Tampilkan postingan dengan label Moto3. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Moto3. Tampilkan semua postingan

Veda Ega Pratama Bidik Tambahan Poin di Moto3 Aragon, Kokohkan Posisi 2 Klasemen Rookie

Agustus 11, 2026


WONOSARI — Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, makin mengukuhkan posisinya di peringkat kedua klasemen sementara Rookie of The Year Moto3 2026. Kepastian ini diraih usai dirinya berhasil mengamankan finis di posisi kesembilan pada seri Moto3 Inggris 2026 di Sirkuit Silverstone.

Dengan tambahan 7 angka dari Inggris, pembalap berusia 17 tahun tersebut kini menorehkan total 97 poin. Hasil ini menempatkan Veda di peringkat keenam klasemen umum pembalap sekaligus mengamankan posisi runner-up di kategori pendatang baru (rookie).

Veda saat ini unggul 11 poin atas rival terdekatnya dari Malaysia, Hakim Danish, yang mengoleksi 86 poin di peringkat ketiga. Sementara posisi puncak klasemen rookie masih dipegang oleh pembalap Spanyol, Brian Uriarte, dengan perolehan 127 poin.

"Moto3 Aragon jadi kesempatan tembus 100 poin. Veda Ega hanya membutuhkan 3 poin tambahan untuk menembus angka tiga digit di musim debutnya," mengutip target seri berikutnya.

Target Tembus 100 Poin di Sirkuit Aragon

Tantangan berikutnya bagi Veda Ega adalah seri Moto3 Aragon, Spanyol, yang dijadwalkan berlangsung pada 30 Agustus 2026. Lintasan MotorLand Aragon bukan arena yang asing bagi Veda karena ia pernah mengaspal di sana saat berkompetisi di ajang Red Bull Rookies Cup.

Dengan hanya menyisakan seri-seri krusial di akhir musim, Veda berpeluang besar melewati ambang batas 100 poin sekaligus memperlebar jarak dari kejaran Hakim Danish.

Poin Utama Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026:

  • Posisi 1: Brian Uriarte (127 poin | Peringkat 4 Klasemen Umum)

  • Posisi 2: Veda Ega Pratama (97 poin | Peringkat 6 Klasemen Umum)

  • Posisi 3: Hakim Danish (86 poin | Peringkat 8 Klasemen Umum)

  • Posisi 4: Rico Salmela (60 poin | Peringkat 10 Klasemen Umum)

  • Posisi 5: Jesus Rios (49 poin | Peringkat 17 Klasemen Umum)

  • Misi Seri Selanjutnya: Moto3 Aragon (30 Agustus 2026) untuk membidik target minimal finis posisi ke-13 demi menembus angka 100 poin.

Rico Salmela Jadi Rookie Terbaik di Moto3 Inggris 2026, Melesat Finis Posisi Ke-7

Agustus 11, 2026


SILVERSTONE — Pembalap Red Bull KTM Tech3, Rico Salmela, mengukir catatan manis sebagai rookie (pendatang baru) terbaik pada seri balapan Moto3 Inggris 2026 yang berlangsung di Sirkuit Silverstone, Minggu (9/8/2026).

Mengawali balapan 15 lap dari posisi ke-18, pembalap asal Finlandia tersebut melakukan aksi comeback impresif dengan menyalip 12 pembalap di depannya hingga akhirnya mengamankan posisi finis ke-7.

Capaian Salmela mengungguli deretan rookie papan atas lainnya. Brian Uriarte (posisi 1 klasemen rookie) dan Hakim Danish harus gigit jari usai mengalami crash. Sementara itu, pembalap muda Indonesia Veda Ega Pratama (Honda Team Asia) menyelesaikan balapan di posisi ke-9 setelah start dari urutan ke-15.

"Ini adalah akhir pekan yang sulit. Kami sangat kesulitan di sini untuk menemukan ritme setelah liburan musim panas. Ini adalah trek baru bagi saya dan tata letaknya sangat sulit untuk dipelajari," kata Salmela, dilansir dari laman resmi KTM Tech3.

Pangkas Ketertinggalan dan Tatap Seri Aragon

Meski sempat tertahan di sesi kualifikasi dan melakukan start kurang maksimal di lap pertama, Salmela mampu menunjukkan daya juang tinggi di lintasan sepanjang 15 lap tersebut. Hasil ini memberikan dorongan motivasi baginya menjelang balapan berikutnya di Sirkuit Aragon.

Poin Utama Hasil Moto3 Inggris 2026 Sektor Rookie:

  • Lokasi & Waktu: Sirkuit Silverstone, Inggris (Minggu, 9 Agustus 2026).

  • Rookie Terbaik: Rico Salmela (Red Bull KTM Tech3) finis di posisi ke-7 usai naik 12 peringkat dari posisi start ke-18.

  • Hasil Veda Ega Pratama: Finis di posisi ke-9 (start P15) dan tetap mengamankan peringkat ke-2 klasemen sementara rookie.

  • Nasib Sial Pesaing: Brian Uriarte crash di lap terakhir saat berebut podium, sedangkan Hakim Danish tersungkur di lap ke-6.

  • Target Berikutnya: Seri Moto3 Spanyol di Sirkuit Aragon.

"Tapi saya memberikan yang terbaik dan akhirnya kami sampai di posisi ke-7, saya naik 12 posisi dalam balapan dan finis sebagai rookie terbaik. Tapi saya menginginkan lebih, saya akan melakukan yang terbaik untuk bekerja lebih baik untuk Aragon," tegas Salmela.

Insiden Moto3 Inggris 2026: Brian Uriarte Terjatuh di Lap Terakhir, Bos Red Bull KTM Ajo Beri Tanggapan

Agustus 11, 2026



SILVERSTONE — Pimpinan tim Red Bull KTM Ajo, Niklas Ajo, memberikan tanggapannya terkait insiden nasib apes yang dialami pembalapnya, Brian Uriarte, pada balapan Moto3 Inggris 2026 yang berlangsung di Sirkuit Silverstone, Minggu (9/8/2026).

Uriarte—juara Red Bull Rookies Cup 2025 dan JuniorGP 2025—sejatinya tampil sangat kompetitif sejak awal balapan dengan mengamankan posisi start ke-7. Pembalap muda asal Spanyol tersebut sempat beberapa kali memimpin jalannya balapan di kelompok terdepan sebelum akhirnya terjatuh pada lap pamungkas.

Akibat insiden crash di putaran terakhir ini, Uriarte gagal mengamankan poin. Situasi tersebut memangkas jarak poinnya di klasemen sementara dengan rival terdekatnya dalam perebutan gelar Rookie, pembalap asal Indonesia Veda Ega Pratama, yang kini hanya berjarak 30 poin usai menyelesaiakan balapan di posisi ke-9.

"Secara keseluruhan, ini adalah pekan yang positif. Hari Minggu tersebut tentu bisa dikatakan sebagai pekan yang manis-manis pahit. Kedua pembalap kami sejatinya bertarung memperebutkan kemenangan sampai putaran pamungkas. Sayangnya, Brian membuat kesalahan kecil di putaran terakhir. Pada akhirnya, ini adalah bagian dari prosesnya," ungkap Niklas Ajo.

Evaluasi Uriarte dan Alihkan Fokus ke Seri Aragon

Menanggapi kegagalan finis tersebut, Brian Uriarte tidak memungkiri rasa kecewanya. Kendati demikian, ia menilai kecepatan dan konsistensinya di trek baru seperti Silverstone menjadi modal positif untuk menghadapi seri berikutnya di Moto3 Spanyol (Aragon) pada 28–30 Agustus 2026.

Poin Utama Insiden Brian Uriarte di Moto3 Inggris 2026:

  • Lokasi & Waktu: Sirkuit Silverstone, Moto3 Inggris (Minggu, 9 Agustus 2026).

  • Insiden: Terjatuh (crash) pada lap terakhir saat bersaing di rombongan terdepan perebutan podium.

  • Dampak Klasemen: Gagal menambah poin; selisih poin dengan pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama (finis P9), kini makin rapat menjadi 30 poin.

  • Tanggapan Tim: Bos Red Bull KTM Ajo, Niklas Ajo, menganggap insiden tersebut sebagai proses pembelajaran bernilai bagi sang pembalap muda.

  • Target Selanjutnya: Seri Moto3 Spanyol di Sirkuit Aragon (28–30 Agustus 2026).

"Sangat disayangkan balapan di Inggris harus berakhir seperti ini. Sayang, saya malah melakukan kesalahan dan saya akan menjadikannya sebagai pelajaran. Sesi baiknya ialah kami konsisten berada di depan. Sekarang, saatnya mempersiapkan diri untuk Aragon, kami akan habis-habisan di sana," ujar Uriarte.

Marc Marquez Kejar Dominasi, Veda Ega Pratama Masuk Radar Sorotan Global

Juli 05, 2026


SACHSENRING — Perhatian dunia balap motor internasional akhir pekan ini tertuju penuh pada sirkuit ikonik Sachsenring, Jerman, tempat berlangsungnya lanjutan seri MotoGP dan Moto3 edisi 2026. Di kelas utama, megabintang Spanyol, Marc Marquez, bersiap merestorasi statusnya sebagai raja lintasan demi berburu gelar juara berikutnya di sirkuit anti-searah jarum jam (anti-clockwise) favoritnya. Namun, di garasi kelas ringan (lightweight class), sorotan publik justru terbagi masif ke arah pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, yang kian mencuri perhatian para pemandu bakat Eropa.

Sasis kompetisi di kelas Moto3 menempatkan Veda, andalan Honda Team Asia, sebagai pusat pembicaraan menyusul performa meledak-ledaknya di seri sebelumnya. Meskipun sempat mengalami kecelakaan dramatis saat memimpin jalannya balapan di Sirkuit Assen, Belanda, grafik kecepatan wonderkid asal Gunungkidul, Yogyakarta ini dinilai luar biasa untuk ukuran seorang pendatang baru (rookie). Konsistensi Veda yang telah mengemas dua podium dan bertengger di peringkat ke-7 klasemen sementara musim 2026 membuat pergerakannya di Sachsenring kini dipantau ketat oleh sejumlah tim pabrikan besar.

Di sisi lain, bagi Marc Marquez, GP Jerman menjadi momentum taktis yang sangat krusial untuk memotong jarak poin di klasemen kejuaraan dunia MotoGP. Karakter sirkuit Sachsenring yang didominasi tikungan kiri secara historis selalu menjadi sasis keunggulan mekanis dan gaya balap agresif milik Marquez. Pengalaman matang pembalap berjuluk The Ant of Cervera ini dalam menaklukkan trek sempit Jerman diproyeksikan akan melahirkan duel sengit melawan rival-rival utamanya yang menunggangi motor bersasis modern.

Pertemuan dua generasi balap berbeda dalam satu akhir pekan di Jerman ini menegaskan transisi menarik dalam ekosistem sirkuit dunia. Sementara Marquez bertarung demi menegaskan sisa-sisa hegemoninya di kelas para raja, Veda Ega Pratama berjuang di kelas Moto3 untuk membuktikan bahwa sasis mentalitas dan bakat alaminya mampu menaklukkan sirkuit teknis seperti Sachsenring. Hasil dari seri Jerman ini dipastikan bakal mengubah peta persaingan poin, sekaligus menentukan arah masa depan karier kedua pembalap di kancah global.

Sempat Singkirkan Veda Ega di Q1, Scott Ogden Finis Ke-16 di Moto3 Belanda

Juli 05, 2026

 


ASSEN
— Seri Moto3 Belanda 2026 di Sirkuit Assen menyisakan catatan evaluasi mendalam bagi tim CIP Green Power. Pembalap andalan mereka, Scott Ogden, secara terbuka meluapkan rasa frustrasinya akibat kendala teknis yang menghambat agresivitasnya di atas lintasan. Meski sempat menunjukkan sasis performa menjanjikan sejak sesi kualifikasi awal, pembalap asal Inggris tersebut harus rela menyudahi balapan di luar zona poin setelah terjebak dalam ritme rapat rombongan belakang yang sulit ditembus.

Grafik penampilan Ogden di GP Belanda sejatinya sempat memantik optimisme tim saat dipaksa merangkak dari sesi Kualifikasi 1 (Q1). Bersaing ketat dalam sirkulasi waktu dengan rider Indonesia, Veda Ega Pratama, Ogden tampil habis-habisan dan sukses mengunci posisi kedua tercepat di sesi Q1 dengan catatan waktu 1 menit 41,087 detik. Manuver impresif tersebut tidak hanya menggusur posisi Veda ke urutan ketiga, tetapi juga mengantarkan Ogden menembus babak penentuan Q2 bersama Casey O'Gorman.

Namun, sasis strategi CIP Green Power mulai goyah ketika memasuki sesi Q2. Ogden gagal mempertahankan konsistensi kecepatan dan tidak mampu menajamkan catatan waktu terbaiknya dari sesi terdahulu. Dampaknya, ia harus menerima konsekuensi start dari urutan ke-18. Kondisi ini berbanding terbalik dengan Veda Ega Pratama yang justru tampil lebih kompetitif di Q2 untuk mengamankan posisi start ke-7, meski pembalap Honda Team Asia itu akhirnya gagal finis akibat mengalami kecelakaan saat memimpin balapan.

"Balapan akhir pekan ini berlangsung sangat rumit bagi kami. Sebenarnya saya sudah merasa sangat nyaman dengan motor dan merasakan sensasi yang baik di atas sasis ini. Namun, situasinya menjadi sangat sulit ketika saya mencoba memperbaiki posisi; motor terasa sangat sukar untuk diajak menyalip (overtake) pembalap lain," ungkap Scott Ogden dilansir dari rilis resmi CIP Green Power.

Meskipun mampu bertahan dari kerasnya balapan Assen dan finis di posisi ke-16, hasil tanpa poin ini menjadi alarm bagi kru mekanik CIP Green Power untuk segera membenahi penyaluran tenaga dan fleksibilitas motor saat momen duel satu lawan satu. Ogden menegaskan mentalitasnya tidak akan surut akibat hasil minor ini. Tim teknis kini berpacu dengan waktu untuk merestorasi sasis dan setelan motor demi mengamankan poin penuh pada seri kesebelas Moto3 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Sirkuit Sachsenring, Jerman, pada 10–12 Juli mendatang.

Zen Mitani Tertekan di Bawah Bayang-Bayang Dominasi Veda Ega Pratama

Juli 04, 2026


ASSEN — Panggung Moto3 edisi 2026 menjadi ujian psikologis yang masif bagi pembalap muda asal Jepang, Zen Mitani. Memasuki paruh musim berjalan, jawara Asia Talent Cup (ATC) 2024 ini secara terbuka mengakui adanya beban mental berat akibat ketidakmampuannya mengimbangi ritme performa rekan setimnya di Honda Team Asia, Veda Ega Pratama. Kegagalan finis (Did Not Finish/DNF) akibat kecelakaan pada lap ketiga di Grand Prix Belanda, Sirkuit Assen, kian mempertegas jurang pemisah kompetensi di antara sesama pembalap pendatang baru (rookie) tersebut.

Sasis kompetisi di internal Honda Team Asia musim ini sejatinya menempatkan kedua pembalap pada posisi setara. Namun, grafik performa di atas lintasan menunjukkan anomali yang kontras. Di saat Zen Mitani masih tertatih-tatih mencari setelan motor terbaik dan kerap terlempar dari zona poin, Veda Ega Pratama justru tampil meledak-ledak sebagai wonderkid baru sirkuit. Pembalap asal Gunungkidul, Yogyakarta itu bahkan sempat memimpin jalannya balapan di Assen sebelum akhirnya terjatuh, dan kini bertengger kokoh di peringkat ke-7 klasemen sementara Moto3 dengan koleksi dua podium.

Kegagalan total di GP Belanda, di mana tim bentukan Hiroshi Aoyama ini terpaksa pulang dengan tangan hampa, memicu rasa bersalah yang mendalam pada diri Mitani. Ia merasa telah menyia-nyiakan kerja keras para mekanik dan kru sirkuit yang telah meramu performa motornya secara maksimal sejak sesi kualifikasi. Tekanan psikologis Mitani kian berlipat ganda menyusul adanya cedera tangan pasca-insiden crash tersebut, yang memaksanya masuk ke ruang perawatan medis tepat di tengah jeda libur kompetisi.

"Saya merasa sangat tidak enak kepada tim karena semua orang telah bekerja ekstra keras akhir pekan ini. Fokus saya sekarang adalah memeriksa kondisi tangan dan memaksimalkan pemulihan agar bisa kembali lebih kuat di seri berikutnya," ungkap Zen Mitani via rilis resmi tim.

Bagi manajemen Honda Team Asia, jeda musim ini harus dimanfaatkan secara taktis untuk merestorasi kepercayaan diri Mitani. Mengelola ekspektasi publik Jepang dan meredam kecemburuan profesional di dalam garasi menjadi tantangan tersendiri bagi Hiroshi Aoyama. Jika sasis mentalitas Mitani gagal diperbaiki, ketimpangan performa ini tidak hanya merugikan karier sang pembalap, melainkan juga menghambat target tim dalam perebutan poin konstruktor global di kelas ringan Kejuaraan Dunia Balap Motor.

Sanksi 'Slow Riding' Pukul Kualifikasi Veda Ega di Brno, Hiroshi Aoyama Desak Evaluasi Total Juknis Balap

Juni 21, 2026


BRNO – Grafik kebangkitan performa pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, di sirkuit Eropa dipaksa membentur barikade regulasi ketat. Akibat dinilai melanggar aturan juknis keselamatan lintasan, rider andalan Honda Team Asia tersebut dijatuhi sanksi penalti berat berupa penurunan 12 posisi start (starting grid) pada putaran final Moto3 Republik Ceko 2026 di Sirkuit Brno, Minggu (21/6/2026).

Padahal, dalam sesi kualifikasi kedua (Q2) yang berlangsung sengit, pembalap berusia 17 tahun asal Gunungkidul, Yogyakarta, tersebut sukses mengunci portofolio impresif dengan mengamankan urutan ke-8. Namun, keputusan Steward MotoGP mementahkan sasis capaian impresif tersebut dan melempar posisi Veda merosot tajam ke baris ketujuh, tepatnya di barisan start ke-20.

“Veda menampilkan performa kualifikasi yang sangat baik pada Q2 yang membuktikan potensinya serta kemajuan makro sepanjang akhir pekan ini. Namun, sangat disayangkan dia kembali terkena sanksi karena melaju terlalu pelan (slow riding). Ini kesalahan berulang yang memicu situasi sulit yang tidak perlu dan wajib kami perbaiki dari hulu,” ungkap Manajer Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama, taktis melalui rilis resmi tim.

Analisis Pelanggaran: Taktik Cari Towing yang Berujung Blokade Manuver Lawan

Penyidikan sirkuit oleh pengawas balapan menguliti secara berbobot bahwa Veda dinilai melaju terlalu lambat di rupa-rupa sektor krusial lintasan sepanjang 5,4 kilometer tersebut. Tindakan memotong ritme kecepatan ini dianggap mengganggu sasis manuver pembalap lain yang tengah melakukan putaran panas (hot lap) demi mengejar draf catatan waktu terbaik.

Modus melambatkan motor demi berburu sasis tarikan angin (towing) di kelas ringan Moto3 memang kerap memicu fluktuasi penalti masif dari otoritas steward.

Selain Veda, tiga pembalap pendatang baru (rookie) lainnya—termasuk rival ketat asal Jiran Malaysia, Hakim Danish, serta Guido Pini dan Rico Salmela—turut dijatuhi hukuman identik akibat melakukan taktik lancung yang sama di aspal Brno.

Respons Ksatria Veda: Akui Kesalahan Strategi dan Kantongi Perubahan 'Set-up'

Menanggapi draf keputusan saklek tersebut, Veda Ega Pratama memperlihatkan kedewasaan mental dengan langsung mengakui kesalahan taktisnya di lintasan. Dirinya menolak berlindung di balik barikade pembelaan dan memposisikan penalti sasis ini sebagai jembatan pelajaran berharga demi kematangan karier jangka panjangnya di level Grand Prix dunia.

Di sisi lain, Veda menyebut sasis kenyamanan mekanis motornya telah mengalami kemajuan agresif berkat juknis komunikasi horizontal yang lancar bersama kru mekanis pasca-sesi latihan jarak jauh (long run) di pagi hari.

  • Koreksi Geometri Motor: Masukan teknis dari Veda berhasil dikonversi oleh kru mekanis menjadi setelan motor yang lebih stabil saat melibas tikungan cepat Brno.

  • Faktor Kepercayaan Diri: Perubahan sasis mekanis tersebut membuat Veda mampu memacu motor Honda-nya lebih keras tanpa khawatir kehilangan traksi ban.

“Waktu putaran dan posisi ke-8 di Q2 sebenarnya sangat positif, tetapi saya melakukan kesalahan dengan kembali melaju terlalu pelan. Ini pelajaran mahal karena membuat tugas kami saat balapan utama menjadi jauh lebih menantang. Tapi saya tahu kami memiliki kecepatan yang kompetitif untuk merayap naik,” ujar Veda berbobot.

Ujian Mental Baris Ketujuh: Misi Comeback Menembus Barikade Poin Lintas Pabrikan

Memulai balapan dari sasis P20 menuntut Veda mengeksekusi start yang bersih (clean start) guna menghindari fluktuasi insiden karambol di tikungan pertama Brno. Veda terjepit di baris ketujuh, nangkring tepat di belakang pembalap Ruche Moodley dan berada di depan Leo Rammerstorfer. Sementara rekan setimnya, Zen Mitani, terpuruk di urutan start ke-23.

Para pengamat balap motor internasional memosisikan balapan di Republik Ceko ini sebagai ujian kepemimpinan lapangan dan ketahanan psikologis tingkat tinggi bagi Veda.

Dengan draf modal kecepatan yang konstan saat sesi kualifikasi, publik balap tanah air menaruh ekspektasi tebal agar talenta muda Yogyakarta ini mampu menggelar aksi recovery race yang agresif demi mengamankan sasis poin krusial di papan klasemen Rookie of the Year 2026. (***)