Tampilkan postingan dengan label Dishub. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dishub. Tampilkan semua postingan

Parkir Liar di Bandar Lampung Bakal Ditertibkan

Mei 06, 2024



Bandar Lampung— Pemerintah Kota Bandar Lampung berjanji segera menertibkan parkir liar di berbagai jalan protokol.


Hal itu sesuai rekomendasi DPRD Kota karena kegiatan tersebut tidak masuk ke dalam retribusi sehingga merugikan pendapatan asli daerah (PAD).


Kepala Dinas Perhubungan Bandar Lampung, Socrat Pringgodanu, menjelaskan pihaknya tidak bisa menarik retribusi dari parkir liar.


“Kendaraan parkir bukan di titik parkir sehingga enggak bisa ambil retribusi dan tidak bisa masuk PAD,” kata Socrat, Minggu, 5 Mei 2024.


Menurut dia, titik parkir liar sering sejumlah oknum salahgunakan karena memang bukan lokasi untuk parkir kendaraan. “Tapi, penertiban parkir liar juga bukan untuk masuk PAD,” ujar dia.


Dia melanjutkan, upaya penertiban itu akan secara persuasif. “Kami tindak, tetapi masih bersifat persuasif,” ujar dia.


Untuk itu, dia meminta kesadaran diri masyarakat untuk tidak melakukan parkir liar. “Misalnya, toko kekurangan lahan parkir sehingga harus menggunakan bahu jalan untuk parkir kendaraan. Jangan dong,” kata dia.

Pelabuhan Panjang Jadi Opsi Jalur Mudik Pemotor

Maret 26, 2024

Bandar Lampung - Dinas Perhubungan Provinsi Lampung menyebut Pelabuhan Ciwandan – Pelabuhan Panjang menjadi opsi jalur penyeberangan laut jalur selama musim mudik Lebaran 2024. Khususnya, bagi pemudik motor.


Kepala Dinas Perhubungan Lampung, Bambang Sumbogo mengatakan, pihaknya berharap pengoperasian jalur mudik ini dapat menjaga kelancaran aktivitas mudik pemudik. “Jadi Pelabuhan Panjang kita harapkan bisa tetap beroperasi untuk angkutan dari Ciwandan. Mungkin nanti untuk mudik motor, masih akan kita rapatkan,” ujarnya, Selasa, 26 Maret 2024.

Dinas Perhubungan Lampung mengeklaim Pelabuhan Panjang siap untuk beroperasi di masa mudik Lebaran 2024. Pihaknya telah melakukan pengecekan sarana dan prasarana di pelabuhan tersebut.

“Kalau secara sarana prasarana, sudah kita laksanakan ramp-check semua. Artinya, terhadap sarana dan prasarananya, Pelabuhan Panjang siap dan Pelabuhan Ciwandan juga sudah siap,” jelasnya.

Dia menambahkan optimalisasi Pelabuhan Ciwandan- Pelabuhan Panjang juga untuk mengantisipasi prognosa lonjakan jumlah pemudik. Sehingga para pemudik tidak terkonsentrasi di Pelabuhan Bakauheni yang berpotensi terjadi penumpukan penumpang.

Ada skema optimalisasi dermaga di Bakauheni kita kombinasikan dengan Pelabuhan Indah Kiat, Pelabuhan BBJ, dan Pelabuhan Ciwandan,” kata dia.

Selain itu, jarak yang cukup jauh antara Bakauheni dengan pusat Kota Bandar Lampung, pihaknya nilai kurang aman bagi para pemudik motor. Pengoperasian Pelabuhan Panjang juga merupakan strategi untuk menciptakan kenyamanan dan kelancaran mudik.

“Dari Bakauheni ke Bandar Lampung masih sekitar 100 km. Pemudik sepeda motor itu kan banyak yang harus diperhatikan, seperti kemacetan dan keselamatan. Itu yang jadi pertimbangkan,” kata dia.

Lebih lanjut, Bambang menjelaskan informasi terkait skema pembelian tiket penyebarangan Pelabuhan Ciwandan-Pelabuhan Panjang masih melalui rapat dan bakal segera pihaknya publikasikan. “Kita belum tahu hasil rapatnya. Tapi kita harapkan ini gratis seperti tahun lalu,” pungkasnya.