Dugaan Pungli Berkedok Swadaya, Upah Pekerja Mangkrak, dan Barter Bantuan Sosial

Juli 11, 2026

 



PESAWARAN — Kebijakan strategis pemerintah pusat dalam mengakselerasi kedaulatan ekonomi desa melalui penguatan pos koperasi disinyalir terdistorsi secara radikal di tingkat tapak. Proyek pembangunan Kantor Desa Merah Putih (KDMP) yang terintegrasi dengan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Desa Gunung Rejo, Kecamatan Way Lima, Kabupaten Pesawaran, kini memicu gejolak horizontal yang masif. Alih-alih menjadi stimulus kesejahteraan, proyek bernilai besar ini justru diwarnai dugaan pelanggaran hukum berlapis, mulai dari praktik pungutan liar (pungli), eksploitasi tenaga kerja, hingga intimidasi terhadap hak konstitusional warga miskin.

Berdasarkan hasil investigasi mendalam di lapangan pada Minggu, 12 Juli 2026, proyek infrastruktur tersebut saat ini dalam kondisi mangkrak. Ketidakpastian penyelesaian bangunan dibarengi dengan munculnya keluhan dari sekitar 600 Kepala Keluarga (KK) yang mengaku dipaksa menyetorkan uang iuran sebesar Rp100 ribu per KK. Skema penarikan dana ini diklaim otoritas desa sebagai uang swadaya untuk registrasi keanggotaan koperasi. Bagi warga prasejahtera yang tidak mampu membayar, mereka diwajibkan menyumbangkan tenaga sebagai buruh kasar dalam proses konstruksi fisik bangunan tanpa kompensasi yang layak.

Kondisi di area proyek kian memprihatinkan setelah perwakilan pekerja membeberkan bahwa upah kerja mereka telah ditunggak selama 10 hari berturut-turut. Tidak hanya itu, para buruh dipaksa membawa bekal makanan, rokok, hingga kebutuhan logistik harian secara mandiri. Sengkarut agraria juga membayangi proyek ini, di mana lahan tapak bangunan yang dibeli dari warga setempat bernama Jamroh dilaporkan baru dibayar uang muka sebesar Rp5 juta dan sisanya belum dilunasi hingga kini.

"Praktik di lapangan sudah mengarah pada tindakan diskriminatif. Ada intimidasi terselubung di mana warga diancam akan dicoret dari daftar Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bantuan pemerintah seperti BLT-DD, BPNT, dan PKH jika berani menolak iuran atau tidak ikut kerja bakti. Kami mendesak Satgas Saber Pungli dan Ditreskrimsus Polda Lampung turun tangan. Proyek ini mengabaikan barikade Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) karena tidak memasang papan informasi anggaran, serta menabrak aturan hukum pidana terkait eksploitasi dan penggelapan hak pekerja," ungkap salah satu tokoh sesepuh desa yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Saat dikonfirmasi, Kasi Pelayanan Desa Gunung Rejo berkilah dan berdalih bahwa penarikan uang Rp100 ribu tersebut murni hasil musyawarah mufakat warga untuk mendukung program desa, bukan bentuk pungli. Ia juga menyebut secara sepihak bahwa proyek KDMP tersebut berkaitan dengan keterlibatan anggota DPRD Pesawaran, Reza Pahlevi. Di sisi lain, Kepala Desa Gunung Rejo, M. Yusup, memilih menghindar dari upaya konfirmasi jurnalis; rumah kediamannya kosong dan sambungan telepon selulernya sengaja tidak diaktifkan.

Merespons tudingan yang menyeret namanya, Anggota DPRD Pesawaran Reza Pahlevi menampik keras keterlibatan dirinya sebagai pemborong atau pelaksana proyek KDMP. Melalui sambungan telepon, politisi Komisi I tersebut menegaskan bahwa program Koperasi Merah Putih se-Indonesia merupakan ranah operasional dari PT Agrinas yang berkolaborasi dengan jajaran TNI, dalam hal ini Kodim dan Koramil setempat.

Reza Pahlevi dengan nada tinggi menyatakan keberatan atas pertanyaan terkait tunggakan upah pekerja dan mengancam akan memproses hukum pihak-pihak yang mencatut namanya tanpa bukti faktual. Penegasan ini memicu pertanyaan baru di tengah masyarakat mengenai kejelasan status kemitraan, transparansi aliran dana APBN yang bersumber dari Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 dan 17 Tahun 2025, serta keabsahan tata kelola pengadaan barang dan jasa di tingkat desa yang kini terancam menjadi objek penyelidikan aparat penegak hukum.

Sukses Kontrak Rp. 100 Juta Di PT LKC, Aslan Leluasa Kelola Tambang Ilegal Mining Di Harapanjaya

Juli 10, 2026

 


KEDONDONG, PESAWARAN - Warga masyarakat, tokoh, sesepuh didesa Harapanjaya (Cikantor), kecamatan Kedondong, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung kecam keras ulah para penambang emas (Ilegal Mining) khususnya yang dikelola oleh Aslan. Pasalnya, masyarakat khawatir akan dampak dan akibat ulah para penambang liar sengaja mengkonsumsi/menyalahgunakan bahan-bahan zat-zat kimia berbahaya, berkonsentraksi tinggi secara berlebihan guna memproses pemisahan emas dari bebatuan tambang yang disebut (Beban). Mirisnya, limbah-limbah beracun sisa-sisa proses pertambangan emas yang mengandung logam-logam berat dengan sengaja dibuang sembarangan begitu saja dibiarkan meresap masuk kedalam tanah, sudah dapat dipastikan ini berpotensi menjadi sumber malapetaka tidak hanya memicu datangnya bencana alam, juga berpotensi meracuni kesehatan umat manusia, serta merusak ekosistem alam, ekosistem lingkungan hidup bahkan sumber mata air warga pengonsumsian zat-zat kimia berbahaya serta berdosis tinggi seperti : (B3), Merkuri, (Air Raksa), Sianida, serta Air Keras secara berlebihan, pemakaian setiap hari. Parahnya, praktik pertambangan emas (Ilegal Mining) sengaja beroperasi dihalaman belakang rumah, tepatnya ditengah-tengah permukiman padat penduduk.

Sabtu, 11/7/2026

Hasil investigasi singkat awak media dilokasi praktik pertambangan Ilegal Mining didesa Harapanjaya (Cikantor), selain aslan, terdapat 80 kk penambang liar, beroperasi aktif siang dan malam, beberapa penambang mengaku termotifasi oleh kesuksesan pertambangan milik Aslan.

Beberapa warga, tokh dan sesepuh yang meminta Identitasnya dirahasiakan menuturkan, perusahaan tambang PT LKC isunya sudah 7 bulan belakangan ini tutup. tetapi, Yuli warga kecamatan Way Ratai, Udi Warga Harapanjaya yang kita rumahnya di simpang Robo, serta Aslan ketiganya leluasa nambang di Perusahaan LKC, rumor yang beredar harga kontraknya Rp. 100 juta, meskipun prosesnya mode senyap, kami dibantu warga desa Sinar Harapan dan Babakan Loak, sudah 3x memergoki ketiganya mengangkut batu tambang yang disebut Beban. Aslan ketika dikonfirmasi berkelit, Saya sudah lama Off/tutup, karena perusahaan saat ini sudah hampir 8 bulan tutup total, itu beban yang ada hasil ngemborder dan ngebrit, los kalau mau mah bawa sana tak jual harga Rp.100 ribuan/beban, ini mesin gelundungan aja sudah mau saya cabutin. Terkait ngontrak Rp 100 juta/bulan, silahkan konfirmasikan langsung ke pihak perusahaan (PT LKC) Bosnya bernama Hendro nih aku kirim Nomor Wats-App nya tantangnya kepada wartawan.

Hendro ketika dikonfirmasi mlalui Via telfon Nomor :  08xx xxxx xx91 berkelit, mencoba menghindari awak media, saya saat ini posisi ada kesibukan di bandar Lampung bang, mudah-mudahan lain kali ya, ntar abang saya hubungi balik, tandasnya, langsung menutup telfon.

Warga, tokoh dan sesepuh mengidentifikasi pembiaran baik dari pihak Instansi Pemerintahan desa maupun Pemerintahan kabupaten Pesawaran melalui Dinas Lingkungan Hidup, bahkan pihak Institusi Polsek, Koramil, Polres Pesawaran, Polda Lampung melalui Babisa, Babinkamtikmas yang bertugas didesa selaku Aparat Penegak Hukum (APH), kuat disinyalir adanya Biaya (Uang) kordinasi guna pelicin pengamanan ( Back-Up) yang disetorkan kepada oknum-oknum Institusi nakal, jelas ini bersifat urgensi. Warga, tokoh dan sesepuh menyuarakan keluhan dan aspirasinya agar pihak-pihak Institusi selaku APH khususnya Ditkrimsus Polda Lampung dan Mabes Polri segera melakukan tindakan tegas, turun tangan langsung mengingat ulah para penambangan liar selain tidak mengantongi izin resmi serta melanggar Pasal 158 UU Minerba, ditegaskan : Bagi setiap orang yang dengan sengaja melakukan penambangan ilegal tanpa izin, sebagaimana dimaksud dalam pasal 35 dapat dipidana kurungan penjara paling lama 5 tahun kurungan, serta denda Negara paling banyak Rp 100 Milyar, serta mengacu kepada kerugian Negara Republik Indonesia, tidak adanya pajak yang dibayarkan baik oleh perusahaan maupun individul pelaku penambang liar. Warga masyarakat menagih Ikrar/Ultimatum Presiden Republik Indonesia (RI) Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto menegaskan : Saya telah menerima laporan oleh aparat-aparat, bahwa terdapat 1063 Tambang ilegal, potensi kekayaan yang dihasilkan oleh 1063 tambang ilegal dilaporkan potensi kerugian Negara minimal Rp.300 Triliun. Saya meminta dukungan seluruh MPR, Partai-partai politik turut berpartisipasi mendukung saya ini demi rakyat Indonesia. Saya peringatkan, apakah ada orang-orang besar, orang-orang kuat, Jenderal-jenderal manapun, apakah Jenderal TNI, Jenderal Polisi, atau mantan Jenderal tidak ada alasan kami akan bertindak atas nama rakyat Indonesia. Warga masyarakat berharap agar kasus pertambangan emas (Ilegal Mining) yang terjadi diwilayah hukum Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung segera dilakukan tindakan tegas serta mendapatkan perhatian khusus dari Bapak Presiden Republik Indonesia Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto, serta dapat diproses hukum sebagaimana mestinya bagi oknum-oknum Aparat Institusi yang diduga nakal seperti yang disebut-sebut dari beberapa para penambang liar.

Oknum Aparatur Desa Way Harong Diduga Sabotase Air Publik dan Coba Suap Jurnalis

Juli 07, 2026

 


PESAWARAN — Tata kelola fasilitas publik di tingkat desa kembali didera persoalan serius yang memicu keresahan sosial. Sebuah rekaman video amatir yang viral di platform WhatsApp dan TikTok membongkar dugaan pengrusakan aset negara berupa instalasi pipa paralon Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Desa Way Harong, Kecamatan Way Lima, Kabupaten Pesawaran. Ironisnya, tindakan sabotase fasilitas air bersih senilai pagu anggaran Rp1,2 miliar bersumber dari APBD tersebut diduga kuat diotak-atik oleh oknum aparatur desa setempat, yakni Kaur Kesra berinisial H. Apip, demi mengairi perkebunan pribadinya.

Berdasarkan rekaman yang beredar, jalur pipa utama SPAM yang seharusnya mendistribusikan air bersih untuk kebutuhan domestik ratusan warga sengaja dibobol dan dialihkan alirannya. Akibat pemindahan jalur secara ilegal ini, pasokan air bersih ke rumah-rumah warga mengalami gangguan teknis yang parah. Saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Sekretaris Desa Way Harong mengaku tidak mengetahui secara mendetail mengenai kronologis pembobolan tersebut dan melempar tanggung jawab teknis serta status operasional kelembagaan kepada Kepala Desa, Alamsyah.

Saat diwawancarai, Kaur Kesra H. Apip membantah tudingan bahwa dirinya merupakan aktor utama di balik kerusakan fasilitas negara tersebut. Ia berkilah bahwa kerusakan pipa terjadi akibat ulah oknum warga tidak dikenal pada malam hari. Kendati demikian, ia mengakui posisi kebocoran selang dan paralon yang dimanipulasi tersebut tepat mengarah ke area kebun miliknya. Ia menuding balik bahwa pihak-pihak yang memviralkan video tersebut adalah warga yang sentimen terhadap posisinya sebagai aparatur desa. Apip juga menyoroti carut-marutnya pengelolaan SPAM di desanya yang tidak terorganisir oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMD/Bumdes), sehingga memicu sengketa perebutan air di kalangan warga.

"Posisi selang yang bocor itu memang berada di arah kebun saya, tetapi bukan saya pelakunya. Paralon itu dibobol orang pada malam hari. Masalah ini sebenarnya sudah dimediasi oleh Kepala Desa dan kami diminta untuk memperbaiki kerusakan pipa paralon tersebut. Mengenai kepengurusan SPAM dan Bumdes di desa ini memang tidak ada satupun yang bisa bertanggung jawab, jadi kesannya warga memakai seenaknya. Manfaat SPAM ini memang belum dirasakan sepenuhnya oleh masyarakat dan semua itu tergantung kebijakan Kepala Desa," keluh H. Apip.

Keadaan kian memanas ketika di penghujung sesi konfirmasi, oknum Kaur Kesra tersebut terindikasi kuat melakukan pelanggaran kode etik serius dengan mencoba menyuap wartawan. Ia menyodorkan sejumlah uang tunai dengan dalih "uang bensin" agar jurnalis bersedia menghentikan sirkulasi pemberitaan kasus ini ke publik. Tindakan menutup-nutupi pelanggaran dengan modus pemberian uang ini langsung memantik reaksi keras dari para tokoh masyarakat dan sesepuh Desa Way Harong yang mendesak aparat penegak hukum segera mengusut tuntas perkara ini.

Secara yuridis formal, tindakan pengrusakan barang milik daerah ini memenuhi unsur pelanggaran pidana berlapis. Pelaku dapat dijerat dengan Pasal 406 ayat (1) KUHP mengenai perusakan barang milik orang lain atau negara dengan ancaman pidana maksimal 2 tahun 8 bulan penjara. Selain itu, jika sabotase infrastruktur publik ini terbukti menimbulkan kerugian keuangan negara secara nyata, instrumen penegakan hukum dapat ditingkatkan menggunakan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 juncto UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor), diiringi dengan mekanisme Tuntutan Ganti Rugi (TGR) administratif untuk memulihkan aset daerah yang rusak.

Marc Marquez Kejar Dominasi, Veda Ega Pratama Masuk Radar Sorotan Global

Juli 05, 2026


SACHSENRING — Perhatian dunia balap motor internasional akhir pekan ini tertuju penuh pada sirkuit ikonik Sachsenring, Jerman, tempat berlangsungnya lanjutan seri MotoGP dan Moto3 edisi 2026. Di kelas utama, megabintang Spanyol, Marc Marquez, bersiap merestorasi statusnya sebagai raja lintasan demi berburu gelar juara berikutnya di sirkuit anti-searah jarum jam (anti-clockwise) favoritnya. Namun, di garasi kelas ringan (lightweight class), sorotan publik justru terbagi masif ke arah pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, yang kian mencuri perhatian para pemandu bakat Eropa.

Sasis kompetisi di kelas Moto3 menempatkan Veda, andalan Honda Team Asia, sebagai pusat pembicaraan menyusul performa meledak-ledaknya di seri sebelumnya. Meskipun sempat mengalami kecelakaan dramatis saat memimpin jalannya balapan di Sirkuit Assen, Belanda, grafik kecepatan wonderkid asal Gunungkidul, Yogyakarta ini dinilai luar biasa untuk ukuran seorang pendatang baru (rookie). Konsistensi Veda yang telah mengemas dua podium dan bertengger di peringkat ke-7 klasemen sementara musim 2026 membuat pergerakannya di Sachsenring kini dipantau ketat oleh sejumlah tim pabrikan besar.

Di sisi lain, bagi Marc Marquez, GP Jerman menjadi momentum taktis yang sangat krusial untuk memotong jarak poin di klasemen kejuaraan dunia MotoGP. Karakter sirkuit Sachsenring yang didominasi tikungan kiri secara historis selalu menjadi sasis keunggulan mekanis dan gaya balap agresif milik Marquez. Pengalaman matang pembalap berjuluk The Ant of Cervera ini dalam menaklukkan trek sempit Jerman diproyeksikan akan melahirkan duel sengit melawan rival-rival utamanya yang menunggangi motor bersasis modern.

Pertemuan dua generasi balap berbeda dalam satu akhir pekan di Jerman ini menegaskan transisi menarik dalam ekosistem sirkuit dunia. Sementara Marquez bertarung demi menegaskan sisa-sisa hegemoninya di kelas para raja, Veda Ega Pratama berjuang di kelas Moto3 untuk membuktikan bahwa sasis mentalitas dan bakat alaminya mampu menaklukkan sirkuit teknis seperti Sachsenring. Hasil dari seri Jerman ini dipastikan bakal mengubah peta persaingan poin, sekaligus menentukan arah masa depan karier kedua pembalap di kancah global.

Sempat Singkirkan Veda Ega di Q1, Scott Ogden Finis Ke-16 di Moto3 Belanda

Juli 05, 2026

 


ASSEN
— Seri Moto3 Belanda 2026 di Sirkuit Assen menyisakan catatan evaluasi mendalam bagi tim CIP Green Power. Pembalap andalan mereka, Scott Ogden, secara terbuka meluapkan rasa frustrasinya akibat kendala teknis yang menghambat agresivitasnya di atas lintasan. Meski sempat menunjukkan sasis performa menjanjikan sejak sesi kualifikasi awal, pembalap asal Inggris tersebut harus rela menyudahi balapan di luar zona poin setelah terjebak dalam ritme rapat rombongan belakang yang sulit ditembus.

Grafik penampilan Ogden di GP Belanda sejatinya sempat memantik optimisme tim saat dipaksa merangkak dari sesi Kualifikasi 1 (Q1). Bersaing ketat dalam sirkulasi waktu dengan rider Indonesia, Veda Ega Pratama, Ogden tampil habis-habisan dan sukses mengunci posisi kedua tercepat di sesi Q1 dengan catatan waktu 1 menit 41,087 detik. Manuver impresif tersebut tidak hanya menggusur posisi Veda ke urutan ketiga, tetapi juga mengantarkan Ogden menembus babak penentuan Q2 bersama Casey O'Gorman.

Namun, sasis strategi CIP Green Power mulai goyah ketika memasuki sesi Q2. Ogden gagal mempertahankan konsistensi kecepatan dan tidak mampu menajamkan catatan waktu terbaiknya dari sesi terdahulu. Dampaknya, ia harus menerima konsekuensi start dari urutan ke-18. Kondisi ini berbanding terbalik dengan Veda Ega Pratama yang justru tampil lebih kompetitif di Q2 untuk mengamankan posisi start ke-7, meski pembalap Honda Team Asia itu akhirnya gagal finis akibat mengalami kecelakaan saat memimpin balapan.

"Balapan akhir pekan ini berlangsung sangat rumit bagi kami. Sebenarnya saya sudah merasa sangat nyaman dengan motor dan merasakan sensasi yang baik di atas sasis ini. Namun, situasinya menjadi sangat sulit ketika saya mencoba memperbaiki posisi; motor terasa sangat sukar untuk diajak menyalip (overtake) pembalap lain," ungkap Scott Ogden dilansir dari rilis resmi CIP Green Power.

Meskipun mampu bertahan dari kerasnya balapan Assen dan finis di posisi ke-16, hasil tanpa poin ini menjadi alarm bagi kru mekanik CIP Green Power untuk segera membenahi penyaluran tenaga dan fleksibilitas motor saat momen duel satu lawan satu. Ogden menegaskan mentalitasnya tidak akan surut akibat hasil minor ini. Tim teknis kini berpacu dengan waktu untuk merestorasi sasis dan setelan motor demi mengamankan poin penuh pada seri kesebelas Moto3 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Sirkuit Sachsenring, Jerman, pada 10–12 Juli mendatang.

Zen Mitani Tertekan di Bawah Bayang-Bayang Dominasi Veda Ega Pratama

Juli 04, 2026


ASSEN — Panggung Moto3 edisi 2026 menjadi ujian psikologis yang masif bagi pembalap muda asal Jepang, Zen Mitani. Memasuki paruh musim berjalan, jawara Asia Talent Cup (ATC) 2024 ini secara terbuka mengakui adanya beban mental berat akibat ketidakmampuannya mengimbangi ritme performa rekan setimnya di Honda Team Asia, Veda Ega Pratama. Kegagalan finis (Did Not Finish/DNF) akibat kecelakaan pada lap ketiga di Grand Prix Belanda, Sirkuit Assen, kian mempertegas jurang pemisah kompetensi di antara sesama pembalap pendatang baru (rookie) tersebut.

Sasis kompetisi di internal Honda Team Asia musim ini sejatinya menempatkan kedua pembalap pada posisi setara. Namun, grafik performa di atas lintasan menunjukkan anomali yang kontras. Di saat Zen Mitani masih tertatih-tatih mencari setelan motor terbaik dan kerap terlempar dari zona poin, Veda Ega Pratama justru tampil meledak-ledak sebagai wonderkid baru sirkuit. Pembalap asal Gunungkidul, Yogyakarta itu bahkan sempat memimpin jalannya balapan di Assen sebelum akhirnya terjatuh, dan kini bertengger kokoh di peringkat ke-7 klasemen sementara Moto3 dengan koleksi dua podium.

Kegagalan total di GP Belanda, di mana tim bentukan Hiroshi Aoyama ini terpaksa pulang dengan tangan hampa, memicu rasa bersalah yang mendalam pada diri Mitani. Ia merasa telah menyia-nyiakan kerja keras para mekanik dan kru sirkuit yang telah meramu performa motornya secara maksimal sejak sesi kualifikasi. Tekanan psikologis Mitani kian berlipat ganda menyusul adanya cedera tangan pasca-insiden crash tersebut, yang memaksanya masuk ke ruang perawatan medis tepat di tengah jeda libur kompetisi.

"Saya merasa sangat tidak enak kepada tim karena semua orang telah bekerja ekstra keras akhir pekan ini. Fokus saya sekarang adalah memeriksa kondisi tangan dan memaksimalkan pemulihan agar bisa kembali lebih kuat di seri berikutnya," ungkap Zen Mitani via rilis resmi tim.

Bagi manajemen Honda Team Asia, jeda musim ini harus dimanfaatkan secara taktis untuk merestorasi kepercayaan diri Mitani. Mengelola ekspektasi publik Jepang dan meredam kecemburuan profesional di dalam garasi menjadi tantangan tersendiri bagi Hiroshi Aoyama. Jika sasis mentalitas Mitani gagal diperbaiki, ketimpangan performa ini tidak hanya merugikan karier sang pembalap, melainkan juga menghambat target tim dalam perebutan poin konstruktor global di kelas ringan Kejuaraan Dunia Balap Motor.

Sinergi di Pesawaran, Pusat dan Daerah Komit Jaga Warisan Jalur Rempah

Juli 03, 2026

  


PESAWARAN — Pemerintah Provinsi Lampung meluncurkan reorientasi strategis yang memposisikan kekayaan budaya lokal bukan sekadar sebagai warisan masa lalu, melainkan sebagai aset ekonomi kreatif yang produktif. Komitmen tersebut ditegaskan kembali dalam pembukaan Pesenggiri Festival 2026 yang berlangsung di kawasan pesisir Lampung Marriott Resort & Spa. Dengan merajut kolaborasi lintas kelembagaan bersama Kementerian Kebudayaan RI, pemerintah daerah berupaya merekonstruksi identitas sejarah daerah untuk menggerakkan roda pariwisata sekaligus merangsang investasi hijau yang berkelanjutan.

Festival edisi kedua yang mengusung tema "Spice, Heritage & Harmony" ini dihadiri langsung oleh Wakil Menteri Kebudayaan, Giring Ganesha, serta Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela. Kehadiran otoritas pusat ini mengonfirmasi adanya pengakuan terhadap posisi geopolitik kultural Lampung yang di masa lampau merupakan episentrum penting dalam jalur perdagangan rempah dunia. Melalui narasi kejayaan Lampung Black Pepper (lada hitam), festival ini diarsiteki untuk menghidupkan kembali rantai nilai pertanian lokal, meningkatkan posisi tawar petani, dan mempromosikan destinasi wisata berbasis lingkungan.



Pemerintah Provinsi Lampung menggarisbawahi bahwa investasi di sektor kebudayaan dan seni tradisi merupakan bagian dari strategi pertumbuhan makro yang terukur. Transformasi ini menuntut perubahan paradigma birokrasi, dari yang semula melihat kegiatan adat dan sanggar seni sebagai pos pengeluaran seremonial, menjadi sebuah generator pencipta lapangan kerja baru di sektor industri kreatif. Keseimbangan antara pembangunan infrastruktur modern, pelestarian ekosistem alam, dan pemeliharaan struktur adat (harmony) menjadi sasis utama dalam menjaga stabilitas sosial daerah.

Tantangan terbesar pasca-festival ini adalah konsistensi eksekusi dan perluasan jaringan pasar bagi para pelaku kreatif lokal. Kementerian Kebudayaan berkomitmen untuk memberikan pendampingan regulasi dan fasilitasi program agar agenda komunitarian seperti Pesenggiri Festival dapat naik kelas ke skala internasional. Melalui keterlibatan aktif kolektif anak muda dan konsistensi dari para perintisnya, rekonstruksi budaya ini diproyeksikan mampu memperkuat ketahanan identitas nasional sekaligus memberikan dampak kesejahteraan yang konkret bagi masyarakat di tingkat akar rumput.

Sinergi dengan Pemprov, Topik Sanjaya Targetkan PKL Lahirkan Pemimpin Berbasis Data

Juli 01, 2026

 


BANDAR LAMPUNG
– Cetak biru kepemimpinan daerah jangka panjang kini diarahkan pada penguatan sasis kompetensi teknokratis generasi muda. Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, secara ofensif mengajak seluruh kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) untuk memperluas sasis gerakan dari sekadar dinamika aktivisme sirkular organisasi menuju kesiapan materiil mengisi sirkuit pos strategis di berbagai sektor birokrasi, profesional, dan pemerintahan di masa depan.

Draf instruksi dan motivasi struktural tersebut disampaikan secara verbal oleh Wagub Jihan saat membuka secara resmi Pelatihan Kader Lanjut (PKL) PC PMII Kota Bandar Lampung yang dipusatkan di Balai Keratun, Kompleks Kantor Gubernur Lampung, Rabu (1/7/2026). Kegiatan kaderisasi tingkat tinggi ini dihadiri langsung oleh jajaran Pengurus Besar (PB) PMII, senior pergerakan, unsur Forkopimda, serta perwakilan organisasi kemahasiswaan lintas cipayung.

“Kami di jajaran pemerintahan sangat membutuhkan pasokan draf kader PMII yang siap bertransformasi menjadi birokrat teknokrat, dokter spesialis, kepala daerah, legislator, hingga pimpinan korporasi yang tetap kokoh memegang sasis nilai ideologis perjuangan organisasi. Jangan pernah terjebak dalam zona nyaman sebagai aktivis menara gading, melainkan tempa diri menjadi pemimpin yang adaptif, berintegritas, dan kompetitif,” tegas Wagub Jihan Nurlela.

Membedah Tema Beyond Ordinary: Otomasi AI dan Restrukturisasi Kaderisasi

Wagub Jihan menguraikan bahwa draf tantangan zaman yang dihadapi generasi siber saat ini jauh lebih eksesif dibandingkan beberapa warsa lalu. Disrupsi masif teknologi digital, termasuk penetrasi kecerdasan buatan (artificial intelligence), secara sirkular telah merombak sasis lanskap sosial-ekonomi global. Konsekuensinya, draf pola sasis kaderisasi konvensional dinilai tidak lagi memadai untuk menjawab kompleksitas kebutuhan pasar kerja dan tata kelola publik.

Pemerintah daerah mengapresiasi draf kurikulum PKL bertajuk Beyond Ordinary Cadres yang diusung oleh panitia pelaksana. Sasis tema ini diposisikan sebagai draf manifesto penting bahwa kader PMII wajib memiliki kualifikasi di atas rata-rata melalui draf penguatan tiga pilar utama: militansi prinsip, kapasitas intelektual, dan sasis pembaruan revolusioner yang membumi.

“Pada era kelimpahan data seperti sekarang, sasis tantangannya bukan lagi cara mencari informasi hulu, melainkan bagaimana draf mengolah data mentah tersebut menjadi draf draf pengetahuan, riset empiris, hingga draf rekomendasi kebijakan strategis (policy recommendation) yang konkret untuk mengawal dan mengoreksi sasis jalannya roda pemerintahan daerah,” urai Wagub Jihan.

Sinergi Horizontal: Menuntut Kritik Konstruktif Berbasis Data dan Riset

Langkah pembaruan sasis gerakan ini mendapat draf legitimasi kuat dari para elite pergerakan. Ketua Majelis Pembina Daerah (Mabinda) PMII Lampung, Fajrun Najah Ahmad, menegaskan bahwa kader muda wajib menjaga independensi sasis berpikir kritis terhadap setiap draf kebijakan publik yang dinilai mendistorsi hak rakyat. Namun, ia mengingatkan agar draf penyampaian aspirasi parlemen jalanan harus dievolusikan menggunakan sasis dialog etis yang berbasis data kajian hukum yang kuat dan konstruktif.

Linear dengan hal tersebut, perwakilan PB PMII, Dedi Indra Prayoga, menguraikan bahwa sirkuit perubahan global yang dipicu dinamika geopolitik, transisi energi, dan perubahan iklim mewajibkan organisasi mahasiswa melakukan draf restrukturisasi kurikulum internal agar tetap relevan melahirkan draf pemimpin masa depan.

Ketua PC PMII Kota Bandar Lampung, Topik Sanjaya, memastikan bahwa draf luaran (output) dari PKL ini ditargetkan mampu mencetak draf kader penggerak yang memiliki kedalaman wawasan kebangsaan serta kemampuan taktis memecahkan kebuntuan pembangunan di tingkat tapak. Pemprov Lampung mematok sinergi kelembagaan ini sebagai modal sosiologis krusial untuk mendongkrak indeks kualitas SDM menuju kemandirian daerah yang inklusif. (***)

Restrukturisasi Layanan Dasar: Pemprov Lampung Intervensi Krisis Infrastruktur RS Bandar Negara Husada

Juni 30, 2026

 


BANDAR LAMPUNG — Pemerintah Provinsi Lampung mengambil langkah taktis untuk menyelamatkan mutu pelayanan kesehatan daerah melalui rencana perbaikan menyeluruh pada RS Bandar Negara Husada (RSBNH). Eksekutif memandang bahwa pembenahan tata kelola dan pemeliharaan fisik rumah sakit milik daerah ini bukan lagi sekadar urusan pemenuhan aspek administrasi kelayakan, melainkan sebuah instrumen vital yang menguji kehadiran negara dalam menjamin hak dasar masyarakat. Intervensi anggaran dan manajemen secara agresif dipersiapkan guna mengurai sumbatan operasional serta mendongkrak utilitas fasilitas medis tersebut.

Dalam rapat koordinasi lintas sektoral yang dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, disoroti adanya urgensi perbaikan infrastruktur gedung, terutama instalasi air dan kelistrikan yang masuk dalam zona merah evaluasi inspektorat daerah. Kerusakan pada elemen vital ini dinilai sangat berisiko karena dapat melumpuhkan fungsi ruang operasi dan menghentikan operasional layanan prioritas seperti unit hemodialisa (cuci darah). Dari perspektif tata kelola keuangan, hambatan medis pada unit-unit premium tersebut tidak hanya merugikan pasien kelompok rentan, tetapi juga memangkas potensi pendapatan asli daerah secara signifikan.

Secara kelembagaan, manajemen RSBNH yang saat ini memegang status Tipe C dengan kapasitas sepuluh tempat tidur sedang berkejaran dengan tenggat waktu akreditasi ulang yang jatuh pada pertengahan Desember. Pemprov Lampung menginstruksikan direksi rumah sakit untuk melakukan lompatan kinerja agar status akreditasi utama yang disandang saat ini dapat dipertahankan atau ditingkatkan. Investasi kapital dan fasilitas yang digelontorkan oleh pemerintah daerah dituntut berbanding lurus dengan lonjakan angka kunjungan pasien, sehingga tidak terjadi pemborosan anggaran negara pada fasilitas yang sepi peminat.

Langkah sinkronisasi ini selanjutnya akan diintegrasikan dengan target indikator kinerja yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan. Pemerintah Provinsi Lampung berkomitmen memastikan seluruh kebutuhan logistik, pemeliharaan fisik, dan pemenuhan standar prosedur operasional terpenuhi sebelum audit akreditasi berjalan. Melalui reformasi radikal pada RSBNH ini, pemprov ingin merekonstruksi wajah pelayanan publik bidang kesehatan agar menjadi lebih adaptif, aman, dan berdaya saing dalam melayani masyarakat Lampung.

Bukan Pekerja Biasa, Lulusan Vokasi Lampung Diproyeksikan Kuliah di Korea

Juni 30, 2026

 


BANDAR LAMPUNG — Pemerintah Provinsi Lampung secara taktis merancang transformasi arsitektur pembangunan sumber daya manusia (SDM) lewat perluasan koridor kemitraan internasional. Menindaklanjuti program Kelas Migran Vokasi yang telah dirintis sebelumnya, pemerintah daerah kini mematangkan uji penjajakan skema Study and Work (Belajar dan Bekerja) ke Korea Selatan bagi para lulusan SMA, SMK, dan MA sederajat asal Lampung. Intervensi kebijakan ini dikonsolidasikan sebagai langkah konkret eksekutif untuk mengurai dua persoalan struktural menahun di daerah, yakni tingginya angka pengangguran terbuka dan stagnasi Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Rencana strategis ini digodok dalam rapat evaluasi dan sinkronisasi yang dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, bersama Asparindo Institute dan KOLA Korea Eduwork di kompleks kegubernuran. Langkah diplomasi sasis pendidikan-vokasi ini memanfaatkan momentum kebijakan imigrasi dan pendidikan di Korea Selatan yang tengah melonggarkan ruang bagi mahasiswa internasional akibat krisis penyusutan populasi usia produktif di dalam negerinya. Celah pasar ini dibidik Pemprov Lampung untuk mengirimkan tenaga terampil daerah agar bisa mengakses pendidikan tinggi sekaligus ruang kerja formal secara legal di luar negeri.

Bagi eksekutif, program ini menjadi katup penyelamat bagi puluhan ribu lulusan menengah atas di Lampung yang setiap tahunnya tidak terserap oleh daya tampung perguruan tinggi lokal maupun pasar kerja domestik. Melalui cetak biru yang disiapkan, para peserta program tidak sekadar diproyeksikan menjadi pekerja migran biasa, melainkan disiapkan sebagai aktor penggerak ekonomi yang memiliki kompetensi global, sertifikasi internasional, dan kemampuan adaptasi teknologi tinggi. Sinergi ini ditargetkan mampu memotong rantai kemiskinan struktural keluarga di akar rumput melalui remitansi dan peningkatan strata pendidikan.

Secara visioner, parlemen dan eksekutif Lampung sepakat bahwa jalinan kemitraan dengan Seoul ini tidak boleh berhenti pada sektor pemagangan dan pendidikan vokasi semata. Pemprov Lampung membidik sasaran jangka panjang berupa transfer teknologi dan perluasan kerja sama pada sektor industri produktif daerah. Keberhasilan program Study and Work ini nantinya diharapkan memicu efek domino, di mana para alumni Korea Selatan dapat kembali ke daerah sebagai generator penggerak industrialisasi lokal yang mandiri, kompetitif, dan berdaya saing global.

Reformasi Birokrasi, Wamen HAM Apresiasi Komitmen Pemprov Lampung

Juni 30, 2026

  


 BANDAR LAMPUNG — Paradigma tata kelola pemerintahan di Provinsi Lampung kini diarahkan pada penguatan nilai substansial substantif keadilan sosial melalui internalisasi Hak Asasi Manusia (HAM) ke dalam tubuh birokrasi. Langkah strategis ini dikonsolidasikan lewat program penguatan kapasitas aparatur sipil negara (ASN) yang dihadiri langsung oleh Wakil Menteri HAM Republik Indonesia, Mugiyanto Sipin, di Gedung Balai Keratun. Intervensi kebijakan ini bertujuan mereformasi kultur pelayanan publik dari sekadar formalitas administratif menjadi pelayan masyarakat yang berkeadilan, inklusif, dan nondiskriminatif.

Pemerintah Provinsi Lampung menolak standardisasi pembangunan konvensional yang hanya bertumpu pada indikator makro ekonomi dan kemajuan fisik infrastruktur. Dalam lanskap kebijakan sosial kontemporer, kesuksesan sebuah rezim pemerintahan daerah diukur dari sejauh mana pemenuhan hak-hak dasar kelompok rentan, penyandang disabilitas, serta kesetaraan akses terhadap layanan pendidikan dan kesehatan terpenuhi. Modal sosial kebudayaan lokal seperti sambayan dan gotong royong dijadikan fondasi ideologis untuk merawat kohesi sosial di tengah keberagaman etnisitas di Lampung.

Secara taktis, reformasi ini menyasar kapasitas ASN sebagai representasi visual atau wajah langsung dari kehadiran negara di tengah masyarakat. Karakter pelayanan birokrasi di lapangan menjadi indikator utama penilaian publik terhadap kredibilitas pemerintah daerah. Melalui sinkronisasi kebijakan ini, setiap aparatur dituntut memiliki perspektif HAM yang kuat agar mampu mengeliminasi prosedur pelayanan yang diskriminatif dan berbelit-belit, yang selama ini kerap menjadi pemicu ketidakpuasan publik.

Tantangan pemenuhan HAM di Lampung tidak dipungkiri masih dihadapkan pada sejumlah persoalan struktural yang kompleks di tingkat akar rumput. Otoritas pusat dan daerah secara terbuka mengidentifikasi isu agraria, tata kelola kehutanan, pertanian, hingga jaminan perlindungan perempuan dan anak sebagai klaster krusial yang memerlukan penyelesaian lintas kelembagaan. Komitmen mengintegrasikan prinsip HAM ke dalam dokumen kebijakan daerah ini diproyeksikan menjadi bantalan regulasi yang kuat guna menyelesaikan konflik sosial secara humanis sekaligus menjadi koridor utama menuju target Indonesia Emas 2045.

Pelanggaran Regulasi Berlapis: Dari Hukum Keterbukaan Informasi hingga Jerat KUHP Baru

Juni 23, 2026

 



WAY KHILAU – Garis retakan tata kelola anggaran pendidikan di wilayah administrasi Kabupaten Pesawaran kini memicu gejolak horizontal di tingkat tapak. Proyek perencanaan yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Pesawaran Tahun Anggaran 2026 di Wilayah III—meliputi Kecamatan Kedondong dan Way Khilau—menuai sorotan tajam akibat dinilai mengabaikan barikade transparansi publik, Rabu (24/6/2026).

Skandal ini mencuat ke permukaan setelah jajaran warga, tokoh masyarakat, beserta sesepuh di Desa Madajaya resmi melayangkan protes keras terhadap skema pengerjaan fisik di PAUD Al-Jauharotunna Qiyyah. Fasilitas pendidikan anak usia dini dengan nomor pokok satuan pendidikan nasional (NPSN) 69930613 tersebut diendus fungsional dikelola secara sepihak oleh lingkaran dinasti keluarga inti kepala desa tanpa melibatkan mekanisme pelelangan atau pelibatan pekerja lokal secara sah.

Berdasarkan draf data administrasi, operasional pengerjaan renovasi gedung dikendalikan langsung oleh Irfiyanto. Status yang bersangkutan dilaporkan merupakan suami dari Kepala Sekolah PAUD, May Manah, yang juga diketahui nangkring sebagai adik kandung dari Kepala Desa Madajaya aktif, Abdul Gopur.

Cabut Plang Informasi: Modus Pengabuan Status Proyek yang Ditutupi Barikade Arogansi

Investigasi lapangan yang dilakoni awak media pada Selasa (23/6/2026) membongkar adanya indikasi pengabuan informasi publik (information blackout). Sejumlah saksi kunci yang identitasnya dirahasiakan mengonfirmasi bahwa papan informasi proyek—yang memuat volume draf anggaran, jangka waktu pengerjaan, dan asal-usul sumber dana negara—sempat dipasang fungsional saat tim peninjau datang, namun mendadak dicopot secara misterius sesudahnya.

Fluktuasi kecurigaan warga kian menebal mengingat seluruh buruh bangunan yang menyisir proyek tersebut merupakan lingkaran kerabat dekat, mulai dari saudara kandung hingga ipar dari barisan kepala desa. Padahal, klaster masyarakat rural di Desa Madajaya tercatat memiliki banyak tenaga tukang bangunan produktif yang membutuhkan lapangan kerja.

Ketika dikonfirmasi langsung di sirkuit lokasi bangunan, Irfiyanto berkelit menggunakan draf argumen yang bertele-tele dan terkesan melakukan pengalihan opini (red herring) guna menyudutkan tugas pokok jurnalistik. Ia bahkan mengklaim secara sepihak bahwa fasilitas PAUD tersebut merupakan properti swasta murni miliknya pribadi.

“Pagu anggarannya? Wiiih, secukupnya aja lah. Ini mah renovasi memakai anggaran pribadi uang kita. Kalau mau dikasihin ke Kemenag ya rugilah saya,” kilah Irfiyanto taktis seraya berusaha mengaburkan sasis dokumen anggaran DAK yang melingkupinya.

Pelanggaran Regulasi Berlapis: Dari Hukum Keterbukaan Informasi hingga Jerat KUHP Baru

Aksi nekat pengelola dapur pendidikan di Madajaya ini dinilai para praktisi hukum telah menabrak sasis regulasi pengadaan barang dan jasa pemerintah sebagaimana diatur dalam Perpres Nomor 16 Tahun 2018 serta draf perubahan Perpres Nomor 40 Tahun 2025. Pengerjaan swakelola yang berjalan sirkular tanpa pertanggungjawaban administratif ini terindikasi kuat menabrak barikade hukum berlapis:

  • Aspek Keterbukaan Publik: Melanggar Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (UU KIP) akibat pencopotan sengaja plang draf proyek.

  • Aspek Tata Ruang Daerah: Mengangkangi Permendagri Nomor 90 Tahun 2019 tentang Klasifikasi, Kodefikasi, dan Nomenklatur Keuangan Daerah serta Perbup Pesawaran Nomor 37 Tahun 2022.

  • Katup Pidana Pemalsuan: Dibidik Pasal 391/392 dan Pasal 492 UU Nomor 1 Tahun 2023 (KUHP Baru) terkait potensi pemalsuan dokumen serta manipulasi Surat Pertanggungjawaban Jabatan (SPJ) fiktif.

Sirkuit kejahatan administrasi ini memicu indikasi kerugian negara yang mengarah pada tindak pidana Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN). Dengan memanfaatkan kedekatan kekerabatan dengan Kades Abdul Gopur, penggunaan draf dana pendidikan diduga kuat dimanipulasi secara struktural untuk memperkaya kantong pribadi kelompok tertentu.

Merespons memanasnya fluktuasi penolakan di tingkat tapak, masyarakat Desa Madajaya kini mendesak Korps Baju Cokelat Polres Pesawaran dan Korps Adhyaksa Kejaksaan Negeri setempat untuk segera menurunkan tim intelijen ekonomi.

Aparat penegak hukum dituntut bergerak taktis mengaudit fisik bangunan, menyita dokumen SPG hulu, dan menyeret aktor-aktor intelektual yang nekat mengangkangi dana pendidikan anak usia dini demi syahwat keuntungan oligarki desa sepanjang tahun 2026. (***)


Pelanggaran Regulasi Berlapis: Dari Hukum Keterbukaan Informasi hingga Jerat KUHP Baru

Sanksi 'Slow Riding' Pukul Kualifikasi Veda Ega di Brno, Hiroshi Aoyama Desak Evaluasi Total Juknis Balap

Juni 21, 2026


BRNO – Grafik kebangkitan performa pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, di sirkuit Eropa dipaksa membentur barikade regulasi ketat. Akibat dinilai melanggar aturan juknis keselamatan lintasan, rider andalan Honda Team Asia tersebut dijatuhi sanksi penalti berat berupa penurunan 12 posisi start (starting grid) pada putaran final Moto3 Republik Ceko 2026 di Sirkuit Brno, Minggu (21/6/2026).

Padahal, dalam sesi kualifikasi kedua (Q2) yang berlangsung sengit, pembalap berusia 17 tahun asal Gunungkidul, Yogyakarta, tersebut sukses mengunci portofolio impresif dengan mengamankan urutan ke-8. Namun, keputusan Steward MotoGP mementahkan sasis capaian impresif tersebut dan melempar posisi Veda merosot tajam ke baris ketujuh, tepatnya di barisan start ke-20.

“Veda menampilkan performa kualifikasi yang sangat baik pada Q2 yang membuktikan potensinya serta kemajuan makro sepanjang akhir pekan ini. Namun, sangat disayangkan dia kembali terkena sanksi karena melaju terlalu pelan (slow riding). Ini kesalahan berulang yang memicu situasi sulit yang tidak perlu dan wajib kami perbaiki dari hulu,” ungkap Manajer Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama, taktis melalui rilis resmi tim.

Analisis Pelanggaran: Taktik Cari Towing yang Berujung Blokade Manuver Lawan

Penyidikan sirkuit oleh pengawas balapan menguliti secara berbobot bahwa Veda dinilai melaju terlalu lambat di rupa-rupa sektor krusial lintasan sepanjang 5,4 kilometer tersebut. Tindakan memotong ritme kecepatan ini dianggap mengganggu sasis manuver pembalap lain yang tengah melakukan putaran panas (hot lap) demi mengejar draf catatan waktu terbaik.

Modus melambatkan motor demi berburu sasis tarikan angin (towing) di kelas ringan Moto3 memang kerap memicu fluktuasi penalti masif dari otoritas steward.

Selain Veda, tiga pembalap pendatang baru (rookie) lainnya—termasuk rival ketat asal Jiran Malaysia, Hakim Danish, serta Guido Pini dan Rico Salmela—turut dijatuhi hukuman identik akibat melakukan taktik lancung yang sama di aspal Brno.

Respons Ksatria Veda: Akui Kesalahan Strategi dan Kantongi Perubahan 'Set-up'

Menanggapi draf keputusan saklek tersebut, Veda Ega Pratama memperlihatkan kedewasaan mental dengan langsung mengakui kesalahan taktisnya di lintasan. Dirinya menolak berlindung di balik barikade pembelaan dan memposisikan penalti sasis ini sebagai jembatan pelajaran berharga demi kematangan karier jangka panjangnya di level Grand Prix dunia.

Di sisi lain, Veda menyebut sasis kenyamanan mekanis motornya telah mengalami kemajuan agresif berkat juknis komunikasi horizontal yang lancar bersama kru mekanis pasca-sesi latihan jarak jauh (long run) di pagi hari.

  • Koreksi Geometri Motor: Masukan teknis dari Veda berhasil dikonversi oleh kru mekanis menjadi setelan motor yang lebih stabil saat melibas tikungan cepat Brno.

  • Faktor Kepercayaan Diri: Perubahan sasis mekanis tersebut membuat Veda mampu memacu motor Honda-nya lebih keras tanpa khawatir kehilangan traksi ban.

“Waktu putaran dan posisi ke-8 di Q2 sebenarnya sangat positif, tetapi saya melakukan kesalahan dengan kembali melaju terlalu pelan. Ini pelajaran mahal karena membuat tugas kami saat balapan utama menjadi jauh lebih menantang. Tapi saya tahu kami memiliki kecepatan yang kompetitif untuk merayap naik,” ujar Veda berbobot.

Ujian Mental Baris Ketujuh: Misi Comeback Menembus Barikade Poin Lintas Pabrikan

Memulai balapan dari sasis P20 menuntut Veda mengeksekusi start yang bersih (clean start) guna menghindari fluktuasi insiden karambol di tikungan pertama Brno. Veda terjepit di baris ketujuh, nangkring tepat di belakang pembalap Ruche Moodley dan berada di depan Leo Rammerstorfer. Sementara rekan setimnya, Zen Mitani, terpuruk di urutan start ke-23.

Para pengamat balap motor internasional memosisikan balapan di Republik Ceko ini sebagai ujian kepemimpinan lapangan dan ketahanan psikologis tingkat tinggi bagi Veda.

Dengan draf modal kecepatan yang konstan saat sesi kualifikasi, publik balap tanah air menaruh ekspektasi tebal agar talenta muda Yogyakarta ini mampu menggelar aksi recovery race yang agresif demi mengamankan sasis poin krusial di papan klasemen Rookie of the Year 2026. (***)

Sirkuit Brno Membara: Sensasi Hakim Danish Rajai Moto3 Ceko, Ranking Veda Ega Pratama Masih Kokoh di Atas Malaysia

Juni 21, 2026



BRNO – Peta persaingan para pembalap pendatang baru (rookie) di kejuaraan dunia Moto3 musim 2026 dilaporkan bergerak dalam tensi yang semakin meninggi. Keberhasilan pembalap muda asal Malaysia, Hakim Danish, mengunci podium kemenangan perdana pada seri Moto3 Republik Ceko 2026 langsung memicu fluktuasi riuh di rupa-rupa halaman media massa Negeri Jiran, Senin (22/6/2026).

Mengaspal di bawah bendera MT Helmets-MSI, Danish mengeksekusi aksi pembuktian berbobot di Sirkuit Brno sepanjang 16 lap penuh. Kendati sasis perjuangannya dihantam hukuman turun 12 setrip ke posisi start ke-14 akibat melambat saat kualifikasi, rider berusia 18 tahun itu berhasil memanfaatkan juknis celah benturan di lap terakhir antara Maximo Quiles dan Brian Uriarte untuk mengamankan 25 poin makro.

“Kemenangan sensasional Hakim Danish pada GP Ceko hari ini telah membantunya memotong jarak secara agresif di sirkuit perebutan takhta Rookie of the Year Moto3. Peluangnya kini terbuka lebar mengingat kalender balap masih menyisakan 13 seri panjang,” tulis laporan analisis dari media utama Malaysia, New Straits Times (NST).

Sasis Motor Keong: Veda Ega Tetap Finis Ke-5 dan Jinakkan Dominasi KTM

Di lajur persaingan regional, grafik kemenangan Danish menolak serta-merta meruntuhkan portofolio mentereng rider andalan Indonesia, Veda Ega Pratama. Meskipun tim pabrikan Honda Team Asia yang menaungi Veda dinilai para pengamat sedang kalah sasis performa (underpowered) alias menjadi 'motor keong' jika dikomparasikan dengan kedigdayaan mesin KTM di lintasan lurus Brno, bakat muda asal Gunungkidul itu tetap memperlihatkan mentalitas juara.

Hampir senasib dengan Danish, Veda dipaksa memulai sirkuit balapan dari urutan ke-20 akibat akumulasi hukuman penalti. Lewat gaya membalap yang agresif namun terukur, Veda menusuk horizontal membelah barisan rider depan hingga berhasil menyentuh garis finis di posisi ke-5 besar.

Tambahan 11 poin dari Ceko memicu ketebalan benteng pertahanan Veda di peringkat kedua klasemen sementara pembalap baru, sekaligus menolak tunduk dari kejaran instan sang rival asal Malaysia.

Manifes Klasemen: Jarak Poin Menipis, Brian Uriarte Masih Kuasai Puncak

Berdasarkan draf rilis klasemen resmi Rookie Moto3 2026 pasca-GP Ceko, posisi puncak masih digenggam kokoh oleh pembalap Red Bull KTM Ajo, Brian Uriarte, yang sukses mengunci 92 poin usai finis di podium kedua di Brno. Veda Ega Pratama nangkring kokoh di peringkat kedua dengan total 82 poin, memegang keunggulan grafik tipis 9 angka di atas Hakim Danish yang tertahan di posisi ketiga dengan 73 poin.

Sisa 13 seri ke depan diposisikan fungsional sebagai panggung pembuktian bagi Veda untuk memaksimalkan set-up mekanis Honda demi meredam fluktuasi serangan dari klaster pembalap Eropa maupun Jiran.

Publik otomotif tanah air menaruh ekspektasi tertinggi agar manajemen Honda Team Asia segera melakukan akselerasi hulu pada sektor performa mesin, guna menjamin talenta emas Indonesia ini mampu membawa pulang trofi pendatang baru terbaik dunia di akhir musim 2026. (***)

Mantan Gitaris Awal Tass Band Bangun Jejak Baru di Dunia Kreatif dan Media

Juni 21, 2026

 

Lampung – Nama Tass Band mungkin tak asing bagi penikmat musik Indonesia era 1990-an. Band rock alternatif yang dikenal melalui lagu "Lelah" ini hadir dengan karakter musikal yang berbeda di tengah dominasi musik rock bercorak gitar distorsi pada masanya.

Di balik perjalanan itu, terdapat sosok Ipung, gitaris awal Tass Band, yang kini dikenal dengan nama Russel Ray Basori.

Dalam sebuah penuturan, Russel mengenang bahwa lagu Lelah merupakan karya cipta Syamsul. Saat proses kreatif berlangsung, Tass Band sengaja menghadirkan nuansa gitar akustik sebagai identitas musikal yang membedakan mereka dari tren musik rock saat itu.

"Saat itu tren gitar berkarakter metal sedang sangat kuat. Kami memilih pendekatan akustik agar musik Tass Band memiliki warna sendiri," ujar Russel Ray Basori.

Bagi Russel, keputusan tersebut bukan sekadar persoalan teknis, melainkan bagian dari pencarian identitas bermusik yang menjadi ciri khas Tass Band.

Berkarya Melintasi Berbagai Dunia Kreatif

Perjalanan Russel tidak berhenti di dunia musik. Setelah melewati masa bersama Tass Band, ia mengembangkan kiprahnya di bidang desain visual dan branding, dengan fokus pada pengembangan identitas merek melalui desain logo dan komunikasi visual.

Kini, Russel juga dikenal sebagai CEO jaringan media digital di Lampung yang menaungi sejumlah media online, antara lain Undercover Channel, Indonesia Connected, Konsumsi Publik, MRO, Gelombang.id, Nusa News, Reputasi, Arunika, dan Arus Utama.

Menurutnya, musik, desain, dan media memiliki satu kesamaan: menyampaikan pesan yang mampu membangun karakter dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Menjaga Jejak Sejarah Tass Band

Meski hingga saat ini belum ada agenda reuni, Russel berharap perjalanan Tass Band tetap terdokumentasikan sebagai bagian dari sejarah musik Indonesia.

"Yang terpenting bukan sekadar reuni, tetapi bagaimana cerita dan karya Tass Band tetap bisa dikenang dan menjadi bagian dari dokumentasi musik Indonesia," katanya.

Bagi Russel, setiap karya memiliki nilai sejarah. Dokumentasi yang baik menjadi cara untuk menghargai proses kreatif yang pernah dilalui sekaligus menjadi referensi bagi generasi berikutnya.

Kunjungi Pesisir Barat, Presiden Prabowo Minta RSUD K.H. Muhammad Thohir Dikelola Transparan

Juni 10, 2026

  


PESISIR BARAT – Sirkuit pemerataan pembangunan infrastruktur strategis nasional di koridor barat Pulau Sumatera menorehkan tonggak sejarah baru. Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, meresmikan secara langsung Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) K.H. Muhammad Thohir Krui yang berlokasi di Kabupaten Pesisir Barat, Provinsi Lampung, Rabu (10/6/2026).

Langkah taktis hulu ini mempertegas manifesto politik kesehatan pemerintah dalam memotong sirkuit ketimpangan layanan medis antara kota besar dan wilayah pesisir terpencil.

Setibanya di kompleks rumah sakit, Kepala Negara yang didampingi oleh menteri teknis langsung melakukan inspeksi vertikal ke sejumlah lini pelayanan guna memastikan kesiapan operasional fungsional. Presiden menyisir ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD), poli anak, poli gigi, poli umum, poli THT, poli kandungan dan kebidanan, hingga poli penyakit dalam.

Di sela-sela peninjauan fisik, atmosfer hangat tercipta saat Presiden Prabowo melayani fluktuasi antusiasme swafoto dari para tenaga kesehatan (nakes) serta warga lokal yang tengah mengantre layanan pengobatan.

Bagian dari Proyek Raksasa 66 Rumah Sakit Rujukan Nasional

Dalam sasis laporan resminya, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin membongkar bahwa revitalisasi masif RSUD K.H. Muhammad Thohir Krui merupakan satu dari 66 paket pembangunan rumah sakit daerah yang diintervensi langsung oleh pusat. Proyek ini diproyeksikan bertindak sebagai barikade benteng rujukan medis guna menekan angka fatalitas dari lima penyakit pembunuh utama di Indonesia.

“Atas instruksi langsung Bapak Presiden, 66 rumah sakit termasuk di Krui ini dibangun dengan sasis modern agar mampu menangani secara tuntas kasus stroke, jantung, kanker, ginjal, serta kesehatan ibu dan anak. Kita ingin penanganan medis bagi lima penyebab kematian utama ini selesai di tingkat daerah, tanpa memaksa pasien melakukan mobilisasi jauh ke kota besar,” urai Menkes Budi Gunadi Sadikin.

Menkes menambahkan, progres konstruksi fisik bangunan telah terkunci 100 persen aman. Saat ini, rupa-rupa instrumen peralatan medis canggih senilai puluhan miliar rupiah tengah berada dalam sirkuit pengiriman menuju lokasi.

Dari sasis kesiapan sumber daya manusia, jajaran dokter spesialis dilaporkan hampir lengkap terpenuhi. Khusus untuk pemenuhan dokter spesialis jantung, Kemenkes menerapkan sasis kolaborasi regional dengan mendatangkan tenaga ahli dari pusat medis di Kota Bandar Lampung.

Presiden Instruksikan Manajemen Profesional dan Bebas Korupsi

Merespons laporan eksekutif tersebut, Presiden Prabowo Subianto melempar rasa syukur dan kebanggaan makro karena fluktuasi kesulitan akses medis yang puluhan tahun membayangi masyarakat Pesisir Barat kini berhasil diputus. Namun, Kepala Negara memberikan catatan tebal hitam di atas putih terkait tata kelola pasca-peresmian.

“Saya gembira Kabupaten Pesisir Barat di Kota Krui ini sekarang mengunci akses layanan kesehatan yang memadai. Pesan saya, kelola rumah sakit ini dengan manajemen yang profesional, transparan, bersih, dan berorientasi murni pada pelayanan rakyat. Rakyat harus merasakan manfaat nyata dan instan dari kehadiran fasilitas ini. Jaga kebersihannya dan rawat aset ini dengan baik,” tegas Presiden Prabowo.

Investasi APBN Melalui Skema Hasil Terbaik Cepat

Secara administratif, proyek peningkatan status RSUD K.H. Muhammad Thohir Krui ini digarap melalui skema Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) dengan menguras bantalan dana APBN senilai Rp152,99 miliar. Anggaran makro tersebut fungsional mendongkrak kapasitas tampung tempat tidur rumah sakit secara agresif dari sasis lama 98 unit menjadi 137 unit tempat tidur siap pakai.

Selain perluasan sasis bangsal, rumah sakit kebanggaan warga Krui ini kini telah dipersenjatai dengan fasilitas penunjang medis modern yang setara dengan rumah sakit perkotaan. Di antaranya ruang intensif ICU dan ICVCU (jantung), unit layanan cuci darah (hemodialisa), kamar operasi modern, instalasi radiologi digital, laboratorium mutakhir, hingga penerapan ruang Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) sesuai amanat regulasi jaminan kesehatan nasional terbaru. (***)

Terbukti Pakai Oli Ilegal, Rookie Spanyol Brian Uriarte Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya, Angin Segar Bagi Veda Ega Pratama

Juni 04, 2026

 


BUDAPEST – Peta persaingan papan atas kejuaraan dunia balap motor kelas Moto3 musim 2026 berguncang hebat di luar sirkuit. Pembalap rookie potensial asal Spanyol, Brian Uriarte, secara resmi dijatuhi sanksi diskualifikasi total dari seluruh rangkaian hasil balapan Grand Prix (GP) Moto3 Catalunya 2026. Sanksi berat non-balapan ini dijatuhkan setelah motor tunggangannya terbukti melanggar regulasi teknis yang ditetapkan oleh Federasi Sepeda Motor Internasional (FIM).

Keputusan eksekusi hukuman tersebut dirilis secara formal setelah otoritas pengawas balapan menggelar sidang perkara khusus di sela-sela persiapan GP Hungaria, Kamis (4/6/2026) pagi waktu setempat.

Pembatalan seluruh poin yang diraih Uriarte di Catalunya menjadi pukulan telak bagi tim Red Bull KTM. Sebaliknya, konformasi sanksi ini menjadi keuntungan tak terduga sekaligus membawa angin segar bagi pembalap muda andalan Indonesia, Veda Ega Pratama, yang tengah mengintip peluang merangsek naik ke papan atas klasemen dunia.

Sampel B Mengunci Pelanggaran Spesifikasi Oli FIM Moto3

Sengkarut yang melilit Brian Uriarte sejatinya bermula dari pemeriksaan teknis acak (scrutineering) pasca-sesi kualifikasi di Sirkuit Catalunya. Saat itu, petugas teknis FIM mencium adanya anomali pada cairan pelumas mesin motor KTM milik Uriarte. Hasil analisis laboratorium awal menunjukkan bahwa oli yang digunakan berada di luar batas spesifikasi resmi FIM Moto3.

Berdasarkan regulasi ketat FIM Moto3, seluruh tim balap memiliki kewajiban absolut untuk menggunakan oli murni tanpa modifikasi dari pemasok resmi yang ditunjuk federasi. Regulasi ini mengikat seluruh sirkuit mekanis mesin tanpa toleransi, meliputi bak engkol (crankcase), girboks (gearbox), hingga sistem kopling.

Guna melakukan pembelaan diri, kubu Uriarte sempat mengajukan uji banding dengan meminta pengujian ulang terhadap sampel cadangan (Sampel B) saat seri balapan bergeser ke Sirkuit Mugello, Italia, akhir pekan lalu. Namun, harapan pembalap Spanyol itu pupus setelah hasil analisis laboratorium atas Sampel B keluar dengan hasil yang identik, yakni mengonfirmasi adanya penggunaan zat pelumas ilegal di luar spek regulasi.

"Penggunaan minyak resmi tanpa tambahan atau perubahan apa pun bersifat wajib. Karena hasil kedua sampel tetap menunjukkan pelanggaran, pihak berwenang resmi menghapus seluruh hasil kualifikasi dan balapan utama Uriarte di Catalunya," demikian petikan laporan teknis yang dilansir via Crash.net.

Kehilangan Podium Catalunya, Posisi Klasemen Terjun Bebas

Hukuman ini menjadi antiklimaks yang tragis bagi performa impresif Uriarte sepanjang musim debutnya. Pasalnya, pada GP Catalunya lalu, ia tampil sangat kompetitif dengan mengamankan posisi start ketiga saat kualifikasi dan berhasil finis di urutan keempat pada balapan utama. Bahkan, akhir pekan lalu di Mugello, pembalap Spanyol ini baru saja merayakan kemenangan perdana Grand Prix dalam kariernya.

Sebelum vonis diskualifikasi ini diketuk, Brian Uriarte bertengger kokoh di peringkat keempat klasemen sementara Moto3 2026, meskipun tertinggal 78 poin dari sang pemuncak klasemen, Maximo Quiles.

Akibat penghapusan seluruh poin yang diperoleh dari Catalunya, posisi Uriarte diproyeksikan langsung terjun bebas fluktuatif hingga ke peringkat kedelapan klasemen sementara. Situasi defisit poin yang masif ini dipastikan memperkecil peluangnya dalam memburu takhta juara dunia di sisa musim.

Keuntungan Strategis Bagi Veda Ega Pratama Jelang GP Hungaria

Di sisi lain, berkurangnya pundi-pundi poin Uriarte secara otomatis mengubah konfigurasi persaingan di papan tengah dan papan atas klasemen Moto3 2026. Bagi para rival terdekat, termasuk Veda Ega Pratama, perubahan drastis ini membuka sirkuit peluang baru untuk memperbaiki posisi grid di tabel klasemen dunia.

Kabar ini meluncur tepat sebelum dimulainya seri balapan bersejarah di Sirkuit Balaton Park dalam tajuk Moto3 Hungaria 2026. Veda Ega Pratama, yang performanya terus menunjukkan kurva peningkatan fluktuatif yang positif sejak seri pembuka di Thailand, kini memiliki momentum emas untuk memangkas jarak poin secara signifikan dengan barisan pembalap di atasnya.

Kendati salah satu pesaing beratnya terjegal kasus teknis, jalan Veda menuju podium dunia dipastikan tetap menantang. Seri Hungaria akan menjadi ujian konsistensi berikutnya bagi pembalap tanah air tersebut untuk membuktikan kelayakannya bersaing dengan deretan pembalap elite dunia lainnya yang dikenal sangat agresif memburu poin di setiap tikungan sirkuit. (***)

Tampil Agresif di Lintasan Basah Mugello, Veda Ega Unjuk Gigi di FP1 Moto3 Italia

Mei 29, 2026

  


MUGELLO
– Pembalap muda andalan Indonesia, Veda Ega Pratama, menunjukkan performa impresif pada sesi latihan bebas pertama (FP1) Moto3 Italia 2026 di Sirkuit Mugello, Jumat (29/5/2026). Meski lintasan diguyur hujan dan dalam kondisi basah, pembalap asal Gunungkidul ini sukses mencatatkan dua kali waktu putaran tercepat (fastest lap).

Veda turun ke sirkuit bersama rekan setimnya di Honda Team Asia, Zen Mitani, saat sesi FP1 menyisakan waktu sekitar 30 menit. Walau kondisi trek Mugello sangat licin akibat cuaca buruk, hal tersebut tidak menyurutkan agresivitas Veda dalam memburu catatan waktu terbaik demi mengamankan tiket langsung ke kualifikasi kedua (Q2).

Aksi impresif Veda dimulai saat sesi menyisakan 28 menit. Ia berhasil merebut posisi pembalap tercepat setelah membukukan waktu 2 menit 20,576 detik. Dua menit berselang, Veda kembali mempertajam catatan waktunya dan mencetak fastest lap kedua dengan raihan 2 menit 17,409 detik.

Catatan positif ini menjadi sinyal kuat kelanjutan tren performa apik Veda Ega, setelah sebelumnya ia juga tampil memukau dengan finis di posisi ke-8 pada seri Catalunya. Hingga laporan ini diturunkan, sesi FP1 Moto3 Mugello terpantau masih terus berlangsung.

KRL Tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, 5 Tewas.

April 27, 2026

  


BEKASI – Insiden kecelakaan hebat melibatkan Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dan Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/04/2026) malam. Hingga Selasa (28/04/2026) dini hari, jumlah korban meninggal dunia dilaporkan bertambah menjadi lima orang.

Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, mengonfirmasi data terkini mengenai jumlah korban saat meninjau langsung lokasi kejadian.

Proses Evakuasi Masih Berjalan "Update dari jumlah korban pada saat ini meninggal dunia lima orang. Kemudian yang masih terperangkap itu sekitar tiga orang," ujar Bobby Rasyidin di Stasiun Bekasi Timur, Selasa dini hari.

Badan SAR Nasional (Basarnas) telah mengerahkan sejumlah personel untuk melakukan evakuasi intensif. Hingga pukul 06.20 WIB pagi ini, petugas masih berupaya keras mengeluarkan tiga penumpang yang dilaporkan masih terhimpit di dalam gerbong KRL yang terdampak.

Puluhan Penumpang Luka-Luka Berdasarkan data dari PT KAI, sebanyak 79 penumpang KRL telah dievakuasi dan dilarikan ke sembilan rumah sakit berbeda untuk mendapatkan penanganan medis darurat. Sementara itu, sebanyak 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek dilaporkan dalam kondisi selamat dan telah berhasil dievakuasi seluruhnya.

Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, yang turut mendatangi lokasi beberapa jam setelah kejadian, menyatakan keprihatinannya dan menyebut kemungkinan jumlah korban masih bisa bertambah mengingat proses evakuasi di gerbong yang ringsek masih terus berjalan.

Permohonan Maaf dan Komitmen Penanganan Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyampaikan duka cita mendalam atas tragedi ini. Ia menegaskan bahwa fokus utama perusahaan saat ini adalah memastikan seluruh korban mendapatkan perawatan terbaik.

"Kami menyampaikan duka mendalam dan permohonan maaf atas kejadian ini. Kami memahami kesedihan yang dirasakan keluarga dan terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait agar proses penanganan berjalan dengan baik," ungkap Anne.

Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kecelakaan masih dalam tahap penyelidikan oleh pihak berwenang. Fokus petugas di lapangan saat ini adalah penyelamatan nyawa dan normalisasi jalur kereta yang terdampak.

Pencarian Sejak Rabu Berakhir Duka, Warga Temukan Jasad Weli Tergantung di Areal Kebun

April 24, 2026

  

TEGINENENG, PESAWARAN – Warga Dusun Talang Baru, Desa Gedung Gumanti, Kecamatan Tegineneng, Kabupaten Pesawaran dikejutkan dengan penemuan jasad seorang pria dalam kondisi tergantung pada seutas tali di sebuah pohon rambutan, Jumat (24/04/2026) sekira pukul 10.00 WIB.

Korban diketahui berinisial WELI (27), warga setempat yang sebelumnya dikabarkan hilang oleh pihak keluarga sejak Rabu, 22 April 2026.

Kronologi Kejadian: Pamit Lari Pagi dan Status Perpisahan

Berdasarkan keterangan pihak keluarga, korban awalnya berpamitan untuk pergi lari pagi (marathon) pada Rabu pagi sekitar pukul 07.00 WIB. Namun hingga sore hari, korban tak kunjung kembali ke rumah sehingga memicu kekhawatiran keluarga dan warga sekitar.

Dugaan peristiwa ini semakin menguat setelah beberapa rekan korban melihat status WhatsApp (WA) miliknya yang berisi pesan permintaan maaf serta pamit kepada keluarga dan teman-temannya. Perangkat desa dan warga kemudian melakukan pencarian intensif selama dua hari sebelum akhirnya jasad korban ditemukan oleh saksi Fredi Ansyah dan Habib Ferdiansyah di areal kebun yang tak jauh dari rumah korban.

Olah TKP dan Identifikasi Medis

Mendapat laporan warga, aparat Polsek Tegineneng bersama tim Inafis Polres Pesawaran dan tenaga kesehatan dari Puskesmas Tegineneng segera meluncur ke lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta evakuasi.

Kapolsek Tegineneng melalui Kanit Reskrim Bripka Bahrun Ilmi, menyampaikan hasil pemeriksaan luar (Visum et Repertum) di lokasi:

  • Kondisi Fisik: Ditemukan bekas jeratan tali pada leher, lidah menjulur/tergigit, dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban.

  • Waktu Kematian: Jasad diperkirakan sudah meninggal dunia lebih dari 48 jam, ditandai dengan adanya pembusukan alami dan telur larva kecil pada bagian wajah.

  • Barang Bukti: Polisi mengamankan sepasang sandal warna hitam dan seutas tali tambang berwarna putih yang digunakan korban.

Keluarga Ikhlas dan Menolak Autopsi

Pihak keluarga yang diwakili oleh adik kandung korban, Saliman, menyatakan telah menerima kejadian ini dengan ikhlas sebagai musibah. Pihak keluarga juga secara resmi menolak untuk dilakukan autopsi melalui surat pernyataan tertulis.

Setelah proses identifikasi di TKP selesai, jenazah langsung dievakuasi menggunakan ambulans UPT Puskesmas Tegineneng menuju rumah duka di Dusun Talang Baru untuk proses pemakaman.