Tampilkan postingan dengan label Kebakaran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kebakaran. Tampilkan semua postingan

Kebakaran Hanguskan Kantor Kemenag Kota Bandar Lampung

Agustus 18, 2024


BANDAR LAMPUNG - Kebakaran hebat melanda Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bandar Lampung yang berlokasi di Jalan Pangeran Emir M. Noer, Kelurahan Sumur Putri, Kecamatan Teluk Betung Selatan pada Minggu, 18 Agustus 2024, sekitar pukul 02.45 WIB. 

Peristiwa ini bermula ketika dua saksi yang bertugas sebagai satpam, Elva dan Irvan, sedang berjaga malam. 

Mereka mendengar suara ledakan yang berasal dari lantai dua gedung, tepatnya di ruang Kasubag Tata Usaha.

Saksi-saksi segera memeriksa sumber ledakan dan menemukan titik api yang mulai membesar. Mereka berusaha memadamkan api, tetapi terhambat karena pintu-pintu di lantai dua terkunci. 

Keadaan semakin kritis hingga mereka memutuskan untuk menghubungi petugas pemadam kebakaran. 

Api berhasil dipadamkan oleh Tim Damkar Kota Bandar Lampung setelah mobil pemadam kebakaran dikerahkan sebanyak tujuh unit. 

Namun, lantai dua gedung dan seluruh berkas penting yang ada di dalamnya hangus terbakar. 

Menurut Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Umi Fadillah Astutik, kebakaran ini diduga disebabkan oleh korsleting listrik di lantai dua gedung tersebut. 

"Dari hasil olah TKP awal, kuat dugaan kebakaran ini disebabkan oleh arus pendek listrik yang terjadi di ruang Kasubag TU," jelasnya. 

Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, namun kerugian material cukup besar mengingat gedung utama dan beberapa alat elektronik serta berkas-berkas penting juga turut terbakar.

Polresta Bandar Lampung telah mengambil langkah cepat dengan melakukan olah TKP, mengamankan barang bukti, dan memeriksa saksi-saksi yang berada di lokasi saat kejadian. 

"Kami sudah berkoordinasi dengan pihak Kemenag dan juga meminta bantuan dari Labfor Palembang untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut," ungkap Kombes Umi Fadillah. 

Pihaknya juga memastikan akan terus melakukan pengamanan di lokasi hingga seluruh proses penyelidikan selesai.

Sebagai langkah pencegahan, petugas dari PLN juga dipanggil untuk memeriksa kondisi kelistrikan di sekitar lokasi kejadian. 

"Langkah ini penting untuk mencegah kejadian serupa terjadi kembali, dan memastikan keamanan bagi semua pihak yang berkepentingan di gedung tersebut," tegas Kombes Umi Fadillah. 

Saat ini, Polresta Bandar Lampung terus melakukan investigasi mendalam untuk memastikan penyebab pasti kebakaran dan mengevaluasi langkah-langkah keamanan yang perlu diterapkan di masa mendatang.

Kantor Bank BNI Enggal Bandarlampung Kebakaran, 9 Mobil Pemadam Dikerahkan

Juli 24, 2024

 


Bandar Lampung - Si jago merah kembali beraksi, kali ini sasarannya Bank Negara Indonesia (BNI) Kantor Cabang Pembantu (KCP) Majapahit, Enggal, Bandar Lampung, Selasa (23/07/2024) sekira pukul 15.00 WIB.

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan kota Bandar Lampung menerima laporan kebakaran yang terjadi di BNI Majapahit pukul 15.02 WIB. Hal tersebut diungkapkan Komandan Pleton (Danton) B, Riswanto. 

Riswanto mengungkapkan, usai menerima laporan, pihaknya mengerahkan 9 unit mobil pemadam kebakaran (damkar).

Yang pertama Unit Mobil Karba Pos Siaga Tanjung Karang Timur (15.04 WIB); kedua Unit Mobil Banteng 10 Mako Tandean (15.06 ); ketiga Unit Mobil Supply 022 Mako Tendean (15.06 WIB); keempat Unit Mobil Banteng 11 Mako Tendean (15.10 WIB); kelima Unit Mobil Supply 021 Mako Tendean (15.10 WIB); keenam Unit Mobil Supply Pos Teluk Betung Utara (15.14 WIB); ketujuh Unit Mobil Karba Pos Teluk Betung Selatan (15.15 WIB); kedelapan Unit Mobil Karba Pos Way Halim (16.16); dan terakhir Unit Mobil Karba Pos Bumi Waras (15.18).

"Kesembilan mobil damkar tersebut tiba lima menit setelah keberangkatan, dengan mengerahkan 40 personel," ungkapnya.

Ia menjelaskan, api dapat dijinakkan pada pukul 16.30 WIB, dengan mengabiskan 10 tangki air.

"Luas lahan BNI yang terbakar kurang lebih 244 meter, dan menghanguskan Genset 30 ribu Watt, Komputer, serta Peralatan Kantor," jelasnya.

Riswanto melanjutkan, tidak ada korban jiwa pada musibah kebakaran tersebut, namun kerugian materil diperkirakan kurang lebih sebesar Rp.150.000.000,-.

"Penyebab kebakaran menurut keterangan Satpam.Bank BNI bapak Aan, diperkirakan karena Genset yang meledak, dan personil juga melaporkan ke pihak PLN untuk melakukan pemadaman arus listrik di daerah terjadinya kebakaran dengan No.Laporan G1424072300378," pungkas Danton B Riswanto yang di dampingi Wadanto Adi Santoso.

Selidiki Penyebab Kebakaran Gudang BBM di Natar, Polda Lampung Dibantu Puslabfor Mabes Polri

Mei 03, 2024




LAMPUNG - Pusat laboratorium dan forensik (Puslabfor) Mabes Polri turut membantu Polda Lampung untuk menyelidiki penyebab kebakaran gudang BBM di Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan.


Direktur Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Lampung, Komisaris Besar (Kombes) Reynold Hutagalung menggunakan, bahwa hasil olah TKP menemukan sejumlah barang bukti, termasuk 22 unit tandon, 2 mesin sedot, dan beberapa selang.


"Kami melakukan koordinasi dengan puslabfor untuk pemeriksaan di tempat kejadian perkara, untuk menentukan titik api dan penyebab kebakaran," katanya saat konferensi pers di Polres Lampung Selatan, Jumat (3/5/2024) sore.


Hingga kini, pihak kepolisian masih memeriksa enam saksi, termasuk pemilik lahan dan dua penyewa lahan.


Dari hasil pemeriksaan, lokasi kebakaran berada di area bengkel mobil Putra Jaya Abadi, milik warga bernama Irianto, yang disewakan kepada Aditya dan Indra.


Aditya menyewa lahan untuk bengkel mobil, sementara Indra menyewa untuk bisnis BBM.


"Saudara Aditya menyewa lahan untuk digunakan sebagai bengkel mobil Putra Jaya Abadi dengan masa sewa selama 1 tahun, yang dibayar per enam bulan seharga Rp 6 juta," katanya.


Sedangkan Indra menyewa lahan dengan mengaku kepada pemilik lahan untuk digunakan sebagai tempat bisnis BBM.


"Masa sewa 1 tahun dibayar per enam bulan seharga Rp 7,5 juta," katanya.


Reynold menegaskan bahwa penyelidikan akan memperdalam adanya dua penyewaan lahan di lokasi tersebut dan bahwa indikasi penyebab kebakaran masih menunggu hasil dari puslabfor.


"Kami lakukan pendalaman terhadap adanya 2 penyewaan lahan di lokasi itu. Dan indikasi apakah penyebab kebakaran masih menunggu dari puslabfor," katanya.


Lokasi kebakaran sudah diberi garis polisi untuk memudahkan penyelidikan.