Tampilkan postingan dengan label Dana Desa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dana Desa. Tampilkan semua postingan

Dituduh Lakukan Penyimpangan Dana Desa Ratusan Juta, Kades Gunung Sari Berikan Bantahan

Agustus 02, 2026

 



PESAWARAN — Warga, sesepuh, serta jajaran tokoh adat Desa Gunung Sari, Kecamatan Way Khilau, Kabupaten Pesawaran, Lampung, menyoroti tajam dugaan penyimpangan pengelolaan Dana Desa (DD) periode 2023–2025. Dugaan praktik korupsi, kolusi, nepotisme (KKN), mark-up, hingga kegiatan fiktif disinyalir melibatkan Kepala Desa Gunung Sari, Kasam, beserta Bendahara Desa, Deni, yang merupakan menantunya.

Kegeraman tokoh adat memuncak lantaran anggaran alokasi kebudayaan dan perlengkapan sarana adat yang bersumber dari Dana Desa dinilai tidak terealisasi sebagaimana mestinya, Senin (3/8/2026).

Tokoh Adat Batin Panglima Bandakh Kebumian Kamantakha, Sudarto R, didampingi Raja Suku Kanan dan Suku Kiri menegaskan bahwa pihak adat merasa dilecehkan oleh janji-janji manis pihak pemerintah desa.

"Kami tokoh adat sudah muak dengan perilaku Kades Kasam yang terkesan melecehkan adat istiadat suku Lampung. Berulang kali mengumbar janji palsu akan memfasilitasi sarana dan prasarana adat secara dicicil, namun hingga kini tidak satu pun yang direalisasikan. Tradisi adat dan budaya Lampung itu sakral, ada konsekuensi tulahan (kualat) jika dimainkan," tegas Sudarto R.

Daftar Janji Sarana Adat dan Anggaran Budaya yang Dipertanyakan

Berdasarkan penuturan para sesepuh dan tokoh adat setempat, terdapat sejumlah perlengkapan sarana adat yang sebelumnya dijanjikan akan dipenuhi oleh pemerintah desa, di antaranya:

  1. Kebung Tikhai

  2. Perlengkapan Adat: Tunggul, Tudung Gobekh, Payan, Talakekhumung, dan Gong

  3. Pakaian & Peringkat Adat: Siger, Ikat Pujuk, serta sepasang Tapis pelengkap bulipat

  4. Perlengkapan Tradisi: Talam Butatak, tikar, bantalan kain putih, dan alat ketipung

  5. Atribut Seni: Dua perangkat seragam Butakhi (Pincak Khakot) lengkap dengan sepasang pedang dan pisau garpu

Selain barang-barang sarana adat di atas, sejumlah item kegiatan bernilai hingga ratusan juta rupiah yang dianggarkan melalui Dana Desa diduga tidak dilaksanakan sesuai prosedur atau bahkan fiktif, meliputi:

  • Pembelian plang Kesaibatinan sebesar Rp7 juta

  • Anggaran pelaksanaan Festival Adat dan Budaya

  • Anggaran proyek Rehabilitasi Rumah Adat

Bantahan Kepala Desa dan Desakan Pengusutan Hukum

Dikonfirmasi secara terpisah, Kepala Desa Gunung Sari, Kasam, membantah seluruh tuduhan penyimpangan tersebut. Ia mengklaim bahwa pengelolaan dan penggunaan Dana Desa di wilayahnya telah dijalankan secara transparan dan sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku.

Meski demikian, tokoh adat, sesepuh, dan masyarakat Desa Gunung Sari mendesak Inspektorat Kabupaten Pesawaran serta Aparat Penegak Hukum (APH) untuk segera turun ke lapangan melakukan penyelidikan menyeluruh. Masyarakat berharap proses audit dan pemeriksaan dilakukan secara objektif agar tata kelola keuangan desa berbasis APBN benar-benar dimanfaatkan demi kesejahteraan warga, bukan kepentingan pribadi.

Pemerintah Pekon Pagar Bukit Prioritaskan Pembangunan Infrastruktur Jalan guna Mudahkan Mobilitas Warga

Juni 24, 2025

 


Pesisir Barat – Pemerintah Pekon Pagar Bukit, Kecamatan Bangkunat, Kabupaten Pesisir Barat memanfaatkan Dana Desa tahun anggaran 2025 untuk membangun infrastruktur jalan demi mendongkrak aksesibilitas dan perekonomian masyarakat. Kini, warga setempat tak lagi mengalami kesulitan dalam menjalani aktivitas sehari-hari, terutama dalam mendukung sektor pertanian yang menjadi tulang punggung penghidupan mereka.


Pembangunan jalan berupa rabat beton dengan total panjang 240 meter yang tersebar di dua titik pemangku, menjadi bukti nyata prioritas pembangunan infrastruktur desa. Proyek ini dipimpin langsung oleh Peratin Pagar Bukit, Yunengsih, yang menegaskan bahwa pembangunan akses jalan menjadi fokus utama tahun ini.


Menurut Yunengsih, kondisi jalan sebelumnya berupa tanah liat dan bebatuan terjal, menyulitkan warga saat mengangkut hasil panen maupun menjalani aktivitas lainnya. Dengan adanya rabat beton ini, mobilitas warga kini jauh lebih lancar, khususnya para petani dalam mengelola lahan dan mendistribusikan hasil pertanian mereka.


Tak hanya itu, pembangunan jalan juga berdampak pada kemudahan akses menuju tempat pemakaman umum yang selama ini sering mengalami kendala akibat buruknya kondisi jalan. Jalan yang dibangun kini menghubungkan antar pemangku dan terintegrasi langsung dengan jalan utama desa, sehingga memperlancar mobilitas warga secara keseluruhan.


Yunengsih berharap, pembangunan yang telah direalisasikan ini dapat dijaga bersama oleh masyarakat. Ia menekankan pentingnya rasa memiliki terhadap fasilitas desa agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.


Pemerintah Pekon Pagar Bukit berkomitmen terus melanjutkan pembangunan yang berpihak pada kebutuhan riil masyarakat, dengan harapan peningkatan kesejahteraan warga bisa terwujud secara berkelanjutan. (*)

Permudah Akses Warga, Pemerintah Pekon Pagar Bukit Bangun Jalan Melalui Dana Desa 2025

Juni 24, 2025

 


Pesisir Barat – Pemerintah Pekon Pagar Bukit, Kecamatan Bangkunat, Kabupaten Pesisir Barat memanfaatkan Dana Desa tahun anggaran 2025 untuk membangun infrastruktur jalan demi mendongkrak aksesibilitas dan perekonomian masyarakat. Kini, warga setempat tak lagi mengalami kesulitan dalam menjalani aktivitas sehari-hari, terutama dalam mendukung sektor pertanian yang menjadi tulang punggung penghidupan mereka.


Pembangunan jalan berupa rabat beton dengan total panjang 240 meter yang tersebar di dua titik pemangku, menjadi bukti nyata prioritas pembangunan infrastruktur desa. Proyek ini dipimpin langsung oleh Peratin Pagar Bukit, Yunengsih, yang menegaskan bahwa pembangunan akses jalan menjadi fokus utama tahun ini.


Menurut Yunengsih, kondisi jalan sebelumnya berupa tanah liat dan bebatuan terjal, menyulitkan warga saat mengangkut hasil panen maupun menjalani aktivitas lainnya. Dengan adanya rabat beton ini, mobilitas warga kini jauh lebih lancar, khususnya para petani dalam mengelola lahan dan mendistribusikan hasil pertanian mereka.


Tak hanya itu, pembangunan jalan juga berdampak pada kemudahan akses menuju tempat pemakaman umum yang selama ini sering mengalami kendala akibat buruknya kondisi jalan. Jalan yang dibangun kini menghubungkan antar pemangku dan terintegrasi langsung dengan jalan utama desa, sehingga memperlancar mobilitas warga secara keseluruhan.


Yunengsih berharap, pembangunan yang telah direalisasikan ini dapat dijaga bersama oleh masyarakat. Ia menekankan pentingnya rasa memiliki terhadap fasilitas desa agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.


Pemerintah Pekon Pagar Bukit berkomitmen terus melanjutkan pembangunan yang berpihak pada kebutuhan riil masyarakat, dengan harapan peningkatan kesejahteraan warga bisa terwujud secara berkelanjutan. (*)

Akses Jalan Rusak Diperbaiki, Pemerintah Pekon Suka Marga Bangun Rabat Beton

Mei 21, 2025

 


Pesisir Barat – Pemerintah Pekon Suka Marga, Kecamatan Bangkunat, Kabupaten Pesisir Barat, membangun empat titik rabat beton di wilayahnya. Proyek infrastruktur yang dibiayai melalui Dana Desa ini bertujuan untuk meningkatkan aksesibilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.


Pembangunan rabat beton tersebut menjangkau lima pemangku yang ada di Pekon Suka Marga. Infrastruktur ini akan dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai keperluan, mulai dari mobilitas pelajar, pengangkutan hasil pertanian, akses antar pemukiman, hingga jalur menuju Tempat Pemakaman Umum (TPU).


Peratin Pekon Suka Marga, Mat Zainan Hariri, menjelaskan bahwa pembangunan ini merupakan langkah strategis pemerintah pekon dalam mengatasi permasalahan akses jalan yang selama ini dikeluhkan warga. Sebelum dibangun, jalan di beberapa wilayah tersebut kerap rusak parah dan berlumpur, sehingga menyulitkan aktivitas sehari-hari masyarakat.


“Kami memprioritaskan penggunaan Dana Desa tahun 2025 untuk pembangunan rabat beton ini, agar akses warga bisa lebih lancar dan kualitas hidup mereka meningkat,” jelas Zainan.


Ia menambahkan, panjang total rabat beton yang dibangun mencapai 315 meter dengan lebar dua meter. Proyek ini dianggap cukup besar untuk skala dana desa, sehingga ia berharap masyarakat dapat berperan aktif dalam menjaga hasil pembangunan tersebut.


“Kalau kita rawat bersama, manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” pungkasnya.


Dengan terealisasinya pembangunan ini, pemerintah pekon berharap mobilitas dan kegiatan ekonomi warga Suka Marga akan semakin meningkat, serta menciptakan konektivitas yang lebih baik antar wilayah. (*) 

Permudah Akses Warga, Pekon Suka Marga Bangkunat Bangun Empat Titik Rabat Beton

Mei 21, 2025

 


Pesisir Barat – Pemerintah Pekon Suka Marga, Kecamatan Bangkunat, Kabupaten Pesisir Barat, membangun empat titik rabat beton di wilayahnya. Proyek infrastruktur yang dibiayai melalui Dana Desa ini bertujuan untuk meningkatkan aksesibilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.


Pembangunan rabat beton tersebut menjangkau lima pemangku yang ada di Pekon Suka Marga. Infrastruktur ini akan dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai keperluan, mulai dari mobilitas pelajar, pengangkutan hasil pertanian, akses antar pemukiman, hingga jalur menuju Tempat Pemakaman Umum (TPU).


Peratin Pekon Suka Marga, Mat Zainan Hariri, menjelaskan bahwa pembangunan ini merupakan langkah strategis pemerintah pekon dalam mengatasi permasalahan akses jalan yang selama ini dikeluhkan warga. Sebelum dibangun, jalan di beberapa wilayah tersebut kerap rusak parah dan berlumpur, sehingga menyulitkan aktivitas sehari-hari masyarakat.


“Kami memprioritaskan penggunaan Dana Desa tahun 2025 untuk pembangunan rabat beton ini, agar akses warga bisa lebih lancar dan kualitas hidup mereka meningkat,” jelas Zainan.


Ia menambahkan, panjang total rabat beton yang dibangun mencapai 315 meter dengan lebar dua meter. Proyek ini dianggap cukup besar untuk skala dana desa, sehingga ia berharap masyarakat dapat berperan aktif dalam menjaga hasil pembangunan tersebut.


“Kalau kita rawat bersama, manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” pungkasnya.


Dengan terealisasinya pembangunan ini, pemerintah pekon berharap mobilitas dan kegiatan ekonomi warga Suka Marga akan semakin meningkat, serta menciptakan konektivitas yang lebih baik antar wilayah. (*)

Rodial: Infrastruktur Jalan Prioritas Utama Dana Desa Tahun Ini

Mei 20, 2025

 


Pesisir Barat – Pemerintah Pekon Penyandingan, Kecamatan Bangkunat, Kabupaten Pesisir Barat, memanfaatkan Dana Desa tahun 2025 untuk membangun empat unit gorong-gorong sebagai solusi atas sulitnya akses jalan warga selama ini. Infrastruktur ini menjadi penghubung vital antar pemangku dan desa yang sebelumnya rusak dan tidak layak digunakan, terutama saat musim hujan.


Pembangunan gorong-gorong ini dilakukan untuk meningkatkan aksesibilitas dan kenyamanan mobilitas masyarakat. Selama puluhan tahun, kondisi jalan di wilayah tersebut tidak mendapatkan perhatian pembangunan, mengakibatkan warga kesulitan saat beraktivitas, termasuk distribusi hasil pertanian dan kebutuhan pokok.


Peratin Pekon Penyandingan, Rodial, menyampaikan bahwa pembangunan ini sangat penting karena jalur tersebut merupakan akses utama warga menuju pusat desa. Jalan tersebut dilalui oleh anak-anak sekolah, pedagang, hingga petani yang membawa hasil panennya. Sebelumnya, kondisi geografis yang naik turun dan dilintasi anak sungai kerap menyebabkan kecelakaan serta menghambat kegiatan sehari-hari masyarakat.


“Kendati pembangunan belum rampung sepenuhnya, manfaatnya sudah mulai dirasakan oleh warga. Akses kini lebih mudah dan aman,” ujar Rodial.


Selain pembangunan gorong-gorong, Dana Desa tahun 2025 juga dialokasikan untuk penimbunan jalan sepanjang 40 meter dengan lebar 5 meter di titik rawan banjir. Langkah ini terbukti efektif mengatasi genangan air yang sering mengganggu mobilitas warga.


Nasrudin, salah satu warga Pekon Penyandingan, mengungkapkan rasa syukurnya atas pembangunan tersebut. “Kami sangat bersyukur karena pemerintah pekon memprioritaskan pembangunan pada hal-hal yang benar-benar mendesak dan dibutuhkan masyarakat,” tuturnya.


Dengan adanya pembangunan ini, warga Pekon Penyandingan kini menikmati akses jalan yang lebih baik, aman, dan mendukung kelancaran aktivitas sehari-hari. (*)

Dana Desa 2025 Fokus Bangun Infrastruktur Vital di Pekon Penyandingan

Mei 20, 2025

 


Pesisir Barat – Pemerintah Pekon Penyandingan, Kecamatan Bangkunat, Kabupaten Pesisir Barat, memanfaatkan Dana Desa tahun 2025 untuk membangun empat unit gorong-gorong sebagai solusi atas sulitnya akses jalan warga selama ini. Infrastruktur ini menjadi penghubung vital antar pemangku dan desa yang sebelumnya rusak dan tidak layak digunakan, terutama saat musim hujan.


Pembangunan gorong-gorong ini dilakukan untuk meningkatkan aksesibilitas dan kenyamanan mobilitas masyarakat. Selama puluhan tahun, kondisi jalan di wilayah tersebut tidak mendapatkan perhatian pembangunan, mengakibatkan warga kesulitan saat beraktivitas, termasuk distribusi hasil pertanian dan kebutuhan pokok.


Peratin Pekon Penyandingan, Rodial, menyampaikan bahwa pembangunan ini sangat penting karena jalur tersebut merupakan akses utama warga menuju pusat desa. Jalan tersebut dilalui oleh anak-anak sekolah, pedagang, hingga petani yang membawa hasil panennya. Sebelumnya, kondisi geografis yang naik turun dan dilintasi anak sungai kerap menyebabkan kecelakaan serta menghambat kegiatan sehari-hari masyarakat.


“Kendati pembangunan belum rampung sepenuhnya, manfaatnya sudah mulai dirasakan oleh warga. Akses kini lebih mudah dan aman,” ujar Rodial.


Selain pembangunan gorong-gorong, Dana Desa tahun 2025 juga dialokasikan untuk penimbunan jalan sepanjang 40 meter dengan lebar 5 meter di titik rawan banjir. Langkah ini terbukti efektif mengatasi genangan air yang sering mengganggu mobilitas warga.


Nasrudin, salah satu warga Pekon Penyandingan, mengungkapkan rasa syukurnya atas pembangunan tersebut. “Kami sangat bersyukur karena pemerintah pekon memprioritaskan pembangunan pada hal-hal yang benar-benar mendesak dan dibutuhkan masyarakat,” tuturnya.


Dengan adanya pembangunan ini, warga Pekon Penyandingan kini menikmati akses jalan yang lebih baik, aman, dan mendukung kelancaran aktivitas sehari-hari. (*)