Tampilkan postingan dengan label Pemkot Bandar Lampung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemkot Bandar Lampung. Tampilkan semua postingan

Rayakan Kemenangan, Walikota Bandar Lampung Hj. Eva Dwiana Sampaikan Pesan Kedamaian dan Kebersamaan di Hari Raya Idulfitri

Maret 19, 2026

  


BANDAR LAMPUNG, 20 Maret 2026 – Walikota Bandar Lampung, Hj. Eva Dwiana, menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah kepada seluruh lapisan masyarakat Kota Tapis Berseri. Dalam pesan resmi yang disampaikan melalui unggahan video, Bunda Eva mengajak warga untuk menjadikan momentum Lebaran sebagai ajang memperkuat kohesi sosial dan persaudaraan antarsesama.

Mengenakan busana putih elegan dengan aksen hitam dan emas, Walikota perempuan pertama di Bandar Lampung ini mengawali pesannya dengan salam hangat khas Lampung, "Tabik Pun". Ia menekankan bahwa bulan suci Ramadan yang baru saja berlalu merupakan "sekolah spiritual" bagi setiap individu.

Ramadan sebagai Tempaan Kesabaran Menurut Bunda Eva, ibadah puasa telah melatih masyarakat untuk memiliki kontrol diri yang kuat serta meningkatkan empati terhadap kondisi sosial di sekitar.

“Ramadan telah melatih kita untuk menjadi pribadi yang lebih sabar dan peduli. Di hari yang fitri ini, saya mengajak kita semua untuk membuka pintu maaf seluas-luasnya. Mari kita bangun kembali kesucian diri melalui permohonan maaf yang tulus,” ujar Eva Dwiana.

Tiga Pesan Utama Walikota Dalam kesempatan tersebut, Bunda Eva menitipkan tiga poin penting bagi seluruh warga Bandar Lampung dalam merayakan kemenangan:

  1. Membangun Kesucian: Menyadari bahwa tidak ada kesucian tanpa permohonan maaf dan tidak ada kebahagiaan sejati tanpa rasa syukur.

  2. Menjaga Silaturahim: Mempererat tali kekeluargaan dan persaudaraan di lingkungan bertetangga maupun dalam lingkup kota yang lebih luas.

  3. Menebar Kebaikan: Memastikan semangat kebaikan yang dibangun selama Ramadan terus mengalir demi kemajuan dan kesejahteraan Kota Bandar Lampung.

Mohon Maaf Lahir dan Batin Menutup pesannya, Bunda Eva mewakili jajaran Pemerintah Kota Bandar Lampung menyampaikan permohonan maaf yang sedalam-dalamnya atas segala kekurangan dalam pelayanan publik selama satu tahun terakhir.

“Saya, Eva Dwiana, Walikota Bandar Lampung, beserta segenap jajaran Pemerintah Kota Bandar Lampung mengucapkan Selamat Hari Raya Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah. Mohon maaf lahir dan batin,” tutupnya.

Pesan ini diharapkan dapat menjadi penyemangat bagi warga untuk tetap menjaga keamanan, ketertiban, dan kebersihan kota selama masa libur Lebaran.

Jelang lebaran, Pemkot Bandar Lampung berikan THR Rp500 ribu untuk PPPK paruh waktu

Maret 18, 2026

  


BANDAR LAMPUNG – Pemerintah Kota Bandar Lampung memastikan seluruh Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu akan menerima Tunjangan Hari Raya (THR) menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Kebijakan ini merupakan instruksi langsung dari Wali Kota Bandar Lampung sebagai bentuk apresiasi atas kinerja pegawai.

Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, menyatakan bahwa setiap personil PPPK paruh waktu akan mendapatkan tunjangan sebesar Rp500.000 per orang. Pemberian THR ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi keluarga pegawai dalam menyambut hari raya.

Wujud perhatian dan apresiasi pemerintah

Wali Kota Eva Dwiana menekankan bahwa para pegawai paruh waktu memiliki peran penting dalam membantu menjalankan roda pemerintahan dan pelayanan publik di Kota Tapis Berseri.

"Masing-masing PPPK paruh waktu Pemkot Bandar Lampung mendapatkan THR sebesar Rp500.000. Meskipun nominalnya tidak terlalu besar, kami berharap ini menjadi bentuk perhatian pemerintah daerah yang dapat membantu memenuhi kebutuhan menjelang hari raya bersama keluarga," ujar Eva, Selasa (16/3).

Proses pencairan dipercepat

Saat ini, jajaran perangkat daerah terkait tengah melakukan finalisasi proses administrasi dan teknis pencairan. Wali Kota menginstruksikan agar seluruh tahapan berjalan cepat dan lancar.

  • Target Penyaluran: Diterima oleh pegawai sebelum memasuki masa libur Lebaran.

  • Tujuan Kebijakan: Menambah kebahagiaan para pegawai dalam menyambut Idulfitri serta menjaga daya beli masyarakat di tingkat lokal.

Pemberian THR ini disambut baik sebagai langkah nyata komitmen Pemkot Bandar Lampung dalam memperhatikan kesejahteraan seluruh lapisan pegawainya, termasuk tenaga paruh waktu, guna menciptakan iklim kerja yang harmonis dan penuh semangat pengabdian.

Edukasi Keselamatan Sejak Dini, Puluhan Siswa Sekolah Disabilitas Bunda Kunjungi Dinas Damkarmat Bandar Lampung

Februari 26, 2026

 



BANDAR LAMPUNG, 26 Februari 2026 – Suasana halaman Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Bandar Lampung tampak berbeda pada Kamis (26/2). Puluhan siswa dari Sekolah Disabilitas Bunda (SDB) hadir mengikuti kegiatan outing class untuk mengenal lebih dekat tugas-tugas kemanusiaan para "Ksatria Biru".

Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi sederhana mengenai pencegahan kebakaran dan keselamatan diri melalui metode interaktif yang disesuaikan dengan kebutuhan para siswa.

Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bandar Lampung, Hj. Eka Afriana, S.Pd., yang mendampingi langsung para siswa, menjelaskan bahwa pembelajaran di luar kelas sangat penting untuk memberikan stimulasi pengalaman baru bagi anak-anak berkebutuhan khusus.

“Kehadiran anak-anak SDB di sini bertujuan mengenalkan lingkungan di luar sekolah agar mereka memiliki pengalaman baru yang menggembirakan. Observasi langsung seperti ini memberi kesan yang tak terlupakan dan membuat nilai-nilai keselamatan lebih mudah meresap,” ujar Eka Afriana.

Belajar Sambil Bermain dengan Ksatria Biru Didampingi Kepala Dinas Damkarmat, Ahmad Husni, S.Sos., para siswa diperkenalkan dengan berbagai peralatan pemadam kebakaran, fungsi kendaraan operasional, hingga cara sederhana menghindari bahaya api.

Antusiasme siswa memuncak saat mereka diajak mengamati dan menaiki langsung armada pemadam kebakaran. Petugas Damkarmat dengan sabar memberikan penjelasan mengenai perlengkapan pelindung diri dan alat pemadam api ringan (APAR) dalam suasana yang penuh keceriaan.

[Image: Siswa SDB Bandar Lampung tampak ceria saat mencoba perlengkapan pemadam kebakaran didampingi petugas Damkarmat]

Membangun Inklusivitas dan Kewaspadaan Melalui outing class ini, Pemerintah Kota Bandar Lampung ingin memastikan bahwa literasi keselamatan dan kebencanaan dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk anak-anak disabilitas. Pengalaman menaiki mobil damkar dan berinteraksi dengan petugas diharapkan dapat menumbuhkan keberanian serta kewaspadaan dini bagi para siswa SDB dalam menghadapi situasi darurat di lingkungan mereka.

Pasar Murah Ramadan Serentak di 20 Kecamatan, Beras hingga Telur Dijual Harga Miring

Februari 26, 2026

  


BANDAR LAMPUNG, 26 Februari 2026 – Pemerintah Kota Bandar Lampung secara resmi memulai rangkaian Pasar Murah Ramadan 1447 Hijriah secara serentak di 20 kecamatan, Kamis (26/2). Langkah ini diambil sebagai bentuk intervensi pemerintah guna menahan gejolak harga bahan pokok serta menjaga daya beli masyarakat menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

Kepala Dinas Perdagangan Kota Bandar Lampung, Erwin, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi dengan Bank Indonesia dan sejumlah ritel modern. Untuk menopang program ini, Pemerintah Kota menggelontorkan anggaran subsidi mencapai Rp400 juta.

“Pasar murah ini adalah strategi kami untuk membantu masyarakat menghadapi Ramadan dan Idulfitri. Kami memberikan subsidi yang cukup signifikan agar harga di lapangan tetap terjangkau dan stabil,” jelas Erwin saat meninjau pelaksanaan pasar murah.

Rincian Subsidi dan Komoditas Dalam operasi pasar ini, pemerintah memberikan subsidi langsung pada beberapa komoditas utama, antara lain:

  • Beras: Subsidi Rp15.000 per sak (5 kg).

  • Telur Ayam: Subsidi Rp5.000 per kemasan.

  • Gula Pasir, Minyak Goreng, & Tepung Terigu: Masing-masing subsidi Rp4.000 per kemasan/kg.

  • Cabai & Bawang: Tersedia melalui program khusus bersama Bank Indonesia.

Dilaksanakan dalam Tiga Gelombang Pasar murah ini direncanakan berlangsung dalam tiga tahap, yakni pada awal Ramadan, pertengahan bulan, hingga menjelang Hari Raya Idulfitri. Pada tahap pertama ini, setiap kecamatan mendapatkan alokasi ratusan paket bahan pokok guna memastikan distribusi merata hingga ke tingkat wilayah terkecil.

[Image: Antusiasme warga Bandar Lampung saat mengantre di titik Pasar Murah Ramadan salah satu kecamatan]

“Polanya tetap sama di setiap tahap, namun titik distribusinya akan terus kami sesuaikan agar semakin dekat dan mudah dijangkau oleh warga,” tambah Erwin.

Kebijakan ini disambut antusias oleh masyarakat. Sejumlah warga mengaku sangat terbantu karena selisih harga yang ditawarkan jauh lebih murah dibandingkan harga pasar saat ini, sehingga membantu efisiensi pengeluaran rumah tangga selama bulan suci.

Perkuat Kerja Sama Lintas Provinsi: Pemkab Sumedang Pelajari Inovasi Pariwisata dan Pengelolaan Sampah di Bandar Lampung

Januari 31, 2026

 



BANDAR LAMPUNG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung menerima kunjungan kerja strategis dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumedang, Kamis (29/01/2026). Pertemuan ini menjadi momentum penting bagi kedua daerah untuk saling bertukar pengalaman (knowledge sharing) terkait tata kelola sektor pariwisata, pendidikan, hingga penanganan lingkungan.

Rombongan Pemkab Sumedang dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Fajar Aldila, didampingi Kepala Dinas Pendidikan Eka Ganjar Kurnia, serta jajaran Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim). Kedatangan mereka disambut oleh Sekretaris Daerah Kota Bandar Lampung, Iwan Gunawan, di Balai Kota Bandar Lampung.

Fokus Utama: Pariwisata dan Iklim Investasi

Wakil Bupati Fajar Aldila menyatakan ketertarikannya terhadap langkah Pemkot Bandar Lampung dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif. Ia menilai, Bandar Lampung berhasil mentransformasi potensi geografisnya menjadi sektor pariwisata yang berdaya saing tinggi.

"Kunjungan ini merupakan upaya memperkuat silaturahmi sekaligus mengadopsi sejumlah praktik baik yang telah diterapkan di Bandar Lampung. Kami tertarik mendalami strategi pengembangan pariwisata dan penciptaan iklim investasi yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah," ujar Wabup Fajar.

Adopsi Praktik Terbaik Pengelolaan Sampah

Selain pariwisata, agenda pembahasan difokuskan pada pengelolaan sampah perkotaan. Sebagai kota yang terus berkembang, Bandar Lampung dinilai memiliki sistem yang dapat menjadi referensi bagi Sumedang dalam mengelola volume sampah dan menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan.

Poin Utama Kerja Sama:

  • Pariwisata: Pengembangan destinasi berbasis potensi lokal.

  • Pendidikan: Peningkatan mutu layanan dan infrastruktur pendidikan dasar.

  • Pengelolaan Sampah: Inovasi pengolahan dan sistem manajemen lingkungan.

Harapan Kerja Sama Konkret

Sekda Iwan Gunawan menyambut positif kunjungan ini sebagai bentuk apresiasi terhadap kinerja pembangunan Kota Bandar Lampung. Pemkot berkomitmen membuka pintu kolaborasi bagi Pemkab Sumedang demi kemajuan bersama.

Wabup Fajar berharap kunjungan ini tidak berhenti pada seremoni semata, melainkan dapat ditindaklanjuti dengan MoU kerja sama konkret antar-daerah. Kerja sama lintas provinsi ini diharapkan mampu mengakselerasi pembangunan yang berkelanjutan dan meningkatkan pelayanan publik di kedua wilayah.

Pariwisata Bandar Lampung Melaju Pesat: Tembus 2,5 Juta Wisatawan Sepanjang 2025

Januari 21, 2026

 



BANDAR LAMPUNG – Kota Bandar Lampung mencatatkan performa gemilang di sektor pariwisata sepanjang tahun 2025. Berdasarkan data terbaru Pemerintah Kota, jumlah kunjungan wisatawan ke Ibu Kota Provinsi Lampung ini menembus angka 2.513.579 orang, melampaui capaian tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 2.324.756 orang.

Kenaikan ini menjadi bukti bahwa Bandar Lampung semakin kokoh sebagai destinasi favorit bagi pelancong, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

Dominasi Wisatawan Nusantara dan Rekor Libur Nataru

Meskipun pasar internasional mulai menunjukkan ketertarikan, wisatawan nusantara masih menjadi motor utama penggerak industri pariwisata kota ini.

  • Wisatawan Nusantara: 2.488.769 orang.

  • Wisatawan Mancanegara: 24.810 orang.

  • Periode Libur Natal & Tahun Baru (24 Des - 4 Jan): 194.095 orang.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Bandar Lampung, Adiansyah, menyatakan bahwa data tersebut merupakan angka minimal berdasarkan laporan akomodasi resmi. "Faktanya di lapangan bisa jauh lebih banyak, karena banyak pelancong yang menginap di homestay, penginapan non-bintang, atau rumah kerabat yang tidak terdata dalam sistem," jelasnya, Kamis (22/1/2026).

Faktor Pemicu: Destinasi Baru dan Akomodasi Berkelas

Lonjakan kunjungan ini tidak terjadi secara kebetulan. Adiansyah menyebutkan ada dua faktor kunci yang mendorong minat wisatawan:

  1. Destinasi Wisata Variatif: Munculnya objek wisata baru yang viral dan berkualitas seperti Navara dan Ocean View memberikan pilihan segar bagi pengunjung.

  2. Kualitas Akomodasi: Pertumbuhan hotel berbintang, termasuk kehadiran hotel bintang lima di Bandar Lampung, meningkatkan standar pelayanan dan kenyamanan bagi pelancong kelas atas.

Dampak Ekonomi bagi Daerah

Peningkatan jumlah wisatawan ini membawa dampak positif langsung terhadap ekonomi lokal, mulai dari keterisian hotel (okupansi), peningkatan omzet UMKM kuliner dan oleh-oleh, hingga sektor transportasi. Pemerintah Kota berkomitmen untuk terus menambah daya tarik kota melalui penataan infrastruktur dan penyelenggaraan event kreatif di tahun 2026.

Targetkan PAD Maksimal, Pemkot Bandar Lampung Tambah 300 Unit Tapping Box di Lokasi Usaha

Januari 20, 2026

  



BANDAR LAMPUNG – Pemerintah Kota Bandar Lampung secara resmi menambah 300 unit alat rekam transaksi (tapping box) pada awal tahun 2026. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Wali Kota Eva Dwiana dalam memperkuat transparansi pajak dan mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui sistem pengawasan berbasis digital.

Pemasangan perangkat baru ini dilakukan melalui kolaborasi strategis dengan Bank Lampung sebagai mitra penyedia sistem dan infrastruktur teknologi.

Menuju 1.000 Titik Pengawasan Digital

Kepala Badan Pengelola Pendapatan Daerah (BPPRD) Kota Bandar Lampung, Yusnadi Ferianto, menjelaskan bahwa penambahan ini akan meningkatkan cakupan pengawasan pajak secara signifikan.

  • Status Eksisting: ± 600 unit tapping box telah terpasang.

  • Penambahan 2026: 300 unit baru.

  • Target Total: Hampir 1.000 unit perangkat yang tersebar di berbagai sektor usaha seperti hotel, restoran, parkir, dan tempat hiburan.

"Alat ini berfungsi sebagai pembanding data yang sangat akurat terhadap laporan omzet yang dilaporkan wajib pajak secara daring. Kami ingin memastikan setiap rupiah pajak yang dibayarkan masyarakat benar-benar masuk ke kas daerah," ujar Yusnadi, Rabu (21/1/2026).

Sinergi Penegakan Hukum dan Kesadaran Wajib Pajak

Pemkot Bandar Lampung menegaskan bahwa optimalisasi PAD tidak hanya dilakukan melalui penyediaan alat, tetapi juga melalui penguatan aspek hukum. Sejak tahun lalu, Pemkot telah menjalin kerja sama dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Bandar Lampung untuk memantau kepatuhan wajib pajak.

BPPRD mengimbau para pemilik usaha untuk selalu menjaga konektivitas dan mengaktifkan tapping box tersebut. "Pajak ini adalah titipan dari uang masyarakat yang dipungut oleh pelaku usaha. Kesadaran untuk melaporkan secara jujur adalah kunci pembangunan kota yang berkelanjutan," tambah Yusnadi.

Penguatan Sistem Pengawasan Digital

Selain penambahan perangkat fisik, Pemerintah Kota juga merencanakan pemutakhiran sistem pengawasan pajak digital agar lebih terintegrasi dengan data perbankan. Hal ini diharapkan dapat meminimalkan potensi kebocoran pajak dan memberikan kepastian hukum bagi pelaku usaha yang taat pajak.

Dengan target hampir 1.000 unit tapping box yang beroperasi, Kota Bandar Lampung optimis dapat mencapai kemandirian fiskal yang lebih kuat untuk membiayai berbagai program pembangunan infrastruktur dan layanan sosial di tahun 2026.

Target Juara Umum Porprov 2026, Wali Kota Eva Dwiana Matangkan Strategi KONI Bandar Lampung

Januari 19, 2026

  



BANDAR LAMPUNG – Wali Kota Bandar Lampung sekaligus Ketua Umum KONI Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) strategis di GOR Siger Way Halim, Selasa (20/1/2026). Rakor ini bertujuan menyelaraskan program kerja tahun 2026, dengan fokus utama mempertahankan supremasi olahraga Bandar Lampung di tingkat provinsi maupun internasional.

Wali Kota menekankan bahwa tahun 2026 akan menjadi tahun yang padat agenda olahraga, sehingga persiapan fisik maupun administratif harus dilakukan sejak dini.

Apresiasi Atlet Dunia: Tali Asih SEA Games 2025

Sebagai bentuk kepedulian terhadap kesejahteraan atlet, salah satu agenda prioritas yang dibahas adalah pemberian Tali Asih bagi atlet asal Bandar Lampung yang sukses menorehkan prestasi di ajang SEA Games XXXIII Thailand 2025.

“Apresiasi ini adalah bentuk penghormatan negara dan daerah atas dedikasi atlet yang telah mengharumkan nama bangsa. Kami ingin atlet kita merasa dihargai dan terus termotivasi untuk memberikan yang terbaik,” ujar Eva Dwiana.

Persiapan Tuan Rumah Porprov 2026

Bandar Lampung bersiap menyambut gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026. Sebagai tuan rumah, Eva Dwiana menginstruksikan jajaran KONI untuk fokus pada dua hal utama:

  1. Revitalisasi Sarpras: Pembenahan sarana dan prasarana olahraga di seluruh titik kompetisi agar sesuai standar.

  2. Pemusatan Latihan: Optimalisasi program latihan bagi atlet lokal guna mengamankan target Juara Umum Porprov 2026.

Semarak Olahraga di HUT Kota

Selain agenda resmi, KONI Bandar Lampung juga akan menggelar berbagai lomba cabang olahraga untuk memeriahkan HUT Kota Bandar Lampung 2026. Kegiatan ini dirancang sebagai ajang seleksi bibit unggul sekaligus pemanasan bagi atlet sebelum berlaga di tingkat provinsi.

Wali Kota berharap sinergi antara pemerintah, KONI, dan seluruh pengurus cabang olahraga dapat berjalan solid demi mewujudkan Bandar Lampung sebagai barometer olahraga di Indonesia.

Bandar Lampung Darurat Kekerasan Domestik: Dinas PPPA Catat 249 Kasus Sepanjang 2025

Januari 18, 2026

  


BANDAR LAMPUNG – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kota Bandar Lampung merilis data kumulatif kasus kekerasan selama tahun 2025. Tercatat sebanyak 249 kasus kekerasan telah ditangani, dengan dominasi kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) pada perempuan dan pelecehan seksual pada anak-anak.

Kepala Dinas PPPA Kota Bandar Lampung, Maryamah, mengungkapkan bahwa tren kekerasan kini tidak hanya menyasar perempuan dan anak, tetapi juga mulai merambah ke korban laki-laki dan remaja dalam hubungan asmara.

Data dan Profil Korban

Berdasarkan data Dinas PPPA, profil korban kekerasan di Bandar Lampung sepanjang 2025 mencakup:

  • Total Kasus: 249 Kasus.

  • Korban Laki-laki: 31 Kasus (menunjukkan peningkatan keberanian melapor).

  • Rentang Usia Dominan: 17 hingga 28 tahun (remaja hingga usia pernikahan muda).

  • Kekerasan dalam Pacaran: Mengalami tren peningkatan yang dipicu oleh konflik asmara serta gaya hidup living together (tinggal bersama tanpa ikatan sah).

Kanal Pengaduan ‘Mari Cerito Jamo Ikam’

Pemerintah Kota Bandar Lampung menegaskan bahwa perlindungan diberikan kepada seluruh warga tanpa memandang gender. Dinas PPPA telah menyediakan kanal pengaduan khusus yang inklusif.

“Kami memiliki kotak pengaduan bernama ‘Mari Cerito Jamo Ikam’. Kami menerima seluruh jenis pengaduan masyarakat. Harapannya, korban tidak lagi takut dan berani melapor untuk mendapatkan hak perlindungan serta pendampingan,” ujar Maryamah.

Pencegahan Berbasis Komunitas

Sebagai langkah preventif, Dinas PPPA telah mengerahkan kekuatan besar di tingkat akar rumput:

  • Relawan: Sebanyak 1.260 relawan telah diterjunkan ke setiap kelurahan di Bandar Lampung.

  • Tugas: Melakukan edukasi rutin, pencegahan kekerasan fisik maupun non-fisik, serta menjadi pendamping awal bagi warga yang ingin melapor.

Dinas PPPA berharap dengan masifnya jumlah relawan dan kemudahan akses laporan, angka kekerasan tersembunyi (dark number) dapat terus terungkap dan ditangani secara hukum maupun psikologis.

Terobos Hujan, Wali Kota Eva Dwiana Blusukan Benahi Sungai Demi Percepat Penanganan Banjir

Januari 10, 2026

  



BANDAR LAMPUNG, 11 Januari 2026 – Merespons curah hujan tinggi yang melanda wilayah Kota Bandar Lampung beberapa hari terakhir, Wali Kota Eva Dwiana kembali melakukan aksi blusukan ke sejumlah titik rawan banjir. Tidak sekadar meninjau, wali kota yang akrab disapa Bunda Eva ini turun langsung bersama Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk mengevaluasi kondisi sungai dan sistem drainase kota.


Evaluasi Lapangan di Tengah Guyuran Hujan

Aksi peninjauan ini dilakukan untuk memastikan bahwa pengerjaan fisik di lapangan berjalan sesuai rencana dan tepat sasaran. Bunda Eva menegaskan bahwa data laporan di meja kerja harus disinkronkan dengan realitas di lapangan agar solusi yang diambil benar-benar efektif.

“Penanganan banjir tidak bisa hanya dibahas di ruang rapat. Harus dilihat langsung kondisi di lapangan supaya tahu apa yang perlu dibenahi,” tegas Bunda Eva saat meninjau alur sungai di tengah guyuran hujan, Sabtu (10/1).

Tiga Fokus Utama Pembenahan

Pemerintah Kota Bandar Lampung melalui Dinas PU saat ini memprioritaskan tiga langkah teknis darurat guna memperlancar debit air:

  1. Pembersihan Sedimentasi: Pengerukan lumpur dan sampah yang mengendap di dasar sungai untuk memperdalam daya tampung air.

  2. Pembenahan Alur Sungai: Menata kembali jalur aliran sungai agar tidak terhambat oleh hambatan fisik atau penyempitan lahan.

  3. Optimalisasi Drainase: Memastikan saluran air di jalan-jalan protokol terhubung dengan baik ke pembuangan akhir di sungai-sungai besar.

Apresiasi Masyarakat

Langkah konsisten wali kota dalam memantau lokasi terdampak banjir secara langsung mendapat respons positif dari warga. Kehadiran pimpinan daerah di tengah kondisi sulit dinilai memberikan kepastian bahwa keluhan masyarakat mengenai genangan air sedang ditangani secara serius dan berkelanjutan.

Komitmen Keberlanjutan

Pemkot Bandar Lampung memastikan program normalisasi sungai dan perbaikan infrastruktur pengendali banjir akan terus dilakukan secara bertahap. Hal ini sejalan dengan target kota untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman bagi warga di tengah fenomena cuaca ekstrem yang sulit diprediksi.


Analisis Konteks: Aksi blusukan Wali Kota Eva Dwiana ini merupakan respon cepat pasca banjir yang merendam sejumlah titik seperti Jalan Urip Sumoharjo dan Waydadi pada 8 Januari lalu. Dengan keterlibatan langsung Kepala Dinas PU, diharapkan hambatan birokrasi dalam pemeliharaan sungai dapat dipangkas, sehingga normalisasi drainase dapat segera dirasakan dampaknya oleh masyarakat sebelum puncak musim hujan berakhir.

Percepat Pembangunan Koperasi Merah Putih, Pemkot Bandar Lampung Optimalkan Pemanfaatan Aset Daerah

Januari 07, 2026

 



BANDAR LAMPUNG, 8 Januari 2026 – Pemerintah Kota Bandar Lampung menegaskan komitmennya untuk menyukseskan pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Komitmen ini ditunjukkan melalui partisipasi aktif jajaran pejabat Pemkot dalam rapat koordinasi daring bersama Pemerintah Provinsi Lampung dan seluruh kabupaten/kota se-Provinsi Lampung pada Kamis (8/1).

Rapat yang dipusatkan di Command Center Pemkot Bandar Lampung tersebut bertujuan untuk memantau progres fisik dan memetakan kendala lapangan dalam realisasi program strategis nasional tersebut.


Optimalisasi Aset sebagai Strategi Percepatan

Salah satu poin krusial yang dibahas dalam rapat tersebut adalah penyediaan lahan untuk pembangunan gerai dan pergudangan koperasi. Pemkot Bandar Lampung bersama Pemprov Lampung menyepakati strategi berikut:

  • Prioritas Lahan: Pembangunan fisik gerai Koperasi Merah Putih akan diprioritaskan memanfaatkan lahan atau aset milik Pemerintah Kota maupun Pemerintah Provinsi yang berada di wilayah Bandar Lampung.

  • Manfaat: Langkah ini diambil untuk mempercepat proses legalitas lahan (tertib administrasi), memangkas biaya pengadaan, serta mengoptimalkan aset daerah yang selama ini belum produktif.

Identifikasi Kendala dan Solusi Berjenjang

Forum ini juga menjadi sarana bagi Pemerintah Kota untuk melaporkan kondisi riil di tingkat kecamatan dan kelurahan melalui Ketua Forum Camat.

  1. Pemetaan Masalah: Mengidentifikasi titik-titik kelurahan yang memiliki keterbatasan lahan aset.

  2. Fasilitasi Provinsi: Kendala yang tidak dapat diselesaikan di tingkat kota akan segera difasilitasi oleh Pemerintah Provinsi Lampung guna mencari solusi teknis maupun regulasi.

Visi Koperasi sebagai Mesin Ekonomi Kerakyatan

Rapat koordinasi ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah, Asisten Bidang Pemerintahan, Kepala Dinas Koperasi & UKM, serta jajaran Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD). Kehadiran tim lengkap ini menunjukkan bahwa program Koperasi Merah Putih merupakan integrasi dari berbagai sektor:

  • Kemandirian Ekonomi: Membangun kekuatan ekonomi dari tingkat kelurahan agar masyarakat tidak bergantung pada rantai pasok yang panjang.

  • Ketahanan Pangan: Koperasi akan menjadi penyangga stok pangan lokal dengan adanya fasilitas pergudangan yang memadai.

  • Kesejahteraan Anggota: Menjadi wadah bagi UMKM lokal untuk memasarkan produknya secara lebih terorganisir.

Target Operasional

Sesuai instruksi pusat dan provinsi, seluruh gerai Koperasi Merah Putih ditargetkan dapat beroperasi secara optimal pada akhir Maret 2026. Pemkot Bandar Lampung optimistis dengan sinergi lintas OPD, target tersebut dapat tercapai demi pemerataan ekonomi masyarakat di Kota Tapis Berseri.

Respons Cepat Pasca-Banjir: Wali Kota Eva Dwiana Instruksikan Pembongkaran Hambatan Air dan Alih Fungsi Bangunan Mangkrak

Januari 07, 2026

  


BANDAR LAMPUNG, 8 Januari 2026 – Pasca-hujan lebat yang merendam sejumlah wilayah pada Kamis (8/1) malam, Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, melakukan peninjauan maraton ke titik-titik terdampak di Kecamatan Sukabumi dan Sukarame pada Jumat (9/1).

Dalam peninjauan tersebut, Wali Kota menemukan sejumlah faktor penyebab banjir, mulai dari penyempitan alur sungai akibat bangunan liar hingga kondisi fasilitas publik yang tidak layak.


Temuan Penyebab Banjir di Campang Raya

Lokasi pertama yang disasar adalah Perumahan Griya Elok Permai 2, Kelurahan Campang Raya. Di lokasi ini, Bunda Eva menemukan indikasi kuat penyebab banjir kronis yang selama ini dikeluhkan warga:

  • Hambatan Aliran: Adanya sebuah gudang barang bekas yang diduga menutup jalur air alami.

  • Tindakan: Wali Kota menginstruksikan dinas terkait untuk mengevaluasi bangunan tersebut dan memastikan aliran kali kembali berfungsi optimal tanpa hambatan fisik.

Inovasi Pelayanan: Posyandu Jadi Puskesmas Pembantu (Pustu)

Saat melakukan inspeksi mendadak di Posyandu Karunia Indah, Kelurahan Sukabumi Indah, Wali Kota merasa kecewa dengan kondisi bangunan yang dinilai tidak layak untuk pelayanan kesehatan ibu dan anak.

  1. Alih Fungsi: Menginstruksikan lurah dan camat untuk mengubah status bangunan menjadi Pustu (Puskesmas Pembantu) agar fasilitas kesehatan lebih memadai.

  2. Rehabilitasi Fisik: Perbaikan tembok, pengecatan ulang, dan penataan taman menjadi lapangan bermain anak.

  3. Aspek Keselamatan: Meminta Dinas Pekerjaan Umum (PU) segera memasang penutup pada sungai yang berada tepat di belakang bangunan demi keamanan anak-anak.

“Ini bukan seperti posyandu. Sudah, diubah saja jadi Pustu. Diperbaiki tembok yang bolong, catnya diganti agar indah, dan buatkan lapangan agar anak-anak bisa main leluasa,” tegas Eva Dwiana.

Perbaikan Jembatan Penghubung

Rombongan juga meninjau jembatan penghubung antar-lingkungan di Sukabumi Indah. Melihat kondisi jembatan yang dinilai ringkih dan membahayakan keselamatan warga, Wali Kota langsung meminta Kadis PU untuk segera melakukan perbaikan total agar jembatan tersebut layak digunakan.

Sinergi Antar-Dinas

Dalam kunjungan lapangan ini, Wali Kota didampingi oleh seluruh pimpinan OPD terkait, termasuk Kadis PU, Kepala Pelaksana BPBD, Kadis Perhubungan, hingga Kadis Damkar. Kehadiran tim lengkap ini dimaksudkan agar instruksi Wali Kota dapat langsung dieksekusi secara teknis di lapangan tanpa kendala administratif yang panjang.

Penuh Haru, Disdikbud Bandar Lampung Lepas Lima Pengawas Purnabakti: "Pensiun Bukan Akhir dari Pengabdian"

Januari 06, 2026

  


BANDAR LAMPUNG, 7 Januari 2026 – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bandar Lampung menggelar acara pisah sambut bagi lima pengawas sekolah yang memasuki masa purnabakti per tahun 2025. Acara yang berlangsung khidmat dan penuh rasa kekeluargaan ini dilaksanakan di Aula Mufakat Jejamo pada Rabu (7/1).

Prosesi pelepasan dipimpin langsung oleh Plt. Kepala Disdikbud Kota Bandar Lampung, Hj. Eka Afriana, S.Pd., yang juga menjabat sebagai Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Bandar Lampung.


Penghormatan atas Dedikasi dan Ilmu

Dalam sambutannya yang emosional, Hj. Eka Afriana memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para pengawas yang telah mendedikasikan puluhan tahun masa kerjanya demi meningkatkan mutu pendidikan di Kota Tapis Berseri.

  • Penerima Penghargaan: Sriwati, M.Pd; Sri Nurhayati, M.Pd; Zuraida, M.Pd.I; Hery Wijaya, S.Pd., M.M; dan Dwi Kiniyanto, M.Pd.

  • Simbol Penghormatan: Kadisdikbud menyerahkan cendera mata sebagai bentuk terima kasih atas pengabdian, ilmu, dan pengalaman yang telah dibagikan kepada rekan sejawat maupun institusi.

“Bapak dan Ibu semua merupakan panutan bagi kami. Masa pensiun bukanlah akhir dari berkarya, melainkan fase baru untuk terus memberikan kontribusi positif bagi pembangunan Kota Bandar Lampung di tengah masyarakat,” ujar Hj. Eka Afriana.

Menjaga Silaturahmi sebagai Keluarga Besar

Kadisdikbud juga menekankan pentingnya menjaga tali silaturahmi meskipun ikatan kedinasan telah berakhir. Beliau mengajak para purnabakti untuk tetap memberikan masukan konstruktif bagi dunia pendidikan dan tidak memutus komunikasi dengan keluarga besar Disdikbud.

Kisah Inspiratif Purnabakti

Mewakili rekan sejawat, Hery Wijaya, S.Pd., M.M., mengungkapkan rasa bangganya selama mengabdi di lingkungan Pemerintah Kota Bandar Lampung. Ia membuktikan bahwa masa purnabakti adalah kesempatan untuk membuka lembaran baru yang produktif.

  • Aktivitas Baru: Hery mengungkapkan bahwa saat ini dirinya mulai menekuni dunia wirausaha dengan mengelola bisnis ekspedisi bersama keluarga.

  • Komitmen: Meski telah menanggalkan status ASN, ia berkomitmen untuk tetap mendukung program-program pembangunan daerah secara swadaya.


Analisis Konteks: Pelepasan lima pengawas sekolah secara bersamaan menandai adanya transisi kepemimpinan teknis di sektor pengawasan pendidikan dasar dan menengah di Bandar Lampung. Pengalaman para purnabakti ini sangat krusial, terutama di tengah tantangan digitalisasi pendidikan di tahun 2026. Bisnis ekspedisi yang ditekuni salah satu purnabakti menunjukkan tren positif di mana pensiunan ASN tetap menjadi penggerak ekonomi riil di daerah.

Sekda Bandar Lampung Bantah Beri "Restu" Penjualan Fasum Griya Sukarame, Kejari Mulai Lakukan Penyelidikan

Januari 06, 2026

  



BANDAR LAMPUNG, 7 Januari 2026 — Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandar Lampung, Iwan Gunawan, secara tegas membantah keterlibatan pemerintah kota dalam proses penjualan fasilitas umum (fasum) di perumahan Griya Sukarame. Pernyataan ini sekaligus menggugurkan klaim Ketua RT 19, Anton, yang sebelumnya menyebut bahwa transaksi tersebut telah mendapatkan persetujuan atau restu dari pejabat berwenang.


Bantahan Keras Sekretaris Daerah

Iwan Gunawan menegaskan bahwa tidak pernah ada pembahasan resmi, rapat koordinasi, maupun surat keputusan yang melegitimasi penjualan aset publik tersebut. Ia mengaku bingung dengan narasi yang dibangun oleh oknum di tingkat lingkungan.

"Rapat apa? Saya bingung. Tidak ada rapat, tidak ada pemanggilan, dan tidak ada keputusan apa pun soal penjualan fasum itu. Tidak pernah ada surat yang berkaitan dengan hal tersebut," tegas Iwan Gunawan saat dikonfirmasi, Senin (5/1/2026).

Kepastian Hukum Aset Fasum

Sekda menjelaskan mekanisme legalitas fasum perumahan untuk mengedukasi warga agar tidak terjebak dalam praktik penyesatan informasi:

  1. Status Milik Pemerintah: Jika fasum sudah diserahkan secara resmi dari pengembang ke Pemerintah Kota, maka statusnya adalah aset negara yang mutlak tidak boleh diperjualbelikan.

  2. Status Pengembang: Jika belum ada serah terima, maka lahan tersebut masih menjadi tanggung jawab pengembang sesuai izin site plan, dan pemerintah tidak memiliki wewenang untuk menyetujui penjualannya kepada pihak lain di luar peruntukan awal.

Masuk Ranah Penyelidikan Kejaksaan

Bantahan Sekda ini menjadi titik balik penting dalam kasus ini. Di saat yang bersamaan, Kejaksaan Negeri (Kejari) Bandar Lampung melalui Seksi Pidana Khusus dilaporkan telah bergerak cepat dengan menerbitkan Surat Perintah Penyelidikan (Sprindik).

Pihak kejaksaan akan mendalami beberapa unsur, di antaranya:

  • Dugaan Penyimpangan: Penjualan aset yang seharusnya diperuntukkan bagi kepentingan masyarakat umum.

  • Pencatutan Nama Otoritas: Penggunaan nama Sekda dan Pemkot secara ilegal untuk meyakinkan warga atau pembeli (penyesatan publik).

  • Kerugian Masyarakat: Dampak dari hilangnya fasilitas umum yang seharusnya menjadi hak warga perumahan.

Imbauan kepada Warga

Pemerintah Kota Bandar Lampung meminta masyarakat, khususnya di wilayah Sukarame, untuk tidak mudah percaya pada klaim lisan dari pihak manapun yang mengatasnamakan pejabat pemerintah terkait transaksi lahan publik. Warga diharapkan segera melaporkan jika menemukan adanya upaya alih fungsi fasum yang mencurigakan ke instansi berwenang.

Menanti Janji Wali Kota: Bonus Umrah Atlet Disabilitas Berprestasi Bandar Lampung Tak Kunjung Cair Sejak Mei 2025

Januari 06, 2026

 



BANDAR LAMPUNG, 7 Januari 2026 – Memasuki awal tahun 2026, sejumlah atlet disabilitas berprestasi di Kota Bandar Lampung masih mempertanyakan komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) terkait bonus umrah yang dijanjikan. Janji yang diucapkan langsung oleh Wali Kota Eva Dwiana pada perayaan HUT ke-343 Kota Bandar Lampung, Mei 2025 lalu, hingga kini dilaporkan belum terealisasi.

Kekecewaan ini mencuat mengingat para atlet telah mengharumkan nama kota di kancah nasional, namun apresiasi religi yang dijanjikan masih sekadar menjadi simbol di atas kertas.


Kronologi Janji dan Insiden "Pembatalan"

Persoalan ini bermula pada 18 Mei 2025, saat Pemkot Bandar Lampung menggelar pemecahan rekor MURI jalan sehat disabilitas.

  • Apresiasi Simbolis: Wali Kota Eva Dwiana menjanjikan hadiah umrah dan uang tunai Rp25 juta bagi atlet disabilitas berprestasi, termasuk Oko Minaldi (peraih perak Peparnas 2024).

  • Drama Pembatalan: Kurang dari 24 jam setelah penyerahan simbolis, protokol Pemkot sempat menginformasikan pembatalan hadiah umrah secara sepihak.

  • Klarifikasi Ulang: Setelah menjadi sorotan publik, Pemkot meralat pembatalan tersebut dan memastikan keberangkatan akan dilaksanakan pada tahun 2025. Namun, hingga Januari 2026, janji tersebut belum juga terwujud.

Suara Atlet: "Hanya Ingin Kepastian"

Salah satu atlet yang enggan disebutkan namanya menyatakan bahwa ketidakpastian ini sangat memukul mental para pejuang olahraga disabilitas.

“Kami dijanjikan di hadapan ribuan orang saat HUT Kota. Persoalannya, tahun 2025 sudah berakhir dan sekarang sudah 2026, tapi belum ada kabar keberangkatan. Kami hanya menagih apa yang sudah dijanjikan,” ungkapnya, Sabtu (4/1/2026).

Kabag Kesra Terkesan Hindari Konfirmasi

Upaya awak media untuk meminta penjelasan teknis kepada Kabag Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kota Bandar Lampung, Jonas, menemui jalan buntu. Saat dihubungi maupun didatangi ke kantornya pada Senin (5/1/2026), Jonas terkesan menghindari klarifikasi mendalam.

“Nanti kita atur jadwal kembali,” ujar Jonas singkat melalui pesan WhatsApp.

Dampak Psikologis bagi Atlet

Ketidakjelasan realisasi bonus ini dikhawatirkan menurunkan motivasi atlet disabilitas lainnya di Bandar Lampung. Bonus dan penghargaan bukan sekadar materi, melainkan bentuk pengakuan negara terhadap kesetaraan prestasi warga negara tanpa memandang keterbatasan fisik.

Libur Nataru 2025/2026: Okupansi Hotel di Bandar Lampung Melonjak Drastis, Sejumlah Hotel Capai Hunian 100 Persen

Januari 02, 2026

  



BANDAR LAMPUNG, 3 Januari 2026 – Sektor perhotelan di Kota Bandar Lampung mencatatkan performa gemilang pada masa liburan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Tingkat hunian atau okupansi hotel berbintang di kota berjuluk Tapis Berseri ini dilaporkan stabil di angka rata-rata 85 persen, bahkan beberapa hotel tertentu mencapai kapasitas penuh atau 100 persen.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Bandar Lampung, Adiansyah, mengungkapkan bahwa lonjakan ini terjadi sejak dimulainya masa puncak libur pada 24 Desember 2025 hingga awal Januari 2026.


Okupansi Hotel Berbintang Mendominasi

Berdasarkan pantauan dinas, hotel berbintang menjadi pilihan utama wisatawan yang berkunjung ke Bandar Lampung. Stabilitas angka hunian di level tinggi ini menunjukkan daya tarik kota yang semakin kuat sebagai destinasi libur keluarga.

  • Rata-rata Okupansi: 85 Persen.

  • Level Tertinggi: 90 hingga 100 Persen (Full Booked) di hotel-hotel strategis.

  • Durasi Puncak: Terjadi selama kurang lebih 10 hari sejak malam Natal hingga pasca-Tahun Baru.

Destinasi Wisata Baru Jadi Magnet

Selain perhotelan, pergerakan wisatawan ke berbagai destinasi wisata di Bandar Lampung juga mengalami peningkatan signifikan. Menariknya, pertumbuhan ini didorong oleh munculnya titik-titik wisata baru yang memicu rasa penasaran pengunjung.

“Tiap destinasi peningkatannya berbeda-beda. Ada yang sedang, namun ada juga destinasi baru yang peningkatannya di luar perkiraan karena orang penasaran dan ingin datang berkunjung,” ujar Adiansyah, Sabtu (3/1).

Proses Rekapitulasi Data Final

Dinas Pariwisata saat ini masih melakukan koordinasi intensif dengan para pengelola akomodasi dan destinasi untuk mengumpulkan data kunjungan secara menyeluruh.

  1. Pendataan Hotel Non-Bintang: Laporan dari penginapan dan hotel non-bintang sedang dalam tahap verifikasi untuk melengkapi data okupansi total.

  2. Target Laporan Final: Data resmi kunjungan wisatawan nusantara dan mancanegara secara kumulatif ditargetkan rampung dan dirilis setelah tanggal 5 Januari.

[Infografis sederhana: Ikon hotel dengan angka 85-100%, Ikon koper wisatawan, dan teks "Bandar Lampung Destinasi Favorit Nataru 2026"]

Dampak Ekonomi Lokal

Tingginya tingkat hunian hotel ini dipastikan memberikan dampak pengganda (multiplier effect) bagi ekonomi kota, mulai dari peningkatan omzet restoran, pusat oleh-oleh, hingga jasa transportasi lokal. Keberhasilan ini menjadi modal positif bagi pariwisata Bandar Lampung untuk terus tumbuh sepanjang tahun 2026.


Analisis Konteks: Capaian hunian hingga 100 persen ini selaras dengan tren Lampung yang masuk dalam 10 besar destinasi nasional tahun 2025. Konsistensi tingkat hunian di angka 85 persen menunjukkan bahwa infrastruktur akomodasi di Bandar Lampung telah mampu bersaing dan memenuhi standar ekspektasi wisatawan nasional yang ingin merayakan pergantian tahun di gerbang pulau Sumatera.

Awali 2026 dengan Khidmat, Disdikbud Bandar Lampung Gelar Doa Bersama dan Tasyakuran Pengangkatan PPPK Paruh Waktu

Januari 01, 2026

  


BANDAR LAMPUNG, 2 Januari 2026 – Mengawali kalender kerja tahun 2026, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bandar Lampung menggelar kegiatan doa bersama dan tasyakuran di Aula Gedung Disdikbud setempat pada Jumat (2/1). Acara ini menjadi momentum refleksi sekaligus perayaan atas penyerahan Surat Keputusan (SK) pengangkatan ratusan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu.

Plt. Kepala Disdikbud Bandar Lampung, Hj. Eka Afriana, S.Pd., memimpin langsung jalannya acara yang dihadiri oleh para pejabat struktural, pengurus KKKS SD, MKKS SMP, serta ratusan pegawai penerima SK.


Momentum Peningkatan Kinerja

Acara yang diisi dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an dan tausiyah agama ini berlangsung penuh kekhidmatan. Dalam arahannya, Hj. Eka Afriana menekankan bahwa perubahan status kepegawaian harus dibarengi dengan perubahan etos kerja yang lebih positif.

  • Pesan Utama: Pergantian tahun dari 2025 ke 2026 harus menjadi titik balik untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik di sektor pendidikan.

  • Harapan bagi PPPK: Para pegawai yang baru saja menerima SK PPPK Paruh Waktu diinstruksikan untuk menunjukkan produktivitas nyata dan kedisiplinan yang lebih tinggi dibandingkan saat masih berstatus honorer.

Kedisiplinan Sebagai Fondasi 2026

Eka Afriana, yang juga menjabat sebagai Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Bandar Lampung, mengingatkan bahwa tantangan pendidikan di tahun 2026 akan semakin berat.

  1. Produktivitas: Setiap pegawai diminta fokus pada output kerja yang memberikan dampak langsung pada kualitas pengajaran.

  2. Disiplin: Kedisiplinan bukan hanya soal jam kerja, melainkan kepatuhan terhadap standar pelayanan masyarakat.

“Menghadapi tahun 2026, kinerja dan disiplin harus ditingkatkan lagi. Terutama dalam memberikan layanan masyarakat. Tunjukkan bahwa pengangkatan ini layak dengan produktivitas kerja yang baik,” tegas Eka Afriana.

Sinergi Lintas Satuan Pendidikan

Kehadiran pengurus KKKS SD dan MKKS SMP dalam acara ini mempertegas soliditas koordinasi antara dinas dan pimpinan sekolah di lapangan. Sinergi ini diharapkan mampu menjaga ritme kerja pendidikan di Bandar Lampung agar tetap kondusif dan berorientasi pada prestasi siswa di semester genap yang baru saja dimulai.

Acara ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan dan keberkahan jalannya program pembangunan pendidikan di Kota Tapis Berseri sepanjang tahun 2026.

Wali Kota Eva Dwiana: 2025 Tahun Kerja Keras, 2026 Momentum Kolaborasi Bangun Bandar Lampung yang Lebih Baik

Desember 31, 2025

 



BANDAR LAMPUNG, 1 Januari 2026 – Di bawah langit malam pergantian tahun, Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana mengajak seluruh elemen masyarakat dan jajaran pemerintahan untuk menjadikan pergantian kalender sebagai momentum refleksi mendalam. Usai memantau langsung situasi keamanan kota pada Kamis (1/1) dini hari, Wali Kota menegaskan bahwa tahun 2025 telah menjadi babak penting dalam perjalanan pembangunan Kota Tapis Berseri.


Refleksi Capaian Pembangunan 2025

Bunda Eva—sapaan akrabnya—menyebutkan bahwa sepanjang tahun 2025, Pemerintah Kota Bandar Lampung telah berhasil melampaui berbagai tantangan dengan hasil yang nyata. Beberapa sektor kunci yang menjadi sorotan meliputi:

  • Akselerasi Pelayanan Publik: Peningkatan sistem digitalisasi birokrasi yang lebih responsif.

  • Penguatan Ekonomi: Kebangkitan sektor ekonomi kreatif dan pemberdayaan UMKM sebagai tulang punggung ekonomi kota.

  • Kesejahteraan Sosial: Program jaminan sosial dan pelestarian budaya yang menyentuh langsung lapisan masyarakat bawah.

“Pergantian tahun bukan sekadar pergantian kalender, tetapi menjadi momentum refleksi dan apresiasi. Tahun 2025 adalah tahun kerja keras kita semua,” ujar Wali Kota Eva Dwiana.

Apresiasi untuk Jajaran Pemerintahan

Secara khusus, Wali Kota memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran Pemkot Bandar Lampung, mulai dari tingkat Sekretariat Daerah, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), hingga garda terdepan di tingkat kecamatan dan kelurahan.

  1. Dedikasi Tanpa Henti: Mengapresiasi para asisten, kepala badan, camat, hingga lurah atas pengabdian selama setahun penuh.

  2. Etos Kerja: Menekankan bahwa pencapaian 2025 adalah hasil dari kerja kolektif, bukan individu.

Optimisme dan Semangat 2026

Memasuki tahun 2026, Pemerintah Kota Bandar Lampung mengusung visi yang lebih ambisius namun terukur. Fokus utama akan diarahkan pada penguatan kolaborasi lintas sektor guna memastikan keberlanjutan pembangunan yang inklusif.

“Kita berdoa, 2026 kita songsong Kota Bandar Lampung yang lebih baik. Kita tetap berkolaborasi dan bekerja keras untuk kemajuan kota. Mari kita sambut tahun baru dengan optimisme dan semangat baru,” tutupnya.


Analisis Konteks: Pesan Wali Kota di malam pergantian tahun ini mencerminkan sikap kepemimpinan yang menghargai proses (process-oriented). Dengan menyebut 2025 sebagai "tahun kerja keras", beliau memvalidasi upaya seluruh ASN sekaligus membangun basis kepercayaan untuk beban kerja di tahun 2026. Fokus pada kolaborasi menunjukkan bahwa tantangan tahun depan, seperti cuaca ekstrem dan stabilitas ekonomi pangan, akan dihadapi dengan pendekatan sinergis.

Stabilkan Harga Pangan, Pemkot Bandar Lampung Rapat TPID Jelang Nataru

Desember 22, 2025

 


BANDAR LAMPUNG – Pemerintah Kota Bandar Lampung mengambil langkah proaktif guna menjamin stabilitas ekonomi masyarakat menjelang akhir tahun. Melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Pemerintah Kota menggelar High Level Meeting (HLM) di Ruang Rapat Inspektorat, Selasa (23/12/2025).

Rapat krusial ini dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Bandar Lampung, Drs. H. Deddy Amarullah, dengan menghadirkan seluruh pemangku kepentingan strategis, mulai dari Forkopimda, Bank Indonesia, BPS, Bulog, BMKG, hingga PT Pertamina Patra Niaga.


Kondisi Inflasi Terkini

Dalam sambutan Wali Kota Bandar Lampung Hj. Eva Dwiana yang dibacakan oleh Wakil Wali Kota, terungkap bahwa performa ekonomi kota berada pada tren positif.

  • Data November 2025: Inflasi tercatat sebesar 0,19 persen.

  • Status: Harga kebutuhan pokok di pasar relatif terkendali dan stabil.

Waspada Lonjakan Komoditas Strategis

Meski angka inflasi menunjukkan kondisi aman, TPID menekankan pentingnya kewaspadaan ekstra terhadap potensi lonjakan harga akibat kenaikan permintaan musiman. Fokus pengawasan akan diarahkan pada komoditas "pemicu" inflasi, antara lain:

  • Bumbu Dapur: Cabai dan bawang merah.

  • Protein Hewani: Daging ayam dan telur.

  • Kebutuhan Pokok: Minyak goreng dan gula pasir.

Komitmen Sinergi Stakeholder

Wakil Wali Kota menegaskan bahwa keberhasilan pengendalian inflasi sangat bergantung pada kelancaran rantai pasok dari hulu ke hilir.

“Pemkot Bandar Lampung mengajak seluruh stakeholder dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi. Stabilitas harga adalah kunci pendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan warga kita,” ujar Deddy Amarullah.

Selain keterjangkauan harga, rapat ini juga membahas kesiapan pasokan energi melalui koordinasi dengan Pertamina serta pemantauan kondisi cuaca bersama BMKG guna meminimalisir hambatan distribusi logistik pangan akibat faktor alam.

Buka APEKSI Outlook 2025 dengan Prosesi Adat Begawi Jejama, Bandar Lampung Perkuat Sinergi Antar Kota se-Indonesia

Desember 21, 2025

  


BANDAR LAMPUNG – Kota Bandar Lampung resmi menjadi pusat perhatian nasional seiring dibukanya forum APEKSI (Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia) Outlook 2025. Mengawali rangkaian agenda strategis tersebut, Pemerintah Kota Bandar Lampung menggelar prosesi adat Begawi Jejama sebagai simbol penyambutan resmi bagi para Wali Kota se-Indonesia, Sabtu (20/12/2025).

Prosesi Begawi Jejama yang dihelat dengan khidmat dan meriah ini bukan sekadar seremoni, melainkan representasi nilai luhur masyarakat Lampung yang bermakna "Bekerja Bersama-sama". Nilai ini dinilai sangat relevan dengan semangat kolaborasi yang diusung oleh APEKSI dalam menghadapi tantangan perkotaan di masa depan.

Filosofi Kebersamaan dalam Pembangunan

Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, dalam sambutannya menjelaskan bahwa pemilihan tema adat dalam pembukaan ini bertujuan untuk menunjukkan bahwa kemajuan sebuah kota tidak boleh melepaskan akar budayanya.

"Begawi Jejama mencerminkan kekompakan. Semangat inilah yang ingin kita bawa dalam forum APEKSI Outlook 2025. Kita berkumpul di sini untuk saling bertukar gagasan, memperkuat kerja sama lintas daerah, dan memastikan inovasi pelayanan publik dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat di kota masing-masing," ujar Eva Dwiana.

Momentum Strategis Inovasi dan Kewaspadaan

Forum APEKSI Outlook 2025 diproyeksikan menjadi wadah untuk merumuskan tata kelola pemerintahan yang lebih efektif, responsif, dan berkelanjutan. Selain membahas rencana pembangunan jangka panjang, Wali Kota Eva Dwiana juga memberikan catatan penting mengenai dinamika lingkungan saat ini.

"Di tengah antusiasme kita membangun inovasi, saya juga mengajak rekan-rekan pemerintah kota untuk meningkatkan kewaspadaan dan koordinasi, terutama dalam menghadapi tantangan cuaca yang tidak menentu dan dinamika daerah yang kian kompleks," tambahnya.

Mendorong Perekonomian Lokal dan Nasional

Kegiatan ini juga melibatkan para pelaku UMKM lokal, menjadikannya sarana promosi ekonomi kreatif Bandar Lampung kepada tamu-tamu dari berbagai penjuru tanah air. Melalui forum ini, Pemkot Bandar Lampung berharap lahir gagasan-gagasan strategis yang mampu mendukung pembangunan nasional yang inklusif dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat.

APEKSI Outlook 2025 di Bandar Lampung diharapkan mampu mempererat jejaring kerja sama antar kepala daerah, menciptakan kota-kota yang lebih tangguh (resilient), serta mendorong lahirnya kebijakan yang berpihak pada kebutuhan riil warga perkotaan.


Kontak Media: Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bandar Lampung Jl. Dr. Susilo No. 2, Bandar Lampung Email: [Alamat Email Resmi] Website: [Website Resmi Pemkot]