Tampilkan postingan dengan label Pemkab Lampung Barat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemkab Lampung Barat. Tampilkan semua postingan

Semarak HUT RI Ke-80, Ketua DPRD Lampung Barat Jadi Inspektur Upacara Tabur Bunga di Taman Makam Pahlawan

Agustus 17, 2025

  

Liwa, 17 Agustus 2025 – Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lampung Barat Edi Novial,S.Kom, bertindak sebagai Inspektur Upacara dalam kegiatan tabur bunga di  Taman Makam Pahlawan Sukanegeri Lampung Barat Minggu  (17/8/2025).

Acara khidmat ini dihadiri oleh Forkopimda Lampung Barat, perwakilan veteran dan pejabat Pemerintah Lampung Barat, dan peserta upacara lain sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan yang gugur membela kemerdekaan Indonesia. Upacara dimulai pukul  12.00 WIB dengan penuh khidmat.

Dalam wawancara Bang Edi ( Sapaan Akrab Beliau)  menegaskan pentingnya meneladani semangat perjuangan dan nilai-nilai kepahlawanan dalam mengisi kemerdekaan.  

Tabur bunga ini bukan sekadar ritual, tapi pengingat bahwa kemerdekaan yang kita nikmati hari ini dibayar dengan keringat, air mata,darah dan nyawa para syuhada. Di usia ke-80 Republik Indonesia , mari kita teruskan perjuangan mereka dengan membangun Lampung Barat yang lebih sejahtera dan berdaulat, ujarnya.  

Usai upacara, dilakukan prosesi tabur bunga di pusara para Pahlawan oleh Ketua DPRD, diikuti seluruh peserta. Kegiatan ditutup dengan ziarah dan refleksi sejarah oleh para pelajar.

Acara ini merupakan bagian dari serangkaian Peringatan HUT Republik Indonesia  Ke-80 di Kabupaten Lampung Barat yang mengusung tema "Bersatu Berdaulat Rakyat Sejahtera Indonesia Maju"  Diharapkan dapat memperkuat rasa nasionalisme dan menjadi inspirasi bagi generasi muda.

TRANSPARANSI ANGGARAN MELALUI PENYAMPAIAN LPJ APBD 2024

Juni 17, 2025

 

Liwa, 17 Juni 2025 — DPRD Kabupaten Lampung Barat menggelar rapat paripurna dengan agenda penting yang menjadi sorotan publik, yakni penyampaian Nota Pengantar Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2024. Agenda ini menjadi salah satu bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Lampung Barat dalam menerapkan prinsip tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan partisipatif.


Rapat yang dilaksanakan di Ruang Sidang Maghgasana DPRD ini dipimpin oleh Ketua DPRD Edi Novial, S.Kom, dan dihadiri langsung oleh Bupati Lampung Barat H. Parosil Mabsus, Wakil Bupati Mad Hasnurin, Wakil Ketua DPRD, anggota DPRD, jajaran kepala OPD, serta unsur Forkopimda.

Dalam sambutannya, Bupati Parosil Mabsus menegaskan bahwa penyampaian LPJ APBD merupakan kewajiban konstitusional pemerintah daerah, sekaligus sebagai bentuk pertanggungjawaban moral kepada masyarakat Lampung Barat atas pelaksanaan program-program pembangunan dan penggunaan keuangan daerah selama satu tahun anggaran.

“Laporan ini adalah bentuk akuntabilitas kepada DPRD dan masyarakat atas semua program dan kegiatan yang telah direncanakan dan dilaksanakan sepanjang tahun 2024. Ini bukan hanya laporan teknis, tetapi juga mencerminkan komitmen moral untuk menghadirkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan efektif,” tegas Parosil.

Bupati juga menekankan bahwa penyusunan LPJ ini didasarkan pada prinsip efisiensi dan efektivitas, serta memperhatikan ketercapaian indikator kinerja, agar setiap rupiah anggaran benar-benar memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Dalam Nota Pengantar tersebut, Bupati memaparkan sejumlah aspek penting mengenai pelaksanaan APBD 2024, antara lain:

Pendapatan Daerah, baik dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), dana transfer dari pusat dan provinsi, serta pendapatan sah lainnya. Pemerintah daerah terus melakukan inovasi untuk meningkatkan PAD, salah satunya melalui digitalisasi pelayanan publik dan sistem pajak daerah.

•Belanja Daerah, yang mencakup belanja operasi (gaji, barang dan jasa), belanja modal (pembangunan infrastruktur), serta belanja tidak terduga. Seluruhnya diarahkan pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

•Pembiayaan Daerah, baik penerimaan maupun pengeluaran pembiayaan, dikelola secara hati-hati dengan tujuan menjaga stabilitas fiskal daerah dan mencegah pembengkakan defisit.

“Kami berupaya agar pelaksanaan APBD tidak hanya tepat sasaran, tetapi juga tepat guna, serta mendorong percepatan pembangunan yang berkeadilan dan berkelanjutan,” tambah Parosil.

Ketua DPRD Edi Novial, S.Kom dalam penutup rapat menyampaikan apresiasi atas penyampaian nota pengantar LPJ yang menjadi tahapan awal dari proses pembahasan bersama antara eksekutif dan legislatif.

“Penyampaian Ranperda LPJ APBD merupakan mekanisme penting dalam siklus anggaran daerah. Ini menjadi kesempatan bagi DPRD untuk menelaah dan memberi masukan secara objektif atas pelaksanaan anggaran dan program pemerintah,” jelas Edi.

Ia menambahkan, kolaborasi yang baik antara DPRD dan Pemerintah Kabupaten Lampung Barat menjadi pondasi utama dalam mendorong penyelenggaraan pemerintahan yang efektif dan berpihak kepada rakyat.

Dengan penyampaian LPJ APBD 2024 dalam rapat paripurna ini, Pemerintah Kabupaten Lampung Barat mempertegas langkahnya dalam membangun sistem pemerintahan yang profesional, transparan, dan berbasis hasil. Seluruh proses ini diharapkan membawa dampak nyata bagi masyarakat dan menjadi dasar evaluasi untuk perencanaan anggaran yang lebih baik di masa mendatang.

PEMKAB LAMPUNG BARAT PERKUAT KETAHANAN PANGAN MELALUI BERBAGAI PROGRAM

Juni 11, 2025

Lampung Barat - Di tengah tantangan krisis pangan global dan perubahan iklim yang mengancam stabilitas sektor pertanian, Kabupaten Lampung Barat justru menunjukkan kemajuan signifikan dalam mewujudkan ketahanan pangan daerah. Hal ini tak lepas dari kepemimpinan visioner Bupati Hi. Parosil Mabsus yang terus mendorong inovasi, kolaborasi, dan keberpihakan nyata kepada para petani serta pelaku usaha tani lokal.

 


Bupati Lampung Barat Hi. Parosil Mabsus menunjukkan komitmennya terhadap peningkatan kesejahteraan petani dengan mengalokasikan bantuan alat pertanian kepada sejumlah kelompok tani yang ada di kabupaten Lampung Barat.

 Bantuan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional.

 Adapun bantuan yang disalurkan mulai dari mesin Handsprayer Tasco (HSP), mesin Combine Harvester yang berasal dari Kementerian Pertanian atas usulan Pemerintah Kabupaten Lampung Barat dan Pemerintah Provinsi Lampung.

 Parosil Mabsus menyatakan, bahwa petani adalah ujung tombak ketahanan pangan bangsa.

 “Petani garda terdepan NKRI, wajar kala petani diberi tempat yang terhormat,” ungkapnya.

 Ia menjelaskan bahwa di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, pemerintah pusat fokus memperkuat ketahanan pangan melalui berbagai program, termasuk bantuan alat pertanian, pembangunan irigasi, dan perbaikan akses jalan.

 Parosil menyebutkan kabupaten Lampung Barat memiliki 11 ribu hektar lahan pertanian padi, olleh karena itu, ia meminta agar potensi pertanian ini dikelola secara optimal dan didampingi secara intensif oleh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL).

 “Kalau di sini tidak sejahtera, ada apa? apa karena bibitnya tua, dari pengelolaan atau apa?” tanyanya.

 Ia juga menekankan agar bantuan alat Combine Harvester yang sudah diterima dapat dimanfaatkan dengan baik oleh para kelompok tani. Parosil berharap, bantuan alat pertanian lainnya juga bisa segera menyusul dari pemerintah pusat.

 Salah satu perwakilan penerima bantuan, Ahmad Rosidin, menyampaikan apresiasinya atas perhatian dan bantuan yang diberikan.

 “Kami ucapkan terima kasih sekali atas bantuan dari Pemerintah. Mudah-mudahan bantuan ini bisa bermanfaat bagi kita semua, baik di dunia hingga akhirat,” ucapnya.

 Di bawah kepemimpinan Parosil Mabsus, pembangunan sektor pertanian di Lampung Barat tidak hanya terfokus pada peningkatan hasil produksi semata, tetapi juga pada keberlanjutan sistem pangan dari hulu ke hilir.

 Berbagai program strategis telah digulirkan untuk memperkuat ekosistem pertanian dan ketahanan pangan, mulai dari penyediaan bantuan benih unggul, penyuluhan intensif bagi petani, pengembangan infrastruktur pertanian, hingga penciptaan pasar yang stabil bagi produk-produk lokal.

 “Petani adalah pahlawan pangan. Maka sudah menjadi kewajiban kami untuk memastikan mereka mendapat dukungan penuh,” ujar Parosil dalam salah satu agenda panen raya di Kecamatan Balik Bukit.

 Ucapan ini bukan sekadar retorika. Program “Petani Berjaya” dan “Kartu Petani Berjaya” yang digagas pemerintah daerah menjadi bukti nyata keberpihakan pemimpin terhadap sektor paling mendasar dalam kehidupan masyarakat.

 Lampung Barat juga menjadi kabupaten yang aktif mengintegrasikan teknologi pertanian berbasis data untuk meningkatkan efisiensi lahan dan produksi.

 Melalui kerja sama dengan lembaga penelitian dan perguruan tinggi, pemerintah kabupaten berhasil memperkenalkan sistem pertanian presisi, penggunaan pupuk organik ramah lingkungan, serta sistem irigasi hemat air yang semakin diminati petani lokal.

 Di sisi lain, Bupati Parosil juga tak lupa menyentuh aspek hilir melalui pembangunan sentra-sentra agroindustri di beberapa kecamatan.

 Hal ini bertujuan agar produk pertanian tak hanya dijual sebagai bahan mentah, melainkan diolah lebih lanjut untuk meningkatkan nilai tambah. Salah satunya adalah pengolahan kopi robusta Lampung Barat, yang kini telah menembus pasar nasional dan internasional.

 Lebih dari itu, pendekatan ketahanan pangan yang diambil oleh Parosil juga mencakup dimensi sosial dan budaya.

 Program diversifikasi pangan lokal seperti singkong, pisang, dan umbi-umbian lokal didorong sebagai alternatif pangan pokok.

 Strategi ini bukan hanya menjaga kearifan lokal, tetapi juga mengurangi ketergantungan pada beras dan meningkatkan ketahanan pangan keluarga.

 Menurut data Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Lampung Barat, indeks ketahanan pangan kabupaten meningkat signifikan dalam lima tahun terakhir, dengan Lampung Barat berada pada posisi strategis sebagai daerah penyangga pangan untuk wilayah Lampung bagian barat dan sekitarnya.

 Ketahanan pangan bukan sekadar urusan ladang dan lumbung, tapi juga kepemimpinan yang berpihak dan berani mengambil keputusan jangka panjang. Dalam hal ini, Bupati Parosil Mabsus telah menunjukkan bagaimana seorang pemimpin daerah mampu menciptakan transformasi nyata di sektor paling vital bagi kelangsungan masyarakat.

 Dengan fondasi yang kuat dan komitmen yang terus terjaga, masa depan ketahanan pangan Lampung Barat tampak kian cerah. Kabupaten ini bukan hanya menjadi lumbung pangan regional, tetapi juga contoh bagaimana kolaborasi antara pemerintah, petani, dan masyarakat dapat menjadi kekuatan utama dalam membangun kemandirian pangan yang berkelanjutan.


Musrenbang RKPD 2026, KABUPATEN LAMPUNG BARAT TERIMA 1.553 USULAN

Maret 13, 2025

 Lampung Barat - Sebanyak 1.553 usulan yang disampaikan masyarakat pada pelaksanaan Musrenbang tingkat kecamatan, Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus menegas bahwa pembangunan Infrastruktur dan peningkatan kualitas hidup masyarakat tetap menjadi sekala prioritas utama Perintah Kabupaten Lampung Barat, hal itu disampaikan pada Musrenbang RKPD 2026 Kabupaten yang dipusatkan di Aula Keagungan Kawasan Pemkab setempat. Kamis ( 13/3/2025)




Menurut Pak Cik ( sapaan akrab Bupati Lampung Barat), pemerintah Provinsi Lampung memiliki tiga program strategis dan Pemerintah Kabupaten Lampung Barat memiliki program satya ananda sakti atau enam program, dari keseluruhan program tersebut mesti selaras dan disinergikan dalam rangka mewujudkan pembangunan yang memiliki sebuah kemanfaatan sebagai aspek kehidupan masyarakat.Namun dikatakan Parosil Mabsus, setiap daerah memiliki prodak dan potensi unggulan serta persoalan yang berbeda

"tetapi pada akhir-akhir ini rata-rata yang menjadi persoalan disetiap daerah adalah Infrastruktur. Tidak terkecuali bagi Lampung Barat," ucap Parosil Mabsus.

Menurut Pak Cik, jalan merupakan persoalan serius, oleh karena itu, dirinya menyatakan Pemerintah Kabupaten Lampung Barat ke depannya berkomitmen menjadikan sekala prioritas pembangunan Infrastruktur.

titik ruas jalan di Lampung Barat yang perlu adanya sentuhan adalah ruas yang ada di Suoh dan Bandar Negeri Suoh, ruas jalan Waspada menuju Way Ngison, Kecamatan Sekincau yang menghubungkan dengan Kecamatan Batu Ketulis, ruas jalan Kecamatan Sumber Jaya yang menghubungkan dengan Kecamatan Pagar Dewa, jalan Kecamatan Sekincau yang menghubungkan dengan Kecamatan Pagar Dewa, ruas jalan yang berada di Pekon Kota Besi, ruas jalan Pekon Sukabumi, ruas jalan penghubung Pekon Turgak menuju Pekon Sukaraja, ruas jalan menuju SMA N 1 Lumbok Seminung termasuk ruas-ruas jalan di Kecamatan lain.

" Infrastruktur menjadi landasan utama pemerintah untuk meningkatkan ekonomi salah satunya jalan, oleh krna itu jalan merupakan salah satu prioritas pembangunan Kabupaten Lampung Barat " Lanjutnya

Parosil Mabsus mengatakan, dimasa kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Mad Hasnurin periode kedua ini memiliki keinginan dan harapan untuk menuntaskan dan menyelesaikan titik ruas jalan yang memang masuk sekala prioritas.

"Saya memberikan tugas khusus kepada dinas PUPR dan Bapeda beserta seluruh staf agar kiranya nanti ruas-ruas jalan yang memang masuk dalam sekala prioritas akan dijakan prioritas di tahun yang akan datang," tutup Parosil.

Sementara Plt. Kepala Bapeda Kabupaten Lampung Barat Indra Gunawan menjelaskan pelaksanaan Musrenbang tersebut merupakan forum strategis untuk merancang pembangunan yang efektif dan tepat sasaran.

"Proses penjaringan usulan masyarakat yang di awali Musrenbang tingkat Pekon kemudian dilanjutkan tingkat Kecamatan dan pada hari ini tingkat Kabupaten lalu nantinya akan dilanjutkan tingkat Provinsi hingga pusat," tutur Parosil.

Indra Gunawan menyampaikan berdasarkan hasil musrenbang tingkat Kecamatan terdapat 1.553 usulan diantaranya 671 terkait dengan pekerjaan umum, 268 urusan pendidikan, 239 urusan pertanian, 40 urusan lingkungan hidup, 73 urusan kesehatan, 47 urusan kepemudaan dan olahraga serta pariwisata, 37 urusan perikanan 24 urusan koperasi, 20 urusan pengendalian perlindungan anak, 23 urusan sosial, 13 urusan kependudukan, 84 urusan perhubungan dan 14 urusan tenaga kerja.

Musrenbang turut diikuti Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal yang diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik Ganjar Jatiyono, Wakil Bupati Lampung Barat Mad Hasnurin, ketua TP PKK Lampung Barat Partinia Parosil Mabsus, Perwakilan Forkopimda, Plh Sekretaris Daerah Lampung Barat Ismet Inoni, Asisten, Staf Ahli Bupati, Kepala Perangkat Daerah dan instansi vertical lainnya.

Dimeriahkan Artis Trisuaka, Krui Fair 2024 di Pesibar Resmi Dibuka

Juli 10, 2024

 

PESISIR BARAT - Bupati Pesisir Barat (Pesibar), Dr. Drs. Agus Istiqlal, S.H., M.H., membuka penyelenggaraan Pameran Pembangunan Krui Fair Tahun 2024, di Halaman Komplek Perkantoran Pemkab Pesibar, Selasa (9/7/2024) malam.


Pembukaan Krui Fair tersebut terlihat sangat meriah dengan suguhan tarian-tarian kebudayaan yang ada di Pesibar yang berdurasi hingga setengah jam lebih dengan melibatkan puluhan anak-anak muda Pesibar.

Dalam laporan Ketua Pelaksana Krui Fair 2024, Jon Edwar menyampaikan bahwa tahun ini Pemkab Pesibar kembali menggelar Pameran Pembangunan Krui Fair 2024 dengan mengusung tema, 1001 Pesona Budaya dan Alam Pesisir Barat, Bela dan Beli Produk UMKM.

"Tema Krui Fair kali ini dimaksudkan untuk mendorong para pelaku UMKM agar dapat bangkit dan berkembang di Pesibar," ungkap Jon Edwar.

Menurut Jon Edwar, pameran pembangunan tersebut bertujuan untuk mendorong pemulihan ekonomi daerah dan kebangkitan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif sebagai upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat, menjadikan Krui Fair 2024 sebagai media sosialisasi, branding, dan pemasaran terpadu produk unggulan daerah Pesibar khususnya di sektor pariwisata, ekonomi kreatif, kelautan dan UMKM.

"Selain itu memperkuat dan mengembangkan peran UMKM dan sektor ekonomi kreatif melalui transformasi digital market (E-Commerce), dan untuk promosi pembangunan bagi Pemkab Pesibar, stakeholder, dan dunia usaha serta mensosialisasikan pelayanan publik masyarakat," papar Jon Edwar.

Ketua Pelaksana, Jon Edwar juga memaparkan peserta Krui Fair 2024 melibatkan 27 OPD, 11 kecamatan, TP-PKK, Polres Pesibar, Kodim 0422/Lambar, sembilan BUMN/BUMD, Perbankan, dan otomotif, dan 135 UMKM Pesibar.

"Sedangkan untuk rangkaian agenda Krui Fair sendiri terdiri dari lomba senam pesona Pesibar, lomba PBB tingkah pelajar SMP dan SMA, lomba fashion show pengantin nusantara dan atraksi karnival dan peragaan busana tingkat OPD, pagelaran band indie Lampung, lomba nyanyi berkelompok, lomba nyelimpok Pesibar," ucapnya.

"Agenda berikutnya lomba mewarnai tingkat anak SD kelas 1-3, tabligh akbar, jalan sehat di Pemkab Pesibar, dan diakhiri seremoni penutupan Krui Fair 2024 pada 14 Juli 2024," pungkas Jon Edwar.

Sementara Gubernur Lampung melalui Kepala DPMPTSP Provinsi Lampung, Yudhi Alfadri mengatakan bahwa, Pesibar sebagai daerah tujuan wisata sudah dikenal hingga mancanegara.

"Dampaknya juga terbilang meningkat pesat, dimana mulai banyak investor yang berinvestasi sesuai dengan potensi yang terkandung di Pesibar," kata Kepala DPMPTSP Provinsi Lampung, Yudhi Alfadri.

Karenanya, Kepala DPMPTSP Provinsi Lampung, Yudhi Alfadri mengapresiasi kerja keras Bupati Pesibar yang dinilainya berhasil memberikan berbagai kemajuan di Pesibar.

"Tentu ini merupakan berkat kerja keras Pemkab Pesibar dalam hal ini Bupati Pesibar bersama masyarakat Pesibar, dan diharapkan agar Pesibar terus mengalami kemajuan dan meningkatnya kesejahteraan masyarakat," harap Kepala DPMPTSP Provinsi Lampung, Yudhi Alfadri mengakhiri sambutannya.

Sementara itu dalam sambutannya Bupati, Agus Istiqlal mengatakan bahwa pameran pembangunan tersebut pada dasarnya merupakan event untuk melihat berbagai hasil-hasil program pembangunan yang dilaksanakan oleh dinas/instansi dan kecamatan selama ini, yang diharapkan selain dapat memacu semangat instansi terkait dan masyarakat untuk lebih banyak berbuat untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat secara umum.

"Kegiatan ini juga dapat dijadikan ajang untuk mempromosikan Pesibar dengan segala potensi yang ada, baik berupa potensi alam maupun budaya yang memiliki prospek untuk dikelola dan dikembangkan," ujar Agus Istiqlal.

Menurut Agus Istiqlal, mengingat pentingnya event Krui Fair dalam pelestarian dan pengembangan seni budaya lokal, serta sebagai media untuk menampilkan kreatifitas dan mengenalkan budaya di Pesibar, pihaknya sangat mendukung penyelenggaraan Krui Fair.

"Rangkaian kegiatan dari acara ini akan berpengaruh signifikan terhadap pengembangan, pelestarian dan juga upaya peningkatan apresiasi masyarakat terhadap budaya dan seni lokal yang ada di Pesibar," Agus Istiqlal.

Karenanya, Agus Istiqlal berharap agar masyarakat terus berkarya dan berpartisipasi menunjukkan kreatifitas dan inovasinya, melalui hal tersebut maka seni budaya yang menjadi jati diri masyarakat Pesibar dapat terus eksis ditengah kemajuan masyarakat global hingga menjadi sesuatu yang membanggakan bagi masyarakatnya, baik sebagai tontonan yang bersifat menghibur ataupun tuntunan yang memberi inspirasi dan pencerahan hidup dan kehidupan masyarakat.

"Disamping itu, Krui Fair juga dapat dimanfaatkan untuk melakukan refleksi dari seluruh kegiatan atau beraktivitas masyarakat dalam berbudaya dan berkesenian dengan lebih baik lagi yang tentunya akan semakin menambah daya tarik wisata, serta akan semakin memperkuat eksistensi para seniman," kata Agus Istiqlal.

Dengan terlibatnya semua masyarakat, Agus Istiqlal meyakini Krui Fair akan menjadi lebih bergaung ditengah masyarakat, sehingga masyarakat merasa tergerak untuk memberikan apresiasi dengan datang ke tempat penyelenggaraan digelar.

"Tidak kalah pentingnya adalah dalam kegiatan Krui Fair masyarakat juga mendapatkan pelayanan- pelayanan publik dari Pemkab Pesibar. Selain itu masyarakat juga dapat menikmati semua rangkaian acara dan memberikan masukan kepada Pemkab Pesibar dalam melaksanakan kegiatan Krui Fair agar lebih baik lagi kedepannya," Agus Istiqlal.

"Dengan upaya tersebut, diharapkan kekayaan alam dan budaya yang ada di Pesibar akan terus eksis dan berkembang ditengah-tengah gempuran budaya dari mancanegara dan harapan jangan sampai budaya dan kesenian lokal kita tenggelam dibawah dominasi budaya dan kesenian asing," imbuhnya.

Lebih jauh Agus Istiqlal mengatakan, pelaksanaan Krui Fair tahun ini terasa sangat begitu istimewa, karena pameran pembangunan kali ini dilaksanakan di komplek Perkantoran Pemkab Pesibar sehingga seluruh masyarakat akan merasakan euforia yang begitu luar biasa dengan berbagai giat yang ada pada tahun ini.

"Sesuai dengan tagline tahun ini yakni Krui bersinjang, Pemkab Pesibar akan melakukan pemecahan rekor MURI mengenakan busana sinjang oleh peserta terbanyak hingga 1000 peserta dan juga masih banyak lagi rangkaian kegiatan yang akan digelar pada perhelatan tahunan ini seperti tabligh akbar, pameran kuliner hingga kerajinan, berbagai lomba, dan juga hiburan yang akan menanti selama satu minggu penuh, diharapkan nanti masyarakat dapat terhibur dan juga turut meramaikan kegiatan ini," tutur Agus Istiqlal.

Kemudian selain itu, Psibar merupakan kabupaten termuda di Provinsi Lampung, namun juga tidak kalah dalam menunjukan pembangunannya dalan usia yang tergolong muda Pemkab Pesibar mampu mewujudkan harapan beberapa tahun lalu dalam membangun komplek perkantoran sebagai wadah wisata lokal maupun internasional.

"Telah dibuktikan melalui lomba surfing bertaraf internasional yang bertajuk World Surf League (WSL) Krui Pro 2024 yang sukses digelar bulan lalu," tukas Agus Istiqlal.

Pembukaan Krui Fair 2024 ditandai dengan pemukulan cetik oleh Bupati Agus Istiqlal, Ketua TP-PKK, Septi Heri Agusnaeni, didampingi Kepala DPMPTSP Provinsi Lampung, Yudhi Alfadri, dan forkopimda Pesibar-Lambar.

Malam pembukaan Krui Fair 2024 kali ini diwarnai dengan penampilan penyanyi Tri Suaka. (*)

Rapat Paripurna Pandangan Umum Fraksi DPRD Lampung Barat

Agustus 23, 2023


 

Sebanyak 33.562 Masyarajat Lampung Barat, Terima Bantuan Beras

Mei 25, 2023