Tampilkan postingan dengan label Peristiwa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Peristiwa. Tampilkan semua postingan

Pencarian Hari Ke-3: Tim SAR Fokuskan Penyelaman dan Penyisiran Laut Cari 4 WN Spanyol di Perairan Pulau Padar

Desember 27, 2025

 


LABUAN BAJO, MANGGARAI BARAT – Memasuki hari ketiga operasi pencarian, Minggu (28/12/2025), Tim SAR Gabungan terus mengupayakan pencarian terhadap empat Warga Negara Asing (WNA) asal Spanyol yang hilang menyusul tenggelamnya kapal wisata KM Putri Sakinah. Insiden tragis tersebut terjadi di perairan Pulau Padar, kawasan Taman Nasional Komodo, pada Jumat (26/12) malam.

Keempat korban yang masih dalam pencarian diidentifikasi sebagai:

  1. Martin Carreras Fernando

  2. Martin Garcia Mateo

  3. Martines Ortuno Maria Lia

  4. Martinez Ortuno Enriquejavier

Kronologi dan Kondisi Terakhir

KM Putri Sakinah yang membawa total 11 orang dilaporkan mengalami mati mesin saat dalam perjalanan dari Pulau Kalong menuju Pulau Padar. Kondisi mesin yang mati menyebabkan kapal kehilangan kendali dan akhirnya tenggelam.

Berdasarkan keterangan dari Anak Buah Kapal (ABK) yang selamat, saat detik-detik kapal tenggelam, keempat korban diduga kuat masih berada di dalam kabin/kamar kapal.

Perkembangan Pencarian: Penemuan Serpihan Kapal

Pada Sabtu (27/12), Tim SAR Gabungan berhasil menemukan beberapa serpihan badan kapal pada radius beberapa nautical mile dari lokasi kejadian (Last Known Position). Penemuan ini menjadi petunjuk penting bagi arah arus laut untuk memetakan sebaran material kapal maupun kemungkinan posisi korban.

Kepala Kantor Basarnas Maumere, Fathur Rahman, menjelaskan bahwa strategi pencarian kini dibagi menjadi dua fokus utama:

  • Penyisiran Permukaan: Melibatkan unsur gabungan dari Basarnas, aparat setempat, dan relawan dengan menyisir perairan utara Pulau Padar.

  • Penyelaman: Tim sedang mengevaluasi kondisi arus dan visibilitas bawah laut untuk melakukan penyelaman di titik duga kapal tenggelam, guna memastikan apakah korban masih terjebak di dalam bangkai kapal.

Evakuasi Korban Selamat

Dari total 11 orang yang berada di atas kapal, 7 orang telah berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat tak lama setelah kejadian. Saat ini, para penyintas sedang mendapatkan perawatan dan pendampingan dari otoritas terkait.

Operasi SAR hari ini akan dimaksimalkan sebelum kondisi cuaca atau arus laut berubah. Basarnas menghimbau kepada seluruh kapal wisata yang melintas di sekitar perairan Pulau Padar untuk segera melapor jika menemukan tanda-tanda keberadaan korban atau material tambahan dari kapal tersebut.

Tenggelam Di Irigasi Way Sekampung Metro, Dua Anak Ditemukan Tim SAR Gabungan Telah Meninggal Dunia

April 25, 2025

 


Metro  - Dua anak yang tenggelam di Jaringan Irigasi Way Sekampung yang berlokasi di Kelurahan Tejosari, Kecamatan Metro Timur ditemukan meninggal dunia. Operasi pencarian yang dilakukan oleh tim SAR gabungan yang terdiri dari BPBD Metro, Tim Basarnas, FKPPI Metro, beserta warga sekitar sejak Jumat, (25/04/2025) sore hingga malam hari, berhasil menemukan dua anak tersebut pada jumat malam hari.

‎‎Berdasarkan informasi Korban pertama, bernama Doni Febriansyah berusia 14 thn telah ditemukan sekitar pukul 21.55 WIB disekitar lokasi jembatan tugu bola Kelurahan Tejosari, Kecamatan Metro Timur.

‎Sementara, Korban kedua Hafizhal Al Faravka berusia 13 thn ditemukan tak berselang lama pada pukul sekitar pukul 22.20 Wib di lokasi depan irigasi SMP IT Wahdatul Ummah berjarak 50 meter dari korban pertama Doni.

‎Dengan ditemukannya kedua korban, operasi pencarian dihentikan. Jenazah keduanya telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

‎Sebelumnya, peristiwa dua anak tenggelam dilaporkan hilang dan diduga tenggelam saat bermain bersama teman temannya di Jaringan Irigasi Way Sekampung berlokasi di Kelurahan Tejosari, Kecamatan Metro Timur, pada Jum’at (25/04/2025) sore.

‎Kuat dugaan dua bocah itu hanyut di Saluran Irigasi Tejosari saat bermain di aliran Way Sekampung itu bersama 4 temannya dilokasi kejadian

IRT di Lampung Barat Tewas Tersengat Listrik Perangkap Babi Hutan, Polisi Lakukan Penyelidikan

April 25, 2024

 

Lampung Barat - Seorang ibu rumah tangga ditemukan tewas tersengat arus listrik perangkap babi hutan di area perkebunan kopi Pekon Lombok Selatan, Kecamatan Lumbok Seminung Kabupaten Lampung Barat.


Korban Ida Safarila (27) warga Desa Panaragan Jaya, Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Kabupaten Tulang Bawang Barat. Jasadnya mengalami luka robek bagian dada hingga jari tangan kiri.

"Iya, dari laporan Polres Lampung Barat warga tersengat arus listrik di kebun berada di Pekon Lombok Selatan, Lumbok Seminung," kata Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Umi Fadilah Astutik dikonfirmasi, Kamis (25/4/2024).

Dari penyelidikan dan keterangan saksi-saksi, Umi menyampaikan, korban Ida Safarila pertama kali ditemukan sang anak sudah tersangkut di kabel terpasang di batas kebun milik warga lainnya, Fauzi, Rabu (24/4/2024) sekitar pukul 06.30 WIB.

Anak korban langsung melapor kepada ayahnya juga berada di area perkebunan tersebut. Temuan ini kemudian ditindaklanjuti meminta batuan kepada warga setempat untuk mengevakuasi korban.

"Setelah berhasil dievakuasi, korban langsung dibawa ke Puskesmas Lumbok Seminung, Kecamatan Lumbok Seminung untuk dilakukan pemeriksaan," ucap Umi.

Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter Puskesmas setempat, Umi menerangkan, korban Ida Safarila telah meninggal dunia di lokasi kejadian dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.

Penyebab kematian ibu rumah tangga ini murni akibat terkena sengatan listrik. Pemeriksaan juga mendapati korban Ida Safarila mengalami luka robek di bagian dada dan jari kelingking sebelah kiri.

"Setelah dilakukan pemeriksaan, jenazah korban ini diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan oleh keluarga," imbuh Umi.

Atas peristiwa ini, Umi menambahkan, kepolisian setempat tengah melakukan penyelidikan dengan mengecak langsung TKP, sekaligus memintai keterangan saksi-saksi berkaitan insiden tersebut.

"Iya, kami masih menyelidiki peristiwa, apakah nanti ditemukan adanya kelalaian pemilik kebun atau pemasang jerat, yang jelas sedang kami tindaklanjuti," akhiri Kabid Humas.

Polres Lampura Evakuasi Korban yang Tertabrak Kerata Api

April 01, 2024


Lampung Utara - Petugas Inafis dari Polres Lampung Utara (Lampura) dan Polsek Kotabumi Utara serta Polsuska bergerak dengan cepat mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan evakuasi terhadap RP (9) warga Dusun Talang Harapan, Kotabumi Udik, yang meninggal dunia usai tertabrak Kereta Api. Senin (1/4/2024).

Kapolsek Kotabumi Utara AKP Farikhin mewakili Kapolres Lampung Utara AKBP Teddy Rachesna, S.H., S.I.K., M.Si. membenarkan terkait kejadian tersebut.
 
“Ya benar ada kejadian orang tertabrak kereta di jalur rel Kereta Api Dusun 01 Desa Banjar Wangi," jawab Kapolsek saat di hububgi.

"Menindaklanjuti laporan warga, polisi bersama tim inafis dan Polsuska kemudian datang ke lokasi kejadian dan mengevakuasi korban ke Rumah Sakit Ryacudu Kotabumi," ujarnya.

Kemudian, Lanjut Kapolsek, sebelum kejadian korban bersama saksi RT (teman korban) menggiling paku di rel jalur Kereta Api Dusun 01 Desa Banjar Wangi, Kotabumi Utara.

Pada saat itu, korban berdiri ditengah-tengah jalur rel Kereta Api yang mana jalur tersebut adalah jalur doubel track. 

Sedangkan saksi berdiri di pigir rel, tidak lama kemudian bunyi suara Kereta Api dan saksi berusaha memanggil korban untuk pergi dari lokasi tersebut akan tetapi korban tetap berdiri ditengah-tengah rel. 

"Lalu datang Kereta Api Stabas dari Baturaja menuju Kotabumi dengan bunyi bel besar dan korban tertabrak dari arah belakang korban sehingga korban mengalami luka parah dan meninggal di tempat," jelasnya. (Hepni)

Dilalap Si Jago Merah, Belasan Kios di Pasar Central Kotabumi Ludes Terbakar

Maret 13, 2024


Lampung Utara - Api diduga berasal dari pembakaran sampah, Jago merah melalap 11 kios pedagang di Pasar Central Kotabumi, Lampung Utara (Lampura), Rabu (13/3/2024) sekitar pukul 15:30 WIB. 

Dari video amatir warga merekam detik-detik kobaran api melalap kios pedagang berbahan material yang mudah terbakar di pasar tersebut mempercepat penyebaran api, dan sempat menyulitkan upaya pemadaman. 

Namun, setelah perjuangan selama 60 menit, tiga unit mobil pemadam kebakaran berhasil menjinakkan si jago merah.

Penyebab kebakaran diduga berasal dari pembakaran sampah yang tidak jauh dari lokasi kios yang terbakar. 

Deni, salah satu pedagang yang kiosnya ikut terbakar, mengungkapkan bahwa petugas pemadam kebakaran menduga ada unsur kesengajaan dalam pembakaran sampah tersebut.

Sementara itu, Herton, Ketua Pedagang Pasar Central Kotabumi, mengaku belum mengetahui pasti asal muasal api.

"Api tiba-tiba merembet dengan cepat, dan dalam sekejap seluruh dagangan saya ludes," ujar Herton dengan nada kecewa.

Kepala Dinas Kominfo, Gunaido Hutama, dan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Hendri, juga mengindikasikan bahwa kebakaran mungkin berasal dari tumpukan sampah yang dibakar di dekat kios.

"Kami bersyukur bahwa tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, dan kami akan melakukan investigasi lebih lanjut untuk menentukan penyebab pasti kebakaran," tutur Hendri.

Dari pantawan wartawan Konsumsi Publik dilapangan, saat ini pihak berwenang sedang menyelidiki lebih lanjut penyebab kebakaran yang mengakibatkan kerugian materi yang signifikan di Pasar Central Kotabumi.(Hepni)

Penyelundupan Di Entikong Tak Terusik Riuh Politik

Maret 06, 2024

 

JAKARTA - Di tengah hiruk pikuk politik tanah air yang menyita perhatian publik luas, sebuah praktik illegal dalam bentuk penyulundupan barang justru tak terusik, menikmati longgarnya pengawasan di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia, tepatnya di Entikong, Kalimantan Barat.



Hal ini terungkap dari beragam keluhan masyarakat yang semakin lama semakin muak menyaksikan betapa mudahnya barang-barang selundupan dari Malaysia masuk kewilayah hukum Indonesia melalui Entikong sebagai pintu masuknya.

Seorang sumber yang bergelut di wilyah kepabeanan menyingkap modus-modus yang dilakukan oleh para mafia dalam menyelundupkan barang, khususnya minuman keras, alat kesehatan dan motor gede.

“Barang-barang selundupan itu berasal dari Serawak dan Kucing (Malaysia),” ungkapnya.

Lebih jauh sumber menjelaskan modus penyelundupan ketiga jenis barang illegal tersebut. Barang selundupan pada umumnya dibawa ke Entikong dengan menggunakan truk. Barang-barang tersebut sudah dikemas agar setidaknya tersamarkan oleh penglihatan kasat mata.

Pasalnya, proses pemeriksaan yang seharusnya menjadi Standart Oprating Procedure (SOP) dan dilakukan secara ketat untuk memastikan kesesuaian domumen dan fisik barang, nyatanya hanya normative belaka.

“Mereka sudah saling koordinasi di lapangan, sehingga pemeriksaan itu pura-pura saja,” imbuhnya.

Tak berhenti sampai di situ, truk-truk pengangkut barang selundupan selanjutnya dibawa ke Pontianak melalui jalur darat untuk kemudian dimasukkan ke dalam peti kemas dan diangkut ke Surabaya menggunakan jalur laut.

“Di Pontianak dan Surabaya juga sudah dikondisikan agar barang-barang selundupan itu lolos dari pemeriksaan,” tukas sumber.

Modus operandi praktik penyelundupan barang illegal di Entikong tersebut menurut sumber, sesungguhnya sudah menjadi isu publik yang berulangkali mencuat, baik melalui media social maupun mainstream.

“Faktanya praktik itu tetap berlangsung karena tidak pernah ada tindakan konkrit, baik dalam bentuk pengawasan yang lebih ketat maupun penindakan terhadap oknum-oknum Bea Cukai yang diduga menjadi bagian dari praktik masfia penyelundupan ini,” tuturnya.

Penyelundupan Di Entikong Tak Terusik Riuh Politik

Maret 06, 2024

 

JAKARTA - Di tengah hiruk pikuk politik tanah air yang menyita perhatian publik luas, sebuah praktik illegal dalam bentuk penyulundupan barang justru tak terusik, menikmati longgarnya pengawasan di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia, tepatnya di Entikong, Kalimantan Barat.



Hal ini terungkap dari beragam keluhan masyarakat yang semakin lama semakin muak menyaksikan betapa mudahnya barang-barang selundupan dari Malaysia masuk kewilayah hukum Indonesia melalui Entikong sebagai pintu masuknya.

Seorang sumber yang bergelut di wilyah kepabeanan menyingkap modus-modus yang dilakukan oleh para mafia dalam menyelundupkan barang, khususnya minuman keras, alat kesehatan dan motor gede.

“Barang-barang selundupan itu berasal dari Serawak dan Kucing (Malaysia),” ungkapnya.

Lebih jauh sumber menjelaskan modus penyelundupan ketiga jenis barang illegal tersebut. Barang selundupan pada umumnya dibawa ke Entikong dengan menggunakan truk. Barang-barang tersebut sudah dikemas agar setidaknya tersamarkan oleh penglihatan kasat mata.

Pasalnya, proses pemeriksaan yang seharusnya menjadi Standart Oprating Procedure (SOP) dan dilakukan secara ketat untuk memastikan kesesuaian domumen dan fisik barang, nyatanya hanya normative belaka.

“Mereka sudah saling koordinasi di lapangan, sehingga pemeriksaan itu pura-pura saja,” imbuhnya.

Tak berhenti sampai di situ, truk-truk pengangkut barang selundupan selanjutnya dibawa ke Pontianak melalui jalur darat untuk kemudian dimasukkan ke dalam peti kemas dan diangkut ke Surabaya menggunakan jalur laut.

“Di Pontianak dan Surabaya juga sudah dikondisikan agar barang-barang selundupan itu lolos dari pemeriksaan,” tukas sumber.

Modus operandi praktik penyelundupan barang illegal di Entikong tersebut menurut sumber, sesungguhnya sudah menjadi isu publik yang berulangkali mencuat, baik melalui media social maupun mainstream.

“Faktanya praktik itu tetap berlangsung karena tidak pernah ada tindakan konkrit, baik dalam bentuk pengawasan yang lebih ketat maupun penindakan terhadap oknum-oknum Bea Cukai yang diduga menjadi bagian dari praktik masfia penyelundupan ini,” tuturnya.

Pembuang Bayi di Sungai Urip Sumoharjo, Simpan Mayat Bayi Selama 2 Hari

Maret 03, 2024

Polsek Sukarame berhasil mengungkap kasus pembuangan bayi di sungai Urip Sumoharjo, Jalan Urip Sumoharjo, Way Halim Permai, Kecamatan Way Halim Bandar Lampung.


Dari serangkaian penyelidikan yang dilakukan, akhirnya Polisi berhasil menangkap RA (21), warga Desa Wiyono, Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, yang merupakan ibu kandung dari anak yang dibuanganya di aliran sungai urip sumoharjo, beberapa hari lalu.

RA yang berprofesi sebagai pramuniaga di sebuah toko elektronik, ditangkap petugas pada Jumat tanggal 01 Maret 2024 sekira jam 02.00 Wib di rumah kakak kandung RA yang terletak di Jalan PB. Marga, Sukadanaham, Tanjung Karang Barat Bandar Lampung.

Kapolsek Sukarame Kompol Warsito mewakili Kapolresta Bandar Lampung mengatakan bahwa pengungkapan kasus pembuangan bayi di sungai urip sumoharjo berbekal dari kaos merah bertuliskan COSMOS yang digunakan oleh RA untuk membalut mayat bayi sebelum dibuang ke sungai.

“Berbekal kaos itu, kita telusuri, alhamdulillah kita nemui titik terang kasus pembuangan bayi tersebut,” ungkap Kompol Warsito, pada Sabtu (2/3/2024) malam.

Warsito menjelaskan RA melakukan persalinan anak kandungannya yang berjenis kelamin perempuan secara mandiri seorang diri di dalam kamar mandi rumah kakak kandung RA.

Saat berhasil mengeluarkan sang bayi, RA mencoba mengangkat si jabang bayi dengan mengambil kaki bayi tersebut, namun pegangan tangan RA terlepas sehingga bayi masuk kedalam ember yang berisikan air, setelah diangkat bayi sudah tidak bernyawa.

Melihat bayi yang baru saja dilahirkan sudah tidak bernyawa, kemudian RA menaruh bayi tersebut ke dalam baskom warna putih dengan dibalut menggunakan kaos warna merah bertuliskan COSMOS, Selanjutnya RA keluar dari kamar mandi dan mengambil kantong plastic warna hitam serta dustbag warna abu abu.

Didalam kamar mandi kemudian RA langsung memasukan mayat bayi yang sudah dibalut potongan baju merah ke dalam plastik hitam dan dustbag, kemudian disimpan oleh RA di ruang kamar solat rumah.

“Jadi mayat bayi di simpan oleh RA selama 2 hari di ruang kamar solat rumah kakak kandungnya,” ungkap Kompol Warsito.

Warsito menambahkan pada hari Rabu, 28 Februari 2024, jam 08.00 Wib, RA membawa mayat bayi yang sudah dibungkus menggunakan sepeda motor kemudian dibuang oleh RA di sungai Urip Sumoharjo.

“Dibuang ke sungai urip, karena sejalur dengan arah tempat RA bekerja, jadi sekalian berangkat kerja,” beber Warsito.

Saat ini RA masih dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara karena diduga mengalami infeksi dibagian kandungannya.

“Ya saat ini pelaku RA masih dirawat intensif di rumah sakit Bhayangkara,” ujar Kompol Warsito.

Selain menangkap pelaku RA, petugas juga menyita 1 buah kantong kresek warna hitam, 1 buah dustbag (tas) warna abu-abu, 1 potong kaos warna merah yang terdapat tulisan COSMOS, 1 buah Baskom warna putih, dan 1 potong celana pendek olahraga warna merah.

Akibat perbuatannnya tersebut, Pelaku dijerat dengan Pasal 80 ayat (3) Junto Pasal 76C UU RI Nomor 35 Tahun 2024 tentang perubahan atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlidungan anak dengan ancaman hukuman penjara maksimal 12 Tahun.

Belum Lama Viral Aksi Nyleneh Oknum Guru SD di Pesibar, Kini Giliran Oknum Guru SMP Aniaya Murid

Maret 01, 2024

 

Ilustrasi (istmw)


Pesisir Barat - Belum lama viral aksi 'nyleneh' oknum guru SDN 91 Krui Pesisir Barat yang perintah paksa murid pungut kuaci pakai mulut, masyarakat Pesisir Barat kembali dibuat resah dengan adanya kasus penganiayaan siswa SMP 12 Krui yang terletak di Pekon Tanjung Jati Kecamatan Pesisir Selatan baru-baru ini.

Korban kali ini dianiaya oknum guru SMP 12 Krui hingga mengalami memar-memar di bagian tubuh. Korban yaitu R (12) asal Pekon Biha, Pesisir Selatan yang duduk dibangku kelas 8 SMP 12 Krui mengalami gangguan psikologis karena trauma akibat perlakuan KF yang menganiaya korban pada hari Kamis (29/02).

Menurut pengakuan ayah korban Sudirman, R saat ini mengalami gangguan psikologis berat sehingga membuatnya tidak mau kembali sekolah dan memilih menyendiri dengan mengurung diri dikamar.

"Awal mulanya pristiwa penganiayaan ini terjadi sekitar pukul 11:00 WIB pada hari Kamis (29/02). Ketika anak saya sedang makan cemilan, oknum guru ini lalu lewat didepan korban, pada saat itu R bersiul, namun KF malah langsung menganiaya korban hingga menyebabkan tubuh korban memar-memar," papar Sudriman.

Tak terima anaknya dianiaya, Sudirman lalu melakukan visum dan melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian. 

Atas kejadian tersebut Sudirman berharap agar pihak terkait memberikan sanksi berat kepada oknum guru tersebut sehingga memberikan efek jera.

Sudirman juga meminta agar Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) mendampingi proses hukum atas peristiwa yang dialami anaknya. Ia juga berharap DP3AKB memberikan pendampingan khusus kepada anaknya untuk memulihkan kondisi psikologis nya yg terganggu.

"Saya berharap betul kepada Dinas P3AKB dapat mendampingi anak saya agar mau kembali sekolah, karena hingga saat ini R tidak mau kembali sekolah karena sangat trauma dengan penganiayaan yang diterimanya oleh oknum guru tersebut," kata Sudirman.

Mendengar informasi tersebut Kepala Dinas P3AKB dr Budi Wiyono, M.H mengaku langsung menerjunkan tim PPA pada Jumat (01/03) sore kerumah korban untuk melakukan penelusuran dan identifikasi peristiwa serta pendampingan kepada korban.

"Kita telah menerjunkan tim untuk identifikasi, selanjutnya kita akan lihat seperti apa kronologi dan kondisi korban saat ini, jika memang benar nantinya kita lakukan pendampingan khusus untuk korban, baik sisi psikologis maupun hukum dan sosial nya," ujar Budi.

Budi juga menghimbau kepada seluruh tenaga pendidik khususnya di Kabupaten Pesisir Barat, untuk lebih bijaksana dalam menerapkan sistem pendidikan dan pelaksanaan kurikulum pendidikan, serta penerapan pengajaran etika moral disiplin anak.

"Niat baik, tujuan baik, ketika tidak diimbangi dengan cara yang baik, cara yang benar, maka akan berakibat kerugian bagi semuanya bahkan bisa berakibat permasalahan hukum pidana maupun perdata," tukas Budi mengingatkan.

Dia berharap agar peristiwa-peristiwa kekerasan terhadap anak di Pesisir Barat tidak lagi terjadi. 

Atas kejadian-kejadian tersebut menurut Budi lingkungan sekolah di Kabupaten Pesisir Barat belum sepenuhnya menerapkan sekolah ramah anak yang seharusnya wajib diterapkan di semua ranah pendidikan.

Sedangkan Dinas Pendidikan Kabupaten Pesisir Barat hingga Jumat sore belum memberikan tanggapan atas peristiwa ini. (Andrean/Wawe) 

Daerah Sulit Dijangkau Damkar, Kebakaran Balai Pekon Way Haru Tak Terbendung

Februari 29, 2024

 


Pesisir Barat - Kebakaran Balai Pekon Way Haru, Kecamatan Bangkunat, Kabupaten Pesisir Barat ini diduga dipicu oleh korsleting panel listrik tenaga surya yang terletak diatap balai.

Menurut informasi yang dihimpun media ini dari warga sekitar, kejadian bermula ketika kantor sedang sepi. Sekitar jam 13:00 WIB (29/02) saat aparat dan peratin pekon setempat sedang istirahat siang, pada saat itu masyarakat melihat api telah membakar bagian atap dari gedung balai.

Namun akibat api yang merambat dengan cepat, masyarakat tak mampu membendung kobaran api hingga menghanguskan bangunan beserta peralatan desa yang ada di dalamnya, beruntung tidak ada korban dalam peristiwa ini.

Informasi kebakaran balai Pekon Way Haru dibenarkan oleh kepala desa tetangga, Peratin Pekon Sumber Rejo, Kecamatan Bangkunat Anita, menurutnya informasi yang dia terima dari warga yang melihat langsung peristiwa tersebut menyebabkan seluruh bagian balai pekon hangus terbakar.

"Belum pasti berapa jumlah kerugian, namun informasinya kerugian ditafsir mencapai ratusan juta rupiah. Karena peralatan utama desa, seperti laptop, printer, hingga kursi hajatan milik pekon, dan barang lainnya ludes semua," terang Neta sapaan akrabnya.

Menurut Neta, sulitnya akses jalan serta bertepatan Pekon Way Haru merupakan daerah terpencil menyebabkan unit pemadam kebakaran tak memungkinkan untuk masuk kedalamnya, sehingga warga terpaksa memadamkan api dengan alat seadanya.

"Harapan kita dengan melihat peristiwa ini sepatutnya para pemangku kebijakan membuka mata. Sulitnya akses jalan menuju Way Haru bukan hanya membuat perekonomian masyarakat terhambat, akan tetapi juga membuat segala hal didalamnya menjadi sulit," kata Neta.

Menurutnya beruntung peristiwa ini tidak memakan korban jiwa, namun jika peristiwa serupa kembali terjadi bahkan lebih besar sehingga menyebabkan banyak korban jiwa, dan tidak ada daya dan upaya dari pemerintah untuk menanganinya. Hal ini sepatutnya menjadi masalah kemanusiaan nasional yang harus menjadi perhatian pemerintah pusat untuk memberikan Pemerintah Daerah Pesisir Barat keleluasaan membangun daerah terisolir ini. (Andrean/Wawe/AKJII)

Kebakaran di Posko Adat Marga Buay Belunguh, Polres Tanggamus Melakukan Identifikasi

Desember 11, 2023

 


Tanggamus - Peristiwa kebakaran terjadi di posko perbatasan lahan HGU dan HGB PT Tanggamus Indah yang berlokasi di Dusun IV RT 07 Pekon Tanjung Anom, Kecamatan Kota Agung Timur, Kabupaten Tanggamus, Senin (11/12/2023) dini hari.

Atas insiden tersebut, Kasat Reskrim Polres Tanggamus Iptu Hendra Safuan, S.H., M.H langsung memimpin identifikasi bersama Inafis dan Unit Reskrim Polsek Kota Agung di back up Sat Intelkam serta Sat Samapta.

Kasat Reskrim Iptu Hendra Safuan mengungkapkan, identifikasi dilakukan dengan pemeriksaan area titik pertama kebakaran sesuai keterangan saksi-saksi hingga area sumber kelistrikan di posko tersebut.

"Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Berdasarkan hasil pemeriksaan TKP oleh Inafis, dugaan api berasal dari korsleting listrik," ungkap Iptu Hendra Safuan mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Siswara Hadi Chandra.

Kasat membeberkan, dalam pemeriksaan itu juga ditemukan jalur kabel listrik illegal yang tersambung pada kabel induk saluran listrik diatas rumah warga bernama Yulius Suwanto, yang rumahnya berdekatan dengan Posko.

Titik bakar kabel listrik juga ditemukan pada beberapa tempat yakni pada kabel titik posko, kabel menuju ke gardu serta titik utama pada kabel saluran diatas rumah Yulius Susanto.

Adapun kabel yang digunakan merupakan kabel telkom dengan tembaga kecil dan di posko yang terbakar tidak menggunakan KWH Meter .

"Dari pemeriksaan kabel, diduga pengambilan arus listrik dilakukan secara illegal, bahkan menggunakan kabel yang tidak sesuai," bebernya.

Kasat menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi Yulius Suwarto selaku tetangga posko Adat Marga Buay Belunguh, sekitar pukul 00:30 WIB, ia mendengar ada teriakan kebakaran.

Kemudian, saksi langsung keluar dan melihat kejadian kebakaran tersebut diduga dari arus listrik yang berada di dalam kamar yang terkunci.

Bersamaan saat kejadian, kabel yang menyambung ke kabel saluran pokok sebelum KWH milik Yulius juga turut meledak dan terputus dengan sendirinya.

"Rumah posko adat yang ludes terbakar mengalami kerugian sebesar Rp10.000.000,00. Akibat kejadian tersebut," jelasnya.

Kasat menyebut, dari lokasi pihaknya mengamankan sejumlah barang bukti dan kedepannya akan melakukan pemanggilan kepada pemasang listrik di lokasi tersebut.

"Untuk identitas pemasang kabel sudah diketahui identitasnya, sehingga akan dilakukan pemanggilan terhadapnya," ujarnya.

Kasat menambahkan, berdasarkan keterangan para penghuni posko adat, mereka kebanyakan penderes karet yang berasal dari Tanjung Bintang, Kabupaten Lampung Selatan. (Wan)

Lagi, Anak Bawah Umur di Pesibar Jadi Korban Cabul

November 23, 2023

 

Ilustrasi


Pesisir Barat - Hanya berselang Satu hari setelah Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Pesisir Barat menangkap warga Kecamatan Pesisir Tengah karena melakukan pencabulan terhadap anak kandungnya sendiri yang masih berusia Sembilan tahun, kepolisian kembali menangkap pelaku pada hari Rabu (22/11) dengan kasus serupa di Kecamatan Lemong. Lebih parahnya, kasus ini melibatkan Dua korban sekaligus yang masih berusia Enam tahun.

Menurut keterangan Kapolsek Pesisir Utara Iptu Rudi Aries, pelaku adalah SI usia 56 tahun, digelandang ke Mapolsek Pesisir Utara dari dikediamannya pada Rabu pagi sekitar pukul 02:30 WIB

SI ditangkap lantaran diketahui mencabuli Dua anak tetangganya pada Selasa (21/11) sekitar pukul 13:30 WIB. Perbuatan bejat itu dilakukannya dengan modus mengajak kedua korban bermain dikamar rumahnya.

Sesampainya dikamar, pelaku melancarkan perbuatan tidak senonoh kepada kedua korban. Akibat hal itu, korban mengalami sakit dibagian vital dan mengalami trauma yang mendalam.

"Setelah kejadian itu ibu korban datang untuk mengajaknya pulang, namun si ibu merasa curiga melihat korban kesakitan dan ketakutan, lalu bertanya kepada terduga pelaku apa yang telah dilakukan terhadap anaknya, namun saat itu pelaku tidak mengakuinya," papar Kapolsek.

Kemudian setelah ibu korban pulang, lanjut Kapolsek, ia bercerita dengan tetangga nya yang bernama Edi Purnomo. Kemudian Edi menanyakan kejadian itu kepada terduga pelaku SI, dan akhirnya pelaku mengakui bahwa telah melakukan pencabulan terhadap kedua korban tersebut. 

Akibat perbuatannya pelaku dijerat dengan Pasal 81 dan 82 UU RI no 35 Tahun 2014 tentang perubahan kedua atas UU RI no 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan dengan ancaman hukuman 15 Tahun penjara. (Andrean/Kienoy)

Miris! Lagi-Lagi Anak Dibawah Umur di Kabupaten Pesisir Barat Jadi Korban Kekerasan Seksual

November 23, 2023

 

Ilustrasi

Pesisir Barat - Hanya berselang Satu hari setelah Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Pesisir Barat menangkap warga Kecamatan Pesisir Tengah karena melakukan pencabulan terhadap anak kandungnya sendiri yang masih berusia Sembilan tahun, kepolisian kembali menangkap pelaku pada hari Rabu (22/11) dengan kasus serupa di Kecamatan Lemong. Lebih parahnya, kasus ini melibatkan Dua korban sekaligus yang masih berusia Enam tahun.

Menurut keterangan Kapolsek Pesisir Utara Iptu Rudi Aries, pelaku adalah SI usia 56 tahun, digelandang ke Mapolsek Pesisir Utara dari dikediamannya pada Rabu pagi sekitar pukul 02:30 WIB

SI ditangkap lantaran diketahui mencabuli Dua anak tetangganya pada Selasa (21/11) sekitar pukul 13:30 WIB. Perbuatan bejat itu dilakukannya dengan modus mengajak kedua korban bermain dikamar rumahnya.

Sesampainya dikamar, pelaku melancarkan perbuatan tidak senonoh kepada kedua korban. Akibat hal itu, korban mengalami sakit dibagian vital dan mengalami trauma yang mendalam.

"Setelah kejadian itu ibu korban datang untuk mengajaknya pulang, namun si ibu merasa curiga melihat korban kesakitan dan ketakutan, lalu bertanya kepada terduga pelaku apa yang telah dilakukan terhadap anaknya, namun saat itu pelaku tidak mengakuinya," papar Kapolsek.

Kemudian setelah ibu korban pulang, lanjut Kapolsek, ia bercerita dengan tetangga nya yang bernama Edi Purnomo. Kemudian Edi menanyakan kejadian itu kepada terduga pelaku SI, dan akhirnya pelaku mengakui bahwa telah melakukan pencabulan terhadap kedua korban tersebut. 

Akibat perbuatannya pelaku dijerat dengan Pasal 81 dan 82 UU RI no 35 Tahun 2014 tentang perubahan kedua atas UU RI no 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan dengan ancaman hukuman 15 Tahun penjara. (Andrean/Wawe)

Hujan Deras Yang Melanda Pesisir Barat Sebabkan Banjir di Pekon Penggawa V Ilir

November 14, 2023

 


Pesisir Barat - Belasan rumah warga di bantaran sungai Way Pedada Pekon Penggawa V (Lima) Ilir, Kecamatan Way Krui, Kabupaten Pesisir Barat terendam banjir pada Selasa (14/11) sore.

Menurut warga sekitar, Liswandi mengatakan banjir terjadi sejak pukul 16:00 WIB setelah wilayah setempat dilanda hujan sejak pukul 15:00 WIB.

"Banjir disini (di bantaran sungai Way Pedada) pertama kali terjadi dalam rentang setahun terakhir, dan memang Satu minggu ini Kecamatan Way Krui kerap dilanda hujan yang cukup deras dan hari ini yang paling deras," kata Liswandi di lokasi banjir.

Liswandi melanjutkan bahwa ketinggian banjir tersebut berkisar antara 20 Centimeter hingga Satu Meter lebih dan berdampak kepada sekitar 12 rumah penduduk.

Banjir, kata Liswandi, juga diakibatkan oleh luapan sungai Way Krui yang terhubung dengan sungai Way Pedada, sehingga saat air sampai di Way Pedada langsung meluap kerumah warga.

Belum diketahui pasti kerugian yang diakibatkan banjir tersebut, namun menurut pantauan, banjir bernagsur surut sejak pukul 17:30 WIB. (Red)

Belasan Rumah di Kecamatan Way Krui Terendam Banjir

November 14, 2023

 


Pesisir Barat - Belasan rumah warga di bantaran sungai Way Pedada Pekon Penggawa V (Lima) Ilir, Kecamatan Way Krui, Kabupaten Pesisir Barat terendam banjir pada Selasa (14/11) sore.

Menurut warga sekitar, Liswandi mengatakan banjir terjadi sejak pukul 16:00 WIB setelah wilayah setempat dilanda hujan sejak pukul 15:00 WIB.

"Banjir disini (di bantaran sungai Way Pedada) pertama kali terjadi dalam rentang setahun terakhir, dan memang Satu minggu ini Kecamatan Way Krui kerap dilanda hujan yang cukup deras dan hari ini yang paling deras," kata Liswandi di lokasi banjir.

Liswandi melanjutkan bahwa ketinggian banjir tersebut berkisar antara 20 Centimeter hingga Satu Meter lebih dan berdampak kepada sekitar 12 rumah penduduk.

Banjir, kata Liswandi, juga diakibatkan oleh luapan sungai Way Krui yang terhubung dengan sungai Way Pedada, sehingga saat air sampai di Way Pedada langsung meluap kerumah warga.

Belum diketahui pasti kerugian yang diakibatkan banjir tersebut, namun menurut pantauan, banjir bernagsur surut sejak pukul 17:30 WIB. (Red)

Tabrak Pertamini dan Picu Kebakaran, Begini Kronologi Kecelakaan Plt Kapuskes Lemong

November 13, 2023

 


Pesisir Barat - Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Puskesmas Lemong Kabupaten Pesisir Barat Katia Yusnita mengalami kecelakaan tunggal saat sedang dalam perjalanan dari arah Lemong menuju Kota Krui Senin (13/11) siang sekitar pukul 13:00 WIB.

Menurut Katia kecelakaan tersebut terjadi di Tembakak Way Sindi Kecamatan Karya Penggawa, beruntung dirinya dan satu rekannya yang merupakan bendahara BOK Puskesmas Lemong Yuni Ismawati selamat dalam peristiwa tersebut.

Katia mengatakan pada saat ia sedang mengendarai mobil pribadinya bernomor polisi BE 1273 XB, tiba-tiba ban mobil sebelah kanan depan yang dikendarainya pecah dan mobil terbanting ke kanan.

"Ketika saya menginjak rem pada saat ban mobil pecah, rem nya sudah tidak berfungsi, kemudian mobil menabrak pom mini yang terletak di depan rumah penduduk yang berisi bensin," jelas Katia kepada wartawan pada Senin sore melalui sambungan seluler.

Katia melanjutkan, pada saat kejadian itu, kondisi jalan dilokasi kecelakaan sangat licin karena diguyur hujan.

Ia pun membantah dugaan di beberapa media bahwa dirinya mengalami kecelakaan akibat mengantuk, Katia menjelaskan bahwa dirinya masih dalam kesadaran penuh saat mengalami peristiwa tersebut.

"Saat ini saya juga sedang berada di Polres Pesisir Barat untuk dimintai keterangan lebih lanjut," tutupnya.

Akibat kejadian tersebut satu buah mobil milik Katia rusak berat, lalu Pertamini milik warga dan Satu buah rumah warga juga mengalami kerusakan akibat terbakar oleh tumpahan BBM yang terbakar. (Andrean/Satria/AKJII)

Plt Kapuskes Lemong Kecelakaan, Begini Kronologi Yang Sebenarnya

November 13, 2023


Pesisir Barat - Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Puskesmas Lemong Kabupaten Pesisir Barat Katia Yusnita mengalami kecelakaan tunggal saat sedang dalam perjalanan dari arah Lemong menuju Kota Krui Senin (13/11) siang sekitar pukul 13:00 WIB.

Menurut Katia kecelakaan tersebut terjadi di Tembakak Way Sindi Kecamatan Karya Penggawa, beruntung dirinya dan satu rekannya yang merupakan bendahara BOK Puskesmas Lemong Yuni Ismawati selamat dalam peristiwa tersebut.

Katia mengatakan pada saat ia sedang mengendarai mobil pribadinya bernomor polisi BE 1273 XB, tiba-tiba ban mobil sebelah kanan depan yang dikendarainya pecah dan mobil terbanting ke kanan.

"Ketika saya menginjak rem pada saat ban mobil pecah, rem nya sudah tidak berfungsi, kemudian mobil menabrak pom mini yang terletak di depan rumah penduduk yang berisi bensin," jelas Katia kepada wartawan pada Senin sore melalui sambungan seluler.

Katia melanjutkan, pada saat kejadian itu, kondisi jalan dilokasi kecelakaan sangat licin karena diguyur hujan.

Ia pun membantah dugaan di beberapa media bahwa dirinya mengalami kecelakaan akibat mengantuk, Katia menjelaskan bahwa dirinya masih dalam kesadaran penuh saat mengalami peristiwa tersebut.

"Saat ini saya juga sedang berada di Polres Pesisir Barat untuk dimintai keterangan lebih lanjut," tutupnya.

Akibat kejadian tersebut satu buah mobil milik Katia rusak berat, lalu Pertamini milik warga dan Satu buah rumah warga juga mengalami kerusakan akibat terbakar oleh tumpahan BBM yang terbakar. (Andrean/Wawe/AKJII)

Truck Tertabrak di Perlintasan Kereta Api, Satu Penjaga Palang Pintu Melarikan Diri

Oktober 28, 2023


Lampung Utara - Kecelakaan maut terjadi di Jalur Lintas Negara Ratu, Desa Ciamis, Kota Bumi, Lampung Utara (Lampura) melibatkan kereta api dengan sebuah mobil truk bernomor polisi BE 9735 JC, akibat palang pintu jalur perlintasan kereta api yang tidak ditutup, pada Jumat (27/10/3023) sekira pukul 13:30 WIB.

Akibat kejadian tersebut Dua orang korban didalam truk meninggal dunia atas nama Selamet Agus Riyanto (37) selaku sopir, dan kernet truk Ngatiman (50) keduanya berasal dari Purwodadi, Sungkai Selatan.

Kasat Lantas Polres Lampung Utara Iptu Joni Charter ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut.

"Ya benar kejadian itu menyebabkan dua korban di dalam truk meningal dunia," ujarnya.

Iptu Joni mengatakan, saat itu mobil truk Hino BE 9735 JC datang dari arah Ketapang menuju Negara Ratu, setiba di tempat kejadian truk tersebut tertabrak kereta api babaranjang.

Kemudian lanjutnya, truk tertabrak kereta api babaranjang diduga karena pintu perlintasan tidak di tutup oleh petugas.

Saat ini dua korban yang meninggal dunia tersebut telah diantarkan ke tempat keluarga masing-masing. Untuk di makamkan.

"Satu orang penjaga perlintasan kereta api saat ini masih melarikan diri," pungkas Kasat Lantas.(*)

Perahu Terbalik Disapu Ombak di Laut Bengkunat, Enam Nelayan Berhasil Selamat

Oktober 06, 2023

 


Pesisir Barat - Polres Pesisir Barat (Pesibar) berhasil mengevakuasi Enam orang nelayan korban kecelakaan laut di Pantai Karang Canggung Belimbing, Pekon Bandar Dalam, Bengkunat, dalam keadaan selamat, Jumat (06/10/2023) sekira pukul 09:00 WIB.

Kapolres Pesisir Barat AKBP Alsyahendra melalui Kabag Ops Polres Pesisir Barat AKP Abdul Rasyid membenarkan bahwa telah terjadi kecelakaan laut yang melibatkan Dua perahu nelayan warga Pekon Bandar Dalam, Bengkunat, Pesibar.

"Kedua perahu terbalik akibat di hempas ombak besar saat sedang melaut mencari ikan di perairan laut Bengkunat," jelas Kabag Ops.

Kabag Ops mengatakan pihaknya mendengar informasi adanya kecelakaan laut kemudian mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan langsung melakukan evakuasi terhadap Enam orang nelayan yang sedang terombang ambing di tengah laut ke bibir pantai dalam keadaan selamat. 

"Kita dibantu oleh 30 nelayan Pelabuhan Karang Canggung, Pekon Bandar Dalam, Bengkunat," ujarnya. 

Kemudian lanjutnya dari ke Enam nelayan Dua orang mengalami luka ringan atas nama Purwanto (25) mengalami luka ringan lecet pada kaki sebelah kiri, kemudian Cecep (21) mengalami luka ringan lecet pada pundak.

Sementar empat korban lainnya yakni Eko(23), Munajam (33),Wardi (45), Rasam (40) tidak mengalami luka.

Kabag Ops menghimbau kepada seluruh masyarakat yang hendak melaut mencari ikan agar lebih waspada dan berhati-hati. 

"Agar kejadian serupa tidak terjadi lagi saya minta agar nelayan lebih waspada saat hendak melaut," pungkasnya. (Andrean/Kienoy)

Ombak Sapu Perahu Nelayan Saat Melaut di Pesibar, Dua Orang Alami Luka

Oktober 06, 2023

 


Pesisir Barat - Polres Pesisir Barat (Pesibar) berhasil mengevakuasi Enam orang nelayan korban kecelakaan laut di Pantai Karang Canggung Belimbing, Pekon Bandar Dalam, Bengkunat, dalam keadaan selamat, Jumat (06/10/2023) sekira pukul 09:00 WIB.

Kapolres Pesisir Barat AKBP Alsyahendra melalui Kabag Ops Polres Pesisir Barat AKP Abdul Rasyid membenarkan bahwa telah terjadi kecelakaan laut yang melibatkan Dua perahu nelayan warga Pekon Bandar Dalam, Bengkunat, Pesibar.

"Kedua perahu terbalik akibat di hempas ombak besar saat sedang melaut mencari ikan di perairan laut Bengkunat," jelas Kabag Ops.

Kabag Ops mengatakan pihaknya mendengar informasi adanya kecelakaan laut kemudian mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan langsung melakukan evakuasi terhadap Enam orang nelayan yang sedang terombang ambing di tengah laut ke bibir pantai dalam keadaan selamat. 

"Kita dibantu oleh 30 nelayan Pelabuhan Karang Canggung, Pekon Bandar Dalam, Bengkunat," ujarnya. 

Kemudian lanjutnya dari ke Enam nelayan Dua orang mengalami luka ringan atas nama Purwanto (25) mengalami luka ringan lecet pada kaki sebelah kiri, kemudian Cecep (21) mengalami luka ringan lecet pada pundak.

Sementar empat korban lainnya yakni Eko(23), Munajam (33),Wardi (45), Rasam (40) tidak mengalami luka.

Kabag Ops menghimbau kepada seluruh masyarakat yang hendak melaut mencari ikan agar lebih waspada dan berhati-hati. 

"Agar kejadian serupa tidak terjadi lagi saya minta agar nelayan lebih waspada saat hendak melaut," pungkasnya. (Andrean/Wawe)