Tampilkan postingan dengan label KPK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KPK. Tampilkan semua postingan

Perjalanan Noel Ebenezer: Dari Driver Ojol, Jadi Wamenaker, hingga Terjerat OTT KPK

Agustus 21, 2025
KPK

  



JAKARTA – Karier politik Immanuel Ebenezer atau Noel terhenti di ujung jalan. Wakil Menteri Ketenagakerjaan itu ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam operasi tangkap tangan (OTT), Rabu (20/8), terkait dugaan pemerasan perusahaan dalam pengurusan sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Pria kelahiran Riau, 22 Juli 1975 ini menempuh pendidikan sarjana sosial di Universitas Satya Negara Indonesia dan lulus pada 2004. Kiprahnya mulai dikenal publik ketika menjadi Ketua Umum Jokowi Mania (JoMan), kelompok relawan Presiden Joko Widodo pada Pilpres 2019.

Namun pada Pilpres 2024, Noel berbalik arah dengan mendeklarasikan “Prabowo Mania 08” untuk mendukung pasangan Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka. Usai kemenangan Prabowo-Gibran, Noel dilantik sebagai Wakil Menteri Ketenagakerjaan pada Oktober 2024, mendampingi Menteri Yassierli.

Pernah Jadi Driver Ojol

Di luar panggung politik, Noel pernah mengaku hidup sebagai sopir ojek online (ojol) pada 2016. Kesaksian itu ia sampaikan saat mengunjungi sebuah perusahaan ride-hailing di Cilandak, Jakarta Selatan, November 2024.

“Saya pernah jadi driver ojol, bahkan anak saya juga. Saat daftar, surat nikah saya jadi jaminan. Sedangkan anak saya, ijazah jadi jaminan,” ungkap Noel kala itu. Ia bahkan bercerita tentang titik “gacor” untuk mendapat banyak order, mulai Tanjung Barat hingga Grand Indonesia.

Terseret OTT KPK

Laju karier Noel terhenti seiring langkah KPK yang menjeratnya bersama 10 orang lain. Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto menyebut praktik pemerasan terkait sertifikasi K3 telah berlangsung sejak 2019, jauh sebelum Noel menjabat Wamenaker.

Dari operasi senyap itu, KPK mengamankan 13 mobil dan satu motor gede Ducati. Namun hingga kini, nilai pemerasan dan konstruksi perkara masih ditutup rapat.

“KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum para pihak,” kata Fitroh.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengaku prihatin. “Ini pukulan telak bagi kami. Namun, kami hormati proses hukum yang berjalan,” ucapnya.

Sementara Noel hingga kini belum memberi komentar atas kasus yang menjerat dirinya.

OTT Noel Ebenezer, KPK Bongkar Pemerasan Sertifikasi K3 Sejak 2019

Agustus 21, 2025
KPK

  


JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap praktik pemerasan dalam pengurusan sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Kementerian Ketenagakerjaan sudah berlangsung lama, bahkan sejak tahun 2019.

Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, menyebut dugaan pemerasan itu terjadi jauh sebelum Immanuel Ebenezer alias Noel dilantik menjadi Wakil Menteri Ketenagakerjaan pada Oktober 2024.

“Iya, sudah dari 2019. Pemerasan ini sudah berlangsung lama, dengan nilai yang cukup besar,” ujar Fitroh, Kamis (21/8).

Kasus ini terbongkar lewat operasi tangkap tangan (OTT) Rabu malam (20/8) yang menyeret Noel bersama 10 orang lainnya. Dari tangan para pihak, KPK juga mengamankan 13 mobil dan satu motor gede Ducati.

Hingga kini, KPK belum merinci konstruksi perkara maupun identitas pihak lain yang terjaring dalam OTT tersebut. Sesuai prosedur, lembaga antirasuah punya waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum mereka.

Noel sebelumnya dikenal sebagai mantan Ketua Umum Jokowi Mania (Joman) pada Pilpres 2019, kemudian beralih mendukung kubu Prabowo-Gibran di Pilpres 2024 melalui deklarasi relawan “Prabowo Mania 08”. Usai kemenangan Prabowo-Gibran, ia ditunjuk sebagai Wamenaker mendampingi Menteri Ketenagakerjaan Yassierli.

Sementara itu, pihak Kemnaker belum memberikan keterangan resmi terkait OTT yang menjerat salah satu pucuk pimpinannya tersebut.

Dasco: Presiden Tak Akan Lindungi Wamenaker Noel

Agustus 21, 2025
KPK

  



JAKARTA – Wakil Ketua DPR RI sekaligus Ketua Harian DPP Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, menegaskan Presiden Prabowo Subianto tidak akan melindungi Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer alias Noel yang tertangkap tangan oleh KPK.

“Presiden tidak pandang bulu dalam penegakan kasus-kasus korupsi. Bila terbukti, pembantu-pembantunya melakukan perbuatan yang tidak terpuji, maka tidak ada perlindungan,” ujar Dasco di Kompleks Parlemen, Senayan, Kamis (21/8).

Noel ditangkap KPK dalam OTT pada Rabu malam (20/8) bersama 10 orang lain. Mereka langsung dibawa ke Gedung Merah Putih KPK untuk pemeriksaan lebih lanjut.

OTT ini disebut terkait dugaan pemerasan terhadap perusahaan dalam pengurusan sertifikasi K3. KPK juga mengamankan 13 mobil dan 1 motor gede Ducati yang diduga milik Noel.

Hingga berita ini diturunkan, KPK belum merinci konstruksi perkara maupun nilai dugaan pemerasan. Publik menunggu langkah tegas pemerintah dan kelanjutan sikap Presiden pasca penangkapan salah satu pejabat kabinetnya itu.

Tangkap Wamenaker Noel, KPK Ikut Amankan 10 Orang

Agustus 21, 2025
KPK

 


JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer, atau akrab disapa Noel, dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang digelar Rabu malam (20/8).

Penangkapan Noel dilakukan terkait dugaan kasus pemerasan. Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto membenarkan kabar tersebut.

“Noel ditangkap bersama 10 orang lainnya,” ujar Fitroh, Kamis (21/8).

Meski begitu, KPK masih menutup rapat detail konstruksi perkara, barang bukti, maupun identitas pihak lain yang ikut diamankan. Sesuai prosedur, lembaga antirasuah memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum para pihak.

Pihak Kementerian Ketenagakerjaan hingga saat ini belum memberikan komentar resmi mengenai penangkapan wakil menterinya tersebut.

Kasus Noel menambah deretan pejabat negara yang terjerat OTT KPK. Publik kini menanti langkah tegas pemerintah terhadap kasus yang kembali mencoreng wajah kabinet.

KPK Tangkap Wamenaker Immanuel Ebenezer Terkait Dugaan Pemerasan

Agustus 21, 2025
KPK

  


JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi senyap. Kali ini, yang terjerat adalah Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer atau akrab disapa Noel.

Noel ditangkap pada Rabu malam (20/8) dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan tim penyidik KPK. Penangkapan tersebut diduga terkait praktik pemerasan.

“Benar,” ujar Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto, Kamis (21/8), saat dikonfirmasi wartawan.

Hingga berita ini diturunkan, KPK belum merinci detail kasus, barang bukti, maupun jumlah pihak lain yang turut diamankan. Pihak Kementerian Ketenagakerjaan maupun Noel juga belum memberikan keterangan resmi.

Penangkapan ini menambah daftar panjang pejabat negara yang terjerat operasi tangkap tangan KPK. Publik kini menunggu langkah tegas pemerintah terhadap anak buah presiden yang tersangkut kasus hukum tersebut.

Pukulan Baru bagi Pemerintahan

Agustus 21, 2025
KPK

  


Penangkapan Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer oleh KPK menjadi sinyal kuat bahwa korupsi masih mengakar bahkan di lingkaran elit kementerian. OTT ini terjadi di tengah upaya pemerintah menegakkan transparansi birokrasi.

Bagi kabinet, kasus ini bisa berdampak langsung pada citra pemerintahan, menambah beban politik, serta memicu spekulasi soal reshuffle. Noel dikenal sebagai figur vokal sekaligus loyalis politik, sehingga penangkapannya bukan hanya kasus hukum, melainkan juga peristiwa politik.

KPK perlu segera membuka ke publik detail kasus agar tidak menimbulkan spekulasi liar. Di sisi lain, Presiden harus tegas memberi contoh: tidak ada kompromi bagi pejabat yang terjerat korupsi.

Oleh : Russel Ray Basori

KPK Tangkap Wamenaker Immanuel Ebenezer

Agustus 21, 2025
KPK

  


JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer atau yang akrab disapa Noel. Penangkapan dilakukan lewat operasi tangkap tangan (OTT) pada Rabu malam (20/8).

“Benar,” kata Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto saat dikonfirmasi, Kamis (21/8).

Hingga berita ini diturunkan, KPK belum menyampaikan detail terkait perkara maupun barang bukti dalam operasi tersebut. Pihak Kementerian Ketenagakerjaan dan Noel juga belum memberikan komentar resmi.

Immanuel Ebenezer sebelumnya aktif mendampingi Menteri Ketenagakerjaan dalam sejumlah agenda pemerintahan. Penangkapan ini menjadi perhatian publik karena melibatkan pejabat tinggi di kabinet.