Tampilkan postingan dengan label DPRD Pesibar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label DPRD Pesibar. Tampilkan semua postingan

Refleksi Akhir Tahun, DPC PKB Pesibar Gelar Bakti Sosial dan Sampaikan Terima Kasih kepada Masyarakat

Desember 16, 2024

 


Pesisir Barat, 17 Desember 2024 – Dalam rangka refleksi akhir tahun 2024, Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Pesisir Barat menggelar kegiatan bakti sosial berupa santunan kepada anak yatim di Kecamatan Lemong. Acara yang berlangsung di Masjid Nurul Iman, Pekon Rata Agung, ini dihadiri oleh sekitar 60 anak yatim dan piatu dari tiga desa, yaitu Pekon Rata Agung, Lemong, dan Pardahaga. 


Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk memberikan perhatian kepada anak-anak yang membutuhkan, tetapi juga menjadi ajang untuk merefleksikan perjalanan panjang yang telah dilalui oleh PKB Pesisir Barat sepanjang tahun 2024. Dalam kesempatan tersebut, Ali Yudiem, S.H., selaku Ketua DPC PKB Pesisir Barat dan Ketua Fraksi PKB DPRD Pesisir Barat, menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh konstituen, simpatisan, pendukung, dan jajaran pengurus PKB mulai dari ranting, PAC, hingga DPC yang telah bekerja keras, bersatu padu, dan terus berjuang untuk masyarakat Pesisir Barat.


"Kami ingin menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat Pesisir Barat atas dukungannya yang luar biasa. PKB kini menjadi partai yang sangat dicintai oleh masyarakat, dan kami yang diberikan amanah untuk duduk di legislator akan terus berusaha melaksanakan tugas dengan baik demi kepentingan masyarakat," ujar Ali Yudiem dalam sambutannya.


Selama tahun 2024, PKB Pesisir Barat telah melewati berbagai momen besar, mulai dari Pemilu Legislatif (Pileg), Pemilu Presiden (Pilpres), Pemilihan Bupati (Pilbup), hingga Pemilihan Gubernur (Pilgub). Ali Yudiem menekankan bahwa seluruh proses demokrasi tersebut berjalan dengan baik, berkat dukungan dan partisipasi aktif masyarakat.


"Semua proses demokrasi yang kita lalui bersama pada tahun 2024 ini berjalan dengan lancar berkat kerjasama semua pihak. Kami berterima kasih kepada masyarakat yang telah memberikan kepercayaan dan dukungan kepada PKB. Semoga ke depan, kita dapat terus bersama-sama membangun Pesisir Barat yang lebih baik," tambahnya.


Kegiatan tersebut juga mendapat sambutan hangat dari Ketua DPW PKB Lampung, Chusnunia Chalim. Ia turut mengirimkan salam hormat dan apresiasi kepada seluruh masyarakat Pesisir Barat atas dukungannya kepada PKB.


Sebagai penutup, acara ditandai dengan pemberian santunan kepada anak-anak yatim dan piatu serta doa bersama untuk keberkahan serta kemajuan Pesisir Barat di tahun mendatang. (*) 

Peduli Terhadap Dunia Pendidikan, Ali Yudiem Sambangi SDN 67 Krui Selatan

Desember 06, 2024

 


Pesisir Barat, 06 Desember 2024 – Dalam rangka mendukung kemajuan dunia pendidikan di Kabupaten Pesisir Barat, Anggota DPRD Pesibar, Ali Yudiem, S.H., yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi I DPRD Pesibar, mengunjungi SD Negeri 67 Krui Selatan pada Jumat (06/12). 


Kunjungan ini bertujuan untuk memberikan semangat dan motivasi kepada para siswa serta memberikan arahan kepada tenaga pendidik guna meningkatkan mutu pendidikan di wilayah tersebut. 


Dalam kesempatan tersebut, Ali Yudiem memberikan motivasi kepada siswa untuk terus semangat belajar dan berusaha mencapai kesuksesan. 


"Semoga anak-anak di sini dapat terus belajar dengan giat dan mengukir prestasi. Pendidikan adalah kunci masa depan," ujarnya.


Selain itu, Ali Yudiem juga memberikan arahan kepada para guru dan kepala sekolah agar terus berkomitmen dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Pesisir Barat.


Ia menekankan pentingnya peran dan tanggung jawab bersama dalam mengawal pendidikan demi kemajuan daerah. 


"Pendidikan yang berkualitas harus menjadi fokus kita bersama, baik dari pihak pemerintah, sekolah, hingga masyarakat," tambahnya.


Sebagai bentuk perhatian lebih terhadap kesejahteraan siswa, Ali Yudiem juga memberikan makanan tambahan berupa susu dan roti kepada siswa untuk mendukung kesehatan dan gizi mereka. 


Tak hanya itu, ia juga menyerahkan bantuan satu unit sound system yang sangat diperlukan untuk mendukung kelancaran kegiatan-kegiatan di sekolah.


Dalam penilaiannya, Ali Yudiem mengapresiasi kebersihan dan kondisi sekolah yang cukup baik.


"SD Negeri 67 Krui Selatan sudah menunjukkan perkembangan yang positif. Semoga hal-hal seperti ini terus dipertahankan dan ditingkatkan," ujar Ali yang juga merupakan Ketua DPC PKB Pesibar ini.


Kunjungan tersebut diharapkan dapat mendorong semangat bagi seluruh pihak yang terlibat dalam dunia pendidikan di Pesisir Barat untuk terus berkolaborasi demi menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik bagi generasi penerus bangsa. (*) 

Gelar Kegiatan Sosial, Ali Yudiem Undang Ratusan Anak Yatim dan Piatu Kerumah Pribadi

Desember 04, 2024

 


Pesisir Barat, 28 November 2024 – Anggota DPRD Kabupaten Pesisir Barat Fraksi PKB, Ali Yudiem, S.H., mengadakan acara sosial dengan mengundang ratusan anak yatim dan piatu di kediamannya yang terletak di Pekon Penggawa 5 Ulu, Kecamatan Karya Penggawa, pada Kamis (28/11). Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi serta menggugah rasa solidaritas antarwarga di Kabupaten Pesisir Barat.


Dalam acara tersebut, Ali Yudiem memberikan santunan dan bingkisan kepada sekitar 160 anak yatim dan piatu yang berasal dari 9 pekon di Kecamatan Karya Penggawa. 


Ali menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud kepedulian dan kasih sayangnya terhadap anak-anak yang membutuhkan, sekaligus sebagai salah satu program prioritas anggota DPRD Fraksi PKB Pesisir Barat dalam rangka bakti sosial kepada masyarakat.


“Kita berharap anak-anak ini akan tumbuh dengan sehat, cerdas, dan menjadi generasi penerus bangsa yang berkualitas di masa depan. Semoga silaturahmi ini semakin mempererat hubungan kita dengan mereka, anak-anak yang kita cintai,” ujar Ali dalam sambutannya.


Ali juga mengajak semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat, untuk lebih mencintai dan menyayangi anak-anak yatim dan piatu di Pesisir Barat, karena mereka merupakan saudara kita yang perlu diperhatikan dan diberikan kasih sayang.


Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi semua untuk lebih peduli terhadap sesama, khususnya anak-anak yang membutuhkan perhatian ekstra. (*)

Bupati-Wakil Bupati Pesibar Hadiri Rapat Paripurna DPRD Dengan Agenda Persetujuan Bersama dan Penandatanganan atas Ranperda APBD Perubahan Tahun Anggaran 2024

Oktober 28, 2024

 


Pesisir Barat - Bupati - Wakil Bupati Pesisir Barat (Pesibar), Dr. Drs. Agus Istiqlal, S.H., M.H.,- A. Zulqoini Syarif, S.H., menghadiri rapat Paripurna dengan agenda Persetujuan Bersama dan Penandatanganan Atas Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) APBD Perubahan Pesibar Tahun 2024, di ruang rapat paripurna DPRD Pesibar, Selasa (6/8/2024).


Rapat paripurna yang dihadiri 20 dari 25 anggota DPRD tersebut dipimpin langsung Wakil Ketua I DPRD, Ripzon Efendi, didampimgi Ketua DPRD, Agus Cik, S.Pd., S.E., Wakil Ketua II, Ali Yudiem, S.H., dan dihadiri pejabat tinggi Pratama, Pengawas, dan Pelaksana di lingkungan Pemkab Pesibar.


Tampak ikut hadir juga Staf Ahli Bupati, para Asisten, Forkopimda Pesibar, para perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Wakil Ketua I TP-PKK Pesibar, Yulnawati Zulqoini, dan Camat.


Dalam sambutannya Bupati, Agus Istiqlal, menyampaikan bahwa sesuai dengan yang telah diuraikan dalam penyampaian nota keuangan ranperda tentang APBD Perubahan Tahun 2024 beberapa lalu, bahwa penyusunan rancangan APBD Perubahan telah disesuaikan dengan arah kebijakan pokok pembangunan Pesibar yang merupakan prioritas dan tertuang dalam Kebijakan Umum Anggaran (KUA) APBD Perubahan dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD Perubahan Tahun 2024.


"Dalam ranperda tentang APBD Perubahan Tahun 2024 telah tersusun pada struktur APBD yang terdiri dari pendapatan, belanja, maupun pembiayaan. Dalam rangka mengakomodir kepentingan pelayanan terhadap masyarakat Pesibar," ungkap Bupati, Agus Istiqlal.


Bupati, Agus Istiqlal menerangkan, dari berbagai catatan pertanyaan serta koreksi yang disampaikan, baik pada penyampaian pandangan umum fraksi dan pada saat hearing pembahasan antara Badan Anggaran (Banang) DPRD dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan OPD tentang keterkaitan antara aspek belanja dengan indikator dan tolok ukur kinerja dari kegiatan yang akan dilaksanakan, telah dilakukan pembahasan secara transparan dan akuntabel dalam suasana saling memahami tugas dan fungsi kedua lembaga.


"Kenyataan tersebut terbukti dengan telah disetujuinya Ranperda APBD Perubahan Tahun 2024," kata Bupati, Agus Istiqlal.


Lebih jelas Bupati, Agus Istiqlal, mengatakan sesuai dengan amanat Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang pengelolaan keuangan daerah bahwa Ranperda tentang APBD Perubahan Tahun 2024 akan disampaikan kepada Gubernur Lampung untuk dilakukan evaluasi serta mendapat persetujuan. "Dalam kegiatan evaluasi tersebut disarankan agar hadir bersama-sama TAPD dan Banang DPRD, sehingga apa yang menjadi catatan-catatan dan rekomendasi dalam evaluasi tersebut dapat dipahami dan ditindaklanjuti untuk penyempurnaan bersama," ujar Bupati, Agus Istiqlal.


Dalam kesempatan itu Bupati, Agus Istiqlal juga mengingatkan kepada seluruh kepala OPD sebagai pengelola penerimaan daerah agar dapat mengupayakan intensifikasi dan ekstensifikasi seluruh sumber-sumber pendapatan, sehingga dapat mencapai target yang telah ditetapkan. Sebagai pelaksanaan dari Perda tentang APBD Perubahan Tahun 2024, khususnya dalam pengeluaran anggaran belanja agar selalu berpedoman kepada prinsip efektif, efisien, dan ekonomis, serta taat patuh pada ketentuan dan peraturan yang berlaku. "Perlu diketahui bahwa, anggaran yang disiapkan dalam APBD Perubahan adalah anggaran maksimal, oleh karenanya dalam pelaksanaan belanja hendaknya mengedepankan kedisiplinan terhadap pelaksanaan pengelolaan keuangan daerah," imbau Bupati, Agus Istiqlal.


Bupati, Agus Istiqlal menandaskan, atasnama Pemkab Pesibar mengapresiasi dan berterima kasih kepada DPRD Pesibar, khususnya badan anggaran legislatif, segenap komisi, serta kepada segenap fraksi yang telah bekerja secara maksimal dalam upaya penyelesaian pembahasan Ranperda tentang APBD Perubahan Tahun 2024 dalam suatu bingkai kerja sama yang baik, serta dilandasi dengan rasa tanggungjawab terhadap pembangunan Pesibar.


"Pemkab Pesibar juga menyadari bahwa saran dan pendapat yang disampaikan oleh DPRD dalam rangka perbaikan dan penyempurnaan Ranperda tentang APBD Perubahan Tahun 2024 agar kegiatan yang terprogram benar-benar dapat bermanfaat bagi masyarakat Pesibar dan bermanfaat dalam rangka peningkatan kinerja pemerintah pada masa yang akan datang," pungkas Bupati, Agus Istiqlal. (*) 

Dapat Informasi Ada Balita yang Terkena Stunting, Ketua DPRD Pesibar Turun Langsung Sambangi Rumah Balita di Gunung Kemala

Oktober 28, 2024

 


Pesisir Barat – Dapat info dari Peratin Pekon Gunung Kemala, Ketua DPRD Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar) M. Emir Lil Ardi menjenguk balita yang terkena stunting di Gunung Kemala, Kecamatan Way Krui, pada Senin (14/10/2024).

M. Emir Lil Ardi menjenguk balita pasangan Agus dan Ayeuna disela-sela kesibukannya sebagai wakil rakyat di Pesibar.

“Saya mendapatkan informasi dari bapak Fitra Kurniawan, selaku peratin Pekon Gunung Kemala, bahwa ada warganya yang terkena stunting,” ucap Emir.

Ia didampingi istrinya Alissa Nasution menyambangi rumah balita yang terkena stunting tersebut.

“Tadi saya didampingi istri, menyempatkan datang langsung kerumah balita yang terkena stunting tersebut, untuk memberikan santunan untuk proses pengobatan,” ucap Emir yang merupakan politikus dari Partai Nasdem kepada wartawan.

Rencananya balita berumur 3,4 tahun tersebut akan di rujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdoel Moeloek pada, Selasa (15/10/2024).

“Saya sempat bertanya kepada orang tua balita, ia mengatakan bawah putranya sejak bayi pertumbuhannya tidak normal. Dan sudah dilakukan upaya pengobatan ke rumah Muhammad Tohir dan akan di rujuk ke RSUD Abdoel Moeloek besok,” jelasnya.

Ia juga akan segera berkomunikasi dengan instansi terkait, terhadap temuan balita yang terkena stunting tersebut.

“Mengingat pencegahan stunting adalah program nasional, maka saya akan berkomunikasi dengan Dinas Kesehatan, Dinas KB, dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pekon (DPMP) agar bisa dianggarkan dan segera ditangani kasus stunting ini,” ucapnya.

Ia juga akan segera berkoordinasi dengan Pemkab Pesisir Barat untuk lebih menggiat lagi sosialisasi terkait Stunting.

“Sosialisasi stunting harus terus dilakukan hingga seluruh desa dan pekon di Pesibar agar kasus stunting tidak ada lagi,” pungkasnya. (*)

Wakil Ketua ll DPRD Pesibar Muhammad Amin Basri Rutin Berbagi di Jumat Berkah

Oktober 28, 2024

 


Pesisir Barat – Menjadi Rutinitas Muhammad Amin Basri sebagai Wakil Ketua ll Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pesisir Barat (Pesibar) selalu berbagi pada setiap Jumat nya.

Pada kesempatan ini sebanyak 100 porsi kue Pisang Kembung dibagikan kepada siswa-siswi SDN 78 Krui di Pekon Penggawa V, Kecamatan Way Krui.

Terlihat raut wajah siswa-siswi SDN 78 tampak bahagia saat menerima kue dari legislator berasal dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini.

Dalam kegiatan bertajuk Jumat berkah Itu, Muhammad Amin Basri menjelaskan kehidupan di dunia diibaratkan sebagai sebuah perjalanan singkat, maka dari itu sebelum melanjutkan sebuah perjalanan panjang setelah kehidupan di dunia ada perjalanan yang lebih panjang yang menanti kita maka kita harus mempersiapkan bekal untuk perjalanan itu.

“Jika ingin meraih kesuksesan di dunia sebagai bekal untuk akhirat persiapan dapat dilakukan dengan melakukan hal-hal baik dan bermanfaat,” jelas Amin, Jumat (25/10/2024).

Kemudian, lanjut Amin, kegiatan berbagi di Jumat berkah itu merupakan acara yang dilakukannya secara rutin di setiap minggunya dengan berbagi kue gratis khususnya kepada siswa-siswi Sekolah Dasar (SD).

Amin berharap dengan berbagi makanan di setiap Jumat itu dapat bermanfaat untuk adik-adik sebagai bekal di sekolah, kemudian juga dapat mendukung teman-teman penggiat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal di Pesibar.

“Semoga bermanfaat, ini sebagai salah satu bentuk kepedulian saya kepada masyarakat di Pesibar,” pungkasnya. (*) 

Jumat Berkah, Anggota DPRD Pesibar Muhammad Amin Basri Berbagi Kue Gratis ke Anak-anak

September 12, 2024

 


Pesisir Barat - Momen Jumat berkah, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar) Muhammad Amin Basri membagikan kue gratis berupa Pisang Kembung kepada anak-anak Sekolah Dasar (SD) Negeri 77, Kecamatan Way Krui, Jumat (13/9/2024). 

Kurang lebih sebanyak 100 porsi kue Pisang Kembung dibagikan kepada para siswa-siswi yang berlokasi di Pekon Gunung Kemala Timur itu. 

Para siswa-siswi nampak antusias menerima kue gratis dari anggota dewan legislatif berasal dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini. 

Anggota DPRD Pesibar dari Dapil 1 yang meliputi Kecamatan Way Krui, Pesisir Tengah dan Krui Selatan ini merasa sangat bersyukur dapat berbagi kue pada momen Jumat berkah. 

"Alhamdulillah, Allah masih memberikan kesempatan pada momen Jumat berkah untuk berbagi kepada adek-adek kita di SDN 77 ini," kata Amin. 

Kemudian lanjut Amin, kegiatan berbagi pada momen Jumat berkah akan berlanjut ke sejumlah Sekolah Dasar lainnya yang ada di Dapil satu di waktu berikutnya. 

Ditambahkan Amin, pada momen Jumat berkah selain untuk berbagi juga bertujuan untuk mendukung peningkatan penghasilan pedagang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Pesibar. 

"Mudah-mudahan ini bisa bermanfaat buat adek-adek kita untuk bekal makanan di Sekolah, kemudian kita juga dapat mendukung teman-tenan UMKM di Pesibar dengan membeli produk lokal," pungkasnya. (*)

Baru Hitungan Hari Pagar TK Negeri 1 Krui Viral, Proyek Dengan Kualitas Buruk Kembali Ditemukan

Oktober 25, 2023


Pesisir Barat - Baru hitungan hari pagar TK Negeri 1 (Satu) Krui viral akibat pekerjaan yang buruk dan bahkan belum sempat diperbaiki, kali ini Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pesisir Barat kembali menemukan hal yang sama.

Tepatnya di Sekolah Dasar (SD) Negeri 04 Krui yang terletak di Pekon Way Redak, Kecamatan Pesisir Tengah, dikerjakan oleh CV.SAKIMA dengan nilai kontrak 164 Juta Rupiah.

Wakil Rakyat Pesibar yang dalam hal ini diwakili oleh Sekretaris Komisi II (Dua) DPRD Pesibar Erwin Goestom saat sidak di proyek tersebut, tak habis pikir bahwa pekerjaan proyek di ranah pendidikan ternyata hampir semua kualitasnya sangat buruk.

Saat sidak Erwin menemukan bahwa pagar yang dibangun disisi kanan, kiri, dan belakang sekolah hampir roboh saat digoyangkan dengan tangan. Yang lebih parah Erwin menemukan komposisi kolom pondasi dibuat asal jadi, bahkan dalam pembangunan itu pihak pengerja proyek memakai batu bulat bekas pondasi sebelumnya (Pondasi lama), padahal didalam Rencana Anggaran Biaya (RAB) seharusnya batu kolom pondasi memakai Batu Kali yang terlebih dahulu dibelah untuk mencengkram kekuatan adukan, serta memakai Tanah Urug dibagian samping, dan Pasir Urug dibagian bawah, namun nyatanya dilapangan sangat jauh berbeda.

Tak ayal jika kualitas pembangunan itu, menurut Anggota DPRD dari Fraksi PDIP menyatakan memang tak layak untuk dijadikan proyek pemerintah. 

"Kita lihat sendiri pondasinya (Sembari menunjukkan bagian kolom pondasi) bahkan ikut berguncang dan hampir copot ketika pagar digoyangkan," kata Erwin.

Legislator dari Dapil I (Satu) ini juga menduga kedalam pondasi hanya dibuat kurang dari seperempat dari yang seharusnya 60 Centimeter, pasalnya jika dilihat kasat mata kolom pondasi terlihat mengambang diatas tanah. Selain itu keretakan di berbagai sisi pagar juga ikut menghiasi buruknya pembangunan proyek tersebut.

"Ini apa ini (Erwin kebingungan), apakah proyek (Pembangunan) kita di Pesisir Barat ini ngga (Tidak) ada yang benar, setiap di cek semuanya ga jelas (Tidak sesuai spesifikasi) pekerjaan nya buruk semua," tukas Erwin.

Masih kesal dengan penemuannya, tak lama kemudian Erwin juga menemukan pekerjaan rehabilitasi pagar bagian depan dan samping kiri sekolah hanya ditimpa dengan acian semen tipis, selain itu di berbagai sisi pagar juga masih banyak ditemukan kerusakan, terlebih bagian atas pagar yang masih terlihat rusak dan lusuh.

"Astaghfirullah al adzim, heran saya, begini amat cari untung," sesalnya sembari menggeleng kepala.

Selain itu Erwin Goestom juga menemukan pondasi pagar yang direhabilitasi tidak sedikitpun direhab, hanya dibiarkan begitu saja, bahkan banyak sisi pondasi yang sudah mengalami kerusakan dan dipenuhi dengan tanaman liar.

Setelah melihat berbagai kekurangan itu Erwin langsung memanggil pihak Dinas Pendidikan untuk menunjukkan carut marutnya pengerjaan proyek pembangunan pagar SD Negeri 04 Krui tersebut.

Setelah pihak Dinas Pendidikan sampai dilokasi, Erwin langsung menunjukan berbagai kerusakan pekerjaan pagar yang baru dibangun tersebut. Erwin pun meminta Pihak Dinas Pendidikan melalui Bidang Sarana dan Prasarana (Sarpras) Pendidikan untuk menginstruksikan kontraktor memperbaiki pembangunan itu sesuai dengan RAB dan spesifikasi nya.

Erwin juga menghimbau pihak pengerja proyek lainnya agar benar-benar serius dalam mengerjakan pekerjaan konstruksinya, ia pun menegaskan akan memantau satu per satu proyek yang ada di Dinas Pendidikan untuk memastikan kualitas bangunan yang dibuat benar-benar memenuhi standar, dan tidak membahayakan keselamatan siswa.

Kasi Bidang Sarpras Pendidikan Disdikbud Pesibar Agung Aristama setelah melihat langsung pekerjaan pembangunan dan rehabilitasi pagar SD Negeri 04 Krui, ia berkomitmen akan segera berkoordinasi kepada pihak kontraktor untuk segera melakukan perbaikan, Agung pun memastikan bahwa perbaikan akan dilakukan pekan depan. Agung juga berkomitmen untuk melakukan pengawasan ketat guna melihat pekerjaan benar-benar diperbaiki sesuai spesifikasi yang telah ditentukan.

"Secepatnya kami akan melaksanakan perbaikan, pada pelaksanaan pekerjaan ini, minggu-minggu depan akan sudah mulai dilakukan perbaikan. (Jika sudah diperbaiki dan tetap tidak sesuai RAB) Kami akan melakukan perhitungan untuk memeriksa pekerjaannya kembali," tutupnya. (Andrean)

Belum Dingin Viralnya Pembangunan Pagar TK 1 Krui, DPRD Kembali Temukan Proyek Buruk Diranah Pendidikan

Oktober 25, 2023

 


Pesisir Barat - Baru hitungan hari pagar TK Negeri 1 (Satu) Krui viral akibat pekerjaan yang buruk dan bahkan belum sempat diperbaiki, kali ini Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pesisir Barat kembali menemukan hal yang sama.

Tepatnya di Sekolah Dasar (SD) Negeri 04 Krui yang terletak di Pekon Way Redak, Kecamatan Pesisir Tengah, dikerjakan oleh CV.SAKIMA dengan nilai kontrak 164 Juta Rupiah.

Wakil Rakyat Pesibar yang dalam hal ini diwakili oleh Sekretaris Komisi II (Dua) DPRD Pesibar Erwin Goestom saat sidak di proyek tersebut, tak habis pikir bahwa pekerjaan proyek di ranah pendidikan ternyata hampir semua kualitasnya sangat buruk.

Saat sidak Erwin menemukan bahwa pagar yang dibangun disisi kanan, kiri, dan belakang sekolah hampir roboh saat digoyangkan dengan tangan. Yang lebih parah Erwin menemukan komposisi kolom pondasi dibuat asal jadi, bahkan dalam pembangunan itu pihak pengerja proyek memakai batu bulat bekas pondasi sebelumnya (Pondasi lama), padahal didalam Rencana Anggaran Biaya (RAB) seharusnya batu kolom pondasi memakai Batu Kali yang terlebih dahulu dibelah untuk mencengkram kekuatan adukan, serta memakai Tanah Urug dibagian samping, dan Pasir Urug dibagian bawah, namun nyatanya dilapangan sangat jauh berbeda.

Tak ayal jika kualitas pembangunan itu, menurut Anggota DPRD dari Fraksi PDIP menyatakan memang tak layak untuk dijadikan proyek pemerintah. 

"Kita lihat sendiri pondasinya (Sembari menunjukkan bagian kolom pondasi) bahkan ikut berguncang dan hampir copot ketika pagar digoyangkan," kata Erwin.

Legislator dari Dapil I (Satu) ini juga menduga kedalam pondasi hanya dibuat kurang dari seperempat dari yang seharusnya 60 Centimeter, pasalnya jika dilihat kasat mata kolom pondasi terlihat mengambang diatas tanah. Selain itu keretakan di berbagai sisi pagar juga ikut menghiasi buruknya pembangunan proyek tersebut.

"Ini apa ini (Erwin kebingungan), apakah proyek (Pembangunan) kita di Pesisir Barat ini ngga (Tidak) ada yang benar, setiap di cek semuanya ga jelas (Tidak sesuai spesifikasi) pekerjaan nya buruk semua," tukas Erwin.

Masih kesal dengan penemuannya, tak lama kemudian Erwin juga menemukan pekerjaan rehabilitasi pagar bagian depan dan samping kiri sekolah hanya ditimpa dengan acian semen tipis, selain itu di berbagai sisi pagar juga masih banyak ditemukan kerusakan, terlebih bagian atas pagar yang masih terlihat rusak dan lusuh.

"Astaghfirullah al adzim, heran saya, begini amat cari untung," sesalnya sembari menggeleng kepala.

Selain itu Erwin Goestom juga menemukan pondasi pagar yang direhabilitasi tidak sedikitpun direhab, hanya dibiarkan begitu saja, bahkan banyak sisi pondasi yang sudah mengalami kerusakan dan dipenuhi dengan tanaman liar.

Setelah melihat berbagai kekurangan itu Erwin langsung memanggil pihak Dinas Pendidikan untuk menunjukkan carut marutnya pengerjaan proyek pembangunan pagar SD Negeri 04 Krui tersebut.

Setelah pihak Dinas Pendidikan sampai dilokasi, Erwin langsung menunjukan berbagai kerusakan pekerjaan pagar yang baru dibangun tersebut. Erwin pun meminta Pihak Dinas Pendidikan melalui Bidang Sarana dan Prasarana (Sarpras) Pendidikan untuk menginstruksikan kontraktor memperbaiki pembangunan itu sesuai dengan RAB dan spesifikasi nya.

Erwin juga menghimbau pihak pengerja proyek lainnya agar benar-benar serius dalam mengerjakan pekerjaan konstruksinya, ia pun menegaskan akan memantau satu per satu proyek yang ada di Dinas Pendidikan untuk memastikan kualitas bangunan yang dibuat benar-benar memenuhi standar, dan tidak membahayakan keselamatan siswa.

Kasi Bidang Sarpras Pendidikan Disdikbud Pesibar Agung Aristama setelah melihat langsung pekerjaan pembangunan dan rehabilitasi pagar SD Negeri 04 Krui, ia berkomitmen akan segera berkoordinasi kepada pihak kontraktor untuk segera melakukan perbaikan, Agung pun memastikan bahwa perbaikan akan dilakukan pekan depan. Agung juga berkomitmen untuk melakukan pengawasan ketat guna melihat pekerjaan benar-benar diperbaiki sesuai spesifikasi yang telah ditentukan.

"Secepatnya kami akan melaksanakan perbaikan, pada pelaksanaan pekerjaan ini, minggu-minggu depan akan sudah mulai dilakukan perbaikan. (Jika sudah diperbaiki dan tetap tidak sesuai RAB) Kami akan melakukan perhitungan untuk memeriksa pekerjaannya kembali," tutupnya. (Andrean)

Pengurangan Volume Pembangunan Pagar TK Negeri 1 Krui Ditemukan DPRD, Wakil Rakyat Minta Minggu Ini Langsung Diperbaiki Sesuai Spek

Oktober 23, 2023


Pesisir Barat - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pesisir Barat temukan indikasi korupsi pada pengerjaan proyek pembangunan pagar TK Negeri 1 (Satu) Krui Pekon Kampung Jawa, Kecamatan Pesisir Tengah, wakil rakyat menyebut terdapat pengurangan volume yang cukup parah dan jauh dari spesifikasi seharusnya.

Temuan indikasi korupsi pada pengerjaan proyek pembangunan pagar TK Negeri 1 (Satu) Krui ini dikatakan Sekretaris Komisi II DPRD Pesibar Erwin Goestom saat melaksanakan sidak Senin pagi (23/10).

Wakil Rakyat dari PDIP ini menyebutkan bahwa kualitas pembangunan pagar TK Negeri 1 (Satu) yang dikerjakan oleh CV
Bumi Ratu dengan nilai kontrak 93 Juta Rupiah tersebut sangat buruk bahkan dapat mengancam keselamatan siswa.

Pasalnya Erwin menemukan pagar yang baru selesai dibangun hitungan Minggu itu hampir roboh saat digoyangkan dengan tangan, dan terdapat keretakan di berbagai sisi pagar.

"Yang lebih parah kita menemukan bahwa kolom pondasi pagar yang seharusnya 60 Centimeter hanya dibuat dengan kedalaman 13 Centimeter, disisi lain pagar bagian depan juga didapati masalah yang sama yang mana spesifikasi pagar dibuat jauh dari yang seharusnya direncanakan," kata Erwin kepada media ini saat diwawancarai seusai sidak.

Erwin melanjutkan, di pagar bagian depan sekolah, kolom pondasi yang seharusnya dibuat dengan keadalam 45 Cm ternyata hanya dibuat 13 Cm dibagian sisi belakang, dan 25 Cm di bagian sisi depan.

Setelah melakukan sidak yang didampingi oleh Konsultan Pengawas dan Dinas Pendidikan, Anggota Legislatif dari Dapil I (Satu) ini juga meminta pekerjaan proyek pagar TK Negeri 1 (Satu) Krui segera diperbaiki.

Selain itu Erwin juga berencana memanggil pihak terkait untuk melakukan hearing guna meminta penjelasan terkait carut marutnya pengerjaan proyek tersebut.

"Kita juga himbau kepada rekanan pelaksana proyek lainnya agar benar-benar serius dan maksimal dalam mengerjakan proyek, jangan sampai kejadian seperti ini (Pengerjaan Proyek Pagar TK Negeri 1 Krui) ditemukan di pekerjaan lainnya, terlebih di dunia pendidikan yang menjadi program strategis nasional untuk generasi dan masa depan anak-anak kita," tegas Erwin.

Dipihak lain Konsultan Pengawas Chandra Syafari tak menampik adanya kerugian dalam pengerjaan proyek TK Negeri 1 (Satu) Krui, setelah mendampingi sidak ia akan segera berkoordinasi dengan Kontraktor untuk melakukan perbaikan, Chandra memastikan bahwa perbaikan proyek tersebut akan dilaksanakan minggu ini.

Chandra juga mengaku pihaknya 'kecolongan' saat mengawasi proyek itu, ia berkilah bahwa pihak konsultan pengawas datang untuk mengawasi setelah pengerjaan kolom pondasi selesai dikerjakan.

"Memang saat pelaksanaan pemasangan pondasi kami (Konsultan Pengawas) belum sempat kesini (Mengawasi proyek pembangunan pagar TK Negeri 1 Krui), (setelah kami kesini) tapi (pengerjaan) kolom pondasi sudah selesai," tukasnya.

Kepala Bidang Sarana Dan Prasarana Dinas Pendidikan Pesibar Sunandar menegaskan akan mengurangi pembayaran sesuai kerugian apabila proyek tersebut tetap tak sesuai spesifikasi setelah diperbaiki.

"Kalau kita berbicara soal perbaikan harus sesuai spek (Spesifikasi), gak dimaklumi (Apabila ditemukan kembali kerugian), akan kita awasi perbaikannya, sanksi tegasnya (Apabila ditemukan kerugian kembali) akan kita kurangi proses pencairannya (anggarannya), sesuai estimasi (Kerugiannya) nanti," kata Kabid Sarpras Disdikbud Pesibar sekaligus PPK. 

Sunandar juga menekankan rekanan lain untuk mengerjakan proyek dengan mengedepankan kualitas serta mengerjakannya sesuai dengan spesifikasi dan perencanaan.(Andrean/AKJII)

Bakal Segera Lakukan Sidak Pekerjaan Pembangunan di TK I Krui, DPRD Pesibar Sesalkan Sikap Kontraktor Yang Tidak Profesional

Oktober 20, 2023

 


Pesisir Barat - Menanggapi keluhan masyarakat terkait carut marutnya pengerjaan pembangunan pagar Sekolah Taman Kanak-Kanak (TK) Negeri 1 (Satu) Krui yang terletak di Pekon Kampung Jawa, Kecamatan Pesisir Tengah, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pesisir Barat melalui Komisi II (Dua) akan melaksanakan sidak pada Senin (23/10) mendatang.

Rencana sidak ini disampaikan Sekretaris Komisi II DPRD Pesibar Erwin Goestom ketika dikonfirmasi via ponsel pada Jumat (20/10).

Erwin mengaku geram ketika mendengar terdapat proyek yang dikerjakan secara asal-asalan dan diduga tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB), terlebih pekerjaan tersebut ditujukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan bagi anak-anak di Pesisir Barat.

"Ini yang harus kita luruskan, jangan sampai hanya karena untuk mendapatkan keuntungan besar, proyek yang seharusnya ditujukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan justru dapat mengancam keselamatan anak-anak kita," tegas wakil rakyat dari PDIP tersebut.

Erwin bahkan menyesalkan prilaku kontraktor yang mengerjakan proyek itu, dirinya menyebutkan bahwa pihak kontraktor tidak mencerminkan diri sebagai orang yang ahli dalam bidang konstruksi, padahal sejatinya pekerjaan proyek pembangunan harusnya melibatkan orang-orang yang betul-betul paham dan profesional di bidangnya.

"Kami (Komisi II) akan segara berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk mendampingi dalam melaksanakan sidak Senin mendatang, kami akan meminta klarifikasi pihak dinas maupun pihak kontraktor yang mengerjakan pekerjaan tersebut," kata Anggota DPRD dari Dapil I (Satu) ini.

Erwin menegaskan, apabila pihaknya memang menemukan ketidaksesuaian dalam pengerjan proyek tersebut dan menemukan kerusakan serta kualitas bangunan yang buruk, maka pihak DPRD akan segera mengambil langkah tegas sesuai dengan peraturan serta undang-undang yang berlaku, serta memberikan sanksi sesuai dengan apa yang dilakukan pihak kontraktor maupun pihak dinas yang membidangi.

Sebelumnya diberitakan pembangunan pagar Sekolah Taman Kanak-Kanak (TK) Negeri 1 (Satu) Krui yang terletak di Pekon Kampung Jawa, Kecamatan Pesisir Tengah, Kabupaten Pesisir Barat diduga hanya jadi wadah bagi kontraktor untuk mencari untung diluar batas kewajaran. 

Pasalnya pekerjaan yang bernilai lebih dari 93 Juta Rupiah tersebut yang dikerjakan oleh CV. Bumi Ratu ternyata kualitasnya sangat buruk. Dari fakta dilapangan, pagar disisi kiri sekolah dengan panjang sekitar 42 Meter hanya memiliki ketebalan 5 Centimeter saja, dan parahnya pagar tersebut ternyata hanya dibuat dari dinding cetakan yang sangat tipis dan tidak dibangun dengan pondasi maupun sloof dibagian atas melainkan hanya ditempel dengan tiang tulang dengan jarak sekitar 2,5 Meter. Al hasil, dinding cetakan yang hanya ditempel dan digantung sangat berpotensi untuk roboh.

Ketika dinding didorong dengan tangan, dinding cetakan bergoyang mengikut alunan tangan, dan diperkirakan sangat rapuh saat menghadapi gempa bumi, terlebih Pesisir Barat merupakan daerah paling rawan bencana gempa bumi di Lampung.

Lokasi pagar yang mengelilingi tempat pendidikan anak ini ditakutkan dapat mengancam keselamatan anak saat mengenyam pendidikan di TK Negeri 1 Krui, akibat pembuatannya yang dilakukan secara amburadul.

Selain itu, di beberapa bagian pagar sisi kiri dan kanan yang baru selesai dikerjakan hitungan minggu ini sudah mengalami keretakan, baik di sepanjang sisi pagar cetakan maupun tiang tulang, dan di ujung pagar yang hanya ditempel tanpa menggunakan sloof dengan bangunan milik MAN 1 (Satu) Krui disisi kiri dan rumah warga di sisi kanan.

Disisi lain, pagar yang berada di bagian depan sekolah memang cukup bagus jika dilihat secara kasat mata dibanding sisi kanan dan kiri, entah mengapa terdapat perbedaan antara ketiganya, namun pagar di sisi depan ternyata juga tak sebagus yang dikira.

Pasalnya, pagar tersebut diduga tidak dibangun dengan sloof sepanjang bagian bawah pagar, melainkan hanya dibuat pondasi dari batu bata yang ditimpa dengan semen secara langsung. 

Dibagian pintu pagar juga tak dibuat pintu penutup melainkan hanya dipasangi kayu yang difungsikan sebagai pintu, bak sebuah pintu kandang kambing yang telah lapuk dimakan hujan. Dugaan penggunaan komposisi adukan yang buruk juga terlihat dengan mulai retaknya plester pagar depan bagian atas, dan diperkirakan pembangunan pagar TK 1 Krui tersebut tidak akan bertahan lama untuk mencapai kerusakan.

Akibat carut marutnya pengerjaan proyek ini menjadi preseden buruk bagi pembangunan dunia pendidikan di Pesisir Barat, sekolah yang seharusnya menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi generasi mengenyam pendidikan, malah menjadi ancaman bagi anak karena keselamatan mereka tidak terjamin. (Andrean/AKJII)

Geram Dengar Proyek Dikerjakan Asal-asalan, DPRD Jadwalkan Sidak Pembangunan Pagar TK I Krui

Oktober 20, 2023

 


Pesisir Barat - Menanggapi keluhan masyarakat terkait carut marutnya pengerjaan pembangunan pagar Sekolah Taman Kanak-Kanak (TK) Negeri 1 (Satu) Krui yang terletak di Pekon Kampung Jawa, Kecamatan Pesisir Tengah, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pesisir Barat melalui Komisi II (Dua) akan melaksanakan sidak pada Senin (23/10) mendatang.

Rencana sidak ini disampaikan Sekretaris Komisi II DPRD Pesibar Erwin Goestom ketika dikonfirmasi via ponsel pada Jumat (20/10).

Erwin mengaku geram ketika mendengar terdapat proyek yang dikerjakan secara asal-asalan dan diduga tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB), terlebih pekerjaan tersebut ditujukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan bagi anak-anak di Pesisir Barat.

"Ini yang harus kita luruskan, jangan sampai hanya karena untuk mendapatkan keuntungan besar, proyek yang seharusnya ditujukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan justru dapat mengancam keselamatan anak-anak kita," tegas wakil rakyat dari PDIP tersebut.

Erwin bahkan menyesalkan prilaku kontraktor yang mengerjakan proyek itu, dirinya menyebutkan bahwa pihak kontraktor tidak mencerminkan diri sebagai orang yang ahli dalam bidang konstruksi, padahal sejatinya pekerjaan proyek pembangunan harusnya melibatkan orang-orang yang betul-betul paham dan profesional di bidangnya.

"Kami (Komisi II) akan segara berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk mendampingi dalam melaksanakan sidak Senin mendatang, kami akan meminta klarifikasi pihak dinas maupun pihak kontraktor yang mengerjakan pekerjaan tersebut," kata Anggota DPRD dari Dapil I (Satu) ini.

Erwin menegaskan, apabila pihaknya memang menemukan ketidaksesuaian dalam pengerjan proyek tersebut dan menemukan kerusakan serta kualitas bangunan yang buruk, maka pihak DPRD akan segera mengambil langkah tegas sesuai dengan peraturan serta undang-undang yang berlaku, serta memberikan sanksi sesuai dengan apa yang dilakukan pihak kontraktor maupun pihak dinas yang membidangi.

Sebelumnya diberitakan pembangunan pagar Sekolah Taman Kanak-Kanak (TK) Negeri 1 (Satu) Krui yang terletak di Pekon Kampung Jawa, Kecamatan Pesisir Tengah, Kabupaten Pesisir Barat diduga hanya jadi wadah bagi kontraktor untuk mencari untung diluar batas kewajaran. 

Pasalnya pekerjaan yang bernilai lebih dari 93 Juta Rupiah tersebut yang dikerjakan oleh CV. Bumi Ratu ternyata kualitasnya sangat buruk. Dari fakta dilapangan, pagar disisi kiri sekolah dengan panjang sekitar 42 Meter hanya memiliki ketebalan 5 Centimeter saja, dan parahnya pagar tersebut ternyata hanya dibuat dari dinding cetakan yang sangat tipis dan tidak dibangun dengan pondasi maupun sloof dibagian atas melainkan hanya ditempel dengan tiang tulang dengan jarak sekitar 2,5 Meter. Al hasil, dinding cetakan yang hanya ditempel dan digantung sangat berpotensi untuk roboh.

Ketika dinding didorong dengan tangan, dinding cetakan bergoyang mengikut alunan tangan, dan diperkirakan sangat rapuh saat menghadapi gempa bumi, terlebih Pesisir Barat merupakan daerah paling rawan bencana gempa bumi di Lampung.

Lokasi pagar yang mengelilingi tempat pendidikan anak ini ditakutkan dapat mengancam keselamatan anak saat mengenyam pendidikan di TK Negeri 1 Krui, akibat pembuatannya yang dilakukan secara amburadul.

Selain itu, di beberapa bagian pagar sisi kiri dan kanan yang baru selesai dikerjakan hitungan minggu ini sudah mengalami keretakan, baik di sepanjang sisi pagar cetakan maupun tiang tulang, dan di ujung pagar yang hanya ditempel tanpa menggunakan sloof dengan bangunan milik MAN 1 (Satu) Krui disisi kiri dan rumah warga di sisi kanan.

Disisi lain, pagar yang berada di bagian depan sekolah memang cukup bagus jika dilihat secara kasat mata dibanding sisi kanan dan kiri, entah mengapa terdapat perbedaan antara ketiganya, namun pagar di sisi depan ternyata juga tak sebagus yang dikira.

Pasalnya, pagar tersebut diduga tidak dibangun dengan sloof sepanjang bagian bawah pagar, melainkan hanya dibuat pondasi dari batu bata yang ditimpa dengan semen secara langsung. 

Dibagian pintu pagar juga tak dibuat pintu penutup melainkan hanya dipasangi kayu yang difungsikan sebagai pintu, bak sebuah pintu kandang kambing yang telah lapuk dimakan hujan. Dugaan penggunaan komposisi adukan yang buruk juga terlihat dengan mulai retaknya plester pagar depan bagian atas, dan diperkirakan pembangunan pagar TK 1 Krui tersebut tidak akan bertahan lama untuk mencapai kerusakan.

Akibat carut marutnya pengerjaan proyek ini menjadi preseden buruk bagi pembangunan dunia pendidikan di Pesisir Barat, sekolah yang seharusnya menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi generasi mengenyam pendidikan, malah menjadi ancaman bagi anak karena keselamatan mereka tidak terjamin. (Andrean/AKJII)

Bupati dan DPRD Pesibar Lepas Pemberangkatan CJH Kabupaten Pesisir Barat Tahun 1444 Hijriah

Juni 15, 2023

 


Pesisir Barat - Bupati Pesisir Barat (Pesibar), Dr. Drs. Agus Istiqlal, S.H., M.H, didampingi Wakil Bupati Pesibar, A. Zulqoini Syarif, S.H, dan Anggota DPRD setempat melepas pemberangkatan 48 orang Calon Jamaah Haji (CJH) asal Pesibar dengan tema "Haji Ramah Lansia", di Lobby Gedung A Lantai 1, Komplek Perkantoran Pemkab Pesibar, Rabu (14/6/2023).

Tampak hadir dalam momen tersebut, Plt. Sekretaris Daerah (Sekda) Pesibar, Drs. Jon Edwar., M.Pd, para Staf Ahli Bupati, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, Audi Marpi, S.Pd., M.M, Ketua Umum TP-PKK Pesibar, Septi Istiqlal, Wakil Ketua II TP-PKK Pesibar, L. Liastuti, S.Pd., M.M, anggota DPRD Pesibar, Forkopimda Pesibar-Lampung Barat (Lambar).

Selain itu turut hadir juga para Kepala Oganisasi Perangkat Daerah (OPD), Kepala Kantor Kementrian Agama (Kankemenag) Pesibar, Ketua MUI Pesibar, Ketua FKUB Pesibar, dan keluarga CJH.

Dihadapan para CJH Bupati Pesibar mengawali sambutannya dengan mendoakan agar para CJH agar menjadi haji yang mabrur, diberikan kekuatan, kesehatan, dan keselamatan hingga kembali berkumpul bersama keluarga yang dicintai. 

"Atas nama Pemkab Pesibar maupun pribadi kami mendoakan semoga semua para CJH menjadi haji yang mabrur, berangkat sehat dan kembali lagi sehat serta selamat," tutur Bupati

"Pergunakanlah kesempatan emas ini untuk beribadah kepada Allah, mohon ampunan, mendoakan kebaikan bagi diri, keluarga, bangsa dan negara, fokuslah untuk ibadah, lupakan sejenak urusan duniawi, yakni menjadi haji yang mabrur dan mabruroh," sambungnya.

Beliau menjelaskan, keberangkatan para CJH tersebut merupakan awal dari rangkaian perjalanan ibadah haji dengan niat mengharap ridho Allah SWT. Ibadah haji merupakan ibadah wajib bagi yang mampu melaksanakannya, baik segi ekonomi dan kesehatan fisik maupun mental. disamping harus memenuhi persyaratan, baik syarat dalam ketentuan syariat maupun syarat yang ditetapkan pemerintah.

"Selama berada di tanah suci jagalah kesehatan karena keadaan disana sangat berbeda dengan di tanah air, untuk itu diharapkan kepada jamaah haji agar dapat selalu berkordinasi dan berkomunikasi dengan para medis yang bertugas apabila ada sesuatu hal yang dirasa mengganggu kesehatan," tandas Bupati. (Red)

Bupati dan DPRD Pesibar Lepas Pemberangkatan CJH Kabupaten Pesisir Barat Tahun 1444 Hijriah

Juni 15, 2023

 


Pesisir Barat - Bupati Pesisir Barat (Pesibar), Dr. Drs. Agus Istiqlal, S.H., M.H, didampingi Wakil Bupati Pesibar, A. Zulqoini Syarif, S.H, dan Anggota DPRD setempat melepas pemberangkatan 48 orang Calon Jamaah Haji (CJH) asal Pesibar dengan tema "Haji Ramah Lansia", di Lobby Gedung A Lantai 1, Komplek Perkantoran Pemkab Pesibar, Rabu (14/6/2023).

Tampak hadir dalam momen tersebut, Plt. Sekretaris Daerah (Sekda) Pesibar, Drs. Jon Edwar., M.Pd, para Staf Ahli Bupati, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, Audi Marpi, S.Pd., M.M, Ketua Umum TP-PKK Pesibar, Septi Istiqlal, Wakil Ketua II TP-PKK Pesibar, L. Liastuti, S.Pd., M.M, anggota DPRD Pesibar, Forkopimda Pesibar-Lampung Barat (Lambar).

Selain itu turut hadir juga para Kepala Oganisasi Perangkat Daerah (OPD), Kepala Kantor Kementrian Agama (Kankemenag) Pesibar, Ketua MUI Pesibar, Ketua FKUB Pesibar, dan keluarga CJH.

Dihadapan para CJH Bupati Pesibar mengawali sambutannya dengan mendoakan agar para CJH agar menjadi haji yang mabrur, diberikan kekuatan, kesehatan, dan keselamatan hingga kembali berkumpul bersama keluarga yang dicintai. 

"Atas nama Pemkab Pesibar maupun pribadi kami mendoakan semoga semua para CJH menjadi haji yang mabrur, berangkat sehat dan kembali lagi sehat serta selamat," tutur Bupati

"Pergunakanlah kesempatan emas ini untuk beribadah kepada Allah, mohon ampunan, mendoakan kebaikan bagi diri, keluarga, bangsa dan negara, fokuslah untuk ibadah, lupakan sejenak urusan duniawi, yakni menjadi haji yang mabrur dan mabruroh," sambungnya.

Beliau menjelaskan, keberangkatan para CJH tersebut merupakan awal dari rangkaian perjalanan ibadah haji dengan niat mengharap ridho Allah SWT. Ibadah haji merupakan ibadah wajib bagi yang mampu melaksanakannya, baik segi ekonomi dan kesehatan fisik maupun mental. disamping harus memenuhi persyaratan, baik syarat dalam ketentuan syariat maupun syarat yang ditetapkan pemerintah.

"Selama berada di tanah suci jagalah kesehatan karena keadaan disana sangat berbeda dengan di tanah air, untuk itu diharapkan kepada jamaah haji agar dapat selalu berkordinasi dan berkomunikasi dengan para medis yang bertugas apabila ada sesuatu hal yang dirasa mengganggu kesehatan," tandas Bupati. (Red)

Kunjungan Kerja Pemkab dan DPRD Pesisir Barat Dengan Beberapa Perusahan BUMN Terkait Kerjasama Pesawat

Juni 15, 2023

 


Pesisir Barat - Bupati Pesisir Barat Dr. Drs. Agus Istiqlal, S.H., M.H., memimpin secara langsung Kunjungan Kerja dengan beberapa perusahaan Transportasi yaitu PT. Trigana Air Service di Jakarta, Koharmatau TNI AU, PT. Dirgantara Indonesia, serta PT. Pindad Persero di Bandung pada tanggal 5-6 Juni 2023.

Hadir dalam acara tersebut Wakil ketua dan Anggota DPRD Pesisir Barat, Inspektur Pesisir Barat, Kadiskominfotiksan, Kadishub, Kadis LH, Kadisnaker, sekwan, Ka.BPKAD, Kadis PMP, Tenaga Ahli Bupati, Kabag. ULP, Kabag hukum, dan kabag protokol.

Pada hari pertama kunjungan tanggal 5 Juni, Pemkab Pesisir Barat melakukan kunjungan kerja dengan PT. Trigana Air Service. Bupati Pesisir Barat, Agus Istiqlal menyampaikan maksud dan tujuan kunjungan ini adalah bersilaturrahmi dan juga menjalin kerjasama serta mempromosikan Kabupaten Pesisir Barat. 

"Pesisir Barat merupakan surganya para peselancar dunia, selain potensi wisata kami juga mempunyai potensi perikanan (ikan tuna, blue marlin, lobster) yang selama ini menggunakan transportasi darat dan ini setiap tahunnya terus mengalami peningkatan, Maka dari itu untuk menjaga serta meningkatkan perekonomian dan pembangunan Pesisir Barat butuh tambahan moda transportasi pesawat serta maskapai yang akan mengangkut wisatawan dan kargo ke Pesisir Barat dan luar Pesisir Barat.

Menanggapi hal tersebut Presiden Trigana Ai Trijana menyampaikan terimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat yang telah berkunjung ke kantor Trigana Air. "Terimakasih bapak Bupati serta rombongan sudah berkunjung ke kantor Trigana Air ini, apa yang bapak Bupati sampaikan tadi akan kita tindak lanjuti bersama, kami berharap kerjasama kita akan segera terjalin karna Trigana merupakan pesawat prioritas untuk daerah 3T seperti Pesisir Barat dan semoga kerjasama kita nanti saling menguntungkan kedua belah pihak," tutup Presiden Trigana Air.

Kemudian kunjungan dilanjutkan pada malam harinya, rombongan melakukan kunjungan kerja ke Komando Pemeliharaan Materiil TNI Angkatan Udara (KOHARMATAU) dan disambut langsung oleh Komandan Koharmatu Marsekal Muda TNI Bambang Triyono, M. Tr (Han). Bupati menyampaikan jika kunjungan kerja ini membahas perihal pesawat serta meminta saran Beliau perihal perkembangan dunia Transportasi udara ini.

Komandan Koharmatau menyambut baik kedatangan rombongan dari Pesisir Barat, Beliau menyampaikan untuk pengurusan pesawat itu tidak mudah minimal sampai satu tahun hanya untuk pengurusan berkasnya saja. Beliau juga menyampaikan jika biaya perbaikan/maintenancenya juga cukup mahal, jadi beliau menyarankan untuk menambah rute atau memperbanyak rute terlebih dahulu dan bekerjasama dengan maskapai saja. Komandan Koharmatau juga tidak segan jika pemkab Pesisir Barat membutuhkan bantuan dalam hal pengurusan Pesawat beliau dengan bersedia membantu dan juga beliau meminta dengan segera untuk membuat surat permohonan perihal pembangunan Tugu Pesawat di Kabupaten Pesisir Barat.

Pada hari kedua kunjungan tanggal 6 Juni, Pemkab Pesisir Barat melakukan kunjungan kerja dengan PT. Dirgantara Indonesia (DI). Kedatangan Rombongan disambut langsung oleh Direktur Niaga, Pengembangan dan Teknologi Bapak Arif Faisal. Bupati menjelaskan maksud dan tujuan kunjungan kerja ini yaitu memperkenalkan dan mempromosikan Kabupaten Pesisir Barat kepada PT. Dirgantara Indonesia.

Dalam kunjungan kerja tersebut juga membahas tentang kerjasama Pemkab dengan PT.DI guna mendukung moda transportasi udara dikarenakan PT.DI produksi pesawatnya sudah 44,6% di Indonesia serta menjadi prioritas produk dalam negeri dan juga lebih dari 50 pesawat sudah berhasil diexspor keluar negeri, diantaranya merupakan helikopter.

Bupati juga diajak untuk meninjau secara langsung salah satu produk PT.DI yaitu pesawat N219.

Selanjutnya Pemkab melakukan Kunjungan Kerja ke PT. Pindad Persero, kedatangan rombongan langsung disambut oleh Dirut Keuangan PT. Pindad Bapak Kemal Sudiro.

Kunjungan kerja ini selain silaturrahmi juga membahas kerjasama mengingat Pemkab Pesisir Barat merupakan salah satu pemakai produksi yaitu jenis Kendaran Pindad Maung yang menjadi kendaraan Dinas Bupati.

Bupati juga mengatakan sangat tertarik untuk kerjasama dengan PT.Pindad perihal alat berat guna menunjang pembangunan infrastruktur di Kabupaten Pesisir Barat dan juga alat pertanian untuk mendongkrak ekonomi dari sektor pertanian dan pangan. Bupati dan juga rombongan diajak untuk melihat secara langsung produk-produk PT.Pindad mulai dari alat berat, alat pertanian, hingga kendaran khusus seperti tank tempur.

Disetiap kunjungan kerja ditutup dengan penyeraharan cendramata dari Bupati Pesisir Barat kepada beberapa Perusahan diatas dan juga foto bersama. (Red)

Kunjungan Kerja Pemkab dan DPRD Pesisir Barat Dengan Beberapa Perusahan BUMN Terkait Kerjasama Pesawat

Juni 15, 2023

 


Pesisir Barat - Bupati Pesisir Barat Dr. Drs. Agus Istiqlal, S.H., M.H., memimpin secara langsung Kunjungan Kerja dengan beberapa perusahaan Transportasi yaitu PT. Trigana Air Service di Jakarta, Koharmatau TNI AU, PT. Dirgantara Indonesia, serta PT. Pindad Persero di Bandung pada tanggal 5-6 Juni 2023.

Hadir dalam acara tersebut Wakil ketua dan Anggota DPRD Pesisir Barat, Inspektur Pesisir Barat, Kadiskominfotiksan, Kadishub, Kadis LH, Kadisnaker, sekwan, Ka.BPKAD, Kadis PMP, Tenaga Ahli Bupati, Kabag. ULP, Kabag hukum, dan kabag protokol.

Pada hari pertama kunjungan tanggal 5 Juni, Pemkab Pesisir Barat melakukan kunjungan kerja dengan PT. Trigana Air Service. Bupati Pesisir Barat, Agus Istiqlal menyampaikan maksud dan tujuan kunjungan ini adalah bersilaturrahmi dan juga menjalin kerjasama serta mempromosikan Kabupaten Pesisir Barat. 

"Pesisir Barat merupakan surganya para peselancar dunia, selain potensi wisata kami juga mempunyai potensi perikanan (ikan tuna, blue marlin, lobster) yang selama ini menggunakan transportasi darat dan ini setiap tahunnya terus mengalami peningkatan, Maka dari itu untuk menjaga serta meningkatkan perekonomian dan pembangunan Pesisir Barat butuh tambahan moda transportasi pesawat serta maskapai yang akan mengangkut wisatawan dan kargo ke Pesisir Barat dan luar Pesisir Barat.

Menanggapi hal tersebut Presiden Trigana Ai Trijana menyampaikan terimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat yang telah berkunjung ke kantor Trigana Air. "Terimakasih bapak Bupati serta rombongan sudah berkunjung ke kantor Trigana Air ini, apa yang bapak Bupati sampaikan tadi akan kita tindak lanjuti bersama, kami berharap kerjasama kita akan segera terjalin karna Trigana merupakan pesawat prioritas untuk daerah 3T seperti Pesisir Barat dan semoga kerjasama kita nanti saling menguntungkan kedua belah pihak," tutup Presiden Trigana Air.

Kemudian kunjungan dilanjutkan pada malam harinya, rombongan melakukan kunjungan kerja ke Komando Pemeliharaan Materiil TNI Angkatan Udara (KOHARMATAU) dan disambut langsung oleh Komandan Koharmatu Marsekal Muda TNI Bambang Triyono, M. Tr (Han). Bupati menyampaikan jika kunjungan kerja ini membahas perihal pesawat serta meminta saran Beliau perihal perkembangan dunia Transportasi udara ini.

Komandan Koharmatau menyambut baik kedatangan rombongan dari Pesisir Barat, Beliau menyampaikan untuk pengurusan pesawat itu tidak mudah minimal sampai satu tahun hanya untuk pengurusan berkasnya saja. Beliau juga menyampaikan jika biaya perbaikan/maintenancenya juga cukup mahal, jadi beliau menyarankan untuk menambah rute atau memperbanyak rute terlebih dahulu dan bekerjasama dengan maskapai saja. Komandan Koharmatau juga tidak segan jika pemkab Pesisir Barat membutuhkan bantuan dalam hal pengurusan Pesawat beliau dengan bersedia membantu dan juga beliau meminta dengan segera untuk membuat surat permohonan perihal pembangunan Tugu Pesawat di Kabupaten Pesisir Barat.

Pada hari kedua kunjungan tanggal 6 Juni, Pemkab Pesisir Barat melakukan kunjungan kerja dengan PT. Dirgantara Indonesia (DI). Kedatangan Rombongan disambut langsung oleh Direktur Niaga, Pengembangan dan Teknologi Bapak Arif Faisal. Bupati menjelaskan maksud dan tujuan kunjungan kerja ini yaitu memperkenalkan dan mempromosikan Kabupaten Pesisir Barat kepada PT. Dirgantara Indonesia.

Dalam kunjungan kerja tersebut juga membahas tentang kerjasama Pemkab dengan PT.DI guna mendukung moda transportasi udara dikarenakan PT.DI produksi pesawatnya sudah 44,6% di Indonesia serta menjadi prioritas produk dalam negeri dan juga lebih dari 50 pesawat sudah berhasil diexspor keluar negeri, diantaranya merupakan helikopter.

Bupati juga diajak untuk meninjau secara langsung salah satu produk PT.DI yaitu pesawat N219.

Selanjutnya Pemkab melakukan Kunjungan Kerja ke PT. Pindad Persero, kedatangan rombongan langsung disambut oleh Dirut Keuangan PT. Pindad Bapak Kemal Sudiro.

Kunjungan kerja ini selain silaturrahmi juga membahas kerjasama mengingat Pemkab Pesisir Barat merupakan salah satu pemakai produksi yaitu jenis Kendaran Pindad Maung yang menjadi kendaraan Dinas Bupati.

Bupati juga mengatakan sangat tertarik untuk kerjasama dengan PT.Pindad perihal alat berat guna menunjang pembangunan infrastruktur di Kabupaten Pesisir Barat dan juga alat pertanian untuk mendongkrak ekonomi dari sektor pertanian dan pangan. Bupati dan juga rombongan diajak untuk melihat secara langsung produk-produk PT.Pindad mulai dari alat berat, alat pertanian, hingga kendaran khusus seperti tank tempur.

Disetiap kunjungan kerja ditutup dengan penyeraharan cendramata dari Bupati Pesisir Barat kepada beberapa Perusahan diatas dan juga foto bersama. (Red)

Anggota DPRD Pesibar Soroti Dugaan Diskriminasi Oleh Pejabat Tinggi Pemkab

Mei 29, 2023

 


Pesisir Barat - Pernyataan Kontroversial Inspektur Inspektorat Kabupaten Pesisir Barat yang diduga menebar isu SARA pada saat apel di lingkungan Pemerintah Kabupaten setempat banyak mendapat sorotan dari berbagai pihak. 

Jika sebelumnya praktisi hukum Osep Doddy and Patner memberikan tanggapannya terkait perkataan diskriminatif yang diduga dilakukan Inspektur Inspektorat Pesibar Hendri Dunan, kini wakil rakyat setempat angkat bicara.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pesisir Barat Khoiril Iswan mengatakan bahwa seorang pejabat dilingkungan pemerintahan tak sepatutnya mengeluarkan perkataan diskriminatif, dalam membuat statemen pejabat harus berhati-hati dan santun, serta tidak menjatuhkan antara satu dengan yang lain.

"Yang namanya pemerintahan itu sifatnya kolektif, harus saling bekerjasama, siapapun itu tanpa melihat latar belakang, dan asal usul nya, jadi kita berharap bahwa dalam membuat statement para pejabat itu harus saling menghargai, membuat suasana yang lebih nyaman dan sejuk, kalo kita saling menjatuhkan seperti ini kan ini akan berdampak terhadap jalannya roda pemerintahan," tegas politisi asal Demokrat itu saat diwawancarai diruang kerjanya, Senin (29/05/2023).

Dengan adanya pernyataan itu, lanjut Khoiril, terkesan adanya suatu persaingan didalam Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat, hal itu menurutnya dapat menimbulkan persepsi yang bermacam-macam sehingga terkesan adanya 'keretakan' dilingkungan Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat itu sendiri.

"Saya yakin Bupati sebagai kepala daerah, dia menempatkan orang itu sesuai dengan kemampuan nya di bidangnya masing-masing, jadi kita berharap sekali lagi terutama kepada pejabat dilingkungan Kabupaten Pesisir Barat agar menjaga jangan sampai membuat statement yang sifatnya memecah belah," ucapnya.

Khoiril menegaskan bahwa dalam sebuah pemerintahan merupakan satu kesatuan, harus ada kekompakan dalam membangun Pesisir Barat kedepan.

"Kalau kita saling menjatuhkan dan saling menjelekan bagaimana kita mau membangun, karena tidak mungkin Pesisir Barat ini hanya dibangun oleh orang Pesisir Barat saja, kita butuh orang-orang luar yang punya keterampilan dan yang punya kemampuan, kita tetap butuh itu, harus kita akui," tegas Anggota DPRD asal Ngaras itu.

Khoiril berharap Bupati selaku kepala daerah bisa memberikan teguran kepada pejabat, siapapun itu, yang dapat membuat pernyataan-pernyataan yang justru akan membuat kisruh suasana di dalam Pemerintahan Kabupaten Pesisir Barat, baik teguran secara lisan ataupun secara tertulis sesuai dengan tingkat kesalahannya.

"Siapapun itu, bukan hanya pak Hendri atau siapapun itu, kita berharap agar Bupati sebagai Pimpinan bisa memberikan nasihat dan teguran, baik teguran secara lisan ataupun secara tertulis sesuai dengan tingkat kesalahannya, karena ini bisa berdampak buruk, kita lihat di Pesibar banyak orang dari luar daerah, jika kita mengeluarkan statement seperti itu akibatnya akan menimbulkan rasa diskriminatif terhadap pendatang yang ada di Pesibar," tutupnya.

Dugaan doktrin penyebaran unsur SARA

Dugaan doktrin penyebaran unsur SARA dilakukan oleh Inspektur Inspektorat Pemerintahan Kabupaten Pesisir Barat Hendry Dunan saat menjadi pimpinan apel sore di halaman Pemkab Pesibar pada Jumat (19/05/2023).

Dalam kesempatan apel tersebut Hendry menyatakan dengan terang-terangan mendiskriminasi pendatang dengan mengatakan bahwa orang dari luar daerah Pesisir Barat tidak akan mau membangun Pesibar. Hendry juga sempat menyebutkan nama asal daerah pendatang yang dimaksud, seperti pendatang dari Kota Bumi Lampung Utara, Mesuji, hingga Tulang Bawang. Hendry mengatakan kata tak terpuji ini tanpa berlandaskan fakta dan data yang ada, perkataan Hendry terkesan hanya diucapkan karena ketidaksukaannya terhadap pendatang.

Pernyataan kontroversial itu membuat sebagian pendatang yang bekerja di ruang lingkup Pemkab Pesibar merasa geram dengan prilaku Hendry, mereka menyebut bahwa perkataan Inspektur Inspektorat Pemkab Pesibar itu tak pantas diucapkan olehnya yang notabennya adalah seorang pejabat tinggi pratama Pemerintah Kabupaten, Hendry yang seharusnya menjadi panutan dalam jabatan yang ia emban malah mencontohkan prilaku tercela dengan menebar isu SARA dan ujaran kebencian di dalam internal pemerintahannya sendiri.

"Ya benar bahwa Kepala Inspektorat itu mengatakan bahwa tidak akan ada orang luar dari Pesisir Barat yang kerja di Pesibar ini yang mau membangun Pesibar, saya siap menjadi saksi atas pernyataan Pejabat tersebut," terang salah seorang pegawai yang enggan disebut namanya.

"Jadi intinya orang dari luar Pesisir Barat gak mau ngebangun Pesisir Barat ini, itu inti yang saya tangkap dari omongan Pejabat itu tadi waktu ambil apel lebih kurang seperti itu," lanjutnya dengan nada kesal.

Dengan adanya pernyataan Inspektur Inspektorat Pemkab Pesibar ini terkesan menunjukkan bahwa birokrasi di wilayah setempat sama sekali tidak menjunjung rasa toleransi sesuai amanat UUD 1945 dan dasar negara Pancasila dimana didalamnya menjamin kebebasan hak asasi penduduknya yang bersifat mengutamakan persamaan hak, kewajiban, dan perlakuan yang sama bagi semua warga negara tanpa membeda-bedakan suku, agama, ras, dan antar golongan. Perkataan Hendry juga menunjukkan dugaan adanya 'kerajaan' dalam pemerintahan yang bersifat hierarki, sehingga hal ini perlu adanya pembenahan secara nyata dari pihak-pihak terkait untuk mereformasi sistem Pemerintahan Kabupaten Pesisir Barat, mereformasi akhlak, hingga mereformasi cara berpikir pejabat-pejabat yang masih kolot dalam sistem pemerintahan di era kemerdekaan ini. 

Hingga saat ini belum ada tanggapan dari yang bersangkutan untuk klarifikasi. (Andrean/ Wawe/AKJII)

Anggota DPRD Pesibar Soroti Dugaan Diskriminasi Oleh Pejabat Tinggi Pemkab

Mei 29, 2023

 


Pesisir Barat - Pernyataan Kontroversial Inspektur Inspektorat Kabupaten Pesisir Barat yang diduga menebar isu SARA pada saat apel di lingkungan Pemerintah Kabupaten setempat banyak mendapat sorotan dari berbagai pihak. 

Jika sebelumnya praktisi hukum Osep Doddy and Patner memberikan tanggapannya terkait perkataan diskriminatif yang diduga dilakukan Inspektur Inspektorat Pesibar Hendri Dunan, kini wakil rakyat setempat angkat bicara.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pesisir Barat Khoiril Iswan mengatakan bahwa seorang pejabat dilingkungan pemerintahan tak sepatutnya mengeluarkan perkataan diskriminatif, dalam membuat statemen pejabat harus berhati-hati dan santun, serta tidak menjatuhkan antara satu dengan yang lain.

"Yang namanya pemerintahan itu sifatnya kolektif, harus saling bekerjasama, siapapun itu tanpa melihat latar belakang, dan asal usul nya, jadi kita berharap bahwa dalam membuat statement para pejabat itu harus saling menghargai, membuat suasana yang lebih nyaman dan sejuk, kalo kita saling menjatuhkan seperti ini kan ini akan berdampak terhadap jalannya roda pemerintahan," tegas politisi asal Demokrat itu saat diwawancarai diruang kerjanya, Senin (29/05/2023).

Dengan adanya pernyataan itu, lanjut Khoiril, terkesan adanya suatu persaingan didalam Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat, hal itu menurutnya dapat menimbulkan persepsi yang bermacam-macam sehingga terkesan adanya 'keretakan' dilingkungan Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat itu sendiri.

"Saya yakin Bupati sebagai kepala daerah, dia menempatkan orang itu sesuai dengan kemampuan nya di bidangnya masing-masing, jadi kita berharap sekali lagi terutama kepada pejabat dilingkungan Kabupaten Pesisir Barat agar menjaga jangan sampai membuat statement yang sifatnya memecah belah," ucapnya.

Khoiril menegaskan bahwa dalam sebuah pemerintahan merupakan satu kesatuan, harus ada kekompakan dalam membangun Pesisir Barat kedepan.

"Kalau kita saling menjatuhkan dan saling menjelekan bagaimana kita mau membangun, karena tidak mungkin Pesisir Barat ini hanya dibangun oleh orang Pesisir Barat saja, kita butuh orang-orang luar yang punya keterampilan dan yang punya kemampuan, kita tetap butuh itu, harus kita akui," tegas Anggota DPRD asal Ngaras itu.

Khoiril berharap Bupati selaku kepala daerah bisa memberikan teguran kepada pejabat, siapapun itu, yang dapat membuat pernyataan-pernyataan yang justru akan membuat kisruh suasana di dalam Pemerintahan Kabupaten Pesisir Barat, baik teguran secara lisan ataupun secara tertulis sesuai dengan tingkat kesalahannya.

"Siapapun itu, bukan hanya pak Hendri atau siapapun itu, kita berharap agar Bupati sebagai Pimpinan bisa memberikan nasihat dan teguran, baik teguran secara lisan ataupun secara tertulis sesuai dengan tingkat kesalahannya, karena ini bisa berdampak buruk, kita lihat di Pesibar banyak orang dari luar daerah, jika kita mengeluarkan statement seperti itu akibatnya akan menimbulkan rasa diskriminatif terhadap pendatang yang ada di Pesibar," tutupnya.

Dugaan doktrin penyebaran unsur SARA

Dugaan doktrin penyebaran unsur SARA dilakukan oleh Inspektur Inspektorat Pemerintahan Kabupaten Pesisir Barat Hendry Dunan saat menjadi pimpinan apel sore di halaman Pemkab Pesibar pada Jumat (19/05/2023).

Dalam kesempatan apel tersebut Hendry menyatakan dengan terang-terangan mendiskriminasi pendatang dengan mengatakan bahwa orang dari luar daerah Pesisir Barat tidak akan mau membangun Pesibar. Hendry juga sempat menyebutkan nama asal daerah pendatang yang dimaksud, seperti pendatang dari Kota Bumi Lampung Utara, Mesuji, hingga Tulang Bawang. Hendry mengatakan kata tak terpuji ini tanpa berlandaskan fakta dan data yang ada, perkataan Hendry terkesan hanya diucapkan karena ketidaksukaannya terhadap pendatang.

Pernyataan kontroversial itu membuat sebagian pendatang yang bekerja di ruang lingkup Pemkab Pesibar merasa geram dengan prilaku Hendry, mereka menyebut bahwa perkataan Inspektur Inspektorat Pemkab Pesibar itu tak pantas diucapkan olehnya yang notabennya adalah seorang pejabat tinggi pratama Pemerintah Kabupaten, Hendry yang seharusnya menjadi panutan dalam jabatan yang ia emban malah mencontohkan prilaku tercela dengan menebar isu SARA dan ujaran kebencian di dalam internal pemerintahannya sendiri.

"Ya benar bahwa Kepala Inspektorat itu mengatakan bahwa tidak akan ada orang luar dari Pesisir Barat yang kerja di Pesibar ini yang mau membangun Pesibar, saya siap menjadi saksi atas pernyataan Pejabat tersebut," terang salah seorang pegawai yang enggan disebut namanya.

"Jadi intinya orang dari luar Pesisir Barat gak mau ngebangun Pesisir Barat ini, itu inti yang saya tangkap dari omongan Pejabat itu tadi waktu ambil apel lebih kurang seperti itu," lanjutnya dengan nada kesal.

Dengan adanya pernyataan Inspektur Inspektorat Pemkab Pesibar ini terkesan menunjukkan bahwa birokrasi di wilayah setempat sama sekali tidak menjunjung rasa toleransi sesuai amanat UUD 1945 dan dasar negara Pancasila dimana didalamnya menjamin kebebasan hak asasi penduduknya yang bersifat mengutamakan persamaan hak, kewajiban, dan perlakuan yang sama bagi semua warga negara tanpa membeda-bedakan suku, agama, ras, dan antar golongan. Perkataan Hendry juga menunjukkan dugaan adanya 'kerajaan' dalam pemerintahan yang bersifat hierarki, sehingga hal ini perlu adanya pembenahan secara nyata dari pihak-pihak terkait untuk mereformasi sistem Pemerintahan Kabupaten Pesisir Barat, mereformasi akhlak, hingga mereformasi cara berpikir pejabat-pejabat yang masih kolot dalam sistem pemerintahan di era kemerdekaan ini. 

Hingga saat ini belum ada tanggapan dari yang bersangkutan untuk klarifikasi. (Andrean/ Wawe/AKJII)

Peringatan Hari Hipertensi Sedunia Tahun 2023 Kabupaten Pesisir Barat

Mei 15, 2023

 


Pesisir Barat - Hipertensi merupakan salah satu penyakit kardiovaskular yang paling umum dan paling banyak disandang masyarakat. Hipertensi adalah kondisi tekanan darah yang tinggi terhadap dinding arteri dan merupakan salah satu faktor risiko utama penyakit jantung dan stroke. Hipertensi juga merupakan salah satu penyebab kematian dini di dunia.

Hari Hipertensi sedunia 2023 atau disebut World Hypertension Day diperingati setiap tanggal 17 Mei 2023. Hari Hipertensi sedunia diperingati untuk mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya mengetahui faktor risiko, gejala, dan cara mencegah terjadinya tekanan darah tinggi. Setiap tahunnya, peringatan Hari Hipertensi Sedunia memiliki tema yang berbeda. Melalui surat Sekretaris Daerah Kabupaten Pesisir Barat nomor 400.7.10/1458/IV.02/2023 tanggal 10 Mei 2023 tentang pelaksanaan kegiatan skrining deteksi dini faktor risiko penyakit tidak menular di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pada Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat, peringatan Hari Hipertensi Sedunia (HHS) tahun 2023 mengusung tema “Cegah dan Kendalikan Hipertensi untuk Hidup Sehat Lebih Lama”.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pesisir Barat, Tedi Zadmiko, mengatakan bahwa dalam Peringatan HHS tahun 2023 di Kabupaten Pesisir Barat dilaksanakan kegiatan deteksi dini Penyakit Tidak Menular (PTM) pada tanggal 15  s.d. 22 Mei 2023 di Organisasi Perangkat Daerah pada Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat dan akan dilaksanakan secara serentak pada tanggal 17 Mei 2023 di seluruh wilayah Kabupaten Pesisir Barat oleh 11 Puskesmas yang tersebar di 11 Kecamatan. 

Pelaksanaan skrining faktor risiko penyakit tidak menular seperti pengukuran tekanan darah, pemeriksaan gula darah, dan pemeriksaan antropometri berat badan dan lingkar perut. 

Pada kegiatan tersebut juga dilaksanakan penyuluhan kesehatan tentang Hipertensi. Turut serta dalam kegiatan skrining yaitu Bupati Pesisir Barat Agus Istiqlal dan Ketua DPRD Pesibar Agus Cik. Bupati memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut dan menyampaikan bahwa kegiatan skrining faktor risiko penyakit tidak menular dapat lebih ditingkatkan pada seluruh lapisan masyarakat di wilayah Kabupaten Pesisir Barat.

Berdasarkan data yang terkumpul di Dinas Kesehatan Kabupaten Pesisir Barat pada hari pertama pelaksanaan kegiatan yaitu tanggal 15 Mei 2023, jumlah orang yang dilakukan skrining faktor risiko penyakit tidak menular sebanyak 188 orang dengan ditemukan sebanyak 23 orang yang menderita Hipertensi dari 9 Organisasi Perangkat Daerah.

Harapannya melalui Hari Hipertensi Sedunia (HHS) tahun 2023 di Kabupaten Pesisir Barat dapat memperkuat jejaring dan kolaborasi antar pemangku kepentingan dalam upaya pencegahan dan pengendalian hipertensi melalui dukungan pemerintah, fasilitas pelayanan kesehatan, instansi, dan organisasi kemasyarakatan terkait sekaligus memberikan edukasi dan kesadaran kepada masyarakat dalam mencegah dan mengendalikan hipertensi agar terkontrol untuk menurunkan risiko kesakitan dan kematian akibat hipertensi.  (Andrean/Wawe)

HUT Ke-10 Pesibar, DPRD Gelar Rapat Paripurna Istimewa

Mei 02, 2023

 


Pesisir Barat - Dr. Drs. Agus Istiqlal, S.H., M.H., didampingi Wakil Bupati Pesisir Barat, A. Zulqoini Syarif, S.H. menghadiri Rapat Paripurna Dewan Pimpinan Daerah (DPRD) dalam rangka memperingati "Hari Ulang Tahun Kabupaten Pesisir Barat Ke-10 Tahun 2023" bertempat di ruang rapat lantai 3 gedung DPRD Kabupaten Pesisir Barat.

Dalam sambutan Bupati Pesisir Barat, Agus Istiqlal yang disampaikan oleh Wakil Bupati Pesisir Barat, A. Zulqoini Syarif mengatakan rapat paripurna istimewa hari ini merupakan salah satu rangkaian dari perayaan hari ulang tahun Kabupaten Pesisir Barat ke-10 yang jatuh pada tanggal 22 april 2023 dengan tema "Pulih Dan Bangkit Untuk Mewujudkan Kabupaten Pesisir Barat Yang Amanah, Maju Dah Sejahtera".

Wakil Bupati Pesisir Barat menambahkan bahwa pengambilan tema kali ini merupakan bentuk dari wujud nyata sinergitas dan sinkronasi antara Forkompimda Lambar-Pesbar dalam pelaksanaan birokrasi selama setahun ini.

"Tema ulang tahun ini kita ambil sebagai bentuk sinergitas dan sinkronisasi daerah dalam upaya mendukung pencapaian dari target- target pembangunan Nasional," kata Wakil Bupati saat menyampaikan sambutan.

Disela-sela pidatonya Wakil Bupati Zulqoini menyampaikan capaian dari indikator kinerja utama kepala daerah pada capaian tahun pertama RPJMD tahun 2021-2026, antara lain indeks pembangunan manusia mencapai target dengan nilai 65,14, tingkat pengangguran terbuka tercatat sebesar 3,73 persen, indeks pembangunan gender mencapai nilai 93,54. 

Kemudian, tingkat kemantapan jalan daerah capaiannya masih tertahan pada realisasi 39,53 persen, persentase penduduk yang memiliki akses terhadap sumber daya air yang sehat dan aman masih berada pada angka 18,06 persen.

Selain itu, lanjutnya, rasio jaringan irigasi telah mencapai target dengan realisasi 56,10 persen, indeks kualitas lingkungan hidup tercatat dengan nilai 71,06. 

Sedangkan indeks resiko bencana berada pada capaian 189,70, pertumbuhan ekonomi meningkat dengan capaian 2,88 persen, PDRB perkapita berhasil mencapai target dengan capaian 32,46 juta rupiah, serta nilai tukar petani tercatat dengan nilai realisasi 104,34 atau telah mencapai target.

Begitu juga dengan indeks Gini telah mencapai target dengan nilai 0,29, tingkat kemiskinan daerah mampu mencapai target dengan capaian 13,84 persen, pertumbuhan wisatawan nusantara dan mancanegara mencapai target sebesar 23,28 persen, indeks kepuasan masyarakat terhadap pelayanan publik mencapai realisasi 79.95, nilai sakip mencapai target dengan predikat CC, opini BPK untuk penilaian LKPD seperti pada tahun anggaran 2022 belum dirilis, dan indeks desa membangun tercatat 0,6636.

Realisasi terhadap 18 indikator kinerja tersebut secara rata-rata telah mencapai persentase capaian 79.36 persen.

Selanjutnya, terdapat 64 peraturan Bupati, serta terdapat 16 peraturan yang secara langsung bertujuan untuk menyelesaikan permasalah masyarakat dan daerah yang bernilai strategis.

Secara garis besar, dari 19 kebijakan strategis tersebut diarahkan untuk :

1. Meningkatkan penyelenggaraan pemerintahan yang berkualitas;
2. Meningkatkan kesetaraan gender dan anak;
3. Meningkatkan pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas;
4. Meningkatkan pembangunan ekonomi daerah dengan fokus pada potensi lokal.

"Dengan segenap tenaga dan upaya serta dukungan dari DPRD Kabupaten Pesisir Barat kami yakin kita bersama-sama dapat merealisasikan target serta sasaran dari pembangunan daerah untuk tahun- tahun mendatang dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat", ungkap Wakil Bupati

Diakhir sambutannya, Wakil Bupati Pesisir Barat mengucapkan secara pribadi dan juga mewakili Pemerintah Daerah Kabupaten Pesisir Barat mengucapkan Selamat Ulang Tahun ke-10 untuk Kabupaten Pesisir Barat.

"Selamat Ulang Tahun Ke-10 untuk Kabupaten Pesisir Barat yang kita cintai, semoga kita bersama-sama mampu mewujudkan Indonesia pulih dan bangkit untuk wujudkan Kabupaten Pesisir Barat yang amanah, maju dan sejahtera," tutup Wakil Bupati. (Andrean/Wawe)