Tampilkan postingan dengan label Pariwisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pariwisata. Tampilkan semua postingan

Sanggar Tari Umbul Dalom Jadi Ruang Kreativitas Generasi Milenial dan Gen Z di Pesisir Barat

September 15, 2025

 


Pesisir Barat – Kegiatan kebudayaan yang kerap dianggap kuno oleh sebagian generasi muda, justru menjadi motivasi bagi Sanggar Tari Umbul Dalom Bumi Lebu untuk terus berkarya. Sanggar yang mayoritas anggotanya berasal dari generasi milenial dan generasi Z ini berhasil menghadirkan pentas seni meriah yang tak hanya diminati masyarakat lokal, tetapi juga mampu menarik perhatian wisatawan mancanegara.

Berkat keseriusan dan konsistensinya, sekretariat Sanggar Tari Umbul Dalom yang berlokasi di Pekon Negeri Ratu Tenumbang, Kecamatan Pesisir Selatan, bahkan meraih predikat Pelopor Budaya dari Kementerian Kebudayaan RI pada tahun 2025.


Ketua Lamban Tari Umbul Dalom, Ricad Sambera, menjelaskan bahwa sanggar ini lahir dari keprihatinan terhadap minimnya wadah bagi generasi muda untuk menyalurkan kreativitas di bidang seni budaya. Selain itu, potensi wisata Pesisir Barat yang telah dikenal luas di mancanegara dinilai masih belum sepenuhnya tersentuh nilai-nilai kebudayaan yang justru dapat meningkatkan daya tarik wisata sekaligus melestarikan warisan leluhur.


“Sanggar ini berdiri untuk menjadi ruang bagi anak muda menyalurkan bakatnya di bidang seni budaya. Dengan begitu, budaya lokal tidak hanya lestari, tapi juga menjadi daya tarik tambahan bagi wisata Pesisir Barat di mata dunia,” kata Ricad. 


Sanggar Tari Umbul Dalom yang kini sukses menggelar pentas keempatnya pada Sabtu (13/09) membawa harapan besar masyarakat Negeri Sai Batin agar budaya lokal dapat mendunia.

Sementara itu, Peratin Pekon Negeri Ratu Tenumbang, Dandes Suveri, memberikan apresiasi tinggi atas capaian Sanggar Tari Umbul Dalom. Ia menegaskan komitmen pemerintah pekon untuk terus mendukung keberlangsungan sanggar.


“Kami sangat berterima kasih kepada Lamban Tari Umbul Dalom yang telah mengharumkan nama Pesisir Barat hingga ke tingkat nasional. Ke depan, pemerintah pekon akan terus memberi dukungan dan fasilitas agar sanggar ini semakin berkembang dalam melestarikan budaya serta memperkenalkan Pesisir Barat ke masyarakat luas,” tegas Dandes. 


Dengan semangat generasi muda yang berpadu dengan dukungan pemerintah desa, Sanggar Tari Umbul Dalom diharapkan menjadi motor penggerak pelestarian budaya sekaligus memperkuat identitas Pesisir Barat di kancah nasional maupun internasional. (A/W)

Sanggar Tari Umbul Dalom Berhasil Pikat Generasi Muda, Lestarikan Budaya hingga Tarik Minat Turis Mancanegara

September 15, 2025

 


Pesisir Barat – Kegiatan kebudayaan yang kerap dianggap kuno oleh sebagian generasi muda, justru menjadi motivasi bagi Sanggar Tari Umbul Dalom Bumi Lebu untuk terus berkarya. Sanggar yang mayoritas anggotanya berasal dari generasi milenial dan generasi Z ini berhasil menghadirkan pentas seni meriah yang tak hanya diminati masyarakat lokal, tetapi juga mampu menarik perhatian wisatawan mancanegara.

Berkat keseriusan dan konsistensinya, sekretariat Sanggar Tari Umbul Dalom yang berlokasi di Pekon Negeri Ratu Tenumbang, Kecamatan Pesisir Selatan, bahkan meraih predikat Pelopor Budaya dari Kementerian Kebudayaan RI pada tahun 2025.


Ketua Lamban Tari Umbul Dalom, Ricad Sambera, menjelaskan bahwa sanggar ini lahir dari keprihatinan terhadap minimnya wadah bagi generasi muda untuk menyalurkan kreativitas di bidang seni budaya. Selain itu, potensi wisata Pesisir Barat yang telah dikenal luas di mancanegara dinilai masih belum sepenuhnya tersentuh nilai-nilai kebudayaan yang justru dapat meningkatkan daya tarik wisata sekaligus melestarikan warisan leluhur.


“Sanggar ini berdiri untuk menjadi ruang bagi anak muda menyalurkan bakatnya di bidang seni budaya. Dengan begitu, budaya lokal tidak hanya lestari, tapi juga menjadi daya tarik tambahan bagi wisata Pesisir Barat di mata dunia,” kata Ricad. 

Sanggar Tari Umbul Dalom yang kini sukses menggelar pentas keempatnya pada Sabtu (13/09) membawa harapan besar masyarakat Negeri Sai Batin agar budaya lokal dapat mendunia.


Sementara itu, Peratin Pekon Negeri Ratu Tenumbang, Dandes Suveri, memberikan apresiasi tinggi atas capaian Sanggar Tari Umbul Dalom. Ia menegaskan komitmen pemerintah pekon untuk terus mendukung keberlangsungan sanggar.


“Kami sangat berterima kasih kepada Lamban Tari Umbul Dalom yang telah mengharumkan nama Pesisir Barat hingga ke tingkat nasional. Ke depan, pemerintah pekon akan terus memberi dukungan dan fasilitas agar sanggar ini semakin berkembang dalam melestarikan budaya serta memperkenalkan Pesisir Barat ke masyarakat luas,” tegas Dandes. 


Dengan semangat generasi muda yang berpadu dengan dukungan pemerintah desa, Sanggar Tari Umbul Dalom diharapkan menjadi motor penggerak pelestarian budaya sekaligus memperkuat identitas Pesisir Barat di kancah nasional maupun internasional. (A/W)

Batu Alif Disorot Nasional, Zita Anjani Puji Potensi Wisata Paralayang di Lampung Selatan

September 09, 2025

 


Bakauheni, Lampung Selatan – 9 September 2025

Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata, Zita Anjani, menjajal langsung sensasi wisata ekstrem paralayang di Batu Alif Paragliding Site, Dusun Kayu Tabu, Desa Kelawi, Kecamatan Bakauheni, Selasa (9/9). Dengan lepas landas dari ketinggian 320 meter di atas permukaan laut, Zita menikmati lanskap menakjubkan dari udara, termasuk pemandangan spektakuler hingga ke Tanjung Tua, ujung Pulau Sumatera.

Pemandangannya indah sekali dari atas, luar biasa. Terima kasih kepada komunitas paralayang yang sudah mendampingi,” ujar Zita sesaat setelah mendarat bersama pilot paralayang berlisensi, Deon.

Selain merasakan terbang di udara, Zita juga mengunjungi Pantai Minang Rua dan kawasan Lummay, dua destinasi pendukung yang masuk dalam paket wisata sekitar Batu Alif.

Potensi Besar, Tantangan Tak Kecil

Menurut Zita, Batu Alif memiliki potensi besar sebagai ikon wisata baru di Lampung Selatan. Namun, sejumlah tantangan masih membayangi, terutama terkait akses jalan, infrastruktur air dan listrik. Hal ini juga disampaikan oleh perwakilan Komunitas Paralayang Lampung Club (PLC) selaku pengelola lokasi.

Kami pernah menggali sumur hingga 60 meter tapi air belum juga naik. Jalan juga masih sulit dijangkau. Kami harap Pemkab bisa mendukung penuh pengembangan kawasan ini,” ujar salah satu pengurus PLC.

Dari Nol Jadi Destinasi Unggulan

Batu Alif bukanlah tempat yang instan dikembangkan. Komunitas PLC mengisahkan perjuangan panjang dalam mencari titik terbaik, melakukan pendekatan ke warga, hingga menjadikan lokasi ini sebagai spot paralayang terbuka pertama untuk umum di Provinsi Lampung.

Kini, Batu Alif memiliki 12 pilot aktif, termasuk 3 pilot perempuan. Bahkan, PLC membuka kursus paralayang berlisensi dengan biaya Rp12 juta per peserta untuk program pelatihan intensif selama 2–3 minggu.

Kami ingin olahraga ini bukan hanya untuk atlet, tapi juga jadi bagian dari wisata. Kami ingin Batu Alif jadi ikon baru Lampung Selatan, dan menjadi lokomotif ekonomi lokal,” lanjut pengurus komunitas.

Dengan perpaduan antara keindahan alam, olahraga ekstrem, dan semangat komunitas, Batu Alif Paragliding Site digadang-gadang menjadi destinasi unggulan yang memperkuat citra Lampung Selatan sebagai wilayah kaya potensi wisata berbasis petualangan dan edukasi.

Whoosh Jadi Favorit Wisatawan Malaysia, Tembus 225 Ribu Penumpang

September 05, 2025





PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) mencatat lonjakan wisatawan mancanegara yang menggunakan layanan Whoosh sejak pertama kali beroperasi. Dari total 528 ribu penumpang internasional, wisatawan asal Malaysia menjadi yang terbanyak, yakni 225 ribu penumpang atau sekitar 43 persen.

General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa, menyebut tren ini semakin terlihat pada awal September, dengan lebih dari 750 penumpang asal Malaysia per hari. Peningkatan tersebut dipengaruhi momentum libur panjang akhir pekan di Indonesia maupun Malaysia.

“Wisatawan asing melihat Whoosh bukan sekadar sarana transportasi, tapi juga bagian dari pengalaman wisata di Indonesia. Kecepatan dan kenyamanan yang ditawarkan membuat mereka memilih Whoosh untuk bepergian,” ujar Eva.

Untuk memperkuat pasar wisatawan mancanegara, KCIC berkolaborasi dengan Kementerian Pariwisata serta Disparbud Jawa Barat. Bentuknya melalui pameran pariwisata, menghadirkan travel vlogger asal Malaysia, hingga menggelar familiarization trip bagi pelaku industri wisata.

Eva menambahkan, hasil kolaborasi ini nyata terlihat dari semakin banyaknya rombongan wisatawan Malaysia yang tiba dari bandara maupun usai berwisata di Jakarta, lalu melanjutkan perjalanan ke Bandung menggunakan Whoosh.

“Whoosh kini tidak hanya jadi penghubung Jakarta–Bandung dengan waktu tempuh singkat, tetapi juga daya tarik wisata modern kebanggaan Indonesia. Kehadiran wisatawan asing, khususnya dari Malaysia, memperkuat citra positif Indonesia di mata dunia,” tutupnya.