Tampilkan postingan dengan label DPRD Pesisir Barat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label DPRD Pesisir Barat. Tampilkan semua postingan

Wakil Bupati Irawan Topani Resmi Buka WSL Krui Pro QS 6000 Tahun 2025

Juni 11, 2025

 


Pesisir Barat - Wakil Bupati Pesisir Barat (Pesibar), Irawan Topani, S.H., M.Kn., resmi membuka perhelatan World Surf League (WSL) Krui Pro Qualifying Series (QS) 6000 Tahun 2025, di Pantai Karang Nyimbor Pekon Tanjung Setia Kecamatan Pesisir Selatan, Selasa (10/6/2025).


Pembukaan lomba surfing bergengsi tersebut berlangsung meriah kendati digelar secara sederhana.


Tampak hadir langsung dalam kegiatan tersebut Staf Ahli Bidang Sosial Kementerian Hukum (Kemenkum) sekaligus pembina Pengurus Besar-Persatuan Selancar Ombak Indonesia (PB-PSOI), Kosmas Harefa, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Provinsi Lampung, Bobby Irawan. S.E., M.Si., Anggota DPD RI Dapil Lampung, Almira Nabila Fauzi, B.BUS., COM., Karo Ops, Polda Lampung, Kombes. Pol. Adriansyah Daulay, S.I.K., M.H.


Selain itu hadir juga Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pesibar, Mohammad Emir Lil Ardi, S.H., Ketua I Tim Penggerak-Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Pesibar, Dea Derika Topani, S.H., M.Kn., Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Pesibar, Eliza Wati Zadmiko, S.Sos., para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), forkopimda setempat, Camat Pesisir Selatan, dan Peratin se-Pesisir Selatan.


Dalam laporannya Pj. Sekda, Tedi Zadmiko, S.KM., S.H., M.M., sekaligus Ketua Panitia Pelaksana menyampaikan bahwa Krui Pro Tahun 2025 ini adalah gelaran ke-7, dimana tahun ini terdapat dinamika persiapan kegiatan Krui Pro 2025 diantaranya adalah keterbatasan anggaran dan adanya efisiensi. Namun awal Mei lalu, Pemkab Pesibar menerima informasi bahwa Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mendukung dan menganggarkan kegiatan Krui Pro 2025 melalui PB-PSOI dan ditambah dengan dukungan dari Pemprov Lampung.


"Tentu saja, Pemkab Pesibar langsung menyambut dengan baik dan antusias rencana kegiatan ini. Rapat koordinasi (Rakor) bersama stakeholder terkait, langsung kami agendakan untuk mensukseskan kegiatan surfing internasional ini. Rakor tersebut dipimpin oleh Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian melalui Asisten Deputi Pengembangan Pariwisata dengan melibatkan Kemenpora, Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Pemprov Lampung, POLRI, BUMN, BUMD dan PSOI," papar Pj. Sekda, Tedi Zadmiko.

 

Menurut Pj. Sekda, Tedi Zadmiko gelaran Krui Pro Tahun 2025 berlangsung selama delapan hari dimulai sejak 10 hingga 17 Juni. Sementara kategori yang diperlombakan adalah Mens QS 6000, Womens QS 6000, Mens QS Junior dan Womens QS Junior. Melalui penyelenggaraan Krui Pro diharapkan mampu mempromosikan potensi wisata yang ada di Kabupaten Pesisir Barat dengan baik.

 

"WSL Krui Pro QS 6000 Tahun 2025 diikuti oleh sebanyak 302 peserta dari 17 negara, kami juga mempersiapkan 24 Wild Cards untuk diisi oleh putra putri daerah terbaik yang akan ikut serta dalam kompetisi internasional ini. Kami berharap, mereka dapat memberikan yang terbaik dan menjadi kebanggaan Pesibar," pungkas Pj. Sekda, Tedi Zadmiko.


Dalam sambutan Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani yang disampaikan Kepala Disparekraf Provinsi Lampung, Bobby Irawan mengatakan bahwa Krui Pro menjadi jalan memperkenalkan kekayaan wisata dan budaya Lampung kepada dunia. Terlebih hal itu juga sejalan dengan visi misi Gubernur-Wakil Gubernur Lampung yakni Bersama Lampung Maju Menuju Indonesia Emas.


"Kami percaya Krui Pro adalah ikon spot tourism yang mempercepat pengakuan global terhadap Lampung sebagai destinasi utama surfing di Indonesia. Kombinasi antara ombak, alam yang indah, dan keramahan budaya lokal menjadikan Pantai Tanjung Setia sebagai magnet wisata dunia," kata Kepala Disparekraf, Bobby Irawan.


Kepala Disparekraf, Bobby Irawan memberikan ucapan selamat bertanding kepada para peserta dan meminta agar peserta mampu menampilkan kemampuan terbaiknya dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas. "Semoga WSL Krui Pro QS 6000 Tahun 2025 mampu memberikan manfaat besar bagi masyarakat Pesibar dan Lampung kedepannya," tukas Kepala Disparekraf, Bobby Irawan.


Sementara itu Wakil Bupati, Irawan Topani sebelum resmi membuka perhelatan WSL Krui Pro QS 6000 Tahun 2025 mengatakan bahwa, ombak di Pesibar memiliki keunggulan yang dijuluki Krui Left yang merupakan spot surfing yang terkenal dengan ombak konsisten dan ideal untuk berselancar, yang menawarkan pengalaman berselancar yang menyenangkan bagi berbagai level, dari pemula hingga profesional, sehingga Pesibar menjadi salah satu spot surfing yang sering dan banyak dikunjungi oleh wisatawan dari berbagai daerah dan mancangera.


"Krui Pro bukan sekadar sebuah kompetisi surfing. Surfing olahraga yang mempertemukan keberanian, keanggunan, dan keharmonisan manusia dengan alam kini menjadi jembatan bagi dunia untuk mengenal lebih dekat pesona Pesibar," ungkap Wakil Bupati, Irawan Topani.


Wakil Bupati, Irawan Topani juga mengungkapkan Pantai Karang Nyimbor yang lebih dikenal dengan Pantai Tanjung Setia dan bentangan alam Pesibar bukan sekadar latar belakang kompetisi tersebut. Namun menjadi saksi akan keindahan anugerah yang diberikan Allah SWT kepada Pesibar. Melalui ombak-ombak yang telah menjadi legenda di mata para peselancar dunia, Pemkab dan masyarakat Pesibar ingin mempersembahkan wajah lain dari Indonesia yakni sebuah tanah yang kaya akan keindahan alam, budaya luhur, dan masyarakat yang ramah serta terbuka.


"Namun lebih dari itu, Pemkab Pesibar memaknai Krui Pro sebagai sebuah momentum untuk mengenalkan budaya dan adat istiadat masyarakat Pesibar kepada dunia. Momentum untuk membuka peluang bagi tumbuhnya Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), dan momentum untuk menggairahkan kembali industri kreatif lokal, yang menjadi denyut nadi ekonomi masyarakat Pesibar," lanjut Wakil Bupati, Irawan Topani.


Menurut Wakil Bupati, Irawan Topani, dibalik gelombang yang bergulung indah, tersimpan potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, mengembangkan pariwisata yang berkelanjutan, dan mempromosikan Pesibar sebagai destinasi unggulan di kancah internasional.


Hal itu juga menjadi dasar besar Pemkab Pesibar menjadikan Krui Pro bukan sekadar sebuah agenda tahunan, akan tetapi menjadi strategi pembangunan daerah, dalam mewujudkan pariwisata yang berkualitas, inklusif, dan berdaya saing global. "Kami pun berharap bahwa kehadiran para tamu dan wisatawan akan memberikan dampak positif yang nyata bagi masyarakat. Kami ingin melihat pelaku UMKM bangkit, produk-produk lokal diminati oleh pasar dunia, dan masyarakat Pesibar semakin berdaya di tengah geliat pariwisata," harap Wakil Bupati, Irawan Topani.


Wakil Bupati, Irawan Topani juga tak luput mengimbau seluruh masyarakat dan pengunjung agar bersama-sama menjaga keindahan alam yang telah diwariskan tersebut, mulai dari menjaga kebersihan dengan menampilkan wajah Pesibar yang tidak hanya elok dipandang, tetapi juga bijaksana dalam merawat alamnya.


"Selamat bertanding kepada seluruh peserta yang datang dari berbagai belahan dunia. Tampilkan kemampuan terbaiknya, junjung tinggi sportivitas, dan jadikan Krui Pro 2025 sebagai ajang untuk mempererat rasa persaudaraan antar bangsa melalui kecintaan pada laut dan olahraga," tandas Wakil Bupati, Irawan Topani


"Pemkab Pesibar juga menyampaikan apresiasi kepada Kemenpora, Pemprov Lampung, PB-PSOI, WSL, Asian Surf Cooperative (ASC), para sponsor serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Krui Pro Tahun 2025," tukas Wakil Bupati, Irawan Topani. (*) 

Pemprov Lampung Siap Berkolaborasi Tuntaskan Keterisoliran Wilayah Way Haru

April 21, 2025

 


Pesisir Barat, 21 Maret 2025 — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan persoalan keterisolasian wilayah Way Haru, Kabupaten Pesisir Barat, yang hingga kini belum terselesaikan. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Staf Ahli Gubernur Lampung, Ganjar Jationo, saat menghadiri rapat paripurna istimewa peringatan HUT ke-12 Kabupaten Pesisir Barat di Sekretariat DPRD Pesibar, Senin (21/03).


Ganjar menyampaikan bahwa Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal membuka diri terhadap pembangunan yang disesuaikan dengan karakter, potensi, dan kondisi khas tiap daerah. Pemprov Lampung, kata dia, memiliki kewajiban untuk berkolaborasi dengan pemerintah kabupaten/kota demi pembangunan yang berpihak pada masyarakat.


Ganjar menjelaskan bahwa persoalan Way Haru telah melalui koordinasi lintas jenjang pemerintahan dan telah banyak informasi yang diterima oleh Pemprov Lampung.


"Saya yakin perangkat-perangkat terkait sudah bekerja, khususnya pak bupati. Tadi saya dengar ada sinergi dengan TMMD dan tinggal dikoordinasikan kepada pihak TWNC, dan pemerintah provinsi monitor dan sudah pasti sudah lapor kepada instansi terkait lainnya untuk segera ditindaklanjuti," kata Ganjar.


Sementara itu, Bupati Pesisir Barat Dedi Irawan menyampaikan bahwa penyelesaian permasalahan Way Haru menjadi salah satu prioritas utama pemerintah daerah. Ia mengatakan bahwa saat ini pihaknya tengah berupaya membangun kembali jembatan yang terputus dan menyiapkan pembangunan jalan melalui program TMMD yang melibatkan Kodim setempat.


"Kami juga sedang berkoordinasi dengan TNBBS dan menunggu komunikasi dari pihak TWNC. InsyaAllah kami akan berusaha secara maksimal agar pembangunan segera terwujud dan tidak ada lagi daerah tertinggal di Pesisir Barat," tegas Dedi. (*)

‘Pesisir Barat Semangat!’: Tema HUT ke-12 Jadi Kompas Pembangunan Daerah

April 20, 2025

 


Pesisir Barat, 21 April 2025 — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pesisir Barat menggelar Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-12 Kabupaten Pesisir Barat yang berlangsung di Sekretariat DPRD Kabupaten Pesisir Barat pada Senin (21/4). 


Dalam sambutannya, Bupati Pesisir Barat Dedi Irawan menyampaikan bahwa peringatan HUT ke-12 kali ini mengusung tema "Pesisir Barat Semangat!" yang mencerminkan komitmen daerah dalam mewujudkan Pesisir Barat yang Sejahtera, Maju, Madani, Religius, dan Wisata Terdepan.


“Tema ini bukan hanya slogan, tetapi menjadi kompas arah pembangunan daerah yang kita cintai bersama,” ujar Bupati Dedi Irawan.


Ia menjelaskan, makna sejahtera menekankan pada pembangunan yang berpihak kepada kesejahteraan masyarakat. Maju berarti percepatan pembangunan infrastruktur, pelayanan publik, pendidikan, dan ekonomi. Madani mengedepankan nilai-nilai demokrasi, kebersamaan, dan penghormatan terhadap hak asasi manusia. Religius sebagai landasan moral dan spiritual masyarakat, dan wisata terdepan mengingat potensi pariwisata Pesisir Barat yang berkelas dunia dan terus dikembangkan secara berkelanjutan.


Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga memaparkan berbagai capaian pembangunan. Salah satunya adalah keberhasilan Kabupaten Pesisir Barat keluar dari status kabupaten tertinggal berdasarkan Keputusan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI Nomor 490 Tahun 2024.


“Ini adalah buah dari kerja keras dan sinergi seluruh pihak: pemerintah, DPRD, Forkopimda, serta masyarakat yang terus memberikan dukungan,” ungkapnya.


Pertumbuhan ekonomi Pesisir Barat juga menunjukkan tren positif. Tahun 2024, ekonomi daerah tumbuh sebesar 2,61%, naik signifikan dari kondisi saat pandemi Covid-19 di tahun 2020 yang sempat menurun hingga -1,18%. Meski sedikit melambat dibanding 2023 yang mencatat 3,42%, Bupati menegaskan bahwa arah pertumbuhan masih berada di jalur yang benar.


Di bidang tata kelola pemerintahan, Pesisir Barat meraih nilai “B” dalam evaluasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) tahun 2024. Selain itu, kabupaten ini juga berhasil meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI atas laporan keuangan selama lima tahun berturut-turut sejak 2019 hingga 2023.


“Prestasi ini adalah bentuk pengakuan terhadap transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan daerah,” tambah Bupati Dedi.


Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Pesisir Barat, Emil Lil Ardi, dalam pidatonya menyampaikan apresiasi kepada para tokoh pemekaran dan para pejabat yang telah mengawal pembangunan sejak awal terbentuknya kabupaten ini.


“Kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para tokoh perintis, penggagas, panitia pemekaran, serta para penjabat Bupati dan Wakil Bupati sejak periode 2013 hingga sekarang,” ujar Emil.

Emil juga menegaskan bahwa tantangan pembangunan ke depan akan semakin kompleks. Oleh karena itu, dibutuhkan sinergi semua elemen masyarakat dalam mewujudkan cita-cita bersama, yaitu Kabupaten Pesisir Barat yang maju, berbudaya, dan religius, dengan sektor pariwisata sebagai ujung tombaknya. (*) 

Bupati Pesibar Sampaikan Nota Pengantar LKPJ TA 2024, Ini Rangkumannya..

April 09, 2025

 


Pesisir Barat, 10 Maret 2025 – Bupati Kabupaten Pesisir Barat, Dedi Irawan, secara resmi menyampaikan Nota Pengantar atas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Tahun Anggaran 2024 dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Pesisir Barat yang digelar di Sekretariat DPRD setempat, Kamis (10/3).


Dalam penyampaiannya, Bupati Dedi menjelaskan bahwa penyusunan LKPJ Tahun Anggaran 2024 didasarkan pada RPJMD Kabupaten Pesisir Barat Tahun 2021–2026, RKPD Tahun 2024 beserta perubahannya, serta APBD Tahun Anggaran 2024 dan perubahannya.


Tema pembangunan daerah pada tahun 2024 mengusung semangat “Pemulihan Ekonomi, Peningkatan Sumber Daya Manusia dan Pembangunan Infrastruktur Daerah”, yang dijabarkan ke dalam lima prioritas pembangunan utama. Kelima prioritas tersebut meliputi peningkatan kualitas SDM, pembangunan infrastruktur berkelanjutan, peningkatan ekonomi masyarakat, reformasi birokrasi dan pelayanan publik, serta harmonisasi kehidupan sosial dan budaya.


Terkait pengelolaan keuangan daerah, Bupati Dedi memaparkan bahwa pendapatan daerah ditargetkan sebesar Rp1,000 triliun lebih, dengan realisasi mencapai 79,79 persen. Sementara belanja daerah terealisasi sebesar 79,71 persen dari target. Untuk pembiayaan netto daerah, realisasi mencapai 100 persen.


Selain itu, Bupati juga menyampaikan capaian kinerja utama kepala daerah pada 2024. Beberapa indikator yang mencapai target di antaranya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dengan nilai 71,04, Indeks Kualitas Lingkungan Hidup sebesar 81,25, PDRB per kapita sebesar Rp35,1 juta, serta nilai tukar petani sebesar 109,93. Secara keseluruhan, capaian indikator kinerja utama rata-rata telah mencapai 92,91 persen.


Dalam hal kebijakan strategis, selama tahun 2024 Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat telah mengundangkan 8 Peraturan Daerah dan 37 Peraturan Bupati. Kebijakan-kebijakan tersebut diarahkan untuk mendukung pelayanan publik berkualitas, peningkatan PAD, pengentasan stunting, pengembangan SDM di bidang riset dan inovasi, serta peningkatan konektivitas dan kesejahteraan masyarakat.


Menindaklanjuti lima rekomendasi DPRD atas LKPJ Tahun Anggaran 2023, Pemkab Pesisir Barat telah melakukan langkah-langkah peningkatan kinerja, khususnya pada bidang pendidikan, perencanaan, keuangan, kepegawaian, dan pengawasan.


Di akhir penyampaiannya, Bupati Dedi Irawan menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menjadikan evaluasi dan rekomendasi DPRD sebagai bahan perbaikan untuk meningkatkan kinerja pemerintahan dan pelayanan publik di masa mendatang. Penjelasan lengkap mengenai kinerja pemerintahan sepanjang tahun 2024 tersebut terangkum dalam Buku LKPJ yang secara simbolis diserahkan dalam rapat paripurna tersebut. (*) 

Bupati Dedi Irawan Sampaikan Pidato Pertama di Rapat Paripurna DPRD Pesibar

Maret 03, 2025

 


Bupati - Wakil Bupati Pesisir Barat (Pesibar), Dedi Irawan - Irawan Topani, S.H., M.Kn., menghadiri Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dengan agenda mendengar pidato pertama Bupati Pesibar masa jabatan 2025-2030, di ruang rapat paripurna DPRD Pesibar, Selasa (4/3/2025).


Rapat yang dipimpin langsung Ketua Mohammad Emir Lil Ardi, S.H., itu juga dihadiri Wakil Ketua II, M. Amin Basri dan para anggota DPRD. Selain itu Pj. Sekda, Drs. Jon Edwar, M.Pd., seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), forkopimda, Camat, dan para Peratin.


Bupati, Dedi Irawan mengawali sambutannya dengan ucapan terimakasih kepada seluruh masyarakat Pesibar ​yang​ telah​ memberikan

kepercayaan sebagai Bupati - Wakil Bupati Pesibar periode 2025-2030. Bupati, Dedi Irawan menjelaskan bahwa pada 20 Februari lalu dirinya bersama Irawan Topani, resmi dilantik Presiden Republik Indonesia menjadi Bupati - Wakil Bupati Pesibar periode 2025 - 2030 dan telah dilangsungkan Serah Terima Jabatan (Sertijab) di Jakarta. Karenanya, Bupati, Dedi Irawan berharap, agar semua pihak bersedia untuk bekerjasama, saling bahu membahu dalam menjalankan tugas dan tanggungjawab yang sudah diberikan dalam rangka memberikan pelayanan publik dan pembangunan Pesibar yang lebih baik sesuai dengan visi dan misi Bupati - Wakil Bupati.


"Ikatan yang kemarin sempat tercerai mari ikat kembali. Mari kita rajut kembali, mari kita kumpulkan energi yang terserang menjadi energi untuk membangun Pesibar bersama- sama. Sebagaimana sila ke lima pancasila yang berbunyi keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Kita hendak membangun suatu bangsa untuk semua bukan untuk satu orang atau satu golongan, tetapi untuk kepentingan semua masyarakat. Bupati - Wakil Bupati menjadi pemimpin bagi semua dan harus menghadirkan keadilan. Tekad kita adalah mengutamakan pembelaan yang nyata kepada mereka yang selama ini tidak mampu membela dirinya sendiri, mengangkat mereka yang selama ini terhambat dalam perjuangan mengangkat dirinya sendiri," tegas Bupati, Dedi Irawan.


Dalam momen itu juga, Bupati, Dedi Irawan memaparkan visi dan misi Bupati - Wakil Bupati Pesibar Tahun 2025-2030 yaitu terwujudnya Pesibar yang sejahtera, maju, madani dan religius sebagai daerah tujuan wisata terdepan, dengan fokus pada​pembangunan​​​ berkesinambungan​​ yang berorientasi ​​​pada​​​ kesejahteraan masyarakat,​pelestarian​​ lingkungan​​​, dan pengembangan potensi lokal. Yang dimaksud sejahtera adalah meningkatkan taraf​ hidup​ masyarakat​ melalui​program-program pemberdayaan ekonomi, pendidikan, dan kesehatan yang berkelanjutan. Sedangkan maju adalah menciptakan lingkungan yang kondusif untuk pertumbuhan ekonomi dengan fokus pada pengembangan sektor pariwisata, perikanan dan pertanian.


"Madani adalah membangun masyarakat yang adil, berbudaya dan beradab dengan menekankan nilai-nilai kearifan lokal dan integritas. Religius adalah memperkuat nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari- hari, sehingga tercipta masyarakat yang harmonis dan berakhlak mulia. Kemudian mewujudkan daerah tujuan wisata terdepan adalah mengembangkan potensi wisata Pesibar dengan infrastruktur yang memadai, promosi yang efektif, dan pelestarian lingkungan yang berkelanjutan," imbuh Bupati, Dedi Irawan.


Dengan visi tersebut, lanjut Bupati, Dedi Irawan, Pesibar diharapkan dapat menjadi daerah yang maju, sejahtera, beradab, dan religius, serta menjadi destinasi wisata unggulan yang menarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Untuk mewujudkan visi tersebut, terdapat sembilan misi yang akan dijalankan yakni membangun infrastruktur yang berkesinambungan dan tangguh, pengembangan ekonomi daerah berbasis pariwisata, Sumber Daya Alam (SDA) dan pemberdayaan ekonomi rakyat. Misi selanjutnya, pelestarian lingkungan hidup dan penataan ruang yang optimal, peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang berdaya saing dan berkualitas. Pembangunan kehidupan masyarakat yang berbudaya, religius, dan harmonis

"Misi berikutnya yakni peningkatan tata kelola pemerintahan yang baik, bersih dan profesional, peningkatan infrastruktur dan transportasi, peningkatan pelayanan kesehatan, dan meningkatkan profesionalisme dan kualitas pelayanan publik. Visi dan Misi tersebut akan tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Pesibar Tahun 2025-2030, yang saat ini masih dalam proses penyusunan," jelas Bupati, Dedi Irawan.


Masih kata Bupati, Dedi Irawan, sebagai pemimpin masyarakat Pesibar, pihaknya memohon doa restu kepada seluruh lapisan masyarakat agar dapat menjalankan amanah dengan baik. Amanah tersebut bukan sekadar tanggung jawab, tetapi juga sebuah panggilan jiwa untuk mengabdi kepada masyarakat, demi terwujudnya Pesibar yang lebih maju, sejahtera, dan bermartabat. "Karenanya kami mengajak seluruh elemen kepemimpinan di Pesibar, mulai dari jajaran pemerintah daerah, para wakil rakyat, hingga pemimpin lembaga pertahanan, keamanan dan penegakan hukum untuk bersatu dalam tekad yang sama. Mari kita hibahkan hidup kita kepada masyarakat, hadir dengan sepenuh hati untuk mengabdikan waktu, tenaga, pikiran, dan keringat demi kemajuan bersama. sebab, kepemimpinan sejati bukan hanya soal kewenangan, tetapi juga soal pengabdian yang tulus," tutur Bupati, Dedi Irawan.


Lebih lanjut Bupati, Dedi Irawan mengungkapkan, pihaknya juga berkomitmen untuk memastikan efisiensi dalam setiap langkah pembangunan, sebagaimana diamanatkan dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025. Efisiensi bukan sekadar penghematan anggaran, lebih dari itunmenjadi dorongan bagi semua pihak untuk bekerja lebih inovatif, lebih kreatif dan lebih cepat dalam menciptakan lompatan kemajuan. dengan inovasi dan kolaborasi, dapat menghadirkan perubahan yang nyata, berkelanjutan, serta berdampak luas bagi kesejahteraan masyarakat. "Mari bersama-sama menjaga amanah ini dengan penuh dedikasi dan tanggung jawab. Setiap langkah yang diambil harus dilandasi oleh niat yang baik, kerja keras yang konsisten, serta doa yang tulus agar diberikan keberkahan dan kemudahan. Mari bersama kita wujudkan Pesibar yang lebih maju, lebih sejahtera, dan lebih membanggakan," pungkas Bupati, Dedi Irawan. (*)

Gelar Reses di Pesisir Barat, Seh Ajeman Siap Perjuangkan Aspirasi Warga ke Pemerintah Provinsi Lampung

Februari 23, 2025

 


Pesisir Barat - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Lampung Fraksi PKB Seh Ajeman menggelar reses di Kabupaten Pesisir Barat pada Minggu 23 Februari di Kecamatan Karya Penggawa dan Krui Selatan, lalu dilanjutkan pada Senin 24 Februari di Kecamatan Pesisir Selatan. 


Dalam kesempatan ini Seh Ajeman didampingi oleh Ketua DPC PKB Kabupaten Pesisir Barat, Ali Yudiem, Ketua Fraksi PKB DPRD Pesibar Riza Pahlevi, serta Anggota Fraksi PKB DPRD Pesibar Edy Yurson. 


Mengawali resesnya, Seh Ajeman yang juga tergabung dalam Komisi V DPRD Provinsi Lampung menyerap aspirasi masyarakat Kecamatan Karya Penggawa dan sekitarnya yang digelar di kediaman Ketua DPC PKB Pesisir Barat Ali Yudiem di Pekon Penggawa V Ulu, dan juga di Pekon Kebuayan. 


Selanjutnya Seh Ajeman juga menyambangi dan mendengarkan aspirasi masyarakat Kecamatan Krui Selatan dan Kecamatan Pesisir Selatan yang juga dihadiri oleh perwakilan warga dari berbagai kecamatan di wilayah Pesisir Barat. 


Dalam kesempatan reses kali ini, wakil rakyat dari Fraksi PKB, Seh Ajeman menerima berbagai harapan, keluhan, apirasi, hingga permintaan dari masyarakat Pesisir Barat dari berbagai sektor seperti pertanian, pendidikan, infrastruktur, kesehatan, sumber daya, hingga kesejahteraan rakyat. 


Dalam kegiatan ini, Seh Ajeman berkomitmen untuk memperjuangkan setiap aspirasi yang telah disampaikan agar bisa ditindaklanjuti dalam kebijakan yang berpihak pada kepentingan masyarakat.


Seh Ajeman juga mengaku telah mencatat beberapa item apirasi masyarakat yang mendesak dan harus segera ditangani, seperti pembangunan talud Way La'ay di Kecamatan Karya Penggawa, masalah kesulitan petani mengolah lahan akibat banjir di Pekon Lintik Kecamatan Krui Selatan, pembangunan dan perbaikan jalan serta pengelolaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Pekon Balai Kencana Kecamatan Krui Selatan dan beberapa item aspirasi lainnya yang harus segera dilaksanakan. 


"Komitmen kita dengan adanya reses ini, ini akan menjadi pokok-pokok pikiran dari masing-masing anggota DPRD, yang menjadi program DPRD dan akan diusulkan kepada eksekutif, limitnya (bulan) April sudah masuk semua bahan-bahan aspirasi masyarakat, kita akan rangkum kita akan berkomitmen untuk menjadikan (aspirasi) menjadi program pemerintah Provinsi Lampung, " kata Seh Ajeman, seusai mendengarkam aspirasi masyarakat Pekon Balai Kencana. 


Seh Ajeman juga menyebut bahwa hasil dari reses ini merupakan bahan berharga bagi dirinya dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat sebagai wakil rakyat, ia juga tak lupa mengajak pemerintahan daerah dan masyarakat untuk menjaga kebersamaan dan gotong royong dalam membangun daerah agar semakin maju dan sejahtera. (*)

Pj Sekda Jon Edwar Buka Musrenbang RKPD Kecamatan Pesisir Selatan dan Ngambur

Februari 17, 2025

 


Pesisir Barat - PJ Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar), Drs. jon Edwar, M.Pd, membuka kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tingkat Kecamatan Pesisir Selatan dan Ngambur untuk penyusunan RKPD Tahun 2025, di Balai Pekon Biha Kecamatan Pesisir Selatan, Selasa (18/2/2025).


Kegiatan tersebut juga di hadiri oleh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Dapil ll, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfotiksan) Suryadi, S.IP., M.M., Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), Tanwir, S.E., M.M., Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Husni Aripin, S.IP., Kepala Dinas Perikanan (Diskan), Armen Qodar, S.P., M.M., kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Puskesmas Pesisir Selatan dan Ngambur, Camat Pesisir Selatan, Camat Ngambur, dan diikuti peratin se-Pesisir Selatan dan Ngambur, serta tokoh masyarakat setempat.


Dalam sambutannya Pj. Sekda, Jon Edwar menyampaikan bahwa, musrenbang ini merupakan agenda tahunan yang sangat strategis dalam proses perencanaan pembangunan di tingkat kecamatan. Forum tersebut menjadi wadah untuk berdiskusi, menyampaikan aspirasi, dan menyusun prioritas pembangunan yang akan menjadi dasar dalam penyusunan RKPD kecamatan.


"Pembangunan yang efektif dan berkelanjutan harus berangkat dari kebutuhan riil masyarakat. Oleh karena itu, dalam musrenbang ini, mari bersama-sama membahas berbagai usulan pembangunan yang telah disusun dari tingkat Pekon. Usulan tersebut mencakup berbagai sektor, seperti infrastruktur, ekonomi, pendidikan, kesehatan, sosial, serta aspek lainnya yang mendukung peningkatan kesejahteraan," ujar Pj. Sekda, Jon Edwar.


Pj. Sekda, Jon Edwar juga berharap partisipasi aktif dari seluruh peserta dalam menyampaikan pemikiran, aspirasi, dan masukan yang konstruktif. "Dengan demikian, hasil musrenbang benar-benar mencerminkan kebutuhan masyarakat dan selaras dengan prioritas pembangunan," tukas Pj. Sekda, Jon Edwar. (*)