Tampilkan postingan dengan label Pemprov Lampung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemprov Lampung. Tampilkan semua postingan

Menyusuri Rute Tugu Adipura hingga Saburai, Lampung Tapis Karnaval 2026 Sukses Hibur Ribuan Warga

Agustus 30, 2026

 


 BANDAR LAMPUNG — Puncak perhelatan Festival Krakatau XXXV Tahun 2026 berlangsung meriah dan penuh semarak di Kota Bandar Lampung, Minggu (30/8/2026). Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, dengan didampingi Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela serta Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan, secara resmi melakukan flag off pelepasan peserta Lampung Tapis Karnaval di area Tugu Adipura.

Ajang parade budaya tahunan ini diawali dengan atraksi spektakuler defile pasukan berkuda yang langsung mencuri perhatian masyarakat setempat. Ribuan warga dari berbagai daerah tampak menyemut dan memadati ruas-ruas jalan utama untuk menyaksikan secara langsung ragam pesona kain tapis serta seni pertunjukan khas daerah.

Lampung Tapis Karnaval 2026 melibatkan barisan kontingen lintas sektor yang luas. Partisipasi aktif terpancar mulai dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Lampung, jajaran pemerintah kabupaten/kota se-Provinsi Lampung, unsur TNI dan Polri, pelajar sekolah negeri maupun swasta, atlet serta pemuda berprestasi, hingga jajaran organisasi kemasyarakatan.

Sarana Pelestarian Budaya dan Pemersatu Daerah

Dalam sambutannya, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan bahwa Festival Krakatau tidak sekadar dirancang sebagai panggung hiburan publik, tetapi memiliki misi fundamental untuk merawat adat tradisi sekaligus mempererat persatuan seluruh elemen masyarakat Lampung.

"Insya Allah Festival Krakatau hari ini akan menjadi sarana kita untuk ikut melestarikan adat, melestarikan budaya, menambah kekuatan, dan terutama mempersatukan kita bahwa Provinsi Lampung bersatu, damai, rukun, dan tenteram," ujar Gubernur Mirza.

Rombongan karnaval menempuh rute strategis pusat kota, dimulai dari garis start di Tugu Adipura, melintasi Jalan Kartini, Jalan Sukma, Jalan Pangkal Pinang, Jalan Raden Intan, Jalan Tulang Bawang, hingga berakhir di kawasan Lapangan Saburai (Jalan Sriwijaya).

Rangkaian Kegiatan dan Kolaborasi Masyarakat

Penyelenggaraan Festival Krakatau 2026 telah berlangsung marathon sejak 25 Agustus dan berpuncak pada 30 Agustus 2026. Berbagai agenda unggulan mewarnai agenda ini, seperti Krakatau Festival Kuliner, Krakatau Kopi Expo, kompetisi modern dance, festival band, zumba dance, coffee battle, Seruit Battle, Krakatau Run, hingga Pawai Tapis Karnaval. Seluruh rangkaian perhelatan akan ditutup secara megah melalui gelaran Pesona Kemilau Krakatau.

Di sela-sela kegiatan, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menyampaikan kepada awak media bahwa Festival Krakatau adalah manifestasi kolaborasi inklusif antara pemerintah daerah dan seluruh lapisan warga.

"Ini bukan hanya acara Pemerintah ini adalah acara bersama, acara semua komunitas, tokoh adat dan semua elemen masyarakat, dan semuanya semangat untuk menunjukkan bahwa inilah budaya Lampung yang terdiri dari ragam marga dan budaya dan disini kita berkumpul menjadi satu. Tadi kita lihat hampir semua anak-anak muda, baik SMA, Mahasiswa, ini menunjukkan kita punya SDM yang banyak, SDM yang semangat dan cinta dengan budaya Lampung," pungkasnya.

Resmi Diperkenalkan di Stadion Sumpah Pemuda, Bhayangkara Presisi Lampung FC Incar Posisi Tiga Besar Nasional

Agustus 30, 2026

  


BANDAR LAMPUNG — Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, memimpin langsung acara Launching Team & Jersey Bhayangkara Presisi Lampung FC untuk menghadapi kompetisi Super League musim 2026/2027 di Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Sabtu (29/8/2026).

Dalam sambutannya, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal mengapresiasi kontribusi positif Bhayangkara FC sejak menjadikan Lampung sebagai markas utamanya. Kehadiran klub ini dinilai sukses membangkitkan gairah baru bagi kemajuan olahraga sepak bola di Provinsi Lampung.

"Hari ini kita tahu sepak bola selalu punya cara untuk menyatukan banyak orang. Di lapangan, 11 orang yang bermain, tapi di balik 11 orang ini ada pelatih, ada manajemen, ada suporter, ada keluarga, bahkan masyarakat yang ikut menaruh harapan," ujar Gubernur Mirza.

Target Tiga Besar dan Identitas Budaya Lokal

Melanjutkan capaian musim lalu di mana klub berhasil finis di peringkat lima besar, Gubernur menyuarakan optimisme agar Bhayangkara Presisi Lampung FC mampu membidik target yang lebih tinggi pada musim kompetisi mendatang.

"Dan tentunya 5 besar ini bukan prestasi akhir, bukan target akhir. Saya dikasih tahu tadi oleh Pak Marji, bahwa insya Allah tahun ini kita lebih baik, 3 besar. Klub yang kuat tidak dibangun dalam satu musim, tapi melalui kerja konsisten, pembinaan berkelanjutan, dan komitmen yang tidak pernah berhenti," tegasnya.

Gubernur juga menegaskan bahwa klub sepak bola ini kini telah menyatu dengan iklim olahraga daerah. "Bhayangkara FC hari ini bukan milik polisi lagi, mohon maaf, tapi ini sekarang sudah menjadi milik masyarakat Lampung," tambah Gubernur saat sesi konferensi pers.

Sementara itu, CEO Bhayangkara FC yang juga Kakorlantas Polri, Irjen Pol. Wibowo, memaparkan bahwa skuat musim ini memadukan pemain berpengalaman dan talenta muda berbakat guna mengamankan target tiga besar nasional. Ia menambahkan, desain jersey terbaru sengaja disuntikkan aksen kearifan lokal Lampung sebagai simbol kebanggaan daerah.

"Jersey ini bukan hanya seragam pertandingan, tapi lebih pada membawa nilai-nilai kearifan lokal budaya, khususnya yang ada di wilayah Provinsi Lampung," terang Irjen Pol. Wibowo.

Apresiasi Kondusifitas Suporter

Pada kesempatan yang sama, Kapolda Lampung Irjen Pol. Helfi Assegaf menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh masyarakat serta kelompok suporter di Lampung yang senantiasa menjaga ketertiban selama jalannya perhelatan laga di Stadion Sumpah Pemuda.

"Ungkapan terima kasih khususnya pada seluruh masyarakat warga Lampung... 17 pertandingan, 17 kali kita aman, tertib, semuanya baik mulai persiapan sampai dengan pelaksanaan," puji Irjen Pol. Helfi Assegaf.

Acara peluncuran resmi ditutup dengan perkenalan jajaran pemain serta staf pelatih di hadapan ribuan suporter yang memadati stadion.

Bangun Kedaulatan Pangan dari Desa, Pemprov Lampung Siapkan Skema Beasiswa SDM Penggerak Teknologi Terapan

Agustus 29, 2026

  

BANDAR LAMPUNG — Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, secara tegas mendorong penguatan riset dan inovasi sains terapan yang mampu menjawab kebutuhan langsung masyarakat serta mempercepat proses hilirisasi komoditas unggulan berbasis pedesaan.

Himbauan tersebut disampaikan Gubernur saat memberikan opening speech pada Seminar Nasional IPTEK Terapan (SIPTEKTERA) bertajuk "Sinergi Inovasi Sains Terapan dan Transformasi Digital dalam Akselerasi Sustainable Development Goals (SDGs)" yang digelar di Gedung Serba Guna Politeknik Negeri Lampung (Polinela), Sabtu (29/8/2026).

Gubernur menilai tema SIPTEKTERA sangat linier dengan tantangan pembangunan Lampung saat ini. Menurutnya, inovasi akademik tidak boleh berhenti pada lembaran pengetahuan semata, melainkan wajib ditransformasikan menjadi teknologi tepat guna yang memberi solusi konkret di lapangan.

"Kita tidak hanya bicara bagaimana menghasilkan pengetahuan, tetapi bagaimana pengetahuan dan penemuan itu harus bisa menjadi solusi bagi persoalan yang dihadapi masyarakat," ujar Gubernur.

Potensi Pertanian dan Urgensi Hilirisasi Inklusif

Dalam kesempatan itu, Gubernur memaparkan besarnya basis ekonomi Lampung di sektor pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan. Dengan luas daratan 3,3 juta hektare dan populasi 9,6 juta jiwa, Lampung ditopang oleh 1,7 juta petani dengan produksi padi mencapai 3,5 juta ton per tahun, di samping komoditas kopi, jagung, singkong, pisang, nanas, lada, hingga kelapa sawit.

Kendati tren pertumbuhan ekonomi Lampung menunjukkan sinyal positif akibat membaiknya harga komoditas, Gubernur mengingatkan agar daerah tidak terlena dan hanya bergantung pada fluktuasi harga pasar semata, melainkan harus memanfaatkan momentum ini untuk menggenjot produktivitas serta daya saing.

Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi adalah mayoritas hasil bumi Lampung—seperti kopi dalam bentuk green bean—masih keluar dalam kondisi bahan mentah. Oleh sebab itu, Pemprov Lampung mendorong konsep hilirisasi inklusif berbasis desa agar nilai tambah dan penyerapan tenaga kerja dapat dirasakan langsung oleh masyarakat lokal, bukan hanya industri skala besar yang cenderung terotomatisasi.

Gagas Fasilitas Dryer dan Pengolahan Pakan Mandiri

Sebagai langkah konkret, Pemprov Lampung menyiapkan strategi pengadaan fasilitas pengering (dryer) komoditas serta mesin pencetak pakan di tingkat desa. Lewat skema ini, desa yang menghasilkan jagung atau padi tidak lagi menjual seluruh hasil panennya secara mentah, melainkan mampu mengolahnya menjadi beras, pakan ternak, hingga mengembangkan usaha peternakan mandiri.

"Ketika ada desa yang menghasilkan padi, desa itu harus bisa memberi makan masyarakatnya sendiri. Ketika ada jagung, desa harus bisa mengolahnya menjadi pakan. Itu namanya berdaulat pangan," tegas Gubernur Mirza.

Gubernur meminta Politeknik Negeri Lampung (Polinela) dan institusi akademis di Lampung berada di garis terdepan dalam merancang alat tepat guna seperti dryer, mesin pencetak pakan, mixer, dan mekanisasi pertanian lainnya.

Guna menunjang keberlanjutan ekosistem tersebut, Pemprov Lampung juga menyiapkan dukungan skema beasiswa bagi mahasiswa desa. Langkah ini bertujuan mencetak SDM unggul yang setelah lulus siap kembali ke daerah untuk menjadi motor penggerak hilirisasi dan pencipta lapangan kerja berbasis potensi lokal.

Dukung Industri Kopi Lokal, Gubernur Mirza Tekankan Pentingnya Inovasi Penyeduhan Kopi Asli Lampung

Agustus 28, 2026

 


 BANDAR LAMPUNG — Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal (Mirza), menghadiri langsung babak Grand Final Fun Battle Coffee Competition yang menjadi bagian dari perhelatan Krakatau Coffee Expo pada Festival Krakatau XXXV Tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung semarak di Lapangan Saburai, Bandar Lampung, pada Kamis (27/8/2026).

Kompetisi bergengsi ini diikuti oleh 72 barista berbakat dari berbagai wilayah di Provinsi Lampung yang telah melalui proses kurasi dan persaingan ketat sejak 25 Agustus 2026. Pada babak pamungkas, tiga barista terbaik beradu ketrampilan menyeduh kopi di hadapan publik dan dewan juri.

Berdasarkan penilaian akhir, dewan juri menetapkan Imam dari Mari-Mari Coffee sebagai Juara 1, disusul Bendo dari Poubar Coffee di posisi Juara 2, serta Jasun dari Nuju Coffee yang meraih Juara 3.

Penilaian Profesional dan Konsistensi Cita Rasa

Jalannya evaluasi pada babak puncak dipimpin langsung oleh jajaran juri profesional dan praktisi kopi terkemuka di Lampung, di antaranya Sandi Prawira Maulana (Calumny Coffee), Julian Dani (Juki Sangrai), Julius (Damai Coffee & Roastery), Ari Oktara (Nyala Roastery), Didi (Abu Hanif Roastery), serta Ferrari (Bengkel Kopi) yang bertindak sebagai Head Judge.

Perwakilan dewan juri menyampaikan bahwa keunggulan racikan para finalis ditentukan oleh konsistensi serta keseimbangan cita rasa (balance) kopi yang disajikan.

"Tingkat keasamannya tergolong tinggi. Kami juri sepakat memilih racikan yang paling seimbang—tidak hanya menonjolkan level asam, melainkan seimbang antara manis dan tekstur (body). Pertimbangan penilaian juri dilakukan secara objektif tanpa pengaruh satu sama lain," jelas perwakilan dewan juri.

Sajikan Kopi Arabika Lampung Barat untuk Gubernur

Sesaat setelah pengumuman pemenang, sang jawara, Imam dari Mari-Mari Coffee, mendapatkan kesempatan kehormatan untuk menyeduh secara langsung kopi jenis Arabika asal Lampung Barat tepat di hadapan Gubernur Rahmat Mirzani Djausal. Dalam demonstrasi tersebut, Imam mengaplikasikan alat seduh (dripper) tipe SD-1 buatan produsen lokal Indonesia.

"Di babak final saya menggunakan SD-1. Ini salah satu alat seduh buatan Indonesia yang juga dipakai oleh Juara Indonesia," papar Imam seraya menjelaskan teknik ekstraksi presisi yang digunakannya.

Saat mencicipi hasil seduhan segar dari sang juara, Gubernur Mirza menyampaikan rasa kagumnya sekaligus menegaskan kekhasan cita rasa kopi lokal. Gubernur Mirza mengaku bahwa dirinya merupakan penikmat setia kopi, khususnya varian espresso, dan berharap ajang seperti ini terus menjadi sarana pembinaan talenta barista muda untuk membawa nama kopi Lampung ke tingkat yang lebih tinggi.

Dorong Daya Saing Generasi Muda, Kebijakan Bebas Uang Komite Gubernur Mirza Diganjar Anugerah Pembangunan Terpuji

Agustus 28, 2026

  


DEPOK — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung mengukuhkan komitmennya dalam memperkuat fondasi daya saing daerah melalui sektor pendidikan. Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal (Mirza), menegaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan kunci utama bagi Provinsi Lampung untuk mengejar ketertinggalan serta memacu akselerasi pembangunan.

Pernyataan tersebut disampaikan Gubernur Mirza saat menerima Anugerah Pembangunan Terpuji Kategori Inovasi Pendidikan dan Pemberdayaan Sumberdaya Manusia pada ajang detikSumatera Awards 2026 yang berlangsung di Grand Ballroom Trans Hotel Jakarta, Depok, Jawa Barat, Jumat (28/8/2026) malam.

Gubernur Mirza menyampaikan bahwa peradaban suatu daerah atau negara hanya akan mengalami lompatan besar apabila kualitas pendidikannya dibenahi secara fundamental dan merata.

"Kami di Provinsi Lampung sangat percaya salah satu syarat peradaban kita akan maju, masyarakat kita akan maju, adalah apabila pendidikannya jadi lebih baik. Sumber daya manusia adalah fokus kami dalam mengejar ketertinggalan. Bagaimana ke depan SDM Provinsi Lampung menjadi lebih terdidik guna ikut membangun daerah dan Indonesia," ujar Gubernur Mirza.

Implementasi Kebijakan Bebas Uang Komite dan Penguatan BOPD

Apresiasi tingkat nasional ini diraih atas konsistensi Pemprov Lampung dalam mengimplementasikan kebijakan progresif, salah satunya adalah penghapusan total uang komite di seluruh SMA, SMK, dan SLB Negeri se-Provinsi Lampung. Kebijakan yang diinisiasi sejak awal masa kepemimpinannya ini dirancang agar faktor finansial tidak lagi menjadi kendala bagi anak-anak di Lampung untuk mengenyam pendidikan menengah.

Gubernur Mirza menjelaskan, guna menjamin operasional sekolah tetap berjalan optimal tanpa membebani orang tua murid, Pemprov Lampung mengalihkan dukungan pembiayaan melalui anggaran daerah. Pada APBD Tahun Anggaran 2026, Pemprov Lampung mengalokasikan anggaran fantastis mencapai lebih dari Rp100 miliar khusus untuk Bantuan Operasional Pendidikan Daerah (BOPD).

Meski biaya pendidikan digratiskan, Gubernur menekankan agar seluruh satuan pendidikan tetap mengelola anggaran secara transparan, efektif, dan akuntabel. Penghapusan pungutan tidak boleh mengurangi standar maupun kualitas layanan pembelajaran yang diterima para siswa.

Pemerataan Akses dan Penekanan Angka Putus Sekolah

Kebijakan inovasi pendidikan ini juga menjadi instrumen strategis Pemprov Lampung dalam menekan angka anak tidak sekolah (ATS) serta membuka kesempatan yang lebih luas bagi lulusan sekolah menengah untuk melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi maupun masuk ke dunia kerja profesional.

Ajang detikSumatera Awards yang diselenggarakan oleh detikcom ini memberikan apresiasi kepada para tokoh, pemerintah daerah, BUMD, dan korporasi yang memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Pulau Sumatera.

Bagi Pemprov Lampung, penghargaan ini menjadi pemacu semangat untuk terus menghadirkan sistem pendidikan yang inklusif, berkeadilan, dan berorientasi pada hasil nyata yang dapat dirasakan langsung oleh seluruh lapisan masyarakat di Bumi Ruwa Jurai.

Dorong Seruit Go International, Ketua TP PKK Lampung Wulan Mirza Tekankan Kolaborasi Pelestarian Budaya

Agustus 28, 2026

  


BANDAR LAMPUNG — Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza, mendorong penuh pelestarian seruit sebagai hidangan kuliner khas sekaligus identitas budaya Lampung agar dapat diperkenalkan lebih luas hingga ke tingkat nasional dan internasional.

Pesan strategis tersebut disampaikan Wulan Mirza saat membuka secara resmi ajang kompetisi Seruit Battle yang menjadi salah satu agenda utama dalam rangkaian Festival Krakatau XXXV Tahun 2026 di Lapangan Saburai, Bandar Lampung, Jumat (28/8/2026).

Wulan Mirza menegaskan bahwa seruit bukan hanya sekadar menu olahan makanan tradisional, melainkan sebuah simbol kebersamaan, identitas kekeluargaan, serta kekayaan warisan budaya masyarakat Lampung yang patut dikemas secara kreatif sesuai perkembangan zaman.

"Hari ini kita melihat bahwa pelestarian budaya dan pengembangan pariwisata bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan kolaborasi dan kerja sama dari semua pihak. Kita semua sangat ingin seruit ini dikenal bukan hanya di Lampung saja, tetapi hingga tingkat nasional bahkan mancanegara," ujar Wulan Mirza.

Inovasi Tradisi dan Ajang Penguatan Silaturahmi

Melalui perhelatan Seruit Battle, ragam tradisi meracik sambal, memilih ikan, serta menyajikan lalapan khas Lampung dikemas menjadi pertunjukan yang modern, edukatif, dan menarik bagi sektor pariwisata.

Ajang kompetisi kuliner ini diikuti oleh 31 tim peserta yang berasal dari berbagai unsur, mulai dari BUMN, BUMD, perusahaan swasta, hingga Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung. Setiap tim berkompetisi menampilkan kreasi racikan seruit terbaik mereka dengan mengedepankan cita rasa authentik dan kebersihan.

Wulan Mirza menyampaikan bahwa nilai terpenting dari proses pengolahan hingga menikmati seruit secara bersama-sama terletak pada semangat gotong royong dan nilai kekeluargaan yang erat.

"Hari ini bukan hanya ibu-ibu berdandan lalu mengulek sambal, menyiapkan ikan dan lalapan, tetapi di sini adalah ajang kita semua untuk bersilaturahmi dan bekerja sama per tim. Kerja sama yang baik tentu menghasilkan luaran yang baik secara kekeluargaan," ungkapnya.

Tradisi Mengan Balak Tutup Kemeriahan Acara

Lebih lanjut, Ketua TP PKK Provinsi Lampung ini berharap agar ajang Seruit Battle tidak berhenti sebatas kompetisi tahunan semata, melainkan menjadi gerakan berkelanjutan dalam menumbuhkan rasa bangga masyarakat terhadap kearifan lokal.

"Jadikan kegiatan ini sebagai ruang untuk membangun silaturahmi, mempromosikan kuliner Lampung, serta menumbuhkan kebanggaan kita terhadap budaya dan identitas masyarakat Lampung," tutur Wulan Mirza.

Usai pembukaan perlombaan, rangkaian acara dilanjutkan dengan tradisi Mengan Balak—sebuah prosesi makan bersama dalam skala besar yang sarat nilai adat budaya Lampung. Rangkaian kegiatan tersebut menjadi momentum berharga untuk mempererat kebersamaan antarpeserta sekaligus mengukuhkan semangat pelestarian khasanah tradisi lokal di tengah kemeriahan Festival Krakatau XXXV.

Perkuat Daya Tarik Wisata Daerah, Pemprov Lampung Sajikan Festival Krakatau XXXV Sebagai Ruang Interaksi Publik

Agustus 28, 2026

  


BANDAR LAMPUNG
— Perhelatan pariwisata dan budaya tahunan terbesar di Provinsi Lampung, Festival Krakatau XXXV, resmi kembali hadir dengan mengusung konsep yang memadukan promosi destinasi, seni budaya, ekonomi kreatif, olahraga massal, hingga eksplorasi kuliner khas. Rangkaian kegiatan yang diampu oleh Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ini dipusatkan di Lapangan Saburai, Enggal, Bandar Lampung, sejak Rabu (26/8/2026).

Festival Krakatau XXXV tidak sekadar dirancang sebagai ajang promosi pariwisata formal, melainkan dibuka secara inklusif sebagai ruang partisipasi publik, wadah interaksi masyarakat, serta panggung ekspresi bagi kreativitas generasi muda di Lampung.

Semarak Olahraga Massal dan Kompetisi Seni Muda

Sejak hari pertama pembukaan, Lapangan Saburai dipadati ribuan warga yang antusias mengikuti berbagai agenda menarik. Salah satu yang paling mendapat sorotan adalah kegiatan Zumba Session, yang mengajak masyarakat berolahraga bersama dalam suasana yang meriah dan penuh energi. Agendanya diselaraskan untuk memperkuat karakter Festival Krakatau sebagai event pariwisata yang merakyat dan menyatu dengan masyarakat.

Selain itu, panggung utama turut dimeriahkan oleh ajang Modern Dance Competition. Kompetisi ini menjadi wadah berharga bagi talenta-talenta muda Lampung untuk menunjukkan kebolehan, kreativitas, koreografi, serta kekompakan tim dalam menampilkan seni tari modern di hadapan khalayak luas.

Sensasi Kuliner "Jelajah Rasa" dan Eksplorasi Kopi Lampung

Bagi para pencinta kuliner dan kopi, Festival Krakatau XXXV menyajikan dua zona unggulan, yaitu Krakatau Culinary Festival "Jelajah Rasa" dan Krakatau Coffee Expo yang berlangsung pada 25–30 Agustus 2026.

Khusus area kuliner, pengunjung dimanjakan dengan aneka olahan hidangan lokal maupun nusantara. Jam operasional area kuliner diatur secara fleksibel: pada periode 25–27 Agustus dibuka mulai pukul 14.00 hingga 22.00 WIB, sedangkan pada periode akhir pekan (28–30 Agustus) festival beroperasi lebih panjang, mulai pukul 08.00 hingga 23.00 WIB.

Sementara itu, Krakatau Coffee Expo menjadi daya tarik tersendiri bagi para penggiat kopi lokal dan wisatawan. Mengingat Lampung merupakan salah satu produsen kopi terbesar di Indonesia, zona ini menghadirkan workshop edukatif seputar tata kelola kopi hingga sesi Cupping Coffee Tested. Melalui kegiatan cupping ini, pengunjung diajak mengenali lebih dekat kompleksitas aroma, karakteristik unik, serta standar kualitas cita rasa biji kopi unggulan asal Lampung.

Melalui sinergi antara edukasi komoditas, promosi UMKM, kompetisi seni, dan perayaan budaya, Pemprov Lampung berharap gelaran Festival Krakatau XXXV dapat terus memperkuat citra pariwisata daerah sekaligus mendongkrak perekonomian masyarakat secara berkelanjutan.

Wujudkan "Rural Brain Gain", Gubernur Mirza Ajak Perguruan Tinggi Bersinergi Bangun SDM Desa

Agustus 28, 2026

 


 BANDAR LAMPUNG — Di bawah kepemimpinan Gubernur Rahmat Mirzani Djausal (Mirza) bersama Wakil Gubernur Jihan Nurlela, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menegaskan paradigma baru dalam pembangunan daerah yang menempatkan manusia sebagai infrastruktur terpenting. Pemprov Lampung melakukan lompatan besar dalam mengokohkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui dua program strategis di tingkat akar rumput: Satu Desa Satu Sarjana bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) dan Satu Desa Satu Hafiz Qur’an.

Kebijakan ini merupakan kelanjutan dari komitmen tegas Gubernur Mirza yang pada tahun 2025 lalu telah menghapus beban uang komite sekolah. Melalui langkah lanjutan ini, Pemprov Lampung hadir tidak hanya sekadar menggratiskan akses pendidikan dasar hingga menengah, tetapi juga menjamin kepastian masa depan pendidikan tinggi bagi anak-anak di pedesaan.

Strategi Rural Brain Gain dan Beasiswa STEM

Melalui Program Satu Desa Satu Sarjana, Pemprov Lampung menyediakan alokasi beasiswa bagi 2.500 putra-putri terbaik desa, khususnya anak-anak petani dan keluarga kurang mampu, untuk menempuh studi di perguruan tinggi pada rumpun ilmu STEM. Program ini dirancang sebagai strategi rural brain gain untuk mencetak aktor intelektual lokal yang mampu menjadi penggerak inovasi di wilayahnya masing-masing.

"Kita tidak ingin desa hanya menjadi penonton kemajuan. Kita ingin desa menjadi sumber inovasi itu sendiri. Jika satu desa memiliki satu sarjana STEM, maka desa itu akan memiliki kemampuan untuk menyelesaikan masalahnya sendiri, dari teknologi pertanian presisi hingga efisiensi ekonomi kerakyatan," tegas Gubernur Mirza.

Ia menambahkan, pengembangan SDM berbasis teknologi, mesin, industri, pertanian modern, serta pendidikan vokasi sangat krusial untuk menjawab tantangan pembangunan Lampung ke depan.

Dukungan terhadap terobosan ini turut disampaikan Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung (FKIP Unila), Dr. Albet Maydiantoro, M.Pd. Ia menilai program ini akan berdampak langsung pada peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Lampung dalam jangka panjang.

"Pak Gubernur memiliki program satu desa satu sarjana yang merupakan sebuah terobosan dan inovasi yang perlu didukung semua pihak. Jangka panjangnya, IPM kita akan bisa tumbuh merangkak naik persentasenya melalui penguatan sektor pendidikan," ujar Albet.

Penyelarasan Iptek dan Imtaq Lewat Program Hafiz Qur'an

Guna menyelaraskan kecerdasan intelektual dengan kecerdasan spiritual, Pemprov Lampung menjalin kolaborasi strategis bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Lampung dengan meluncurkan Program Satu Desa Satu Hafiz Qur’an. Program ini memberikan beasiswa khusus bagi generasi muda desa untuk menjadi penghafal Al-Qur'an.

Gubernur Mirza menegaskan bahwa pembangunan peradaban Lampung harus seimbang antara penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) serta keteguhan iman dan takwa (Imtaq).

"Di tangan para penghafal Al-Qur’an dan para sarjana STEM inilah masa depan Lampung dan Indonesia dipertaruhkan. Kita membangun manusia yang tidak hanya cerdas secara nalar, tetapi juga tangguh hatinya. Mereka akan kembali ke desanya untuk membawa keberkahan dan kemajuan," Pungkas Gubernur Mirza.

Langkah holistik ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pembangunan yang inklusif, sekaligus mencetak Generasi Emas yang siap membawa Provinsi Lampung menjadi daerah yang lebih maju dan berdaya saing.

Hutan Primer Way Kambas Masih Aman, Pemprov Lampung Perketat Patroli Bersama TNI-Polri dan Gakkum

Agustus 27, 2026

 


 BANDAR LAMPUNG — Pemerintah Provinsi Lampung mengambil langkah cepat dalam mengantisipasi dan memperkuat penanganan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang diprediksi berlangsung hingga Oktober 2026. Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, menekankan pentingnya mengoptimalkan seluruh sumber daya yang ada—mulai dari kesiapan personel, armada pemadam, pemetaan sumber air, hingga pengoperasian bantuan armada udara water bombing.

Wagub Jihan menyoroti bahwa selama ini respons pemerintah daerah beserta pemangku kepentingan dalam memadamkan api (fire suppression) sudah cukup baik dan cepat. Namun, pola penanggulangan harus digeser dengan menguatkan upaya pencegahan (fire prevention) sebelum titik panas (hotspot) muncul di permukaan.

"Respons pemadaman kita sebetulnya sudah cepat saat titik api muncul. Namun, bagaimana penanggulangan atau mitigasi sebelum titik api itu muncul, ini yang perlu kita kuatkan bersama-sama," tegas Wagub Jihan saat memimpin Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Bencana Karhutla di Ruang Pusdalops BPBD Provinsi Lampung, Rabu (26/8/2026).

Pemetaan Terpadu Personel, Logistik, dan Akses Air

Berdasarkan analisis BMKG, periode Agustus hingga Oktober menjadi puncak masa kering di Lampung yang memicu lonjakan titik panas. Data BPBD mencatat setidaknya ada 194 titik panas yang tersebar di 11 kabupaten, dengan luasan lahan terbakar di Provinsi Lampung telah mencapai sekitar 4.800 hektar menurut catatan Kementerian Kehutanan.

Menanggapi hal tersebut, Wagub Jihan menginstruksikan BPBD, Dinas PSDA, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), serta jajaran instansi terkait untuk menyusun peta terpadu. Pemetaan ini wajib mengombinasikan zona merah rawan kebakaran dengan posisi personel terdekat, ketersediaan alat utama, serta alokasi sumber air seperti embung dan kanal.

"Mulai dari hari ini untuk setiap zona merah, kita harus ketahui jalur masuk airnya, titik kumpulnya, hingga kendaraan yang bisa melintas. Jangan ketika api muncul kita baru bingung mencari air," ujar Wagub Jihan.

Kondisi Darurat Karhutla di Taman Nasional Way Kambas

Kebutuhan akan pemetaan dan bantuan armada penanganan karhutla semakin mendesak mengingat kondisi di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK). Kepala Balai TNWK, MHD. Zaidi, melaporkan bahwa pada 21–24 Agustus 2026 telah terjadi kebakaran di beberapa titik seperti Desa Braja Harjosari (673,4 hektar), Desa Braja Luhur (123 hektar), dan Resort Rantau Jaya (6,2 hektar).

Meski vegetasi yang terbakar mayoritas merupakan padang alang-alang dan belum menyentuh hutan primer, proses pemadaman darat mengalami kendala berat akibat mengeringnya sungai serta keterbatasan sarana. Dari tujuh mesin pompa air yang dimiliki TNWK, hanya dua unit yang berfungsi baik, didampingi 44 personel Polhut yang harus menjaga luasan kawasan mencapai 125.000 hektar.

Selain kondisi cuaca dan angin kencang, Zaidi membeberkan adanya dorongan faktor sosial seperti aktivitas perburuan liar dan pembakaran lahan oleh oknum warga yang memicu kebakaran menyebar ke dalam kawasan TNWK.

Dukungan Operasi Udara dan Modifikasi Cuaca

Guna mempercepat pemadaman di area rawan yang sulit dijangkau kendaraan darat, BNPB menyalurkan bantuan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang berlangsung pada 25–30 Agustus 2026, serta menyiagakan dua helikopter water bombing di Bandara Radin Inten II.

Wagub Jihan menyambut baik dukungan pusat tersebut dan mendorong agar helikopter water bombing dapat ditempatkan secara permanen di Lampung selama musim kemarau. Ia juga meminta seluruh unsur gabungan TNI, Polri, Basarnas, dan BPBD bekerja penuh di bawah satu sistem komando Pusdalops BPBD Provinsi Lampung guna memastikan setiap penanganan titik panas berjalan terukur, cepat, dan efektif.

Pemprov Lampung Bangun Ekosistem Pembangunan Holistik Lewat Investasi Intelektual dan Spiritual

Agustus 26, 2026

 


 BANDAR LAMPUNG — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung di bawah kepemimpinan Gubernur Rahmat Mirzani Djausal dan Wakil Gubernur Jihan Nurlela menegaskan komitmennya dalam membangun kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui pendekatan investasi intelektual dan spiritual. Pemprov menegaskan paradigma bahwa manusia merupakan infrastruktur paling krusial dalam pembangunan daerah.

Sebagai langkah nyata usai membebaskan beban uang komite sekolah pada 2025, Pemprov Lampung kini memperluas jangkauan akses pendidikan hingga ke tingkat perguruan tinggi melalui dua program unggulan: Program Satu Desa Satu Sarjana berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) serta Program Satu Desa Satu Hafiz Qur’an.

Melalui Program Satu Desa Satu Sarjana, Pemprov Lampung menyediakan alokasi beasiswa bagi 2.500 putra-putri terbaik desa, khususnya anak-anak petani dan keluarga kurang mampu. Langkah ini dirancang sebagai strategi rural brain gain untuk mencetak aktor intelektual lokal yang mampu menggerakkan inovasi dari tingkat akar rumput.

"Kita tidak ingin desa hanya menjadi penonton kemajuan. Kita ingin desa menjadi sumber inovasi itu sendiri. Jika satu desa memiliki satu sarjana STEM, maka desa itu memiliki kemampuan menyelesaikan masalahnya sendiri, mulai dari teknologi pertanian presisi hingga efisiensi ekonomi kerakyatan," ujar Gubernur Rahmat Mirzani Djausal dalam keterangannya.

Gubernur Mirza menambahkan bahwa tantangan pembangunan Lampung membutuhkan pemuda yang menguasai teknologi, mesin, industri, dan pertanian modern. Oleh karena itu, kolaborasi antara pembuat kebijakan dan perguruan tinggi yang memegang peranan riset serta inovasi menjadi kunci utama untuk mendongkrak Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Dukungan Akademisi dan Sinergi Keagamaan

Kebijakan ini mendapat sambutan positif dari dunia akademisi. Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung (FKIP Unila), Dr. Albet Maydiantoro, M.Pd., menyatakan kesiapannya untuk mendukung penuh penyiapan lulusan SMA di desa agar dapat melanjutkan studi ke jenjang sarjana.

"Program satu desa satu sarjana ini merupakan terobosan dan inovasi yang perlu didukung oleh semua pihak. Jangka panjangnya, IPM kita akan merangkak naik persentasenya karena unsur pendidikan memegang peranan yang sangat penting," kata Albet.

Selain penguatan kapasitas intelektual, Pemprov Lampung bersinergi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Lampung dalam menggolongkan beasiswa bagi para generasi muda desa untuk menjadi penghafal Al-Qur'an. Program ini bertujuan untuk membentuk keseimbangan antara penguasaan ilmu pengetahuan dan kekuatan moral.

"Di tangan para penghafal Al-Qur’an dan sarjana STEM inilah masa depan Lampung dan Indonesia dipertaruhkan. Kita membangun manusia yang tidak hanya cerdas secara nalar, tetapi juga tangguh hatinya untuk membawa keberkahan di desa," jelas Gubernur Mirza.

Pemprov Lampung mengajak seluruh komponen masyarakat, mulai dari jajaran akademisi, tokoh agama, hingga orang tua, untuk bersama-sama mengawal implementasi program strategis ini guna mewujudkan Lampung yang maju dan berdaya saing.

Cegah Kelangkaan Pasokan Lokal, Pemprov Lampung Gelar Operasi Pemantauan Gabah di Pelabuhan Bakauheni

Agustus 24, 2026

 


 BANDAR LAMPUNG — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bekerja sama dengan Satuan Tugas (Satgas) Pangan TNI terus meningkatkan pengawasan dan pemantauan terhadap pergerakan komoditas pangan daerah. Langkah ini diambil sebagai upaya strategis untuk mengamankan ketersediaan stok serta menjaga stabilitas harga pangan, khususnya gabah dan beras di wilayah Provinsi Lampung.

Upaya pengetatan pengawasan tersebut dibuktikan melalui operasi pemantauan langsung yang digelar oleh tim gabungan di kawasan Pelabuhan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan, pada Senin (24/8/2026).

Dalam kegiatan pengawasan di pintu keluar utama Pulau Sumatra tersebut, petugas mendapati satu unit kendaraan truk sedang yang mengangkut komoditas gabah dengan tonase muatan diperkirakan mencapai 10 ton. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lapangan, muatan gabah tersebut rencananya akan dikirim keluar daerah menuju wilayah Jawa Barat.

Petugas gabungan segera melakukan prosedur pemeriksaan dokumen kendaraan, surat jalan, serta menginterogasi pengemudi mengenai asal-usul dan tujuan akhir pengangkutan barang. Dari koordinasi tersebut, diketahui bahwa pemilik barang tidak ikut berada di dalam kendaraan selama proses pengiriman.

Prosedur Penanganan dan Pemutaran Balik Muatan

Sebagai tindakan pencegahan dan penanganan di lapangan, petugas Satpol PP dan Satgas TNI memberikan pemahaman secara persuasif serta mengarahkan pengemudi untuk membawa kendaraan beserta seluruh muatan gabah menuju ke gudang penyimpanan terdekat.

Setelah dilakukan koordinasi teknis antarinstansi terkait mengenai regulasi dan pengamanan pasokan pangan daerah, kendaraan truk bermuatan 10 ton gabah tersebut akhirnya diarahkan untuk berputar balik dan kembali ke lokasi daerah asal pengiriman di wilayah Lampung.

Plt. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Lampung, M. Firsada, menegaskan bahwa langkah pengawasan yang dilakukan petugas di pintu penyeberangan Bakauheni merupakan bentuk tindakan preventif agar stabilitas pasokan dan harga bahan pokok masyarakat Lampung tetap terkendali.

"Langkah ini merupakan bagian dari upaya preventif pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas harga dan jaminan ketersediaan pangan, khususnya komoditas gabah. Dalam pelaksanaan di lapangan, kami selalu mengedepankan koordinasi interaktif serta pendekatan yang humanis," ujar M. Firsada saat memberikan keterangan di Bandar Lampung.

Komitmen Pengawasan Pangan Lintas Sektor

M. Firsada menjelaskan bahwa komoditas gabah merupakan bahan baku vital bagi ketahanan pangan daerah. Oleh karena itu, mobilitas pengiriman gabah keluar dari wilayah Lampung perlu terpantau secara tertib dan transparan agar kebutuhan penggilingan padi serta konsumsi masyarakat lokal tidak terganggu.

Pemprov Lampung memastikan kegiatan pemantauan di jalur-jalur logistik strategis seperti Pelabuhan Bakauheni akan terus ditingkatkan secara berkala. Sinergi antara Satpol PP, institusi TNI, dinas pertanian, serta instansi penegak hukum lainnya menjadi kunci dalam mengawal kebijakan ketahanan pangan daerah.

"Kami akan terus berkoordinasi secara terukur dengan seluruh pihak terkait. Pada prinsipnya, seluruh pengawasan ini dilakukan demi mendukung keberlanjutan ketersediaan pangan dan menjaga kepentingan seluruh masyarakat Provinsi Lampung," pungkasnya.

Melalui pengawasan ketat dan terintegrasi di pintu-pintu keluar wilayah, Pemprov Lampung optimistis dapat mengendalikan laju inflasi daerah dari sektor pangan serta menjaga kedaulatan pangan bagi seluruh warga.

Dukung Astacita Swasembada Energi, Pemprov Lampung Percepat Eksplorasi Panas Bumi dan Energi Surya

Agustus 24, 2026

 


BANDAR LAMPUNG — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung memastikan ketersediaan dan keandalan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) serta Liquefied Petroleum Gas (LPG) bersubsidi di seluruh wilayah kabupaten/kota berada dalam kondisi aman serta terkendali. Langkah strategis ini menjadi fondasi utama pemerintah daerah dalam menjaga kelancaran pasokan energi di tengah meningkatnya aktivitas perekonomian dan mobilitas harian masyarakat.

Kepastian jaminan pasokan energi tersebut disampaikan Gubernur Lampung dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Yanyan Ruchyansah, saat bertindak sebagai pembina apel mingguan di lingkungan Sekretariat Daerah Provinsi Lampung yang digelar di Lapangan Korpri, Bandar Lampung, pada Senin (24/8/2026).

Dalam pengarahannya, Pemprov Lampung menegaskan komitmennya untuk memantau secara berkala realisasi penyaluran komoditas energi bersubsidi di lapangan. Evaluasi ketat dilakukan agar kuota yang teralokasi benar-benar tepat sasaran serta mampu mencukupi kebutuhan sektor rumah tangga, transportasi publik, hingga pelaku usaha mikro.

Tingginya Realisasi Konsumsi Energi Bersubsidi

Berdasarkan data rincian pemantauan energi daerah hingga per 31 Juli 2026, tingkat realisasi penyaluran komoditas energi bersubsidi di Provinsi Lampung mencatatkan tren kenaikan yang signifikan, bahkan melampaui perhitungan alokasi proporsional periode berjalan.

Untuk komoditas LPG 3 kilogram, dari total kuota tahunan yang tersedia sebanyak 219.740 metrik ton, realisasi penyalurannya telah menembus angka 145.765 metrik ton atau mencapai 66 persen. Jika dikalkulasikan terhadap estimasi alokasi proporsional bulanan, angka realisasi tersebut sudah menyentuh 115,99 persen.

Kondisi serupa terjadi pada sektor Bahan Bakar Minyak. Kuota komoditas Pertalite yang dialokasikan sebesar 695.210 kiloliter telah terealisasi sebanyak 418.296 kiloliter atau setara 60,2 persen, yang berarti mencapai 103,59 persen dari alokasi proporsionalnya. Sementara itu, untuk komoditas Biosolar, dari total kuota 790.961 kiloliter, penyerapan di lapangan telah mencapai 490.544 kiloliter atau 62 persen, yang setara dengan 106,78 persen dari alokasi proporsional.

Antisipasi Lonjakan Konsumsi dan Imbauan Publik

Menanggapi tingginya angka penyerapan energi tersebut, Pemprov Lampung tidak sekadar mengandalkan sisa alokasi kuota yang ada. Mengingat tren konsumsi masyarakat diproyeksikan terus meningkat hingga memasuki triwulan IV tahun 2026, pemerintah daerah telah mengagendakan langkah antisipasi berupa pengusulan penambahan kuota BBM bersubsidi kepada pemerintah pusat.

Gubernur Lampung melalui Staf Ahli Yanyan Ruchyansah menegaskan bahwa pengusulan kran penambahan kuota ini sangat krusial guna menjamin ketersediaan BBM dan LPG bersubsidi tetap aman hingga penghujung tahun anggaran. Pihaknya juga meminta masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan aksi pembelian berlebihan (panic buying) yang berpotensi memicu kelangkaan buatan di tingkat pangkalan maupun SPBU.

Akselerasi Transisi Energi Baru Terbarukan (EBT)

Selain mengamankan pasokan energi fosil jangka pendek, Pemprov Lampung secara beriringan terus memperkuat ketahanan dan kemandirian energi daerah jangka panjang. Kebijakan ini diselaraskan dengan program Astacita Presiden Republik Indonesia dalam mewujudkan swasembada energi nasional serta pengembangan ekonomi hijau.

Provinsi Lampung dinilai memiliki karunia potensi Energi Baru dan Terbarukan (EBT) yang sangat melimpah dengan total kapasitas mencapai 124.486 Megawatt (MW). Potensi raksasa tersebut didominasi oleh energi surya sebesar 121.480 MW, energi panas bumi (geothermal) sebesar 1.758 MW, serta energi angin sebesar 1.137 MW.

Meski demikian, pemanfaatan EBT terpasang saat ini baru menyentuh angka 501,8 MW, yang menandakan besarnya peluang investasi bagi pengembangan energi bersih di Lampung. Pada aspek bauran energi daerah, Lampung mencatatkan capaian positif pada tahun 2025 dengan persentase bauran EBT mencapai 36,89 persen—melampaui target Rencana Umum Energi Daerah (RUED) sebesar 36 persen, dan ditargetkan terus melesat hingga 47 persen pada tahun 2050.

Dorong Eksplorasi Migas dan Panas Bumi Masa Depan

Guna memperkokoh struktur ketahanan energi tersebut, Pemprov Lampung aktif mendorong eksplorasi sumber-sumber energi baru di berbagai wilayah kerja. Pada sektor minyak dan gas bumi, penguatan diarahkan melalui Wilayah Kerja (WK) Air Komering di Kabupaten Way Kanan serta kegiatan Survei Sistemik Sumatera Selatan Area 1 yang melintasi wilayah Lampung Tengah, Lampung Timur, Tulang Bawang, Tulang Bawang Barat, dan Way Kanan.

Sementara pada sektor panas bumi, pengembangan diakselerasi di lima Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP), meliputi Danau Ranau, Sekincau Selatan, Way Panas, Way Ratai, dan Rajabasa. Khusus di kawasan WKP Way Panas, pengembangan difokuskan sebagai lokasi percontohan (pilot plan) Green Hydrogen sebagai fondasi penyediaan energi masa depan yang ramah lingkungan.

Melalui sinergi penjagaan pasokan BBM harian dan pengembangan infrastruktur EBT berkelanjutan, Pemprov Lampung optimistis mampu menciptakan ketahanan daerah yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing tinggi dalam menghadapi dinamika geopolitik energi global.

Perkuat SDM dan Hilirisasi Desa, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal Gandeng Rektor Swasta Se-Indonesia

Agustus 22, 2026

 


 BANDAR LAMPUNG — Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi swasta untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) yang unggul, adaptif, serta mampu menjawab kebutuhan industri dan transformasi ekonomi daerah.

Hal tersebut disampaikannya saat menerima jajaran Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) dalam acara ramah tamah Rapat Kerja Nasional (Rakernas) APTISI I Tahun 2026 di Mahan Agung, Bandar Lampung, Sabtu (22/8/2026).

Dalam arahannya, Gubernur Mirza menyampaikan bahwa tingginya pertumbuhan ekonomi atau Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) tidak akan berdampak maksimal terhadap kesejahteraan masyarakat jika tidak diimbangi dengan kualitas SDM yang mumpuni dalam mengelola potensi daerah.

"Kesuburan tanah dan melimpahnya hasil tani tidak otomatis meningkatkan kualitas SDM. Kita harus menghubungkan potensi sumber daya alam dengan kemampuan SDM melalui peningkatkan nilai tambah komoditas serta penerapan teknologi tepat guna di desa," ujar Gubernur Mirza.

Sebagai bentuk aksi nyata, Pemprov Lampung mendorong gagasan kerja sama strategis seperti penataan KKN tematik berbasis solutif, penguatan pendidikan vokasi, hingga program "Satu Desa Satu Sarjana" guna mempercepat penciptaan lapangan kerja dan industri skala kecil di tingkat desa.

Sementara itu, Ketua Umum APTISI Prof. Dr. Ir. H. M. Budi Djatmiko, M.Si., M.E.I., mengapresiasi sambutan Pemprov Lampung dan mengingatkan seluruh civitas akademika untuk terus beradaptasi menghadapi gempuran kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) serta mengutamakan pendidikan karakter.

"Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan AI, paradigma kampus harus bergeser ke outcome-based education. Selain teknologi, kampus yang akan tetap diminati adalah kampus yang kuat dalam mengajarkan akhlak dan nilai karakter," pungkas Budi.

Dorong Perkembangan Daerah, Wagub Jihan Nurlela Ajak ILUNI UI Lampung Jadi Mitra Strategis

Agustus 22, 2026

  

BANDAR LAMPUNG — Kepengurusan Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI) Wilayah Lampung resmi dilantik untuk bertransformasi menjadi mitra strategis pembangunan daerah di bawah kepemimpinan Ketua Terpilih, Anang Risgiyanto.

Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua Umum ILUNI UI Pusat, Pramudya Azhar, di Balai Keratun Komplek Kantor Gubernur Lampung, Bandar Lampung, Sabtu (22/8/2026).

Hadir dalam acara tersebut, Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela mengajak seluruh keluarga besar alumni UI untuk terus berkontribusi aktif merespon dinamika sosial serta menjaga integritas moral di tengah masyarakat.

"Negara kita tidak kekurangan orang pintar, tetapi kita membutuhkan sosok yang bertanggung jawab, berintegritas, dan memiliki sentuhan kemanusiaan. Kehadiran alumni UI harus bisa memberikan manfaat nyata bagi pembangunan dan masa depan Lampung," ujar Wagub Jihan Nurlela.

Menjawab tantangan tersebut, Ketua ILUNI UI Lampung Anang Risgiyanto meluncurkan lima agenda strategis. Program tersebut memosisikan organisasi sebagai pusat kolaborasi (hub) dan wadah pemikir (think tank) dalam mendukung peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), ketahanan pangan, hingga pembentukan ILUNI Business Network untuk pengembangan UMKM lokal.

"Mari kita ubah network menjadi teamwork, ubah knowledge menjadi solution, dan wujudkan persaudaraan ini menjadi aksi nyata yang berdampak besar bagi Provinsi Lampung," tegas Anang.

Sementara itu, Ketua Umum ILUNI UI Pramudya Azhar mengapresiasi pengukuhan pengurus daerah tersebut dan menargetkan sedikitnya 100 ribu alumni UI terkoneksi secara resmi dalam pangkalan data nasional pada Agustus 2028 mendatang guna memperkuat sinergi alumni di seluruh Indonesia.

Dongkrak Produktivitas Padi hingga 6,5 Ton/Ha, Petani Lampung Tengah Rasakan Manfaat Pupuk PHC

Agustus 22, 2026

  


 LAMPUNG TENGAH — Penerapan teknologi pertanian modern yang dipadukan dengan pemanfaatan Pupuk Hayati Cair (PHC) terbukti efektif mendongkrak produktivitas serta mempercepat masa panen padi di Desa Rama Nirwana, Kecamatan Seputih Raman, Kabupaten Lampung Tengah, Kamis (20/8/2026).

Sejumlah petani setempat melaporkan adanya peningkatan produktivitas yang signifikan usai mengaplikasikan PHC. Suyono, salah seorang petani dari kelompok tani setempat, menyebut hasil panen padinya yang semula berkisar 5,2 hingga 5,5 ton per hektare naik menjadi 6,5 ton per hektare.

"Biasanya musim rendeng dapat 5,2 sampai 5,5 ton, setelah menggunakan PHC bisa naik sampai 6,5 ton per hektare. Hasilnya sangat bagus dan batang tanaman jauh lebih kuat," ungkap Suyono.

Selain mendongkrak hasil panen, penerapan paket teknologi Pertanian Modern-Advanced Agricultural System (PM-AAS)—seperti penggunaan silika, hormon, dan pengondisian pH tanah—juga berhasil mempercepat masa maturasi tanaman sehingga waktu panen maju hingga 10 hari.

Merespons keberhasilan tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung mendorong Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) untuk terus memperkuat kemandirian sarana produksi, mulai dari pembuatan pupuk hayati mandiri hingga pengelolaan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) berbasis unit usaha kelompok.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal juga menekankan pentingnya semangat gotong royong dalam mengatasi tantangan ketersediaan air saat musim kemarau, salah satunya melalui skema tata kelola pompa air dengan sistem bayar setelah panen (yarnen).

"Pemerintah memberikan bantuan pompa, tetapi jumlahnya terbatas. Sambil menunggu pengadaan bertahap, kita dorong gotong royong pemanfaatan air bersama di tingkat Gapoktan agar seluruh lahan persawahan tetap teraliri," pukas Gubernur.

Keberhasilan pengelolaan 95 persen lahan produktif serta kekompakan penanganan hama terpadu di Desa Rama Nirwana kini menjadikan wilayah tersebut sebagai percontohan studi tiru bagi kelompok tani dari berbagai daerah di Provinsi Lampung.

Dukung Program Asta Cita, Pemprov Lampung Ikuti Entry Meeting Pemeriksaan Ketahanan Energi BPK RI

Agustus 22, 2026

 


 BANDAR LAMPUNG — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menyatakan kesiapannya dalam mendukung pelaksanaan Pemeriksaan Tematik Nasional Ketahanan Energi Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI).

Hal tersebut ditegaskan usai Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, mengikuti Grand Entry Meeting Pemeriksaan Tematik secara daring dari Ruang Kerja Sekdaprov, Bandar Lampung, Kamis (20/8/2026).

Kegiatan lintas sektor (cross-cutting audit) tersebut diikuti Sekdaprov bersama jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, antara lain Kepala Bappeda Anang Risgiyanto, Kepala BPKAD Mirza Irawan Dwi Atmaja, Inspektur Provinsi Bayana, serta Kadis Kominfotik Ganjar Jationo.

Pemeriksaan tematik ini bertujuan mengawal agenda prioritas nasional Asta Cita di bidang ketahanan energi pada Semester II Tahun 2026, menyelaraskan pengawasan keuangan negara dengan RPJMN 2025–2029, serta memastikan pengelolaan energi nasional dari hulu hingga hilir berjalan efektif, transparan, dan akuntabel.

Ketua BPK RI, Isma Yatun, dalam arahannya menyampaikan bahwa ketahanan energi merupakan tantangan nasional yang memerlukan kolaborasi serta keselarasan kebijakan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah, khususnya dalam penyusunan Rencana Umum Energi Daerah (RUED) yang terintegrasi ke dalam RPJMD.

"Pemeriksaan ini tidak hanya berfokus pada kepatuhan, tetapi juga menilai efektivitas kebijakan, program, dan pemanfaatan sumber daya untuk mengidentifikasi capaian, tantangan, serta akar permasalahan yang memengaruhi ketahanan energi," ujar Isma Yatun.

Melalui pemeriksaan tematik ini, BPK RI berharap dapat menghasilkan rekomendasi yang relevan dan implementatif guna mempercepat pencapaian target Energi Baru Terbarukan (EBT) serta memperkuat ketahanan energi di tingkat daerah maupun nasional.

Kolaborasi PM-AAS dan POC Dongkrak Produktivitas Padi, Gubernur Lampung Targetkan Produksi 3,5 Juta Ton

Agustus 22, 2026

 


 LAMPUNG TENGAH — Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menghadiri Panen Padi Model Program Pertanian Modern Advanced Agricultural System (PM-AAS) di Desa Rama Nirwana, Kecamatan Seputih Raman, Kabupaten Lampung Tengah, Kamis (20/8/2026).

Kegiatan panen pada lahan demonstration farm (demfarm) seluas 100 hektare yang dikelola oleh empat kelompok tani tersebut mencatatkan hasil ubinan mencapai 11,4 ton per hektare, melebihi rata-rata produksi konvensional.

Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menyatakan bahwa keberhasilan uji coba ini membuktikan efektivitas integrasi teknologi modern dan program Pupuk Organik Cair (POC) dalam meningkatkan produktivitas tanaman padi hingga di atas 10 persen.

"Alhamdulillah, modeling PM-AAS di Lampung hari ini dipanen dan ubinannya luar biasa, 11,4 ton. Piloting ini berhasil dan akan kita ekstensifikasi agar diterapkan sebanyak-banyaknya di Provinsi Lampung," ujar Gubernur.

Sebagai bentuk komitmen, Pemprov Lampung siap mendukung target Kementerian Pertanian untuk memperluas cakupan PM-AAS hingga 35.000 hektare sampai Desember 2026. Langkah ini juga ditopang oleh pendistribusian 4 juta liter POC ke 2.500 desa guna memperkuat kemandirian sarana produksi petani.

Melalui integrasi PM-AAS, peningkatan Indeks Pertanaman (IP), serta bantuan mekanisasi seperti drone sprayer dan irigasi perpompaan, Pemprov Lampung menargetkan total produksi padi daerah dapat menembus angka 3,5 juta ton pada tahun 2026.

Penanggung Jawab Luas Tambah Tanam (LTT) dan Swasembada Pangan Provinsi Lampung, Tin Latifah, mengapresiasi terobosan Pemprov Lampung. Ia menegaskan posisi Lampung sebagai salah satu dari lima besar provinsi penyokong pangan nasional yang sangat menentukan pencapaian swasembada pangan Indonesia.

Tinjau Jalan Metro dan Lampung Tengah, Gubernur Mirza Minta Kualitas Pembangunan Disetarakan

Agustus 21, 2026

 


LAMPUNG TENGAH
— Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal melakukan peninjauan langsung terhadap progres pembangunan infrastruktur jalan pada ruas Metro–Kota Gajah di Kabupaten Lampung Tengah serta Jalan Pattimura di Kota Metro, Kamis (20/8/2026).

Peninjauan lapangan tersebut dilakukan guna memastikan seluruh pelaksanaan proyek jalan milik pemerintah provinsi berjalan sesuai standar kualitas, presisi, serta selesai tepat waktu.

Dalam kunjungannya, Gubernur meninjau ruas Metro–Kota Gajah di Lampung Tengah yang memiliki panjang penanganan 375 meter. Peninjauan kemudian dilanjutkan ke ruas Jalan Pattimura Kota Metro dengan panjang penanganan mencapai 1.095 meter.

Gubernur mengapresiasi hasil pekerjaan di kedua lokasi tersebut yang dinilai rapi dan menunjukkan percepatan progres melebihi target yang ditetapkan.

"Kerjanya rapi, kualitasnya juga bagus, kerjanya jauh lebih cepat. Sudah plus 8 persen, jauh lebih cepat. Ini harus dicontoh," ujar Rahmat Mirzani Djausal di sela-sela peninjauan.

Meski memberikan apresiasi, Gubernur menegaskan pentingnya penerapan standar pengerjaan yang homogen di seluruh wilayah Provinsi Lampung. Hal ini untuk mencegah terjadinya ketimpangan kualitas infrastruktur antardaerah yang dapat mengesewakan masyarakat.

"Standar kerjanya ditingkatkan dan harus sama di seluruh Lampung. Jangan sampai di sini bagus, di sana jelek, masyarakat nanti kecewa," tegasnya.

Pemprov Lampung berharap hasil pekerjaan yang berkualitas baik ini dapat dipertahankan hingga tuntas, sehingga mobilitas serta kenyamanan konektivitas warga di wilayah Metro dan Lampung Tengah dapat segera meningkat secara optimal.

Integrasikan Pesisir Bandar Lampung, Pemprov dan Pemkot Kolaborasi Bentuk Ekosistem Parawisata

Agustus 20, 2026

 


 BANDAR LAMPUNG — Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi lintas sektor dalam menata kawasan pesisir terpadu guna mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah hingga di atas angka 8 persen.

Pernyataan tersebut disampaikan Gubernur Mirza saat menjadi keynote speaker sekaligus membuka Seminar Nasional bertajuk "Menata Pesisir: Wujudkan Waterfront City untuk Lampung Maju" yang diselenggarakan oleh Persatuan Insinyur Indonesia (PII) di Swiss-Belhotel Bandar Lampung, Kamis (20/8/2026).

Dalam arahannya, Gubernur menjelaskan bahwa Lampung memiliki posisi strategis di jalur ALKI 1 serta potensi teluk yang sangat besar. Mengingat angka kunjungan wisatawan nusantara ke Lampung melonjak hingga 27 juta kunjungan pada 2025 dan menyumbang Rp55 triliun terhadap PDRB, penataan pesisir dinilai menjadi kunci untuk meningkatkan durasi tinggal (length of stay) serta belanja wisatawan.

Terkait gagasan pembangunan Waterfront City sepanjang 27 kilometer di Kota Bandar Lampung, Gubernur meminta agar ego sektoral dan kompleksitas tata ruang segera diurai melalui master plan yang disepakati bersama.

"Penataan ini tidak bisa dilakukan oleh kotamadya sendiri. Pemprov harus sepakat, swasta harus sepakat. Pertanyaannya adalah sejauh mana potensi itu kita ubah menjadi pertumbuhan ekonomi yang memberi manfaat bagi masyarakat," ujar Rahmat Mirzani Djausal.

Gubernur juga memberikan empat arahan strategis kepada para insinyur dan pemangku kebijakan, yakni penyusunan perencanaan terintegrasi, menjaga keseimbangan ekologi dan sosial, menetapkan target awal yang realistis (quick wins), serta menyiapkan dokumen investasi hingga berstatus project ready to offer.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, menyatakan kesiapan penuh Pemerintah Kota Bandar Lampung untuk mendukung penataan garis pantai sepanjang empat kecamatan pesisir, termasuk menyiapkan aset potensial seluas 1,5 hektar. Pemkot juga terus menggenjot pembenahan infrastruktur dasar seperti drainase, akses jalan, dan air bersih untuk menopang kawasan pariwisata pesisir.

Sekdaprov Marindo Minta Biro Organisasi Perkuat Sinergi Bersama Bappeda dan Inspektorat

Agustus 19, 2026

 


BANDAR LAMPUNG
— Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung terus memperkuat tata kelola organisasi dan kinerja pemerintahan guna memastikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bekerja secara efektif, adaptif, terukur, dan patuh regulasi.

Upaya strategis tersebut dibahas dalam rapat Tata Organisasi Pemprov Lampung yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung, Marindo Kurniawan, di Ruang Kerja Sekda, Rabu (19/8/2026). Rapat turut dihadiri Kepala Biro Organisasi Sekretariat Daerah Provinsi Lampung, Marzuqi Sayuti, beserta jajaran.

Dalam arahannya, Sekdaprov Marindo mengibaratkan Biro Organisasi sebagai 'jantung organisasi' yang memegang peran sentral dalam mengawal jalannya roda pemerintahan daerah.

"Saya menganggap penting Biro Organisasi ini karena kita ini sebuah organisasi besar. Saya ingin Biro Organisasi berjalan di atas rel dengan teknologi yang modern, sehingga cepat, adaptif, dan agile," ujar Marindo.

Salah satu fokus utama yang ditekankan Marindo adalah peningkatan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP). Setelah berhasil menaikkan predikat dari B ke BB, Pemprov Lampung kini membidik capaian tertinggi.

"Target kita tetap A. Capaian BB adalah buah dari proses yang benar. Laporan akuntabilitas harus ditulis berdasarkan kisah nyata dari kinerja OPD yang sudah bekerja secara benar," tegasnya.

Untuk mengejar target tersebut, Marindo menginstruksikan Biro Organisasi memperkuat kolaborasi lintas sektor bersama Bappeda dan Inspektorat, terutama menyelaraskan pohon kinerja dengan RPJMD dan RPJMN serta memperketat tindak lanjut rekomendasi pengawasan.

Ia juga menegaskan bahwa penguatan SAKIP, Reformasi Birokrasi (RB), dan Pembangunan Zona Integritas (ZI) merupakan instrumen utama untuk membangun kepercayaan publik (public trust).

"SAKIP dan RB itu modal untuk meyakinkan masyarakat bahwa pemerintah daerah layak dipercayai. Ketika SAKIP sudah A dan berintegritas, masyarakat yakin uang pajak dikelola dengan baik," lanjut Marindo.

Di sisi pelayanan publik, meski Pemprov Lampung telah menembus posisi tiga besar nasional dalam penilaian Ombudsman RI, Marindo meminta jajarannya tidak cepat berpuas diri dan terus meminimalkan risiko maladministrasi. Pemanfaatan kanal pengaduan Lampung-in serta digitalisasi tata kelola berbasis database terintegrasi juga didorong sebagai instrumen utama pengambilan keputusan.