Tampilkan postingan dengan label MotoGp. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MotoGp. Tampilkan semua postingan

Podium Moto3 Brasil: Aksi Veda Ega Hindari Perayaan Sampanye Viral dan Banjir Respect

Maret 22, 2026

  

BRAZIL – Pembalap muda berbakat Indonesia, Veda Ega Pratama, berhasil mengukir sejarah baru dalam dunia otomotif tanah air. Veda menjadi pembalap Indonesia pertama yang sukses menapakkan kaki di podium Moto3 Brasil setelah finis di posisi ketiga pada balapan yang digelar Minggu (22/3/2026).

Namun, bukan hanya performa impresifnya di lintasan yang menjadi buah bibir. Sikap Veda saat sesi seremoni podium justru mengundang kekaguman luas dari netizen di berbagai belahan dunia, termasuk Malaysia.

Teguh Prinsip di Atas Podium

Sesaat setelah menerima trofi, Veda Ega memilih untuk menghindar dan tidak ikut serta dalam perayaan penyemprotan sampanye yang menjadi tradisi khas di ajang MotoGP. Keputusan tersebut diambil Veda sebagai bentuk ketaatannya terhadap nilai-nilai sebagai seorang Muslim yang menghindari minuman beralkohol.

Aksi "menepi" Veda di atas podium ini pun langsung viral. Ribuan netizen memberikan pujian melalui kolom komentar media sosial, mengapresiasi integritas pemuda asuhan Honda Team Asia tersebut.

"Respect Veda, no champagne as a Muslim, proud from Malaysia," tulis salah satu netizen yang memberikan dukungan lintas negara.

Persaingan Ketat di Klasemen

Keberhasilan meraih posisi ketiga di Brasil membawa dampak signifikan bagi posisi Veda di klasemen sementara Moto3 2026. Saat ini, Veda Ega Pratama duduk manis di peringkat ketiga dengan koleksi 27 poin.

Ia hanya terpaut satu angka dari pembalap Marco Morelli yang berada di peringkat kedua. Konsistensi Veda di lintasan balap Brasil, yang ditutup dengan aksi wheelie saat perayaan, menunjukkan mentalitas juara yang semakin matang.

Harapan Baru Indonesia di Kancah Dunia

Prestasi Veda diharapkan menjadi pemantik semangat bagi talenta-talenta muda Indonesia lainnya. Dengan dukungan teknis yang kuat dan karakter yang kokoh, Veda diprediksi akan terus memberikan kejutan di seri-seri berikutnya.

Publik kini menantikan momen ketika lagu Indonesia Raya berkumandang di posisi tertinggi podium, mengiringi prestasi dan prinsip yang ia pegang teguh.

MotoGP Rilis Jadwal Tes Resmi 2026 yang Unik: Era Baru 850cc dan Pirelli Mulai Unjuk Gigi

Januari 18, 2026

  



BARCELONA, SPANYOL – Menjelang musim balap yang kompetitif, Dorna Sports dan IRTA resmi merilis jadwal tes resmi MotoGP 2026 yang tergolong unik. Tahun ini menjadi masa transisi krusial dari mesin 1000cc menuju regulasi baru 850cc yang akan berlaku penuh pada musim 2027. Berbeda dari dua musim sebelumnya, jumlah tes resmi musim ini ditambah menjadi empat sesi guna memfasilitasi pengembangan prototipe masa depan.

Jerez dan Barcelona: Akhir Era 1000cc

Dua tes resmi pertama di sirkuit Jerez (27 April) dan Barcelona (18 Mei) akan menjadi kesempatan terakhir bagi tim untuk menyempurnakan performa motor 1000cc musim ini menggunakan ban Michelin. Tes di Barcelona (Montmelo) akan menjadi "garis batas" teknis, di mana tim akan mengalihkan fokus sepenuhnya dari pengembangan motor 2026 ke prototipe 2027.

Brno dan Spielberg: Debut Prototipe 850cc & Ban Pirelli

Perubahan besar terjadi pada paruh kedua jadwal tes resmi. Sesi di Brno (22 Juni) dan Spielberg (21 September) akan menjadi panggung bagi para pembalap utama untuk pertama kalinya menguji motor 850cc terbaru yang dilengkapi dengan ban Pirelli—pemasok ban baru yang akan menggantikan Michelin di musim 2027.

Pabrikan Mulai Bergerak di Balik Layar

Beberapa pabrikan dilaporkan telah memulai pengujian privat prototipe 2027 dengan pembalap penguji mereka:

  • KTM, Honda, dan Yamaha: Sudah melakukan pengujian awal di Jerez, Sepang, dan Iwata pada akhir 2025.

  • Ducati dan Aprilia: Dijadwalkan melakukan uji coba privat 850cc dengan Nicolò Bulega dan Lorenzo Savadori di Jerez pada 11-12 Mei mendatang.

Jadwal Lengkap Tes Resmi MotoGP 2026:

Jenis TesTanggalSirkuitSpesifikasi MotorBan
Shakedown29-31 JanSepang1000 ccMichelin
Pramusim3-5 FebSepang1000 ccMichelin
Pramusim21-22 FebBuriram, Thailand1000 ccMichelin
Resmi Musim27 AprilJerez1000 ccMichelin
Resmi Musim18 MeiBarcelona1000 ccMichelin
Resmi Musim22 JuniBrno850 ccPirelli
Resmi Musim21 SeptSpielberg850 ccPirelli
Pramusim 202723 NovValencia850 ccPirelli

Musim transisi ini diprediksi akan menjadi salah satu tahun tersibuk bagi tim penguji dan pembalap utama. Kombinasi antara pengembangan mesin 850cc yang lebih ringkas dan adaptasi terhadap karakteristik ban Pirelli akan menjadi penentu peta kekuatan baru MotoGP di masa depan.

MotoGP Rilis Jadwal Tes Resmi 2026 yang Unik: Era Baru 850cc dan Pirelli Mulai Unjuk Gigi

Januari 18, 2026

 



BARCELONA, SPANYOL – Menjelang musim balap yang kompetitif, Dorna Sports dan IRTA resmi merilis jadwal tes resmi MotoGP 2026 yang tergolong unik. Tahun ini menjadi masa transisi krusial dari mesin 1000cc menuju regulasi baru 850cc yang akan berlaku penuh pada musim 2027. Berbeda dari dua musim sebelumnya, jumlah tes resmi musim ini ditambah menjadi empat sesi guna memfasilitasi pengembangan prototipe masa depan.

Jerez dan Barcelona: Akhir Era 1000cc

Dua tes resmi pertama di sirkuit Jerez (27 April) dan Barcelona (18 Mei) akan menjadi kesempatan terakhir bagi tim untuk menyempurnakan performa motor 1000cc musim ini menggunakan ban Michelin. Tes di Barcelona (Montmelo) akan menjadi "garis batas" teknis, di mana tim akan mengalihkan fokus sepenuhnya dari pengembangan motor 2026 ke prototipe 2027.

Brno dan Spielberg: Debut Prototipe 850cc & Ban Pirelli

Perubahan besar terjadi pada paruh kedua jadwal tes resmi. Sesi di Brno (22 Juni) dan Spielberg (21 September) akan menjadi panggung bagi para pembalap utama untuk pertama kalinya menguji motor 850cc terbaru yang dilengkapi dengan ban Pirelli—pemasok ban baru yang akan menggantikan Michelin di musim 2027.

Pabrikan Mulai Bergerak di Balik Layar

Beberapa pabrikan dilaporkan telah memulai pengujian privat prototipe 2027 dengan pembalap penguji mereka:

  • KTM, Honda, dan Yamaha: Sudah melakukan pengujian awal di Jerez, Sepang, dan Iwata pada akhir 2025.

  • Ducati dan Aprilia: Dijadwalkan melakukan uji coba privat 850cc dengan Nicolò Bulega dan Lorenzo Savadori di Jerez pada 11-12 Mei mendatang.

Jadwal Lengkap Tes Resmi MotoGP 2026:

Jenis TesTanggalSirkuitSpesifikasi MotorBan
Shakedown29-31 JanSepang1000 ccMichelin
Pramusim3-5 FebSepang1000 ccMichelin
Pramusim21-22 FebBuriram, Thailand1000 ccMichelin
Resmi Musim27 AprilJerez1000 ccMichelin
Resmi Musim18 MeiBarcelona1000 ccMichelin
Resmi Musim22 JuniBrno850 ccPirelli
Resmi Musim21 SeptSpielberg850 ccPirelli
Pramusim 202723 NovValencia850 ccPirelli

Musim transisi ini diprediksi akan menjadi salah satu tahun tersibuk bagi tim penguji dan pembalap utama. Kombinasi antara pengembangan mesin 850cc yang lebih ringkas dan adaptasi terhadap karakteristik ban Pirelli akan menjadi penentu peta kekuatan baru MotoGP di masa depan.

Aprilia Racing Perkenalkan RS-GP 2026: Kembalinya Desain Ikonik "Kepala Singa" dan Ambisi Menantang Dominasi Ducati

Januari 16, 2026

 



MILAN, ITALIA – Aprilia Racing resmi memperkenalkan proyek RS-GP 2026 dalam acara peluncuran megah di kantor SkyTV, Milan, Kamis (15/1/2026). Mengusung desain yang lebih agresif dengan kembalinya grafis bersejarah "Kepala Singa", pabrikan asal Noale ini menegaskan kesiapannya untuk bersaing di barisan depan dan menantang dominasi Ducati di musim balap mendatang.

Tampilan RS-GP 2026 mengalami perubahan estetika yang signifikan. Jika musim lalu didominasi warna hitam dan merah, musim ini Aprilia menyematkan sentuhan warna ungu di bagian depan serta mengganti huruf "A" pada tulisan Aprilia dengan logo kepala singa yang legendaris.

Transformasi Marco Bezzecchi: Dari Pendukung Menjadi Ujung Tombak Fokus utama musim ini tertuju pada Marco Bezzecchi. Pembalap asal Rimini, Italia ini, membuktikan kualitasnya melalui performa luar biasa di paruh kedua musim lalu. Bezzecchi tercatat sebagai pembalap dengan raihan poin terbanyak di 11 seri terakhir (223 poin), mengungguli nama-nama besar seperti Pedro Acosta dan Marc Márquez.

"Motor ini sangat agresif, mencerminkan karakter tim dan pabrikan kami. Sungguh menyenangkan melihat desain singa yang bersejarah kembali. Kami sangat termotivasi untuk membawa motor ini ke posisi yang seharusnya," ujar Marco Bezzecchi.

Keberhasilan Bezzecchi melesat dari posisi sembilan klasemen hingga mengakhiri musim di podium klasemen umum (posisi ketiga) juga sukses mendongkrak Aprilia ke peringkat kedua klasemen konstruktor, melampaui KTM, Honda, dan Yamaha.

Inovasi Teknis dan Dukungan Jorge Martín Meskipun sorotan tertuju pada Bezzecchi, kehadiran juara dunia 2024, Jorge Martín, tetap menjadi pilar kekuatan tim. Di bawah arahan Direktur Teknis Fabiano Sterlacchini, Aprilia fokus pada pengembangan sasis dan inovasi aerodinamika yang spektakuler untuk mendukung mesin RS-GP25 yang statusnya dibekukan sesuai regulasi.

"Motor ini berfungsi sangat baik saat tes di Valencia. Langkah selanjutnya adalah mengonfirmasi performa tersebut di Malaysia dan Thailand. Desain hitam dengan logo singa membuatnya terlihat jauh lebih impresif," tambah Jorge Martín.

Tiga Pilar Proyek Aprilia 2026 Aprilia menetapkan tiga tujuan utama untuk musim ini:

  1. Pengembangan Aerodinamika: Memaksimalkan inovasi sasis dan komponen aerodinamis baru yang telah diuji sejak November lalu.

  2. Kematangan Bezzecchi: Terus mengasah potensi Bezzecchi yang kini telah bertransformasi dari pembalap pendukung menjadi bintang utama tim.

  3. Konsistensi Konstruktor: Mempertahankan posisi sebagai penantang utama di klasemen konstruktor dan memperkecil jarak dengan pemuncak klasemen.

Dengan kombinasi motor yang agresif, inovasi teknis dari Sterlacchini, serta duet pembalap Martín-Bezzecchi yang kompetitif, Aprilia Racing siap mengaum lebih keras di lintasan MotoGP 2026.

Marc Márquez Menang, Selangkah Lagi Menuju Gelar di Jepang

September 14, 2025

 



Misano, Italia – 14 September 2025 – Pembalap Ducati Team, Marc Márquez, berhasil bangkit dari insiden di Sprint Race sehari sebelumnya dengan mencetak kemenangan dramatis dalam balapan utama MotoGP San Marino di Sirkuit Marco Simoncelli, Minggu (14/9).

Kemenangan ini adalah yang ke-11 musim ini bagi Márquez, dan diraih dengan susah payah melalui duel ketat melawan Marco Bezzecchi dari Aprilia Racing. Pertarungan psikologis antara dua pembalap papan atas ini berlangsung sepanjang 27 lap, dengan Bezzecchi terus memimpin hingga garis finis, namun tak mampu melepaskan diri dari tekanan Márquez yang akhirnya mengambil alih dan menyegel kemenangan dengan selisih hanya 0,5 detik.

Podium ketiga diraih oleh Alex Márquez, yang turut memperkuat dominasi keluarga Márquez di Misano akhir pekan ini.

Dengan hasil ini, Marc Márquez kini mengoleksi 512 poin, dan hanya membutuhkan selisih 185 poin untuk mengunci gelar juara dunia MotoGP ke-7 miliknya. Saat ini ia unggul 182 poin dari adiknya sendiri, Alex Márquez, dan memiliki kesempatan menyegel gelar di GP Jepang (Motegi) dua pekan mendatang.

Sementara itu, Francesco Bagnaia kembali mengalami kesialan dengan terjatuh pada lap ke-8 saat berada di posisi ketujuh. Ini melanjutkan tren buruknya dalam beberapa seri terakhir, menjauhkan dirinya dari persaingan gelar.

Pembalap lain yang gagal finis adalah Pedro Acosta, yang mengalami kerusakan rantai pada motornya saat berada di posisi keempat. Posisi keempat akhirnya ditempati oleh Franco Morbidelli, disusul oleh Fabio Di Giannantonio (P5) dan Fermín Aldeguer (P6).

MotoGP kini bersiap menuju Twin Ring Motegi, Jepang, di mana Marc Márquez memiliki peluang besar untuk memastikan gelar juara dunia 2025 — sekaligus menyamai catatan legendaris Valentino Rossi dengan tujuh gelar kelas utama.

Suasana Panas di Misano: Haters Soraki Jatuhnya Marc Márquez dalam Sprint MotoGP San Marino

September 14, 2025




Misano, Italia – 14 September 2025 – Suasana panas mewarnai Sprint Race MotoGP San Marino di Sirkuit Marco Simoncelli, Misano, Sabtu (14/9). Salah satu momen yang paling mencuri perhatian adalah jatuhnya Marc Márquez, pembalap andalan Ducati Team, yang justru dirayakan sebagian penonton yang dikenal sebagai loyalis Valentino Rossi.

Kejatuhan Márquez menjadi sorotan karena terjadi di “kandang” Rossi, legenda MotoGP yang telah pensiun namun masih memiliki basis penggemar yang sangat kuat di Italia, khususnya di Misano. Insiden tersebut langsung disambut sorakan dan selebrasi dari tribun yang dipadati fans Rossi, menunjukkan rivalitas historis yang belum juga padam meski sang legenda telah menggantung helm.

Sementara itu, Alex Márquez, adik Marc, keluar sebagai pemenang Sprint Race. Kemenangan ini sekaligus menggagalkan kemungkinan Marc Márquez mengunci gelar juara dunia di Misano — yang bila terjadi, akan menyamai rekor sembilan gelar milik Rossi.

Menanggapi spekulasi bahwa dirinya "sengaja" mengalah kepada Alex agar tidak meraih gelar di Italia, Márquez menepis keras tudingan tersebut.


“Persetan dengan mereka,” ujar Marc Márquez kepada media. “Saya tidak pernah memberikan kemenangan kepada siapa pun. Saya tidak peduli apakah saya menang di Italia, Jepang, atau tempat lain. Setiap balapan adalah pertarungan.”

Marc juga harus merelakan rekor kemenangan sprint beruntunnya terputus, setelah sebelumnya memenangi delapan balapan sprint secara berturut-turut sejak Silverstone, dan total 13 dari 14 sprint sepanjang musim ini.

Insiden ini menegaskan bahwa rivalitas di MotoGP tidak hanya terjadi di lintasan, tetapi juga melibatkan emosi para penggemar — terutama saat nama besar seperti Rossi dan Márquez menjadi bagian dari narasi.

Alex Márquez Jelaskan Kemerosotan Performa Usai Cedera Assen

September 02, 2025




Balaton Park, Hungaria – Alex Márquez mengakui performanya di beberapa seri terakhir MotoGP 2025 menurun akibat cedera dan serangkaian penalti. Pembalap Gresini Racing itu sempat konsisten mendekati saudaranya, Marc, hingga Grand Prix Belanda. Namun sejak insiden di Assen, ia kesulitan menjaga stabilitas hasil.

Cedera jari tangan kiri setelah bersenggolan dengan Pedro Acosta di Assen membuat Alex harus menjalani operasi. Ia mampu kembali tampil di Jerman dengan finis runner-up di balapan utama, tetapi hasilnya merosot di seri-seri berikutnya. Di Brno, ia gagal finis usai insiden dengan Joan Mir, lalu terkena hukuman hingga absen di Austria.

Meski sempat podium sprint di Red Bull Ring, Alex lebih berhati-hati di race utama dan finis kesepuluh. Di Hungaria, situasi makin sulit setelah terkena penalti grid tiga posisi. Ia hanya mampu menempati peringkat kedelapan di sprint dan ke-14 di race, plus tambahan crash.

“Semua berawal dari cedera di Assen. Itu yang membuat saya tidak bisa berkendara seperti sebelumnya karena membatasi gerakan,” kata Alex. “Hungaria juga trek baru yang tidak cocok dengan gaya saya. Jadi, saya harus tetap tenang dan percaya diri menghadapi seri berikutnya di Montmeló.”

Soal persaingan Ducati, Alex mengakui rival-rivalnya semakin kuat. “Mereka berkembang pesat dan mendapat keuntungan di trek dengan cengkeraman tinggi. Paket kami bagus untuk akselerasi dan traksi, tapi di sirkuit tertentu mereka lebih unggul,” ujarnya.

Menatap seri kandang di Montmeló, Alex optimistis bisa kembali ke level terbaiknya. Ia menegaskan bukan kehilangan kepercayaan diri, melainkan perlu menemukan kembali konsistensi seperti saat di Austria.