Tampilkan postingan dengan label MotoGp. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MotoGp. Tampilkan semua postingan

MotoGP Rilis Jadwal Tes Resmi 2026 yang Unik: Era Baru 850cc dan Pirelli Mulai Unjuk Gigi

Januari 18, 2026

 



BARCELONA, SPANYOL – Menjelang musim balap yang kompetitif, Dorna Sports dan IRTA resmi merilis jadwal tes resmi MotoGP 2026 yang tergolong unik. Tahun ini menjadi masa transisi krusial dari mesin 1000cc menuju regulasi baru 850cc yang akan berlaku penuh pada musim 2027. Berbeda dari dua musim sebelumnya, jumlah tes resmi musim ini ditambah menjadi empat sesi guna memfasilitasi pengembangan prototipe masa depan.

Jerez dan Barcelona: Akhir Era 1000cc

Dua tes resmi pertama di sirkuit Jerez (27 April) dan Barcelona (18 Mei) akan menjadi kesempatan terakhir bagi tim untuk menyempurnakan performa motor 1000cc musim ini menggunakan ban Michelin. Tes di Barcelona (Montmelo) akan menjadi "garis batas" teknis, di mana tim akan mengalihkan fokus sepenuhnya dari pengembangan motor 2026 ke prototipe 2027.

Brno dan Spielberg: Debut Prototipe 850cc & Ban Pirelli

Perubahan besar terjadi pada paruh kedua jadwal tes resmi. Sesi di Brno (22 Juni) dan Spielberg (21 September) akan menjadi panggung bagi para pembalap utama untuk pertama kalinya menguji motor 850cc terbaru yang dilengkapi dengan ban Pirelli—pemasok ban baru yang akan menggantikan Michelin di musim 2027.

Pabrikan Mulai Bergerak di Balik Layar

Beberapa pabrikan dilaporkan telah memulai pengujian privat prototipe 2027 dengan pembalap penguji mereka:

  • KTM, Honda, dan Yamaha: Sudah melakukan pengujian awal di Jerez, Sepang, dan Iwata pada akhir 2025.

  • Ducati dan Aprilia: Dijadwalkan melakukan uji coba privat 850cc dengan Nicolò Bulega dan Lorenzo Savadori di Jerez pada 11-12 Mei mendatang.

Jadwal Lengkap Tes Resmi MotoGP 2026:

Jenis TesTanggalSirkuitSpesifikasi MotorBan
Shakedown29-31 JanSepang1000 ccMichelin
Pramusim3-5 FebSepang1000 ccMichelin
Pramusim21-22 FebBuriram, Thailand1000 ccMichelin
Resmi Musim27 AprilJerez1000 ccMichelin
Resmi Musim18 MeiBarcelona1000 ccMichelin
Resmi Musim22 JuniBrno850 ccPirelli
Resmi Musim21 SeptSpielberg850 ccPirelli
Pramusim 202723 NovValencia850 ccPirelli

Musim transisi ini diprediksi akan menjadi salah satu tahun tersibuk bagi tim penguji dan pembalap utama. Kombinasi antara pengembangan mesin 850cc yang lebih ringkas dan adaptasi terhadap karakteristik ban Pirelli akan menjadi penentu peta kekuatan baru MotoGP di masa depan.

Aprilia Racing Perkenalkan RS-GP 2026: Kembalinya Desain Ikonik "Kepala Singa" dan Ambisi Menantang Dominasi Ducati

Januari 16, 2026

 



MILAN, ITALIA – Aprilia Racing resmi memperkenalkan proyek RS-GP 2026 dalam acara peluncuran megah di kantor SkyTV, Milan, Kamis (15/1/2026). Mengusung desain yang lebih agresif dengan kembalinya grafis bersejarah "Kepala Singa", pabrikan asal Noale ini menegaskan kesiapannya untuk bersaing di barisan depan dan menantang dominasi Ducati di musim balap mendatang.

Tampilan RS-GP 2026 mengalami perubahan estetika yang signifikan. Jika musim lalu didominasi warna hitam dan merah, musim ini Aprilia menyematkan sentuhan warna ungu di bagian depan serta mengganti huruf "A" pada tulisan Aprilia dengan logo kepala singa yang legendaris.

Transformasi Marco Bezzecchi: Dari Pendukung Menjadi Ujung Tombak Fokus utama musim ini tertuju pada Marco Bezzecchi. Pembalap asal Rimini, Italia ini, membuktikan kualitasnya melalui performa luar biasa di paruh kedua musim lalu. Bezzecchi tercatat sebagai pembalap dengan raihan poin terbanyak di 11 seri terakhir (223 poin), mengungguli nama-nama besar seperti Pedro Acosta dan Marc Márquez.

"Motor ini sangat agresif, mencerminkan karakter tim dan pabrikan kami. Sungguh menyenangkan melihat desain singa yang bersejarah kembali. Kami sangat termotivasi untuk membawa motor ini ke posisi yang seharusnya," ujar Marco Bezzecchi.

Keberhasilan Bezzecchi melesat dari posisi sembilan klasemen hingga mengakhiri musim di podium klasemen umum (posisi ketiga) juga sukses mendongkrak Aprilia ke peringkat kedua klasemen konstruktor, melampaui KTM, Honda, dan Yamaha.

Inovasi Teknis dan Dukungan Jorge Martín Meskipun sorotan tertuju pada Bezzecchi, kehadiran juara dunia 2024, Jorge Martín, tetap menjadi pilar kekuatan tim. Di bawah arahan Direktur Teknis Fabiano Sterlacchini, Aprilia fokus pada pengembangan sasis dan inovasi aerodinamika yang spektakuler untuk mendukung mesin RS-GP25 yang statusnya dibekukan sesuai regulasi.

"Motor ini berfungsi sangat baik saat tes di Valencia. Langkah selanjutnya adalah mengonfirmasi performa tersebut di Malaysia dan Thailand. Desain hitam dengan logo singa membuatnya terlihat jauh lebih impresif," tambah Jorge Martín.

Tiga Pilar Proyek Aprilia 2026 Aprilia menetapkan tiga tujuan utama untuk musim ini:

  1. Pengembangan Aerodinamika: Memaksimalkan inovasi sasis dan komponen aerodinamis baru yang telah diuji sejak November lalu.

  2. Kematangan Bezzecchi: Terus mengasah potensi Bezzecchi yang kini telah bertransformasi dari pembalap pendukung menjadi bintang utama tim.

  3. Konsistensi Konstruktor: Mempertahankan posisi sebagai penantang utama di klasemen konstruktor dan memperkecil jarak dengan pemuncak klasemen.

Dengan kombinasi motor yang agresif, inovasi teknis dari Sterlacchini, serta duet pembalap Martín-Bezzecchi yang kompetitif, Aprilia Racing siap mengaum lebih keras di lintasan MotoGP 2026.

Doakan Korban Tragedi Kanjuruhan, Ribuan Suporter Sepak Bola di Kota Metro Bakar Li

Oktober 05, 2022
Metro – Ribuan suporter dari puluhan komunitas fans football club di Kota Metro melakukan aksi damai membakar 1.000 lilin yang berlangsung di simpang Masjid Taqwa Metro, Rabu (5/10/2022) malam.


Aksi tersebut sebagai bentuk dukacita atas peristiwa kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, pada 1 Oktober 2022 lalu, dengan 131 orang suporter meninggal dunia.


Dari pantauan awak media, aksi dimulai pukul 19.40 WIB bertemakan #Prayforaremania yang mana suporter Kota Metro mengajak seluruh elemen masyarakat, organisasi dan komunitas berpartisipasi langsung di aksi damai 1.000 lilin.

Terlihat, ribuan masyarakat yang merupakan pencinta sepakbola tersebut memenuhi simpang Masjid Taqwa Metro dengan menggunakan pakaian berwarna hitam serta membawa lilin.

Terlihat juga ratusan personel gabungan yang terdiri atas TNI, Polri dan Satpol-PP melakukan pengamanan terhadap aksi doa bersama untuk korban Stadion Kanjuruhan.

Koordinator Lapangan Aksi Damai 1.000 lilin untuk korban kerusuhan Stadion Kanjuruhan, Rizki Hardiansyah menyebut, terdapat seribu peserta yang mengikuti kegiatan tersebut.


“Kita hadir disini dari berbagai komunitas suporter sepakbola, kami melakukan aksi damai yang dikemas dengan menyalakan 1.000 lilin dan doa bersama,” kata Rizki, saat dimintai keterangan.

Rizki juga menjelaskan, terdapat 50 komunitas suporter sepakbola fans football club yang hadir dalam kegiatan itu.

“Ini yang hadir dari aliansi komunitas suporter sepakbola Indonesia yang ada di Kota Metro. Ada sekitar 50 komunitas suporter,” tandasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, proses aksi damai dan doa bersama masih berlangsung. (*)

Gegar Otak, Marc Marquez Absen MotoGP Indonesia

Maret 20, 2022

MotoGP, Mandalika - Pembalap Repsol Honda Team, Marc Marquez, dinyatakan tidak fit untuk balapan pada gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia di Sirkuit Mandalika, Minggu (20/3/2022).




Barisan penggemar yang sudah menantikan aksi The Baby Alien melibas trek Pertamina Mandalika Circuit terpaksa gigit jari. Sebab, sang rider tak mendapat izin dari dokter lantaran kondisi fisiknya.

Marquez mengalami highside pada kecepatan tinggi di Tikungan 7 saat menjalani sesi Warm Up Practice (WUP), pagi hari jelang perlombaan. Kecelakaan begitu mengerikan karena membuat RC213V hancur.

Bahkan, pengoleksi enam gelar juara dunia MotoGP itu sampai terpelanting ke udara. Meski dapat bangun dan berjalan kaki, #93 langsung dibawa oleh Honda ke Medical Centre guna pemeriksaan.

Namun, demi menghindari risiko cedera lebih buruk, Honda memutuskan untuk membawa Marquez ke Rumah Sakit Mataram. Spaniard dievakuasi dengan menggunakan helikopter medis.

Kurang dari satu jam sebelum balapan perdana MotoGP Indonesia di Sirkuit Mandalika, Race Direction merilis pernyataan resmi perihal absennya Marquez.

“#93 Marc Marquez dinyatakan tidak fit untuk GP Indonesia karena gegar otak yang diderita saat warm-up,” bunyi statement.

Adapun, jumlap lap perlombaan MotoGP Indonesia dipangkas menjadi 20 lap. Hal ini diputuskan oleh Federasi Balap Motor Internasional (FIM) karena kondisi trek.

Sebelumnya, balapan kelas Moto2 juga dikurangi hingga jadi 16 lap. Sedangkan kategori Moto3 berlangsung penuh sebanyak 23 lap.

“Kami telah memutuskan untuk mengurangi jarak balapan untuk menjaga kondisi trek karena aspal,” ucap FIM Safety Officer, Franco Uncini.

Para Pembalap Top MotoGP Tak Berhenti Puji Mandalika

Februari 09, 2022

MotoGP - Sejumlah pembalap top MotoGP memanfaatkan waktu beberapa hari sebelum tes pramusim kedua dengan menikmati keindahan alam, suasana hotel, dan trek di Mandalika, Lombok, Indonesia.



Seperti sudah diberitakan sebelumnya, sebagian besar pembalap dan tim MotoGP sudah mendarat di Bandar Udara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) Lombok, Nusa Tenggara Barat, pada Senin (7/2/2022) sore waktu setempat.

Mereka harus datang sekira empat hari lebih cepat dari jadwal tes tes pramusim MotoGP 2022 kedua di Pertamina Mandalika International Street Circuit, 11-13 Februari nanti, karena wajib mengikuti protokol Covid-19 berupa karantina dan sebagainya.

Pun begitu, terlihat sejumlah pembalap keluar dari hotel untuk menikmati keindahan alam baik di sekitar hotel maupun sirkuit. Pembalap senior Aleix Espargaro (Aprilia Racing) bahkan langsung bersepeda menyusuri area sekitar hotel dan menjajal trek di Mandalika dengan sepeda balapnya.

Jeda yang dirasa cukup panjang ini dimanfaatkan benar oleh para pembalap untuk refreshing, meskipun beberapa di antaranya terlihat tetap serius melakukan persiapan.



Juara dunia MotoGP Fabio Quartararo (Monster Energy Yamaha MotoGP), misalnya. Dalam insta story di akun Instagram @fabioquartararo20 itu terlihat menikmati pantai di Segar Point, Kuta, Lombok.

Pembalap asal Prancis itu terlihat ditemani sahabatnya, Thomas Maubant dan kekasihnya, Mathilde Poncharal. Dalam foto unggahan mereka bertiga itu tertulis: Love this country.

Hal serupa dilakukan juara dunia balap motor delapan kali (125cc 2010, Moto2 2012, MotoGP 2013, 2014, 2016, 2017, 2018, 2019) Marc Marquez. Pembalap asal Spanyol dari Tim Repsol Honda tersebut mengunggah foto di atas sebuah bukit sekitar Sirkuit Mandalika.

“In love with this place #indonesia,” demikian caption yang ditulis pemenang 59 Grand Prix, 99 podium, 62 pole, dan 59 fastest lap dalam 142 start kelas MotoGP sejak 2013 itu dalam akun @marcmarquez93.

Dalam insta story Marquez tersebut juga terlihat sempat berlatih sit-up ringan dan kemudian berjoget dan diabadikan oleh Jose Luis Martinez (@jl20martinez), salah satu pelatihnya.

Lain lagi yang dilakukan Joan Mir (Suzuki Ecstar). Juara dunia MotoGP 2020 itu terlihat bersantai di kolam renang hotel bersama sejumlah sahabat dan kru tim.

“Disfrutando del descando en Indonesia (Menikmati masa istirahat di Indonesia). The wait is getting long!!!” ucap Mir dalam akun @joanmir36official.


Jika Quartararo, Marc Marquez, dan Mir terlihat masih menikmati jeda waktu sebelum tes pramusim kegiatan yang dilakukan Francesco “Pecco” Bagnaia (Ducati Lenovo) agak sedikit berbeda.

Dengan mengenakan T-shirt, celana pendek, dan sepatu joging, runner-up MotoGP 2021 tersebut mengelilingi trek Sirkuit Mandalika dengan berjalan kaki.

“First lap to discover a new track in the Indonesia heat. It looks great (Lap pertama untuk mengenal trek baru di tengah panasnya Indonesia. Sepertinya ini luar biasa),” demikian unggahan Bagnaia dalam akun @pecco63.

Rider Suzuki, Alex Rins, mengekspresikan sanjungan pada Sirkuit Mandalika lewat foto. Ia menulis, "Terkonfirmasi: Sirkuit Mandalika sangat keren! Tak sabar berkendara di sini."

Marc Marquez Beberkan Penyebab Sulitnya Lewati Francesco Bagnaia

September 12, 2021

MotoGP, UNDERCOVER - Marc Marquez harus puas finish di P2 MotoGP Aragon, Minggu (12/9/2021), sesudah bertarung seru dengan Francesco "Pecco" Bagnaia.



Marc Marquez Paparkan Pemicu Susahnya Lewati Francesco Bagnaia

Hasil balapan ke-13 Kejuaraan Dunia MotoGP 2021 itu jadi podium ke-2 untuk rider Team Repsol Honda itu sesudah kemenangan di Sachsenring, Jerman, 20 Juni lalu (seri kedelapan).

Tetapi, usaha Marquez merampas finish podium ke-2 nya pada musim 2021 ini pantas dapat acungan jempol. Start dari grid ke-4, Marquez langsung sanggup melekat Bagnaia (Ducati Lenovo) yang mengawali balapan dari pole.

Kemudian, nyaris sejauh 23 lap lomba, cuman mereka berdua yang berkompetisi di muka. Rekanan segrup Bagnaia, Jack Miller, sempat mengikuti di P3. Tapi sesudah membuat kekeliruan sampai melebar, posisi Miller merosot ke P5 saat finish.

Rangking ke-3 dihuni juara dunia Joan Mir (Suzuki Ecstar) yang ketinggalan nyaris 4 detik dari Bagnaia.

Untuk Bagnaia sendiri, podium khusus MotoGP Aragon jadi kemenangan pertama kalinya sepanjang turun di MotoGP semenjak 2019. Tetapi, jika menyaksikan bagaimana kegigihan dan ketenangan rider Italia itu bertanding menantang Marquez, kemenangan itu patut diambilnya.

Di tiga lap paling akhir, Marquez memandang itu peluang finalnya untuk geser Bagnaia di P1. Dia terdaftar 7x sanggup melalui Bagnaia tetapi juara dunia Moto2 2018 itu selalu sukses ambil kembali P1.

"Saya telah usaha semaksimal mungkin memberinya yang terbaik," kata Marquez sesudah balapan. "Bila terlampau memaksakan, saya cemas jatuh dan orang akan memberi komentar kembali. Saya pikir, pemirsa benar-benar nikmati tanding kami."

Sebagai rider, juara dunia motor balap 8x itu - enam salah satunya di MotoGP (2013, 2014, 2016, 2017, 2018, 2019) - terang benar-benar ingin menang.

"Tetapi saya sudah mengetahui itu akan susah. Menantang beberapa rider Ducati sangat susah karena mereka selalu mengerem benar-benar dekat sama tikungan (late braking). Tapi yang khusus, Pecco membalap prima. Itu yang susah dilaksanakan," kata Marquez.

Kurang 13.500 fans di Aragon melihat langsung bagaimana Marquez seringkali ambil posisi Bagnaia tapi tidak sanggup bertahan. "Peluang paling akhir saya berada di Tikungan 12," sebut jawara kelas 125cc 2010 dan Moto2 2012 itu.

"Saya 2x coba melaluinya di Tikungan 15. Tapi, Pecco bertahan sangatlah baik. Tenaga besar Ducati membuat Desmosedici GP21 bisa lebih cepat plus akselerasi lebih bagus dibanding kami.

"Saya tidak berasa nyaman di T12 tapi harus tetap coba. Lantas, saya masuk gravel. Waktu itu, saya berpikiran harus sanggup menuntaskan balapan. Saya suka sanggup finish ke-2 . Tentu saja karena perasaan dan pendekatan saya pada satu permasalahan."

Lebih jauh Marc Marquez menambah, tiap orang di teamnya telah usaha keras menolongnya supaya bisa berlomba-lomba seperti saat menantang Bagnaia.

"Itu benar-benar susah. Baru saja ini saya 2x jatuh. Saya kecelakaan sampai 3x di Silverstone dan dua di Aragon. Saya kerap terganjal selama musim. Tetapi, saya terus coba. Demikianlah langkah saya dibuat sampai seperti saat ini," ucapnya.

Dengan finish di podium ke-2 di Aragon, Marc Marquez sanggup melalui Alex Rins (Suzuki Ecstar) dan Jorge Martin (Pramac Racing) untuk ada di P10 klassemen dengan 79 point.

Marc Marquez Tak Nyaman Pakai Rem Tangan

Agustus 29, 2021

MotoGP, UNDERCOVER - Rider Repsol Honda, Marc Marquez, akui dianya tidak nyaman memakai tuas tangan untuk menjalankan rem belakang.


Marquez dapat start dari baris ke-2 di Silverstone. Terang, The Baby Alien berkesempatan buat mengusahakan tribun. Rider Spanyol itu pula nampak kuat sejauh pekan akhir, dengan terus ada dalam tiga besar.

Pole position yang diterima Pol Espargaro ikut menambah motivasi Marquez buat cetak hasil terunggul di seri MotoGP Inggris.

Marquez sendiri mempercayai, balapan kesempatan ini jadi kemungkinan terbaik, yang mana harus diintensifkan buat memperlihatkan jika Honda mempunyai kebolehan dulang perolehan optimal.

"Anda dapat memandangnya dari pole position yang diambil oleh Pol, yang memperlihatkan motor kami bekerja secara baik," kata Marquez seperti diberitakan Speedweek.

"Namun yang terutama merupakan balapan. Itu penyebab kami harus merampungkan tugas kami sebelumnya balapan."

Marc Marquez sempat mengenyam kecelakaan bagus saat meluncur pada kecepatan 274 km/jam di Kelokan 2 saat babak FP1. Kecelakaan itu bikin penglihatannya terusik lantaran bungkusukan pasir, membuat harus ke rumah sakit buat bersihkan matanya.

"Di FP2, pada Jumat, mata saya lagi berair dan itu bikin saya kehilangan pandangan. Pada sabtu, kebanyakan baik saja," tangkisnya.

"Pada Sabtu, benarnya di Q2, saya dapat berkendaraan dengan tingkat seperti rata-rata, itu bekerja secara baik."

Di ajang GP Inggris, Honda mengambil metode pengereman motor skuter, yang mana rem belakang dapat dioperasionalkan dengan tuas yang berada pada stang kiri di bawah tuas kopling.

Hal demikian dialamatkan biar rider dapat focus pada kecepatan mereka tiada wajib lakukan pengereman gunakan kaki kanan, ingat ciri-khas Silverstone sangat kencang dan mengucur.

Walau demikian, Marquez ternyata tak nyaman dengan soal itu. Dia menyatakan lebih suka gunakan teknik tradisionil dalam menjalankan rem belakang.


"Saya tak terasa sangatlah nyaman dengan pengereman skuter lantaran tak pakainya," paparnya.

"Saya cuman mau mengenal apa saya dapat membenahi diri dengan tuas rem sesuai itu. Namun, saya gunakan rem standard buat penyisihan lantaran saya terasa lebih aman dan nyaman dengan itu.

"Perasaan gunakan rem skuter sedikit tidak serupa. Juga, saya sedikit cepat menjalankan rem dengan kaki. Itu penyebab saya dapat pakainya pula saat balapan."

Ucapan Selamat Hari Kemerdekaan Indonesia dari Pembalap MotoGP

Agustus 17, 2021

MotoGP, UNDERCOVER - Republik Indonesia memperingati Hari Kemerdekaan ke- 76 tahun pada Selasa( 17/ 8/ 2021). Tidak cuma dari rakyat di seantero negara, Ucapan selamat pula tiba dari MotoGP.




Carmelo Ezpeleta, CEO Dorna Sports, selaku operator MotoGP, bagikan Ucapan selamat Hari Kemerdekaan buat Indonesia

Masalah itu dijelaskannya melalui video yang diangkat oleh Mandalika Grand Prix Association( MGPA) dalam account Instagram mereka.

Tidak sekedar pengucapan selamat, Ezpeleta tidak lebih ingat menyatakan masyarakat di Tanah Air, spesialnya pengagum Kejuaraan Dunia Balap Motor, bila MotoGP bakalan mendatangi Indonesia tahun kedepan.

" Selamat hari kemerdekaan, sampai temu di( MotoGP) Indonesia tahun kedepan, di 2022," ujar Carmelo Ezpeleta.

Tidak sekedar pejabat MotoGP itu, banyak pebalap dari kelas premier juga tak tertinggal mengirimkan pengucapan selamat Hari Kemerdekaan buat semua rakyat Indonesia.

" Halo Indonesia! saya di silakan buat menyampaikan ucapan selamat hari kemerdekaan yang ke- 76 tahun," kata pebalap Red Bull KTM Haly Racing, Miguel Oliveira.

" Selamat hari kemerdekaan. Sampai berjumpa dengan kamu semuanya di 2022," ujar Alex Marquez, pembalap Regu LCR Honda sekaligus adik dari peraup 6 gelar MotoGP, Marc Marquez.

Bentuk paling akhir muncul dalam video publikasi MGPA adalah pebalap dari negeri orang sisi Indonesia, Jack Miller. Pembalap Australia itu mengharapkan bisa cepat bersua pengagum di Tanah Air.

" Hai semuanya, saya pengin menyampaikan ucapan pada kamu, selamat hari kemerdekaan dan mudah- mudahan dapat bersua kamu seua di 2022," kata Miller, yang waktu ini bela Ducati Kubu.

MotoGP benar-benar diskedulkan ingin masukkan Indonesia dalam kalender balap waktu 2022. Circuit Lajur Raya Internasional Mandalika di Nusa Tenggara Barat( NTB), Lombok didapuk bertindak sebagai venue.

Mengambil sumber di data yang diinformasikan MGPA melalui Instagram, proses pengaspalan lintasan udah selesai 100 prosen. Artinya circuit makin siap buat dipakai.

Sebelum saat MotoGP, Circuit Mandalika ingin terlebih dulu jadi tuan-rumah Kejuaraan Dunia Superbike( WSBK) 2021, yang terjadi di 13- 14 November akan datang.

" Rangkumannya yang ditunggu-tunggu- nanti, pengaspalan trek lane selesai 100%! Lintasan dengan 17 belokan sepanjang 4, 310 km rangkumannya terjalin dan menghitam mendekati HUT Ke- 76 Republik Indonesia," tuliskan MGPA dalam infonya.

" Mandalika International Street Sirkuit kreasi putera bangsa, dari Indonesia buat dunia! Welcome to WorldSBK 2021 dan MotoGP 2022! Be ready!!"

Rekornya di MotoGP Gagal di Pecahkan Rosi, Ago Merasa Lega

Agustus 06, 2021

UNDERCOVER - Keputusan Valentino Rossi meninggalkan lintasan menuai berbagai respons. Salah satunya legenda MotoGP, Giacomo Agostini, yang mengaku lega rekornya aman.




Kamis (5/8/2021), pembalap Petronas Yamaha SRT tersebut memutuskan untuk gantung helm akhir musim nanti. Pernyataan tersebut diutarakan dengan tenang dan tanpa emosi berlebihan.

Banyak faktor yang mendorongnya untuk mundur dari MotoGP, salah satunya adalah prestasi yang menurun seiring dengan bertambahnya usia. Bahkan pasokan motor Yamaha YZR-M1 dengan standar terbaru tak bisa mendongkrak prestasinya.

Situasi kompetisi pun sudah berbeda dengan masa lalu, yang membuat Rossi sulit menyaingi para pembalap muda. Harapan untuk menaklukkan titel juara dunia ke-10 pun pupus.

Beragam faktor tersebut membuat banyak orang yang menduga bahwa pria 42 tahun itu akan pensiun. Agostini menyoroti reaksi Rossi yang cenderung datar.

“Saya sudah menyangka (Rossi pensiun), ketika mendengar tentang konferensi pers. Saya tahu dia akan pensiun. Saya tidak melihat dia emosional, sepertinya dia sudah memutuskan beberapa hari lalu dan sudah mengelola emosinya,” ujarnya dikutip dari GPOne.com.

“Karena itu sulit, keputusan ini berat bagi atlet siapa pun. Tergantung pada kekhususan, hari itu akan datang cepat atau lambat, tapi pasti tiba bagi setiap orang.

“Saya yakin kalau dia akan berhenti, semakin waktu berlalu, kian buruk hasilnya. Begitulah bagi para olahragawan, kalau tidak, saya akan balapan sampai umur 80 tahun.”

Mantan pembalap yang akrab disapa Ago itu mengenang momen ketika ia memutuskan mundur dari dunia balap motor pada 1977.

“Seperti yang saya katakan berkali-kali, saya menangis tiga hari karena saya meninggalkan cinta terbesar dalam hidup dan percaya pada saya, tidak ada (kegembiraan) seperti naik podium dengan 60 ribu penggemar bersorak untuk Anda.

“Kebahagiaan, sukses, adrenalin tidak sebanding dengan hal lain. Jika sekarang mereka mengatakan setelah periode enam bulan terakhir Sergio Matarella, mereka memilih saya sebagai Presiden Republik Italia, pasti saya senang, tapi seperti ketika saya masih jadi pembalap,” tuturnya.

Ketika menatap rekornya 15 kali juara dunia dan 122 kemenangan tak bisa dipatahkan Rossi, Agostini gembira.

“Saya mengaku senang bahwa Valentino berhenti tanpa pernah mematahkan rekor saya. Saya yakin dia manusia. Meski tanpa pernah mengalahkan pencapaian saya, tapi dia tetap seorang juara sejati,” katanya dilansir La Gazzetta dello Sport.

“Tapi, cepat atau lambat, akan ada seseorang yang mencapai rekor ini. Prestasi dibuat untuk ditaklukkan tapi saya tidak keberatan menjaganya untuk beberapa waktu.

“Masih ada Marc Marquez yang bisa menjangkau (rekor) saya), dia masih muda dan bisa saja melakukan itu.”

Dalam 26 musim berkiprah di ajang balap motor, Rossi menaklukkan 1 gelar juara dari kelas 125cc, 1 250cc, 1 500cc dan 6 kali ketika level premier ganti nama jadi MotoGP. Ia memenangi 115 lomba dari 423 start.

Sementara, Agostini masih bercokol di puncak dengan 15 juara dunia, diikuti Angel Nieto dengan 13 titel. Rossi berdiri sejajar dengan Mike Hailwood.

Rins: Sejak Naik ke MotoGP, Zarco Kerap Ciptakan Kontroversi

Juni 27, 2021

MotoGP, UNDERCOVER - Alex Rins kesal terhadap Johann Zarco yang menggagalkan upayanya naik podium MotoGP Belanda, di Sirkuit Assen, Minggu (27/6/2021).




Pembalap Suzuki tersebut start di posisi ketujuh dan semestinya dengan pace yang ditunjukkan, ia bisa naik ke peringkat ketiga. Pada akhirnya, Rins jadi korban manuver agresif Zarco yang membuatnya terdorong ke gravel pada lap kedua.

Ia pun kehilangan waktu untuk kembali ke aspal. Alhasil, Rins harus puas finis di posisi ke-11, alih-alih lima besar. Selepas balapan, pembalap asal Barcelona itu meluapkan kekecewaan atas hasil buruk itu.

“Saya kecewa, sekali lagi kami punya ritme hingga Zarco membuat saya keluar dari lintasan. Lalu saya berkendara sendirian dan ritme yang dibutuhkan untuk mencapai target yang kami patok kemarin, finis ketiga atau lima besar, masih ada.

“Sungguh memalukan, Jika kita tonton lagi aksinya dari kamera helikopter, Anda bisa melihat jika dia tidak bersandar pada saya, berdampak pada saya, Zarco akan berakhir di tribune,” ujar Rins.

Rins menjelaskan kepada Motorsport.com tentang kronologi insiden yang membuatnya kehilangan 21,37 detik tersebut.

“Pergerakannya adalah ketika saya mengerem di tempat yang tepat berada di belakang Maverick Vinales, sebuah motor menghantam saya. Lengan saya tersangkut di sayap motor Zarco dan saya hanya bisa mengangkat motor. Jika saya terus berbaring, saya akan berakhir di tanah.

“Kami tidak melihat seberapa banyak kami kehilangan waktu karena keluar dari trek, tapi ritme sebelumnya di sana, bukan untuk menang, melainkan finis ketiga, keempat atau kelima,” ia menandaskan.


Pembalap 25 tahun itu tak bisa menahan lagi komentar negatifnya kepada Zarco, yang banyak terlibat dalam kecelakaan.

“Zarco, sejak naik ke MotoGP pada 2017, telah menciptakan kontroversi dengan overtaking dan agresivitas. Saya tidak tahu apakah itu kebetulan,” katanya.

“Pergerakan yang dilakukan dengan saya tidak masuk akal untuk melakukannya di lap kedua. Dia sedang bersaing dalam kejuaraan dunia. Tidak bisa dimengerti apa yang dilakukannya.”

Musim ini, ia mengalami empat kali terjatuh dan terpaksa absen di Sirkuit Barcelona karena cedera. Atas beragam kesulitan itu, wajar kalau Rins sangat marah ketika peluangnya dihancurkan. Ia pun bertekad untuk tampil lebih baik usai jeda musim panas.

“Bukan paruh musim pertama yang bagus meski punya kecepatan. Kami tidak berhasil mencapai target, tapi kami akan kembali lebih kuat setelah libur,” tuturnya.

“Saya ingin menyelesaikan itu di paruh kedua. Pada Minggu, kami tidak bisa menyelesaikan target, tapi saya gembira dengan motor ini. Dengan perubahan set-up, saya rasa bagian depan lebih baik dan saya lihat apakah itu akan dekat atau tidak.

“Saya merasa lebih nyaman dan saya harap dapat menunjukkannya di trek. Terlepas dari segala yang terjadi ketika saya melompat ke trek, saya selalu mencoba melakukan pekerjaan sebaik mungkin. Saya punya pace bagus tapi tidak mampu melakukannya dalam balapan. Sabtu kami kencang, kami telah meningkat dalam hal itu.”

Para pembalap ingin kembali ke lintasan segera untuk memperbaiki hasil setelah gagal. Namun, ada jeda lima pekan ke depan.

“Memang bagus kalau bisa kembali ke trek secepatnya, tapi mungkin juga mengambil jeda, memulihkan tangan dengan baik dan memberi Suzuki waktu sehingga bisa memberi kami holeshot (belakang) untuk lomba di Austria,” pungkasnya.

Alex Marquez: Marc Tidak Sama seperti Dulu

Juni 22, 2021

MotoGP, UNDERCOVERPembalap LCR Honda, Alex Marquez, membeberkan kondisi terkini kakak kandungnya, Marc Marquez, setelah memenangi MotoGP Jerman di Sachsenring.




Alex Marquez gagal menyelesaikan balapan di Sirkuit Sachsenring karena mengalami insiden dengan pembalap Tech3 KTM, Danilo Petricci, di lap-lap awal.

Meski tak bisa finis, pembalap 25 tahun itu masih bisa menyaksikan Marquez meraih kemenangan ke-11 secara beruntun di Sachsenring.

Padahal, sejak latihan bebas hingga kualifikasi, Marquez terlihat masih kesulitan untuk memacu RC213V miliknya. Kondisi fisik yang belum pulih sepenuhnya juga membuat peraih enam gelar MotoGP itu tak pasang target tinggi.

Namun, Marc Marquez menegaskan dirinya harus mengambil risiko besar untuk memaksimalkan peluang emas. Ia mengatakan tak tahu kapan lagi bisa mendapatkan kesempatan besar seperti di Sachsenring.

“Marc tidak sama seperti dahulu,” kata Alex tentang kondisi sang kakak yang juara dunia delapan kali (125cc 2010, Moto2 2012, dan MotoGP 2013, 2014, 2016, 2017, 2018, 2019) seperti dilansir Speedweek.

“Tapi, dia terus bekerja keras setiap hari untuk meningkatkan kondisi fisiknya, dan dia pantas mendapatkan kemenangan setelah serangkaian operasi.

“Dia berada di rumah untuk waktu yang lama. Saya telah melihatnya menderita tanpa ada peningkatan pada lengannya. Sepanjang tahun lalu, dia benar-benar ada di momen sulit saat hanya berada di rumah. Cederanya tak menunjukkan tanda-tanda membaik.”

Marc Marquez membutuhkan tiga kali operasi untuk memulihkan kondisi lengan kanannya. Infeksi yang terjadi setelah operasi kedua membuat proses pemulihannya berjalan sangat lambat.

Untuk itu, operasi ketiga dilakukan untuk melakukan pencangkokan tulang dan Marquez juga harus menjalani terapi antibiotik.


“Saya tahu betapa sulitnya dia menjalani ini. Ada banyak hal yang terjadi di sana. Ini sebuah cerita yang menarik,” ujarnya.

“Mungkin suatu hari nanti dia akan menuliskan buku dan menjelaskan apa yang terjadi segalanya di sana. Tapi bisa saya pastikan, ada begitu banyak hal yang terjadi.”

Alex Marquez juga mengatakan bahwa sebelum GP Jerman, Marc Marquez tak yakin bisa meraih kemenangan. Ia menjelaskan saat itu kakaknya ragu bisa memiliki balapan yang bagus karena kondisi fisiknya yang belum sempurna.

“Di Montmelo, Marc masih memiliki semua masalah ini. Jadi, sebelum GP Jerman, segalanya masih sangat terbuka,” ucapnya.

“Setelah kualifikasi di Sachsenring, saya tak meragukan peluangnya untuk meraih kemenangan. Tapi Marc masih mengatakan tidak mungkin.

“Namun, saya yakin 100 persen dia akan mencoba untuk meraih kemenangan. Kecepatannya benar-benar membuat saya terkesan.”

Marc Is Back And Still The King Of Ring

Juni 20, 2021

MotoGP, UNDERCOVER - Hasil MotoGP Jerman: Marc Marquez Masih Tak Terkalahkan di Sachsenring. Comeback heroik diperlihatkan Marc Marquez pada MotoGP Jerman, Minggu (20/6/2021). Pembalap Honda itu melanjutkan rekor kemenangan di Sachsenring menjadi 11 kali secara beruntun.




Start dari grid ketiga, Aleix Espargaro merebut posisi terdepan, diikuti Marc Marquez dan Johann Zarco. Sedangkan pembalap Yamaha, Fabio Quartararo, menempati urutan keempat.

Di tikungan terakhir jelang Lap 2, Marquez menaklukkan Espargaro untuk posisi pertama. Sempat dibalas oleh sang kompatriot di tikungan yang sama, tetapi rider Honda itu berhasil kembali nomor satu.

Lap 4, Marquez mulai membangun keunggulan dari rival-rivalnya. Sedangkan posisi lima besar terjadi pergantian. Dimulai dari Miguel Oliveira yang melewati Quartararo untuk urutan kelima.

Masuk ke Lap 10, Marquez kini unggul 1,5 detik. Saat bersamaan, Espargaro kehilangan dua posisi sekaligus, usai disalip Jack Miller dan Oliveira. Sementara urutan keenam diduduki Quartararo.

Oliveira kemudian muncul sebagai lawan terdekat, ketika rider KTM itu merebut posisi kedua dari Miller pada Lap 11. Pun begitu, Marquez tengah unggul cukup jauh, yakni 1,8 detik.

Lap demi lap berlalu, Marquez berupaya keras menjaga keunggulannya. Tetapi pada pertengahan balapan, selisih yang jauh itu perlahan namun pasti dipangkas oleh Oliveira.

Terlihat jelas bagaimana tekanan dilancarkan Oliveira kepada Marquez. Akan tetapi, alih-alih mengendur, Marquez justru makin kencang memacu tunggangannya.

Setelah sempat berjarak 0,955 detik pada empat lap tersisa, Marquez menancapkan gigi untuk menjauh dari kejaraan Oliveira menjadi 1,6 detik satu lap berikutnya.

Sadar tak bisa mengimbangi Marquez, Oliveira akhirnya memilih menyerah demi mengamankan podium kedua. Marquez pun melenggang mulus meraih kemenangan, yang pertama sejak Valencia 2019.


Podium tertinggi di Sachsenring sekaligus memperpanjang rekor Marquez di Sachsenring, yang tidak terkalahkan sejak 2010.

Finis ketiga direbut Quartararo. Sempat tercecer di pertengahan balapan, El Diablo berhasil memperbaiki posisinya, diikuti Brad Binder yang menempati posisi keempat, unggul atas Francesco Bagnaia.

MotoGP berikutnya akan digelar di Sirkuit Assen dalam balapan bertajuk Grand Prix Belanda pada 27 Juni akhir pekan depan.

Oliveira Pahami yang Bikin Marquez Spesial di Sachsenring

Juni 19, 2021

MotoGP, UNDERCOVER - Miguel Oliveira sukses mencatatkan catatan waktu lap terbaik pada hari pertama latihan bebas (FP) MotoGP Jerman di Sirkuit Sachsenring, trek favorit Marc Marquez.





Pembalap Repsol Honda, Marc Marquez, tidak terkalahkan baik dalam sesi kualifikasi dan lomba di Sachsenring sejak 2010, ketika ia belum menyandang status juara dunia dan masih berada di kelas 125cc.

Di lain waktu, tidak ada yang dapat membantah dominasi Marquez di sana. Tetapi, setelah satu dekade penuh kemenangan, kondisinya untuk Grand Prix (GP) Jerman 2021 menimbulkan keraguan.

Pemilik nomor motor #93 tersebut datang setelah absen panjang pada musim 2020 karena cedera, yang memaksanya menepi dari lintasan, selama sembilan bulan dan selalu gagal finis dalam tiga race terakhir.

Tetapi pada FP1 MotoGP Jerman, Jumat (18/6/2021), The Baby Alien tampil sangat kuat. Marquez bahkan mampu menetapkan waktu lap tercepat. Ia memimpin sesi pertama dan bagian akhir FP2, namun disusul 11 rider lain.

Namun mereka, tidak seperti Marquez, memasang ban baru untuk melakukan time attack. Akhirnya Miguel Oliveira, runner-up GP Italia dan pemenang GP Catalunya, menjadi yang tercepat dalam GP Jerman di Sachsenring.

Meski begitu pembalap Portugal tersebut melihat sinyal bahwa Marquez layak difavoritakan jadi pemenang akhir pekan nanti. "Bagi saya, sejak awal, Marc adalah favorit untuk menang pada hari Minggu," ujar Oliveira.

"Kami mencoba memahami apa yang membuatnya berbeda dibandingkan yang lain di trek ini, sebab dia sangat sukses. Saya pikir beberapa pembalap memiliki peluang bagus, Marc salah satunya. Saya akan coba ikut bersaing."


Terkait hasil FP hari pertama MotoGP Jerman, Oliveira mengaku puas. Ia merasa telah mendapat ritme bagus memacu motor RC16 untuk melibas Sirkuit Sachsenring.

Hasil Kualifikasi MotoGP Jerman: Zarco Sabet Pole, Vinales Start P21

Juni 19, 2021

MotoGP, UNDERCOVER - Johann Zarco membuat kejutan dengan keberhasilan merebut pole position pada kualifikasi MotoGP Jerman. Sedangkan hasil buruk ditorehkan Maverick Vinales.






Kualifikasi pertama (Q1) sempat mengalami penundaan lantaran masalah teknis. Usai menunggu selama 10 menit, sesi kemudian dilanjutkan lagi.

Tiga insiden kecelakaan mewarnai jalannya Q1. Lorenzo Savadori, Iker Lecuona serta Franco Morbidelli mengalami kecelakaan di tiga tikungan yang berbeda.

Terjadi pula insiden antara Danilo Petrucci dan Enea Bastianini. Sampai-sampai membuat Petrux mengacungkan jari tengah kepada sang rookie.

Namun, bencana sebenarnya terjadi pada Maverick Vinales. Di tengah upaya memperbaiki catatan waktu, Yellow Flag dikibarkan. Top Gun pun tak dapat berbuat apa-apa, selain harus menerima hasil start P21.

Kendati demikian, Vinales tidak sendirian. Juara dunia bertahan, Joan Mir, turut memetik raihan mengecewakan. Pembalap Suzuki itu hanya mampu posisi ke-17, sembari rekan setim Alex Rins dan Pol Espargaro melaju ke Q2.

Q2 dibuka dengan Aleix Espargaro yang memuncaki posisi pertama, sebelum kemudian digusur oleh Marc Marquez lewat torehan 1 menit 20,567 detik.

Fabio Quartararo lalu merebut posisi puncak. Jelang akhir sesi, El Diablo mempertajam waktunya dari 1 menit 20,437 detik menjadi 1 menit 20,247 detik.

Akan tetapi, kejutan justru datang dari Zarco. Pembalap Pramac Racing itu mematahkan catatan yang dicetak kompatriotnya, Quartararo.

Zarco merebut pole position dengan lap time tercepat 1 menit 20,236 detik. Start terdepan ini merupakan yang pertama baginya sejak kali terakhir di Brno 2020.


Meski kemudian sempat terjatuh di Tikungan 4, tetapi para rival tidak bisa menyamai pencapaiannya Zarco. Quartararo sendiri harus puas grid kedua, di depan Espargaro.

Jack Miller juga gagal merebut pole. Percobaannya pada detik-detik akhir hanya mengantarkannya ke urutan keempat, mengungguli Marquez.

MotoGP Jerman akan digelar Minggu (20/6/2021) besok, pukul 7 malam WIB.

Zarco Makin Pede Usai Raih Podium Keempat Musim Ini

Juni 06, 2021

MotoGP, UNDERCOVER - Johann Zarco memang tidak keluar sebagai pemenang MotoGP Catalunya, namun ada banyak alasan yang membuatnya sangat puas meraih posisi runner-up di Montemelo, Minggu (6/6/2021).


Pembalap Pramac Racing-Ducati, Johann Zarco, tampil solid selama Grand Prix (GP) Catalunya, putaran ketujuh MotoGP musim ini. Start dari grid ketiga, ia berhasil finis kedua.

Itu adalah alasan pertama Zarco senang. Ia juga senang sebab telah mengamankan empat podium sejauh ini. Selain di Montemelo, sang rider meraih P2 di Losail (dua kali) dan Le Mans.

Dan yang terpenting Zarco berhasil mendekati pemuncak klasemen sementara, Fabio Quartararo. Ia berada tepat di belakang pembalap Monster Energy Yamaha itu, dengan jarak 14 poin.

"Balapan (GP Catalunya) ini lebih baik dari yang saya harapkan. Jadi finis kedua memuaskan. Saya dapat melihat bahwa itu adalah hasil maksimal yang dapat diraih di sini," kata Zarco.

"Saya sempat kehilangan posisi, membuat saya harus lebih agresif. Saya juga bertarung cukup lama dengan Jack (Miller). Mungkin itu membuat opsi saya terbatas di lap-lap akhir."

Sekarang, Zarco bakal mengalihkan fokusnya ke Sachsenring (Jerman) dan Assen (Belanda), dua trek yang menurutnya bukan tipikal untuk karakter motor seperti Ducati Desmosedici.

Kendati demikian, rider Prancis tersebut merasa kian nyaman dengan mesin Desmosedici. Zarco menilai Ducati memiliki peluang yang sama untuk meraih podium hampir di semua sirkuit.

"Kami baru saja melewati dua trek (Mugello dan Montemelo) yang di atas kertas menguntungkan Ducati. Hasil kami bagus, namun KTM sudah bangkit dan Fabio makin kuat," Zarco menuturkan.

"Ducati sangat homogen dan saat saya sudah makin nyaman dan menyatu dengan kendaraan, serta memberi yang terbaik, maka kini selalu ada peluang untuk bersaing meraih podium."

Main-main dengan Binder, Marquez Jatuh di lap ke2

Mei 30, 2021

MotoGP, UNDERCOVER - Pembalap Repsol Honda, Marc Marquez, bertanggung jawab atas insiden yang membuatnya jatuh di lap awal MotoGP Italia, Minggu (30/5/2021). Kegagalan ini memotivasinya untuk tampil di Montmelo.





Marquez mengambil risiko tanpa perhitungan matang sehingga tak bisa melaju di lap kedua. Ia mencoba menyerang pembalap KTM, Brad Binder, melakukan kontak kecil yang membuat rider Spanyol itu jatuh di tengah lintasan.

Franco Morbidelli yang muncul di belakangnya terpaksa memutar lewat area gravel agar tidak menabrak Marquez. Tentu saja, ini merugikan pembalap Petronas Yamaha SRT. Adegan itu tampak mencekam apalagi setelah insiden yang menewaskan pilot Moto3, Jason Dupasquier.


“Saya bermain-main dengan Brad Binder. Jika ada seseorang yang mesti disalahkan, itu adalah saya,” tuturnya.

“Dia datang dari belakang, saya mencoba menyalipnya di Tikungan 2, kami berada di chicane di mana beberapa pembalap jatuh dengan cara sama (akhir pekan ini). Itu tertutup dari depan dan beruntung, saya hanya jatuh.

“Saya merasa seperti pemanasan, itu lap pertama. Untuk pertama kalinya, saya melihat dalam posisi lebih baik untuk menyerang daripada mempertahankan diri. Kami mengambil langkah kecil akhir pekan ini.”


Marquez berusaha melihat semua yang dialami dari sisi positif. Crash membuatnya masuk paddock lebih cepat. Ini artinya dia bisa menghemat tenaga untuk balapan selanjutnya, MotoGP Catalunya.

“Saya memahami beberapa hal dan beruntung, pekan depan kami akan balapan lagi. Saya lebih segar karena tidak menyelesaikan lomba. Kami harus lanjut bekerja di box dengan tim,” katanya.

Pembalap 28 tahun itu menghadapi isu diminta absen untuk melanjutkan pemulihan lengan kanan. Tapi ia ingin tetap ada di lintasan pekan depan. Jadi hari libur akan dimanfaatkan untuk mengambil langkah maju meski secara perlahan.

“Pastinya saya akan hadir di Barcelona, terutama tidak balapan hari ini. Itu jatuh yang sangat santai tapi saya bertahan di tengah trek dan bukan hari terbaik untuk memiliki perasaan itu,” ucapnya merujuk kecelakaan rider Moto3, Jason Dupasquier.

“Di Montmello, kami akan bisa berkompetisi lagi. Sulit bagi saya bicara karena ketika saya ingat saat jatuh, saya ingat Dupasquier. Itu hari yang menyedihkan bagi semua di Kejuaraan Dunia, hari ini tidak buruk bagi saya, tapi bagi dunia motor itu seperti bencana.”

Marquez terbata-bata ketika mengungkapkan duka cita untuk mendiang pembalap 19 tahun itu. Sensasi serupa dirasakan para pembalap usai menit tenang.

Juara dunia MotoGP enam kali tersebut mengungkapkan bahwa kecelakaan merupakan risiko balapan.

“Ini bagian risiko dari kami melaju di trek. Seringkali kami ingin melupakan itu, kami tak mau melihat itu, tapi ketika hal-hal seperti ini terjadi, beruntung semakin sedikit, Anda menyadari apa yang Anda pertaruhkan setiap kali balapan,” katanya.

“Kenapa tidak banyak orang di dunia yang mampu melaju dengan kecepatan itu, ada risiko. Mereka pukulan besar yang membuat Anda memikirkan banyak hal dan satu-satunya yang harus dilakukan adalah memberikan pelukan kepada keluarga Dupasquier, rekan-rekan dan timnya.”

Target Utama Bagnaia di Mugello Bukan Kemenangan

Mei 28, 2021

MotoGP, UNDERCOVER - Bagi Francesco "Pecco" Bagnaia, Grand Prix (GP) Italia akhir pekan ini menjadi yang pertama sebagai pembalap tim pabrikan Ducati. Namun, menurutnya ada yang lebih penting untuk diraih di Mugello daripada sekadar kemenangan.




Memang benar bahwa semua balapan di kandang sendiri itu mengasyikkan. Beberapa bahkan lebih menarik dibandingkan yang lain. Di Sirkuit Mugello, tahun ini, Pecco Bagnaia hadir sebagai pembalap Ducati Team dan runner-up klasemen sementara MotoGP.

Rider Italia tersebut cuma tertinggal satu poin di belakang sang pemuncak, Fabio Quartararo dari tim pabrikan Yamaha. Bagnaia belum mampu mencetak kemenangan pertamanya di kelas utama sejak promosi dari Moto2 pada musim 2019.


Kendati begitu, ia tampil impresif tahun ini. Dalam beberapa kesempatan Bagnaia mencatatkan comeback luar biasa, terutama di Portimao dan Le Mans. Penantian untuk menyegel kemenangan perdana tampak tidak terlalu jadi beban.

Bagi Pecco ada hal yang lebih penting baginya, yakni bisa melanjutkan konsistensi performa. Ia ingin tampil bagus sejak awal rangkaian akhir pekan balapan, termasuk dalam GP Italia di Sirkuit Mugello, kandang Ducati, 28-30 Mei ini.

"Tentu akan terasa hebat bisa memenangi balapan MotoGP pertama di Mugello, tetapi itu bukan tujuan saya. Lebih penting untuk tampil konsisten sejak awal akhir pekan," ujar Bagnaia.

"Di Le Mans saya beradaptasi dengan kondisi basah, sedangkan sebelumnya saya kesulitan saat balapan kering. Di sini (Mugello) kami harus memahami bagaimana menjadi kompetitif, seperti di Portimao dan Jerez.

"Saya suka treknya, Ducati beradaptasi dengan baik. Saya juga sangat menantikan akhir pekan dengan percaya diri dan meyakini kami punya peluang bagus," kata rider 24 tahun itu lagi.

Di Mugello, dalam kategori Moto2, Pecco dan Quartararo pernah bersaing dengan sangat ketat. Situasi yang sama dapat terulang. Kali ini dengan taruhan lebih besar, gelar juara MotoGP.

"Motor saya dalam balapan itu luar biasa, tidak terlalu maksimal di trek lurus seperi dalam sektor lainnya. Saya ingat, setiap kali Fabio dan saya bersaing, kami kerap bersenggolan," Bagnaia mengungkapkan.

Yang juga dinantikan dari MotoGP Italia di Mugello adalah rekor baru top speed. Dengan trek lurus lebih dari 1 km, Ducati bisa mematahkan catatan yang kini dipegang rider tim satelit Ducati, Johann Zarco (Pramac Racing).

"Mungkin akan ada peluang memecahkan rekor (top speed) lagi. Saya pikir Johann (Zarco) bisa melakukannya karena dia lebih sempurna daripada pembalap (Ducati) lain termasuk saya dalam hal aerodinamika," ujar Pecco.

Masalah kecepatan tertinggi (top speed) MotoGP saat ini telah memunculkan kecemasan. Rider Repsol Honda Marc Marquez adalah salah satu di antaranya. Tetapi Bagnaia meyakini hal itu pun telah disadari komisi keselamatan.

"Dari sudut pandang keamanan serta keselamatan, mereka (MotoGP) melakukan pekerjaan dengan baik. Di Australia, mulai tahun depan, kami punya desain trek yang berbeda untuk membatasi top speed. Mungkin terjadi juga di sirkuit lain, termasuk Mugello," ucap Pecco.