Tampilkan postingan dengan label Peristiwa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Peristiwa. Tampilkan semua postingan

IRT di Lampung Barat Tewas Tersengat Listrik Perangkap Babi Hutan, Polisi Lakukan Penyelidikan

April 25, 2024

 

Lampung Barat - Seorang ibu rumah tangga ditemukan tewas tersengat arus listrik perangkap babi hutan di area perkebunan kopi Pekon Lombok Selatan, Kecamatan Lumbok Seminung Kabupaten Lampung Barat.


Korban Ida Safarila (27) warga Desa Panaragan Jaya, Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Kabupaten Tulang Bawang Barat. Jasadnya mengalami luka robek bagian dada hingga jari tangan kiri.

"Iya, dari laporan Polres Lampung Barat warga tersengat arus listrik di kebun berada di Pekon Lombok Selatan, Lumbok Seminung," kata Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Umi Fadilah Astutik dikonfirmasi, Kamis (25/4/2024).

Dari penyelidikan dan keterangan saksi-saksi, Umi menyampaikan, korban Ida Safarila pertama kali ditemukan sang anak sudah tersangkut di kabel terpasang di batas kebun milik warga lainnya, Fauzi, Rabu (24/4/2024) sekitar pukul 06.30 WIB.

Anak korban langsung melapor kepada ayahnya juga berada di area perkebunan tersebut. Temuan ini kemudian ditindaklanjuti meminta batuan kepada warga setempat untuk mengevakuasi korban.

"Setelah berhasil dievakuasi, korban langsung dibawa ke Puskesmas Lumbok Seminung, Kecamatan Lumbok Seminung untuk dilakukan pemeriksaan," ucap Umi.

Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter Puskesmas setempat, Umi menerangkan, korban Ida Safarila telah meninggal dunia di lokasi kejadian dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.

Penyebab kematian ibu rumah tangga ini murni akibat terkena sengatan listrik. Pemeriksaan juga mendapati korban Ida Safarila mengalami luka robek di bagian dada dan jari kelingking sebelah kiri.

"Setelah dilakukan pemeriksaan, jenazah korban ini diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan oleh keluarga," imbuh Umi.

Atas peristiwa ini, Umi menambahkan, kepolisian setempat tengah melakukan penyelidikan dengan mengecak langsung TKP, sekaligus memintai keterangan saksi-saksi berkaitan insiden tersebut.

"Iya, kami masih menyelidiki peristiwa, apakah nanti ditemukan adanya kelalaian pemilik kebun atau pemasang jerat, yang jelas sedang kami tindaklanjuti," akhiri Kabid Humas.

Polres Lampura Evakuasi Korban yang Tertabrak Kerata Api

April 01, 2024


Lampung Utara - Petugas Inafis dari Polres Lampung Utara (Lampura) dan Polsek Kotabumi Utara serta Polsuska bergerak dengan cepat mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan evakuasi terhadap RP (9) warga Dusun Talang Harapan, Kotabumi Udik, yang meninggal dunia usai tertabrak Kereta Api. Senin (1/4/2024).

Kapolsek Kotabumi Utara AKP Farikhin mewakili Kapolres Lampung Utara AKBP Teddy Rachesna, S.H., S.I.K., M.Si. membenarkan terkait kejadian tersebut.
 
“Ya benar ada kejadian orang tertabrak kereta di jalur rel Kereta Api Dusun 01 Desa Banjar Wangi," jawab Kapolsek saat di hububgi.

"Menindaklanjuti laporan warga, polisi bersama tim inafis dan Polsuska kemudian datang ke lokasi kejadian dan mengevakuasi korban ke Rumah Sakit Ryacudu Kotabumi," ujarnya.

Kemudian, Lanjut Kapolsek, sebelum kejadian korban bersama saksi RT (teman korban) menggiling paku di rel jalur Kereta Api Dusun 01 Desa Banjar Wangi, Kotabumi Utara.

Pada saat itu, korban berdiri ditengah-tengah jalur rel Kereta Api yang mana jalur tersebut adalah jalur doubel track. 

Sedangkan saksi berdiri di pigir rel, tidak lama kemudian bunyi suara Kereta Api dan saksi berusaha memanggil korban untuk pergi dari lokasi tersebut akan tetapi korban tetap berdiri ditengah-tengah rel. 

"Lalu datang Kereta Api Stabas dari Baturaja menuju Kotabumi dengan bunyi bel besar dan korban tertabrak dari arah belakang korban sehingga korban mengalami luka parah dan meninggal di tempat," jelasnya. (Hepni)

Dilalap Si Jago Merah, Belasan Kios di Pasar Central Kotabumi Ludes Terbakar

Maret 13, 2024


Lampung Utara - Api diduga berasal dari pembakaran sampah, Jago merah melalap 11 kios pedagang di Pasar Central Kotabumi, Lampung Utara (Lampura), Rabu (13/3/2024) sekitar pukul 15:30 WIB. 

Dari video amatir warga merekam detik-detik kobaran api melalap kios pedagang berbahan material yang mudah terbakar di pasar tersebut mempercepat penyebaran api, dan sempat menyulitkan upaya pemadaman. 

Namun, setelah perjuangan selama 60 menit, tiga unit mobil pemadam kebakaran berhasil menjinakkan si jago merah.

Penyebab kebakaran diduga berasal dari pembakaran sampah yang tidak jauh dari lokasi kios yang terbakar. 

Deni, salah satu pedagang yang kiosnya ikut terbakar, mengungkapkan bahwa petugas pemadam kebakaran menduga ada unsur kesengajaan dalam pembakaran sampah tersebut.

Sementara itu, Herton, Ketua Pedagang Pasar Central Kotabumi, mengaku belum mengetahui pasti asal muasal api.

"Api tiba-tiba merembet dengan cepat, dan dalam sekejap seluruh dagangan saya ludes," ujar Herton dengan nada kecewa.

Kepala Dinas Kominfo, Gunaido Hutama, dan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Hendri, juga mengindikasikan bahwa kebakaran mungkin berasal dari tumpukan sampah yang dibakar di dekat kios.

"Kami bersyukur bahwa tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, dan kami akan melakukan investigasi lebih lanjut untuk menentukan penyebab pasti kebakaran," tutur Hendri.

Dari pantawan wartawan Konsumsi Publik dilapangan, saat ini pihak berwenang sedang menyelidiki lebih lanjut penyebab kebakaran yang mengakibatkan kerugian materi yang signifikan di Pasar Central Kotabumi.(Hepni)

Penyelundupan Di Entikong Tak Terusik Riuh Politik

Maret 06, 2024

 

JAKARTA - Di tengah hiruk pikuk politik tanah air yang menyita perhatian publik luas, sebuah praktik illegal dalam bentuk penyulundupan barang justru tak terusik, menikmati longgarnya pengawasan di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia, tepatnya di Entikong, Kalimantan Barat.



Hal ini terungkap dari beragam keluhan masyarakat yang semakin lama semakin muak menyaksikan betapa mudahnya barang-barang selundupan dari Malaysia masuk kewilayah hukum Indonesia melalui Entikong sebagai pintu masuknya.

Seorang sumber yang bergelut di wilyah kepabeanan menyingkap modus-modus yang dilakukan oleh para mafia dalam menyelundupkan barang, khususnya minuman keras, alat kesehatan dan motor gede.

“Barang-barang selundupan itu berasal dari Serawak dan Kucing (Malaysia),” ungkapnya.

Lebih jauh sumber menjelaskan modus penyelundupan ketiga jenis barang illegal tersebut. Barang selundupan pada umumnya dibawa ke Entikong dengan menggunakan truk. Barang-barang tersebut sudah dikemas agar setidaknya tersamarkan oleh penglihatan kasat mata.

Pasalnya, proses pemeriksaan yang seharusnya menjadi Standart Oprating Procedure (SOP) dan dilakukan secara ketat untuk memastikan kesesuaian domumen dan fisik barang, nyatanya hanya normative belaka.

“Mereka sudah saling koordinasi di lapangan, sehingga pemeriksaan itu pura-pura saja,” imbuhnya.

Tak berhenti sampai di situ, truk-truk pengangkut barang selundupan selanjutnya dibawa ke Pontianak melalui jalur darat untuk kemudian dimasukkan ke dalam peti kemas dan diangkut ke Surabaya menggunakan jalur laut.

“Di Pontianak dan Surabaya juga sudah dikondisikan agar barang-barang selundupan itu lolos dari pemeriksaan,” tukas sumber.

Modus operandi praktik penyelundupan barang illegal di Entikong tersebut menurut sumber, sesungguhnya sudah menjadi isu publik yang berulangkali mencuat, baik melalui media social maupun mainstream.

“Faktanya praktik itu tetap berlangsung karena tidak pernah ada tindakan konkrit, baik dalam bentuk pengawasan yang lebih ketat maupun penindakan terhadap oknum-oknum Bea Cukai yang diduga menjadi bagian dari praktik masfia penyelundupan ini,” tuturnya.

Pembuang Bayi di Sungai Urip Sumoharjo, Simpan Mayat Bayi Selama 2 Hari

Maret 03, 2024

Polsek Sukarame berhasil mengungkap kasus pembuangan bayi di sungai Urip Sumoharjo, Jalan Urip Sumoharjo, Way Halim Permai, Kecamatan Way Halim Bandar Lampung.


Dari serangkaian penyelidikan yang dilakukan, akhirnya Polisi berhasil menangkap RA (21), warga Desa Wiyono, Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, yang merupakan ibu kandung dari anak yang dibuanganya di aliran sungai urip sumoharjo, beberapa hari lalu.

RA yang berprofesi sebagai pramuniaga di sebuah toko elektronik, ditangkap petugas pada Jumat tanggal 01 Maret 2024 sekira jam 02.00 Wib di rumah kakak kandung RA yang terletak di Jalan PB. Marga, Sukadanaham, Tanjung Karang Barat Bandar Lampung.

Kapolsek Sukarame Kompol Warsito mewakili Kapolresta Bandar Lampung mengatakan bahwa pengungkapan kasus pembuangan bayi di sungai urip sumoharjo berbekal dari kaos merah bertuliskan COSMOS yang digunakan oleh RA untuk membalut mayat bayi sebelum dibuang ke sungai.

“Berbekal kaos itu, kita telusuri, alhamdulillah kita nemui titik terang kasus pembuangan bayi tersebut,” ungkap Kompol Warsito, pada Sabtu (2/3/2024) malam.

Warsito menjelaskan RA melakukan persalinan anak kandungannya yang berjenis kelamin perempuan secara mandiri seorang diri di dalam kamar mandi rumah kakak kandung RA.

Saat berhasil mengeluarkan sang bayi, RA mencoba mengangkat si jabang bayi dengan mengambil kaki bayi tersebut, namun pegangan tangan RA terlepas sehingga bayi masuk kedalam ember yang berisikan air, setelah diangkat bayi sudah tidak bernyawa.

Melihat bayi yang baru saja dilahirkan sudah tidak bernyawa, kemudian RA menaruh bayi tersebut ke dalam baskom warna putih dengan dibalut menggunakan kaos warna merah bertuliskan COSMOS, Selanjutnya RA keluar dari kamar mandi dan mengambil kantong plastic warna hitam serta dustbag warna abu abu.

Didalam kamar mandi kemudian RA langsung memasukan mayat bayi yang sudah dibalut potongan baju merah ke dalam plastik hitam dan dustbag, kemudian disimpan oleh RA di ruang kamar solat rumah.

“Jadi mayat bayi di simpan oleh RA selama 2 hari di ruang kamar solat rumah kakak kandungnya,” ungkap Kompol Warsito.

Warsito menambahkan pada hari Rabu, 28 Februari 2024, jam 08.00 Wib, RA membawa mayat bayi yang sudah dibungkus menggunakan sepeda motor kemudian dibuang oleh RA di sungai Urip Sumoharjo.

“Dibuang ke sungai urip, karena sejalur dengan arah tempat RA bekerja, jadi sekalian berangkat kerja,” beber Warsito.

Saat ini RA masih dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara karena diduga mengalami infeksi dibagian kandungannya.

“Ya saat ini pelaku RA masih dirawat intensif di rumah sakit Bhayangkara,” ujar Kompol Warsito.

Selain menangkap pelaku RA, petugas juga menyita 1 buah kantong kresek warna hitam, 1 buah dustbag (tas) warna abu-abu, 1 potong kaos warna merah yang terdapat tulisan COSMOS, 1 buah Baskom warna putih, dan 1 potong celana pendek olahraga warna merah.

Akibat perbuatannnya tersebut, Pelaku dijerat dengan Pasal 80 ayat (3) Junto Pasal 76C UU RI Nomor 35 Tahun 2024 tentang perubahan atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlidungan anak dengan ancaman hukuman penjara maksimal 12 Tahun.

Belum Lama Viral Aksi Nyleneh Oknum Guru SD di Pesibar, Kini Giliran Oknum Guru SMP Aniaya Murid

Maret 01, 2024

 

Ilustrasi (istmw)


Pesisir Barat - Belum lama viral aksi 'nyleneh' oknum guru SDN 91 Krui Pesisir Barat yang perintah paksa murid pungut kuaci pakai mulut, masyarakat Pesisir Barat kembali dibuat resah dengan adanya kasus penganiayaan siswa SMP 12 Krui yang terletak di Pekon Tanjung Jati Kecamatan Pesisir Selatan baru-baru ini.

Korban kali ini dianiaya oknum guru SMP 12 Krui hingga mengalami memar-memar di bagian tubuh. Korban yaitu R (12) asal Pekon Biha, Pesisir Selatan yang duduk dibangku kelas 8 SMP 12 Krui mengalami gangguan psikologis karena trauma akibat perlakuan KF yang menganiaya korban pada hari Kamis (29/02).

Menurut pengakuan ayah korban Sudirman, R saat ini mengalami gangguan psikologis berat sehingga membuatnya tidak mau kembali sekolah dan memilih menyendiri dengan mengurung diri dikamar.

"Awal mulanya pristiwa penganiayaan ini terjadi sekitar pukul 11:00 WIB pada hari Kamis (29/02). Ketika anak saya sedang makan cemilan, oknum guru ini lalu lewat didepan korban, pada saat itu R bersiul, namun KF malah langsung menganiaya korban hingga menyebabkan tubuh korban memar-memar," papar Sudriman.

Tak terima anaknya dianiaya, Sudirman lalu melakukan visum dan melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian. 

Atas kejadian tersebut Sudirman berharap agar pihak terkait memberikan sanksi berat kepada oknum guru tersebut sehingga memberikan efek jera.

Sudirman juga meminta agar Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) mendampingi proses hukum atas peristiwa yang dialami anaknya. Ia juga berharap DP3AKB memberikan pendampingan khusus kepada anaknya untuk memulihkan kondisi psikologis nya yg terganggu.

"Saya berharap betul kepada Dinas P3AKB dapat mendampingi anak saya agar mau kembali sekolah, karena hingga saat ini R tidak mau kembali sekolah karena sangat trauma dengan penganiayaan yang diterimanya oleh oknum guru tersebut," kata Sudirman.

Mendengar informasi tersebut Kepala Dinas P3AKB dr Budi Wiyono, M.H mengaku langsung menerjunkan tim PPA pada Jumat (01/03) sore kerumah korban untuk melakukan penelusuran dan identifikasi peristiwa serta pendampingan kepada korban.

"Kita telah menerjunkan tim untuk identifikasi, selanjutnya kita akan lihat seperti apa kronologi dan kondisi korban saat ini, jika memang benar nantinya kita lakukan pendampingan khusus untuk korban, baik sisi psikologis maupun hukum dan sosial nya," ujar Budi.

Budi juga menghimbau kepada seluruh tenaga pendidik khususnya di Kabupaten Pesisir Barat, untuk lebih bijaksana dalam menerapkan sistem pendidikan dan pelaksanaan kurikulum pendidikan, serta penerapan pengajaran etika moral disiplin anak.

"Niat baik, tujuan baik, ketika tidak diimbangi dengan cara yang baik, cara yang benar, maka akan berakibat kerugian bagi semuanya bahkan bisa berakibat permasalahan hukum pidana maupun perdata," tukas Budi mengingatkan.

Dia berharap agar peristiwa-peristiwa kekerasan terhadap anak di Pesisir Barat tidak lagi terjadi. 

Atas kejadian-kejadian tersebut menurut Budi lingkungan sekolah di Kabupaten Pesisir Barat belum sepenuhnya menerapkan sekolah ramah anak yang seharusnya wajib diterapkan di semua ranah pendidikan.

Sedangkan Dinas Pendidikan Kabupaten Pesisir Barat hingga Jumat sore belum memberikan tanggapan atas peristiwa ini. (Andrean/Wawe) 

Daerah Sulit Dijangkau Damkar, Kebakaran Balai Pekon Way Haru Tak Terbendung

Februari 29, 2024

 


Pesisir Barat - Kebakaran Balai Pekon Way Haru, Kecamatan Bangkunat, Kabupaten Pesisir Barat ini diduga dipicu oleh korsleting panel listrik tenaga surya yang terletak diatap balai.

Menurut informasi yang dihimpun media ini dari warga sekitar, kejadian bermula ketika kantor sedang sepi. Sekitar jam 13:00 WIB (29/02) saat aparat dan peratin pekon setempat sedang istirahat siang, pada saat itu masyarakat melihat api telah membakar bagian atap dari gedung balai.

Namun akibat api yang merambat dengan cepat, masyarakat tak mampu membendung kobaran api hingga menghanguskan bangunan beserta peralatan desa yang ada di dalamnya, beruntung tidak ada korban dalam peristiwa ini.

Informasi kebakaran balai Pekon Way Haru dibenarkan oleh kepala desa tetangga, Peratin Pekon Sumber Rejo, Kecamatan Bangkunat Anita, menurutnya informasi yang dia terima dari warga yang melihat langsung peristiwa tersebut menyebabkan seluruh bagian balai pekon hangus terbakar.

"Belum pasti berapa jumlah kerugian, namun informasinya kerugian ditafsir mencapai ratusan juta rupiah. Karena peralatan utama desa, seperti laptop, printer, hingga kursi hajatan milik pekon, dan barang lainnya ludes semua," terang Neta sapaan akrabnya.

Menurut Neta, sulitnya akses jalan serta bertepatan Pekon Way Haru merupakan daerah terpencil menyebabkan unit pemadam kebakaran tak memungkinkan untuk masuk kedalamnya, sehingga warga terpaksa memadamkan api dengan alat seadanya.

"Harapan kita dengan melihat peristiwa ini sepatutnya para pemangku kebijakan membuka mata. Sulitnya akses jalan menuju Way Haru bukan hanya membuat perekonomian masyarakat terhambat, akan tetapi juga membuat segala hal didalamnya menjadi sulit," kata Neta.

Menurutnya beruntung peristiwa ini tidak memakan korban jiwa, namun jika peristiwa serupa kembali terjadi bahkan lebih besar sehingga menyebabkan banyak korban jiwa, dan tidak ada daya dan upaya dari pemerintah untuk menanganinya. Hal ini sepatutnya menjadi masalah kemanusiaan nasional yang harus menjadi perhatian pemerintah pusat untuk memberikan Pemerintah Daerah Pesisir Barat keleluasaan membangun daerah terisolir ini. (Andrean/Wawe/AKJII)

Miris! Lagi-Lagi Anak Dibawah Umur di Kabupaten Pesisir Barat Jadi Korban Kekerasan Seksual

November 23, 2023

 

Ilustrasi

Pesisir Barat - Hanya berselang Satu hari setelah Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Pesisir Barat menangkap warga Kecamatan Pesisir Tengah karena melakukan pencabulan terhadap anak kandungnya sendiri yang masih berusia Sembilan tahun, kepolisian kembali menangkap pelaku pada hari Rabu (22/11) dengan kasus serupa di Kecamatan Lemong. Lebih parahnya, kasus ini melibatkan Dua korban sekaligus yang masih berusia Enam tahun.

Menurut keterangan Kapolsek Pesisir Utara Iptu Rudi Aries, pelaku adalah SI usia 56 tahun, digelandang ke Mapolsek Pesisir Utara dari dikediamannya pada Rabu pagi sekitar pukul 02:30 WIB

SI ditangkap lantaran diketahui mencabuli Dua anak tetangganya pada Selasa (21/11) sekitar pukul 13:30 WIB. Perbuatan bejat itu dilakukannya dengan modus mengajak kedua korban bermain dikamar rumahnya.

Sesampainya dikamar, pelaku melancarkan perbuatan tidak senonoh kepada kedua korban. Akibat hal itu, korban mengalami sakit dibagian vital dan mengalami trauma yang mendalam.

"Setelah kejadian itu ibu korban datang untuk mengajaknya pulang, namun si ibu merasa curiga melihat korban kesakitan dan ketakutan, lalu bertanya kepada terduga pelaku apa yang telah dilakukan terhadap anaknya, namun saat itu pelaku tidak mengakuinya," papar Kapolsek.

Kemudian setelah ibu korban pulang, lanjut Kapolsek, ia bercerita dengan tetangga nya yang bernama Edi Purnomo. Kemudian Edi menanyakan kejadian itu kepada terduga pelaku SI, dan akhirnya pelaku mengakui bahwa telah melakukan pencabulan terhadap kedua korban tersebut. 

Akibat perbuatannya pelaku dijerat dengan Pasal 81 dan 82 UU RI no 35 Tahun 2014 tentang perubahan kedua atas UU RI no 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan dengan ancaman hukuman 15 Tahun penjara. (Andrean/Wawe)

Belasan Rumah di Kecamatan Way Krui Terendam Banjir

November 14, 2023

 


Pesisir Barat - Belasan rumah warga di bantaran sungai Way Pedada Pekon Penggawa V (Lima) Ilir, Kecamatan Way Krui, Kabupaten Pesisir Barat terendam banjir pada Selasa (14/11) sore.

Menurut warga sekitar, Liswandi mengatakan banjir terjadi sejak pukul 16:00 WIB setelah wilayah setempat dilanda hujan sejak pukul 15:00 WIB.

"Banjir disini (di bantaran sungai Way Pedada) pertama kali terjadi dalam rentang setahun terakhir, dan memang Satu minggu ini Kecamatan Way Krui kerap dilanda hujan yang cukup deras dan hari ini yang paling deras," kata Liswandi di lokasi banjir.

Liswandi melanjutkan bahwa ketinggian banjir tersebut berkisar antara 20 Centimeter hingga Satu Meter lebih dan berdampak kepada sekitar 12 rumah penduduk.

Banjir, kata Liswandi, juga diakibatkan oleh luapan sungai Way Krui yang terhubung dengan sungai Way Pedada, sehingga saat air sampai di Way Pedada langsung meluap kerumah warga.

Belum diketahui pasti kerugian yang diakibatkan banjir tersebut, namun menurut pantauan, banjir bernagsur surut sejak pukul 17:30 WIB. (Red)

Plt Kapuskes Lemong Kecelakaan, Begini Kronologi Yang Sebenarnya

November 13, 2023


Pesisir Barat - Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Puskesmas Lemong Kabupaten Pesisir Barat Katia Yusnita mengalami kecelakaan tunggal saat sedang dalam perjalanan dari arah Lemong menuju Kota Krui Senin (13/11) siang sekitar pukul 13:00 WIB.

Menurut Katia kecelakaan tersebut terjadi di Tembakak Way Sindi Kecamatan Karya Penggawa, beruntung dirinya dan satu rekannya yang merupakan bendahara BOK Puskesmas Lemong Yuni Ismawati selamat dalam peristiwa tersebut.

Katia mengatakan pada saat ia sedang mengendarai mobil pribadinya bernomor polisi BE 1273 XB, tiba-tiba ban mobil sebelah kanan depan yang dikendarainya pecah dan mobil terbanting ke kanan.

"Ketika saya menginjak rem pada saat ban mobil pecah, rem nya sudah tidak berfungsi, kemudian mobil menabrak pom mini yang terletak di depan rumah penduduk yang berisi bensin," jelas Katia kepada wartawan pada Senin sore melalui sambungan seluler.

Katia melanjutkan, pada saat kejadian itu, kondisi jalan dilokasi kecelakaan sangat licin karena diguyur hujan.

Ia pun membantah dugaan di beberapa media bahwa dirinya mengalami kecelakaan akibat mengantuk, Katia menjelaskan bahwa dirinya masih dalam kesadaran penuh saat mengalami peristiwa tersebut.

"Saat ini saya juga sedang berada di Polres Pesisir Barat untuk dimintai keterangan lebih lanjut," tutupnya.

Akibat kejadian tersebut satu buah mobil milik Katia rusak berat, lalu Pertamini milik warga dan Satu buah rumah warga juga mengalami kerusakan akibat terbakar oleh tumpahan BBM yang terbakar. (Andrean/Wawe/AKJII)

Truck Tertabrak di Perlintasan Kereta Api, Satu Penjaga Palang Pintu Melarikan Diri

Oktober 28, 2023


Lampung Utara - Kecelakaan maut terjadi di Jalur Lintas Negara Ratu, Desa Ciamis, Kota Bumi, Lampung Utara (Lampura) melibatkan kereta api dengan sebuah mobil truk bernomor polisi BE 9735 JC, akibat palang pintu jalur perlintasan kereta api yang tidak ditutup, pada Jumat (27/10/3023) sekira pukul 13:30 WIB.

Akibat kejadian tersebut Dua orang korban didalam truk meninggal dunia atas nama Selamet Agus Riyanto (37) selaku sopir, dan kernet truk Ngatiman (50) keduanya berasal dari Purwodadi, Sungkai Selatan.

Kasat Lantas Polres Lampung Utara Iptu Joni Charter ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut.

"Ya benar kejadian itu menyebabkan dua korban di dalam truk meningal dunia," ujarnya.

Iptu Joni mengatakan, saat itu mobil truk Hino BE 9735 JC datang dari arah Ketapang menuju Negara Ratu, setiba di tempat kejadian truk tersebut tertabrak kereta api babaranjang.

Kemudian lanjutnya, truk tertabrak kereta api babaranjang diduga karena pintu perlintasan tidak di tutup oleh petugas.

Saat ini dua korban yang meninggal dunia tersebut telah diantarkan ke tempat keluarga masing-masing. Untuk di makamkan.

"Satu orang penjaga perlintasan kereta api saat ini masih melarikan diri," pungkas Kasat Lantas.(*)

Ombak Sapu Perahu Nelayan Saat Melaut di Pesibar, Dua Orang Alami Luka

Oktober 06, 2023

 


Pesisir Barat - Polres Pesisir Barat (Pesibar) berhasil mengevakuasi Enam orang nelayan korban kecelakaan laut di Pantai Karang Canggung Belimbing, Pekon Bandar Dalam, Bengkunat, dalam keadaan selamat, Jumat (06/10/2023) sekira pukul 09:00 WIB.

Kapolres Pesisir Barat AKBP Alsyahendra melalui Kabag Ops Polres Pesisir Barat AKP Abdul Rasyid membenarkan bahwa telah terjadi kecelakaan laut yang melibatkan Dua perahu nelayan warga Pekon Bandar Dalam, Bengkunat, Pesibar.

"Kedua perahu terbalik akibat di hempas ombak besar saat sedang melaut mencari ikan di perairan laut Bengkunat," jelas Kabag Ops.

Kabag Ops mengatakan pihaknya mendengar informasi adanya kecelakaan laut kemudian mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan langsung melakukan evakuasi terhadap Enam orang nelayan yang sedang terombang ambing di tengah laut ke bibir pantai dalam keadaan selamat. 

"Kita dibantu oleh 30 nelayan Pelabuhan Karang Canggung, Pekon Bandar Dalam, Bengkunat," ujarnya. 

Kemudian lanjutnya dari ke Enam nelayan Dua orang mengalami luka ringan atas nama Purwanto (25) mengalami luka ringan lecet pada kaki sebelah kiri, kemudian Cecep (21) mengalami luka ringan lecet pada pundak.

Sementar empat korban lainnya yakni Eko(23), Munajam (33),Wardi (45), Rasam (40) tidak mengalami luka.

Kabag Ops menghimbau kepada seluruh masyarakat yang hendak melaut mencari ikan agar lebih waspada dan berhati-hati. 

"Agar kejadian serupa tidak terjadi lagi saya minta agar nelayan lebih waspada saat hendak melaut," pungkasnya. (Andrean/Wawe)

Kecelakaan di Pesisir Barat Tewaskan Dua Pengendara

September 24, 2023


Pesisir Barat - Terjadi kecelakaan lalulintas yang tragis di Jalan Lintas Barat di Pekon Sukarame, Kecamatan Pesisir Selatan, Kabupaten Pesisir Barat pada hari Minggu, 24 September 2023, sekitar pukul 07.30 WIB. 

Kecelakaan ini melibatkan pengendara sepeda motor dan kendaraan roda Empat (Fuso) dengan nomor polisi B 9202 FXT. Dalam kecelakaan ini, dua pengendara sepeda motor, Wawan Setiawan (22 tahun) dan Nur Isan (20 tahun), yang merupakan kakak beradik asal Pekon Laay, Kecamatan Karya Penggawa, tewas di tempat.

Menurut informasi yang dikumpulkan, sepeda motor Suzuki Smash yang dikendarai oleh Wawan Setiawan dan Nur Isan sedang dalam perjalanan menuju Kecamatan Pesisir Selatan dari Krui. Ketika mereka sampai di Tempat Kejadian Perkara (TKP), di jalan menikung Pekon Sukarame, dari arah berlawanan muncul kendaraan Fuso yang dikemudikan oleh Ery Septi Jon, warga Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Fuso tersebut sedang dalam perjalanan dari Bandar Lampung menuju Provinsi Bengkulu. Sayangnya, kecelakaan tidak bisa dihindari lagi dan menyebabkan dua pengendara sepeda motor tewas di tempat.

Saparudin Peratin Sukarame menyampaikan, bahwa setelah mendapat informasi tentang kecelakaan tersebut, pihaknya segera menuju TKP dengan bantuan warga untuk mengevakuasi korban. 

Kemudian korban dibawa ke Puskesmas setempat. " Benar ada dua korban yang meninggal dunia dan langsung dievakuasi ke Puskesmas Pesisir Selatan," pungkasnya

Warga berharap Kepolisian dapat mengambil tindakan yang tepat untuk mencegah kecelakaan serupa terjadi.
(Andrean/ wawe)

Jago Merah Hanguskan Rumah Warga Kampung Lubai Tanjung Kurung Pasar

September 18, 2023


Way Kanan - Pada senin 18 September 2023 sekitaran pukul 10.15 WIB rumah Sapuan Hadi Saputra bertempat di Lubai Kampung Tanjung Kurung Pasar, Kecamatan Kasui, Kabupaten Way Kanan mengalami kebakaran hebat.

Warga dengan peralatan seadanya berjibaku padamkan api yang berkobar, api baru dapat dipadamkan setelah beberapa jam kemudian, belum diketahui pasti penyebab terjadinya kebakaran tersebut. 

Kerugian yang dialami warga akibat peristiwa kebakaran tersebut belum diketahui, dalam peristiwa kebakaran ini tidak ada korban jiwa.

Sapuan Hadi Saputra, selaku korban dari peristiwa kebakaran ini berharap akan ada bantuan moral maupun moril dari Pemerintah dan warga sekitar khususnya agar dapat meringankan beban saudara kita. (Firmansyah)

Rombongan Staf DPRD Pesibar Kecelakaan di JTTS, Satu Korban Meninggal Dunia

September 06, 2023


Pesisir Barat - Kecelakaan di Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) KM 13 Kecamatan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel), mengakibatkan satu orang meninggal dunia, Rabu (6/9/2023) sekitar pukul 05.00 WIB. 

Toyota Avanza nopol BE 1509 ZX yang mengalami kecelakaan tersebut, merupakan kendaraan dinas (Randis) milik Sekretariat DPRD Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar).

Berdasarkan data yang diterima Konsumsi Publik, lima orang penumpang yang berada dalam kendaraan yakni Marhasan Samba, Apriade mengalami luka ringan, kemudian Desta Riza dan Rama kondisi luka berat, sementara satu penumpang atas nama Hermansyah dikabarkan meninggal dunia.

Kapolres Lampung Selatan AKBP Yusriandi Yusrin kepada awak media membenarkan adanya peristiwa kecelakaan tersebut.

Benar telah terjadi lakalantas di JTTS. Sekarang masih dalam penanganan pihak Satlantas dan PJR Polda Lampung," ujar Kapolres.

Direktur Rumah Sakit Bob Bazar (RSBB) Kalianda dr Reni membenarkan kecelakaan tersebut dan telah menangani korban.

"Ada satu yang meninggal dunia, karena mengalami luka pada bagian kepala," ujar Reni. 

Terpisah Sekretaris DPRD Pesibar Lekat Maulana saat dihubungi Biro Konsumsi Publik Pesibar mengatakan, rombongan staf yang mengalami kecelakaan berangkat tadi malam dengan tujuan lebih awal untuk menyiapkan tempat. Setelah tempat yang dituju untuk dinas luar (DL) disiapkan, Dewan baru menyusul. 

Namun, rencana tersebut gagal karena terjadinya kecelakaan dan kini pihaknya masih di Rumah Sakit untuk memantau para korban. 

"Sekarang saya masih di Rumah Sakit dan yang pasti DL yang telah direncanakan dibatalkan," kata Lekat. (Andrean/Wawe)

24 Perempuan Korban TPPO Minta Dipulangkan

Juni 11, 2023

Terkatung katung Nasib 24 perempuan asal NTB yang menjadi korban TPPO minta di Pulangkan.

Mulai dari terkatung-katung selama hampir 1 bulan hingga berpindah tempat persembunyian dalam ruang bawah tanah saat digerebek petugas.



Kisah yang di ceritakan NA (38) perempuan berasal dan berangkat dari NTB dengan harapan bekerja di Dubai serta impiannya untuk mendapat gaji hampir Rp 10 juta perbulan.

NA mengisahkan saat di NTB dia mengenal seorang perekrut dari pegawai pinatu (laundry). Diapun lalu didekati perekrut itu dengan janji manis bekerja di luar Negeri.

Setelah pembuatan komitmen, pada 3 Mei 2023 NA diberangkatkan ke Jakarta menggunakan pesawat bersama para calon pekerja migran lainnya yang tidak saling mengenal.

Sampai di Jakarta, tersangka DW menyambut para calon pekerja migran ini lalu membawa mereka ke wilayah Bogor, Jawa Barat.

"Kami Dua hari di Bogor, di perumahan, saya nggak tau tempatnya,dan milik siapa itu" ungkap NA di Mapolda Lampung, Senin (11/6/2023)

NA hanya tau sekitar 2 pekan dia dan calon pekerja lainnya tinggal di rumah tersebut tanpa ada kejelasan keberangkatan meski sudah memiliki paspor.

Bahkan, NA sempat sakit dan harus diinfus sebanyak dua botol.

Menurut NA, pada 31 Mei 2023 rumah itu digerebek petugas. Namun dia tidak mengetahui apakah itu petugas imigrasi atau kepolisian.

"Karena panik, kita dibawa sembunyi oleh teteh. Saya nggak tahu nama aslinya, dibawa ke ruangan bawah tanah," kata NA.

Usai penggerebekan yang berhasil dihindari itu, para calon pekerja migran ini diperintahkan berbenah dan dibawa ke Lampung.

Keberangkatan menuju Lampung itu dilakukan secara terpisah. NA menyampaikan,ada yang menggunakan mobil berisikan 6 orang.

Kemudian Di sebuah SPBU sebelum Pelabuhan Merak, para korban ini lalu dikumpulkan dan diangkut menggunakan bus.

Bus lalu menyeberang ke Lampung dengan kapal Ferry.

NA mengatakan, pengawas yang ikut bersama mereka melarang agar para korban tidak turun dari bus selama penyeberangan.

"Di atas kapal itu kita semua dilarang untuk turun dari bus, tapi kami berontak karena kami ingin buang air kecil," kata NA.

Setelah diperbolehkan turun dari bus, pengawas perempuan itu bahkan ikut masuk ke kamar mandi untuk mengawasi.

Perjalanan darat itu lalu berakhir di sebuah rumah besar tidak terurus yang belakangan di ketahui milik oknum polisi yang berada di Jalan Padat Karya, Kecamatan Rajabasa pada Jumat (2/6/2023).

NA menuturkan tetangga rumah sempat bertanya apakah mereka rombongan siswa sekolah atau TKW (tenaga kerja wanita).

"Ada satu orang yang jawab TKW," kata NA.

Pengawas yang dipanggil Teteh itu sempat mendengar dan memarahi karena jawaban salah satu korban.

"Kenapa dijawab? Kenapa nggak diam aja?" kata NA menirukan ucapan pengawas itu.

Dua hari di rumah itu, anggota polisi dari Kepolisian Daerah Lampung datang dan mengevakuasi mereka.

NA mengaku lega dan bersyukur, begitu juga teman-teman nya yang lain lantaran mendapatkan kejelasan setelah terombang-ambing dan dilempar ke sana kemari oleh para pelaku.

"Saya ucapkan terima kasih kepada Polda Lampung kami sudah diselamatkan, saya berharap bisa pulang secepatnya ke rumah," kata NA.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 24 warga NTB diselamatkan dari upaya perdagangan orang saat transit di Lampung.

Para calon pekerja migran Indonesia (PMI) ini hendak diselundupkan ke wilayah Timur Tengah.

Wakil Direktur Direktorat Kriminal Umum (Ditkrimum) Polda Lampung AKBP Hamid Andri Soemantri mengatakan 24 PMI tersebut diselamatkan dari rumah penampungan di wilayah Kecamatan Rajabasa pada Senin (5/6/2023).

Oknum Kades Lari Tak Berbusana di Grebek Warga Bersama Selingkuhannya di Kontrakan

Juni 08, 2023


Seorang kepala desa di Kabupaten Gayo Lues yang digerebek warga makin heboh di tengah masyarakat.

Pasalnya, pria yang seharusnya menjadi panutan desa malah masuk ke rumah istri orang yang diduga selingkuhannya.

Kasus itu terjadi di Desa Tampeng Musara Kecamatan Kutapanjang Gayo Lues pada Sabtu (3/6/2023) malam. (Dikutip dari nkripost.com)

Oknum Pengulu Desa Penosan Sepakat Kecamatan Blangjerango berinisial AM (36) saat digerebek warga sedang berduaan dengan wanita KT (35) warga Rema di rumah kontrakan (sewa) di Desa Tampeng Musara.

KT (35) seorang oknum guru honorer di SDN di salah satu sekolah di kecamatan Blangjerango.

Saat kejadian berlangsung suami sah KT sedang piket malam di PLTD Rema kecamatan Kutapanjang.

Namun warga yang sudah curiga sebelumnya langsung menggerebek kedua pasangan non muhrim yang diduga telah naik bulan tersebut.

Oknum Keuchik (Pengulu) saat digerebek warga berhasil melarikan diri lewat pintu belakang melompati pagar tembok kearea persawahan warga.

Sementara pakaian oknum Pengulu AM bersama sepeda motornya tertinggal dan diamankan warga sebagai barang bukti.

Ketua Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Gayo Lues, Suhardinsyah mengatakan, kasus dugaan mesum sangat memalukan.

“Ulah oknum pengulu dengan istri sah orang, kini telah mencoreng marwah dan nama baik para Pengulu di kabupaten tersebut,” kata Suhardinsyah alas alias Suhardi, Senin (5/6/2023).

Ia mengaku, sangat menyesalkan salah satu rekannya oknum Pengulu melakukan perbuatan yang sangat tercela, sehingga diminta kepadanya aparat hukum.

Apabila terbukti oknum pengulu Desa Penosan Sepakat AM bersalah baik secara undang-undang maupun adat.

Harus diproses dan dicopot dari jabatannya sebagai Pengulu (Keuchik) yang merupakan seharusnya menjadi panutan ditengah masyarakat dan warganya,” katanya.

“Disini bukan hanya mencoreng marwah Keuchik atau Apdesi di kabupaten tersebut, tetapi juga merugikan masyarakatnya dan keluarganya sendiri, sehingga kalau AM terbukti bersalah mau tidak mau harus diproses,” sebutnya.

Menurutnya, kasus akan memberikan dampak fisikis terhadap keluarganya masing-masing.

“Karena disini keduanya sama-sama sudah mempunyai anak dan pasangan yang sah masing-masing selama ini, sehingga hal ini tentu akan terganggu terhadap keluarganya masing-masing,”sebutnya.

Seperti diberitakan, Keuchik (Pengulu) Desa Penosan Sepakat Kecamatan Blangjerango di Kabupaten Gayo Lues (Galus) berinisial AM (36), digerebek warga saat masuk ke rumah istri orang yang diduga selingkuhannya.

Kasus tersebut terjadi, Sabtu (3/6/2023) sekitar pukul 23.30 WIB, yang terjadi di Desa Tampeng Musara, rumah kontrakan KT (35) ibu rumah tangga, di Kecamatan Kutapanjang.

Saat kejadian itu berlangsung, suaminya KT sedang piket malam di PLTD Rema Kecamatan Kutapanjang.

Dalam penggerebekan itu warga Tampeng Musara menemukan pasangan mesum tersebut, dalam rumah kontrakan sedang berduaan.

Kemudian oknum Pengulu Desa Penosan Sepakat AM tersebut, melarikan diri lewat pintu belakang rumah melewati pagar tembok ke area persawahan warga, tanpa busana.

“Pakaian pelaku (Oknum Pengulu) beserta sepeda motornya yang tertinggal di rumah perempuan tersebut saat digerebek warga,” kata Umar perangkat Desa Tampeng Musara dibenarkan saksi lainnya, Senin (5/6/2023).

Kemudian pakaian dan sepeda motor AM, sudah diamankan warga sebagai barang bukti ke Kantor Satpol PP/WH Gayo Lues.

Kejadian itu diketahui berawal dari kecurigaan warga terhadap gerak gerik oknum Pengulu AM yang datang tengah malam sekitar pukul 22.00 ke rumah kontrakan KT di Desa Tampeng Musara.

Setiba di rumah KT, AM memarkirkan sepeda motornya (Sepmor) berjarak sekitar 20 meter dari rumah perempuan tersebut.

Sementara suaminya KT saat itu sedang piket malam di PLTD Rema.

Setelah mengetahui Sepmor tersebut bukan milik suami KT, warga langsung menggerebek kedua pasangan yang diduga telah naik bulan.

AM diketahui juga sudah memiku pasangan yang sah.

“Si Perempuan KT saat diinterogasi warga mengaku kepada warga telah melakukan perbuatan yang tidak senonoh bersama oknum Pengulu Penosan sepakat AM di rumah kontrakannya itu,” kutip warga.

Kini kasus mesum oknum Keuchik (Pengulu) di Gayo Lues tersebut, telah diupayakan mediasi dari pihak keluarga dari perempuan dengan pihak keluarga AM oknum Pengulu yang berlangsung di kantor Pengulu Rema, Minggu (4/6/2023) malam.

Dalam pertemuan untuk upaya mediasi tersebut tidak membuahkan hasil dan belum ada penyelesaiannya.

Bahkan kasus tersebut dilaporkan, sudah ditangani petugas Satpol PP/WH Galus untuk proses lebih lanjutnya. (*)

Dua Hari Pencarian, Nelayan Hilang Ditemukan Meninggal Dunia

Juni 06, 2023


Pesisir Barat - Pencarian nelayan hilang di perairan Pekon Biha, Pesisir Selatan, Pesisir Barat (Pesibar) membuahkan hasil, korban ditemukan meninggal dunia pada Senin malam (5/6/2023) sekira pukul 22:30 WIB.

Koordinator Pos SAR Tanggamus, Hendra Wahyu mengatakan korban atas nama Apriansyah (38) ditemukan di perairan Pekon Way Jambu, Pesisir Selatan oleh tim gabungan pada hari ke dua pencarian berjarak 500 Meter dari lokasi korban dinyatakan hilang.

"Korban ditemukan mengambang dalam kondisi meninggal dunia," ujar Hendra Wahyu, Selasa (6/6/2023).

Diketahui sebelumnya pada Minggu (4/6/2023) sekira pukul 06:00 WIB Nelayan atas nama Apriansyah warga Pekon Biha pergi melaut hendak mencari ikan dengan menggunakan perahu bersama temannya Edwar (38).

Namun nahas perahu yang di tumpangi keduanya tergulung ombak hingga menyebabkan Keduanya terpental ke laut.

Selain itu, Penyeimbang perahu (Kater) sampai patah akibat hantaman ombak, kemudian saat kejadian Apriansyah tenggelam tergulung ombak, sementara rekannya Edwar sempat meraih perahu dan berhasil selamat.

"Korban saat ini sudah dipulangkan di rumah duka dan akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) setempat," pungkas Koordinator Pos SAR Tanggamus. (Andrean/Wawe)

Nelayan Hilang di Pesisir Barat Ditemukan Tak Bernyawa

Juni 06, 2023

Pesisir Barat - Pencarian nelayan hilang di perairan Pekon Biha, Pesisir Selatan, Pesisir Barat (Pesibar) membuahkan hasil, korban ditemukan meninggal dunia pada Senin malam (5/6/2023) sekira pukul 22:30 WIB.

Koordinator Pos SAR Tanggamus, Hendra Wahyu mengatakan korban atas nama Apriansyah (38) ditemukan di perairan Pekon Way Jambu, Pesisir Selatan oleh tim gabungan pada hari ke dua pencarian berjarak 500 Meter dari lokasi korban dinyatakan hilang.

"Korban ditemukan mengambang dalam kondisi meninggal dunia," ujar Hendra Wahyu, Selasa (6/6/2023).

Diketahui sebelumnya pada Minggu (4/6/2023) sekira pukul 06:00 WIB Nelayan atas nama Apriansyah warga Pekon Biha pergi melaut hendak mencari ikan dengan menggunakan perahu bersama temannya Edwar (38).

Namun nahas perahu yang di tumpangi keduanya tergulung ombak hingga menyebabkan Keduanya terpental ke laut.

Selain itu, Penyeimbang perahu (Kater) sampai patah akibat hantaman ombak, kemudian saat kejadian Apriansyah tenggelam tergulung ombak, sementara rekannya Edwar sempat meraih perahu dan berhasil selamat.

"Korban saat ini sudah dipulangkan di rumah duka dan akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) setempat," pungkas Koordinator Pos SAR Tanggamus. (Andrean/Wawe)

Perahu Digulung Ombak Saat Hendak Melaut, Satu Nelayan di Pesibar Hilang

Juni 04, 2023


Pesisir Barat - Hendak mencari ikan, perahu dua nelayan dihantam gelombang tinggi di perairan laut Pekon Biha, Kecamatan Pesisir Selatan, Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar) Minggu (4/6/2023) sekira pukul 06:00 WIB.

Kapolsek Pesisir Selatan Iptu A.M Larsatmo mewakili Kapolres Pesibar AKBP Alsyahendra mengatakan kedua nelayan merupakan warga Pekon Biha, yakni Apriansah (38) dan Edwar (38).

"Keduanya pergi melaut untuk mencari ikan menggunakan perahu dari pelabuhan di Pekon Biha," ujar Kapolsek Pesisir Selatan.

Namun naas, nasib buruk menimpa keduanya saat berjarak 200 meter dari bibir pantai. Perahu dihantam gelombang tinggi, Apriansah dan Edwar terpental dari perahu.

Kemudian akibat hantaman ombak kater (Penyeimbang perahu) patah, saat itu juga kedua korban tenggelam.

Beruntung saat kejadian Edwar salah satu korban berhasil meraih perahu dan selamat, sementara rekannya Apriansah tenggelam tergulung ombak hingga sampai saat ini belum ditemukan.

"Saat ini kita dengan peratin dan pihak terkait lainnya masih melakukan pencarian terhadap korban," pungkas Iptu A.M Larsatmo. (Andrean/Wawe)