Tampilkan postingan dengan label Sport. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sport. Tampilkan semua postingan

PS Paja Raih Juara Pertama pada Turnamen Pelita Jaya Cup 2024

April 21, 2024

 


Pesisir Barat - Dalam rangka memeriahkan momen lebaran, Pekon Pelita Jaya, Kecamatan Pesisir Selatan, Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar) kembali menggelar turnamen sepak bola Pelita Jaya Cup. 

Acara tersebut diselenggarakan oleh Karang Taruna Pekon Pelita Jaya di setiap momen lebaran, yang saat ini sudah memasuki tahun ke-13 di ikuti sebanyak 27 tim dari Pesisir Barat dan satu tim dari Kabupaten Lampung Barat. 

Turnamen sepak bola berlangsung di lapangan Paja, Pekon Pelita Jaya sejak hari kedua lebaran tepatnya pada Kamis (11/4/2024) hingga pertandingan partai final pada Minggu (21/4/2024) yang tinggal menyisakan empat tim.

Pada partai pertama, pertandingan antara tim Persada FC dari Lampung Barat berhadapan dengan kesebelasan Putra Ratu FC dari Pekon Negeri Ratu Tenumbang untuk memperebutkan juara ketiga. 

Pada pertandingan tersebut tim Pekon Persada FC berhasil mengalahkan Putra Ratu FC dari Pekon Negeri Ratu Tenumbang dengan skor 3-0 tanpa balas. 

Kemudian pada partai puncak, perebutan juara pertama antara tim tuan rumah Pekon Pelita Jaya Yaitu PS Paja mengenakan kaos jersey putih hitam berhadapan dengan Way RU tim dari Pekon Tanjung Jati memakai jersey merah hitam.

Pertandingan berlangsung cukup sengit, tim tuan Rumah PS Paja berhasil membuat tim Way RU tertinggal 2-1 pada babak pertama.

Kemudian pada awal babak ke dua, tim tuan rumah PS Paja berhasil menambah ke unggulan hingga skor menjadi 3-1 membuat tim Way RU dari Pekon Tanjung Jati semakin tertinggal.

Kemudian setelah meningkatkan volume serangan tim Way RU tetap tidak dapat mengejar ketertinggalan dari tuan Rumah PS Paja dengan skor 3-1 bertahan hingga pertandingan usai.

Peratin Pekon Pelita Jaya, Wawan Ardi Saputra mengapresiasi perjuangan Tim PS Paja yang sudah berusaha semaksimal mungkin untuk memenangkan pertandingan.

Kemudian, lanjut Wawan, atas kerja keras dan kerja sama tim yang bagus, akhirnya PS Paja mampu meraih juara pertama setelah unggul 3-1 atas Way RU dari Pekon Tanjung Jati. 

"Saya berharap untuk pertandingan kedepan kita bisa menampilkan permainan terbaik dan terus giat berlatih agar kita bisa mempertahankan kemenangan ini," ujar Wawan. 

Kedepan, Wawan juga berharap kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) agar dapat memperhatikan kegiatan Pelita Jaya Cup dengan memberikan bantuan, mengingat kegiatan tersebut sudah berlangsung selama belasan tahun dan tentu sangat membutuhkan dukungan agar dapat terus berkembang. 

"Sejauh ini sudah ada dukungan dari PSSI, Kecamatan dan juga DPRD, kalau bisa kedepan lebih ditingkatkan lagi lah Pemkab memperhatikan turnamen ini," harapnya. 

Terpisah perwakilan tim PS Paja, Rido (29) mengatakan dirinya merasa senang turnamen sepak bola Pelita Jaya Cup bisa kembali di gelar, ditambah lagi tim yang dibelanya berhasil keluar sebagai juara pertama setelah unggul 3-1 atas Way RU dari Pekon Tanjung Jati. 

Kemenangan PS Paja terhadap kesebelasan Way RU, Rido mengaku bangga mengingat kemengan tersebut merupakan penantian panjang selama delapan tahun sejak tahun 2017 untuk menduduki peringkat pertama dan bisa membawa kembali piala kebanggaan. 

"Bangga tentunya, mudah-mudahan dapat dipertahankan kemenangan kami ini, semoga kedepan dapat terus meningkatkan kemampuan dan menciptakan pemain berkualitas untuk Pesibar," pungkasnya. 

Turnamen Pelita Jaya Cup memberikan hadiah sebesar lima juta rupiah untuk juara pertama, tiga juta rupiah untuk juara kedua, dua juta rupiah untuk juara ketiga, kemudian satu juta rupiah untuk juara keempat. (*)

TIM NASIONAL INDOOR SKYDIVING INDONESIA MERAIH PRESTASI PADA KEJUARAAN ASIA

April 21, 2024




KONSUMSIPUBLIK - Prestasi tingkat Asia berhasil diraih oleh atlet-atlet Indoor Skydiving Indonesia pada rangkaian 5th Fédération Aéronautique Internationale (FAI) World Cup of Indoor Skydiving (WCIS) & 1st FAI Asian Indoor Skydiving Championship di Macau, China, yang diselenggarakan pada 17-20 April 2024. 


Kejuaraan di bawah naungan FAI, selaku Induk Olahraga Aerosport Dunia, merupakan kejuaraan paling bergengsi untuk Olahraga Dirgantara khususnya Terjun Payung.


Pada Kejuaraan Dunia yang diikuti 29 negara ini, Delegasi Tim Nasional Indoor Skydiving Indonesia dari Komite Terjun Payung - Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) mengikuti 3 nomor yaitu 4-Way Formation Skydiving (kerja sama di udara), 4-Way Formation Skydiving Female dan Dynamic 2-Way.


Tim Nasional Indonesia Putri pada nomor 4-Way FS Female yang diwakili Polwan Brimob POLRI berhasil meraih medali perak atau juara 2 pada Kejuaraan Asia dan menduduki peringkat ke 5 pada Kejuaraan Dunia. Juara 1 Asia diraih oleh Tim China, yang juga merupakan Juara Dunia.


Atlet-atlet Putri juga mencatatkan Rekor Nasional dengan nilai tertinggi pada satu babak' yaitu 30 poin. Prestasi ini juga merupakan Kado Istimewa yang bertepatan dengan momentum Hari Kartini.


Kompol Reynando Hutapea yang merupakan Danyon A pelopor Sat Brimob Polda lampung dan menjadi bagian Kontingen indonesia menyebutkan bahwa Putri-putri terbaik Indonesia mampu memberikan prestasi yang membanggakan dalam kompetisi ini.


"Betul mas, Alhamdullilah kita mampu meraih prestasi meski hanya menjadi urutan ke 2 dan 3",.Ungkap Kompol Reynaldo saat di konfirmasi melalui pesan Whataps. Minggu 21 april 2024.


Sementara Tim Nasional Indonesia Putra pada nomor 4-Way FS Open berhasil meraih medali perunggu (Juara 3) pada Kejuaraan Asia yang diwakili oleh atlet-atlet Brimob POLRI.


Diketahui dalam Kejuaraan Dunia ini, Indonesia Mengirimkan 2 tim yang diwakili Brimob POLRI dan KOPASGAT TNI AU dengan menduduki peringkat 12 dan 18 dunia.


Selain itu Tim Nasional Indonesia juga pertama kali dalam sejarah nasional ikut serta pada nomor Dynamic 2-Way yang diwakili atlet-atlet Brimob POLRI dengan hasil peringkat 21 Dunia dan peringkat 4 Asia.


Turut hadir pada perlombaan Presiden International Skydiving Committe (ISC) FAI Alberto Martin, Ketua Harian PB. FASI Marsda Andi Wijaya, Pejabat KONI Pusat Effendi Soen, Ketua Komite Terjun Payung FASI Irvan Zuladry, Perwakilan POLRI Kombes Pol Christiyanto Goetomo dan Ketua Delegasi / Ketua Tim Kopasgat Kol Pas. Helmi A. Nange.


Prestasi membanggakan yang diraih atlet-atlet Indonesia ini tidak terlepas dari dukungan fasilitas latihan indoor skydiving (windtunnel) termodern yang saat ini dimiliki Brimob POLRI.


Komitmen Komite Terjun Payung FASI dalam mengembangkan dan memajukan Olahraga Indoor Skydiving diwujudkan dengan terselenggaranya Kejuaraan Nasional berkualitas pada tahun 2022 dan 2023, serta rencana penyelenggaraan Kejuaraan Indoor Skydiving Internasional KAPOLRI Cup pada bulan Juli 2024 yang diinisiasi oleh Persatuan Terjun Payung POLRI dan didukung penuh Pimpinan-pimpinan POLRI.

Pesibar Boyong 11 Piala Pada Kejurda Hapkido Provinsi Lampung

Mei 20, 2023

 


Pesisir Barat - Atlet Hapkido Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar) menoreh prestasi gemilang di ajang Kejurda Hapkido Provinsi Lampung yang berlangsung pada Jumat 19 hingga Sabtu 20, Mei 2023.

Ketua Pengurus Cabang (Pengcab) Hapkido Kabupaten Pesisir Barat, Tedi Zadmiko mengatakan pada Kejurda 2023 sebanyak 12 atlet Hapkido Pesibar di terjunkan pada ajang tersebut.

Dari ke 12 atlet yang di terjunkan 11 diantaranya berhasil menoreh prestasi, sehingga Pesibar berhasil menduduki urutan ke-4 dari 18 tim se Provinsi Lampung yang ikut bertanding pada Kejurda yang berlangsung di Gedung Sport Center UIN Raden Intan Lampung.

Ke 11 atlet Hapkido yang berhasil menorehkan prestasi diantaranya 10 atlet juara pada kategori Daeryun (Tarung) sementara satu atlet lainnya pada kategori Hyung (Jurus).

"Alhamdulillah berjalan dengan lancar meski atlet kita sempat jatuh bangun menghadapi lawan. Namun berkat persiapan yang matang pada lima bulan sebelumnya kita mampu bersaing dan membawa pulang piala dan piagam," ujar Tedi Zadmiko.

Kedepannya Tedi berharap pemerintah daerah dapat membantu dukungan finansial serta peralatan dan perlengkapan fasilitas pelatihan yang memadai untuk menunjang latihan atlet dalam rangka persiapan untuk meraih kembali prestasi-prestasi gemilang di ajang selanjutnya.

"Para atlet Pesibar rencananya akan mengikuti Kejurnas Hapkido yang akan berlangsung pada akhir tahun 2023," jelas Pengcab Habkido Pesibar.

Dengan adanya dukungan pemerintah daerah, pembinaan terhadap atlet dapat dilaksanakan maksimal baik jangka panjang maupun jangka pendek sehingga prestasi atlet-atlet Pengkab Hapkido Pesibar mampu bersaing di tingkat Provinsi, Nasional, hingga Internasional.

"Sebelumnya 6 atlet senior Hapkido rata-rata mendapat juara semua di ajang Porprov Lampung pada Desember 2022 lalu, dan satu orang atlet lolos mewakili Lampung untuk Pra-Pon di Jogjakarta pada Juni 2023 mendatang," pungkasnya. (Andrean/Wawe)

2 Atlet Surfing Kampung Jawa Wakili Lampung Dalam Kejurnas di Bali

September 30, 2022

 

Pesisir Barat - Dua atlet asal Pekon Kampung Jawa Kecamatan Pesisir Tengah Kabupaten Pesisir Barat mewakili Provinsi Lampung dalam ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) cabang olahraga Surfing yang akan diselenggarakan di pantai Pererenan, Canggu, Bali yang diselenggarakan pada Selasa hingga Kamis Minggu depan, (4-6/10).

Mengetahui hal itu Peratin Pekon Kampung Jawa Rudi Yanto merasa sangat bangga warganya mampu mewakili Provinsi Lampung untuk mengikuti ajang Kejuaraan Nasional di Bali, Jumat (30/9/2022).

Rudi mengatakan bahwa dua atlet itu yakni Dira dan Cikal, Menurut Rudi yanto, perjuangan bakat dan keahlian para peselancar muda itu patut di apresiasi yang setinggi-tingginya, sebab keduanya sudah sangat sering mengharumkan nama Pekon dan Kabupaten Pesisir Barat di berbagai daerah.

"Kedepan para atlet ini khususnya yang berasal dari Pekon Kampung Jawa akan kita bina, mudah-mudahan mereka akan terus membawa nama baik Pekon Kampung Jawa, dan Kabupaten," ujar Rudi.

Selain berencana untuk mendukung penuh perkembangan atlet melalui pembinaan di pekon, Rudi juga memberikan bantuan operasional untuk keduanya selama mereka bertanding di Bali.

"Saat ini mereka menjadi andalan atlit surfing dari Lampung, kami berharap keduanya dapat meraih Juara dalam Event Nasional itu" sambungnya.

Naesa Awalia Shaldira (13) satu diantara peserta yang mengikuti ajang tersebut mengatakan, sangat bangga bisa mewakili Provinsi Lampung dalam ajang Nasional.

Bocah yang akrab disapa Dira tersebut diketahui pernah meraih juara dalam ajang kejuaraan surfing se-Sumatera di Padang, Sumatera Barat, pada Februari 2022 lalu. Selain itu Dira juga pernah meraih juara di kejuaraan surfing di Pantai Carita, Banten, Desember 2021 dan kejuaraan surfing se-Pesisir Barat. Terakhir Dira berhasil meraih juara satu divisi Women di ajang Kaur surfing di Bengkulu pada 23 Juni 2022 yang lalu.

" Dira minta doanya semoga bisa mengharumkan nama besar Pesisir Barat dan Lampung," ucapnya. (Red)

Timnas Indonesia di Sebut Jadi Raja ASEAN

September 23, 2022

SPORTS - Timnas Indonesia telah menggeser Vietnam dari statusnya sebagai raja sepak bola ASEAN hal itu disampaikan Media China Sohu karena Baru-baru ini, Timnas Indonesia U-19 berhasil meraih kemenangan atas Vietnam U-19 pada laga pemungkas Grup F Kualifikasi Piala Asia U-20 2023.

Dikutip dari GenPi.co Timnas Indonesia U-19 berhasil menang dengan skor 3-2 pada laga yang digelar di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Minggu (18/9). Kemenangan tersebut menjadikan Timnas Indonesia U-19 finish sebagai juara Grup F, meninggalkan Vietnam yang harus puas di posisi kedua.

Timnas Indonesia U-19 juga memastikan diri sebagai negara ASEAN pertama yang lolos ke putaran final Piala Asia U-20 2023, dan satu-satunya yang lolos sebagai juara grup.

Sementara Vietnam dan Thailand dua tim terkuat ASEAN harus berebut tiket melalui jalur 5 runner-up grup terbaik.

Karena pencapaian itu, media China, Sohu memprediksi Timnas Indonesia akan berkembang menjadi tim superior menggeser Vietnam di ASEAN.

"Indonesia menggantikan Vietnam sebagai raja SEA," tulis Sohu yang dilaporkan oleh The Thao 247, Rabu (21/9). Prediksi tersebut tidak hanya melihat hasil dari Timnas Indonesia U-19, melainkan juga keperkasaan Timnas Indonesia U-16 yang menumbangkan Vietnam pada Piala AFF U-16 2022 sebelumnya.

Terlepas dari itu, kekuatan Timnas Indonesia senior akan segera diuji saat melawan tim zona Concacaf, Curacao pada FIFA Matchday, 24 dan 27 September 2022.

Target Realistis Marquez Andalkan Naluri, Finis Antara P8 dan P10

September 17, 2022
motosport.com


MotoGP - Marc Marquez tegaskan tidak bidik podium dalam MotoGP Aragon di MotorLand Aragon akhir pekan ini. Meski begitu, pembalap Repsol Honda itu tetap tidak bisa santai.

Rider 29 tahun tersebut menyedot atensi dalam latihan bebas. Pada FP1, ia mencetak waktu tercepat ke-11 dengan selisih 0,521 detik dari pemimpin sesi Aleix Espargaro 1:48,686.

Marquez mencatatkan waktu lebih baik pada putaran berikutnya. Juara dunia MotoGP enam musim tersebut bertengger di peringkat kedelapan dengan torehan 1:47,761.

Pencapaian yang cukup bagus mengingat ia baru comeback setelah tiga bulan absen usai operasi keempat lengan kanan. Para pembalap lain tidak kaget dengan rapor Marquez. Bahkan Fabio Quartararo yakin kalau The Baby Alien bakal memperjuangkan kemenangan.

Namun, Marquez kesampingkan pandangan lawan-lawannya. Ia memilih melangkah secara bertahap dan mustahil podium, dilansir dari motosport.com..

“Podium sangat jauh, ada banyak pembalap yang melaju sangat kencang dan itu bukan target saya juga,” ujarnya.

“Bagi saya, melakukan sesuatu yang bagus akan bisa menuntaskan balapan dengan cara bagus dan tidak jauh dari lima teratas, tapi tidak bertarung di sana juga. Sekarang, waktunya berada di tempat di mana motor dan tubuh meminta.

“Hari ini, saya merasa bagus, tapi jika besok saya merasa lebih buruk, saya akan harus kehilangan poin. Kami di sini untuk berkompetisi. Dalam MotoGP sekarang, jika Anda rileks maka Anda di belakang. Kalau Anda rileks 0,2 detik, Anda tidak cuma turun dua posisi, malah bisa 10 posisi.”

Dengan penampilan seperti kemarin, Marquez mengungkapkan kalau bisa mengupayakan untuk finis antara posisi kedelapan sampai kesepuluh.

“Jika kami lihat di atas kertas, ritme, mungkin saja dengan apa yang kami lakukan hari ini, saya memilih peringkat kedelapan atau kesepuluh. Tapi, saya tidak tahu bagaimana bertahan untuk 23 lap, stint terpanjang yang saya lakukan adalah empat atau lima lap,” katanya.

“Saya di sini memacu sekeras mungkin, semampu tubuh saya menahan. Saya tahu cepat atau lambat, saya harap nanti saja, crash pertama akan datang, ini normal. Namun, hari ini berjalan dengan baik dan yang paling penting adalah lebih baik di sore hari daripada pagi.”

Marquez mengakui kalau kecepatan RC213V masih jauh dari ekspektasinya. Dalam kondisi fisik belum 100 persen, ia hanya mengandalkan insting saat berkendara.

“Hari ini, saya menjadi pembalap nomor satu Honda, tapi level pace masih jauh dari keinginan kami. Ini bukan target utama, tapi ini jadi motivasi dan itu motor yang saya kenal,” ia menambahkan.

“Anda tiba setelah tiga bulan dan Anda berkendara berdasarkan naluri. Dan cara saya mengendarai motor secara naluriah tapi tidak alami untuk gaya berkendara saya. Saya katakan di pramusim dan saya mengulangi lagi, kemudian Anda beradaptasi, tapi saya berkendara tidak alami, tidak aman dan pembalap lain di Honda menyalip.

“Anda tahu di mana Anda harus mengerem, di mana Anda harus membuka gas dan di mana Anda harus belok dan Anda melakukan satu cara atau lain, bertarung kurang lebih, dan Anda bisa memperbaiki satu lap. Tapi, agar bisa balapan, kami butuh motor lebih baik.”

Penampilan pertama Marquez setelah absen panjang terjadi dalam tes di Misano. Kala itu, ia tidak menggeber motor hingga melebihi batas.

“Di Misano, saya terkejut dengan diri sendiri dan di sini, kaget lagi, terutama karena saya merasa lebih baik sore hari. Saya tahu apa yang dilalui, bagaimana saya, saya tahu ke mana harus pergi dan kemudian, fisikawan yang menentukan apakah saya bisa ke sana atau tidak,” ia melanjutkan.

“Saya menerima apa yang saya miliki di lengan untuk jangka waktu panjang dan kami harus terus bekerja dan meningkatkan untuk melihat di mana 100 persen dari lengan ini sekarang. Kami tidak tahu itu hingga musim dingin.

“Namun, untuk sekarang, saya masih bekerja dengan cara sendiri. Jelas bahwa saya berada di salah satu sirkuit favorit, lainnya seperti Jepang atau Thailand akan datang dan kami akan lebih menderita lagi.”

Marquez tidak mau membandingkan dirinya dengan pembalap lain yang lebih kuat. Ia akan mencoba membuat langkah besar menurut versinya sendiri meski itu sangat kecil di mata lawan.

“Anda lihat referensi terhadap pembalap lain dan motor lain. Kesimpulan bahwa kami harus bekerja, bukan hanya saya, tapi juga Honda, karena ada dua merek lain yang jauh di atas lainnya," ujarnya.

“Kami sadar dan hari ini, dalam garasi, bekerja dengan cara lebih baik. Besok, saya akan mencoba melakukan hal-hal bagus, meski bukan yang terbaik di akhir pekan, tapi saya harus kembali mempersiapkan untuk musim 2023. Itu artinya harus mengorbankan hal lain.

“Motor 2021 lebih natural untuk gaya balap saya tapi lebih lambat. Motor 2023 tidak alami tapi dikalkulasi secara keseluruhan, kami bisa melaju lebih kencang.

“Kami harus menemukan kompromi. Namun, 1,5 menit di sirkuit, semua menjadi sangat ketat. Tidak, saya berkendara longgar tapi saya malah dua kali lebih lelah di pagi hari karena saya sangat kaku. Harapan finis balapan dan jika saya lelah, saya akan melambat. Ini hanya masalah menerima itu atau finis.”

Meski ada banyak masalah, Marquez tidak mau membuat perubahan sehingga mirip RC213V yang ditunggangi di Mugello.

“Motor mirip dengan Mugello. Tapi, saya memilih start dari sana. Lain kali saya kembali membuat perubahan untuk pembalap lain dan saya harus kembali ke diri saya sendiri,” ucapnya.

“Saya mulai dengan motor Austin, saya mencatatkan waktu bagus dengan swingarm baru (alumunium Kalex) dan saya belum memperkenalkan pembaruan aerodinamika.”

Pada Seri GP di Aragon Maverick Vinales Bakal Pakai Sasis Baru

September 09, 2022
Sumber : motosport.com

 MotoGP  - Pada tes MotoGP Misano pembalap Aprilia Racing Maverick Vinales membuat pernyataan bahwa Pabrikan Noale mempertimbangkan memakai sasis baru untuk Grand Prix Aragon.

"Kami banyak berkonsentrasi pada set-up karena saya sedikit kesulitan di paruh kedua balapan akhir pekan (GP San Marino). Saya tidak secepat Pecco (Bagnaia) dan Enea (Bastianini). Jadi kami fokus pada bagian ini dan jelas membuat kemajuan,” ujar Top Gun dilansir Speedweek.

Vinales yang finis ketiga di GP San Marino mengaku sangat puas dengan performa motor RS-GP selama tes tanggal 6-7 September di Misano.

Pembalap asal Spanyol itu mengaku dirinya telah menjajal sasis baru RS-GP dan perasaannya pada motor sudah jauh lebih baik.

“Ya, saya menguji sasis baru. Penting bagi kami untuk mengetesnya di sini, karena secara teori itu sasis tahun depan, tetapi sebagai Aprilia kami ingin berjuang meraih kemenangan balapan. Jadi kami akan coba menyesuaikan sasisnya tahun ini karena saya merasa lebih baik dengannya.”

Top Gun tak menutup kemungkinan menggunakan sasis baru yang telah diujinya dalam tes Misano pada GP Aragon yang dijadwalkan berlangsung pada 16-18 September.

“Akan menarik untuk mengujinya di trek lain karena level grip di Misano sekarang sangat tinggi. Jadi, kami harus melihatnya di Aragon, di mana kami pasti akan menemukan lebih sedikit grip,” tutur Vinales.

“Namun, saya pikir kami telah membuat langkah besar di sisi sasis. Langsung saja, feeling saya jauh lebih baik. Mari kita lihat saja,” tuturnya.

Maverick Vinales tengah berada dalam performa terbaiknya bersama Aprilia. Dalam empat race terakhir, pria 27 tahun itu membukukan tiga podium. Kini ia membidik kemenangan pertama dengan RS-GP.