Tampilkan postingan dengan label MotoGp. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MotoGp. Tampilkan semua postingan

Podium Moto3 Brasil: Aksi Veda Ega Hindari Perayaan Sampanye Viral dan Banjir Respect

Maret 22, 2026

  

BRAZIL – Pembalap muda berbakat Indonesia, Veda Ega Pratama, berhasil mengukir sejarah baru dalam dunia otomotif tanah air. Veda menjadi pembalap Indonesia pertama yang sukses menapakkan kaki di podium Moto3 Brasil setelah finis di posisi ketiga pada balapan yang digelar Minggu (22/3/2026).

Namun, bukan hanya performa impresifnya di lintasan yang menjadi buah bibir. Sikap Veda saat sesi seremoni podium justru mengundang kekaguman luas dari netizen di berbagai belahan dunia, termasuk Malaysia.

Teguh Prinsip di Atas Podium

Sesaat setelah menerima trofi, Veda Ega memilih untuk menghindar dan tidak ikut serta dalam perayaan penyemprotan sampanye yang menjadi tradisi khas di ajang MotoGP. Keputusan tersebut diambil Veda sebagai bentuk ketaatannya terhadap nilai-nilai sebagai seorang Muslim yang menghindari minuman beralkohol.

Aksi "menepi" Veda di atas podium ini pun langsung viral. Ribuan netizen memberikan pujian melalui kolom komentar media sosial, mengapresiasi integritas pemuda asuhan Honda Team Asia tersebut.

"Respect Veda, no champagne as a Muslim, proud from Malaysia," tulis salah satu netizen yang memberikan dukungan lintas negara.

Persaingan Ketat di Klasemen

Keberhasilan meraih posisi ketiga di Brasil membawa dampak signifikan bagi posisi Veda di klasemen sementara Moto3 2026. Saat ini, Veda Ega Pratama duduk manis di peringkat ketiga dengan koleksi 27 poin.

Ia hanya terpaut satu angka dari pembalap Marco Morelli yang berada di peringkat kedua. Konsistensi Veda di lintasan balap Brasil, yang ditutup dengan aksi wheelie saat perayaan, menunjukkan mentalitas juara yang semakin matang.

Harapan Baru Indonesia di Kancah Dunia

Prestasi Veda diharapkan menjadi pemantik semangat bagi talenta-talenta muda Indonesia lainnya. Dengan dukungan teknis yang kuat dan karakter yang kokoh, Veda diprediksi akan terus memberikan kejutan di seri-seri berikutnya.

Publik kini menantikan momen ketika lagu Indonesia Raya berkumandang di posisi tertinggi podium, mengiringi prestasi dan prinsip yang ia pegang teguh.

MotoGP Rilis Jadwal Tes Resmi 2026 yang Unik: Era Baru 850cc dan Pirelli Mulai Unjuk Gigi

Januari 18, 2026

  



BARCELONA, SPANYOL – Menjelang musim balap yang kompetitif, Dorna Sports dan IRTA resmi merilis jadwal tes resmi MotoGP 2026 yang tergolong unik. Tahun ini menjadi masa transisi krusial dari mesin 1000cc menuju regulasi baru 850cc yang akan berlaku penuh pada musim 2027. Berbeda dari dua musim sebelumnya, jumlah tes resmi musim ini ditambah menjadi empat sesi guna memfasilitasi pengembangan prototipe masa depan.

Jerez dan Barcelona: Akhir Era 1000cc

Dua tes resmi pertama di sirkuit Jerez (27 April) dan Barcelona (18 Mei) akan menjadi kesempatan terakhir bagi tim untuk menyempurnakan performa motor 1000cc musim ini menggunakan ban Michelin. Tes di Barcelona (Montmelo) akan menjadi "garis batas" teknis, di mana tim akan mengalihkan fokus sepenuhnya dari pengembangan motor 2026 ke prototipe 2027.

Brno dan Spielberg: Debut Prototipe 850cc & Ban Pirelli

Perubahan besar terjadi pada paruh kedua jadwal tes resmi. Sesi di Brno (22 Juni) dan Spielberg (21 September) akan menjadi panggung bagi para pembalap utama untuk pertama kalinya menguji motor 850cc terbaru yang dilengkapi dengan ban Pirelli—pemasok ban baru yang akan menggantikan Michelin di musim 2027.

Pabrikan Mulai Bergerak di Balik Layar

Beberapa pabrikan dilaporkan telah memulai pengujian privat prototipe 2027 dengan pembalap penguji mereka:

  • KTM, Honda, dan Yamaha: Sudah melakukan pengujian awal di Jerez, Sepang, dan Iwata pada akhir 2025.

  • Ducati dan Aprilia: Dijadwalkan melakukan uji coba privat 850cc dengan Nicolò Bulega dan Lorenzo Savadori di Jerez pada 11-12 Mei mendatang.

Jadwal Lengkap Tes Resmi MotoGP 2026:

Jenis TesTanggalSirkuitSpesifikasi MotorBan
Shakedown29-31 JanSepang1000 ccMichelin
Pramusim3-5 FebSepang1000 ccMichelin
Pramusim21-22 FebBuriram, Thailand1000 ccMichelin
Resmi Musim27 AprilJerez1000 ccMichelin
Resmi Musim18 MeiBarcelona1000 ccMichelin
Resmi Musim22 JuniBrno850 ccPirelli
Resmi Musim21 SeptSpielberg850 ccPirelli
Pramusim 202723 NovValencia850 ccPirelli

Musim transisi ini diprediksi akan menjadi salah satu tahun tersibuk bagi tim penguji dan pembalap utama. Kombinasi antara pengembangan mesin 850cc yang lebih ringkas dan adaptasi terhadap karakteristik ban Pirelli akan menjadi penentu peta kekuatan baru MotoGP di masa depan.

MotoGP Rilis Jadwal Tes Resmi 2026 yang Unik: Era Baru 850cc dan Pirelli Mulai Unjuk Gigi

Januari 18, 2026

 



BARCELONA, SPANYOL – Menjelang musim balap yang kompetitif, Dorna Sports dan IRTA resmi merilis jadwal tes resmi MotoGP 2026 yang tergolong unik. Tahun ini menjadi masa transisi krusial dari mesin 1000cc menuju regulasi baru 850cc yang akan berlaku penuh pada musim 2027. Berbeda dari dua musim sebelumnya, jumlah tes resmi musim ini ditambah menjadi empat sesi guna memfasilitasi pengembangan prototipe masa depan.

Jerez dan Barcelona: Akhir Era 1000cc

Dua tes resmi pertama di sirkuit Jerez (27 April) dan Barcelona (18 Mei) akan menjadi kesempatan terakhir bagi tim untuk menyempurnakan performa motor 1000cc musim ini menggunakan ban Michelin. Tes di Barcelona (Montmelo) akan menjadi "garis batas" teknis, di mana tim akan mengalihkan fokus sepenuhnya dari pengembangan motor 2026 ke prototipe 2027.

Brno dan Spielberg: Debut Prototipe 850cc & Ban Pirelli

Perubahan besar terjadi pada paruh kedua jadwal tes resmi. Sesi di Brno (22 Juni) dan Spielberg (21 September) akan menjadi panggung bagi para pembalap utama untuk pertama kalinya menguji motor 850cc terbaru yang dilengkapi dengan ban Pirelli—pemasok ban baru yang akan menggantikan Michelin di musim 2027.

Pabrikan Mulai Bergerak di Balik Layar

Beberapa pabrikan dilaporkan telah memulai pengujian privat prototipe 2027 dengan pembalap penguji mereka:

  • KTM, Honda, dan Yamaha: Sudah melakukan pengujian awal di Jerez, Sepang, dan Iwata pada akhir 2025.

  • Ducati dan Aprilia: Dijadwalkan melakukan uji coba privat 850cc dengan Nicolò Bulega dan Lorenzo Savadori di Jerez pada 11-12 Mei mendatang.

Jadwal Lengkap Tes Resmi MotoGP 2026:

Jenis TesTanggalSirkuitSpesifikasi MotorBan
Shakedown29-31 JanSepang1000 ccMichelin
Pramusim3-5 FebSepang1000 ccMichelin
Pramusim21-22 FebBuriram, Thailand1000 ccMichelin
Resmi Musim27 AprilJerez1000 ccMichelin
Resmi Musim18 MeiBarcelona1000 ccMichelin
Resmi Musim22 JuniBrno850 ccPirelli
Resmi Musim21 SeptSpielberg850 ccPirelli
Pramusim 202723 NovValencia850 ccPirelli

Musim transisi ini diprediksi akan menjadi salah satu tahun tersibuk bagi tim penguji dan pembalap utama. Kombinasi antara pengembangan mesin 850cc yang lebih ringkas dan adaptasi terhadap karakteristik ban Pirelli akan menjadi penentu peta kekuatan baru MotoGP di masa depan.

Aprilia Racing Perkenalkan RS-GP 2026: Kembalinya Desain Ikonik "Kepala Singa" dan Ambisi Menantang Dominasi Ducati

Januari 16, 2026

 



MILAN, ITALIA – Aprilia Racing resmi memperkenalkan proyek RS-GP 2026 dalam acara peluncuran megah di kantor SkyTV, Milan, Kamis (15/1/2026). Mengusung desain yang lebih agresif dengan kembalinya grafis bersejarah "Kepala Singa", pabrikan asal Noale ini menegaskan kesiapannya untuk bersaing di barisan depan dan menantang dominasi Ducati di musim balap mendatang.

Tampilan RS-GP 2026 mengalami perubahan estetika yang signifikan. Jika musim lalu didominasi warna hitam dan merah, musim ini Aprilia menyematkan sentuhan warna ungu di bagian depan serta mengganti huruf "A" pada tulisan Aprilia dengan logo kepala singa yang legendaris.

Transformasi Marco Bezzecchi: Dari Pendukung Menjadi Ujung Tombak Fokus utama musim ini tertuju pada Marco Bezzecchi. Pembalap asal Rimini, Italia ini, membuktikan kualitasnya melalui performa luar biasa di paruh kedua musim lalu. Bezzecchi tercatat sebagai pembalap dengan raihan poin terbanyak di 11 seri terakhir (223 poin), mengungguli nama-nama besar seperti Pedro Acosta dan Marc Márquez.

"Motor ini sangat agresif, mencerminkan karakter tim dan pabrikan kami. Sungguh menyenangkan melihat desain singa yang bersejarah kembali. Kami sangat termotivasi untuk membawa motor ini ke posisi yang seharusnya," ujar Marco Bezzecchi.

Keberhasilan Bezzecchi melesat dari posisi sembilan klasemen hingga mengakhiri musim di podium klasemen umum (posisi ketiga) juga sukses mendongkrak Aprilia ke peringkat kedua klasemen konstruktor, melampaui KTM, Honda, dan Yamaha.

Inovasi Teknis dan Dukungan Jorge Martín Meskipun sorotan tertuju pada Bezzecchi, kehadiran juara dunia 2024, Jorge Martín, tetap menjadi pilar kekuatan tim. Di bawah arahan Direktur Teknis Fabiano Sterlacchini, Aprilia fokus pada pengembangan sasis dan inovasi aerodinamika yang spektakuler untuk mendukung mesin RS-GP25 yang statusnya dibekukan sesuai regulasi.

"Motor ini berfungsi sangat baik saat tes di Valencia. Langkah selanjutnya adalah mengonfirmasi performa tersebut di Malaysia dan Thailand. Desain hitam dengan logo singa membuatnya terlihat jauh lebih impresif," tambah Jorge Martín.

Tiga Pilar Proyek Aprilia 2026 Aprilia menetapkan tiga tujuan utama untuk musim ini:

  1. Pengembangan Aerodinamika: Memaksimalkan inovasi sasis dan komponen aerodinamis baru yang telah diuji sejak November lalu.

  2. Kematangan Bezzecchi: Terus mengasah potensi Bezzecchi yang kini telah bertransformasi dari pembalap pendukung menjadi bintang utama tim.

  3. Konsistensi Konstruktor: Mempertahankan posisi sebagai penantang utama di klasemen konstruktor dan memperkecil jarak dengan pemuncak klasemen.

Dengan kombinasi motor yang agresif, inovasi teknis dari Sterlacchini, serta duet pembalap Martín-Bezzecchi yang kompetitif, Aprilia Racing siap mengaum lebih keras di lintasan MotoGP 2026.

Marc Márquez Menang, Selangkah Lagi Menuju Gelar di Jepang

September 14, 2025

 



Misano, Italia – 14 September 2025 – Pembalap Ducati Team, Marc Márquez, berhasil bangkit dari insiden di Sprint Race sehari sebelumnya dengan mencetak kemenangan dramatis dalam balapan utama MotoGP San Marino di Sirkuit Marco Simoncelli, Minggu (14/9).

Kemenangan ini adalah yang ke-11 musim ini bagi Márquez, dan diraih dengan susah payah melalui duel ketat melawan Marco Bezzecchi dari Aprilia Racing. Pertarungan psikologis antara dua pembalap papan atas ini berlangsung sepanjang 27 lap, dengan Bezzecchi terus memimpin hingga garis finis, namun tak mampu melepaskan diri dari tekanan Márquez yang akhirnya mengambil alih dan menyegel kemenangan dengan selisih hanya 0,5 detik.

Podium ketiga diraih oleh Alex Márquez, yang turut memperkuat dominasi keluarga Márquez di Misano akhir pekan ini.

Dengan hasil ini, Marc Márquez kini mengoleksi 512 poin, dan hanya membutuhkan selisih 185 poin untuk mengunci gelar juara dunia MotoGP ke-7 miliknya. Saat ini ia unggul 182 poin dari adiknya sendiri, Alex Márquez, dan memiliki kesempatan menyegel gelar di GP Jepang (Motegi) dua pekan mendatang.

Sementara itu, Francesco Bagnaia kembali mengalami kesialan dengan terjatuh pada lap ke-8 saat berada di posisi ketujuh. Ini melanjutkan tren buruknya dalam beberapa seri terakhir, menjauhkan dirinya dari persaingan gelar.

Pembalap lain yang gagal finis adalah Pedro Acosta, yang mengalami kerusakan rantai pada motornya saat berada di posisi keempat. Posisi keempat akhirnya ditempati oleh Franco Morbidelli, disusul oleh Fabio Di Giannantonio (P5) dan Fermín Aldeguer (P6).

MotoGP kini bersiap menuju Twin Ring Motegi, Jepang, di mana Marc Márquez memiliki peluang besar untuk memastikan gelar juara dunia 2025 — sekaligus menyamai catatan legendaris Valentino Rossi dengan tujuh gelar kelas utama.

Suasana Panas di Misano: Haters Soraki Jatuhnya Marc Márquez dalam Sprint MotoGP San Marino

September 14, 2025




Misano, Italia – 14 September 2025 – Suasana panas mewarnai Sprint Race MotoGP San Marino di Sirkuit Marco Simoncelli, Misano, Sabtu (14/9). Salah satu momen yang paling mencuri perhatian adalah jatuhnya Marc Márquez, pembalap andalan Ducati Team, yang justru dirayakan sebagian penonton yang dikenal sebagai loyalis Valentino Rossi.

Kejatuhan Márquez menjadi sorotan karena terjadi di “kandang” Rossi, legenda MotoGP yang telah pensiun namun masih memiliki basis penggemar yang sangat kuat di Italia, khususnya di Misano. Insiden tersebut langsung disambut sorakan dan selebrasi dari tribun yang dipadati fans Rossi, menunjukkan rivalitas historis yang belum juga padam meski sang legenda telah menggantung helm.

Sementara itu, Alex Márquez, adik Marc, keluar sebagai pemenang Sprint Race. Kemenangan ini sekaligus menggagalkan kemungkinan Marc Márquez mengunci gelar juara dunia di Misano — yang bila terjadi, akan menyamai rekor sembilan gelar milik Rossi.

Menanggapi spekulasi bahwa dirinya "sengaja" mengalah kepada Alex agar tidak meraih gelar di Italia, Márquez menepis keras tudingan tersebut.


“Persetan dengan mereka,” ujar Marc Márquez kepada media. “Saya tidak pernah memberikan kemenangan kepada siapa pun. Saya tidak peduli apakah saya menang di Italia, Jepang, atau tempat lain. Setiap balapan adalah pertarungan.”

Marc juga harus merelakan rekor kemenangan sprint beruntunnya terputus, setelah sebelumnya memenangi delapan balapan sprint secara berturut-turut sejak Silverstone, dan total 13 dari 14 sprint sepanjang musim ini.

Insiden ini menegaskan bahwa rivalitas di MotoGP tidak hanya terjadi di lintasan, tetapi juga melibatkan emosi para penggemar — terutama saat nama besar seperti Rossi dan Márquez menjadi bagian dari narasi.

Alex Márquez Jelaskan Kemerosotan Performa Usai Cedera Assen

September 02, 2025




Balaton Park, Hungaria – Alex Márquez mengakui performanya di beberapa seri terakhir MotoGP 2025 menurun akibat cedera dan serangkaian penalti. Pembalap Gresini Racing itu sempat konsisten mendekati saudaranya, Marc, hingga Grand Prix Belanda. Namun sejak insiden di Assen, ia kesulitan menjaga stabilitas hasil.

Cedera jari tangan kiri setelah bersenggolan dengan Pedro Acosta di Assen membuat Alex harus menjalani operasi. Ia mampu kembali tampil di Jerman dengan finis runner-up di balapan utama, tetapi hasilnya merosot di seri-seri berikutnya. Di Brno, ia gagal finis usai insiden dengan Joan Mir, lalu terkena hukuman hingga absen di Austria.

Meski sempat podium sprint di Red Bull Ring, Alex lebih berhati-hati di race utama dan finis kesepuluh. Di Hungaria, situasi makin sulit setelah terkena penalti grid tiga posisi. Ia hanya mampu menempati peringkat kedelapan di sprint dan ke-14 di race, plus tambahan crash.

“Semua berawal dari cedera di Assen. Itu yang membuat saya tidak bisa berkendara seperti sebelumnya karena membatasi gerakan,” kata Alex. “Hungaria juga trek baru yang tidak cocok dengan gaya saya. Jadi, saya harus tetap tenang dan percaya diri menghadapi seri berikutnya di Montmeló.”

Soal persaingan Ducati, Alex mengakui rival-rivalnya semakin kuat. “Mereka berkembang pesat dan mendapat keuntungan di trek dengan cengkeraman tinggi. Paket kami bagus untuk akselerasi dan traksi, tapi di sirkuit tertentu mereka lebih unggul,” ujarnya.

Menatap seri kandang di Montmeló, Alex optimistis bisa kembali ke level terbaiknya. Ia menegaskan bukan kehilangan kepercayaan diri, melainkan perlu menemukan kembali konsistensi seperti saat di Austria.

Marquez Raih Kemenangan Ganda ke-10 di Hungaria, Semakin Dekat Gelar Dunia

Agustus 24, 2025

 

Kemenangan lain untuk Marc Marquez di MotoGP Hungaria, yang membuat pembalap Ducati itu unggul 175 poin. Pedro Acosta menempati posisi kedua dan Marco Bezzecchi melengkapi podium di Balaton Park, Minggu (24/8/2025).

Balaton Park, Hungaria – Marc Marquez tampil dominan di MotoGP Hungaria, Minggu (24/8/2025), dengan meraih kemenangan ganda ke-10 musim ini. Pembalap Ducati itu kini mengoleksi 455 poin dan unggul 175 angka di klasemen sementara, semakin dekat dengan gelar juara dunia.

Balapan berlangsung menegangkan sejak tikungan pertama. Marco Bezzecchi sempat memimpin, namun Marquez perlahan merangsek ke depan. Setelah beberapa kali duel sengit, pembalap #93 berhasil merebut posisi terdepan pada lap ke-12 dan tak terbendung hingga garis finis.

Pedro Acosta menempati posisi kedua setelah menyalip Bezzecchi di lap 16, sementara Jorge Martín finis keempat usai menyalip Franco Morbidelli di lima lap terakhir.

Balapan juga diwarnai banyak insiden, termasuk jatuhnya Alex Marquez dan Fermín Aldeguer, serta masalah teknis bagi Fabio Di Giannantonio. Pecco Bagnaia harus puas finis di luar tujuh besar setelah terkena hukuman long lap penalty.

Dengan hasil ini, Marquez hanya membutuhkan tambahan 10 poin untuk memperlebar jarak menjadi 185 angka di Barcelona. Hal itu membuka peluang baginya untuk mengunci gelar dunia di Misano, Italia, tiga pekan mendatang.


Doakan Korban Tragedi Kanjuruhan, Ribuan Suporter Sepak Bola di Kota Metro Bakar Li

Oktober 05, 2022
Metro – Ribuan suporter dari puluhan komunitas fans football club di Kota Metro melakukan aksi damai membakar 1.000 lilin yang berlangsung di simpang Masjid Taqwa Metro, Rabu (5/10/2022) malam.


Aksi tersebut sebagai bentuk dukacita atas peristiwa kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, pada 1 Oktober 2022 lalu, dengan 131 orang suporter meninggal dunia.


Dari pantauan awak media, aksi dimulai pukul 19.40 WIB bertemakan #Prayforaremania yang mana suporter Kota Metro mengajak seluruh elemen masyarakat, organisasi dan komunitas berpartisipasi langsung di aksi damai 1.000 lilin.

Terlihat, ribuan masyarakat yang merupakan pencinta sepakbola tersebut memenuhi simpang Masjid Taqwa Metro dengan menggunakan pakaian berwarna hitam serta membawa lilin.

Terlihat juga ratusan personel gabungan yang terdiri atas TNI, Polri dan Satpol-PP melakukan pengamanan terhadap aksi doa bersama untuk korban Stadion Kanjuruhan.

Koordinator Lapangan Aksi Damai 1.000 lilin untuk korban kerusuhan Stadion Kanjuruhan, Rizki Hardiansyah menyebut, terdapat seribu peserta yang mengikuti kegiatan tersebut.


“Kita hadir disini dari berbagai komunitas suporter sepakbola, kami melakukan aksi damai yang dikemas dengan menyalakan 1.000 lilin dan doa bersama,” kata Rizki, saat dimintai keterangan.

Rizki juga menjelaskan, terdapat 50 komunitas suporter sepakbola fans football club yang hadir dalam kegiatan itu.

“Ini yang hadir dari aliansi komunitas suporter sepakbola Indonesia yang ada di Kota Metro. Ada sekitar 50 komunitas suporter,” tandasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, proses aksi damai dan doa bersama masih berlangsung. (*)

Gegar Otak, Marc Marquez Absen MotoGP Indonesia

Maret 20, 2022

MotoGP, Mandalika - Pembalap Repsol Honda Team, Marc Marquez, dinyatakan tidak fit untuk balapan pada gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia di Sirkuit Mandalika, Minggu (20/3/2022).




Barisan penggemar yang sudah menantikan aksi The Baby Alien melibas trek Pertamina Mandalika Circuit terpaksa gigit jari. Sebab, sang rider tak mendapat izin dari dokter lantaran kondisi fisiknya.

Marquez mengalami highside pada kecepatan tinggi di Tikungan 7 saat menjalani sesi Warm Up Practice (WUP), pagi hari jelang perlombaan. Kecelakaan begitu mengerikan karena membuat RC213V hancur.

Bahkan, pengoleksi enam gelar juara dunia MotoGP itu sampai terpelanting ke udara. Meski dapat bangun dan berjalan kaki, #93 langsung dibawa oleh Honda ke Medical Centre guna pemeriksaan.

Namun, demi menghindari risiko cedera lebih buruk, Honda memutuskan untuk membawa Marquez ke Rumah Sakit Mataram. Spaniard dievakuasi dengan menggunakan helikopter medis.

Kurang dari satu jam sebelum balapan perdana MotoGP Indonesia di Sirkuit Mandalika, Race Direction merilis pernyataan resmi perihal absennya Marquez.

“#93 Marc Marquez dinyatakan tidak fit untuk GP Indonesia karena gegar otak yang diderita saat warm-up,” bunyi statement.

Adapun, jumlap lap perlombaan MotoGP Indonesia dipangkas menjadi 20 lap. Hal ini diputuskan oleh Federasi Balap Motor Internasional (FIM) karena kondisi trek.

Sebelumnya, balapan kelas Moto2 juga dikurangi hingga jadi 16 lap. Sedangkan kategori Moto3 berlangsung penuh sebanyak 23 lap.

“Kami telah memutuskan untuk mengurangi jarak balapan untuk menjaga kondisi trek karena aspal,” ucap FIM Safety Officer, Franco Uncini.

Para Pembalap Top MotoGP Tak Berhenti Puji Mandalika

Februari 09, 2022

MotoGP - Sejumlah pembalap top MotoGP memanfaatkan waktu beberapa hari sebelum tes pramusim kedua dengan menikmati keindahan alam, suasana hotel, dan trek di Mandalika, Lombok, Indonesia.



Seperti sudah diberitakan sebelumnya, sebagian besar pembalap dan tim MotoGP sudah mendarat di Bandar Udara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) Lombok, Nusa Tenggara Barat, pada Senin (7/2/2022) sore waktu setempat.

Mereka harus datang sekira empat hari lebih cepat dari jadwal tes tes pramusim MotoGP 2022 kedua di Pertamina Mandalika International Street Circuit, 11-13 Februari nanti, karena wajib mengikuti protokol Covid-19 berupa karantina dan sebagainya.

Pun begitu, terlihat sejumlah pembalap keluar dari hotel untuk menikmati keindahan alam baik di sekitar hotel maupun sirkuit. Pembalap senior Aleix Espargaro (Aprilia Racing) bahkan langsung bersepeda menyusuri area sekitar hotel dan menjajal trek di Mandalika dengan sepeda balapnya.

Jeda yang dirasa cukup panjang ini dimanfaatkan benar oleh para pembalap untuk refreshing, meskipun beberapa di antaranya terlihat tetap serius melakukan persiapan.



Juara dunia MotoGP Fabio Quartararo (Monster Energy Yamaha MotoGP), misalnya. Dalam insta story di akun Instagram @fabioquartararo20 itu terlihat menikmati pantai di Segar Point, Kuta, Lombok.

Pembalap asal Prancis itu terlihat ditemani sahabatnya, Thomas Maubant dan kekasihnya, Mathilde Poncharal. Dalam foto unggahan mereka bertiga itu tertulis: Love this country.

Hal serupa dilakukan juara dunia balap motor delapan kali (125cc 2010, Moto2 2012, MotoGP 2013, 2014, 2016, 2017, 2018, 2019) Marc Marquez. Pembalap asal Spanyol dari Tim Repsol Honda tersebut mengunggah foto di atas sebuah bukit sekitar Sirkuit Mandalika.

“In love with this place #indonesia,” demikian caption yang ditulis pemenang 59 Grand Prix, 99 podium, 62 pole, dan 59 fastest lap dalam 142 start kelas MotoGP sejak 2013 itu dalam akun @marcmarquez93.

Dalam insta story Marquez tersebut juga terlihat sempat berlatih sit-up ringan dan kemudian berjoget dan diabadikan oleh Jose Luis Martinez (@jl20martinez), salah satu pelatihnya.

Lain lagi yang dilakukan Joan Mir (Suzuki Ecstar). Juara dunia MotoGP 2020 itu terlihat bersantai di kolam renang hotel bersama sejumlah sahabat dan kru tim.

“Disfrutando del descando en Indonesia (Menikmati masa istirahat di Indonesia). The wait is getting long!!!” ucap Mir dalam akun @joanmir36official.


Jika Quartararo, Marc Marquez, dan Mir terlihat masih menikmati jeda waktu sebelum tes pramusim kegiatan yang dilakukan Francesco “Pecco” Bagnaia (Ducati Lenovo) agak sedikit berbeda.

Dengan mengenakan T-shirt, celana pendek, dan sepatu joging, runner-up MotoGP 2021 tersebut mengelilingi trek Sirkuit Mandalika dengan berjalan kaki.

“First lap to discover a new track in the Indonesia heat. It looks great (Lap pertama untuk mengenal trek baru di tengah panasnya Indonesia. Sepertinya ini luar biasa),” demikian unggahan Bagnaia dalam akun @pecco63.

Rider Suzuki, Alex Rins, mengekspresikan sanjungan pada Sirkuit Mandalika lewat foto. Ia menulis, "Terkonfirmasi: Sirkuit Mandalika sangat keren! Tak sabar berkendara di sini."

Marc Marquez Beberkan Penyebab Sulitnya Lewati Francesco Bagnaia

September 12, 2021

MotoGP, UNDERCOVER - Marc Marquez harus puas finish di P2 MotoGP Aragon, Minggu (12/9/2021), sesudah bertarung seru dengan Francesco "Pecco" Bagnaia.



Marc Marquez Paparkan Pemicu Susahnya Lewati Francesco Bagnaia

Hasil balapan ke-13 Kejuaraan Dunia MotoGP 2021 itu jadi podium ke-2 untuk rider Team Repsol Honda itu sesudah kemenangan di Sachsenring, Jerman, 20 Juni lalu (seri kedelapan).

Tetapi, usaha Marquez merampas finish podium ke-2 nya pada musim 2021 ini pantas dapat acungan jempol. Start dari grid ke-4, Marquez langsung sanggup melekat Bagnaia (Ducati Lenovo) yang mengawali balapan dari pole.

Kemudian, nyaris sejauh 23 lap lomba, cuman mereka berdua yang berkompetisi di muka. Rekanan segrup Bagnaia, Jack Miller, sempat mengikuti di P3. Tapi sesudah membuat kekeliruan sampai melebar, posisi Miller merosot ke P5 saat finish.

Rangking ke-3 dihuni juara dunia Joan Mir (Suzuki Ecstar) yang ketinggalan nyaris 4 detik dari Bagnaia.

Untuk Bagnaia sendiri, podium khusus MotoGP Aragon jadi kemenangan pertama kalinya sepanjang turun di MotoGP semenjak 2019. Tetapi, jika menyaksikan bagaimana kegigihan dan ketenangan rider Italia itu bertanding menantang Marquez, kemenangan itu patut diambilnya.

Di tiga lap paling akhir, Marquez memandang itu peluang finalnya untuk geser Bagnaia di P1. Dia terdaftar 7x sanggup melalui Bagnaia tetapi juara dunia Moto2 2018 itu selalu sukses ambil kembali P1.

"Saya telah usaha semaksimal mungkin memberinya yang terbaik," kata Marquez sesudah balapan. "Bila terlampau memaksakan, saya cemas jatuh dan orang akan memberi komentar kembali. Saya pikir, pemirsa benar-benar nikmati tanding kami."

Sebagai rider, juara dunia motor balap 8x itu - enam salah satunya di MotoGP (2013, 2014, 2016, 2017, 2018, 2019) - terang benar-benar ingin menang.

"Tetapi saya sudah mengetahui itu akan susah. Menantang beberapa rider Ducati sangat susah karena mereka selalu mengerem benar-benar dekat sama tikungan (late braking). Tapi yang khusus, Pecco membalap prima. Itu yang susah dilaksanakan," kata Marquez.

Kurang 13.500 fans di Aragon melihat langsung bagaimana Marquez seringkali ambil posisi Bagnaia tapi tidak sanggup bertahan. "Peluang paling akhir saya berada di Tikungan 12," sebut jawara kelas 125cc 2010 dan Moto2 2012 itu.

"Saya 2x coba melaluinya di Tikungan 15. Tapi, Pecco bertahan sangatlah baik. Tenaga besar Ducati membuat Desmosedici GP21 bisa lebih cepat plus akselerasi lebih bagus dibanding kami.

"Saya tidak berasa nyaman di T12 tapi harus tetap coba. Lantas, saya masuk gravel. Waktu itu, saya berpikiran harus sanggup menuntaskan balapan. Saya suka sanggup finish ke-2 . Tentu saja karena perasaan dan pendekatan saya pada satu permasalahan."

Lebih jauh Marc Marquez menambah, tiap orang di teamnya telah usaha keras menolongnya supaya bisa berlomba-lomba seperti saat menantang Bagnaia.

"Itu benar-benar susah. Baru saja ini saya 2x jatuh. Saya kecelakaan sampai 3x di Silverstone dan dua di Aragon. Saya kerap terganjal selama musim. Tetapi, saya terus coba. Demikianlah langkah saya dibuat sampai seperti saat ini," ucapnya.

Dengan finish di podium ke-2 di Aragon, Marc Marquez sanggup melalui Alex Rins (Suzuki Ecstar) dan Jorge Martin (Pramac Racing) untuk ada di P10 klassemen dengan 79 point.

Marc Marquez Tak Nyaman Pakai Rem Tangan

Agustus 29, 2021

MotoGP, UNDERCOVER - Rider Repsol Honda, Marc Marquez, akui dianya tidak nyaman memakai tuas tangan untuk menjalankan rem belakang.


Marquez dapat start dari baris ke-2 di Silverstone. Terang, The Baby Alien berkesempatan buat mengusahakan tribun. Rider Spanyol itu pula nampak kuat sejauh pekan akhir, dengan terus ada dalam tiga besar.

Pole position yang diterima Pol Espargaro ikut menambah motivasi Marquez buat cetak hasil terunggul di seri MotoGP Inggris.

Marquez sendiri mempercayai, balapan kesempatan ini jadi kemungkinan terbaik, yang mana harus diintensifkan buat memperlihatkan jika Honda mempunyai kebolehan dulang perolehan optimal.

"Anda dapat memandangnya dari pole position yang diambil oleh Pol, yang memperlihatkan motor kami bekerja secara baik," kata Marquez seperti diberitakan Speedweek.

"Namun yang terutama merupakan balapan. Itu penyebab kami harus merampungkan tugas kami sebelumnya balapan."

Marc Marquez sempat mengenyam kecelakaan bagus saat meluncur pada kecepatan 274 km/jam di Kelokan 2 saat babak FP1. Kecelakaan itu bikin penglihatannya terusik lantaran bungkusukan pasir, membuat harus ke rumah sakit buat bersihkan matanya.

"Di FP2, pada Jumat, mata saya lagi berair dan itu bikin saya kehilangan pandangan. Pada sabtu, kebanyakan baik saja," tangkisnya.

"Pada Sabtu, benarnya di Q2, saya dapat berkendaraan dengan tingkat seperti rata-rata, itu bekerja secara baik."

Di ajang GP Inggris, Honda mengambil metode pengereman motor skuter, yang mana rem belakang dapat dioperasionalkan dengan tuas yang berada pada stang kiri di bawah tuas kopling.

Hal demikian dialamatkan biar rider dapat focus pada kecepatan mereka tiada wajib lakukan pengereman gunakan kaki kanan, ingat ciri-khas Silverstone sangat kencang dan mengucur.

Walau demikian, Marquez ternyata tak nyaman dengan soal itu. Dia menyatakan lebih suka gunakan teknik tradisionil dalam menjalankan rem belakang.


"Saya tak terasa sangatlah nyaman dengan pengereman skuter lantaran tak pakainya," paparnya.

"Saya cuman mau mengenal apa saya dapat membenahi diri dengan tuas rem sesuai itu. Namun, saya gunakan rem standard buat penyisihan lantaran saya terasa lebih aman dan nyaman dengan itu.

"Perasaan gunakan rem skuter sedikit tidak serupa. Juga, saya sedikit cepat menjalankan rem dengan kaki. Itu penyebab saya dapat pakainya pula saat balapan."

Ucapan Selamat Hari Kemerdekaan Indonesia dari Pembalap MotoGP

Agustus 17, 2021

MotoGP, UNDERCOVER - Republik Indonesia memperingati Hari Kemerdekaan ke- 76 tahun pada Selasa( 17/ 8/ 2021). Tidak cuma dari rakyat di seantero negara, Ucapan selamat pula tiba dari MotoGP.




Carmelo Ezpeleta, CEO Dorna Sports, selaku operator MotoGP, bagikan Ucapan selamat Hari Kemerdekaan buat Indonesia

Masalah itu dijelaskannya melalui video yang diangkat oleh Mandalika Grand Prix Association( MGPA) dalam account Instagram mereka.

Tidak sekedar pengucapan selamat, Ezpeleta tidak lebih ingat menyatakan masyarakat di Tanah Air, spesialnya pengagum Kejuaraan Dunia Balap Motor, bila MotoGP bakalan mendatangi Indonesia tahun kedepan.

" Selamat hari kemerdekaan, sampai temu di( MotoGP) Indonesia tahun kedepan, di 2022," ujar Carmelo Ezpeleta.

Tidak sekedar pejabat MotoGP itu, banyak pebalap dari kelas premier juga tak tertinggal mengirimkan pengucapan selamat Hari Kemerdekaan buat semua rakyat Indonesia.

" Halo Indonesia! saya di silakan buat menyampaikan ucapan selamat hari kemerdekaan yang ke- 76 tahun," kata pebalap Red Bull KTM Haly Racing, Miguel Oliveira.

" Selamat hari kemerdekaan. Sampai berjumpa dengan kamu semuanya di 2022," ujar Alex Marquez, pembalap Regu LCR Honda sekaligus adik dari peraup 6 gelar MotoGP, Marc Marquez.

Bentuk paling akhir muncul dalam video publikasi MGPA adalah pebalap dari negeri orang sisi Indonesia, Jack Miller. Pembalap Australia itu mengharapkan bisa cepat bersua pengagum di Tanah Air.

" Hai semuanya, saya pengin menyampaikan ucapan pada kamu, selamat hari kemerdekaan dan mudah- mudahan dapat bersua kamu seua di 2022," kata Miller, yang waktu ini bela Ducati Kubu.

MotoGP benar-benar diskedulkan ingin masukkan Indonesia dalam kalender balap waktu 2022. Circuit Lajur Raya Internasional Mandalika di Nusa Tenggara Barat( NTB), Lombok didapuk bertindak sebagai venue.

Mengambil sumber di data yang diinformasikan MGPA melalui Instagram, proses pengaspalan lintasan udah selesai 100 prosen. Artinya circuit makin siap buat dipakai.

Sebelum saat MotoGP, Circuit Mandalika ingin terlebih dulu jadi tuan-rumah Kejuaraan Dunia Superbike( WSBK) 2021, yang terjadi di 13- 14 November akan datang.

" Rangkumannya yang ditunggu-tunggu- nanti, pengaspalan trek lane selesai 100%! Lintasan dengan 17 belokan sepanjang 4, 310 km rangkumannya terjalin dan menghitam mendekati HUT Ke- 76 Republik Indonesia," tuliskan MGPA dalam infonya.

" Mandalika International Street Sirkuit kreasi putera bangsa, dari Indonesia buat dunia! Welcome to WorldSBK 2021 dan MotoGP 2022! Be ready!!"

Rekornya di MotoGP Gagal di Pecahkan Rosi, Ago Merasa Lega

Agustus 06, 2021

UNDERCOVER - Keputusan Valentino Rossi meninggalkan lintasan menuai berbagai respons. Salah satunya legenda MotoGP, Giacomo Agostini, yang mengaku lega rekornya aman.




Kamis (5/8/2021), pembalap Petronas Yamaha SRT tersebut memutuskan untuk gantung helm akhir musim nanti. Pernyataan tersebut diutarakan dengan tenang dan tanpa emosi berlebihan.

Banyak faktor yang mendorongnya untuk mundur dari MotoGP, salah satunya adalah prestasi yang menurun seiring dengan bertambahnya usia. Bahkan pasokan motor Yamaha YZR-M1 dengan standar terbaru tak bisa mendongkrak prestasinya.

Situasi kompetisi pun sudah berbeda dengan masa lalu, yang membuat Rossi sulit menyaingi para pembalap muda. Harapan untuk menaklukkan titel juara dunia ke-10 pun pupus.

Beragam faktor tersebut membuat banyak orang yang menduga bahwa pria 42 tahun itu akan pensiun. Agostini menyoroti reaksi Rossi yang cenderung datar.

“Saya sudah menyangka (Rossi pensiun), ketika mendengar tentang konferensi pers. Saya tahu dia akan pensiun. Saya tidak melihat dia emosional, sepertinya dia sudah memutuskan beberapa hari lalu dan sudah mengelola emosinya,” ujarnya dikutip dari GPOne.com.

“Karena itu sulit, keputusan ini berat bagi atlet siapa pun. Tergantung pada kekhususan, hari itu akan datang cepat atau lambat, tapi pasti tiba bagi setiap orang.

“Saya yakin kalau dia akan berhenti, semakin waktu berlalu, kian buruk hasilnya. Begitulah bagi para olahragawan, kalau tidak, saya akan balapan sampai umur 80 tahun.”

Mantan pembalap yang akrab disapa Ago itu mengenang momen ketika ia memutuskan mundur dari dunia balap motor pada 1977.

“Seperti yang saya katakan berkali-kali, saya menangis tiga hari karena saya meninggalkan cinta terbesar dalam hidup dan percaya pada saya, tidak ada (kegembiraan) seperti naik podium dengan 60 ribu penggemar bersorak untuk Anda.

“Kebahagiaan, sukses, adrenalin tidak sebanding dengan hal lain. Jika sekarang mereka mengatakan setelah periode enam bulan terakhir Sergio Matarella, mereka memilih saya sebagai Presiden Republik Italia, pasti saya senang, tapi seperti ketika saya masih jadi pembalap,” tuturnya.

Ketika menatap rekornya 15 kali juara dunia dan 122 kemenangan tak bisa dipatahkan Rossi, Agostini gembira.

“Saya mengaku senang bahwa Valentino berhenti tanpa pernah mematahkan rekor saya. Saya yakin dia manusia. Meski tanpa pernah mengalahkan pencapaian saya, tapi dia tetap seorang juara sejati,” katanya dilansir La Gazzetta dello Sport.

“Tapi, cepat atau lambat, akan ada seseorang yang mencapai rekor ini. Prestasi dibuat untuk ditaklukkan tapi saya tidak keberatan menjaganya untuk beberapa waktu.

“Masih ada Marc Marquez yang bisa menjangkau (rekor) saya), dia masih muda dan bisa saja melakukan itu.”

Dalam 26 musim berkiprah di ajang balap motor, Rossi menaklukkan 1 gelar juara dari kelas 125cc, 1 250cc, 1 500cc dan 6 kali ketika level premier ganti nama jadi MotoGP. Ia memenangi 115 lomba dari 423 start.

Sementara, Agostini masih bercokol di puncak dengan 15 juara dunia, diikuti Angel Nieto dengan 13 titel. Rossi berdiri sejajar dengan Mike Hailwood.

Rins: Sejak Naik ke MotoGP, Zarco Kerap Ciptakan Kontroversi

Juni 27, 2021

MotoGP, UNDERCOVER - Alex Rins kesal terhadap Johann Zarco yang menggagalkan upayanya naik podium MotoGP Belanda, di Sirkuit Assen, Minggu (27/6/2021).




Pembalap Suzuki tersebut start di posisi ketujuh dan semestinya dengan pace yang ditunjukkan, ia bisa naik ke peringkat ketiga. Pada akhirnya, Rins jadi korban manuver agresif Zarco yang membuatnya terdorong ke gravel pada lap kedua.

Ia pun kehilangan waktu untuk kembali ke aspal. Alhasil, Rins harus puas finis di posisi ke-11, alih-alih lima besar. Selepas balapan, pembalap asal Barcelona itu meluapkan kekecewaan atas hasil buruk itu.

“Saya kecewa, sekali lagi kami punya ritme hingga Zarco membuat saya keluar dari lintasan. Lalu saya berkendara sendirian dan ritme yang dibutuhkan untuk mencapai target yang kami patok kemarin, finis ketiga atau lima besar, masih ada.

“Sungguh memalukan, Jika kita tonton lagi aksinya dari kamera helikopter, Anda bisa melihat jika dia tidak bersandar pada saya, berdampak pada saya, Zarco akan berakhir di tribune,” ujar Rins.

Rins menjelaskan kepada Motorsport.com tentang kronologi insiden yang membuatnya kehilangan 21,37 detik tersebut.

“Pergerakannya adalah ketika saya mengerem di tempat yang tepat berada di belakang Maverick Vinales, sebuah motor menghantam saya. Lengan saya tersangkut di sayap motor Zarco dan saya hanya bisa mengangkat motor. Jika saya terus berbaring, saya akan berakhir di tanah.

“Kami tidak melihat seberapa banyak kami kehilangan waktu karena keluar dari trek, tapi ritme sebelumnya di sana, bukan untuk menang, melainkan finis ketiga, keempat atau kelima,” ia menandaskan.


Pembalap 25 tahun itu tak bisa menahan lagi komentar negatifnya kepada Zarco, yang banyak terlibat dalam kecelakaan.

“Zarco, sejak naik ke MotoGP pada 2017, telah menciptakan kontroversi dengan overtaking dan agresivitas. Saya tidak tahu apakah itu kebetulan,” katanya.

“Pergerakan yang dilakukan dengan saya tidak masuk akal untuk melakukannya di lap kedua. Dia sedang bersaing dalam kejuaraan dunia. Tidak bisa dimengerti apa yang dilakukannya.”

Musim ini, ia mengalami empat kali terjatuh dan terpaksa absen di Sirkuit Barcelona karena cedera. Atas beragam kesulitan itu, wajar kalau Rins sangat marah ketika peluangnya dihancurkan. Ia pun bertekad untuk tampil lebih baik usai jeda musim panas.

“Bukan paruh musim pertama yang bagus meski punya kecepatan. Kami tidak berhasil mencapai target, tapi kami akan kembali lebih kuat setelah libur,” tuturnya.

“Saya ingin menyelesaikan itu di paruh kedua. Pada Minggu, kami tidak bisa menyelesaikan target, tapi saya gembira dengan motor ini. Dengan perubahan set-up, saya rasa bagian depan lebih baik dan saya lihat apakah itu akan dekat atau tidak.

“Saya merasa lebih nyaman dan saya harap dapat menunjukkannya di trek. Terlepas dari segala yang terjadi ketika saya melompat ke trek, saya selalu mencoba melakukan pekerjaan sebaik mungkin. Saya punya pace bagus tapi tidak mampu melakukannya dalam balapan. Sabtu kami kencang, kami telah meningkat dalam hal itu.”

Para pembalap ingin kembali ke lintasan segera untuk memperbaiki hasil setelah gagal. Namun, ada jeda lima pekan ke depan.

“Memang bagus kalau bisa kembali ke trek secepatnya, tapi mungkin juga mengambil jeda, memulihkan tangan dengan baik dan memberi Suzuki waktu sehingga bisa memberi kami holeshot (belakang) untuk lomba di Austria,” pungkasnya.