Tampilkan postingan dengan label Bank Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bank Indonesia. Tampilkan semua postingan

Gencarkan Pelajar Bersinar Cinta Rupiah (Gerakan Nasional Cerdas Keuangan Pelajar Bersih Narkoba Dan Cinta Rupiah)

September 15, 2024


Pringsewu – Dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pelajar dalam mengelola keuangan serta memahami konsep tabungan atau investasi sejak dini, Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Lampung berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Pringsewu, Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Lampung, Badan Narkotika Nasional Lampung dan Bank Rakyat Indonesia Kantor Cabang Pringsewu menggelar kegiatan Sosialisasi dan Edukasi Satu Rekening Satu Pelajar Tingkat Sekolah Dasar (SD) dengan tagline GENCARKAN Pelajar BERSINAR Cinta Rupiah (Gerakan Nasional Cerdas Keuangan Pelajar Bersih Narkoba dan Cinta Rupiah) di Kabupaten Pringsewu. Talk show ini diselenggarakan untuk mengedukasi para siswa agar memiliki pemahaman yang baik tentang bijak dalam mengelola keuangan sejak dini, edukasi terkait bahayanya narkoba dan cinta rupiah.

Kepala OJK Provinsi Lampung Otto Fitriandy menyampaikan bahwa program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) merupakan inisiatif penting yang diusung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam rangka meningkatkan literasi keuangan dan inklusi keuangan dikalangan pelajar. Tidak hanya itu, Program KEJAR diharapkan membentuk karakter anak yang mandiri dan disiplin dalam mengelola keuangan serta mengajarkan siswa tentang manajemen keuangan yang baik, dalam sambutanya Otto Fitriandy mengingatkan kepada orang tua untuk selalu memantau anak-anak dalam menggunakan handphone untuk bermain game online, untuk melindungi anak dari bahaya judi online karna rasa ingin tahu yang tinggi terhadap iklan-iklan yang ada pada game online.

Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) merupakan kolaborasi antara OJK Provinsi Lampung dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Pringsewu. Melalui acara ini, bertujuan untuk memperkenalkan kebiasaan menabung sejak dini, anak-anak dapat belajar bagaimana mengelola uang dengan bijak, mengembangkan disiplin keuangan, dan mempersiapkan diri untuk tanggung jawab financial di masa depan.

Dalam sambutanya, Sekertaris Daerah Kabupaten Pringsewu yang mewakili Pj. Bupati, Heri Iswahyudi menyampaikan dan sekaligus

membuka acara, bahwa pentingnya literasi keuangan bagi para siswa untuk mempersiapkan generasi yang cerdas financial serta memiliki kesadaran tinggi terhadap bahwa narkoba, dengan adanya acara ini, para siswa di Kabupaten Pringsewu dapat mengenal dunia perbankan, memahami memahami serta turut mencintai Rupiah. Selain itu, aspek moral juga ditekankan dalam acara ini, yaitu menjauhi penyalahgunaan narkoba yang dapat merusak masa depan generasi muda.(Rin)

Dukung Kemajuan UMKM,BI Ajak Masyarakat Untuk Bangga Buatan Lampung

Juli 13, 2024

 


Bandar Lampung - Bank Indonesia bersama seluruh pemangku kepentingan di Provinsi Lampung bersinergi mengampanyekan Gerakan Bangga Buatan Lampung. Dengan slogan Hanggum Sani’an Lappung yang bermakna Bangga Buatan Lampung, puncak kegiatan pemberdayaan UMKM Lampung Begawi kembali digelar untuk yang keempat kalinya. 

“Pemberdayaan UMKM merupakan kewajiban seluruh pemangku kepentingan, termasuk masyarakat yang harus bangga akan produk buatan UMKM lokal.Bangga menggunakannya, bangga memperkenalkannya, dan bangga akan kemajuannya” demikian disampaikan Deputi Gubernur Bank Indonesia, Filia ningsih Hendarta, pada upacara pembukaan Lampung Begawi 2024 hari ini (12/7) di Lampung City Mall, Bandar Lampung

Bentuk Bangga Buatan Lampung dimaknai Bank Indonesia dengan terus melakukan berbagai kegiatan pengembangan UMKM. Komitmen dan konsistensi ini ditunjukan dengan berbagai capaian kemajuan UMKM binaan.

“Pada kegiatan Lampung Begawi 2024, kita semua dapat saksikan bagaimana UMKM Lampung semakin maju dan berkembang. Beberapa mengawali usahanya dari produksi berskala rumahan, hingga saat ini telah mampu membuat rumah produksi, memberdayakan lingkungan sekitar, dan menjual produknya ke pasar nasional hingga internasional, contohnya Deandra Batik, Rafins Snack, dan Bana Bee“demikian disampaikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Junanto Herdiawan, dalam laporannya.

Lebih lanjut, Junanto juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Lampung, BMPD Provinsi Lampung, asosiasi, dan akademisi atas sinergi kuat yang dilaksanakan selama ini. Semarak gerakan Bangga Buatan Lampung akan mendukung performa perekonomian yang lebih tinggi dan inklusif. Sinergi antar pemangku kepentingan dan maraknya penggunaan produk UMKM lokal akan memberikan kontribusi bagi peningkatan kesejahteraan pelaku UMKM yang mendominasi demografi masyarakat. 

”Dengan pelaksanaan kegiatan Lampung Begawi ini, kami berharap sinergi dan kerjasama yang erat antara Pemerintah Provinsi Lampung, Bank Indonesia dan para pemangku kepentingan lainnya dapat terus diperkuat untuk kemajuan UMKM dan perekonomian Lampung” disampaikan oleh Pj. Gubernur Lampung, Samsudin, dalam sambutannya.

Lebih lanjut,pelaksanaan Lampung Begawi juga sejalan dengan komitmen Pemerintah Provinsi untuk terus meningkatkan kontribusi UMKM terhadap perekonomian.Lampung Begawi tahun 2024 merupakan salah satu upaya dalam mengkampanyekan Gerakan Bangga Buatan Indonesia (GBBI) dan Gerakan Bangga Berwisata di Indonesia (GBBWI) melalui serangkaian kegiatan. Puncak pergelarannya pada 12 – 14 Juli 2024, Bank Indonesia memfasilitasi penyelenggaraan pameran untuk lebih dari 60 UMKM food, fashion & craft. 

Sebagian besar dari UMKM yang mengikuti Lampung Begawi 2024 telah mengikuti berbagai program pembinaan yang diinisiasi oleh Bank Indonesia, termasuk dari program coaching dan onboarding yang mendukung perkembangan UMKM.Berbeda dengan tahun sebelumnya, pada Lampung Begawi 2024, Bank Indonesia meningkatkan sorotan showcase UMKM produk unggulan Lampung, yaitu wastra dan kopi.

Selain itu, Bank Indonesia bersama Pemerintah Provinsi Lampung dan BBPOM Provinsi Lampung juga meluncurkan beberapa program inovatif, yaitu PAKAI QRIS PUSAKA, Kios Inflasi dan Mobil TOP. Berkolaborasi dengan Balai Besar POM dengan menggandeng pemerintah daerah, Program PAKAI QRIS PUSAKA (Produk Unggul, Sehat, Berkualitas dan Aman) untuk UMKM Berjaya (Berkelas Sejahtera Mendunia) bertujuan untuk mendorong peningkatan mutu produk UMKM melalui implementasi good manufacturing product (GMP) dan kepemilikan Izin Edar Badan POM, serta meningkatkan pelayanan prima dengan Go Digital melalui pemanfaatan QRIS.

Adapun Kios Inflasi dan Mobil TOP (Transportasi Operasi Pasar) merupakan bagian dari upaya terpadu dalam mengendalikan inflasi pangan dengan menjaga ketersediaan stok dan keterjangkauan harga melalui perluasan jangkauan pasar murah di berbagai kabupaten/kota di Provinsi Lampung.

Inflasi Gabungan Provinsi Lampung Melandai Dampak Penurunan Harga Makanan

Juli 01, 2024

 


Lampung - Indeks Harga Konsumen (IHK) di Provinsi Lampung Juni 2024 tercatat mengalami deflasi 0,11% (mtm), lebih rendah dibandingkan Mei 2024 yang tercatat mengalami inflasi sebesar 0,09%(mtm). Realisasi tersebut lebih rendah dibandingkan rata-rata tingkat inflasi di Provinsi Lampung pada Juni dalam 3 (tiga) tahun terakhir sebesar 0,51% (mtm) dan inflasi nasional yang mencatat deflasi sebesar 0,08% (mtm).

Secara tahunan, IHK di Provinsi Lampung pada Juni 2024 mengalami inflasi 2,84% (yoy), lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional yang tercatat sebesar 2,51% (yoy) dan lebih rendah dibandingkan dengan inflasi pada bulan sebelumnya sebesar 3,09% (yoy). Dilihat dari sumbernya, deflasi disebabkan oleh beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga seperti: bawang merah; tomat; daging ayam ras; ikan nila; dan bawang putih dengan andil masing-masing sebesar -0,39%; -0,04%; -0,03%; -0,03%; dan -0,02%.

Penurunan harga bawang merah sejalan dengan terjaganya pasokan seiring dengan telah masuknya musim panen dari Brebes. Lebih lanjut, penurunan harga tomat disebabkan oleh terjaganya pasokan akibat cuaca yang terkendali. Adapun penurunan harga komoditas daging ayam ras disebabkan oleh terjaganya permintaan pasca Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Adha.

Penurunan harga ikan nila dan bawang putih disebabkan oleh terkendalinya cuaca serta impor masing-masing komoditas. Di sisi lain, pada Juni 2024 terdapat sejumlah komoditas yang mengalami inflasi, antara lain cabai merah, kopi bubuk, sigaret kretek mesin (SKM), jeruk, dan cabai rawit dengan andil masingmasing sebesar 0,08%; 0,06%; 0,05%; 0,04%; dan 0,03%. Kenaikan cabai merah dan cabai rawit disebabkan oleh pasokan yang menurun pasca periode high demand Idul Adha. 

Kenaikan harga kopi bubuk sejalan dengan harga melambatnya produksi kopi robusta menjelang panen raya serta juga sesuai dengan tren peningkatan harga kopi dunia. Selanjutnya peningkatan harga SKM sejalan dengan penerapan tarif cukai hasil tembakau pada awal tahun 2024. Peningkatan harga jeruk disebabkan oleh terbatasnya pasokan di tengah permintaan yang meningkat.

Ke depan, KPW BI Provinsi Lampung memprakirakan bahwa inflasi IHK di Provinsi Lampung akan tetap terjaga pada rentang sasaran inflasi 2,5±1% (yoy) sampai dengan akhir tahun 2024. Namun, diperlukan upaya mitigasi risiko-risiko sebagai berikut, antara lain dari Inflasi Inti berupa (i) potensi kenaikan permintaan agregat yang didorong oleh kenaikan UMP tahun 2024; (ii) Berlanjutnya kenaikan harga emas dunia sejalan dengan belum meredanya tensi geopolitik di Timur Tengah; (iii) melemahnya nilai tukar berpotensi menghambat komoditas yang bertumpu pada impor.

Sementara itu dari sisi Inflasi Volatile Food (VF), adalah (i) Peningkatan harga komoditas hortikultura, terutama bawang merah akibat banjir di daerah sentra produksi dan kenaikan harga bawang putih sejalan dengan masih tingginya harga di negara asal impor; (ii) Kenaikan harga referensi minyak kelapa sawit pada awal tahun; (iii) Meningkatnya harga beras yang tercermin dari revisi atas HET.

Selanjutnya risiko dari Inflasi Administered Price (AP) yang perlu mendapat perhatian di antaranya yaitu (i) Kenaikan harga minyak dunia sejalan dengan berlanjutnya ketidakpastian kondisi perang di Timur Tengah (ii) Kenaikan harga aneka rokok sejalan dengan kenaikan tarif cukai rokok tahun 2024 sebesar 10% dan rokok elektrik sebesar 15%; (iii) Meningkatnya harga BBM sejalan dengan meningkatnya harga acuan.

Meninjau perkembangan inflasi bulan berjalan dan mempertimbangkan risiko inflasi ke depan, Bank Indonesia dan TPID akan terus berupaya menjaga stabilitas harga. Adapun strategi 4K yang ditempuh adalah sebagai berikut:

1. Keterjangkauan Harga

a. Melakukan operasi pasar beras/SPHP secara kontinyu hingga harga kembali turun sampai dengan HET.

b. Melakukan monitoring harga dan pasokan, khususnya pada komoditas aneka cabai, daging ayam ras, bawang merah, dan beras.

2. Ketersediaan Pasokan

a. Memperkuat dan memperluas Kerjasama Antar Daerah (KAD) Intra Provinsi Lampung.

b. Implementasi percepatan penanaman padi, realisasi penyaluran pupuk bersubsidi,optimalisasi peran bendungan dan pompanisasi, pendistribusian varietas yang cukup resistan terhadap genangan, dan pendistribusian traktor/alsintan.

c. Implementasi Toko Pengendalian Inflasi di seluruh wilayah IHK/Non-IHK.

3. Kelancaran Distribusi

a. Memastikan kecukupan kapasitas dan jumlah moda transportasi untuk menjaga kelancaran lalu lintas angkutan barang dan manusia.

b. Melanjutkan upaya percepatan perbaikan jalan Kabupaten/Kota dan Pedesaan.

4. Komunikasi efektif.

a. Melakukan rapat koordinasi secara formal, dilaksanakan rutin setiap minggu, dan informal,

melalui WhatsApp Group, dalam rangka menjaga awareness TPID Lampung terkait dinamika harga dan pasokan terkini.

b. Memperkuat sinergi komunikasi dengan media dan masyarakat dalam rangka menghindari perilaku panic buying.

TP2DD Provinsi Lampung Siapkan Inovasi Layanan Yang Memenuhi Preferensi Pembayaran Nontunai Masyarakat

Juni 25, 2024

 

Bandar Lampung - Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Provinsi Lampung terus memperkuat upaya perluasan digitalisasi di Provinsi Lampung. Sinergi seluruh pihak terlibat sangat dibutuhkan untuk terus meningkatkan IETPD di Provinsi Lampung. "Beberapa hal terkait digitalisasi perlu menjadi perhatian Pemerintah Daerah (Pemda), di antaranya aksesibilitas teknologi dan telekomunikasi, kepercayaan masyarakat dalam bertransaksi elektronik, serta kerjasama antarinstansi untuk memperkuat ekosistem transaksi digital baik sektor pemerintah, swasta, maupun lembaga keuangan disampaikan oleh Pj. Gubernur Lampung, Dr. Drs. Samsudin, S.H., M.H dalam sambutannya pada kegiatan Capacity Building dan Pendampingan Pengisian Survei

IETPD Semester | Tahun 2024 di Marriott Resort & Spa, Pesawaran, Selasa (25/06).

Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Provinsi Lampung, Junanto Herdiawan mengatakan, "Berdasarkan hasil pengisian survei Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (IETPD) Lampung, salah satu tantangan digitalisasi di Lampung ada di sisi demand yaitu minat masyarakat dalam bertransaksi nontunai. Oleh karena itu, TP2DD di Provinsi Lampung harus terus berinovasi dalam memberikan solusi dan layanan pembayaran digital yang sesuai dengan kebutuhan Masyarakat". Bank Indonesia juga turut mendukung perluasan digitalisasi sistem pembayaran di Provinsi Lampung dari sisi supply dan demand untuk mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD)

Pada kesempatan ini, Dara Ayu Prastiwi selaku Koordinator Bidang Ekonomi Daerah Kemenko Perekonomian memaparkan materi terkait Strategi Peningkatan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah kepada Bapenda Provinsi, dan Bapenda/BPPRD Kabupaten/Kota di Provinsi Lampung. Lebih detail, Dara juga menyampaikan evaluasi terhadap IETPD dan Championship TP2DD Lampung bertujuan agar Pemda dapat melihat aspek yang perlu ditingkatkan guna mendorong tingkat elektronifikasi transaksi Pemda.Kegiatan diakhiri dengan pendampingan pengisian survei IETPD semester I tahun 2024 oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung Bersama dengan BPD Provinsi Lampung yang terus berkomitmen untuk mendukung perluasan digitalisasi di Lampung. Harapannya, kegiatan ini dapat mendorong TP2DD di Provinsi Lampung untuk terus melakukan terobosan-terobosan dalam meningkatkan digitalisasi di daerah.

Buka Desimenasi LPP, Sekdaprov: Wujudkan Pertumbuhan Ekonomi Inklusif di Lampung

Juni 20, 2024

 

Bandar Lampung— Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Fahrizal Darminto, membuka kegiatan Diseminasi Laporan Perekonomian Provinsi (LPP) Lampung Triwulan I 2024 di Grand Mercure Lampung, Bandar Lampung, Kamis, 20 Juni 2024.

Fahrizal mengatakan kegiatan ini diharapkan memberikan gambaran terkait perkembangan terkini dan prospek perekonomian Lampung ke depan, serta bersama didalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif di Provinsi Lampung.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi yang inklusif ini untuk menciptakan akses dan kesempatan yang luas bagi seluruh lapisan masyarakat secara berkeadilan dan mengurangi kesenjangan.

“Kita semua sepakat bahwa pertumbuhan ekonomi itu harus menjadi pertumbuhan yang inklusif. Melalui kegiatan ini mari bersama memberikan kontribusi pemikiran untuk pembangunan Lampung yang lebih baik ke depan,” ujar Fahrizal.

Ia beranggapan pertumbuhan ini juga harus dibarengi dengan meningkatnya derajat kesehatan masyarakat dan terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

“Kalau masih banyak orang putus sekolah karena persoalan ekonomi, berarti pertumbuhannya hanya untuk sebagian saja. Kita ingin pertumbuhan ekonomi itu betul-betul sampai ketingkat bawah sehingga mensejahterakan,” katanya.

Fahrizal menjelaskan pertumbuhan yang inklusif ini nantinya diharapkan membawa kesejahteraan sampai ke tingkat masyarakat bawah.

Seperti pertumbuhan ekonomi yang pada akhirnya bisa menurunkan tingkat kemiskinan, peningkatan UMKM dan menciptakan lapangan kerja baru sehingga bisa menurunkan tingkat pengangguran.

Ia beranggapan pertumbuhan ini juga harus dibarengi dengan meningkatnya derajat kesehatan masyarakat dan terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

“Kalau masih banyak orang putus sekolah karena persoalan ekonomi, berarti pertumbuhannya hanya untuk sebagian saja. Kita ingin pertumbuhan ekonomi itu betul-betul sampai ketingkat bawah sehingga mensejahterakan,” katanya.

Fahrizal menyebutkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif termasuk salah satunya diwujudkan melalui sektor pariwisata.

Ia pun meminta agar bersama didalam optimalisasi sektor pariwisata daerah sebagai salah satu potensi luar biasa yang dimiliki Lampung.

“Pariwisata itu menjadi marketnya dan untuk hulu nya ada pertanian, peternakan dan lainnya yang harus kita tangani semua sehingga bisa betul-betul tumbuh dan menjadi pendapatan masyarakat. Turut pula bagaimana kita menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif, marketingnya, kerja sama antar daerah termasuk infrastrukturnya,” ujarnya.

Terakhir, Fahrizal mengajak peran anak muda untuk bisa ikut berperan melalui ide-ide kreatif dalam peningkatan perekonomian Lampung.

“Anak muda harus berfikir sebagai entrepreneur, membuka usaha dan ikut dalam mengembangkan UMKM,” katanya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung Junanto Herdiawan mengatakan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, disini peran muda yang diharapkan menjadi pendorong ekonomi Lampung di masa depan.

Apalagi menurutnya, Lampung memiliki potensi yang luar biasa seperti meliputi sektor pertanian, industri pengolahan dan pariwisata yang bisa dikembangkan oleh para anak-anak muda.

“Anak-anak muda bisa melihat ketiga sektor ini dan pentingnya entrepreneurship untuk coba pikirkan ide-ide dan inovasi serta membuka lapangan kerja disektor-sektor itu,” ujar Junanto.

Hadir pada kesempatan itu sebagai pemateri, Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal, Ekonom Senior Bank Indonesia Provinsi Lampung Fiskara Indrawan dan CEO MarkPlus Institute Jacky Mussry.

Optimisme Konsumen Terhadap Perekonomian Lampung April 2024 Tetap Kuat

Mei 28, 2024



Lampung – Keyakinan masyarakat Lampung terhadap kinerja ekonomi Lampung secara keseluruhan pada April 2024 tetap kuat. Hal ini terindikasikan dari hasil Survei Konsumen Bank Indonesia Provinsi Lampung (BI Lampung) yang menunjukkan bahwa Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) berada pada level optimis (>100) sebesar 141,75.
Optimisme konsumen tersebut tercatat lebih tinggi jika dibandingkan dengan 129,00 pada bulan Maret 2024. IKK Provinsi Lampung yang tetap positif, sejalan dengan IKK Nasional pada April 2024 yang sebesar 127,7, atau tetap berada pada level optimis.

Indeks Kondisi Ekonomi (IKE) yang mencerminkan persepsi konsumen terhadap kinerja perekonomian saat ini tetap berada pada level optimis. Hal ini tercermin dari IKE sebesar 125,17 dibandingkan dengan 117,00 pada bulan Maret 2024. Tetap kuatnya keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini didukung oleh optimisme konsumen terhadap penghasilan, ketersediaan lapangan kerja saat ini, dan tingkat konsumsi barang tahan lama (durable goods).

Pada April 2024, 54,5% responden memiliki persepsi bahwa penghasilan saat ini meningkat jika dibandingkan dengan 6 bulan yang lalu. Sementara itu keyakinan konsumen dalam melakukan pembelian durable goods lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya.

Tercatat 34,5% responden yang mengkonsumsi durable goods saat ini meningkat,sementara 52,0% responden lainnya menyatakan relatif stabil. Konsumsi durable goods yang meningkat terutama pada belanja furnitur dan perabotan rumah tangga serta belanja elektronik yang masing-masing tercatat sebanyak 42,0%.

Sementara itu, Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) yang mencerminkan persepsi konsumen terhadap kinerja perekonomian 6 bulan ke depan (Oktober 2024) juga tetap berada pada level optimis yaitu pada April 2024 tercatat sebesar 158,33, lebih tinggi jika dibandingkan dengan 141,00 pada periode sebelumnya.

Ekspektasi konsumen terhadap kondisi ekonomi ke depan yang tetap optimis terutama ditopang oleh meningkatnya perkiraan penghasilan 6 bulan yang akan datang. Sebanyak 64,5% responden memprakirakan penghasilan 6 bulan mendatang meningkat, sementara 33,5% responden lainnya memprakirakan stabil.

Sebanyak 41,9% responden menyatakan penghasilan yang lebih tinggi pada 6 bulan mendatang karena adanya kenaikan/tambahan gaji/upah, sementara 34,9% responden menyatakan karena didorong oleh kenaikan omzet.

Di sisi lain indeks ekspektasi terhadap perkiraan kondisi kegiatan usaha secara umum pada 6 bulan yang akan datang tercatat sebesar 157,50, lebih tinggi jika dibandingkan dengan 129,50 pada bulan sebelumnya. Hal ini sejalan dengan peningkatan pada perkiraan ketersediaan lapangan kerja pada 6 bulan yang akan datang.

OJK Lampung Gandeng BI & Bank Lampung Edukasi Guru dan Murid di Lampung Utara



Lampung Utara  — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung bersama dengan Bank Indonesia (BI) dan PT Bank Pembangunan Daerah Lampung (BPD Lampung) memberikan edukasi literasi keuangan kepada para pelajar dan guru di SMP Negeri 1 Abung Semuli, Lampung Utara. Kegiatan ini merupakan program OJK Provinsi Lampung dengan nama SiMolek Goes to School yang bertujuan untuk menghadirkan sosialisasi/edukasi yang bersifat Edutainment kepada kalangan pelajar, masyarakat umum, serta kelompok masyarakat lainnya.


Dalam kegiatan tersebut, dihadiri oleh 60 orang guru dan 800 pelajar. OJK memberikan edukasi mengenai fungsi dan tugas OJK serta pengelolaan Keuangan (menabung dari uang saku), dari Bank Indonesia mengenai pengenalan mata uang rupiah dan QRIS, serta dari BPD Lampung materi mengenai pengenalan produk Simpanan Pelajar (SiMPEL) sekaligus diberikan pembukaan rekening SiMPEL untuk pelajar yang hadir dalam kegiatan tersebut.


“Melalui kegiatan SiMolek Goes to School ini, kami berharap dapat memberikan kontribusi yang bermanfaat bagi peningkatan literasi dan inklusi keuangan di Provinsi Lampung, khususnya kepada pelajar di SMP Negeri 1 Abung Semuli” Ungkap Analis Senior PEPK dan LMS OJK Provinsi Lampung, Tri Reswanti dalam sambutannya.


OJK Provinsi Lampung mengenalkan Kelembagaan OJK kepada guru dan pelajar, serta bagaimana pelajar dapat menggunakan uang saku harian untuk hal-hal yang bermanfaat, salah satunya untuk disisihkan ke tabungan, untuk masa depan (persiapan masuk ke tingkat SLTA maupun perkuliahan).


Bank Indonesia Perwakilan Lampung, menyampaikan pengetahuan mengenai bagaiamana menggunakan uang rupiah dengan baik (antara lain menjaga fisik uang supaya tetap dalam kondisi baik), termasuk mengenali keaslian uang rupiah. Selain itu, transaksi menggunakan QRIS juga diperkenalkan kepada pelajar dan khususnya kepada guru-guru. Sedangkan dari BPD Lampung, produk tabungan SiMPEL (Sipanan Pelajar), menjadi prioritas yang dikenalkan kepada pelajar, bahkan dibagian akhir juga dilakukan pembukaan rekening tabungan SiMPEL untuk 100 pelajar yang hadir.


Saya sebagai pelajar merasa senang, bisa dapat ilmu, bisa bernyanyi bersama. Kegiatan seperti ini belum pernah ada di sekolah” ungkap Yose Hariyanto, pelajar kelas VIII.


Mulyadi selaku Kepala SMP Negeri 1 Lampung mengucapkan rasa terima kasih kepada OJK, BI, dan BPD Lampung atas terselenggaranya kegiatan SiMolek Goes to School. Dirinya berharap para pelajar dapat menerapkan sehingga dapat meningkatkan literasi keuangan para pelajar.


Kegiatan Edukasi ini pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan indeks literasi dan inklusi Keuangan di masa yang akan datang, khususnya untuk Provinsi Lampung.

SIMOLEK Goes to School: OJK Gandeng BI & BPD Lampung Edukasi Guru dan Pelajar di Lampura

Mei 12, 2024



Lampung Utara, 03 Mei 2024 – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung bersama dengan Bank Indonesia (BI) dan PT Bank Pembangunan Daerah Lampung (BPD Lampung) memberikan edukasi literasi keuangan kepada para pelajar dan guru di SMP Negeri 1 Abung Semuli, Lampung Utara. Kegiatan ini merupakan program OJK Provinsi Lampung dengan nama SiMolek Goes to School yang bertujuan untuk menghadirkan sosialisasi/edukasi yang bersifat Edutainment kepada kalangan pelajar, masyarakat umum, serta kelompok masyarakat lainnya.

Dalam kegiatan tersebut, dihadiri oleh 60 orang guru dan 800 pelajar. OJK memberikan edukasi mengenai fungsi dan tugas OJK serta pengelolaan Keuangan (menabung dari uang saku), dari Bank Indonesia mengenai pengenalan mata uang rupiah dan QRIS, serta dari BPD Lampung materi mengenai pengenalan produk Simpanan Pelajar (SiMPEL) sekaligus diberikan pembukaan rekening SiMPEL untuk pelajar yang hadir dalam kegiatan tersebut.

“Melalui kegiatan SiMolek Goes to School ini, kami berharap dapat memberikan kontribusi yang bermanfaat bagi peningkatan literasi dan inklusi keuangan di Provinsi Lampung, khususnya kepada pelajar di SMP Negeri 1 Abung Semuli” Ungkap Analis Senior PEPK dan LMS OJK Provinsi Lampung, Tri Reswanti dalam sambutannya.

OJK Provinsi Lampung mengenalkan Kelembagaan OJK kepada guru dan pelajar, serta bagaimana pelajar dapat menggunakan uang saku harian untuk hal-hal yang bermanfaat, salah satunya untuk disisihkan ke tabungan, untuk masa depan (persiapan masuk ke tingkat SLTA maupun perkuliahan).

Bank Indonesia Perwakilan Lampung, menyampaikan pengetahuan mengenai bagaiamana menggunakan uang rupiah dengan baik (antara lain menjaga fisik uang supaya tetap dalam kondisi baik), termasuk mengenali keaslian uang rupiah. Selain itu, transaksi menggunakan QRIS juga diperkenalkan kepada pelajar dan khususnya kepada guru-guru. Sedangkan dari BPD Lampung, produk tabungan SiMPEL (Sipanan Pelajar), menjadi prioritas yang dikenalkan kepada pelajar, bahkan dibagian akhir juga dilakukan pembukaan rekening tabungan SiMPEL untuk 100 pelajar yang hadir.

“Saya sebagai pelajar merasa senang, bisa dapat ilmu, bisa bernyanyi bersama. Kegiatan seperti ini belum pernah ada di sekolah” ungkap Yose Hariyanto, pelajar kelas VIII.

Mulyadi selaku Kepala SMP Negeri 1 Lampung mengucapkan rasa terima kasih kepada OJK, BI, dan BPD Lampung atas terselenggaranya kegiatan SiMolek Goes to School. Dirinya berharap para pelajar dapat menerapkan sehingga dapat meningkatkan literasi keuangan para pelajar.

Kegiatan Edukasi ini pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan indeks literasi dan inklusi Keuangan di masa yang akan datang, khususnya untuk Provinsi Lampung.

BI Perwakilan Lampung Menggelar Acara Bersama Media BBM

Mei 08, 2024



Bandar Lampung - Bank Indonesia (BI) Perwakilan Lampung, menggelar acara Bank Indonesia bersama Media (BBM) Triwulan ll 2024 di Bukit Randu Resto Rabu ( 8/5/2024) dengan mengusung tema. " Strategi Penguatan Permintaan Domestik di Tengah Ketidak Pastian Global "
Kepala Kantor Perwakilan BI Lampung, Junanto Herdiawan, berujar tujuan kegiatan untuk memperkuat hubungan dengan media di Lampung, dan mendorong media menyajikan berita yang berimbang serta optimis.Junanto mengatakan Pertumbuhan ekonomi Lampung triwulan pertama sebesar 3,3%. Ada beberapa faktor yang masih bisa tumbuh yang menopang ekonomi daerah. Saya yakin di triwulan berikutnya bisa terus tumbuh hingga 4,8 persen

“Karena itu, BI mendorong sektor investasi untuk mengakselerasi pertumbuhan perekonomian. Ia menegaskan investasi perlu di tingkatkan,” Kata dia.

Fiskara Indawan, Ekonom Senior Bank Indonesia Provinsi Lampung,dia menyoroti kebijakan BI menaikkan BI rate untuk menjaga nilai tukar rupiah, serta pertumbuhan ekonomi nasional tetap tinggi, meskipun dengan berbagai tantangan global.

Untuk menjaga stabilitas dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan ditengah peningkatan ketidakpastian pasar keuangan global,Bank Indonesia terus memperkuat bauran Kebijakan salah satunya adalah sistem pembayaran,sbb :
1.Kebijakan sistem pembayaran diarahkan untuk memperkuat keandalan infrastruktur dan struktur industri sistem pembayaran, serta memperluas ekspektasi digitalisasi sistem pembayaran.
2.Penguatan literasi digital management risiko penyelenggara dan masyarakat pengguna sistem pembayaran termasuk lembaga inovasi yang mendukung inisiatif tersebut,guna memperkuat stabilitas sistem pembayaran.