan, S.H., M.H dan tim memperoleh keberhasilan besar dalam mengungkap kasus pembunuhan yang menggemparkan masyarakat, di Sudimoro, Kecamatan Semaka, Kabupaten Tanggamus.

Berkat kegigihan dan kesigapan, mereka turun langsung ke lokasi kejadian untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan berhasil mengamankan pelaku.

Keberhasilan, tim investigasi yang dipimpin Iptu Hendra Safuan membuahkan hasil setelah melakukan upaya maksimal sejak awal terungkapnya kasus pembunuhan misterius di Kecamatan Semaka. 

Mereka memastikan setiap detail di lokasi kejadian diolah dengan cermat untuk mengumpulkan bukti yang kuat.

"Langkah-langkah cepat dan ketepatan tim menjadi kunci kesuksesan dalam mengungkap kasus ini," kata Iptu Hendra Safuan, Rabu (20/12/2023).

Iptu Hendra Safuan menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam proses penyelidikan. 

Selain itu, Hendra juga menegaskan, keberhasilan ini merupakan komitmen kepolisian dalam menjaga keamanan masyarakat.

"Kami akan selalu berkomitmen mengungkap kasus yang terjadi di wilayah hukum Polres Tanggamus," tegasnya.

Kemudian, Iptu Hendra Safuan memohon maaf tidak menghadiri konferensi pers, sebab masih berjuang pengungkapan kasus tim 3 Tekab 308 Polres Tanggamus.

"Kebetulan kami harus berangkat melakukan penyelidikan bersama tim 3, konferensi pers pengungkapan kasus pembunuhan akan disampaikan oleh bapak Kapolres, siang ini juga," tandasnya.

Pihak berwenang termasuk Wationo ayah korban Freni Astriani mengapresiasi dedikasi mereka yang telah memastikan keadilan untuk korban dan keluarganya. Keberhasilan ini semakin memperkuat keyakinan masyarakat terhadap kepolisian dalam menjaga ketertiban dan keamanan.

"Saya harus berterima kasih atas kerjasama semua tim kepolisian, yang berhasil menangkap tersangka. Kalau bisa itu hukuman mati, karena itu menghilangkan nyawa anak saya. Apa kesalahan anak saya, saya juga enggak tahu, intinya pelaku harus dihukum seberat beratnya," kata Wationo.

Selanjutnya, Timin (41) terduga pelaku pembunuhan akan dihadapkan ke proses hukum atas perbuatannya dan saat ini masih menunggu keterangan resmi runtutan kasus serta motif pelaku tega menghabisi korban.

Diketahui, sebelumnya warga digegerkan kasus pembunuhan terhadap Freni Astriani (29) ibu muda berasal dari Pekon Sudimoro, Kecamatan Semaka, Kabupaten Tanggamus pada Sabtu, 16 Desember 2023, pukul 01:00 WIB. (Tomi)

Gawat, Tanggul Sungai Way Bellu Rusak Parah, Butuh Perhatian Pemda Tanggamus

Desember 19, 2023


Tanggamus -Tanggul aliran sungai Way Bellu, Pekon Bandar Kejadian, Kecamatan Wonosobo mulai kritis akibat erosi dan belum tersentuh oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Tanggamus, Selasa (19/12/2023).

Meski Penjabat (Pj) Bupati Kabupaten Tanggamus Mulyadi Irsan telah meninjau kondisi banjir di beberapa titik di wilayah kecamatan Kota Agung Barat untuk proyek penanggulangan banjir sungai Way Bellu, rupanya di sejumlah titik masih banyak kondisi tanggul kritis sampai saat ini belum tersentuh.

Atas kondisi tanggul yang sudah mulai mengkhawatirkan, warga disekitar aliran sungai Way Bellu berharap agar segera ada perbaikan tanggul oleh Pemda Tanggamus.

Kepala Pekon Bandar Kejadian, Jayadi saat dikonfirmasi membenarkan sejumlah tanggul di wilayahnya menghawatirkan.  

Jayadi mengatakan proyek penanggulangan banjir di Way Belu belum tersentuh perbaikan normalisasi tanggul.

"Sampai sekarang belum dimulai perbaikan tanggul dan kami khawatir apabila tanggul nya jebol ratusan hektar sawah dan rumah warga akan tergenang air," katanya.

Dari pantauan wartawan Konsumsi Publik di lokasi, kondisi bangunan rumah warga sudah sangat mengkhawatirkan.

Selain itu, bangunan pondasi rumah warga mulai runtuh akibat kondisi tanggul sungai mulai habis, akibat terkikis gerusan air. 

Kemudian tidak hanya itu, gerusan air juga mulai mengancam jembatan yang akan mulai ambruk. (Tomi)

Polisi Berhasil Mengidentifikasi Terduga Pelaku Pembunuh Ibu Muda di Tanggamus

Desember 18, 2023


Tanggamus – Santernya kabar terduga pelaku pembunuhan ibu muda di Pekon Sudimoro, Kecamatan Semaka, Kabupaten Tanggamus telah teridentifikasi oleh polisi, hal itu berdasar pesan berantai yang diterima, Senin (18/12/2023) sore.

Dari pesan tersebut, disebutkan, terduga pelaku pembunuhan Freni Astriani (29), merupakan tetangga sebelah rumah korban, orang yang memang ada di TKP, namun saat ini orang tersebut kabur ke luar Tanggamus, sementara istrinya telah dibawa pihak kepolisian.

“Info pembunuhan di Pekon Sudimoro sudah terungkap, yang membunuh tetangga sebelah rumah. Motif sakit hati gara-gara omongan dan hp korban ada bersama pelaku,” tulis pesan tersebut.

Belum diketaui pasti kebenaran informasi tersebut, namun masyarakat setempat mengungkap, selain membawa istri terduga pelaku, di rumah terduga pelaku, polisi berpakaian preman terlihat melakukan penggeledahan.

Saat keluar rumah, polisi juga membawa sebuah kayu yang diperkirakan sebagai alat kejahatan, kayu itu seperti disebut Wationo selaku ayah korban.

“Istrinya (Terduga pelaku), yang dibawa polisi. Polisi juga bawa kayu, kayu itu seperti yang dikatakan Wationo,” kata warga setempat.

Sementara itu, pihak kepolisian Polres Tanggamus melalui Kasat Reskrim Iptu Hendra Safuan belum meminta waktu dan memohon doa agar kasus tersebut terungkap.

“Sabar ya. Mohon doa (Agar segera terungkap),” kata Iptu Hendra saat di konfirmasi, Senin (18/12) sore.

Diketahui, warga digegerkan atas temuan mayat Freni Astriani (33), seorang ibu rumah tangga di RT 008 RW 002 Pekon Sudimoro Kecamatan Semaka Kabupaten Tanggamus, dinihari, Sabtu 16 Desember 2023, pukul 01.00 WIB.

Berdasarkan data yang diterima, kronologis kejadian dimulai ketika orang tua korban terbangun oleh suara jeritan pada waktu yang sama. Mereka menemukan anak mereka, Freni Astriani, sudah tersungkur di samping rumah dengan luka bagian kepala.

Menurut Eko selaku Ipar korban, saat kejadian Freni diketahui orang tuanya masih membawa HP. Namun setelah korban sudah dibawa ke dalam rumah HP korban yang ditaruh di teras rumah telah hilang, anehnya dihubungi masih aktif, namun selang beberapa jam sudah tidak aktif.

Eko menyebut, korban mengalami luka robek di bagian kepala belakang sebelah kanan seputaran leher atas, Freni dinyatakan meninggal dunia setelah dibawa ke rumah sakit. (Tomi)

Korban Pembunuhan di Semaka Tanggamus Bersimbah Darah Dipangkuan Ibu dan Ayah

Desember 16, 2023


Tanggamus - Geger korban pembunuhan bersimbah darah di pangguan sang ibu dan ayah di Pekon Sudimoro, Kecamatan Semaka, Kabupaten Tanggamus provinsi Lampung pada Sabtu (26/12)

Warga Pekon Sudi Moro kecamatan Semaka Kabupaten Tanggamus Lampung di gegerkan dengan kejadian dugaan pembunuhan seorang wanita yang saat ini di tinggal suaminya bekerja di Malaysia, dan tinggal satu rumah dengan orang tuanya. 

Kejadian tepat di samping rumah bagian depan rumah korban, pada dini hari sekitar pukul 01.00 WIB.

Saat awak media melakukan pantauan di lapangan, terlihat di TKP rumah korban sudah di pasang polis line, korban sudah di bawa oleh tim Inafis polres Tanggamus untuk di lakukan outopsi.

Menurut saksi tetangga korban yang bernama Dalmin mengatakan bahwa kejadian bermula sekira pukul 01.00 dini hari terdengar ada teriakan minta tolong dari rumah korban. Setelah saksi tiba di TKP, korban sudah berlumuran darah di atas pangkuan ibu korban dan ayah korban tepat di samping korban.

"Saya mau ke kamar kecil, terdengar ada teriakan minta tolong, begitu saya keluar dan sampai di lokasi, saya melihat korban yang berlumuran darah sudah di pangkuan ibunya dan bapaknya posisi di samping korban, terus saya minta tolong memanggil tetangga," tuturnya

Kemudian Dalmin menceritakan ada yang menghubungi pihak pamong memberitahu kejadian ini, lalu korban di bawa ke rumah sakit menggunakan mobil ambulan pekon.

"Kemudian korban di bawa ke rumah sakit menggunakan mobil ambulan pekon, pulang lagi sekitar pukul 4 subuh dan katanya korban sudah meninggal,"lanjutnya

Sedangkan kesaksian Eko, saudara korban mengaku dari kejadian tersebut korban mengalami luka robek di bagian kepala belakang sebelah kanan, luka lebam di bagian bawah kepala belakang.

"Ada luka robek di kepala bagian belakang sebelah kanan, ada luka lebam di bawah kepala bagian belakang seputaran leher atas," jelas Eko.

Menurut Eko korban merupakan anak ke tiga dari tiga bersaudara, bernama RA (29) tahun dan memiliki suami yang masih bekerja di Malaysia, memiliki Dua orang anak, yang pertama perempuan masih duduk kelas 3 SD, anak yang kedua putra masih PAUD.

"Suaminya korban itu kerja di Malaysia kurang lebih ada Empat tahun, anaknya yang Pertama perempuan masih kelas 3 SD dan yang Kedua putra masih PAUD,"jelas Eko.

Pada saat kejadian, korban diketahui orang tuanya masih membawa handphone, namun setelah korban sudah di bawa ke dalam rumah hp korban sudah tidak ada.

"Saat bapak mau menggendong korban untuk di bawa ke dalam tidak kuat, kemudian hp nya korban di taroh di teras rumah, tapi setelah bapak keluar hp-nya sudah tidak ada, saat di hubungi masih aktip, tapi sekarang tidak aktip lagi," papar Eko.

Pihak keluarga berharap kepada Kepolisian Polres Tanggamus agar bisa secepatnya mengungkap siapa pelaku dan motifnya melakukan perbuatan keji ini.

Untuk mendapat informasi lebih dalam awak media mencoba menemui kepala Pekon Sudimoro di kediamannya, namun Kepala Pekon Sudimoro sedang tidak berada di tempat, sedang mengantar korban ke Bandar Lampung untuk di lakukan outopsi di Rumah sakit.

Saat ini dugaan kasus pembunuhan sudah di tangani Polres Tanggamus untuk di lakukan penyelidikan lebih lanjut. (Wan)

Satresnarkoba Polres Tanggamus Tangkap Pengedar Ganja

Desember 15, 2023


Tanggamus - Satuan Reserse (Satres) Narkoba Polres Tanggamus berhasil mengungkap kasus Narkoba dengan menangkap Dua terduga pengedar Ganja dini hari tadi, Jumat, 15 Desember 2023, sekitar pukul 03.00 WIB. 

Tindak kejahatan Narkoba ini terjadi di Pekon Sinar Banten, Kecamatan Talang Padang, Kabupaten Tanggamus, terduga pengedar ganja yang ditangkap inisial BP (19) dan MA (21).

Kasatresnarkoba Polres Tanggamus Iptu Iwan Ricadz S.H.,M.H mengatakan, berawal dari informasi masyarakat, tim Opsnal Narkotika melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap kedua tersangka di rumahnya masing-masing.

"Saat penggeledahan terduga pengedar BP, ditemukan barang bukti berupa puntungan ganja, batang ganja kering, kertas papir, dan satu unit handphone," kata Iptu Iwan mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Siswara Hadi Chandra, S.I.K. 

Dijelaskan Iptu Iwan, kronologi kejadian bermula penangkapan BP, mengaku mendapatkan ganja dari AM sehingga dilakukan pengembangan kasus ke kediaman AM di Pekon Sinar Banten.

Tim juga melakukan penggeledahan lebih lanjut di rumah AM, sehingga menemukan kertas berisi daun ganja kering dengan berat brutto 46.76 gram.

Selain itu plastik klip ukuran besar, Enam kertas papir, Enam plastik klip bekas pakai, Dua pipa kaca/pirek bekas pakai, Empat pipet/sedotan, sumbu, korek api gas, handphone berikut kotaknya.

"Barang bukti yang berhasil diamankan di rumah AM disembunyikan disalah satu ruangan kosong di rumahnya," ujarnya.

Kasat menyebut, berdasarkan keterangan AM bahwa ia mendapatkan ganja dari seseorang yang dikirimkan melalui jasa paket dan hingga saat ini masih dilakukan penyelidikan.

"Untuk dugaan penyedia yang disebut AM, masih dalam proses pengembangan," tegasnya.

Ditambahkannya, kedua terduga pelaku dan barang bukti telah diamankan untuk penyidikan lebih lanjut.

"Keduanya dijerat Pasal 111 ayat (1) dan Pasal 114 ayat (1) Jo Pasal 112 ayat (1) UU. RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, ancaman maksimal 12 tahun penjara," tandasnya.

Sementara itu, terduga pelaku AM dalam keterangannya mengaku mendapatkan daun kering Ganja tersebut didapat dari seseorang inisial ED di Pulau Jawa.

"Itu dari (Pulau) Jawa daun kering ganja tersebut dimasukan didalam kotak sepatu kemudian dikirim melalui jasa pengiriman paket," kata AM sebelum dimasukkan dalam sel tahanan. (Wan)

Laka Lantas di Pekon Sanggi, Satlantas Polres Tanggamus Menggelar Olah TKP

Desember 12, 2023

 


Tanggamus - Kecelakaan lalu lintas (Laka Lantas) terjadi di Jalan Lintas Barat, Pekon Sanggi, Kecamatan Bandar Negeri Semuong, Kabupaten Tanggamus, Selasa (12/12/2023).

Kecelakaan melibatkan Dua truk Mitsubishi Fuso Nopol B 9049 UYW yang dikemudikan oleh Muhammad Syahril Sidik (42) dari Jakarta Utara, dan truk Mitsubishi Fuso Nopol BE 8461 AMF yang dikemudikan oleh Panji (49) dari Lampung Selatan.

Kasat Lantas Polres Tanggamus, Iptu Ridwansyah, mengatakan kecelakaan terjadi pagi tadi pada pukul 05:30 WIB, kemudian pihaknya melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta mengevakuasi korban ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Batin Mangunang, Kota Agung.

Akibat kecelakaan tersebut, Muhammad Syahril Sidik, pengemudi truk B 9049 UYW mengalami luka di bagian paha sebelah kanan, punggung kaki sebelah kanan, dan jari jempol kaki sebelah kanan.

"Korban dievakuasi ke RSUD Batin Mangunang akibat luka yang deritanya. Untuk kerugian materiil akibat kecelakaan ini mencapai sekitar Rp30 juta," kata Iptu Ridwansyah mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Siswara Hadi Chandra.

Dijelaskan Kasat Lantas, kecelakaan bermula truk Mitsubishi Fuso B 9049 UYW bergerak dari arah Bandar Lampung menuju Pesisir Barat. Saat mencapai lokasi kejadian dengan medan jalan menurun dan menikung ke kiri, truk tersebut melambung ke jalur sebelah kanan. Bersamaan dengan itu, truk Mitsubishi Fuso Nopol BE 8461 AMF datang terlalu dekat.

"Akibat jarak yang terlalu dekat, bagian depan sebelah kanan truk B 9049 UYW menabrak bagian samping kanan truk BE 8461 AMF. Mereka terus bersentuhan hingga ke ujung bagian belakang body. Selanjutnya, truk B 9049 UYW menabrak tembok pembatas jembatan, dan posisi akhirnya, ban depan sebelah kiri menggantung di atas jembatan," jelas Kasat Lantas.

Ditambahkan Kasat, saat ini pihak telah melakukan evakuasi kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan tersebut, guna proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut.

"Kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan juga diamankan guna penyelidikan lebih lanjut," imbuhnya. 

Atas kejadian tersebut, Kasat mengimbau pengguna jalan untuk selalu mematuhi peraturan lalu lintas guna menghindari kecelakaan.

"Mari kita selalu berhati-hati di jalan raya dan patuhi aturan lalu lintas untuk mencegah terjadinya kecelakaan serupa," imbaunya. (Tomi)

Kebakaran di Posko Adat Marga Buay Belunguh, Polres Tanggamus Melakukan Identifikasi

Desember 11, 2023

 


Tanggamus - Peristiwa kebakaran terjadi di posko perbatasan lahan HGU dan HGB PT Tanggamus Indah yang berlokasi di Dusun IV RT 07 Pekon Tanjung Anom, Kecamatan Kota Agung Timur, Kabupaten Tanggamus, Senin (11/12/2023) dini hari.

Atas insiden tersebut, Kasat Reskrim Polres Tanggamus Iptu Hendra Safuan, S.H., M.H langsung memimpin identifikasi bersama Inafis dan Unit Reskrim Polsek Kota Agung di back up Sat Intelkam serta Sat Samapta.

Kasat Reskrim Iptu Hendra Safuan mengungkapkan, identifikasi dilakukan dengan pemeriksaan area titik pertama kebakaran sesuai keterangan saksi-saksi hingga area sumber kelistrikan di posko tersebut.

"Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Berdasarkan hasil pemeriksaan TKP oleh Inafis, dugaan api berasal dari korsleting listrik," ungkap Iptu Hendra Safuan mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Siswara Hadi Chandra.

Kasat membeberkan, dalam pemeriksaan itu juga ditemukan jalur kabel listrik illegal yang tersambung pada kabel induk saluran listrik diatas rumah warga bernama Yulius Suwanto, yang rumahnya berdekatan dengan Posko.

Titik bakar kabel listrik juga ditemukan pada beberapa tempat yakni pada kabel titik posko, kabel menuju ke gardu serta titik utama pada kabel saluran diatas rumah Yulius Susanto.

Adapun kabel yang digunakan merupakan kabel telkom dengan tembaga kecil dan di posko yang terbakar tidak menggunakan KWH Meter .

"Dari pemeriksaan kabel, diduga pengambilan arus listrik dilakukan secara illegal, bahkan menggunakan kabel yang tidak sesuai," bebernya.

Kasat menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi Yulius Suwarto selaku tetangga posko Adat Marga Buay Belunguh, sekitar pukul 00:30 WIB, ia mendengar ada teriakan kebakaran.

Kemudian, saksi langsung keluar dan melihat kejadian kebakaran tersebut diduga dari arus listrik yang berada di dalam kamar yang terkunci.

Bersamaan saat kejadian, kabel yang menyambung ke kabel saluran pokok sebelum KWH milik Yulius juga turut meledak dan terputus dengan sendirinya.

"Rumah posko adat yang ludes terbakar mengalami kerugian sebesar Rp10.000.000,00. Akibat kejadian tersebut," jelasnya.

Kasat menyebut, dari lokasi pihaknya mengamankan sejumlah barang bukti dan kedepannya akan melakukan pemanggilan kepada pemasang listrik di lokasi tersebut.

"Untuk identitas pemasang kabel sudah diketahui identitasnya, sehingga akan dilakukan pemanggilan terhadapnya," ujarnya.

Kasat menambahkan, berdasarkan keterangan para penghuni posko adat, mereka kebanyakan penderes karet yang berasal dari Tanjung Bintang, Kabupaten Lampung Selatan. (Wan)