Tampilkan postingan dengan label DPRD Pesisir Barat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label DPRD Pesisir Barat. Tampilkan semua postingan

Pupuk Subsidi jadi Ladang Bisnis Gelap, DPRD Pesisir Barat Angkat Suara

November 10, 2025

 


Pesisir Barat - Menanggapi polemik mahalnya harga pupuk bersubsidi di Kabupaten Pesisir Barat yang masih jauh di atas HET terbaru yang ditetapkan Kementerian Pertanian pada Oktober lalu, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pesisir Barat bergerak cepat dengan merencanakan inspeksi mendadak untuk memantau peredaran pupuk di tingkat lapangan dan mengungkap potensi penyelewengan yang dilakukan oknum kios penyalur.


Pihak DPRD menilai, penyalahgunaan pupuk bersubsidi adalah bentuk pengkhianatan terhadap petani dan rakyat kecil. Sebab praktik curang tersebut bukan hanya melanggar hukum, namun juga menggerus kesejahteraan petani yang saat ini kian terpuruk.


Wakil Ketua II DPRD Pesisir Barat Amin Basri menegaskan, pihaknya tidak akan mentoleransi oknum penyalur yang menjadikan pupuk bersubsidi sebagai ladang bisnis ilegal untuk mengeruk keuntungan pribadi. Menurutnya, DPRD akan bekerja sama dengan instansi terkait untuk melakukan penelusuran dan penindakan tegas terhadap kios yang berani memainkan harga melalui penyimpangan pupuk program presiden yang sejatinya diperuntukkan bagi petani.


Amin juga menghimbau seluruh pihak agar turut mengawasi penyaluran pupuk bersubsidi di lapangan, serta mengingatkan penyalur agar tidak 'bermain api' dengan menyalahgunakan program yang seharusnya berpihak kepada petani.


“Kami akan menindak tegas apabila ada penyelewengan ataupun monopoli sekaligus memainkan harga (pupuk bersubsidi), karena sesuai dengan aturan yang berlaku itu salah dan harus ditindak tegas,” ujar Amin pada Senin (10/11/2025).


Sebelumnya, sejumlah petani di Pesisir Barat mengeluhkan sulitnya mendapatkan pupuk hingga tingginya harga pupuk bersubsidi yang jauh melampaui HET. Kondisi ini bukan saja membebani petani, namun juga menurunkan produktivitas pertanian di daerah.


Harga pupuk Urea yang seharusnya Rp90 ribu per sak dijual oleh oknum penyalur hingga Rp125 ribu, sedangkan pupuk NPK yang seharusnya Rp92 ribu dilepas ke petani hingga Rp130 ribu per sak. Begitu pula dengan kuota pupuk yang seharusnya didapatkan petani terdaftar, namun tidak sampai ke tangan mereka.


Praktik licik ini menunjukkan adanya rantai penyimpangan yang sudah sistematis, serta membutuhkan penindakan cepat dan tegas dari pihak terkait agar tidak semakin mengorbankan petani di lapangan. (*) 

Wakil Bupati Irawan Topani Resmi Buka WSL Krui Pro QS 6000 Tahun 2025

Juni 11, 2025

 


Pesisir Barat - Wakil Bupati Pesisir Barat (Pesibar), Irawan Topani, S.H., M.Kn., resmi membuka perhelatan World Surf League (WSL) Krui Pro Qualifying Series (QS) 6000 Tahun 2025, di Pantai Karang Nyimbor Pekon Tanjung Setia Kecamatan Pesisir Selatan, Selasa (10/6/2025).


Pembukaan lomba surfing bergengsi tersebut berlangsung meriah kendati digelar secara sederhana.


Tampak hadir langsung dalam kegiatan tersebut Staf Ahli Bidang Sosial Kementerian Hukum (Kemenkum) sekaligus pembina Pengurus Besar-Persatuan Selancar Ombak Indonesia (PB-PSOI), Kosmas Harefa, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Provinsi Lampung, Bobby Irawan. S.E., M.Si., Anggota DPD RI Dapil Lampung, Almira Nabila Fauzi, B.BUS., COM., Karo Ops, Polda Lampung, Kombes. Pol. Adriansyah Daulay, S.I.K., M.H.


Selain itu hadir juga Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pesibar, Mohammad Emir Lil Ardi, S.H., Ketua I Tim Penggerak-Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Pesibar, Dea Derika Topani, S.H., M.Kn., Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Pesibar, Eliza Wati Zadmiko, S.Sos., para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), forkopimda setempat, Camat Pesisir Selatan, dan Peratin se-Pesisir Selatan.


Dalam laporannya Pj. Sekda, Tedi Zadmiko, S.KM., S.H., M.M., sekaligus Ketua Panitia Pelaksana menyampaikan bahwa Krui Pro Tahun 2025 ini adalah gelaran ke-7, dimana tahun ini terdapat dinamika persiapan kegiatan Krui Pro 2025 diantaranya adalah keterbatasan anggaran dan adanya efisiensi. Namun awal Mei lalu, Pemkab Pesibar menerima informasi bahwa Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mendukung dan menganggarkan kegiatan Krui Pro 2025 melalui PB-PSOI dan ditambah dengan dukungan dari Pemprov Lampung.


"Tentu saja, Pemkab Pesibar langsung menyambut dengan baik dan antusias rencana kegiatan ini. Rapat koordinasi (Rakor) bersama stakeholder terkait, langsung kami agendakan untuk mensukseskan kegiatan surfing internasional ini. Rakor tersebut dipimpin oleh Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian melalui Asisten Deputi Pengembangan Pariwisata dengan melibatkan Kemenpora, Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Pemprov Lampung, POLRI, BUMN, BUMD dan PSOI," papar Pj. Sekda, Tedi Zadmiko.

 

Menurut Pj. Sekda, Tedi Zadmiko gelaran Krui Pro Tahun 2025 berlangsung selama delapan hari dimulai sejak 10 hingga 17 Juni. Sementara kategori yang diperlombakan adalah Mens QS 6000, Womens QS 6000, Mens QS Junior dan Womens QS Junior. Melalui penyelenggaraan Krui Pro diharapkan mampu mempromosikan potensi wisata yang ada di Kabupaten Pesisir Barat dengan baik.

 

"WSL Krui Pro QS 6000 Tahun 2025 diikuti oleh sebanyak 302 peserta dari 17 negara, kami juga mempersiapkan 24 Wild Cards untuk diisi oleh putra putri daerah terbaik yang akan ikut serta dalam kompetisi internasional ini. Kami berharap, mereka dapat memberikan yang terbaik dan menjadi kebanggaan Pesibar," pungkas Pj. Sekda, Tedi Zadmiko.


Dalam sambutan Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani yang disampaikan Kepala Disparekraf Provinsi Lampung, Bobby Irawan mengatakan bahwa Krui Pro menjadi jalan memperkenalkan kekayaan wisata dan budaya Lampung kepada dunia. Terlebih hal itu juga sejalan dengan visi misi Gubernur-Wakil Gubernur Lampung yakni Bersama Lampung Maju Menuju Indonesia Emas.


"Kami percaya Krui Pro adalah ikon spot tourism yang mempercepat pengakuan global terhadap Lampung sebagai destinasi utama surfing di Indonesia. Kombinasi antara ombak, alam yang indah, dan keramahan budaya lokal menjadikan Pantai Tanjung Setia sebagai magnet wisata dunia," kata Kepala Disparekraf, Bobby Irawan.


Kepala Disparekraf, Bobby Irawan memberikan ucapan selamat bertanding kepada para peserta dan meminta agar peserta mampu menampilkan kemampuan terbaiknya dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas. "Semoga WSL Krui Pro QS 6000 Tahun 2025 mampu memberikan manfaat besar bagi masyarakat Pesibar dan Lampung kedepannya," tukas Kepala Disparekraf, Bobby Irawan.


Sementara itu Wakil Bupati, Irawan Topani sebelum resmi membuka perhelatan WSL Krui Pro QS 6000 Tahun 2025 mengatakan bahwa, ombak di Pesibar memiliki keunggulan yang dijuluki Krui Left yang merupakan spot surfing yang terkenal dengan ombak konsisten dan ideal untuk berselancar, yang menawarkan pengalaman berselancar yang menyenangkan bagi berbagai level, dari pemula hingga profesional, sehingga Pesibar menjadi salah satu spot surfing yang sering dan banyak dikunjungi oleh wisatawan dari berbagai daerah dan mancangera.


"Krui Pro bukan sekadar sebuah kompetisi surfing. Surfing olahraga yang mempertemukan keberanian, keanggunan, dan keharmonisan manusia dengan alam kini menjadi jembatan bagi dunia untuk mengenal lebih dekat pesona Pesibar," ungkap Wakil Bupati, Irawan Topani.


Wakil Bupati, Irawan Topani juga mengungkapkan Pantai Karang Nyimbor yang lebih dikenal dengan Pantai Tanjung Setia dan bentangan alam Pesibar bukan sekadar latar belakang kompetisi tersebut. Namun menjadi saksi akan keindahan anugerah yang diberikan Allah SWT kepada Pesibar. Melalui ombak-ombak yang telah menjadi legenda di mata para peselancar dunia, Pemkab dan masyarakat Pesibar ingin mempersembahkan wajah lain dari Indonesia yakni sebuah tanah yang kaya akan keindahan alam, budaya luhur, dan masyarakat yang ramah serta terbuka.


"Namun lebih dari itu, Pemkab Pesibar memaknai Krui Pro sebagai sebuah momentum untuk mengenalkan budaya dan adat istiadat masyarakat Pesibar kepada dunia. Momentum untuk membuka peluang bagi tumbuhnya Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), dan momentum untuk menggairahkan kembali industri kreatif lokal, yang menjadi denyut nadi ekonomi masyarakat Pesibar," lanjut Wakil Bupati, Irawan Topani.


Menurut Wakil Bupati, Irawan Topani, dibalik gelombang yang bergulung indah, tersimpan potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, mengembangkan pariwisata yang berkelanjutan, dan mempromosikan Pesibar sebagai destinasi unggulan di kancah internasional.


Hal itu juga menjadi dasar besar Pemkab Pesibar menjadikan Krui Pro bukan sekadar sebuah agenda tahunan, akan tetapi menjadi strategi pembangunan daerah, dalam mewujudkan pariwisata yang berkualitas, inklusif, dan berdaya saing global. "Kami pun berharap bahwa kehadiran para tamu dan wisatawan akan memberikan dampak positif yang nyata bagi masyarakat. Kami ingin melihat pelaku UMKM bangkit, produk-produk lokal diminati oleh pasar dunia, dan masyarakat Pesibar semakin berdaya di tengah geliat pariwisata," harap Wakil Bupati, Irawan Topani.


Wakil Bupati, Irawan Topani juga tak luput mengimbau seluruh masyarakat dan pengunjung agar bersama-sama menjaga keindahan alam yang telah diwariskan tersebut, mulai dari menjaga kebersihan dengan menampilkan wajah Pesibar yang tidak hanya elok dipandang, tetapi juga bijaksana dalam merawat alamnya.


"Selamat bertanding kepada seluruh peserta yang datang dari berbagai belahan dunia. Tampilkan kemampuan terbaiknya, junjung tinggi sportivitas, dan jadikan Krui Pro 2025 sebagai ajang untuk mempererat rasa persaudaraan antar bangsa melalui kecintaan pada laut dan olahraga," tandas Wakil Bupati, Irawan Topani


"Pemkab Pesibar juga menyampaikan apresiasi kepada Kemenpora, Pemprov Lampung, PB-PSOI, WSL, Asian Surf Cooperative (ASC), para sponsor serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Krui Pro Tahun 2025," tukas Wakil Bupati, Irawan Topani. (*) 

Wakil Bupati Irawan Topani Resmi Buka WSL Krui Pro QS 6000 Tahun 2025

Juni 11, 2025

 


Pesisir Barat - Wakil Bupati Pesisir Barat (Pesibar), Irawan Topani, S.H., M.Kn., resmi membuka perhelatan World Surf League (WSL) Krui Pro Qualifying Series (QS) 6000 Tahun 2025, di Pantai Karang Nyimbor Pekon Tanjung Setia Kecamatan Pesisir Selatan, Selasa (10/6/2025).


Pembukaan lomba surfing bergengsi tersebut berlangsung meriah kendati digelar secara sederhana.


Tampak hadir langsung dalam kegiatan tersebut Staf Ahli Bidang Sosial Kementerian Hukum (Kemenkum) sekaligus pembina Pengurus Besar-Persatuan Selancar Ombak Indonesia (PB-PSOI), Kosmas Harefa, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Provinsi Lampung, Bobby Irawan. S.E., M.Si., Anggota DPD RI Dapil Lampung, Almira Nabila Fauzi, B.BUS., COM., Karo Ops, Polda Lampung, Kombes. Pol. Adriansyah Daulay, S.I.K., M.H.


Selain itu hadir juga Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pesibar, Mohammad Emir Lil Ardi, S.H., Ketua I Tim Penggerak-Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Pesibar, Dea Derika Topani, S.H., M.Kn., Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Pesibar, Eliza Wati Zadmiko, S.Sos., para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), forkopimda setempat, Camat Pesisir Selatan, dan Peratin se-Pesisir Selatan.


Dalam laporannya Pj. Sekda, Tedi Zadmiko, S.KM., S.H., M.M., sekaligus Ketua Panitia Pelaksana menyampaikan bahwa Krui Pro Tahun 2025 ini adalah gelaran ke-7, dimana tahun ini terdapat dinamika persiapan kegiatan Krui Pro 2025 diantaranya adalah keterbatasan anggaran dan adanya efisiensi. Namun awal Mei lalu, Pemkab Pesibar menerima informasi bahwa Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mendukung dan menganggarkan kegiatan Krui Pro 2025 melalui PB-PSOI dan ditambah dengan dukungan dari Pemprov Lampung.


"Tentu saja, Pemkab Pesibar langsung menyambut dengan baik dan antusias rencana kegiatan ini. Rapat koordinasi (Rakor) bersama stakeholder terkait, langsung kami agendakan untuk mensukseskan kegiatan surfing internasional ini. Rakor tersebut dipimpin oleh Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian melalui Asisten Deputi Pengembangan Pariwisata dengan melibatkan Kemenpora, Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Pemprov Lampung, POLRI, BUMN, BUMD dan PSOI," papar Pj. Sekda, Tedi Zadmiko.

 

Menurut Pj. Sekda, Tedi Zadmiko gelaran Krui Pro Tahun 2025 berlangsung selama delapan hari dimulai sejak 10 hingga 17 Juni. Sementara kategori yang diperlombakan adalah Mens QS 6000, Womens QS 6000, Mens QS Junior dan Womens QS Junior. Melalui penyelenggaraan Krui Pro diharapkan mampu mempromosikan potensi wisata yang ada di Kabupaten Pesisir Barat dengan baik.

 

"WSL Krui Pro QS 6000 Tahun 2025 diikuti oleh sebanyak 302 peserta dari 17 negara, kami juga mempersiapkan 24 Wild Cards untuk diisi oleh putra putri daerah terbaik yang akan ikut serta dalam kompetisi internasional ini. Kami berharap, mereka dapat memberikan yang terbaik dan menjadi kebanggaan Pesibar," pungkas Pj. Sekda, Tedi Zadmiko.


Dalam sambutan Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani yang disampaikan Kepala Disparekraf Provinsi Lampung, Bobby Irawan mengatakan bahwa Krui Pro menjadi jalan memperkenalkan kekayaan wisata dan budaya Lampung kepada dunia. Terlebih hal itu juga sejalan dengan visi misi Gubernur-Wakil Gubernur Lampung yakni Bersama Lampung Maju Menuju Indonesia Emas.


"Kami percaya Krui Pro adalah ikon spot tourism yang mempercepat pengakuan global terhadap Lampung sebagai destinasi utama surfing di Indonesia. Kombinasi antara ombak, alam yang indah, dan keramahan budaya lokal menjadikan Pantai Tanjung Setia sebagai magnet wisata dunia," kata Kepala Disparekraf, Bobby Irawan.


Kepala Disparekraf, Bobby Irawan memberikan ucapan selamat bertanding kepada para peserta dan meminta agar peserta mampu menampilkan kemampuan terbaiknya dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas. "Semoga WSL Krui Pro QS 6000 Tahun 2025 mampu memberikan manfaat besar bagi masyarakat Pesibar dan Lampung kedepannya," tukas Kepala Disparekraf, Bobby Irawan.


Sementara itu Wakil Bupati, Irawan Topani sebelum resmi membuka perhelatan WSL Krui Pro QS 6000 Tahun 2025 mengatakan bahwa, ombak di Pesibar memiliki keunggulan yang dijuluki Krui Left yang merupakan spot surfing yang terkenal dengan ombak konsisten dan ideal untuk berselancar, yang menawarkan pengalaman berselancar yang menyenangkan bagi berbagai level, dari pemula hingga profesional, sehingga Pesibar menjadi salah satu spot surfing yang sering dan banyak dikunjungi oleh wisatawan dari berbagai daerah dan mancangera.


"Krui Pro bukan sekadar sebuah kompetisi surfing. Surfing olahraga yang mempertemukan keberanian, keanggunan, dan keharmonisan manusia dengan alam kini menjadi jembatan bagi dunia untuk mengenal lebih dekat pesona Pesibar," ungkap Wakil Bupati, Irawan Topani.


Wakil Bupati, Irawan Topani juga mengungkapkan Pantai Karang Nyimbor yang lebih dikenal dengan Pantai Tanjung Setia dan bentangan alam Pesibar bukan sekadar latar belakang kompetisi tersebut. Namun menjadi saksi akan keindahan anugerah yang diberikan Allah SWT kepada Pesibar. Melalui ombak-ombak yang telah menjadi legenda di mata para peselancar dunia, Pemkab dan masyarakat Pesibar ingin mempersembahkan wajah lain dari Indonesia yakni sebuah tanah yang kaya akan keindahan alam, budaya luhur, dan masyarakat yang ramah serta terbuka.


"Namun lebih dari itu, Pemkab Pesibar memaknai Krui Pro sebagai sebuah momentum untuk mengenalkan budaya dan adat istiadat masyarakat Pesibar kepada dunia. Momentum untuk membuka peluang bagi tumbuhnya Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), dan momentum untuk menggairahkan kembali industri kreatif lokal, yang menjadi denyut nadi ekonomi masyarakat Pesibar," lanjut Wakil Bupati, Irawan Topani.


Menurut Wakil Bupati, Irawan Topani, dibalik gelombang yang bergulung indah, tersimpan potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, mengembangkan pariwisata yang berkelanjutan, dan mempromosikan Pesibar sebagai destinasi unggulan di kancah internasional.


Hal itu juga menjadi dasar besar Pemkab Pesibar menjadikan Krui Pro bukan sekadar sebuah agenda tahunan, akan tetapi menjadi strategi pembangunan daerah, dalam mewujudkan pariwisata yang berkualitas, inklusif, dan berdaya saing global. "Kami pun berharap bahwa kehadiran para tamu dan wisatawan akan memberikan dampak positif yang nyata bagi masyarakat. Kami ingin melihat pelaku UMKM bangkit, produk-produk lokal diminati oleh pasar dunia, dan masyarakat Pesibar semakin berdaya di tengah geliat pariwisata," harap Wakil Bupati, Irawan Topani.


Wakil Bupati, Irawan Topani juga tak luput mengimbau seluruh masyarakat dan pengunjung agar bersama-sama menjaga keindahan alam yang telah diwariskan tersebut, mulai dari menjaga kebersihan dengan menampilkan wajah Pesibar yang tidak hanya elok dipandang, tetapi juga bijaksana dalam merawat alamnya.


"Selamat bertanding kepada seluruh peserta yang datang dari berbagai belahan dunia. Tampilkan kemampuan terbaiknya, junjung tinggi sportivitas, dan jadikan Krui Pro 2025 sebagai ajang untuk mempererat rasa persaudaraan antar bangsa melalui kecintaan pada laut dan olahraga," tandas Wakil Bupati, Irawan Topani


"Pemkab Pesibar juga menyampaikan apresiasi kepada Kemenpora, Pemprov Lampung, PB-PSOI, WSL, Asian Surf Cooperative (ASC), para sponsor serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Krui Pro Tahun 2025," tukas Wakil Bupati, Irawan Topani. (*) 

Pemprov Lampung Siap Berkolaborasi Tuntaskan Keterisoliran Wilayah Way Haru

April 21, 2025

 


Pesisir Barat, 21 Maret 2025 — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan persoalan keterisolasian wilayah Way Haru, Kabupaten Pesisir Barat, yang hingga kini belum terselesaikan. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Staf Ahli Gubernur Lampung, Ganjar Jationo, saat menghadiri rapat paripurna istimewa peringatan HUT ke-12 Kabupaten Pesisir Barat di Sekretariat DPRD Pesibar, Senin (21/03).


Ganjar menyampaikan bahwa Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal membuka diri terhadap pembangunan yang disesuaikan dengan karakter, potensi, dan kondisi khas tiap daerah. Pemprov Lampung, kata dia, memiliki kewajiban untuk berkolaborasi dengan pemerintah kabupaten/kota demi pembangunan yang berpihak pada masyarakat.


Ganjar menjelaskan bahwa persoalan Way Haru telah melalui koordinasi lintas jenjang pemerintahan dan telah banyak informasi yang diterima oleh Pemprov Lampung.


"Saya yakin perangkat-perangkat terkait sudah bekerja, khususnya pak bupati. Tadi saya dengar ada sinergi dengan TMMD dan tinggal dikoordinasikan kepada pihak TWNC, dan pemerintah provinsi monitor dan sudah pasti sudah lapor kepada instansi terkait lainnya untuk segera ditindaklanjuti," kata Ganjar.


Sementara itu, Bupati Pesisir Barat Dedi Irawan menyampaikan bahwa penyelesaian permasalahan Way Haru menjadi salah satu prioritas utama pemerintah daerah. Ia mengatakan bahwa saat ini pihaknya tengah berupaya membangun kembali jembatan yang terputus dan menyiapkan pembangunan jalan melalui program TMMD yang melibatkan Kodim setempat.


"Kami juga sedang berkoordinasi dengan TNBBS dan menunggu komunikasi dari pihak TWNC. InsyaAllah kami akan berusaha secara maksimal agar pembangunan segera terwujud dan tidak ada lagi daerah tertinggal di Pesisir Barat," tegas Dedi. (*)

Pesisir Barat Rayakan HUT ke-12: Dari Daerah Tertinggal ke Kabupaten Berkembang

April 20, 2025

 


Pesisir Barat, 21 April 2025 — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pesisir Barat menggelar Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-12 Kabupaten Pesisir Barat yang berlangsung di Sekretariat DPRD Kabupaten Pesisir Barat pada Senin (21/4). 


Dalam sambutannya, Bupati Pesisir Barat Dedi Irawan menyampaikan bahwa peringatan HUT ke-12 kali ini mengusung tema "Pesisir Barat Semangat!" yang mencerminkan komitmen daerah dalam mewujudkan Pesisir Barat yang Sejahtera, Maju, Madani, Religius, dan Wisata Terdepan.


“Tema ini bukan hanya slogan, tetapi menjadi kompas arah pembangunan daerah yang kita cintai bersama,” ujar Bupati Dedi Irawan.


Ia menjelaskan, makna sejahtera menekankan pada pembangunan yang berpihak kepada kesejahteraan masyarakat. Maju berarti percepatan pembangunan infrastruktur, pelayanan publik, pendidikan, dan ekonomi. Madani mengedepankan nilai-nilai demokrasi, kebersamaan, dan penghormatan terhadap hak asasi manusia. Religius sebagai landasan moral dan spiritual masyarakat, dan wisata terdepan mengingat potensi pariwisata Pesisir Barat yang berkelas dunia dan terus dikembangkan secara berkelanjutan.


Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga memaparkan berbagai capaian pembangunan. Salah satunya adalah keberhasilan Kabupaten Pesisir Barat keluar dari status kabupaten tertinggal berdasarkan Keputusan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI Nomor 490 Tahun 2024.


“Ini adalah buah dari kerja keras dan sinergi seluruh pihak: pemerintah, DPRD, Forkopimda, serta masyarakat yang terus memberikan dukungan,” ungkapnya.


Pertumbuhan ekonomi Pesisir Barat juga menunjukkan tren positif. Tahun 2024, ekonomi daerah tumbuh sebesar 2,61%, naik signifikan dari kondisi saat pandemi Covid-19 di tahun 2020 yang sempat menurun hingga -1,18%. Meski sedikit melambat dibanding 2023 yang mencatat 3,42%, Bupati menegaskan bahwa arah pertumbuhan masih berada di jalur yang benar.


Di bidang tata kelola pemerintahan, Pesisir Barat meraih nilai “B” dalam evaluasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) tahun 2024. Selain itu, kabupaten ini juga berhasil meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI atas laporan keuangan selama lima tahun berturut-turut sejak 2019 hingga 2023.


“Prestasi ini adalah bentuk pengakuan terhadap transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan daerah,” tambah Bupati Dedi.


Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Pesisir Barat, Emil Lil Ardi, dalam pidatonya menyampaikan apresiasi kepada para tokoh pemekaran dan para pejabat yang telah mengawal pembangunan sejak awal terbentuknya kabupaten ini.


“Kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para tokoh perintis, penggagas, panitia pemekaran, serta para penjabat Bupati dan Wakil Bupati sejak periode 2013 hingga sekarang,” ujar Emil.

Emil juga menegaskan bahwa tantangan pembangunan ke depan akan semakin kompleks. Oleh karena itu, dibutuhkan sinergi semua elemen masyarakat dalam mewujudkan cita-cita bersama, yaitu Kabupaten Pesisir Barat yang maju, berbudaya, dan religius, dengan sektor pariwisata sebagai ujung tombaknya. (*) 

‘Pesisir Barat Semangat!’: Tema HUT ke-12 Jadi Kompas Pembangunan Daerah

April 20, 2025

 


Pesisir Barat, 21 April 2025 — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pesisir Barat menggelar Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-12 Kabupaten Pesisir Barat yang berlangsung di Sekretariat DPRD Kabupaten Pesisir Barat pada Senin (21/4). 


Dalam sambutannya, Bupati Pesisir Barat Dedi Irawan menyampaikan bahwa peringatan HUT ke-12 kali ini mengusung tema "Pesisir Barat Semangat!" yang mencerminkan komitmen daerah dalam mewujudkan Pesisir Barat yang Sejahtera, Maju, Madani, Religius, dan Wisata Terdepan.


“Tema ini bukan hanya slogan, tetapi menjadi kompas arah pembangunan daerah yang kita cintai bersama,” ujar Bupati Dedi Irawan.


Ia menjelaskan, makna sejahtera menekankan pada pembangunan yang berpihak kepada kesejahteraan masyarakat. Maju berarti percepatan pembangunan infrastruktur, pelayanan publik, pendidikan, dan ekonomi. Madani mengedepankan nilai-nilai demokrasi, kebersamaan, dan penghormatan terhadap hak asasi manusia. Religius sebagai landasan moral dan spiritual masyarakat, dan wisata terdepan mengingat potensi pariwisata Pesisir Barat yang berkelas dunia dan terus dikembangkan secara berkelanjutan.


Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga memaparkan berbagai capaian pembangunan. Salah satunya adalah keberhasilan Kabupaten Pesisir Barat keluar dari status kabupaten tertinggal berdasarkan Keputusan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI Nomor 490 Tahun 2024.


“Ini adalah buah dari kerja keras dan sinergi seluruh pihak: pemerintah, DPRD, Forkopimda, serta masyarakat yang terus memberikan dukungan,” ungkapnya.


Pertumbuhan ekonomi Pesisir Barat juga menunjukkan tren positif. Tahun 2024, ekonomi daerah tumbuh sebesar 2,61%, naik signifikan dari kondisi saat pandemi Covid-19 di tahun 2020 yang sempat menurun hingga -1,18%. Meski sedikit melambat dibanding 2023 yang mencatat 3,42%, Bupati menegaskan bahwa arah pertumbuhan masih berada di jalur yang benar.


Di bidang tata kelola pemerintahan, Pesisir Barat meraih nilai “B” dalam evaluasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) tahun 2024. Selain itu, kabupaten ini juga berhasil meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI atas laporan keuangan selama lima tahun berturut-turut sejak 2019 hingga 2023.


“Prestasi ini adalah bentuk pengakuan terhadap transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan daerah,” tambah Bupati Dedi.


Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Pesisir Barat, Emil Lil Ardi, dalam pidatonya menyampaikan apresiasi kepada para tokoh pemekaran dan para pejabat yang telah mengawal pembangunan sejak awal terbentuknya kabupaten ini.


“Kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para tokoh perintis, penggagas, panitia pemekaran, serta para penjabat Bupati dan Wakil Bupati sejak periode 2013 hingga sekarang,” ujar Emil.

Emil juga menegaskan bahwa tantangan pembangunan ke depan akan semakin kompleks. Oleh karena itu, dibutuhkan sinergi semua elemen masyarakat dalam mewujudkan cita-cita bersama, yaitu Kabupaten Pesisir Barat yang maju, berbudaya, dan religius, dengan sektor pariwisata sebagai ujung tombaknya. (*) 

Bupati Pesibar Sampaikan Nota Pengantar LKPJ TA 2024, Ini Rangkumannya..

April 09, 2025

 


Pesisir Barat, 10 Maret 2025 – Bupati Kabupaten Pesisir Barat, Dedi Irawan, secara resmi menyampaikan Nota Pengantar atas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Tahun Anggaran 2024 dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Pesisir Barat yang digelar di Sekretariat DPRD setempat, Kamis (10/3).


Dalam penyampaiannya, Bupati Dedi menjelaskan bahwa penyusunan LKPJ Tahun Anggaran 2024 didasarkan pada RPJMD Kabupaten Pesisir Barat Tahun 2021–2026, RKPD Tahun 2024 beserta perubahannya, serta APBD Tahun Anggaran 2024 dan perubahannya.


Tema pembangunan daerah pada tahun 2024 mengusung semangat “Pemulihan Ekonomi, Peningkatan Sumber Daya Manusia dan Pembangunan Infrastruktur Daerah”, yang dijabarkan ke dalam lima prioritas pembangunan utama. Kelima prioritas tersebut meliputi peningkatan kualitas SDM, pembangunan infrastruktur berkelanjutan, peningkatan ekonomi masyarakat, reformasi birokrasi dan pelayanan publik, serta harmonisasi kehidupan sosial dan budaya.


Terkait pengelolaan keuangan daerah, Bupati Dedi memaparkan bahwa pendapatan daerah ditargetkan sebesar Rp1,000 triliun lebih, dengan realisasi mencapai 79,79 persen. Sementara belanja daerah terealisasi sebesar 79,71 persen dari target. Untuk pembiayaan netto daerah, realisasi mencapai 100 persen.


Selain itu, Bupati juga menyampaikan capaian kinerja utama kepala daerah pada 2024. Beberapa indikator yang mencapai target di antaranya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dengan nilai 71,04, Indeks Kualitas Lingkungan Hidup sebesar 81,25, PDRB per kapita sebesar Rp35,1 juta, serta nilai tukar petani sebesar 109,93. Secara keseluruhan, capaian indikator kinerja utama rata-rata telah mencapai 92,91 persen.


Dalam hal kebijakan strategis, selama tahun 2024 Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat telah mengundangkan 8 Peraturan Daerah dan 37 Peraturan Bupati. Kebijakan-kebijakan tersebut diarahkan untuk mendukung pelayanan publik berkualitas, peningkatan PAD, pengentasan stunting, pengembangan SDM di bidang riset dan inovasi, serta peningkatan konektivitas dan kesejahteraan masyarakat.


Menindaklanjuti lima rekomendasi DPRD atas LKPJ Tahun Anggaran 2023, Pemkab Pesisir Barat telah melakukan langkah-langkah peningkatan kinerja, khususnya pada bidang pendidikan, perencanaan, keuangan, kepegawaian, dan pengawasan.


Di akhir penyampaiannya, Bupati Dedi Irawan menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menjadikan evaluasi dan rekomendasi DPRD sebagai bahan perbaikan untuk meningkatkan kinerja pemerintahan dan pelayanan publik di masa mendatang. Penjelasan lengkap mengenai kinerja pemerintahan sepanjang tahun 2024 tersebut terangkum dalam Buku LKPJ yang secara simbolis diserahkan dalam rapat paripurna tersebut. (*)